Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA LANSIA

PADA KELUARGA Tn.S DI WILAYAH KERJA DESA BESITO RW 08

KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS

I. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga : Tn. S
2. Usia : 50 tahun
3. Alamat : Desa Besito RT 04 RW 08
Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus
4. Pekerjaan Kepala Keluarga : Sopir
5. Pendidikan Kepala Keluarga : SMP
6. Komposisi Keluarga :
No Nama Anggota L/P Hub. Dengan KK Umur Pendidikan Ket
Keluarga
Tn.S L Kepala keluarga/ Ayah 50 SMP
Ny.R P Ibu SMP
Nn.A P Anak SMA
Tn.W L Anak SMA

7. Genogram :
Keterangan :
: Laki-laki

: Perepuan

: Laki-laki/Perempuan sudah meninggal

: klien

: Sudah menikah
: Tinggal 1 rumah

8. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. S termasuk dengan tipe Nuclear family, yang terdiri dari
suami dan istri dan 2 anak mereka belum menikah.

9. Suku Bangsa
Keluarga Tn. S asli suku Jawa

10. Agama
Keluarga Tn. S beragama islam

11. Status Sosial Ekonomi Keluarga

 Pekerjaan Kepala Keluarga adalah sopir


 Penghasilan Rp. 1.000.000,-/bulan
 Penghasilan keluarga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
makan sehari-hari

12. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga tidak pernah mengunjungi tempat-tempat rekreasi.
Keluarga biasanya menggunakan waktu luangnya dengan menonton tv.
II. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tn.S tinggal dengan istri dan dua anaknya yang belum menikah. Dan
dua lainnya sudah menikah
2. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Ny.R mengatakan bahwa suaminya mulai bekerja pukul 07.00-
16.00WIB. kondisi ini membuat Tn.S lebih banyak menghabiskan
waktunya untuk bekerja dari pada di rumah dan memperhatikan
keluarga.
3. Riwayat keluarga inti
Mereka menikah 42 tahun yang lalu, Tn.S merasa bahagia dan tidak
pernah menyesal dengan perkawinannya.
Tn.S mempunyai riwayat penyakit asam urat, kolesterol dan hipertensi,
dan saat pengkajian di temukan tekanan darah Ny.R 160/100.. Tn.S
mengalami tekanan darah tinggi kurang lebih satu ahun yang lalu.
Tn.N tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Orang tua Tn.S yaitu ayahnya mempunya riwayat tekanan darah tinggi

III. DATA LINGKUNGAN


1. Karakteristik Rumah
Jenis rumah Tn.S adalah petak, yaitu banguna permanent, ada
teras, ada garasi mobil, atap rumah dari genting, dan atap teras dari
galvalum. Ventilasi cukup baik, pencahayaan cukup, ada jendela tapi
jarang dibuka. Status milik sendiri, ruang tamu, mempunyai sumber air
sendiri, kamar ada 3, tempat menyimpan makanan, dapur bersih,
kamar mandi dan WC milik sendiri, jenis WC leher angsa dengan
kondisi cukup baik, dengan adanya tempat pembuangan sampah dan
air cucian, peralatan dapur atau pembuangan air kotor ada menuju
belakang.
Denah Rumah :

U SMR

DAPUR

TERAS R. TAMU

K.MANDI
R. KAMAR

R.MAKAN
GARASI
R.DAPUR

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Masyarakat RT 04 biasanya membersihkan lingkungan pada akan tiba
hari raya dengan kerja bakti bersama-sama. Kadang-kadang setiap hari
masyarakat atau warga RT membersihkan rumahnya sendiri-sendiri,
tingkat kepadatan penduduk sedang, di lingkungan tempat keluarga
terdapat pelayanan kesehatan seperti puskesmas yang berjarak sekitar
3 km dari rumah.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Tn.S tidak pernah berpindah-pindah tempat tinggal. Keluarga
Tn.S tinggal di rumah tersebut sejak menikah dengan Ny. R selama
hampir 27th sehingga keluarga dapat beradaptasi dengan lingkungan
sekitarnya.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Tn.S mengatakan jarang berkumpul bersama dengan istri, dia lebih
banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja, sedangkan Ny.R masih
sering berkumpul dengan sanak keluarga dan tetangganya, dan
hubungan dengan masyarakat setempat merasa sebagai makhluk sosial
yang masih perlu bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, dalam hidup
bertetangga meraka saling membantu.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Keluarga ini terdiri Tn.S dan Ny.R dan 2 anak yang belum menikah.
Kesehatan Tn.S mempunyai masalah kesehatan dengan penyakit
hipertensi. Kesehatan Ny.R cukup baik walau sesekali terkena demam
dan flue ringan mempunyai masalah kesehatan dengan penyakit stroke
ringan.

