Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) atau dikenal juga dengan istilah ketela
rambat merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman palawija,
dapat berfungsi sebagai pengganti bahan makanan pokok (beras) karena
merupakan sumber karbohidrat.. Provinsi Jawa Barat merupakan daerah sentra
dan penghasil komoditas ubi jalar terbesar di Indonesia. (Handawi, 2010). Selama
periode 2005-2009, produksi ubi jalar Jawa barat meningkat dengan rata-rata
1,90% / tahun.
Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) Merupakan sumber karbohidrat
yang dapat dipanen pada umur 3 – 8 bulan. Selain karbohidrat, ubijalar juga
mengandung vitamin A,C dan mineral serta antosianin yang sangat bermanfaat
bagi kesehatan. Disamping itu, ubi jalar tidak hanya digunakan sebagai bahan
pangan tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak.
Di Indonesia, ubi jalar umumnya sebagai bahan pangan sampingan.
Sedangkan di Irian Jaya, ubi jalar digunakan sebagai makanan pokok. Komoditas
ini ditanam baik pada lahan sawah maupun lahan tegalan. Luas panen ubu jalar
diindonesia sekitar 230.000 ha dengan produktivitas sekitar 10 ton/ha. Padahal
dengan teknologi maju beberapa varietas unggul ubi jalar dapat menghasilkan
lebih dari 30 ton umbi basah/ha.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa Klasifikasi Ubi Jalar?
2. Bagaimana Asal Usul Ubi Jalar?
3. Apa saja Sinonim Ubi Jalar Menurut Daerah?
4. Apa saja Kandungan Gizi Ubi Jalar?
5. Apa Arti Ubi Jalar dan Penggunaannya?
6. Bagaimana Adaptasi Terhadap Iklim dan Lingkungan?
7. Bagaimana Cara Bercocok Tanam Ubi Jalar?

1
1.3. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Klasifikasi Ubi Jalar
2. Untuk mengetahui Asal Usul Ubi Jalar
3. Untuk mengetahui Sinonim Ubi Jalar Menurut Daerah
4. Untuk mengetahui Kandungan Gizi Ubi Jalar
5. Untuk mengetahui Arti Ubi Jalar dan Penggunaannya
6. Untuk mengetahui Adaptasi Terhadap Iklim dan Lingkungan
7. Untuk mengetahui Cara Bercocok Tanam Ubi Jalar

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Klasifikasi Ubi Jalar

Dalam sistematika ( taksonomi ) tumbuhan, tanaman ubu jalar


diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledone
Ordo : Convolvulales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomea
Spesies : ipomea batatas L. Sin. Batatas edulis Choisy.
Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah
sejenis tanamanbudidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang
membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, umbi
ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain
dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula
ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.

2.2.Asal Usul Ubi Jalar

Ubi jalar atau ketela rambat atau “sweet potato” diduga berasal dari Benua
Amerika. Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi
jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian tengah. Nikolai
Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani Soviet, memastikan daerah sentrum primer
asal tanaman ubi jalar adalah Amerika Tengah. Ubi jalar mulai menyebar ke
seluruh dunia, terutama negara-negara beriklim tropika pada abad ke-16. Orang-
orang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang,
dan Indonesia. Tim ilmuwan di Prancis mengaku telah berhasil mengungkap

3
sejarah penyebaran ubi jalar (Ipomoea batatas), yang sampai kini berkembang ke
Asia dan Afrika. Ada sejumlah teori mengenai asal-usul ubi jalar ini.

Ada teori yang menyatakan tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, lalu
berkembang di Polinesia dibawa oleh orang-orang yang berkunjung ke Amerika
Selatan. Ada juga teori bibit umbi-umbian ini hanyut sampai ke Pasifik. Bahkan
ada teori lain, tanaman ini asli dari Papua. Namun sebuah laporan ilmiah di
Risalah Proceedings of the National Academy of Sciences, memunculkan teori
baru berlandaskan peta genetika. Teori ini sudah muncul tahun 1970-an, dilansir
arkeolog Douglas Yen, yang menyatakan ubi jalar menyebar dalam beberapa
gelombang di Oseania. Belakangan teori ini dikonfirmasi temuan genetika.

