Anda di halaman 1dari 2

Rangkuman Bab 3

Accounting Theory

Nama : Alvia
008201705037
Accounting 2017

Ada beberapa teori yang relevan untuk memahami peraturan pelaporan keuangan: 1) Teori
efisiensi pasar/Theory of efficient market: 2) Teori agensi/Agency theory: 3) Teori
regulasi/Theories of regulation.

Teori efisiensi pasar/Theory of efficient market : pasar berfungsi paling baik tanpa
intervensi pemerintah dan efisiensi maksimum dicapai dengan membiarkan kekuatan
penawaran dan permintaan untuk menentukan perilaku pasar. Teori ini berdasarkan pada;

 Penyediaan “informasi”. Informasi adalah ‘urat dan nadi’ pasar. Jika tidak ada infomasi
maka permintaan dan penawaran tidak akan terjadi.
 Harga. Bisa disebut sebagai harga keseimbangan dimana ada permintaan untuk informasi
akuntansi oleh pengguna dan pemasok informasi tersebut dari perusahaan dalam bentuk
laporan keuangan.
 Mekanisme perilaku.

Namun teori ini tidak realistis, karena sangat tidak mungkin badan yang memiliki otoritas
mengatur (pemerintah, dll) akan melepaskan tanggungjawab/kekuatan mereka. Dan ada
pendapat bahwa teori ini tidak dapat dijalankan karena mekanisme pasar tidak akan dapat
mencapai harga keseimbangan ideal untuk informasi akuntansi karena alasan

 Informasi akuntansi tidak dapat dianggap dengan cara yang sama dengan produk lain,
karena itu adalah barang 'publik'. Setelah informasi dirilis oleh suatu perusahaan, itu
tersedia untuk semua orang. Meskipun informasi tersebut dapat dijual kepada orang-
orang tertentu saja, orang lain yang tidak membayar untuk itu dapat dengan mudah
menggunakan informasi tersebut. Fenomena ini disebut sebagai masalah 'penunggang
bebas'.
 Sebuah perusahaan memonopoli penyediaan informasi tentang dirinya sendiri, dan oleh
karena itu, kecenderungannya adalah perusahaan tersebut memproduksi dan menjual
dengan harga rendah. Dari sudut pandang masyarakat, pelaporan wajib akan
menghasilkan lebih banyak informasi dengan biaya lebih rendah.

Teori agensi/Agency theory : hubungan di mana kesejahteraan satu orang (mis. Pemilik)
dipercayakan kepada orang lain, agen (mis. Seorang manajer). Contoh:
pemilik/owner/shareholder menyerahkan pengambilan keputusan kepada manajer. Manajer
agar mendapat gaji, bonus, lisentif (tunjangan, dll) harus memaksimalkan kekayaan/wealth
pemilik/owner/shareholder. Jika manajer tidak berpihak untuk memaksimalkan kekayaan
pemilik disebut sebagai Agency Problem.

Teori regulasi/Theories of regulation :

1. Teori kepentingan publik/Public interest theory : didasarkan pada asumsi bahwa pasar
ekonomi tunduk pada serangkaian ketidaksempurnaan pasar atau kegagalan transaksi,
yang, jika dibiarkan tidak diperbaiki, akan menghasilkan hasil yang tidak efisien dan
tidak adil. Alasan ada intervensi pemerintah dalam operasi pasar yaitu untuk melindungi
kepentingan public dari kegagalan pasar. Contoh kegagalan pasar yaitu kurangnya
persaingan (monopoli, oligopoli), hambatan masuk/barriers to entry (barang baru sulit
masuk karena persaingan pasar).
2. Teori penangkapan regulasi/Regulatory capture theory : menyatakan bahwa meskipun
'tujuan sebenarnya' atau asal regulasi adalah untuk melindungi kepentingan publik seperti
yang dibahas di atas, tujuan ini tidak tercapai karena, dalam proses regulasi, regulator
datang untuk mengendalikan atau mendominasi regulator.
3. Teori minat pribadi/Private interest theory : Teori ketiga muncul sebagai respons
terhadap ketidakpuasan dengan penjelasan yang diberikan oleh kepentingan publik dan
teori penangkapan. Asumsi-asumsi teori-teori ini, bahwa peraturan muncul sebagai hasil
dari respons pemerintah terhadap tuntutan publik untuk memperbaiki praktik-praktik
yang tidak efisien atau tidak adil oleh individu dan organisasi.