Anda di halaman 1dari 34

SAAT TERUTANG PPH ORANG PRIBADI DAN PERHITUNGAN ORANG PRBADI NON

USAHAWAN

TEKNIK REKONSILIASI FISKAL

Teknik rekonsilias fiskali dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1. Jika suatu penghasilan diakui menurut akuntansi tapi tidak diakui menurut fiskal maka rekonsiliasi
dilakukan dengan mengurangkan sejumlah penghasilan tersebut dari penghasilan menurut akuntansi,
yang berarti mengurangi laba menurut fiskal.

2. Jika suatu penghasilan tidak diakui menurut akuntansi tapi diakui menurut fiskal maka rekonsiliasi
dilakukan dengan menambahkan sejumlah penghasilan tersbut pada penghasilan menurut akuntansi,
yang berarti menambah laba menurut fiskal.

3. Jika suatu biaya/pengeluaran diakui menurut akuntansi tapi tidak diakui sebagai pengurang
penghasilan bruto menurut fiskal maka rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah
biaya/pengeluaran tersebut dari biaya menurut akuntansi, yang berarti menambah laba menurut fiskal.

4. Jika suatu biaya/pengeluaran tidak diakui menurut akuntansi dapat diakui sebagai pengurang
penghasilan bruto menurut fiskal maka rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan sejumlah
biaya/pengeluaran tersebut pada biaya menurut akuntansi, yang berarti mengurangi laba menurut
fiskal.

Kertas kerja rekonsiliasi fiskal dapat dibuat dengan format sebagai berikut.

Wajib Pajak X

Rekonsiliasi Fiskal

Tahun 20xx

Laba Bersih (menurut akuntansi komersial) xx

Koreksi Fiskal Positif :

- xx

- xx

- Xx

Total koreksi positif xx (+)

Koreksi Fiskal Negatif :

- Xx

- Xx

Total koreksi negatif xx (-)

Laba (penghasilan) kena pajak (menurut fiskal) xx

Perbedaan dimasukkan sebagai koreksi fiskal positif apabila:

Perpajakan II Page 1
1. Pendapatan menurut fiskal lebih besar daripada menurut akuntansi atau suatu penghasilan diakui
menurut fiskal, tetapi tidak diakui menurut akuntansi

2. Biaya/pengeluaran menurut fiskal lebih kecil dari pada menurut akuntansi atau suatu
biaya/pengeluaran tidak diakui menurut fiskal, tetapi diakui menurut akuntansi.

Perbedaan dimasukkan sebagai koreksi fiskal negatif apabila:

1. Pendapatan menurut fiskal lebih kecil daripada menurut akuntansi atau suatu penghasilan tidak diakui
menurut fiskal (bukan Objek Pajak), tetapi diakui menurut akuntansi

2. Biaya/pengeluaran menurut fiskal lebih besar daripada menurut akuntansi atau suatu
biaya/pengeluaran diakui menurut fiskal, tetapi tidak diakui menurut akuntansi

3. Suatu pendapatan telah dikenakan pajak penghasilan bersifat final.

Wajib Pajak X

Rekonsiliasi Fiskal

Tahun 20xx

Koreksi Fiskal
keterangan Menurut Akuntansi Menurut Fiskal
Beda Tetap Beda Waktu
Pendapatan
-
-
Biaya-biaya
-
-
laba
Laba laba bersih sebelum
(penghasilan)
(penghasilan) pajak
kena pajak

Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh WP badan dan WP orang pribadi yang wajibn menyelenggarakan pembukuan
dengan menggunakan pendekatan akuntansi (komersial). Rekonsiliasi fiskal dilakukan untuk mempermudah
pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPH dan menyusun laporan keuangan fiskal sebagai lampiran SPT
Tahunan PPh. Rekonsiliasi yang dibahas dalam buku ini hanya dibatasi pada rekonsiliasi laporan laba rugi.

REKONSILIASI FISKAL DAN KASUS PENGISIAN SPT

Pengertian, fungsi, jenis dan hal-hal lain yang berkaitan dengan SPT telah dibahas dalam Bab 2: Ketentuan Umum
dan Tata Cara Perpajakan. Oleh karena itu, dalam bagian ini langsung membahas kasus-kasus yang berkaitan
dengan pengisian SPT Tahunan PPh.

Kasus pengisian SPT Tahunan PPh dikelompokkan menjadi :

1. SPT Tahunan PPh WP Badan (1771);

2. SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas yang
menyelenggarakan pembukuan atau norma penghitungan penghasilan neto, dari satu usaha atau lebih
pemberi kerja, yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final, dan dari penghasilan lain (1770);

3. SPT Tahunan WP Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, dalam
negeri lainnya, dan yang dikenakan PPh final dan/ atau bersifat final (1770S);

Perpajakan II Page 2
4. SPT Tahunan WP Orang Pribadi yang mempunyai penghasilan dari satu pemberi kerja dengan penghasilan
bruto tidak melebihi Rp 60.000.000 (1770SS)

Wajib Pajak

Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut
pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang
undangan perpajakan. Dengan demikian wajib pajak dibedakan menjadi :

Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan

Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan adalah orang pribadi dalam bentuk apapun yang dalam
kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan
usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean, melakukan usaha jasa,
atau memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean. Contohnya : Pengusaha Toko Emas, Pengusaha Industri
Kertas.

Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan di bagi menjadi 2 yaitu:

1. Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Pengusaha Kena Pajak menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2000 adalah
pengusaha sebagaimana dimaksud dalam angka 14 yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan
atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan Undang- undang ini, tidak
termasuk Pengusaha Kecil yang batasannya ditetapkandengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali
Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
Menurut PPh pasal 25, Menteri Keuangan menetapkan penghitungan besarnya angsuran pajak bagi
Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu, yaitu Wajib Pajak orang pribadi yang mempunyai 1(satu)
atau lebih tempat usaha, besarnya angsuran pajak paling tinggi sebesar 0,75% (nol koma tujuh lima
persen) dari peredaran bruto.

Kewajiban Pengusaha Kena Pajak (PKP)

1) Pengusaha yang telah wajib menjadi Pengusaha Kena Pajak atau Pengusaha Kecil yang memilih
menjadi Pengusaha Kena Pajak seperti tersebut diatas berkewajiban untuk :
a) Melaporkan usahanya (mendaftarkan perusahaannya) untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha
Kena Pajak.
b) Memungut PPN/PPn BM yang terutang.

c) Menyetor PPN/PPnBM yang terutang (yang kurang dibayar).

d) Melaporkan PPN/PPn BM yang terutang (menyampaikan SPT Masa PPN/PPnBM).

2) Apabila dalam satu tahun buku peredaran bruto Pengusaha Kena Pajak tidak melebihi batasan
Pengusaha kecil, maka Pengusaha Kena Pajak yang bersangkutan dapat mengajukan permohonan
pencabutansebagaiPengusahaKenaPajak.

Perpajakan II Page 3
PPN merupakan jenis pajak tidak langsung untuk disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan
merupakan penanggung pajak (konsumen akhir). Prinsip dasarnya adalah suatu pajak yang harus dikenakan
pada setiap proses produksi dan distribusi akan tetapi jumlah pajak yang terutang dibebankan kepada
konsumen akhir yang memakai produk tersebut.

Tarif PPN menurut ketentuan Undang-Undang Dasar No.42 tahun 2009 pasal 7 :
1. Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% (sepuluh persen).

2. Tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 0% (nol persen) diterapkan atas:


 Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud

 Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud

 Ekspor Jasa Kena Pajak

3. Tarif Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berubah menjadi paling rendah 5% (lima
persen) dan paling tinggi sebesar 15% (lima belas persen) sebagai mana diatur oleh Peraturan Pemerintah.

Sedangkan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan pajak yang dikenakan pada
barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh produsen (pengusaha) untuk menghasilkan atau
mengimpor barang tersebut dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.
Barang-barang yang tergolong mewah dan harus dikenai PPnBM ialah:

 Barang yang bukan merupakan barang kebutuhan pokok

 Barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat tertentu

 Barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi


 Barang yang dikonsumsi hanya untuk menunjukkan status atau kelas sosial
Menurut Pasal 8 Undang-Undang No. 42 Tahun 2009, tarif pajak penjualan atas barang mewah
ditetapkan paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi sebesar 200% (dua ratus persen) Jika
pengusaha melakukan ekspor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah maka akan dikenai pajak dengan
tarif sebesar 0% (nol persen).
Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dihitung dengan cara mengalikan persentase tarif
PpnBM dengan nilai Dasar Pengenaan Pajak (harga barang sebelum dikenakan pajak, termasuk PPN).

