Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH PEMBERIAN AROMATHERAPY TERHADAP

KUALITAS TIDUR PADA PASIEN HIV/AIDS


DI RSUD Dr. MOEWARDI

Mulyaningsih*, KanthiSuratih**, RofiahSetyadien***

SekolahtinggiilmuKesehatan ‘Aisyiyah Surakarta


(misskant@rocketmail.com)

ABSTRAK
Latar Belakang; AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrom) adalah kumpulan gejala
atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh
virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penderita HIV/AIDS mempunyai berbagai
masalah yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah gangguan tidur, berdasarkan
data yang didapat 2 dari 3 pasien HIV/ AIDS di RSUD Dr. Moewardi mengalami
gangguan tidur, dengan nilai PSQI >5. Tujuan; Mengetahui pengaruh pemberian
aromatherapy terhadap kualitas tidur pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. Moewardi
Metode;Jenis penelitian kuantitatif pra-eksperimen dengan rancangan One Group
Pretest Posttest, tanpa kontrol, sampel sebanyak 13 responden. Teknik sampling
menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.
Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test pada taraf signifikansi 95%.
Hasil; Hasil uji bivariate membuktikan bahwa ada pengaruh pemberian aromatherapy
terhadap kualitas tidur pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. Moewardi dengan angka
signifikan (ρ= 0,028 < 0,05). Kesimpulan; Ada pengaruh pemberian aromatherapy
terhadap kualitas tidur pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. Moewardi.

Kata Kunci: Aromatherapy, kualitas tidur

ABSTRACT
Background; AIDS (AquiredImmuno Deficiency Syndrome) is a collection of symptoms
or diseases caused by decreased immunity from infection by the HIV virus (Human
Immunodeficiency Virus). HIV / AIDS sufferers have various problems that need to be
considered, one of them is sleep disorder, based on data obtained 2 of 3 patients HIV /
AIDS in Dr. Moewardi Hospital suffered sleep disturbance, with the value of PSQI> 5.
Objective; To know the effect of giving aromatherapy to sleep quality of HIV / AIDS
patient in Dr. Moewardi Hospital Method; Type of pre-experimental quantitative
research with the design of One Group Pretest Posttest, without control, sample of 13
respondents. Sampling technique using purposive sampling. The research instrument
used questionnaire. Data analysis using Wilcoxon Sign Rank Test at 95% significance
level. Results; The result of bivariate test proves that there is an effect of giving
aromatherapy to sleep quality of HIV / AIDS patients in Dr. Moewardi Hospital with
significant numbers (ρ = 0.028 <0.05). Conclusion; There is an effect of giving
aromatherapy to sleep quality of HIV / AIDS patients in Dr. Moewardi Hospital.

