Anda di halaman 1dari 3

Menikmati Tahu Walik Khas Banyuwangi

Kuliner menjadi bagian yang tak terpisahkan bersama pariwisata. Menikmati keindahan suatu
destinasi wisata sudah menyatu dengan hasrat menyantap makanan khas tempat wisata.

Bahkan dengan perkem-bangan kreativitas, kini kegiatan kuliner telah menjadi salah satu resep
menarik pengunjung ke sebuah destinasi wisata. Hal ini yang terlihat di Banyuwangi, Jawa Timur.

Banyuwangi, kabupaten terluas di Pulau Jawa ini telah terkenal de-ngan beragam wisata alamnya
yang memukau. Tidak hanya itu, Banyu-wangi ternyata juga kaya akan varian menu kuliner andalan
nan unik. Salah satunya adalah Tahu Walik.

Tahu Walik

Tahu yang dibuat dari endap-an dari perasan biji kedelai, telah dikenal sejak zaman dinasti Han 2200
tahun lalu, dari negara asalnya Tiongkok, kini sudah sangat terkenal di dunia.

Awalnya, setelah dibawa para perantau Tiongkok ke seluruh penjuru dunia hingga menyebar ke
Indonesia, makanan yang konon ditemukan juru masak bernama Liu An tersebut kini juga telah
akrab menjadi menu sehari-hari bagi ma-syarakat Indonesia.

Dengan segudang manfaat ke-sehatan, setiap daerah di Nusan-tara telah mengembangkan tahu
menjadi bagian dari aneka menu seperti tahu bacem, tahu bakso, tahu campur, tahu guling,
perkedel tahu, keripik tahu, siomay, dan tahu isi.

Di Banyuwangi, entah siapa yang memulai, di setiap sudut kota bermunculan penjual “Tahu Walik”.
Jajanan yang sedang booming ini tak hanya digemari masyarakat setem-pat, namun juga mulai
diburu wi-satawan yang keranjingan menjajal menu kuliner andalan pada setiap lokasi wisata.

Namanya yang mengandung kata unik”Walik”, berarti terbalik, membuat setiap orang penasaran
seperti apa bentuk dan rasa hidang-an yang cocok disantap sebagai teman makan nasi, atau sekadar
camilan ini.

Tahu Walik sendiri hampir sama dengan jajanan tahu bakso, yakni tahu yang dibelah kemudian
dalam-nya di jejali daging bakso. Namun kreasi masyarakat Banyuwagi mem-buat tahu walik tampil
beda.

Tahu yang telah dipotong hampir terpisah, kemudian kedua sisinya dibalik atau diputar sehingga
bagian kulit tahu berada di dalam, dan ba-gian daging tahu berwarna keputi-han berada di luar.

Selanjutnya daging bakso ayam diletakkan di bagian dalam (kulit tahu), setelah jajanan ini digoreng
kering baru disantap. Sensasinya tentu lebih lezat dan unik diban-ding tahu bakso biasa karena
daging tahu yang berada di luar saat digigit kemrenyes (kering dan renyah).

Selain empuk dan gurih, kenik-matan Tahu Walik masih ditambah dengan bumbu cocolan berupa
petis ikan gula merah yang pedas dan manis !

Meski lezat dan memuaskan, jajanan ini cukup murah meriah. Dijual dengan harga berkisar antara
lima ratus sampai seribu rupiah per biji. Beberapa lokasi penjual Tahu Walik yang banyak disukai
pembeli antara lain Warung Biru di Jalan Kapten Pierre Tendean, Warung Bu Atun di Jalan DI
Panjaitan, dan War-ung Bu Yuli di Jalan DI Panjaitan.
Bahan:

 500 gram tapioka


 300 gram terigu
 1/2 kilogram daging ayam atau daging sapi
 5 siung bawang putih
 1 sendok teh merica
 1 ikat daun bawang
 garam secukupnya
 merica bubuk secukupnya
 1 saset kaldu ayam bubuk
 tahu yang sudah digoreng

Cara membuat
Adonan isi:
 Haluskan bawang putih dan meri-ca.Cincang ayam atau daging sapi lalu blender. Masukkan
bumbu halus, garam, merica bubuk, kaldu bubuk, dan daun bawang ke da-lam ayam atau daging,
lalu aduk rata.
 Perlahan masukkan tepung tapi-oka dan terigu secara bergantian. Aduk rata sampai jadi adonan
yang bisa dipulung dengan sen-dok.
 Tahu goreng potong serong lalu balik perlahan bagian luar (warna kecoklatan) menjadi di dalam.
 Setelah tahu dibalik semua, masukkan adonan ayam atau daging ke dalam lekukan. Goreng
tenggelam di minyak banyak dan panas. Jangan lupa atur besar kecil api agar dalamnya tahu
matang.
 Sajikan dengan cocolan bumbu saus tomat, sambal, atau sambal petis ikan. SB/E-6

Bumbu Cocolan Petis Ikan

Salah satu keistimewaan yang membuat Tahu Walik berbeda dengan tahu isi bakso adalah cocolan
bumbunya, bumbu petis air ikan khas Banyuwangi.

Bila sebagian besar penjual makanan ini menyajikan Tahu Walik hanya dengan sambal, saus tomat
dan kecap, beberapa lokasi lain seperti Warung Bu Yuli Warung yang berada di Jalan DI Panjaitan,
menyediakan bumbu petis air ikan gula merah sebagai teman santap Tahu Walik.

Berbeda dengan petis ikan biasa yang cenderung berwarna kehitam-an, seperti namanya petis ikan
gula merah terlihat coklat muda keme-rahan seperti bumbu sate ponorogo. Untuk rasa jangan
ditanya, paduan gurih petis ikan menyatu dengan manis gula merah yang alami, di-tambah pedas
yang menghentak.

Selanjutnya rasa manis gurih pedas ini membaur dengan tahu walik yang gurih garing empuk
me-munculkan sensasi santap yang tak terlupakan.

Resep
Bahan:
 air 3 liter
 satu ekor ikan tongkol
 gula merah 2 kilogram
 garam secukupnya
 gula Pasir secukupnya
 cabai rawit sesuai selera

Cara membuat
Rebus ikan tongkol hingga matang, ambil air rebusannya yang telah mendidih. Lalu masukkan ke
panci bersama gula merah. Rebus lagi sampai gula merah cair. Setelah itu haluskan gula pasir,
garam, cabai kecil, dan sedikit air. Kemudian campur dengan rebusan air ikan gula merah. SB/E-6