Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH KELOMPOK

“ Keadaan Fisik dan Non Fisik Benua Afrika ”

Mata Kuliah : Geografi Regional Negara Berkembang

Dosen Pengampu : Drs. Walbiden Lumbantoruan, M. Si.

Oleh : Kelompok 5

Kelas C Reguler 2016

Jessica Hard Silaban (3162131015)

Mega Y.S. Situmeang (3161131023)

Ria Viviyanti (3161131039)

Tamima Azri Adila (3161131050)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2018

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan rahmatNya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul
Keadaan Fisik dan Non Fisik Benua Afrika ini dengan baik dan tepat waktu.
Dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Walbiden
Lumbantoruan, M.Si. selaku dosen pengampu mata kuliah Geografi Regional
Negara Berkembang yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami berharap makalah yang telah disusun ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan pembaca dan penulis. Terlepas dari semua
itu, kami menyadari bahwa masih banyak kesalahan dan kekurangan pada
makalah ini, baik dalam segi isi, susunan kalimat, maupun tata bahasanya. Hal ini
dikarenakan keterbatasaan kemampuan kami. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak guna
penyempurnaan makalah ini.

Medan, Oktober 2018

Hormat kami,
Kelompok 5

2
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .................................................................................................

C. Tujuan Penulisan ...................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................

A. ...............................................................................................................................

B. ................................................................................................................................

C.................................................................................................................................

D. ...............................................................................................................................

BAB III PENUTUP ...........................................................................................................

A. Kesimpulan ...........................................................................................................

B. Saran......................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Afrika merupakan benua tua baik mengingat sejarah geologi maupun
penduduknya. Dari teori pergeseran benua dan kondisi geologinya daratan Afrika
merupakan salah satu bagian dari daratan purba dibagian selatan yang kemudian
terpecah menjadi bagian-bagian daratan atau benua yang terpisah-pisah seperti
Australia, Plato(daratan) Dekan, dan Amerika Selatan dengan ditandai adanya
bagian”pelipatan” pegunungan dipantai timur (Australia) dan dipantai
barat(Amerika). Australia, Plato Dekan dan Afrika Selatan juga ditandai dengan
adanya batuan kulit bumi yang merupakan sisa”perisai tua”(ancient shield) yang
kaya akan sumber-sumber mineral.
Daratan Afrika yang dulunya menyatu dengan bagian daratan/benua-benua
lain juga kaya akan temuan-temuan paleo-antropologis yang menggambarkan
adanya makhluk-makhluk purba yang mengarahkan pada teori evolusi
tentang”penduduk” tertua benua tersebut dan juga peradaban sangat tua yang telah
ada di afrika. Namun meski letaknya juga paling dekat dengan Eropa yang
merupakan pelopor negara maju(dengan adanya revolusi industry) baru sesudah
pertengahan abad 19 wilayah Afrika secara umum menjadi negeri jajahan Eropa
dan mendapatkan kemerdekaannya lebih kemudian dari wilayah Asia dan
Amerika. Kini hampir semua negara Afrika tergolong kedalam kelompok negara
berkembnag.
Oleh karena itu pada makalah ini kami akan membahas mengenai keadaan
fisik dan sosial dari benua Afrika.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

C. Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah :

1
BAB II
PEMBAHASAN

Benua Afrika sebenarnya belum begitu lama diketahui dengan sempurna.