Keywords:Aromatherapy, sleep quality


A. PENDAHULUAN

Masalah HIV/AIDS pada tahun 2015 sebanyak


merupakan salah satu masalah 30.935 kasus, menurun
kesehatan yang menakutkan dibandingkan tahun
bagi kebanyak orang. AIDS sebelumnya. Sedang kasus
(Aquired Immunodeficiency AIDS Secara kumulatif sampai
Syndrome) adalah sebagai dengan tahun 2015 sebesar
kumpulan gejala atau penyakit 77.112 kasus. Dikutip dalam
yang disebabkan oleh Statistik Kasus HIV/AIDS
menurunnya kekebalan tubuh (2014) di Indonesia sampai
akibat infeksi oleh virus HIV dengan Desember 2014 Jawa
(Human Immunideficiency tengah menduduki peringkat ke-
Virus) yang termasuk Family 6 prevalensi HIV/AIDS
Retroviridae. AIDS merupakan tertinggi di Indonesia yaitu
tahap akhir dari infeksi HIV kasus HIV sebanyak 9,032 dan
(Setiati, 2014). kasus AIDS sebanyak 3,767.
HIV/AIDS di Indonesia Jumlah kasus baru
sendiri, dalam Kementrian HIV/AIDS di Jawa Tengah
Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 sebanyak 2.763
(2015) bahwa Estimasi dan kasus, meningkat bila
proyeksi jumlah orang dengan dibandingkan dengan periode
HIV/AIDS di Indonesia pada yang sama tahun 2014 sebanyak
tahun 2015 adalah sebanyak 2.480 kasus. Penemuan kasus
735.256 orang dengan jumlah HIV tahun 2015 sebanyak 1.467
infeksi baru sebanyak 85.523 kasus, lebih tinggi
orang. Sebelum memasuki fase dibandingkan dengan penemuan
AIDS, penderita terlebih dulu kasus HIV tahun 2014 yaitu
dinyatakan sebagai HIV positif. sebanyak 1.399, sedangkan
Jumlah kasus baru HIV positif kasus AIDS tahun 2015
di Indonesia yang dilaporkan sebanyak 1.296 kasus, lebih
banyak dibandingkan tahun sakit terbesar sebagai rujukan
2014 yakni sebanyak 1.081 (Orang Dengan HIV/AIDS)
kasus (Dinas Kesehatan Povinsi ODHA (Buku Saku Kesehatan
Jawa Tengah). Provinsi Jawa Triwulan 2 tahun. 2016).
Tengah, Semarang menduduki Selama 3 tahun berturut-turut
peringkat pertama dengan kasus terhitung dari tahun 2014 pasien
HIV/AIDS tertinggi, kemudian HIV/AIDS di RSUD Dr.
disusul kota Solo, Banyumas Moewardi yaitu sejumlah 707,
dsb (Suara Merdeka.com). dan pada 2015 sejumlah 1862,
Jumlah kasus yang sedangkan 2016 sebanyak 2613,
dilaporkan oleh Dinas berikut ini adalah perbandingan
Kesehatan Kota Solo selama angka kejadia HIV/AIDS
tahun 2015 adalah sebanyak 27 RSUD Dr. Moewardi dengan
kasus HIV dan 49 kasus AIDS. Rumah sakit lain:
Meningkat dibandingkan tahun 3,000
2014 yaitu sebanyak 18 kasus 2,500
HIV dan 47 kasus AIDS (Dinas 2,000
Angka
Kesehatan Kota Solo, 2015). 1,500 Kejadian
Pasien HIV/AIDS di solo raya 1,000 HIV/AIDS

