Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

Komunikasi Dalam Pelayanan Kesehatan


Dengan Memperhatikan Komunikasi Multi Disiplin
Mata Ajar Komunikasi
Dosen : Ibu Wulan

Di Susun Oleh :
1. MAYA SRI MAHASTUTI A
2. MIFTA ZAKIATUL M
3. NOVIA NUR QOMARIAH
4. NOVIA NURZUHRIYANTI
5. NURUL ISLAMIATI
6. PUTRI SETYOWATI S
7. REYNAL RUCHINTA
8. SANTI NURHALIZA

S1- Ilmu Keperawatan 1A


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KLATEN
TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang
“Komunikasi Dalam Pelayanan Kesehatan Dengan Memperhatikan Komunikasi Multi
Disiplin”.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat serta dapat menjadi salah satu bahan informasi
pengetahuan bagi pembaca sekalian.
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Masalah Komunikasi berperan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
berbagai bidang komunikasi merupakan factor pertama dan utama agar hubungan dengan orang
lain dapat berjalan dengan lancar. Tanpa adanya komunikasi tentu akan membuat pekerjaan atau
pun aktivitas kita terganggu. oleh sebab itu dapat kita lihat betapa besarnya peranan komunikasi
dalam kehidupan kita. Salah satu syarat yang paling penting dalam pelayanan kesehatan adalah
pelayanan yang bermutu dan sesuai tuntutan serta harapan masyarakat.
Suatu pelayanan dikatakan bermutu apabila memberikan kepuasan pada
pasien. Kepuasan pasien semakin meninggi dikarenakan adanya kesadaranakan pelayanan prima
yang diinginkan masyarakat, perkembangan teknologi informasi juga meningkatkan harapan
masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan kepada mereka.
Kepuasan pasien dalam menerima pelayanan kesehatan mencakup beberapa dimensi.
Salah satunya adalah dimensikelancaran komunikasi antara petugas kesehatan dengan pasien ser
ta keluarga, hal ini berarti pelayanan kesehatan bukan hanya berorientasi pada pengobatan secara
medis, melainkan juga berorientasi pada komunikasi karena pelayanan komunikasi sangat
penting dan berguna bagi pasien, serta sangat membantu pasien dalam proses penyembuhan dan
kemandirian pasien. Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan
memungkinkan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya.
Komunikasi terapeutik adalah kemampuan atau keterampilan perawat untuk membantu pasien
beradaptasi terhadap stress, mengatasi gangguan patologis dan belajar bagaimana berhubungan
dengan orang lain.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi?
2. Elemen kunci kolaborasi dalam kerjasama team multidisipliner dapat digunakan
untuk mencapai tujuan kolaborasi team?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi komunikasi
2. Untuk mengetahui Elemen kunci kolaborasi dalam kerjasama team multidisipliner
dapat digunakan untuk mencapai tujuan kolaborasi team
BAB II
PEMBAHASAN

A. PELAYANAN KESEHATAN
Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan memungkinkan
individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya. Nursalam (2007)
menyatakan, komunikasi juga merupakan suatu seni untuk dapat menyusun dan
menghantarkan suatu pesan dengan cara yang mudah sehingga orang lain dapat mengerti dan
menerima maksud dan tujuan pemberi pesan Menurut Potter dan Perry (1993), komunikasi
terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal, interpersonal dan publik.
Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau secara
bersamaan dalam suatu organisasi. Untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, mencegah
dan menyembuhkan penyakit serta serta
memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupunmasyarakat.
Pelayanan rumah sakit merupakan salah satu bentuk upaya yang diselenggarakan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat. Pelayanan rumahsakit berfungsi untuk memberikan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu yang dilakukan dalam upaya
peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan
kesehatan yang bermutu dan terjangkau dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi
a.Situasi/suasana
Situasi/suasana yang hiruk pikuk atau penuh kebisangan akan mempengaruhi
baik/tidaknya pesan diterima oleh komunikan, suara bising yang diterima komunikan saat
proses komunikasi berlangsung membuat pesan tidak jelas, kabur, bahkan sulit diterima.
Oleh karena itu, sebelum proses komunikasi dilaksanakan, lingkungan harus diciptakan
sedemikian rupa supaya tenang dan nyaman.
Komunikasi yang berlangsung dan dilakukan pada waktu yang kurang tepat
mungkin diterima dengan kurang tepat pula. Misalnya, apabila perawat memberikan
penjelasan kepada orang tua tentang cara menjaga kesterilan luka pada saat orang tua
sedang sedih, tentu saja pesan tersebut kurang diterima dengan baik oleh orang tua karena
perhatian orang tua tidak berfokus pada pesan yang disampaikan perawat, melainkan
pada perasaan sedihnya.
b.Kejelasan pesan
Kejelasan pesan akan sangat mempengaruhi keefektifan komunikasi. Pesan yang
kurang jelas dapat ditafsirkan berbeda oleh komunikan sehingga antara komunikan dan
komunikator dapat berbeda persepsi tentang pesan yang disampaikan. Hal ini akan sangat
mempengaruhi pencapaian tujuan komunikasi yang dijalankan. Oleh karena itu,
komunikator harus memahami pesan sebelum menyampaikannya pada komunikan, dapat
dimengerti komunikan dan menggunakan artikulasi dan kalimat yang jelas.
Kolaborasi adalah hubungan kerja diantara tenaga kesehatan dalam memberikan
pelayanan kepada pasien/klien adalah dalam melakukan diskusi tentang diagnosa,
melakukan kerjasama dalam asuhan kesehatan, saling berkonsultasi atau komunikasi
serta masing-masing bertanggung jawab pada pekerjaannya. Apapun bentuk dan
tempatnya, kolaborasi meliputi suatu pertukaran pandangan atau ide yang memberikan
perspektif kepada seluruh kolaborator.
Kolaborasi merupakan proses komplek yang membutuhkan sharing pengetahuan
yang direncanakan yang disengaja, dan menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat
pasien. Kadangkala itu terjadi dalam hubungan yang lama antara tenaga profesional.
Kolaborasi adalah suatu proses dimana praktisi keperawatan atau perawat klinik bekerja
dengan dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam lingkup praktek profesional
keperawatan, dengan pengawasan dan supervisi sebagai pemberi petunjuk pengembangan
kerjasama atau mekanisme yang ditentukan oleh pertukaran suatu negara dimana
pelayanan diberikan.
Bagi perawat, hubungan kerjasama dengan dokter sangat penting apabila ingn
menunjukkan fungsinya secara independen. Tujuan kolaborasi perawat adalah untuk
membahas masalah-masalah tentang klien dan untuk meningkatkan pamahaman tentang
kontribusi setiap anggota tim serta untuk mengidentifikasi cara-cara meningkatkan mutu
asuhan klien.
Agar hubungan kolaborasi dapat optimal, semua anggota profesi harus
mempunyai keinginan untuk bekerjasama. Perawat dan dokter merencanakan dan
mempraktekkan sebagai kolega, bekerja saling ketergantungan dalam batas-batas lingkup
praktek dengan berbagai nilainilai dan pengetahuan serta respek terhadap orang lain yang
berkonstribusi terhadap perawatan individu, keluarga dan masyarakat.