2. Non Pengusaha Kena Pajak

Menurut PP 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima
atau di peroleh Wajib Pajak yang memiliki Predaran Bruto Tertuntu Wajib Pajak yang menyelenggarakan
Pembukuan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau diperoleh wajib pajak
dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp 4.800.000.000,00 dalam 1 tahun tidak termasuk penghasilan dari
usaha adalah penghasilan dari jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.

Dalam Perhitunganya pajak penghasilan jika peredaran bruto dalam 1 tahun kurang dari
4.800.000,00 maka dikenai PPh final dengan tarif 1% dari jumlah Peredaran Bruto setiap bulan dari tempat
usaha.

Pajak penghasilan yang bersifat final menurut pasal 4 ayat (2):

 Bunga dari deposito dan jenis-jenis tabungan, bunga dari obligasi dan obligasi negara, dan bunga dari
tabungan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota masing-masing;

Perpajakan II Page 4
 Hadiah berupa lotere / undian;

 Transaksi saham dan surat berharga lainnya, transaksi derivatif perdagangan di bursa, dan transaksi
penjualan saham atau pengalihan ibukota mitra perusahaan yang diterima oleh perusahaan modal usaha;
 Transaksi atas pengalihan aset dalam bentuk tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real
estate, dan sewa atas tanah dan / atau bangunan; dan
 Pendapatan tertentu lainnya, sebagaimana diatur dalam atau sesuai dengan Peraturan Pemerintah.

Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan

Wajib Pajak Orang Pribadi Non Usahawan adalah orang pribadi yang mendapatkan penghasilan dari
pekerjaan dan pekerjaan bebas. Contohnya : Pegawai Swasta, Pegawai BUMN, PNS, Dokter, Notaris,
Akuntan.

Untuk menghitung PPh Orang Pribadi sebagai karyawan adalah sesuai dengan penghasilan yang
diterima/diperoleh dari satu atau lebih pemberi kerja. Karena diperoleh dari pemberi kerja maka atas
penghasilan tersebut dipotong pajak penghasilan oleh pemberi kerja yang disebut PPh pasal 21. Atas
pemotongan tersebut merupakan angsuran pajak atau pembayaran pendahuluan bagi karyawan tersebut.
Walaupun Pajak Penghasilan telah dipotong dan dibayar oleh pemberi kerja tetapi karyawan tersebut tetap
wajib melaporkan pajak penghasilan tersebut. Pelaporan pajak tersebut dilakukan setiap tahun dengan
menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi khusus karyawan berupa SPT tahunan PPh
orang pribadi sederhana atau sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan 1770S atau 1770SS. Penggunaan
formulir tersebut sbb:

1. Formulir 1770SS diperuntukan bagi (Contoh Format di Lampiran)

a) Orang Pribadi karyawan yang hanya memperoleh penghasilan dari 1 (satu) pemberi kerja
dan
b) Penghasilan bruto sebagai karyawan tidak melebihi Rp 60.000.000

2. Formulir 1770S diperuntukan bagi (Contoh Format di Lampiran)

a) Orang Pribadi karyawan yang memperoleh penghasilan lebih dari 1 (satu) pemberi kerja, atau
b) Penghasilan bruto sebagai karyawan melebihi Rp 60.000.000

Batas Penyampaian SPT Tahunan WPOP Non Usahawan Untuk Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak
Penghasilan Wajib Pajak orang pribadi, paling lama 3 (tiga) bulan setelah akhir Tahun Pajak (30 Maret tahun
berikutnya).

KASUS 1 : PENGISIAN SPT TAHUNAN PPH WAJIB ORANG PRIBADI 1700 (WP OP USAHAWAN)

Formulir SPT 1770 harus diisi dan dilaporkan oleh wajib pajak yang mempunyai penghasilan:

 dari usaha dan/atau pekerjaan bebas


 dari satu atau lebih pemberi kerja
 yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final; dan/atau
 dalam negeri lainnya/luar negeri

Perpajakan II Page 5
SPT formulir 1770 terdiri atas lembaran-lembaran berikut ini:

1. Induks SPT (1770).


2. Lampiran (1770-I) berisi penghasilan neto dari usaha, peghasilan netto dalam negeri sehubungan dengan
pekerjaan, dan penghasilan netto dalam negeri lainnya.
3. Lampiran II (1770-II) berisi daftar pemotongan/pemungutan pph oleh pihak lain, PPh yang
dipotong/dibayar diluar negeri, dan PPh ditanggung oleh pemerintah.
4. Lampiran III (1770-III) berisi penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final, penghasilan tidak termasuk
objek pajak, dan penhasilan yang dikenakan pajak secara terpisah.
5. Lampiran IV (1770-IV) berisi daftar hata, kewajiba/utang, dan susunan keluarha Wajib Pajak.

Contoh :

Apotek sumber waras didirikan olivia wibara pada 2010. Sebagai pegawai negeri sipil ada dinas kesehatan provinsi
D.I Yogyakarta. Informasi yang berkaitan dengan kweajiban perpajakan olivia sebagai berikut.

I. Identitas Wajib Pajak


Nama Wajib Pajak : Olivia Winata
NPWP : 78.238.655.541.000
Jenis Usaha : Dagang (Farmasi/Apotek)
Telp./Faks. : (0274) 567890, (0274) 556677

II. Penghasilan dari Usaha

Apotek Sumber Waras


Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2016
(Dalam Rupiah)
Penjualan 6.900.000.000
Harga Pokok Penjualan :
- Persediaan barang dagang, 1 Januari 2016 1.750.000.000
- Pembelian tahun 2016 6.250.000.000
Barang Tersedia untuk dijual 8.000.000.000
- Persediaan barang dagang, 31 Desember 2016 1.800.000.000
Harga Pokok Penjualan 6.200.000.000 (-)
Laba bruto (usaha) 700.000.000
Biaya Usaha :
- Gaji, upah, imbalan lainnya 120.000.000
- Pemakaian bahan habis pakai 12.000.000
- Beban listrik, air dan telepon 19.000.000
- Beban pemasaran 50.000.000
- Beban Penyusutan peralatan 6.500.000
- Pajak Bumi dan Bangunan 5.700.000
- Pajak Kendaraan Bermotor 7.000.000
- Premi Asuransi 5.400.000
- Beban Sewa bangunan 5.000.000
- Biaya administrasi dan umum lainnya 20.800.000
Total Biaya 251.400.000 (-)
Laba Usaha 448.600.000

Perpajakan II Page 6
III. Informasi Tambahan yang berkaitan dengan Laporan Laba rugi
a. Pengeluaran untuk rekreasi pegawai sebesar Rp. 10.000.000 telah dimasukkan beban gaji, upah dan
imbalan lain
b. Pengambilan Obat-obatan untuk pribadi dan keluarga olivia senilai Rp 500.000 dimasukkan ke dalam
bebab pemakaian bahan habis pakai
c. Sumbangan yang diberikan kepada pemerintah daerah setempat dengan peringatan hari jadi sebesar Rp
2.000.000 . Sumbagan tersebut dimasukkan ke beban pemasaran.
d. Setelah dilakukan perhitungan bedasarkan ketentuan fiskal, penyusutan sebesar Rp 7.000.000.
e. Premi Asuransi menurut akuntansi sebesar Rp 5.400.000 termasuk premi asuransi kesehatan pemilik
sebesar Rp4.200.000.

IV. Informasi yang berkaitan dengan olivia pada 2016


a. Penghasilan sebagai pegawai tetap dipotong PPh pasal 21 oleh pemberi kerja dengan bukti pemotongan
pajak formulit 1721-A2 (terlampir)
b. Menerima deviden atas penyertaan 10.000 lembar saham prioritas pada PT Perdana. Dividen tunai Rp
2.000 per lembar saham. Dividen ini dipotong oleh pajak PT Perdana.
c. Melakukan penyerahan barang kepada pemungut pajak (RSUD Senopati) senilai Rp 1.650.000.000.
Pembayaran atas pembelian barang ini dipungut pajak oleh RSUD Senopati. Harga barang tersebut
termasuk PPN (10%).
d. Menerima bunga atas penyertaan obligasi pada Andromon Inc. (Sebuah perusahaan yang terdaftar di
bursa efek di Malaysia) . Nilai Nominal obligasi Rp 250.000.000, bunga 20% setahun setiap tanggal 31
Desember. Tarif pajak atas bunga oligasi di Malaysia adalag 10%. Pajak yang dibayar tersebut seluruhnya
dapat dikreditkan.
e. Menerima bungan deposito di Bank BIN Cabang Yogyakarta sebesae Rp 12.000.000
f. Menerima sewa ruangan sebesar Rp 6.000.000
g. Menerima honorarium yang sumbernya dari dana APBN sebesar Rp 10.000.000
h. Menerima hadiah undian dari bank BIN berupa 1 Unit mobil senilai Rp 275.000.000
i. Menerima Honararium sebagai konsultan di RS Enggal Sehat sebesar Rp 18.000.000
Rs Enggal Sehat merupakan rumah sakit swasta, honorarium yang dibayarkan tidak berasal dari dana
APBN/D.
j. Memperoleh keuntungan atas penjualan mata uang asing sebesar Rp 8.000.000
k. Menerima bagian laba dari CV Permata Indah sebesar Rp 15.000.000. Olivia juga merupakan salah satu
sekutu pada CV Permata Indah.