Dahulu kala hanya pesisir utara dan timur sampai ke kepulauan Zanzibar yang
dikenal, padahal masih banyak wilayahnya dalam keadaan gelap, oleh karenanya
disebut benua gelap. Benua ini menjadi terang bagi dunia luar setelah
ditemukannya beberapa daerah baru, di antaranya :
1. Diego (Portugis) menemukan sungai Kongo (1484).
2. Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gama (Ekspedisi Portugis) mengitari
Tanjung Pangharapan (kaap de Goede Hoop) dan daerah pesisir barat serta
pesisir timur pada tahun 1488.
3. Mungo Park (Scotlandia) menjelajahi Sungai Gambia (1795).
4. Dixon Denham dan Hugh Clapperton (Inggris) melintasi Sahara (1992) dan
mereka bermukim sampai tahun 1823.
5. David Living Stone (Scotlandia) menemukan Sungai Zambesi (1851) dan
Jeram Victoria pada tahun 1855.
6. Heinrinch Barth (Jerman) menjelajahi Sudan (1852) dan tinggal di daerah itu
sampai tahun 1855.
7. Richard Burton dan John Speke (Inggris) menemukan Danau Tanganyika pada
tahun 1858.
8. Sir Henry M Stanley (Inggris) menemukan Sungai Kongo di Zaire sekaligus
melacak keadaan yang sebenarnya (1877).
Benua ini memiliki karakteristik, sebagai berikut :
1. Penduduknya sebagian besar keturunan kulit hitam.
2. Mayoritas penduduknya tinggal di daerah pedesaan.
3. Bentuknya Massief artinya tidak banyak teluk, tanjung, pulau dan pelabuhan,
sehingga menyulitkan orang masuk ke arah daratan.
4. Memiliki sungai yang terpanjang di dunia yakni Sungai Nil (6.695 km).
5. Terdapat gurun pasir yang terluas di dunia yaitu Gurun Sahara (8.400.000
km2) di Afrika Utara.
6. Memiliki Terusan Suez yang menghubungkan laut tengah dengan laut merah.

2
7. Memiliki suhu terpanas di dunia yakni di Al Aziziah Libia mencapai 58
derajat celcius.
8. Terdapat peninggalan bersejarah yakni piramida (kuburan para raja), sphinx
(patung berkepala manusia berbadan singa), obolisk (tugu segi empat), dan
higrolf (tulisan atau lukisan kuno).
9. Sungai-sungai yang besar memiliki jeram yang sangat banyak dan dekat
dengan pantai, sehingga kapal-kapal tak dapat jauh berlayar ke arah daratan
10. Hutannya lebat dan padang pasir yang luas.
11. Banyak dijumpai binatang buas dan langau tse-tse. Jika Langau tse-tse
menggigit orang dapat meninggal dunia atau mendapat penyakit tidur.

A. Keadaan Fisik
1. Letak
Menurut astronomi, benua Afrika terletak antara 37oLU-35oLS dan 17oBB-
58oBT. Oleh karena itu benua Afrika dilalui garis khatulistiwa dan kedua garis
balik yaitu garis balik utara dan selatan. Semikian juga belahannya yakni terletak
di belahan bumi barat dan bumi timur. Luasnya 30.355.000 km2 dengan batas-
batas: di sebelah barat adalah samudra Atlantik, di utara dengan selat Gibraltar
dan laut tengah, di Timur dengan Benua Asia, Laut Merah dan Samudra Hindia,
sedangkan di sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Atlantik. Dalam hal
garis pantai ternyata memiliki panjang kira-kira 30.400 km. Dengan demikian
garis pantainya lebih pendek daripada garis pantai Benua Eropa (±36.800 km)
walaupun daratannya jauh lebih luas. Hal itu yang menyebabkan benua Afrika
merupakan banua yang kompak atau tidak banyak memiliki teluk yang jauh
menjorok ke arah daratan (massief).
2. Bentang Alam
Bentang alamnya beraneka ragam, dibagian barat laut terdapat Pegunungan
Atlas yang termasuk sistem Pegunungan Lipatan Alpine (pegunungan muda).
Pegunungan ini terdiri dari puncak-puncak dan lembah dengan perbedaan yang
amat besar, demikian puncak-puncaknya belum seberapa terkikis. Di bagian barat
daya terutama di Utara Teluk Guinea terdapat dataran tinggi yang luas dengan
hutan yang lebat disebut daratan tinggi Guinea. Bagian Afrika terdapat Palung