mendapat layanan kesehatan di 500

beberapa rumah sakit yang 0


RSUD Dr. Moewardi
ditunjuk sebagai rumah sakit
rujukan. Beberapa Rumah Sakit Sumber: Data RM RSUD dr.
sebagai rujukan bagi penderita Moewardi tahun 2014-2016
HIV/AIDS di kota Solo raya Grafik 1.1. Angka kejadian
antara lain, RSUD (Rumah HIV/AIDS di
Sakit Umum Daerah) Dr. Rumah Sakit Kota
Moewardi, RSUD Pandan Solo tahun 2016
Arang, RSUD Dr. Soehadi
Prijonegoro dsb, RSUD Dr. Penderita HIV/AIDS
Moewardi merupakan rumah mempunyai berbagai masalah
yang perlu diperhatikan, salah keperawatan yang
satunya adalah gangguan tidur. menggunakan bahan cairan
Hal ini didukung oleh penelitian tanaman yang mudah menguap
yang dilakukan oleh Ferreria atau dikenal sebagai minyak
dan Ceolin (2012); Louis, et Al essensial, dan senyawa
(2012); Taibi (2014) dan Lee, et aromatik lainnya dari tumbuhan
Al (2012) bahwa seseorang yang bertujuan untuk
dengan infeksi HIV mempunyai mempengaruhi suasana hati
kualitas tidur yang buruk. atau kesehatan seseorang
Beberapa faktor yang menjadi (Purwanto, 2013). Beberapa
penyebab terjadinya gangguan penelitian menunjukkan bahwa
tidur adalah depresi, Aromatherapy mempunyai
peningkatan ukuran pinggang pengaruh dalam peningkatan
(Cianflone, et. Al.2012); kualitas tidur, diantaranya
penggunaan HAART (Highly adalah penelitian yang
Active Anti Retro Viral) dilakukan oleh Lestari dan
(Oshinaike, et. al 2014); Rodiyah (2014); Utami (2014);
penggunaan ARV Kurnia, Wardani dan Rusca
(Antiretroviral) (Hidayati, et al. (2013).
2016); psikologis (depresi dan Hasil wawancara dengan
cemas, masalah fisiologis petugas kesehatan yang
(kesakitan fisik/ morbiditas berdinas di ruang VCT RSUD
akibat virus HIV/AIDS) Dr. Moewardi didapatkan data
(Dabaghzadeh, Khalili dan bahwa bahwa 2 dari 3 pasien
Alimadadi 2013). HIV/AIDS, mempunyai kualitas
Salah satu terapi non tidur yang buruk dengan nilai
farmakologis untuk mengurangi PSQI sebesar 6 dan 7. di RSUD
gangguan tidur adalah dengan Dr. Moewardi sendiri belum
pemakaian menerapkan pemakaian
Aromatherapy.Aromatherapy Aromatherapy sebagai alternatif
adalah salah satu metode untuk membantu meningkatkan
kualitas tidur pasien yang dilakukan
terganggu. pemberian
Berdasarkan uraian Aromatherapy.
singkat diatas memberikan 3. Menganalisa
dasar pada peneliti untuk pengaruh
merumuskan masalah penelitian pemberian
yaitu “Apakah ada pengaruh aromatherapy
pemberian aromatherapy terhadap kualitas
terhadap peningkatan kualitas tidur.
tidur pada pasien HIV/AIDS di
RSUD Dr. Moewardi?”.
Secara umum tujuan
dari penelitian ini adalah
mengetahui pengaruh dari
pemberian Aromatherapy
terhadap kualitas tidur pada
pasien HIV/AIDS. Sedangkan B. BAHAN DAN
tujuan khususnya adalah: METODE
Jenis penelitian yang
1. Mengidentifikasi
digunakan adalah penelitian
rata-rata kualitas
kuantitatif pra eksperiment
tidur pasien
dengan rancangan one group
HIV/AIDS
pretest posttest rancangan ini
sebelum
tidak menggunakan control.
dilakukan
Lokasi penelitian ini
pemberian
dilaksanakan di RSUD Dr.
Aromatherapy.
Moewardiyakni di klinik VCT.
2. Mengidentifikasi
Populasi dari penelitian ini
rata-rata kualitas
adalah pasien HIV/AIDS yang
tidur pasien
menjalani rawat jalan di klinik
HIV/AIDS
VCT pada tahun 2017 terhitung
sesudah
dari bulan Februari-Maret adalah a. Kualitas tidur
sebanyak 405 pasien. Besar pasien HIV/
sample dalam penelitian ini AIDS sebelum
adalah sebanyak 13 sampel. dilakukan
Instrument yang digunakan perlakuan
dalam penelitian ini adalah pemberian
kuesioner PSQI (The Pitsburgh aromatherapy
Sleep Quality Index). Analisa Tabel 5.1. Kualitas tidur pasien
penelitian yang digunakan yaitu HIV/AIDS di RSUD
analisa univariat dan bivariate Dr. Moewardi
dengan ujiWilcoxon Signed Rank sebelum dilakukan
Test. pemberian
Pemb Std. Aromatherapy
erian Dev Nilai mean untuk penilaian
mi
arom n Me max
n kualitas tidur adalah 9.08, Std
ather
apy Deviation atau perbedaan dari nilai
Sebel 9.0 2.69
13 6 13 sampel terhadap rata-rata adalah
um 8
2.69 dengan nilai kualitas tidur
C. HASIL DAN paling rendah (minimum) 6 dan
PEMBAHASAN paling tinggi (maximum) 13.
Penelitian ini dilakukan
Pasien dengan
untuk mengetahui pengaruh
penyakit HIV/AIDS
pemberian Aromatherapy
mempunyai kualitas tidur
terhadap kualitas tidur pasien
yang kurang baikdengan