Ubi jalar pertama kali datang antara tahun 1000 sampai 1100 ketika pelaut
Polinesia mampir di Amerika Selatan dan membawa pulang ubi jalar yang
kemudian menyebar luas; kemudian orang-orang Eropa membawa pula galur ubi
jalar yang lain dari Amerika Selatan ke Filipina dan Pasifik Barat dalam dua
gelombang terpisah di abad 16. Sejak itu, dua ubi jalar yang berbeda galur
berkembang di seluruh Oseania termasuk Indonesia. Studi genetika ini dilakukan
tim peneliti yang dipimpin Caroline Roullier, ahli botani dari Pusat Kerjasama dan
Riset Pengembangan Pertanian Internasional di Montpellier, Prancis, yang
meneliti sampel dari ubi jalar masa kini dan spesimen sejarah yang disimpan di
herbarium.

Spesimen herbarium termasuk pula tanaman yang dikoleksi Kapten James


Cook yang tahun 1769 berkunjung ke New Zealand dan Kepulauan Society.
Roullier dan timnya menargetkan spesimen sejarah karena menggambarkan
bagaimana varietas ubi jalar berkembang di Oseania sebelum pertukaran dan
pemanenan mempengaruhi tanda genetisnya. Kisah ini berikutnya
menggambarkan bagaimana ubi jalar melintas lautan, merekam hubungan kuno
Polinesia dan Amerika Selatan.

4
2.3. Sinonim Dari Ubi Jalar Menurut Daerah

Ubi jalar dikenal hampir di seluruh wilayah Indonesia. Ubi jalar


memiliki nama daerah Setilo (Lampung), gadong (Aceh), gadong
enjolor (Batak), telo (Madura), kaselo (Bali), hui boiet (Sunda), ketela
rambat (Jawa Tengah), katila (Dayak), katabang (Sumbawa), uwi
(Bima), lame jawa (Makasar), patatas (Ambon), ima (Ternate)

2.4. Kandungan Gizi Ubi Jalar

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Komisi Sweet Potato North
Carolina, dari 58 jenis sayuran yang diteliti, ditemukan bahwa ubi jalar adalah
termasuk makanan dalam daftar terbaik. Ubi jalar adalah makanan manis yang
bebas lemak, namun ia mengandung 769% dari kebutuhan harian vitamin A dan
65% vitamin C dalam satu porsi (sekitar satu cangkir). Ubi jalar aman dikonsumsi
oleh hampir oleh semua usia, bahkan untuk bayi yang sudah diatas 6 bulan.
Kandungan serat yang tinggi dalam ubi jalar akan membantu pencernaan awal
sebagai transisi peralihan ke makanan padat. Ubi jalar sangat dikenal mengandung
jumlah tinggi beta karoten, yang merupakan antioksidan alami yang membantu
meningkatkan ketahanan tubuh dari radikal bebas dan penyakit. Ubi jalar juga
mengandung Vitamin C, Vitamin B dan fosfor dalam jumlah yang cukup tinggi,
sehingga juga ampuh untuk melawan infeksi. Bahkan makanan ini juga
dimasukkan sebagai salah satu makanan terbaik yang dianjurkan bagi ibu hamil.
Berdasarkan RDA, nutrisi tertinggi dari ubi jalar adalah vitamin A yang mencapai
14.187 IU. Ini berarti hampir sama dengan vitamin A dalam wortel yaitu yang
berjumlah 16.706 IU vdengan berat yang 100 gr. Ubi jalar juga mengandung
tinggi magnesium, seng dan vitamin B, sebuah kombinasi nutrisi yang telah
terbukti bermanfaat membantu penyembuhan dan mengurangi rasa sakit karena
radang sendi dan pembengkakan. Ubi jalar juga terdaftar sebagai makanan yang
baik untuk mengurangi gejala sakit secara efektif pada penderita arthritis.
Selain mengandung Karbohidrat yang tinggi, Ubi Jalar atau Sweet Potato
ini juga mengandung berbagai antioksidan dan Vitamin yang bermanfaat bagi

5
kesehatan kita. Berikut ini adalah kandungan gizi ubi jalar pada setiap
100gramnya.