3
Kongo yang dilalui oleh Sungai Kongo. Di sebelah timur laut dan timur palung
Kongo terdapat:
a. Dataran Tinggi Abessinia (habsy), ini dibatasi oleh lembah dan ngarai
yang dalam sehingga menunjukkan adana variasi daerah. Oleh karenanya
sukar ditempuh orang.
b. Dataran Tinggi Afrika Timur, dijumpai beberapa gunung berapi yang
tingginya 5.000-6.000 meter lebih. Hal ini menyebabkan di daerah
khatulistiwa terdapat salju abadi dan gletsyer (bandingkan dengan
pegunungan salju di Irian Barat). Gunung yang terkenal di daerah itu
adalah Kalimanjaro (6.010 m) di Tanzania dan Kenya (5.199 m) di
Kenya, Gunung Cameroun (4.070 m) di Kamerun dan Gunung Ruwen
Zori (5.118 m) di Zaire.
Bagian Afrika Selatan juga merupakan dataran tinggi yang menurun dengan
curam. Berbeda dengan Pegunungan Atlas, maka Gunung Naga (Gunung
Drakensberg) terjadi dari pegunungan tua atau pegunungan sisa dari zaman
Archeozoikum dan permulaan zaman Paleozoikum. Bentuk pegunungan yang
demikian lebih bulat dan puncaknya sudah tumpul. Adanya perubahan daratan
tidak terlepas dari gerakan-gerakan kerak bumi dari kontinen Afrika meliputi
gerakan naik turun (gerakan epirogenetik). Pada pengangkatannya yang terakhir,
terbentuk plato yang naik secara curam dari dataran pantai sehingga sungai-sungai
di Afrika tidak memiliki waktu lagi untuk menyesuaikan alirannya. Akibatnya
terbentuklah air terjun dan lembah patahan. Lembah patahan ini terdapat di Afrika
Timur yang merupakan bagian dari lembah patahan besar, dimulai dari
Syiria/Israel melalui Sungai Yordan, Laut Mati, Teluk Aqaba, Laut Merah, dan
berakhir di Danau Nyasa sepanjang 5.500 km. lembah patahan ini bercabang dua,
yaitu :
a. Cabang Barat, dimulai dari arah selatan Danau Nyasa kemudian
membentang kea rah barat laut melalui Danau Tanganyika, Kivu,
Edward, dan Danau Albert. Pada tepi timur lembah, yakni antara
Danau Albert dan Danau Edward dijumpai Gunung Ruwenzori,
sedangkan di bagian selatan Danau Edward terdapat Gunung Kirunga.

4
b. Cabang Timur, dimulai dari ujung utara Danau Nyasa melalui Danau
Rudolf ke Ethopia kemudian membentang ke Laut Merah. Pada tepi
timur cabang ini, dijumpai Gunung Kenya dan 320 km ke arah
selatannya terdapat Gunung Kalimanjaro. Dengan demikian, cabang
timur itu sifatnya kurang kontiniu.
c. Selain lembah tersebut, terdapat juga lembah lembah besar seperti
lembah Danau Victoria yang merupakan bagian kerak bumi yang
turun dan tidak berhubungan dengan sistem lembah patahan seperti
yang telah dikemukakan.

3. Sungai
Sungai-sungai yang mengalir dari daerah pedalaman sampai ke laut
(eksoreik) adalah sebagai berikut :
a. Sungai Nil (6.695 km) mengalir ke Laut Tengah. Sumber airnya berasal
dari dataran tinggi Ethiopia (Sungai Nil Biru) dan dari Danau Victoria
(Sungai Nil Putih) yang mendapat air dari cairan salju puncak Gunung
Kalimanjaro.
b. Sungai Zambesi (2.795 km) bermuara di Teluk Mozambique Samudera
Hindia. Sumber airnya berasal dari Danau Kariba.
c. Sungai Limpopo (1.801 km) mengalir ke Samudera Hindia.
d. Sungai Orange (2.092 km) bermuara di Samudera Atlantik
e. Sungai Zaire atau Kongo (4.667 km) bermuara di Samudera Atlantik.
Luas daerah alirannya kira-kira 3.900.000 km2, kadang-kadang volume
airnya lebih besar dari Sungai Nil terutama pada waktu musim hujan.
Sumbernya dari dataran tinggi Futa Jallon.
f. Sungai Niger (6.160 km) mengalir ke Samudera Atlantik (Teluk Guinea).
Sumber airnya berasal dari dataran tinggi Futa Jallon.
g. Sungai Gambia bermuara di Samudera Atlantik dengan panjang 1.126
km. Sumber airnya dari dataran tinggi Futa Jallon.
Diantara sungai-sungai itu ada yang menimbulkan air terjun, seperti Air
Terjun Tugela di Afrika Selatan dengan ketinggian 984 m, Lofoi di Zaire
(182 m), Chirombo di Zambia (340 m), Living Stone di Zaire (267 m),