HIV/AIDS di RSUD Dr.
nilai PSQI >5. Faktor-faktor
Moewardi dengan sampel
yang secara significant
sebanyak 13 responden,
berhubungan dengan
penelitian ini dilakukan pada
gangguan tidur pada pasien
bulan Maret-July dengan hasil
HIV/AIDS adalah depresi,
sebagai berikut:
laki-laki, pekerja aktif,
hidup sendiri, perokok,
kurang pengetahuan, mempertahankan waktu
peningkatan ukuran bangun, peningkatan pada
pinggang, faktor fase NREM sehingga tidak
sosiodemografik (waktu segera mendapatkan tidur
tidur yang buruk), yang nyenyak. Adanya
mempunyai riwayat trauma Sitokin polimorphis pada
durasi dari infeksi virus obat anti inflamasi yang
HIV, dan pemakaian terdapat ada terapi
Nevirapin atau Evafirens. antiretroviral juga
Hal ini disebabkan karena berhubungan dengan
insomnia atau gangguan kualitas tidur yang rendah.
tidur pada pasien HIV/AIDS (Dabagzadeh, et al.,2013;
merupakan salah satu jenis Allavena, et Al.,2015;
ADR (Adverse Drug Hidayati, et al.,2016;
Reaction) yaitu munculnya Oishinaike, et al.,2014;
reaksi obat yang tidak Simen, et Al., 2015; Lee et,
dikehendaki pada saat terapi Al., 2015; Cianflone, et Al.,
ARV. ADR ini merupakan 2012; Lee, et al., 2012)
kejadian yang cukup sering Penyebab kualitas
terjadi pada pasien HIV dan tidur yang kurang baik lain
umumnya terjadi pada tiga diantara pasien HIV/AIDS
bulan pertama setelah adalah masalah fisik dan
inisiasi ARV. Hal tersebut psikis. Masalah psikis yang
dikarenakan Efavirens sering dialami oleh penderita
memiliki sifat agonis parsial HIV/AIDS adalah cemas dan
serotonin 2A yang membuat depresi, hal tersebut karena
pasien terjaga. Maka dari itu penderita menganggap bahwa
hal ini dihubungkan dengan dirinya sudah tidak baik lagi,
out put pengurangan onset keluarga bukanlah seseorang
waktu tidur, penurunan yang bisa untuk tempat
kemampuan bersandar, dan mereka merasa
bahwa sudah tidak ada masa sehari-hari, gangguan tidur,
depan bagi mereka lagi. penggunaan obat tidur, dan
Selain itu, Depresi dan energi disfungsi tidur pada siang
rendah/ kelelahan hari. Masing-masing
diidentifikasi sebagai komponen mepunyai
mediator yang berhubungan kisaran nilai 0-3 dengan 0
antara kualitas tidur dan yang menunjukkan nilai
kepatuhan pengobatan. tidak ada kesulitan dan 3
Sedangkan untuk masalah menunjukkan kesulitan tidur
fisik gejala-gejala fisik yang yang berat. Skor dari
sering terjadi akibat CD4 ketujuh komponen itu lalu
yang menurun antara lain dijumlahkan dan diperoleh
diare, kram perut, fatigue hasil kisaran 0-21.
(kelelahan), gatal, rasa Seseorang yang mempunyai
terbakar, neuropati periferal, nilai PSQI ≤ 5 dikategorikan
demam,dan infeksi-infeksi mempunyai kualitas tidur
lain yang terjadi (Robbin, ynag baik, dan seseorang
2004; Dalmida, et Al., 2015; yang mempunyai nilai
Parhani, 2016) PSQI>5 dikategorikan
Kualitas tidur dapat mempunyai kualititas tidur
diukur dengan kuesioner. ynag buruk.
PSQI merupakan salah satu Dampak dari
instrumen pengukuran kualitas tidur yang kurang
kualitas tidur yang baik bagi kesehatan menurut
diciptakan oleh Buysee, et Hanun (2011) adalah tidak
Al (1988). PSQI terdiri dari produktif, tidak fokus, tidak
7 komponen yang dinilai bisa membuat keputusan,
dari tidur seseorang pelupa, pemarah, depresi,
diantaranya adalah kualitas bisa meningkatkan resiko
tidur subjektif, latensi tidur, kematian, sistem kekebalan
durasi tidur, afisiensi tidur
tubuh menurun, dan diberikan aromatherapy
menyebabkan kecelakaan. lavender kualitas tidur pada
2. Kualitas Tidur Pasien HIV lansia setelah meningkat
AIDS DI RSUD Dr. dengan nilai PSQI >5. Hal
Moewardi sesudah ini diperkuat dengan
dilakukan pemberian penelitian yang dilakukan
aromatherapy oleh Rahmawati, et al.
Tabel 2. Kualitas tidur (2014) dengan hasil bahwa
pasien HIV/AIDS nilai mean sebelum
di RSUD Dr. diberikan Aromatherapy
Moewardi sesudah Lavender adalah 16,17 dan
dilakukan sesudah diberikan
pemberian Aromatherapy Lavender
aromatherapy adalah 11,17. Penelitian lain
Pem yang mendukung adalah
beria
penelitian yang dilakukan
n
Std. m ma
aro n Me oleh Ekawati (2015) dengan
Dev. in x
mat
hasil nilai mean sebelum
hera
py diberikan Aromatherapy
Sesu Lavender23,25 dan nilai
13 6.32 3.39 2 14
dah
Sumber: pengolahan data primer mean sesudah 14,63. Hal ini
tahun 2017 disebabkan oleh
Aromatheapy Lavender