V. Lain-lain
a. Olivia membayar sendiri angsuran PPh setiap bulan selama tahun 2014sebesar Rp7.000.000 (angsuran
Januari sampai dengan Desember besarnya sama).
b. Olivia menyampaikan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2016 pada 26 Maret 2017.
c. Olivia membayar pajak yang kurang dibayar tahun pajak 2016 pada 15 Maret 2017.
d. Olivia belum menikah , tanpa tanggungan.
e. Harta Olivia dan Apotek terdiri atas:
1) Kendaraan roda empat (kijang) yang dibeli tahun 2012 sebesar Rp125.000.000
2) Tanah dan bangunan sebagai tempat tinggal senilai Rp 200.000.000, dibeli pada tahun 2003
3) Sebidang tanah senilai Rp 225.000.000 dibeli pada 2013
4) Deposito di Bank BIN sebesar Rp200.00.00, ditempatkan pada 2015
f. Kewajiban/utang Olivia dan apotek terdiri atas:
1) Utang kepada pemasok (PT Nuti Farma) Sebesar Rp155.000.000
2) Utang kepada pemasok (PT KayaFarma) Sebesar Rp215.000.000
3) Utang kepada koperasi Meuju Mkmur dinas Kesehatan DIY sebesar Rp 30.000.000

Perpajakan II Page 7
Apotek Sumber Waras
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2016
(Dalam Ribuan Rupiah)
Menurut Koreksi Fiskal Menurut
Keterangan
Akuntansi Positif Negatif Fiskal
Penjualan 6.900.000 6.900.000
Harga Pokok Penjualan :
- Persediaan barang dagang, 1 Januari 2016 1.750.000 1.750.000
- Pembelian tahun 2016 6.250.000 6.250.000
Barang Tersedia untuk dijual 8.000.000 8.000.000
- Persediaan barang dagang, 31 Desember 2016 1.800.000 1.800.000
Harga Pokok Penjualan 6.200.000 6.200.000
Laba bruto (usaha) 700.000 700.000
Biaya Usaha :
- Gaji, upah, imbalan lainnya 120.000 3a) 10.000(-) 110.000
- Pemakaian bahan habis pakai 12.000 3b) 500(-) 11.500
- Beban listrik, air dan telepon 19.000 19.000
- Beban pemasaran 50.000 3c) 2.000(-) 48.000
- Beban Penyusutan peralatan 6.500 3d) 500(+) 7.000
- Pajak Bumi dan Bangunan 5.700 5.700
- Pajak Kendaraan Bermotor 7.000 7.000
- Premi Asuransi 5.400 3e) 4.200(-) 1.200
- Beban Sewa bangunan 5.000 5.000
- Biaya administrasi dan umum lainnya 20.800 20.800
Total Biaya 251.400 235.200
Laba Usaha 448.600 464.800

Rekonsiliasi fiskal format lain disajikan sebagai berikut.

Apotek Sumber Waras


Rekonsiliasi Fiskal Perhitungan Laba Rugi
Untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2016
(dalam rupiah)
Penghasilan neto (laba bersih) komersial 448.600.000
Koreksi fiskal positif:
- Pengeluaran berupa kenikmatan dalam gaji, upah, imbalan lain 10.000.000
-Pemakaian bahan habis pakai untuk pribadi pemilik 500.000
- Sumbangan tidak terkait dengan pekerjaan dalam beban pemasaran 2.000.000
- Pengeluaran Premi asuransi untuk pribadi pemilik 4.200.000
Total koreksi fiskal positif 16.700.000
Koreksi fiskal negatif:

Perpajakan II Page 8
- Selisih perhitungan depresiasi akuntansi lebih besar daripada fiskal 500.000
Total koreksi fiskal negative (500.000)
Penghasilan neto fiscal 464.800.000

Menghitung PPh kurang atau lebih bayar

Penghasilan netto:

1. Dari Usaha Rp464.800.000


2. Dari Pekerjaan Rp 113.850.000
3. Dari dalam negero lainnya:
a)imbalan jasa sebagai konsultan Rp 18.000.000
b)keuntungan selisih kurs mata uang asing Rp 8.000.000
Total penghasilan neto dalam negeri lainnya Rp 26.000.000
4. Dari luar negeri

Total penghasilan neto


- PTKP (TK/0) Rp 54.000.000 (-)

Penghasilan Kena Pajak Rp600.650.000

PPh yang terutang:

- 5%xRp50.000.000 Rp 2.500.000
- 15%xRp200.000.000 Rp30.000.000
- 25%xRp250.000.000 Rp62.500.000
- 30%xRp100.650.000 Rp30.195.000

Total PPh yang terutang Rp125.195.000

PPh yang telah dibayar melalui pemotongan pihak lain

- PPh pasal 21 atas gaji Rp 3.977.500


- PPh pasal 21 atas honorarium Rp 900.000
- PPh pasal 22 atas penyerahan barang Rp 22.500.000
- PPh pasal 24 (kredit pajak luarnegeri Rp 5.000.000
Rp 32.377.500 (-)

PPh yang harus dibayar sendiri Rp 92.817.500


PPh yang dibayar sendiri melalui angsuran bulanan: 12xRp7.000.000 Rp 84.000.000 (-)
PPh yang kurang dibayar (Isikan ke 1770 Bag. E No.19) Rp 8.817.500

Kekurangan bayar tersebut disetor ke bank pada tanggal 15 bulan ketiga masa pajak berikutnya atau 15 maret 2017
dengan menggunakan SSP

Menghitung angsuran bulanan PPh pasal 25

1. SPT Tahunan PPh disampaikan pada akhir Maret 2017, angsuran bulan-bulan sebelum batas akhir
penyampaian SPT berikut.

Perpajakan II Page 9
Angsuran bulan Januari dan Februari 2017 sama dengan angsuran bulan terakhir tahun pajak yang lalu,
yaitu Rp 7.000.000. Penyetoran ke bank menggunakan SSP pada setiap tanggal 10 Masa Pajak berikutnya
masing-masing tanggal 10 Februari untuk masa pajak Januari dan 10 Maret untuk masa pajak Februari.

2. Angsuran bulanan mulai Maret 2017 dihitung sebagai berikut.

Total PPh terutang sesuai SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2016 Rp 125.195.000
Kredit Pajak :
- PPh Pasal 21
(Rp3.977.500/Rp900.000) Rp 4.877.500
- PPh Pasal 22 Rp22.500.000
- PPh Pasal 24 Rp 5.000.000
Total Kredit Pajak Rp 32.377.500 (-)
Dasar perhitungan angsuran Rp 92.817.500

Angsuran bulanan PPh Pasal 25 Tahun 2017:


Rp 92.817.500/12 Rp 7.734.790

Penyetoran angsuran ke bank dilakukan setiap bulan setiap tanggal 10, dimulai dari masa pajak Maret
2017 yang pembayarannya tanggal 10 April 2017