5
Kalombo di Tanzania-Zambia (221 m), Maletsunyane di Lesotho (192
m), Finesh di Ethipia (155 m), dan Augrabies di Sungai Orange Afrika
Selatan (146 m).
4. Danau
Danau di Benua Afrika pada umumnya merupakan danau tektonik. Danau
ini tersebar di beberapa negara, antara lain Danau Tanganyika di perbatasan
Negara Tanzania dengan Zaire dan Zambia (32.746 km2), Danau Victoria di
perbatasan Tanzania dengan Uganda dan Kenya (29.927 km2), Danau Bangweulu
di Zambia (11.655 km2), Danau Albert di perbatasan Uganda dengan Zaire (5.374
km2), Danau Kariba di Rhodesia (5.310 km2), Danau Mweru di perbatasan
Zambia dengan Zaire (4.662 km2), Danau Kyogo di Uganda (4.403 km2), dan
Danau Nasser-Nubia di perbatasan Mesir dengan Sudan (4.015 km2).
5. Iklim
Berdasarkan letak lintangnya, Benua Afrika beriklim tropika dan sub
tropika. Benua ini dilalui garis khatulistiwa yang menyebabkan sebagian besar
Afrika tergolong daerah panas. Hanya bagian selatan dan utara yang tidak begitu
panas udaranya (sub tropika). Daerah khatulistiwa rata-rata temperaturnya tinggi
sebab itu terdapat daerah renggang, udara yang naik menjadi hujan. Jika sampai di
lapisan atas, akan lebih dingin (hujan membubung atau zenith). Keadaannya di
selatan khatulistiwa masuk daerah angin pasat. Sepanjang tahun berhembus angin
passat tenggara yang membawa hujan di sebelah timur, sedangkan di barat daya
kurang hujan karena angin datangnya dari daratan. Bagian utara khatulistiwa
merupakan daerah angin passat timur laut yang datangnya dari daerah kering Asia
muka. Sebab itu pesisir timur di sebelah utara adalah kering, akan tetapi tidaklah
di seluruh Afrika Utara berhembus angin passat timur laut misalnya di Pesisir
Guinea-Hulu berhembus angin musim. Daerah-daerah yang banyak turun hujan
mencakup daerah Talam Kongo (angin mendaki), Pesisir Guinea Hulu (angin
barat daya), dan Pesisir Timur Pulau Madagaskar. Menurut banyaknya, hujan di
Afrika dibedakan menjadi :
a. Daerah kahtulistiwa, pada umumnya hujan sepanjang tahun banyak
rimba raya sehingga cahaya matahari tertahan oleh pohon-pohon yang
tingginya 80-90 m.