Berdasarkan analisis yang bisa meningkatkan

univariat hasilsesudah kualitas tidur.

diberikan aromatherapy Penelitian yang

nilai mean untuk penilaian dilakukan oleh Palaniapan

kualitas tidur adalah 6.32. dan Thenappan (2016)

penelitian yang dilakukan manunjukkan bahwa ada

oleh Fuerwanto, et al (2016) beberapa terapi non medis

menunjukkan bahwa setelah yang dapat dilakukan untuk


meningkatkan kualitas tidur meningkatkan tahap tidur
dan mengatasi ganggan non REMatau tidur yang
tidur antara lain adalah: tenang (Kurnia, 2013;
Terapi Gizi, Pengobatan Lestari dan Rodhiyah, 2014)
Herbal dan Minyak Secara garis besar
Essensial, Akupuntur/ tahapan tidur dibagi menjadi
Akupressur, Terapi cahaya 2 yaitu tidur aktif atau REM
terang, Massase dan terapi dan tidur tenang atau non
sentuh, Terapi Musik, Tai REM. Seseorang yang telah
Chi dan Yoga. Terapi-terapi dewasa mempunyai siklus
tersebut sudah terbukti tidur 4-5 siklus selama 7-8
dapat meningkatkan kualitas jam. Dengan sistem tidur
tidur, salah satu contohnya non REM bergantian dengan
adalah pemakaian tidur REM. Secara singkat
aromatherapy. siklus tidur dapat dijelaskan
Aromatherapy sebagai berikut: selama 30
Lavender yang digunakan menit pertama terjadi
dapat meningkatkan kualitas pergeseran tidur non REM
tidur. Lansia dengan yaitu terjadi tahap awal
gangguan tidur yang ketika seseorang mulai
diberikan Aromatherapy mengantuk, masih sadar
Lavender, kualitas tidurnya dengan lingkungannya, bola
dapat meningkat, dengan mata bergerak ke samping
hasil p value yakni serta masih mudah
0,007.Hal tersebut dibangunkan, kemudian otot
dikarenakan dalam mulai relaksasi, mata mulai
Aromatherapy Lavender menetap, penurunan denyut
mengandung zat linalool nadi dan pernapasan, lalu
dan linaliil asetat yang dilanjutkan dengan deep
mengandung efek sedatif sleep ditandai dengan
dan hipnotik. Hal ini dapat relaksasi otot secara
menyeluruh. Lalu pada 20 mengurangi kecemasan
menit selanjutnya (Cho, et al., 2013; Lytle, et
dilanjutkan dengan dengan al., 2014; Snatkaran, et Al.,
keadaan dimana seseorang 2017)
semakin dalam dalam tidur, 3. Pengaruh
denga ciri-ciri EEG pemberian
gelombang otak mulai aromatherapy
melemah, penurunan denyut terhadap kualitas
jantung, tekanan darah dan tidur pasien HIV/
suhu tubuh. Lalu 10 menit AIDS di RSUD Dr.
selanjutnya terjadi Moewardi.
Tabel 3. Hasil Uji
pergeseran dari tidur non
Wilcoxon Sign
REM ke tahap REM pada
Rank Test
tahap inilah mimpi seperti
sebelum dan
sangat nyata. Kini
sesudah
berakhirlah siklus tidur
pemberian
tahap 1, kemudian
aromatherapy
dilanjutkan siklus tidur
terhadap kualitas
tahap 2 dan selanjutnya.
tidur pasien
Aromatherapy yang
HIV/AIDS di
dihirup dapat mempercepat
RSUD Dr.
lucid dream dimana lucid
Moewardi
dream ini adalah fase
dimana seseorang Pemberian p
Std.
mengalami mimpi, itulah aromather n Me valu
Dev.
apy e
sebabnya aromatherapy bisa Kualitas .028
meningkatkan tidur tidur
sebelum
seseorang, sehingga dapat 13 9.08 2.69
pemberian
meningkatkan tidur, aromather
apy
menstabilkan tekanan darah Kualitas 13 6.32 3.39
serta bisa juga untuk tidur
sesudah Primadiati (2002)
pemberian
pemakaian aromatherapy
aromather
apy lavender melalui jalur
Hasil penelitian penciuman merupakan jalur
menunjukkan bahwa bahwa yang paling cepat dan
nilai signifikansi (p value) efektif untuk
sebesar 0,028 < 0,05. Hal menanggulangi masalah
ini menunjukkan bahwa ada gangguan emosional, stress
pengaruh pemberian dan depresi juga beberapa
aromatherapy terhadap macam sakit kepala. Hal ini