Tim satu disiplin ilmu meliputi : tim perawat, tim dokter, tim administrasi, dan
lain-lain. Tim pelayanan kesehatan interdisiplin merupakan sekelompok professional
yang mempunyai aturan yang jelas, tujuan umum dan berbeda keahlian. Tim akan
berfungsi baik, jika terjadi adanya konstribusi dari anggota tim Dokter, Perawat ,Ahli
Gizi, Fokus Klien/ Pasien Laboratorium ,Dll. Dalam memberikan pelayanan kesehatan
efektif, bertanggung jawab dan saling menghargai sesama anggota tim.
Perawat sebagai anggota membawa perspektif yang unik dalam tim inter disiplin.
Perawat memfasilitasi dan membantu pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
dari praktek profesi kesehatan lain. Perawat berperan sebagai penghubung penting antara
pasien dan pemberi pelayanan kesehatan.
Tim multi disiplin meliputi: tim operasi, tim infeksi nasokomial, dan lain-
lain.Komunikasi sangat dibutuhkan dalam berkolaborasi multi disiplin, karena kolaborasi
membutuhkan pemecahan masalah yang lebih komplek, dibutuhkan komunikasi efektif
yang dapat dimengerti oleh semua anggota tim.
Elemen kunci kolaborasi dalam kerjasama team multidisipliner dapat digunakan
untuk mencapai tujuan kolaborasi team:
1. Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan menggabungkan keahlian
unik professional
2. Produktivitas maksimal serta efektifitas dan efesiensi sumber daya.
3. Meningkatnya profesionalisme dan kepuasan kerja, dan loyalitas
4. Meningkatnya kohensifitas antar professional
5. KeJelasan peran dalam berinteraksi antar professional
6. Menumbuhkan komunikasi, kolegalitas, dan menghargai dan memahami orang lain

Komunikasi dibutuhkan untuk mewujudkan kolaborasi yang efektif, hal


tersebut perlu ditunjang oleh saran komunikasi yang dapat menyatukan data kesehatan
pasien secara komprenhensif sehingga menjadi sumber informasi bagi semua anggota
team dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu perlu dikembangkan catatan status
kesehatan pasien yang memungkinkan komunikasi dokter dan perawat terjadi secara
efektif.
Pendidikan perawat perlu terus ditingkatkan
untuk meminimalkan kesenjangan professional dengan dokter melalui pendidikan
berkelanjutan. Peningkatan pengatahuan dan keterampilan dapat dilakuakn melalui
pendidikan formal sampai kejenjang spesialis atau minimal melalui pelatihan-
pelatihan yang dapat meningkatkan keahlian perawat.

Analisis yang saya dapatkan dari dari artikel di atas adalah :


1. Komunikasi merupakan tingkatan utama yang dapat mengindikasikan berhasilnya
kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit
2. Keefektifan komunikasi terapeutik pada perawat dengan klien
3. Hubungan interpersonal yang mencerminkan penerapan komunikasi dalam
kelangsungan pelayanan
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan
memungkinkan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya.
Komunikasi dibutuhkan untuk mewujudkan kolaborasi yang efektif, hal tersebut perlu
ditunjang oleh saran komunikasi yang dapat menyatukan data kesehatan pasien secara
komprenhensif sehingga menjadi sumber informasi bagi semua anggota team dalam
mengambil keputusan
DAFTAR PUSTAKA

Potter, P.A. &Perry, A.G. 1999. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, proses, dan
Praktik, Vol. 1 E/4.
Ali, H. Zaidin. Pengantar Keperawatan Profesi.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. http://www.inna-ppni.or.id/
Bodenheimer, T.,Wagner, E.H., Grumbach, K., 2002. Improving Primary Care for Patients With
Chronic Illness. JAMA 288:1775-1779

Grumbach, K., Bodenheimer, T., 2004 . Can Health Care Teams Improve Primary Care
Practice?. JAMA 291(10):1246-1251 Bodenheimer, T.,Wagner, E.H., Grumbach, K., 2002.
Improving Primary Care for Patients With Chronic Illness. JAMA 288:1775-1779

Grumbach, K., Bodenheimer, T., 2004 . Can Health Care Teams Improve Primary Care
Practice?. JAMA 291(10):1246-1251