IV. Struktur Keluarga


1. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga adalah secara langsung dan sifatnya terbuka
yaitu dalam memecahkan masalah selalu dengan musyawarah. Dalam
berkomunikasi antara keluarga dengan menggunakan bahasa jawa.
2. Struktur Peran Keluarga
Tn.S mengatakan komunikasi antara Ny. R dan anak2nya, keluarga
berkumpul pada sore atau malam hari dan hari libur. Komunikasi Tn.S,
Ny.R dan anak2nya cukup terbuka. Sehari-hari Tn.S dan Ny.R tidur
sekamar, terkadang sebelum tidur mereka berbincang-bincang dan
bercerita.
3. Struktur Peran (formal dan informal)
Tn.S secara formal berperan sebagai suami. Sedangkan secara informal
berperan sebagai anggota masyarakat pelaksana kegiatan masyarakat
sekaligus pelaksana norma-norma yang ada di masyarakat. Sedangkan
Ny.R berperan sebagai istri dan ibu. dalam peranya
4. Nilai dan Norma Keluarga
Dalam keluarga Tn.S terdapat satu suku yaitu suku jawa dan tidak ada
nilai yang dianut dalam keluarga tersebut yang bertentangan dengan
kesehatan, karena menurut keluarga Tn.S Kesehatan merupakan hal
yang sangat penting.
V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Masing-masing anggota keluarga merasa dirinya orang yang paling
berharga dan paling penting dalam keluarga. Tidak ada anggota
keluarga yang cacat dan menyesali keadaan tubuhnya. Antara anggota
keluarga saling menghargai dan menghormati.
2. Fungsi sosial
Interaksi dalm keluarga cukup harmonis. Tugas-tugas yang ada di
rumah dikerjakan bersama-sama, Ny.R sendiri biasa bekerja di dapur
untuk memasak.
3. Fungsi Perawatan Kesehatan
Pendapatan keluarga digunakan untuk menyediakan makanan, pakaian,
dan kebutuhan sehari-hari. Keluarga mengatakan bahwa sehat dan
sakit itu berasal dari Tuhan YME, tetapi ia belum memahami tentang
konsep perawatan keluarga secara benar. Tn.S sudah mulai sadar
bahwa sangat penting adanya puskesmas di desanya.
4. Fungsi Reproduksi
Tn.S dan Ny. R memiliki empat orang anak dan berjenis kelamin 3
perempuan dan 1 laki-laki, mereka mendapatkan anak pertamanya
setelah setahun menikah.
5. Fungsi Ekonomi
Dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dalam keluarga, Tn.S adalah
sumber dari penghasilannya sendiri yang bekerja sebagai sopir. Dari
hasil tersebut digunakan untuk makan 3x sehari dan sisanya cukup
untuk modal jualan Ny.R.

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek dan panjang
a. Stress Jangka Pendek
Tn.S takut tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan
keluarganya.
b. Stress Jangka Panjang
Tn.S mengatakan berusaha mengupayakan pengobatan dengan ke
mantra dan dokter terkdekat.
2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Situasi/Stressor
Bila ada masalah selalu dipecahkan secara musyawarah dengan
keluarga
3. Strategi Koping Yang Digunakan
Bila ada masalah keluarga selalu menganggap bahwa semua itu
cobaan, keluarga percaya pasti ada jalan keluarnya. Selain itu jika ada
masalah mereka hadapi dengan ikhlas dan sabar serta penuh rasa
syukur.
4. Strategi Adaptasi Disfungsional
Apabila ada anggota keluarganya yang marah, biasanya kemarahannya
di ungkapkan secara verbal kepada yang bersangkutan. Bila sudah
amarahnya akan kembali normal. Dan situasi ini tidak akan di
perpanjang lagi kedepanya.