6
b. Daerah sebelah utara dan selatan khatulistiwa, hujan turun ketika jalan
matahari tegak luruh, curah hujannya tidak sebanyak di daerah
kahtulistiwa. Hal ini menyebabkan banyak sabana yaitu padang rumput
yang diselingi pohon-pohonan seperti di Sudan Selatan, Kongo Selatan,
bagian utara Kalahari, dan di daerah Danau Afrika Timur. Makin ke utara
dan ke selatan dari daerah tersebut makin kurang hujannya. Kemudian
sabana ini beralih menjadi stepa. Bertambah jauh dari kahtulistiwa, stepa
itu berganti dengan gurun, yakni padang tandus dan padang pasir seperti
Gurun Sahara (8.400.000 km2), Gurun Kalahari (310.800 km2), dan
Gurun Namib (103.600 km2).
c. Di bagian yang agak panas udaranya (sub tropika) berhembus angin
passat dan angin barat. Keadaan yang demikian menimbulkan panas dan
kering ketika musim panas, tetapi waktu musim dingin basah dan tidak
terlalu dingin.
Berdasarkan temperatur dan curah hujan, Afrika dapat dibagi menjadi
lima daerah iklim, yaitu :
a. Iklim Equator, temperaturnya rata-rata tinggi dengan amplitude suhu
tahunan yang kecil, hujan banyak dan kelembapan tinggi. Daerahnya
berada di sepanjang pantai barat Ledok Zaire, dataran tinggi Kenya,
Uganda, dan bagian sempit dari pantai timur. Hujan turun paling banyak
selama musim panas di utara bumi.
b. Iklim Sabana Tropika, hujan turun pada musim panas (summer), curah
hujan semakin kurang dan musim kering semakin panjang menuju ke
arah utara dan selatan daerah kahtulistiwa.
c. Iklim Gurun, curah hujan sangat sedikit dn jatuh pada waktu hujan petir
selama periode terpanas dalam satu tahun. Daerahnya meliputi Afrika
Utara (Gurun Sahara, Gurun Libia, Gurun Nusia), dan Afrika Barat Daya
(Gurun Kalahari, Gurun Namib).
d. Iklim Sedang, curah hujannya banyak turun selama musim panas
(summer) dari angin passat. Daerahanya mencakup daerah pantai
tenggara Afrika Selatan dan di selatan dari garis balik selatan.

7
e. Iklim Mediteran, curah hujan turun pada musim dingin (winter) yang
dipengaruhi oleh angin barat. Daerahnya meliputi daerah Pantai Laut
Tengah dan sudut barat daya Afrika.

6. Vegetasi
Banyak faktor yang mempengaruhi vegetasi diantaranya faktor iklim,
topografi dan kesuburan tanah. Keadaan ini tentu menimbulkan perbedaan
vegetasi. Secara umum vegetasi benua afrika yaitu:
a. Daerah Hujan Tropika, terdapat mulai dari Sierra Leone kemuara Sungai
Zaire dan meluas kea rah timur, kemudian dilereng timur Madagaskar.
Jenis vegetasi dominan yaitu hutan rimba raya dengan pohon mahaoni,
ebony, dan atinwood. Keadaan demikian kerak disertai dengan semak
belukar yang lebat serta tumbuhan menjalar. Untuk jenis hewannya
seperti kuda nil, simpanse, gajah, badak, burung langau tse-tse dan
sebagainya.
b. Daerah Sabana, terdapat didaerah yang mengitari daerah hutan tropika.
Jenis vegetasi yang dominan : rumput berumur pendek dengan pohon
yang tumbuh secara seporadis seperti akasia dan baobab yang tahan
terhadap kekeringan(Baobab sejenis pohon di Afrika dengan batang
yang dapat tumbuh menjadi amat besar dengan bentuk seperti pohon
terbalik), jenis fauna terdiri dari jerapah, antelope, zebra, singa, harimau,
serigala, dan sebagainya.
c. Daerah Steppe, terdapat didaerah perbatasan antara savanna dan daerah
semi gurun. Jenis yang dominan yakni padang rumput yang berumur
pendek.
d. Daerah semi gurun/, terdapat didaerah utara dan selatan daerah tropika.
Curah hujan semakin sedikit dan musim kering semakin panjang
sehingga savanna beralih secara berangsur angsur ke daerah semi gurun
atau gurun. Jenis vegetasinya bervariasi, didaerah yanglebih lembab
terdapat semak-semak, sedangkan didaerah yang kering hanya
ditumbuhi jenis kaktus. Jenis hewan terutama unta yang dapat
beradaptasi dengan alamnya.

8
e. Daerah padang rumput didaerah sedang, terdapat ditanah tinggi Afrika
Selatan(Transvall Selatan dan Orange).
f. Daerah hujan sub tropis, terdapat didaerah tinggi sepanjang pantai natal,
jenis vegetasi adalah pohon palma didaerah pantai. Sedangkan pada
daerah yang lebih tinggi terdapat pohon anggur dan cemara.
g. Daerah vegetasi mediteran, terdapat didaerah ujung Barat daya Afrika
dan bagian Barat Laut(daerah atlas). Jenis vegetasi yang dominan
:semak maqius dan jenis pohon seperti oak, junifer, pinus, Aleppo, aras
dan gabus
h. Daerah vegetasi pegunungan, terdapat didataran tinggi Afrika Timur dan
Ethiopia. Jenis vegetasi yang dominan padang rumput dataran tinggi dan
hutan sedang dalam kondisi yang sejuk.