Perpajakan II Page 10
VI. Penyelesaian
Pengisian Formulir 1770
Sumber
Informasi Penjelasan Form 1770 yang diisi
dalam kasus
3.a Pengeluaran untuk rekreasi sebesar Rp 10.000.000 termasuk pemberian 1770-I Bag A No.2.c
kenikmatan. Sesuai Pasal 9 ayat (1) huruf e UU PPh, natura dan/atau
kenikamaran tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto (non deductable
expenses). Beban gaji, Upah, berkurang (koreksi fiskal positif) sehingga
menaikkan laba kena pajak.
3.b 1770-I Bag A No.2.a
Pengambilan obat-obatan untuk keperluan pribadi Olivia dan keluarga Rp
500.000 termasuk biaya yang dibebankan untuk kepentingan pribadi dan
keluarga. Sesuai Pasal 9 ayat (1) huruf I UU PPh, biaya yang dibebankan atau
dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi
tanggungannya tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto (nondeductible
expenses). Beban Pemakaian bahan-habis pakai berkurang (koreksi fiskal
positif) sehingga menaikkan laba kena pajak.
3.c Sumbangan dalam rangka hari jadi pemerintah daerah setempat sebesar Rp 1770-I Bag A No.2.e
2.000.000 termasuk sumbangan yang diberikan kepada pihak yang tidak ada
hubungan dengan pekerjaan. Sesuai Pasal 9 ayat (1) huruf g. UU PPh, harta
yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan yang bukan merupakan bukan
objek pajak bagi penerimanya (Pasal 4 ayat (3) UU PPh atau sumbangan
tertentu sebagai pengurang penghasilan bruto (Pasal 6 ayat (1) UU PPh), tidak
boleh dikurangkan dari penghasilan bruto. Sumbangan dalam beban
pemasaran berkurang (koreksi fiskal positif) sehingga menaikkan laba kena
pajak
3.d 1770-I Bag A No.3.b
Penyusutan menurut akuntansi Rp 6.500.000 sedangkan menurut fiskal Rp
7.000.000. Penyusutan menurut akuntansi dimungkinkan berbeda dengan fiskal
karena perbedaan metode penyusutan, taksiran umur ekonomis, dan
pengakuan nilai residu. Penyusutan akuntansi lebih kecil daripada penyusutan
fiskal, selisih Rp500.000 penambah penyusutan akuntansi (koreksi fiskal
negatif) sehingga menurunkan laba kena pajak
3.e 1770-I Bag A No.2.b
Premi asuransi Rp 4.200.000 yang dibayar sendiri oleh Wajib Pajak Merupakan
premi asuransi kesehatan. Sesuai Pasal 9 ayat (1) huruf d. UU PPh, premi
asuransi kesehatan yang dibayar sendiri oleh Wajib Pajak Orang Pribadi tidak
boleh dikurangkan dari penghasilan bruto. Premi Asuransi berkurang (koreksi
fiskal positif) sehingga menaikkan laba kena pajak.

Koreksi 3.a sampai dengan 3.e dibuatkan laporan rekonsiliasi fiskal untuk mendapatkan penghasilan neto usaha.
Jumlah penghasilan Neto Usaha tersebut sama Dengan netto yang terdapat pada 1770-I Bagian A nomor 4
Sumber
Informasi
Penjelasan Form 1770 yang diisi
dalam
kasus
4.a Penghasilan bruto dari pekerjaan (1721-A2 No. 11) Rp122.000.000 1770-I Bag. C
Pengurang penghasilan netto (1721-A2 No.14) Rp8.150.000 1770-I Bag. C
Penghasilan netto (1721-A2 No.15) Rp113.850.000 1770-I Bag. C
PPh dipotong (1721-A2 No.23) Rp3.977.500 1770-II Bag.A
4.b Penghasilan bruto (dividen) : 10.000xRp2.000 Rp20.000.000 1770-III Bag.A
PPh dipotong (final pasal 17 (2.c)):10%x Rp20.000.000 Rp2.000.000 1770-III Bag.A
4.c Penyerahan barang kepada pemungut Rp1.650.000.000 -
PPh dipungut:1,5%xRp1.650.000.000x(100/110) Rp22.500.000 1770-II Bag.A
4.d Penghasilan LN (bunga obligasi): 20%xRp250.000.000 Rp50.000.000 1770 Bag.A No.4
PPh dibayar (Pasal 24):10%xRp50.000.000 Rp5.000.000 1770-II Bag.A
4.e Penghasilan Bruto (bunga deposito) Rp12.000.000 1770-III Bag.A
PPh dipotong (final pasal 4 ayat 2):20%xRp12.000.000 Rp2.400.000 1770-III Bag.A
4.f Penghasilan bruto (sewa ruangan) Rp6.000.000 1770-III Bag.A
PPh dipotong (final pasal 4 ayat 2):10%xRp6.000.000 Rp600.000 1770-III Bag.A
4.g Penghasilan bruto (honorarium dari dana APBN) Rp10.000.000 1770-III Bag.A
PPh dipotong (final pasal 4 ayat 2):15%xRp10.000.000 Rp1.500.000 1770-III Bag.A
Penerima adalah PNS golongan IV, tarif 15%
4.h Penghasilan bruto (hadiah undian) Rp275.000.000 1770-III Bag.A
PPh dipotong (final pasal 4 ayat 2):25%xRp 275.000.000 Rp68.750.000 1770-III Bag.A
4.i Penghasilan bruto (honorarium tidak dari dana APBN) Rp18.000.000 1770-III Bag.A
PPh dipotong (Pasal 21):8%xRp18.000.000 Rp900.000 1770-I Bag.D No.4
4.j Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing Rp8.000.000 1770-II Bag.A
4.k Bagian laba dari CV (bukan objek pajak) Rp15.000.000 1770-I Bag.D No.6
5.a Angsuran bulanan dibayar sendiri (PPh Pasal 25): Rp84.000.000 1770 Bag. D
12xRp7.000.000 No.17 A
5.d Susunan Keluarga 1770-IV Bag.C
5.e Daftar harta akhir tahun 1770-IV Bag.A
5.f Daftar Kewajiban/Utang akhir tahun 1770-IV Bag.B
2 0 1 6

FORMULIR
1770 SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

TAHUN PAJAK
MEMPUNYAI PENGHASILAN :
• DARI USAHA/PEKERJAAN BEBAS YANG MENYELENGGARAKAN PEMBUKUAN
NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO 0 1 1 6 s.d
1 2 1 6
KEMENTERIAN KEUANGAN RI • DARI SATU ATAU LEBIH PEMBERI KERJA BL TH BL TH
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL X PEMBUKUAN PENCATATAN
• DARI PENGHASILAN LAIN
SPT PEMBETULAN KE - ……….
PERHATIAN
• SEBELUM MENGISI BACALAH BUKU PETUNJUK PENGISIAN
• ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK DENGAN TINTA HITAM
• BERI TANDA " X " DALAM (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

NPWP : 7 8 2 3 8 6 5 5 1 5 4 1 0 0 0
IDENTITAS

NAMA WAJIB PAJAK : O L I V A W I N A T A


JENIS USAHA/PEKERJAAN BEBAS : U S A H A D A G A N G KLU :

NO. TELEPON/FAKSIMILI : 0 2 7 4 5 6 7 8 9 0 / 0 2 7 4 5 6 6 7 7
PERUBAHAN DATA : LAMPIRAN TERSENDIRI TIDAK ADA

*) Pengisian kolom-kolom yang berisi nilai rupiah harus tanpa nilai desimal (contoh penulisan lihat buku petunjuk hal. 3) RUPIAH *)
1. PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI DARI USAHA DAN/ATAU PEKERJAAN BEBAS
1
[Diisi dari Formulir 1770 - I Halaman 1 Jumlah Bagian A atau Formulir 1770 - I Halaman 2 Jumlah Bagian B Kolom 5] 464.800.000
A. PENGHASILAN NETO

2. PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN


2
[Diisi dari Formulir 1770 - I Halaman 2 Jumlah Bagian C Kolom 5] 131.850.000
3. PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI LAINNYA
3
[Diisi dari Formulir 1770 - I Halaman 2 Jumlah Bagian D Kolom 3] 8.000.000
4. PENGHASILAN NETO LUAR NEGERI
4
[Apabila memiliki penghasilan dari luar negeri agar diisi dari Lampiran Tersendiri, lihat buku petunjuk] 50.000.000
5. JUMLAH PENGHASILAN NETO (1 + 2 + 3 + 4)
5
654.650.000
…………………………………………………………………………………………………………………………..
6. ZAKAT / SUMBANGAN KEAGAMAAN YANG BERSIFAT WAJIB
6
-
7. JUMLAH PENGHASILAN NETO SETELAH PENGURANGAN ZAKAT /SUMBANGAN KEAGAMAAN YANG
7
SIFATNYA WAJIB ( 5- 6) 654.650.000
8. KOMPENSASI KERUGIAN
8
B. PENGHASILAN

-
KENA PAJAK

9. JUMLAH PENGHASILAN NETO SETELAH KOMPENSASI KERUGIAN (7 - 8)


9
654.650.000
10. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK TK/ 0 K/ K/I/ PH/ HB/ 10 54.000.000
11. PENGHASILAN KENA PAJAK (9 -10)
11
600.650.000

12. PPh TERUTANG (TARIF PASAL 17 UU PPh X ANGKA 11)


12
TERUTANG

125.195.000
C. PPh

13. PENGEMBALIAN/PENGURANGAN PPh PASAL 24 YANG TELAH DIKREDITKAN


13
-
14. JUMLAH PPh TERUTANG ( 12 + 13)
14
125.195.000

15. PPh YANG DIPOTONG / DIPUNGUT OLEH PIHAK LAIN, PPh YANG DIBAYAR / DIPOTONG DI LUAR NEGERI
DAN PPh DITANGGUNG PEMERINTAH [Diisi dari formulir 1770 -II Jumlah Bagian A Kolom 7] 15
323.775.000
16. X a. PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI
(14-15) 16
D. KREDIT PAJAK

b. PPh YANG LEBIH DIPOTONG/DIPUNGUT 92.817.500


17. PPh YANG DIBAYAR SENDIRI a. PPh PASAL 25 BULANAN
17a
84.000.000
b. STP PPh PASAL 25 (HANYA POKOK PAJAK)
17b
-

18. JUMLAH KREDIT PAJAK (17a+17b)


18
84.000.000
E. PPh KURANG/ LEBIH

19. a. X PPh YANG KURANG DIBAYAR (PPh PASAL 29) TGL 1 5 0 3 1 7


(16-18) LUNAS 19
b. PPh YANG LEBIH DIBAYAR (PPh PASAL 28 A) tgl bln thn 8.817.500
BAYAR