VII. HARAPAN KELUARGA TERHADAP PERAWAT BERHUBUNGAN


DENGAN MASALAH YANG DIHADAPI
Keluarga berharap perawat dapat memberikan solusi dan dapat
membantu masalah Tn.S berharap keluhan penyakit yang di rasakannya
bisa segera sembuh.
VIII. PEMERIKSAAN FISIK (Head To Toe)

Nama anggota keluarga


Px Fisik
Tn. S Ny. R
TD 160/100 mmHg 130/900 mmHg
N 80x/mnt 88x/mnt
RR 20 x/mnt 22 x/mnt
BB 55 Kg 65 Kg
Kepala Mesocepal Mesocepal
Rambut Kulit kepala bersih, rambut hitam, Kulit kepala bersih, rambut hitam,
tidak mudah dicabut. tidak mudah dicabut.
Konjungtiva Tidak anemis Tidak anemis

Sklera Tidak ikterik Tidak ikterik


Lensa Tidak keruh Tidak keruh
Hidung Tidak ada polip Tidak ada polip
Telinga Tidak ada impaksi serumen Tidak ada impaksi serumen
Mulut Mukosa bibir lembab Mukosa bibir lembab
Leher Tdk ada pembesaran kelenjar Tdk ada pembesaran kelenjar
thyroid. thyroid
Dada Pengembangan dada simetris, tidak Pengembangan dada simetris,
ada suara napas tambahan, bunyi tidak ada suara napas tambahan,
jantung I,II normal. bunyi jantung I,II normal.

Abdomen Perut datar, bising usus nornal 7 Perut datar, bising usus nornal 8
x/menit, suara tympani, tidak ada x/menit, suara tympani, tidak ada
nyeri. nyeri.

Ekstremitas Tidak ada edema, kekuatan otot +, Tidak ada edema, kekuatan otot +,
tonus otot baik tonus otot baik
Kulit Sawo matang Sawo matang
Turgor kulit Turgor kulit kenyal Turgor kulit kenyal

Pemeriksaan fisik dilakukan pada anggota keluarga yang ada di rumah, tetapi
prioritas tetap pada klien yaitu Tn.S sebagai lansia yang dijadikan sasaran
pelayanan asuhan keperawatan keluarga.
ANALISA DATA

NO. DATA MASALAH KEPERAWATAN


1 DS : Kurangnya pengetahuan keluarga
tentang penyakit dan pencegahannya
- Tn.S mengatakan kepalanya sering
merasa pusing

DO :

- TTV: TD 160/100 mmHg, N:


88x/menit, RR: 22x/menit.

SKORING DAN PRIORITAS MASALAH

No Kriteria Hitungan Skor Pembenaran


1 Sifat Masalah : ancaman 2/3 X 1 2/3 Merupakan ancaman kesehatan
kesehatan karena dapat menimbulkan
berbagai masalah
2 Kemungkinan masalah ½X2 1 Masalah dapat di atasi sebagian
dapat diubah: sebagian karena keluarga kurang
memiliki pengetahuan tentang
cara menangani hipertensi,
ketidak patuhan untuk diit dan
penyakit kronis
3. Potensial masalah untuk 2/3 X 1 2/3 Masalah dapat di ubah karena
dicegah: tinggi penyakit hipertensi merupakan
suatu penyakit yang dapat di
kontrol dengan menjaga
kesehatan.
4. Menonjolnya masalah: 2/2 X 1 1 Keluarga dan penderita
masalah berat harus di menyadari betapa pentingnya
tangani keadaan sehat
Jumlah 3 1/3

DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS


I. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit dan pencegahannya
dengan skore 3 1/3
RENCANA KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa Tujua n Kriteria Evaluasi


Keperawatan Kriteria Intervensi
Umum Khusus Kriteria Standar
Setelah - Keluarga Verbal pengertian, tanda-tanda, 1. Jelaskan dan diskusikan mengenai
Kurangnya dilakukan mendapatkan penyebab, dan program pengertian, tanda-tanda, penyebab,
pengetahuan keluarga kunjungan informasi yang pengobatan serta terapi dan program pengobatan serta
tentang penyakit dan selama 2x benar tentang untuk hipertensi komplikasi dari hipertensi
perawatannya dengan kunjungan penyakit 2. Berikan terapi rendam kaki
skore 3 1/3 diharapkan hipertensi menggunakan air hangat
pengetahuan - Keluarga 3. Anjurkan keluarga untuk
keluarga dapat memahami mengulangi terpi yang telah
bertambah tentang penyakit diberikan
untuk yang di sebabkan 4. Anjurkan untuk rajin mengikuti
mengenal dan hipertensi memeriksakan ke pelayanan
mampu - Keluarga mampu kesehatan terdekat
merawat menjalankan
anggota terapi untuk
keluarga yang penurun tekanan
sakit darah tinggi
sendiri
- Keluarga mampu
memanfaatkan
pelayanan
kesehatan yang
ada