kualitas tidur pasien disebabkan karena adanya
HIV/AIDS di RSUD Dr. hubungan langsung dengan
Moewardi. Hasil diatas susunan sistem saraf pusat
menunjukkan bahwa ada yang bertanggung jawab
pengaruh pemberian terhadap kerja minyak
aromatherapy terhadap essensial. Bila minyak
kualitas tidur pasien essensial dihirup, molekul
HIV/AIDS di RSUD Dr. yang mudah menguap akan
Moewardi. Hal ini didukung membawa unsur aromatik
oleh penelitian yang yang terdaat pada
dilakukan oleh Fuerwanto kandungan aromatherapy ke
(2013) bahwa puncak hidung. Rambut
aromatherapy lavender getar yang ada didalamnya
merupakan salah satu terapi yang berfungsi sebagai
keperawatan komplementer reseptor akan membawa
yang dapat digunakan pesan elektrokimia ke
sebagai alternatif awal pada susunan saraf pusat. Pesan
penderita insomnia karena ini yang akan mengaktifkan
mempunyai efek pusat emosi dan daya ingat
menenangkan dan seseorang yang selanjutnya
menyegarkan. Dalam akan mengantarkan pesan
balik ke seluruh tubuh aromatherapy antara lain,
melalui sirkulasi. Pesan Eucacalyptus, Geranium,
yang diantar ke seluruh Clary Sage, Lavender,
tubuh akan dikonversi Lemon, Peppermint,
menjadi suatu aksi Rosemary, Chamomile, tea
pelepasan substansi tree, ylang ilang dsb.
neurokimia berupa perasaan Beberapa diantara dipercaya
senang , rileks dan dapat digunakan sebagai
terangsang, maka jika obat insomnia, tetapi
diartikan dengan nilai, lavender adalah salah satu
perasaan ini membuat nilai aromatherapy yang sering
kualitas tidur digunakan untuk mengatasi
meningkat.Nilai kualitas gangguan tidur, dikarenakan
tidur yang meningkat karena lavender ini terkandung
menghirup aromatherapy didalamnya Kamper,
dapat terjadi karena Terpinen-4-Ol, Linalool,
aromatherapy lavender Linalyl Acetate,
mempunyai khasiat Betaocimene 1,8-Cineole
menenangkan dan sebagai selain itu Lavender
relaksasi. mempunyai kandungan
Aromatherapy Linalyl Asetatdan Linalool
adalah salah satu terapi yang mempunyai efek
keperawatan komplementer sedatif dan hipnotik karena
yang digunakan dengan Linalool menghambat
menggunakan minyak pengikatan glutamat pada
essensial yang didapat dari kortek otak. Penelitian yang
minyak tanaman yang dilakukan oleh Penelitian
mudah menguap atau sering yangdilakukan oleh Lestari
disebut dengan essensial dan Rodiyah (2014) juga
oil.Dalam Ali, et Al (2015) medukung pendapat diatas
beberapa contoh yakni dengan
AromatherapyLavenderdapa dan mengantarkannnya ke
t digunakan sebagai salah sistem limbik yang
satu alternatif untuk selanjutnya akan dikirim ke
mengatasi gangguan tidur. hipotalamus untuk
Beberapa pasien kemudian diolah. Melalui
mengatakan bahwa setelah pengantaran respon oleh
menghirup aromatherapy hipotalamus, seluruh unsur
dengan air hangat, tidur ada minyak esensial tersebut
menjadi lebih nyenyak dan akan dianta ke sistem
badan terasa segar pada pagi sirkulasi dan agen kimia
hari, pendapat ini sesuai kepada organ tubuh yang
dengan teori dari Primidiati membutuhkan. Secara
(2002) bahwa bau yang fisiologis kandungan dari
mudah menguap ke udara unsur-unsur terapeutik dari
akan masuk ke rongga bahan aromatik akan
hidung melalui penghirupan memperbaiki ketidak
sehingga akan direkam oleh seimbangan yang terjadi
otak sebagai proses alam buh. Respon bau yang
penciuman. Proses dihasilkan akan merangsang
penciuman dimulai dengan kerja sel nerotik otak,
peneriman molel bau, sebagai contoh bau yang
kemudian dilanjutkan menyenangkan akan
dengan transmisi sebagai mestimulasi talamus untuk
pesan ke pusat saraf mengeluarkan ekefalin yang