20. PERMOHONAN : PPh Lebih Bayar pada 19.b mohon


a.
DIKEMBALIKAN DENGAN SKPPKP PASAL 17 C (WP
DIRESTITUSIKAN c. PATUH)
DIPERHITUNGKAN DENGAN DIKEMBALIKAN DENGAN SKPPKP PASAL 17 D (WP
b. UTANG PAJAK
d. TERTENTU

21. ANGSURAN PPh PASAL 25 TAHUN PAJAK BERIKUTNYA DIHITUNG SEBESAR


PAJAK BERIKUTNYA

21
F. ANGSURAN PPh

7.734.790
PASAL 25 TAHUN

DIHITUNG BERDASARKAN :

a. X 1/12 X JUMLAH PADA ANGKA 16 c. PERHITUNGAN DALAM LAMPIRAN TERSENDIRI

b. PERHITUNGAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PENGUSAHA TERTENTU

SELAIN FORMULIR 1770 - I SAMPAI DENGAN 1770 - IV (BAIK YANG DIISI MAUPUN YANG TIDAK DIISI) HARUS DILAMPIRKAN PULA :

a. SURAT KUASA KHUSUS (BILA DIKUASAKAN) g. PERHITUNGAN ANGSURAN PPh PASAL 25 TAHUN PAJAK BERIKUTNYA
G. LAMPIRAN

b. X SSP LEMBAR KE-3 PPh PASAL 29 h. FOTOKOPI TANDA BUKTI PEMBAYARAN FISKAL LUAR NEGERI (TBPFLN)

NERACA DAN LAP. LABA RUGI / REKAPITULASI BULANAN PEREDARAN BRUTO DAN/ATAU PENGHASILAN PERHITUNGAN PPh TERUTANG BAGI WAJIB PAJAK KAWIN PISAH HARTA
c. X LAIN DAN BIAYA i. DAN/ATAU MEMPUNYAI NPWP SENDIRI
DAFTAR JUMLAH PENGHASILAN DAN PEMBAYARAN PPh PASAL 25 (KHUSUS
d. PERHITUNGAN KOMPENSASI KERUGIAN FISKAL j. UNTUK ORANG PRIBADI PENGUSAHA TERTENTU)
X
BUKTI PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN OLEH PIHAK LAIN/DITANGGUNG PEMERINTAH DAN YANG .....................................................................................................................................
e. X DIBAYAR/DIPOTONG DI LUAR NEGERI k. .
.....................................................................................................................................
f. X FOTOKOPI FORMULIR 1721-A1 DAN/ATAU 1721-A2 (............LEMBAR) l. .

PERNYATAAN
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan TANDA TANGAN
bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.

WAJIB PAJAK KUASA TANGGAL: - -


X 2 6 0 3 2 0 1 7
NAMA LENGKAP : Olivia Winata
O L I V A W I N A T A
NPWP :
7 8 2 3 8 6 5 5 1 5 4 1 0 0 0
F.1.1.32.16
LAMPIRAN - I
HALAMAN 1
2 0 1 6

FORMULIR
SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

TAHUN PAJAK
1770 - I
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI DARI USAHA 0 1 1 6 s.d
1 2 1 6
DAN/ATAU PEKERJAAN BEBAS BAGI WAJIB PAJAK YANG
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK MENGGUNAKAN PEMBUKUAN BL TH BL TH

X PEMBUKUAN PENCATATAN

PERHATIAN:
• SEBELUM MENGISI BACALAH BUKU PETUNJUK PENGISIAN
• ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK DENGAN TINTA HITAM
• BERI TANDA " X " DALAM (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

NPWP : 7 8 2 3 8 6 5 5 1 5 4 1 0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK : O L I V A W I N A T A

BAGIAN A: PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI DARI USAHA DAN/ATAU PEKERJAAN BEBAS
(BAGI WAJIB PAJAK YANG MENGGUNAKAN PEMBUKUAN)

PEMBUKUAN / LAPORAN KEUANGAN : DIAUDIT OPINI AKUNTAN : TIDAK DIAUDIT

NAMA AKUNTAN PUBLIK :

:
NPWP AKUNTAN PUBLIK

NAMA KANTOR AKUNTAN PUBLIK :

:
NPWP KANTOR AKUNTAN PUBLIK
:
NAMA KONSULTAN PAJAK
:
NPWP KONSULTAN PAJAK
:
NAMA KANTOR KONSULTAN PAJAK
:
NPWP KANTOR KONSULTAN PAJAK

RUPIAH
1. PENGHASILAN DARI USAHA DAN/ATAU PEKERJAAN BEBAS BERDASARKAN
LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL :
a. PEREDARAN USAHA 1a
6.900.000.000.000
b. HARGA POKOK PENJUALAN 1b
6.200.000.000
c. LABA/RUGI BRUTO USAHA (1a - 1b)
1c
700.000.000
d. BIAYA USAHA 1d
251.400.000
e. PENGHASILAN NETO (1c - 1d)
1e
448.600.000

2. PENYESUAIAN FISKAL POSITIF


a. BIAYA YANG DIBEBANKAN/DIKELUARKAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI WAJIB PAJAK ATAU
2a
ORANG YANG MENJADI TANGGUNGANNYA 500.000
b. PREMI ASURANSI KESEHATAN, ASURANSI KECELAKAAN, ASURANSI JIWA, ASURANSI
DWIGUNA, DAN ASURANSI BEASISWA YANG DIBAYAR OLEH WAJIB PAJAK 2b
4.200.000
c. PENGGANTIAN ATAU IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN ATAU JASA YANG
2c
DIBERIKAN DALAM BENTUK NATURA ATAU KENIKMATAN 10.000.000
d. JUMLAH YANG MELEBIHI KEWAJARAN YANG DIBAYARKAN KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI
HUBUNGAN ISTIMEWA SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN YANG DILAKUKAN 2d

e. HARTA YANG DIHIBAHKAN, BANTUAN ATAU SUMBANGAN


2e
2.000.000
f. PAJAK PENGHASILAN
2f

g. GAJI YANG DIBAYARKAN KEPADA PEMILIK / ORANG YANG MENJADI TANGGUNGANNYA 2g

h. SANKSI ADMINISTRASI 2h

i. SELISIH PENYUSUTAN/AMORTISASI KOMERSIAL DIATAS PENYUSUTAN/ AMORTISASI


2i
FISKAL
j. BIAYA UNTUK MENDAPATKAN, MENAGIH DAN MEMELIHARA PENGHASILAN YANG DIKENAKAN
2j
PPh FINAL DAN PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK
k. PENYESUAIAN FISKAL POSITIF LAINNYA
2k

l. JUMLAH (2a s.d. 2k)


2l 16.700.000

3. PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF:


a. PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK
3a
OBJEK PAJAK TETAPI TERMASUK DALAM PEREDARAN USAHA
b. SELISIH PENYUSUTAN / AMORTISASI KOMERSIAL DI BAWAH PENYUSUTAN AMORTISASI
3b
FISKAL 500.000
c. PENYESUAIAN FISKAL NEGATIF LAINNYA
3c

d. JUMLAH (3a s.d. 3c) 3d 500.000

4 JUMLAH BAGIAN A (1e + 2l - 3d) 4 464.800.000


Pindahkan Jumlah Bagian A (angka 4) ke Formulir 1770 Angka 1
HALAMAN 2 LAMPIRAN - I
2 0 1 6
FORMULIR

TAHUN PAJAK
SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
1770 - I PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI YANG MENGGUNAKAN
• NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO 0 1 1 6 s.d
1 21 6
KEMENTERIAN KEUANGAN RI • PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN BL TH BL TH

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK • PENGHASILAN DALAM NEGERI LAINNYA X PEMBUKUAN PENCATATAN

PERHATIAN :
• SEBELUM MENGISI BACALAH BUKU PETUNJUK PENGISIAN
• ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK DENGAN TINTA HITAM
• BERI TANDA " X " DALAM (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

NPWP : 7 8 2 3 8 6 5 5 1 5 4 1 0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK : O L I V A W I N A T A