Jenis Nutrisi / Gizi Kandungan AKG%


Kalori 86kcal –
Karbohidrat 20,1g –
Air 77,28g –
Protein 1,6g –
Gula 4,2g –
Serat 1,7g –
Lemak 0,1g –
Vitamin A 709µg 89%
Vitamin C 2,4mg 4%
Vitamin D 0µg –
Vitamin E 0,26mg 2%
Vitamin B1 (Thiamine) 0,078mg 7%
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,061mg 5%
Vitamin B3 (Niacin) 0,557mg 4%
Vitamin B5 (Panthothenic acid) 0,8mg 16%
Vitamin B9 (Folat) 11µg 3%
Kalsium 30mg 3%
Zat Besi 0,61mg 5%
Magnesium 25mg 7%
Fosfor 47mg 7%
Potassium (Kalium) 337mg 7%
Sodium 55mg 4%
Seng (Zinc) 0,3mg 3%

Berikut Manfaat Luar Biasa Ubi Jalar Bagi Kesehatan Kita :


 Mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung, karena memiliki
kemampuan untuk menstabilkan gula darah dan resistensi insulin yang
lebih rendah. Karotenoid dalam ubi jalar yang bermanfaat dapat mengatur
kadar gula darah.
 Ubi jalar merupakan makanan yang baik untuk membantu menghilangkan
rasa sakit dan nyeri sendi arthitis, karena ia kaya akan mineral.

6
 Tinggi serat, sehingga mengurangi resiko kanker usus dan sembelit.
 Beta-karoten yang terkandung dalam ubi jalar adalah anti-oksidan kuat
yang membantu untuk melawan radikal bebas.
 Kalium tinggi yang ditemukan berfungsi untuk menjaga keseimbangan
antara cairan dan elektrolit serta integritas sel.
 Sweet potato ini juga dapat mengurangi tekanan darah.
 Jika dikonsumsi secara teratur, bisa meredakan peradangan pada lambung
dan usus pada maag kronis.
 Kalsium tinggi dan zat besi membantu meningkatkan produksi sel darah
merah dan dapat meningkatkan kepadatan tulang.
 Ubi jalar juga baik untuk membantu penderita imsomnia.
 Ketela manis ini juga Baik untuk mencegah stroke, karena menghambat
pembekuan darah.
 Makan ubi jalar juga dapat membantu agar kulit terlihat lebih cerah, dan
kelihatan lebih muda.
 Kandungan tinggi beta-karoten dapat mengubah vitamin A dalam tubuh
menjadi DNA yang bertujuan menghasilkan sel-sel kulit baru

2.5.Arti Ubi Jalar dan Penggunaannya

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) atau dalam bahasa Inggrisnya sweet
potato adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah
akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi.
Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang
penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat
sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan
daunnya.

Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih
diperdebatkan, Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari
Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui
Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia.

7
Di beberapa daerah tertentu, ubi jalar merupakan salah satu komoditas
bahan makanan pokok. Ubi jalar diusahakan penduduk mulai dari daerah dataran
rendah sampai dataran tinggi. Tanaman ini mampu berada[ptasi di daerah yang
kurang subur dan kering. Dengan demikian, tanaman ini dapat diusahakan
sepanjang tahun. Umbi jalar dapat dimanfaatkan dalam bentuk olahan pangan
seperti kripik, tepung, maupun direbus biasa. Bagian lain dari ubui jalar yaitu
batang dan daunnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Di daerah lain di indonesia, ubi jalar dijadikan sebagai makanan pokok


pengganti beras. Seperti di daerah Nias dan Irian Jaya. Pada umumnya, ubi jalar
dimakan sebagai makanan selingan (Soejoeti Tarwotjo. Dasar-dasar Gizi kuliner.
Grasindo). Ubi jalar memiliki daya adaptasi yang luas terhadap lingkungan hidup
sehingga dapat dibudidayakan pada berbagai jenis lahan, ketinggian tempat, dan
tingkat kesuburan tanah yang berlainan (Dede.kanisius.) oleh karena itu, tanaman
ubi jalar mudah tersebar ke seluruh belahan bumi, terutama di daerah tropis. Di
indonesia, ubi jalar dapat memberikan hasil yang tinggi.
Sedangkan padi memerlukan syarat tumbuh yang lebih kompleks dari ubi jalar.
Padi harus ditanam pada daerah yang berhawa panas dan memiliki curah hujan
rata-rata 200mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah
hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500-200 mm. suhu yang baik pada 23
0c. selain itu padi juga memerlukan tempat yang lapang tanpa naungan agar bisa
tumbuh lebih optimal.

2.6. Adaptasi Terhadap Iklim dan Lingkungan

Tanaman ubi jalar dapat tumbuh dengan baik dan produksinya optimal
pada daerah yang cocok dengan pertumbuhannya. Ubi jalar tumbuh dengan baik
pada tempat tumbuh dengan syarat sebagai berikut :

1. Iklim
 Tanaman ubi jalar membutuhkan hawa panas dan udara yang lembab.
Daerah yang paling ideal untuk budidaya ubi jalar adalah daerah yang
bersuhu 21-27 °C.