penciuman yang terletak di berfungsi sebagai
bagian belakang hidung. penghilang raa sakit alami
Pusat penciuman ini hanya dalam tubuh. Penelitian
sebesar biji delima pada yang dlakukan oleh
pangkal otak, tempat inilah Sirinponpanich, et Al (2012)
yang akan juga mengemukakan bahwa
menginterpretasikan bau efek menggunakan
aromatherapy via inhalasi HIV/AIDS di RSUD Dr.
dapat mempengaruhi emosi, Moewardi.
sistem saaf otonom dan
2. SARAN
aktifitas kelistrikan di otak,
a. Bagi perawat klinik VCT
hal ini karena dalam
Aromatherapy Lavender
lavender terdapat linalool
diharapkan bisa menjadi salah
dan lynaliil asetatat yang
satu alternatif yang
mempunyai efek sedatif dan
dianjurkansebagai terapi awal
narkotik, selain itu hasil dari
jika ada pasien HIV/AIDS
penelitian ini adalah secara
yang mengalami gangguan
signifikan tekanan darah
tidur.
dapat turun, denyut nadi dan
b. Bagi penderita HIV/AIDS
temperatur kulit menjadi
Hendaknya pasien tetap
lebih hangat.
melanjutkan pemakaian
Aromatherapy
D. SIMPULAN DAN SARAN
1. SIMPULAN
a. Sebelum dilakukan
pemberian aromatherapy,
nilai mean untuk kualitas
tidur menunjukkan bahwa
kualitas tidur buruk. DAFTAR PUSTAKA
b. Sesudah dilakukan
pemberian aromatherapy, Allavena, C. T. Guimard, E. Billaud,
S. De la Tullaye, V. Reliquet,
nilai mean untuk kualitas
S. Pineau, H. Hu’e1, C.
tidur menunjukkan bahwa Supiot, J.M. Chennebault, C.
Michau, H. Hitoto, R. Vatan,
ada peningkatan kualitas
F. Raffi. 2015. Prevalence
tidur. and Risk Factors of Sleep
c. Ada pengaruh pemberian Disturbance in a Large HIV-
Infected Adult Population.
aromatherapy terhadap
AIDS Behav.
kualitas tidur pasien https://link.springer.com/. 19
Agustus 2017 (10:00)
Cianflone, NFC., M.P. Roediger, D.J. Sleep Factors And
Moore, B. Hale,A. Weintrobe, Medication Adherence In
A. Ganeshan, L.E. Eberly, E. HIV-Positive Women.
Johnson, B.K. Agan, dan S. Journal of Research in
Letedre. 2012. Prevalence Nursing 2015, Vol. 20(6)
and Factor Associated With 499–514.
Sleep Disturbances Among https://www.researchgate.net/
Early-Treated HIV-Infected publication/. 18 Agustus
Persond. Major article 2017. (11:00)
HIV/AIDS.CID 201:54 (15
may).https://cid.oxfordjourna Ekawati, N. P.2015. Pengaruh
ls.org/. 15 April 2017 (19:00) Aromaterapi Melati Terhadap
Perbaikan Skor Insomnia
Dabaghzadeh, F., H. Khalili, P. Pada Remaja di SMA Negeri
Ghaelli, dan A. Alimadadi,. 1 Rasau Jaya, Kabupaten
2013. Sleep Quality and Its Kubu Raya, Kalimantan
Correlates in HIV Living Barat. Proners 2016.
Positive Patients Who Are www.Jurnal.Untan.Ac.Id. 28
Candidates for Initiation of Agustus 2017 (06:00)
Antiretroviral Therapy.
Journal Iranian Psyciatry Hidayati, NR, S. Abdillah, dan S. A.
8:4, October 2013. Keban. 2016. Analisis
Ijps.tums.ac.ir. 22 April 2017 Adverse Drug Reactions Obat
(15.00) Anti Retroviral Pada
Pengobatan Pasien
Cho, M.Y.,E. S. Min,M.H. Hur, dan HIV/AIDS di RSUD Gunung
M. S. Lee. 2013. Effects of Jati Cirebon Tahun 2013.
Aromatherapy on the Pharmaciana, vol. 6, no. 1,
Anxiety, Vital Signs, and 2016: 79-
Sleep Quality of 88.journal.uad.ac.id. 3 Maret
Percutaneous Coronary 2017 (05:00)
Intervention Patients in .
Intensive Care Units. Kurnia, A. D., V. Wardhani, dan K. T.
Hindawi research Evidence- Rusca. 2013. Aromaterapi
Based Complementary and Bunga Lavender
Alternative Medicine Volume Memperbaiki Kualitas Tidur
2013, Article ID 381381. pada Lansia. Jurnal
http://dx.doi.org/10.1155/201 Kedokteran Brawijaya, 25(2),
3/381381. 20 Agustus 2017 83-86. jkb.ub.ac.id. 12 Maret
(20:00) 2017 (14:00)