BAGIAN B: PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI DARI USAHA DAN/ATAU PEKERJAAN BEBAS
(BAGI WAJIB PAJAK YANG MENGGUNAKAN NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO )

PEREDARAN USAHA NORMA PENGHASILAN NETO


NO. JENIS USAHA
(Rupiah) (%) (Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)

1 DAGANG

2 INDUSTRI

3 JASA

4 PEKERJAAN BEBAS

5 USAHA LAINNYA

JUMLAH BAGIAN B JBB

Pindahkan Jumlah Bagian B Kolom (5) ke Formulir 1770 Angka 1

BAGIAN C : PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN


(TIDAK TERMASUK PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh BERSIFAT FINAL)
PENGURANGAN PENGHASILAN
NAMA DAN NPWP PENGHASILAN BRUTO PENGHASILAN NETO
NO. BRUTO/BIAYA
PEMBERI KERJA
(Rupiah) (Rupiah) (Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)
Dinas Kesehatan
1 122.000.000 8.150.000 113.850.000
00.222.111.3.541.000
RS Enggal Sehat
2 18.000.000 - 18.000.000
03.111.444.5.541.000

JUMLAH BAGIAN C JBC 131.850.000


Pindahkan Jumlah Bagian C Kolom (5) ke Formulir 1770 Angka 2

BAGIAN D : PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI LAINNYA


(TIDAK TERMASUK PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh BERSIFAT FINAL)
JUMLAH PENGHASILAN NETO
NO. JENIS PENGHASILAN
(Rupiah)
(1) (2) (3)

1 BUNGA

2 ROYALTI

3 SEWA

4 PENGHARGAAN DAN HADIAH

5 KEUNTUNGAN DARI PENJUALAN/PENGALIHAN HARTA

6 PENGHASILAN LAINNYA
8.000.000

JUMLAH BAGIAN D JBD


8.000.000
Pindahkan Jumlah Bagian D ke Formulir 1770 Angka 3

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI Halaman ke - dari halaman Lampiran -II
LAMPIRAN - II
2 0 1 6
FORMULIR

TAHUN PAJAK
1770 - II SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
DAFTAR PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh OLEH PIHAK LAIN, 0 1 1 6 s.d
1 21 6
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
PPh YANG DIBAYAR/DIPOTONG DI LUAR NEGERI DAN BL TH BL TH

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK


PPh DITANGGUNG PEMERINTAH
X PEMBUKUAN PENCATATAN

PERHATIAN :
• SEBELUM MENGISI BACALAH BUKU PETUNJUK PENGISIAN
• ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK DENGAN TINTA HITAM
• BERI TANDA " X " DALAM (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

NPWP : 7 8 2 3 8 6 5 5 1 5 4 1 0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK : O L I V A W I N A T A

BAGIAN A : DAFTAR PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh OLEH PIHAK LAIN, PPh YANG DIBAYAR / DIPOTONG DI LUAR NEGERI DAN PPh
DITANGGUNG PEMERINTAH

NAMA NPWP BUKTI JUMLAH PPh YANG DIPOTONG /


PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN JENIS PAJAK : PPh PASAL
NO PEMOTONG/PEMUNGUT PEMOTONG/PEMUNGUT DIPUNGUT
21/ 22/23/24/26/DTP *)
PAJAK PAJAK (Rupiah)
NOMOR TANGGAL
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Dinas Kesehatan Yogyakarta 00.222.111.3.541.000 1.2.12.14.0000101 20.01.2016 PPh Pasal 21

3.977.500

2 RSUD Senopati 00.333.111.4.541.000 SSP 20.08.2016 PPh Pasal 22

22.500.000

3 Andromon, Inc - - 20.07.2016 PPh Pasal 24

5.000.000

4 RS Enggal Sehat 03.111.444.5.541.000 21/Ps21/10/2016 10.10.2016 PPh Pasal 21

900.000

10

11

12

13

14

15
dst

JUMLAH BAGIAN A JBA 32.377.500

Pindahkan Jumlah Bagian A Kolom 7 ke Formulir 1770 Angka 15

*) - DTP = PPh Ditanggung Pemerintah


- Kolom (6) diisi dengan pilihan sebagai berikut : 21 / 22 / 23 / 24 /26/ DTP (Contoh : ditulis 21, 22, 23, 24, 26, DTP)
- Jika terdapat kredit pajak PPh Pasal 24, maka jumlah yang diisi adalah maksimum yang dapat dikreditkan sesuai lampiran tersendiri
(lihat buku petunjuk tentang Lampiran II Bagian A dan Induk SPT angka 4)

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI Halaman ke - dari halaman Lampiran-II
LAMPIRAN - III
2 0 1 6
FORMULIR
1770 - III

TAHUN PAJAK
SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL DAN/ATAU BERSIFAT
• FINAL 0116 s.d
12 1 6
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
• PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK BL TH BL TH

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK


• PENGHASILAN ISTERI YANG DIKENAKAN PAJAK SECARA TERPISAH X PEMBUKUAN PENCATATAN

PERHATIAN :
• SEBELUM MENGISI BACALAH BUKU PETUNJUK PENGISIAN
• ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK DENGAN TINTA HITAM
• BERI TANDA " X " DALAM (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

NPWP : 7 8 2 3 8 6 5 5 1 5 4 1 0 0 0
NAMA WAJIB PAJAK : O L I V A W I N A T A

BAGIAN A : PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL

DASAR PENGENAAN PPh TERUTANG


NO JENIS PENGHASILAN
PAJAK/PENGHASILAN BRUTO (Rupiah)
(1) (2) (3) (4)

BUNGA DEPOSITO, TABUNGAN, DISKONTO SBI, SURAT BERHARGA


1.
NEGARA
12.000.000 2.400.000
2. BUNGA/DISKONTO OBLIGASI

3. PENJUALAN SAHAM DI BURSA EFEK

275.000.000 68.750.000
4. HADIAH UNDIAN

PESANGON, TUNJANGAN HARI TUA DAN TEBUSAN


5.
PENSIUN YANG DIBAYAR SEKALIGUS

10.000.000 1.500.000
6. HONORARIUM ATAS BEBAN APBN / APBD

7. PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN

BANGUNAN YANG DITERIMA DALAM RANGKA BANGUNAN GUNA


8.
SERAH

6.000.000 600.000
9. SEWA ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN

10. USAHA JASA KONSTRUKSI

11. PENYALUR/DEALER/AGEN PRODUK BBM

BUNGA SIMPANAN YANG DIBAYARKAN OLEH KOPERASI


12.
KEPADA ANGGOTA KOPERASI

13. PENGHASILAN DARI TRANSAKSI DERIVATIF

20.000.000 2.000.000
14. DIVIDEN

15. PENGHASILAN ISTRI DARI SATU PEMBERI KERJA

PENGHASILAN LAIN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL


16.
DAN/ATAU BERSIFAT FINAL

75.250.000
17. JUMLAH (1 s.d. 16)

BAGIAN B : PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK


PENGHASILAN BRUTO
NO SUMBER/JENIS PENGHASILAN
(Rupiah)
(1) (2) (3)

1. BANTUAN / SUMBANGAN / HIBAH

15.000.000
2. WARISAN

BAGIAN LABA ANGGOTA PERSEROAN KOMANDITER TIDAK ATAS SAHAM, PERSEKUTUAN,


3.
PERKUMPULAN, FIRMA, KONGSI

4. KLAIM ASURANSI KESEHATAN, KECELAKAAN, JIWA, DWIGUNA, BEASISWA

5. BEASISWA

6. PENGHASILAN LAIN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

JUMLAH BAGIAN B JBB 15.000.000

BAGIAN C : PENGHASILAN ISTERI YANG DIKENAKAN PAJAK SECARA TERPISAH


(Rupiah)

PENGHASILAN NETO ISTERI YANG DIKENAKAN PAJAK SECARA TERPISAH


FORMULIR
LAMPIRAN - IV
1770 - IV SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI 2 0 1 6

TAHUN PAJAK
• HARTA PADA AKHIR TAHUN 0 1 1 6 s.d
1 216
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• KEWAJIBAN/UTANG PADA AKHIR TAHUN BL TH BL TH

• DAFTAR SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA X PEMBUKUAN PENCATATAN

PERHATIAN
• SEBELUM MENGISI BACALAH BUKU PETUNJUK PENGISIAN
• ISI DENGAN HURUF CETAK / DIKETIK DENGAN TINTA HITAM
• BERI TANDA " X " DALAM (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