8
 Daerah yang mendapat sinar matahari 11-12 jam/hari merupakan daerah
yang disukai. Pertumbuhan dan produksi yang optimal untuk usaha tani
ubi jalar tercapai pada musim kering (kemarau). Di tanah yang kering
(tegalan) waktu tanam yang baik untuk tanaman ubi jalar yaitu pada waktu
musim hujan, sedang pada tanah sawah waktu tanam yang baik yaitu
sesudah tanaman padi dipanen.
 Tanaman ubi jalar dapat ditanam di daerah dengan curah hujan 500-5000
mm/tahun, optimalnya antara 750-1500 mm/tahun.
2. Media Tanam
 Hampir setiap jenis tanah pertanian cocok untuk membudidayakan ubi
jalar. Jenis tanah yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur,
banyak mengandung bahan organik, aerasi serta drainasenya baik.
Penanaman ubi jalar pada tanah kering dan pecah-pecah sering
menyebabkan ubi jalar mudah terserang hama penggerek (Cylas sp.).
Sebaliknya, bila ditanam pada tanah yang mudah becek atau berdrainase
yang jelek, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman ubi jalar kerdil, ubi
mudah busuk, kadar serat tinggi, dan bentuk ubi benjol.
 Derajat keasaman tanah (pH) adalah 5,5-7,5. Sewaktu muda memerlukan
kelembaban tanah yang cukup.
 Ubi jalar cocok ditanam di lahan tegalan atau sawah bekas tanaman padi,
terutama pada musim kemarau. Pada waktu muda tanaman membutuhkan
tanah yang cukup lembab. Oleh karena itu, untuk penanaman di musim
kemarau harus tersedia air yang memadai.
3. Ketinggian Tempat
Tanaman ubi jalar membutuhkan hawa panas dan udara yang lembab.
Tanaman ubi jalar juga dapat beradaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh karena
daerah penyebaran terletak pada 300° LU dan 300° LS. Di Indonesia yang
beriklim tropik, tanaman ubi jalar cocok ditanam di dataran rendah hingga
ketinggian 500 m dpl. Di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 m dpl, ubi jalar
masih dapat tumbuh dengan baik, tetapi umur panen menjadi panjang dan
hasilnya rendah.

9
2.7. Cara Bercocok Tanam Ubi Jalar

Tanaman yang dikenal dengen nama sweet potato ini, termasuk ke dalam
tumbuhan yang tumbuh hanya semusim yang memiliki bagian utama terdiri dari
batang, umbi, daun, bunga, dan buah. Berikut morfologi dari tanaman ubi jalar
sebagai berikut :

a. Batang
Tanaman ubi jalar memiliki batang yang berbentuk bulat, berbuku-
buku, tidak berkayu, dan dengan tipe pertumbuhan secara merambat. Pada
umumnya tanaman ubi jalar memiliki batang dengan panjang berkisar antara 2
hingga 3 meter. Akan tetapi ukuran batang tanaman ubi jalar tergantung
dengan jenis dari masing-masing tanaman ubi jalar misalnya batang yang
besar, kecil, dan sedang. Selain itu, batang pada tanaman ubi jalar ada yang
berwarna hijau tua, dan ada pula yang berwarna keunguan.
b. Umbi
Umbi pada tanaman ubi jalar memiliki bentuk bulat yang tidak rata,
dan terkadang ada pula yang berbentuk lonjong. Biasanya umbi pada tanaman
ubi jalar memiliki berat ideal yang berkisar antara 200 hingga 300 gr per
umbi. Selain itu warna pada umbi tanaman ubi jalar berbeda-beda, ada yang
berwarna putih, kuning, bahkan ada pula umbi yang berwarna keunguan dan
memiliki kulit yang sangat tipis.
c. Daun
Daun pada tanaman ubi jalar memiliki bentuk yang bulat dan lonjong
dengan tepi daun yang rata. Daun pada tanaman ubi jalar juga memiliki
lekukan yang sangat dalam. Warna daun ubi jalar yaitu hijau tua dan
terkadang ada pula daun dengan warna yang agak kekuningan.
d. Bunga
Ubi jalar memiliki bunga yang berbentuk menyerupai terompet dengan
bunga yang tersusun dari 5 (lima) helai daun mahkota, satu helai putik dan
lima helai daun bunga. Mahkota pada bunga ubi jalar berwarna putih. Pagi
hari merupakan waktu bagi bunga ubi jalar untuk mekar, tepatnya pada pukul
04.00 hingga pukul 11.00. Apabila pada bunga ubi jalar terjadi penyerbukan
buatan, maka bunga akan membentuk buah.