B. Keadaan Non Fisik


1. Suku Bangsa
Penduduk Afrika terdiri dari berbagai suku bangsa, sebagai berikut:
a. Bangsa Habsji, meliputi 2/3 dari seluruh penduduk Afrika, Mereka
menyebar dari Afrika selatan sampai ke batas Selatan Gurun Sahara,
menurut bahasanya, Bangsa Habsji dibagi atas dua bangsa, yaitu Bangsa
Sudan dan bangsa Habsji bantu. Hansji sudah tinggal didaerah sudan dan
habsji bantu mendiami Afrika Selatan, Kongo, dan Afrika Timur. Kedua
bangsa ini sama hitam warna kulitnya, rambut keriting, bibirnya tebal, dan
badannya tegap. Golongan Habsji bantu mencakup Bangsa Kaffer, Zulu,
dan Bangsa Beetsjuan yang berdiam di Afrika Selatan.
b. Bangsa Hamiet, tinggal di Afrika Utara terutama sepanjang Laut Tengah.
Menurut bahasanyatermasuk bangsa kulit putih. Mereka banyak
bercampur dengan Bangsa Semiet(arab dan jahudi) dan bangsa Habsji.
Golongan bangsa ini meliputi bangsa mesir sampai maroko. Didaerah
perbatasan permukiman orang-orang Habsji dengan orang Hamiet terdapat
bangsa campuran kedua bangsa itu, yaitu orang Tuareg dan orang Tibbu di
Gurun Sahara dan orang Nubea di sebelah selatan mesir.

9
c. Bangsa Hattentot da Bosyesman, tinggal di Afrika Selatan dan kongo
terutama dijumpai didaerah hutan zaire, sedangkan Bosyesman dijumpai
didaerah gurun Kalahari.
d. Bangsa kulit putih, terdiri dari bangsa inggris, Boer (di afrika selatan),
perancis, italia, spanyol dan portugis.
e. Bangsa melayu di pulau Madagaskar.

2. Bahasa
Benua ini mempunyai lebih dari ribuan bahasa dan hanya empat kelompok
bahasa besar, yaitu :
a. Kelompok bahasa Afro-Asiatik adalah sebuah kelompok bahasa penutur
yang tersebar luas disepanjang Afrika Utara dan Afrika Timur
b. Kelompok bahasa Nil-Sahara kebnyakan diucapkkan di Chad, Ethiopia,
Unganda, Kenya, dan sebelah utara Tanzania.
c. Kelompok bahasa Niger-Kongo mencakup kebanyakan dari Sfrika
bagian sub-sahara.
d. Kelompok bahasa Khoisan, suku Khoi dan San dianggap sebagai
penduduk asli.

3. Permasalahan Penduduk
Afrika penuh permasalahn penduduk baik dari segi politik, ekonomi,
maupun sosial budaya. Namun dibaliknya, afrika menyimpan beragam kekayaan
alam yang melimpah. Dari kekayaan alam yang dimilikinya inilah yang tak segan-
segan menjadi taruhan banyak negara yang menyulut konflik, baik yang berskala
internal, antar negara, dalam skala regional/kawasan, maupun menyeet negara-
negara yang jauh dari Afrika. Menurut Ernie Regehr, sampai menjelang abad ke
20 ternyata 40% dari seluruh konflik didunia terjadi di Afrika, sedangkan di 43%
negara afrika pernah dilanda peperangan. Beberapa konfik yang menyeret antar
negara-negara afrika maupun negara luar Afrika adalah karena kepentingan dan
perebutan sumber daya alam, utamanya barang tambang. Selain itu konflik etnik,
budaya dan suku didalam satu negara juga turut berperan menimbulkan masalah
tersebut.

10