NPWP : 7 8 2 3 8 6 5 5 1 5 4 1 0 0 0
NAMA WAJIB PAJAK : O L I V A W I N A T A

BAGIAN A : HARTA PADA AKHIR TAHUN

HARGA PEROLEHAN
NO. JENIS HARTA TAHUN PEROLEHAN KETERANGAN
(Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)
Kemdaraan (Mobil Kijang) 2012 125.000.000 No Pol : AB 1210 E
1
Tanah dan bangunan (Luas 150 M2) 2003 200.000.000 NPOP : 34.04.060.004.040-0368.0
2
Tanah (Luas 225 M2) 2013 225.000.000 NPOP : 34.04.060.004.025-0078.0
3
Deposito (BIN) 2015 200.000.000 -
4

9
10
dst
750.000.000
JUMLAH BAGIAN A JBA

BAGIAN B : KEWAJIBAN/UTANG PADA AKHIR TAHUN

TAHUN JUMLAH
NO. NAMA PEMBERI PINJAMAN ALAMAT PEMBERI PINJAMAN
PEMINJAMAN (Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)
PT Nuti Farma
1 155.000.000
JL. Dipenogoro 12, Surabaya 2015
PT Kaya Farma
2 Jl. Panembahan 124, Surakarta 215.000.000
2015
Koperasi Menuju Makmur
3 Jl. Akasia 200, Yogyakarta 30.000.000
2015

9
10
dst
JUMLAH BAGIAN B JBB 400.000.000

BAGIAN C : DAFTAR SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA

NO. NAMA ANGGOTA KELUARGA TANGGAL LAHIR HUBUNGAN KELUARGA PEKERJAAN

(1) (2) (3) (4) (5)

4
5
dst

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI Halaman ke- dari halaman Lampiran-IV
SURAT SETORAN PAJAK
LEMBAR 1
(SSP)
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Untuk Arsip WP

NPWP : 7 8 . 2 3 8 . 6 5 5 . 1 - 5 4 1 . 0 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
NAMA WP : OLIVIA WINATA
ALAMAT : JL. LOJAJAR NO. 28
YOGYAKARTA

MAP/Kode Jenis Pajak Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran

4 1 1 1 2 5 1 0 0
Pembayaran PPh Pasal 25 OrangPribadi Masa Pajak Januari 2015

Februari Feb ©JOHAR ARIFIN, 2005

Jan Feb Mar Apr Mei Masa


Jun Pajak
Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun

X
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
2 0 1 7
Diisi tahun terutangnya
Beri tanda silang pada salah satu kolom untuk masa yang berkenaan pajak

Nomor Ketetapan / / / /
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT

Jumlah Pembayaran Terbilang :


Diisi dengan rupiah penuh Tujuh Juta Rupiah

Rp 7.000.000,00

Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Wajib Pajak/Penyetor


Tanggal Yogyakarta tgl 15 Februari 2017
Cap dan tanda tangan Cap dan tanda tangan

Nama Jelas : Nama Jelas : Olivia Winata

Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran

Diisi sesuai buku petunjuk pengisian


SURAT SETORAN PAJAK
LEMBAR 1
(SSP)
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Untuk Arsip WP

NPWP : 7 8 . 2 3 8 . 6 5 5 . 1 - 5 4 1 . 0 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
NAMA WP : OLIVIA WINATA
ALAMAT : JL. LOJAJAR NO. 28
YOGYAKARTA

MAP/Kode Jenis Pajak Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran

4 1 1 1 2 5 1 0 0 Pembayaran PPh yang kuran dibayar yang tercantum dalam SPT


Tahunan PPh Orang Pribadi
Februari Feb ©JOHAR ARIFIN, 2005

Jan Feb Mar Apr Mei Masa


Jun Pajak
Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
2 0 1 6
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
Diisi tahun terutangnya
Beri tanda silang pada salah satu kolom untuk masa yang berkenaan pajak

Nomor Ketetapan / / / /
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT

Jumlah Pembayaran Terbilang :


Diisi dengan rupiah penuh Delapan juta delapan ratus tujuh belas ribbu lima ratus rupiah

Rp 8.817.500,00

Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Wajib Pajak/Penyetor


Tanggal Yogyakarta tgl 15 Maret 2017
Cap dan tanda tangan Cap dan tanda tangan

Nama Jelas : Nama Jelas : Olivia Winata

Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran

Diisi sesuai buku petunjuk pengisian


SURAT SETORAN PAJAK
LEMBAR 1
(SSP)
KEMENTERIAN KEUANGAN R.I.
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Untuk Arsip WP

NPWP : 7 8 . 2 3 8 . 6 5 5 . 1 - 5 4 1 . 0 0 0
Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki
NAMA WP : OLIVIA WINATA
ALAMAT : JL. LOJAJAR NO. 28
YOGYAKARTA

MAP/Kode Jenis Pajak Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran

4 1 1 1 2 5 1 0 0
Pembayaran PPh Pasal 25 OrangPribadi Masa Pajak Maret 2015

Februari Feb ©JOHAR ARIFIN, 2005

Jan Feb Mar Apr Mei Masa


Jun Pajak
Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun

Jan Feb X
Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
2 0 1 7
Diisi tahun terutangnya
Beri tanda silang pada salah satu kolom untuk masa yang berkenaan pajak

Nomor Ketetapan / / / /
Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT

Jumlah Pembayaran Terbilang :


Tujuh juta tujuh ratus tiga puluh empat ribu tujuh ratus sembilan
Diisi dengan rupiah penuh
puluh rupiah
Rp 7.734.790,00

Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Wajib Pajak/Penyetor


Tanggal Yogyakarta tgl 10 April 2017
Cap dan tanda tangan Cap dan tanda tangan

Nama Jelas : Nama Jelas : Olivia Winata

Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran

Diisi sesuai buku petunjuk pengisian


Kasus 2. PENGISIAN SPT TAHUNAN PPh Wajib Pajak Orang Pribadi 1770S

SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi (formulir 1770S) digunakan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang
mempunyai penghasilan selain dari usaha da/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto lebih dari
Rp60.000.000 (Enam Juta Rupiah) setahun. Penghasilan bruto yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan selain
penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas. Penghasilan dari pekerjaan dapat bersumber dari satu atau lebih
pemberi kerja. Wajib Pajak menerima penghasilan lain di dalam negeri di luar usaha selain dari pekerjaan bersifat
final maupun tidak final. SPT Formulir 1770 S terdiri atas:

1. Induk SPT (1770S )


2. Lampiran I (1770 S-I) berisi penghasilan neto dalam negeri lainnya, penghasilan tidak termasuk objek
pajak, daftar pemotongan/pemungutan PPh oleh pihak lain, dan PPh yang ditanggung pemerintah
3. Lampiran II (1770 S-II) berisi penghasilan yang dikenakan PPh bersifat final, daftar harta pada akhir
tahun, daftar kewajiban/utang pada akhir tahun, dan susunan keluarga awal tahun pajak.

Contoh :

Riski Yogananta adalah Wajib Pajak dalam negeri dengan NPWP:68.609.321.2.618.000, beralamat di Jl.
Wonokromo Nomor 70 Surabaya. Penghasilan, harta, kewajiban, dan informasi lain tahun 2016 sebagai berikut.

1. Penghasilan
a) Penghasilan berupa gaji (sebagai pegawai tetap pada PT Hakim Perdana) beserta pajak yang dipotong
terdapat formulir 1721-A1 Terlampir
b) Penghasilan berupa penghargaan keikutsertaan dalam suatu kegiatan beserta pajak yang dipotong
terdapat bukti pemotongan terlampir
c) Penghasilan berupa dividen beserta pajak yang dipotong terdapat pada bukti pemotongan pajak
terlampir
d) Penghasilan berupa bunga simpanan dikoperasi besera pajak yang dipotong terdapat pada bukti
pemotongan pajak (terlampir)
e) Penghasilan berupa royalty beserta pajak yang dipotong terdapat pada bukti pemotongan pajak
(terlampir)
f) Penghasilan berups beasiswa pendidikan dari tempat kerja disertai dengan surat penugasan studi lanjut
sebesar Rp72.000.000 setahun
2. Harta dan Kewajiban:
a) Tanah tempat tinggal seluas 500 meter persegi dengan harga Rp500.000 per meter persegi diperoleh
pada 2002 merupakan pembagian warisan dari orang tua.
b) Rumah tempat tinggal dibangun pada 2014 dengan nilai bangunan Rp210.000.000.
c) Tabungan dikoperasi Bank pada 2015 sebesar Rp50.000.000

d) Kendaraan roda empat(Honda jazz) dibeli tahun 2015 sebesar Rp200.000.000


e) Pinjaman di Bank BPD pada 2015 sebesar Rp120.000.000
3. Lain-lain
Rizka Yogananta mempunyai istri dan 1 anak kandung yang lahir pada 4 Maret 2015