10
e. Buah pada tanaman ubi jalar
Ubi jalar memiliki buah yang berbentuk bulat berkotak tiga, dengan
kulit yang keras dan memiliki biji. Buah akan terbentuk apabila terjadi
penyerbukan.

2.8. Tanah dan Cara Pengolahannya

Hampir setiap jenis tanah pertanian cocok untuk membudidayakan ubi jalar. Jenis
tanah yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung
bahan organik, aerasi serta drainasenya baik dengan derajat keasaman tanah
adalah pH=5,5-7,5.

a). Persiapan

Penyiapan lahan bagi ubi jalar sebaiknya dilakukan pada saat tanah tidak
terlalu basah atau tidak terlalu kering agar strukturnya tidak rusak, lengket, atau
keras. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 Tanah diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama


±1 minggu.
 Tahap berikutnya, tanah dibentuk bedengan-bedengan, atau tanah
langsung diolah bersamaaan dengan pembuatan bedengan-bedengan.

b). Pembentukan Bedengan

1. Hal yang harus diperhatikan :

 Jika tanah yang akan ditanami ubi jalar adalah tanah sawah maka jerami
dibabat, lalu dibuat tumpukan selebar 60-100 cm.
 Kalau tanah yang dipergunakan adalah tanah tegalan maka bedengan
dibuat dengan jarak 1 meter.
 Apabila penanaman dilakukan pada tanah miring, maka pada musim hujan
bedengan sebaiknya dibuat membujur sesuai dengan miringnya tanah.

11
 Tinggi bedengan tidak melebihi 40 cm. Bedengan yang terlalu tinggi
cenderung menyebabkan terbentuknya ubi berukuran panjang dan dalam
sehinggga menyulitkan pada saat panen. Sebaliknya, bedengan yang
terlalu dangkal dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan atau
perkembangan ubi, dan memudahkan serangan hama boleng atau lanas.

2. Ukuran bedengan :

 Pada tanah yang ringan (pasir mengandung liat) ukuran bedengan adalah
lebar bawah ± 60 cm, tinggi 30-40 cm, dan jarak antar bedengan 70-100
cm.
 Pada tanah pasir ukuran bedengan adalah lebar bawah ±40 cm, tinggi 25-
30 cm, dan jarak antar bedengan 70-100 cm.
 Arah bedengan sebaiknya memanjang utara-selatan, dan ukuran panjang
bedengan disesuaikan dengan keadaan lahan.

c). Tahapan penyiapan lahan untuk penanaman ubi jalar adalah :

1. Penyiapan Lahan Tegalan.

 Lahan dibersihkan dari rumput-rumput liar (gulma).


 Tanah diolahan tanah menggunakan cangkul atau bajak hingga gembur,
dan rumput-rumput liarnya sambil dibenamkan.
 Tanah dibiarkan kering selama minimal 1 minggu.
 Bedengan-bedengan dibuat dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-
40 cm, jarak antar bedengan 70-100 cm, dan panjang bedengan
disesuaikan dengan keadaan lahan.
 Bedengan dirapihkan dan saluran air diantara bedengan sambil diperbaiki.

2. Penyiapan Lahan Sawah Bekas Tanaman Padi

 Bila jerami tidak digunakan sebagai tumpukan bedengan :