Dalmida, S. G., M. M. Holstad, R. Lee, K.A., C. Gay, C.J. Portillo, T.


Fox, A. M. Delaney. 2015. Coggins, H. Davis, C.R.
Depressiv Symptoms And Pullinger, dan B. E. Aouziret.
Fatigue As Mediators Of 2012. Types Of Sleep
Relationship Between Poor Problem In Adults Living
With HIV/AIDS. Journal Of Therapy 2016, 5:1.
Clinical Sleep Medicine, Vol https://dx.doi.org. 20 April
8, No 1, 2017 (16:00)
2012.https://www.researchgat
e.net . 16 April (20:00) Primidiati, R., 2002. Aromatherapy
Perawatan Alami Untuk
Lee, K. A., C. Gay, C. R. Pullinger, Sehat dan Cantik. Jakarta:
M. D. Hennessy, R. S. Zak, Gramedia Pustaka Utama.
B. E. Aouizerat. 2013.
Cytokine Polymorphisms are Purwanto, B. 2013. Herbal dan
Associated with Poor Sleep Keperawatan Komplementer
Maintenance in Adults Living (Teori, Praktik, Hukum
with Human dalam Asuhan
Immunodeficiency Keperawatan).Jogjakarta:
Virus/Acquired Nuha Medika
Immunodeficiency. SLEEP,
Vol. 37, No. 3, 2014. Robbin, L.J., K.D. Philip, W.D.
http://dx.doi.org/10.5665/slee Dudgeon, dan G.A. Hand.
p.3474. 19 Agustus 2017. 2004. Psycological and
(12:00) Physiological Correlates of
Sleep in HIV Infection. Clin
Lytle, J., C. Mwatha, dan K. K. Nurs Res 2004;13;33.
Davis. 2014. Effect Of journals.sagepub.com. 19
Lavender Aromatherapy On April 2017 (14:00)
Vital Signs And Perceived
Quality Of Sleep In The Simen, A. A., J. Ma , V. Svetnik ,D.
Intermediate Care Unit: A Mayleben, J. Maynard, A.
Pilot Study. AJCC Roth, L. Mixson, R. Moggi,
AMERICAN JOURNAL OF D. Shera, L. George, T. C.
CRITICAL CARE, January Mast, C. Beals, A. Stoch, A.
2014, Volume 23, No. 1. doi: Struyi, N. Shire1, dan N.
http://dx.doi.org/10.4037/. 21 Fraser. 2015. Efavirenz
Agustus 2017 (05:00) modulation of sleep spindles
and sleep spectral profileJ J
Parhani, I. 2016. Dinamika Depresi Sleep Res. (2015) 24, 66–73
Pada Penderita AIDS.Studi Sleep Res. (2015) 24, 66–73.
Insania, Oktober 2016, Hal DOI: 10.1111/jsr.12196. 18
95-106 Vol 4, No Agustus 2017 (20:00)
2.jurnal.iain-antasari.ac.id.
13 Maret 2017 (20:05) Siripornpanich, V., W.Sayorwan, T.
Piriyapunyaporn, T.
Palaniappan, K., danA. Thenappan, Hongratanaworakit, N.
2016. Phisiological Basis of Kotchabhakdi, dan N.
Alternative Therapies to Ruangrungsi. 2012. The
Alleviate Sleep Disturbances. Effects of Lavender Oil
Journal of Sleep Disorder Nd Inhalation on Emotional
States, Autonomic Nervous 2016.
System, and Brain Electrical Doi:10.5901/mjss.2016.v7n3s
Activity.Med Assoc Thai 3p83. 20 Agustus 2017
2012; 95 (4): 598- (21:00)
606.http://www.jmat.mat.or.th
. 6 juni 2017 (20:00) Utami, A. F. (2015). Pengaruh
Pemberian Aromaterapi
Sanatkaran, A., F. Bahari, A. Ansari, Lavender Terhadap Kualitas
N. Atashi, 2017. The Effect Tidur Siang Anak Usia
of Red Rose Essential Oil and Prasekolah Di Tempat
Lavender Aromatherapy on Penitipan Anak Lkia
the Frequency of Lucid Pontianak
Dreaming, Recalling Dreams Tahun2014. ProNers, 3(1).
and Sleep Quality in Female Skripsi. Universitas Tanjung
Students. Mediterranean Pura Pontianak.
Journal of Social Sciences jurnal.untan.ac.id. 15 Maret
MCSER Publishing, Rome- 2017 (21:00)
Italy Vol 7 No 3 S3 June