 Jerami dibabat sebatas permukaan tanah

12
 Jerami ditumpuk secara teratur menjadi tumpukan kecil
memanjang berjarak 1 meter antar tumpukan.
 Tanah diolah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau
bajak, kemudian tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami
sambil dibentuk bedengan-bedengan berukuran lebar bawah ± 60
cm, tinggi 35 cm, dan jarak antar bedengan 70-100 cm, panjang
disesuaikan dengan keadaan lahan.
 Bedengan dirapihkan sambil memperbaiki saluran air antar
bedengan. Pembuatan bedengan di atas tumpukan jerami atau sisa-
sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang
berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga
ubi dapat berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata.
Kelemahan penggunaan jerami adalah pertumbuhan tanaman ubi
jalar pada bulan pertama sedikit menguning, namun segera sembuh
dan tumbuh normal pada bulan berikutnya.
 Bila jerami tidak digunakan sebagai tumpukan bedengan :
 Jerami dibabat sebatas permukaan tanah, disingkirkan ke tempat
lain untuk dijadikan bahan kompos.
 Tanah diolah dengan cangkul atau bajak hingga gembur, dibiarkan
kering selama minimal satu minggu.
 Bedengan-gulul dibuat dengn ukuran lebar bawah ±60 cm, tinggi
35 cm dan jarak antar bedengan 80-100 cm.
 Bedengan dirapihkan sambil memperbaiki saluran air antar
bedengan.
 Apabila diberikan pupuk hayati, maka pemberiannya diberikan saat
pratanam (3 hari sebelum tanam), pada permukaan lahan dengan
cara di semprot/ disiramkan secara merata di tanah di sekitar
perakaran, dosis yang dibutuhkan adalah 2 liter per hektar

2.9. Persiapan Bibit

Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan secara
vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk.

13
a. Persyaratan Bibit

Teknik perbanyakan tanaman ubi jalar yang sering dipraktekan adalah dengan
stek batang atau stek pucuk. Bahan tanaman (bibit) berupa stek pucuk atau stek
batang harus memenuhi syarat sebagai berikut:

 Bahan tanaman sudah berumur 2 bulan atau lebih.


 Pertumbuhan tanaman yang akan diambil steknya dalam keadaan sehat,
normal, tidak terlalu subur.
 Ukuran panjang stek batang atau stek pucuk antara 20-25 cm, ruas-ruasnya
rapat dan buku-bukunya tidak berakar.
 Mengalami masa penyimpanan di tempat yang teduh selama 1-7 hari.
 Bahan tanaman (stek) dapat berasal dari tanaman produksi dan dari tunas-
tunas ubi yang secara khusus disemai atau melalui proses penunasan.
 Perbanyakan tanaman dengan stek batang atau stek pucuk secara terus-
menerus mempunyai kecenderungan penurunan hasil pada generasi-
generasi berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3-5 generasi perbanyakan
harus diperbaharui dengan cara menanam atau menunaskan umbi untuk
bahan perbanyakan.

b.Penyiapan Bibit

Tata cara penyiapan bahan tanaman (bibit) ubi jalar dari tanaman (terutama
untuk produksi) adalah sebagai berikut:

 Dipilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih, keadaan
pertumbuhannya sehat dan normal.
 Batang tanaman dipotong untuk dijadikan stek batang atau stek pucuk
sepanjang 20-25 cm dengan menggunakan pisau yang tajam, dan
dilakukan pada pagi hari.
 Stek dikumpulkan pada suatu tempat, kemudian dibuang sebagian daun-
daunnya guna mengurangi penguapan yang berlebihan.
 Bibit diikat rata-rata 100 stek/ikatan, lalu simpan di tempat yang teduh
selama 1-7 hari dengan tidak bertumpuk.

14
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) Merupakan sumber karbohidrat


yang dapat dipanen pada umur 3 – 8 bulan. Selain karbohidrat, ubi jalar juga
mengandung vitamin A,C dan mineral serta antosianin yang sangat bermanfaat
bagi kesehatan. Disamping itu, ubi jalar tidak hanya digunakan sebagai bahan
pangan tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak.

Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang
penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat
sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan
daunnya.
Ubi jalar segar mentah memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi yaitu
562 g kalium, 107 mg kalsium, 2,8 protein, kalori 53,00 kal, 5,565 SI vitamin A
dan 32 mg vitamin C dalam tiap 100 gram. Seusai dimasak kandungan gizi
berkurang yaitu menjadi 2,6 mg kalsium, 94 mg kalium, 3.345 SI vitamin A dan 5
mg vitamin C dalam tiap 100 gram.

15
DAFTAR PUSTAKA

http://budidayafurniture.blogspot.com/2007/09/ubi-jalar.html
http://tanahsakti.blogspot.com/2011/06/budidaya-ubi-jalar.html
http://ayobertani.wordpress.com/2009/04/16/budidaya-ubi-jalar/
http://sulsel.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&i
d=133:teknologi-budidaya-ubi-jalar&catid=48:panduanpetunjuk-teknis-
leaflet&Itemid=53
http://materibelajaronline.blogspot.com/2012/07/makalah-budidaya-ubi-jalar-
teknik-dalam.html

16