Perpajakan II Page 11
Penjelasan pengisian 1770 S

Meghitung PPh kurang atau lebih bayar

Penghasilan neto : Rp 97.350.000

1. Dari Pekerjaan
2. Dari dalam negeri lainnya
 Hadiah Penghargaan Rp 5.000.000
 Royalti Rp 28.000.000
Rp 33.000.000

Total Penghasilan neto Rp130.350.000

PTKP (K/1) Rp 63.000.000 (-)

Penghasilan Kena Pajak Rp 67.350.000

PPh yang terutang:

 5%xRp50.000.000 Rp 2.500.000
 15%xRp17.350.000 Rp 2.602.500

Rp 5.102.500

PPh yang telah dibayar melalui pemotongan pihak lain

 PPh pasal 21 atas gaji Rp 1.717.500


 PPh pasal 21 atas penghargaan Rp 250.000
 PPh pasal 23 atas royalti Rp 4.200.000

PPh lebih bayar Rp 6.167.500 (-)

Rp 1.065.000

Perpajakan II Page 12
area staples

BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN


PASAL 21 BAGI PEGAWAI TETAP ATAU
PENERIMA PENSIUN ATAU TUNJANGAN HARI FORMULIR 1721 - A1
TUA/JAMINAN HARI TUA BERKALA Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong

MASA PEROLEHAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI PENGHASILAN [mm - mm]

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK NOMOR : H.01 1. 1 - 12 . 16 - 0000075 H.02 01 - 12

NPWP
PEMOTONG : H.03 01.229.109.2 - 618 . 000

NAMA
PEMOTONG : H.04 PT Hakim Perdana

A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG

1. NPWP : - 618 . 000 6. STATUS /JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP


A.01 68.609.321.2

2. NIK/NO. K/ 1 TK / HB /
PASPOR : A.02 - A.07 A.08 A.09

3. NAMA : A.03 Riski Yogananta 7. NAMA JABATAN : A.10

4. ALAMAT : 8. KARYAWAN ASING : YA


A.04 Jl. Wonokromo No. 70 A.11

Surabaya 9. KODE NEGARA DOMISILI : A.12

5. JENIS KELAMIN : A.05 x LAKI-LAKI A.06 PEREMPUAN

B. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21


URAIAN JUMLAH (Rp)

KODE OBJEK PAJAK : x 21-100-01 21-100-02

PENGHASILAN BRUTO :

1. GAJI/PENSIUN ATAU THT/JHT 60.000.000

2. TUNJANGAN PPh -

3. TUNJANGAN LAINNYA, UANG LEMBUR DAN SEBAGAINYA 28.400.000

4. HONORARIUM DAN IMBALAN LAIN SEJENISNYA 10.000.000

5. PREMI ASURANSI YANG DIBAYAR PEMBERI KERJA 600.000

6. PENERIMAAN DALAM BENTUK NATURA DAN KENIKMATAN LAINNYA YANG DIKENAKAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 -

7. TANTIEM, BONUS, GRATIFIKASI, JASA PRODUKSI DAN THR 5.000.000

8. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (1 S.D.7) 104.000.000

PENGURANGAN :

9. BIAYA JABATAN/ BIAYA PENSIUN 5.200.000

10. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT/JHT 1.450.000

11. JUMLAH PENGURANGAN (9 S.D 10)


6.650.000
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :

12. JUMLAH PENGHASILAN NETO (8-11) 97.350.000

13. PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA -

14. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN) 973.500.000

15. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 63.000.000

16. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN (14 - 15) 34.350.000

17. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 1.717.500

18. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA -

19. PPh PASAL 21 TERUTANG 1.717.500

20. PPh PASAL 21 DAN PPh PASAL 26 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 1.717.500

C. IDENTITAS PEMOTONG

1. NPWP : C.01 76.222.555.8 - 618 . 000 3. TANGGAL & TANDA TANGAN

PT HP
2. NAMA : C.02 Aris Munawar C.03 10 - 01 - 2017
[dd - mm - yyyy]
area staples

BUKTI PEMOTONGAN PAJAK


PENGHASILAN PASAL 21 (TIDAK FINAL)
FORMULIR 1721 - VI
ATAU PASAL 26 Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong

KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK NOMOR : 1 . 3 - 07 . 16 - 0000023
H.01

A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG

1. NPWP : A.01 68.609.321.2 - 618 . 000 2. NIK / NO. PASPOR : A.02

2. NAMA : A.03 RISKI YOGANANTA

3. ALAMAT : A.04 JL. WONOKROMO NO.70


SURABAYA

5. WAJIB PAJAK LUAR NEGERI : A.05 YA 6. KODE NEGARA DOMISILI : A.06

B. PPh PASAL 21 DAN/ATAU PASAL 26 YANG DIPOTONG


JUMLAH DASAR PENGENAAN TARIF LEBIH
TINGGI 20% TARIF PPh DIPOTONG
KODE OBJEK PAJAK PENGHASILAN BRUTO PAJAK (TIDAK BER- (%) (RP)
(Rp) (Rp) NPWP)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

21 - 100 - 13 5.000.000 5.000.000 5 250.000

C. IDENTITAS PEMOTONG

1. NPWP : C.01 58.555.111.7 - 618 . 000 3. TANGGAL & TANDA TANGAN


UP
2. NAMA : C.02 Maharata C.03 25 - 07 - 2016
Maharata
[dd - mm - yyyy]

KODE OBJEK PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 (TIDAK FINAL) ATAU PASAL 26

PPh PASAL 21 TIDAK FINAL


1. 21-100-03 Upah Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas
2. 21-100-04 Imbalan Kepada Distributor Multi Level Marketing (MLM)
3. 21-100-05 Imbalan Kepada Petugas Dinas Luar Asuransi
4. 21-100-06 Imbalan Kepada Penjaja Barang Dagangan
5. 21-100-07 Imbalan Kepada Tenaga Ahli
6. 21-100-08 Imbalan Kepada Bukan Pegawai yang Menerima Penghasilan yang Bersifat Berkesinambungan
7. 21-100-09 Imbalan Kepada Bukan Pegawai yang Menerima Pengasilan yang Tidak Bersifat Berkesinambungan
8. 21-100-10 Honorarium atau Imbalan Kepada Anggota Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas yang tidak Merangkap sebagai Pegawai
Tetap
9. 21-100-11 Jasa Produksi, Tantiem, Bonus atau imbalan Kepada Mantan Pegawai
10. 21-100-12 Penarikan Dana Pensiun oleh Pegawai
11. 21-100-13 Imbalan Kepada Peserta Kegiatan
12. 21-100-99 Objek PPh Pasal 21 Tidak Final Lainnya

PPh PASAL 26
1. 27-100-99 Imbalan Sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiatan, hadiah dan penghargaan, pensiun dan pembayaran berkala lainnya
yang dipotong PPh Pasal 26
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
KPP PRATAMA SURABAYA (1)

BUKTI PEMOTONGAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)


ATAS DIVIDEN YANG DITERIMA ATAU DIPEROLEH
WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI
Nomor : 120/PPh Ps.4 (2)/10/2016 (2)

NPWP : 6 8 - 6 0 9 - 3 2 1 - 2 - 6 1 8 - 0 0 0 (3)

Nama : R I S K I Y O G A N A N T A

Alamat : J L W O N O K R O M O 7 0 S U R A B A Y A

Jumlah Bruto Dividen Tarif PPh yang Dipotong


(Rp) (%) (Rp)
(1) (2) (3)

10.000.000 10% 1.000.000

Terbilang : ……………………………..………………………...………………………………………………….……………………
Satu juta Rupiah

Surabaya, 20 Oktober 2016


Pemotong Pajak (5)

NPWP : 0 2 - 1 9 9 - 2 9 9 - 8 - 6 1 8 - 0 0 0

Nama : P T K A H Y A N G A N

Perhatian : Tanda Tangan, Nama dan Cap


1. Jumlah Pajak Penghasilan atas
Penghasilan dari dividen yang diterima
atau diperoleh WP Orang Pribadi Dalam
Negeri bukan merupakan kredit pajak
PT KAHYANGAN
dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah Melisa Putri
......................................... (6)
apabila diisi dengan lengkap dan benar.

F.1.1.33.21
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
KPP Pratama Surabaya (1)

BUKTI PEMOTONGAN PPh FINAL PASAL 4 AYAT (2)


ATAS BUNGA SIMPANAN YANG DIBAYARKAN OLEH KOPERASI
KEPADA ANGGOTA KOPERASI ORANG PRIBADI
Nomor :120/PPh Ps.4 (2)/03/2016 (2)

NPWP : 6 8 - 6 0 9 - 3 2 1 - 2 - 6 1 8 - 0 0 0 (3)

Nama : R I S K I Y O G A N A N T A

Alamat : J L W O N O K R O M O 7 0 S U R A B A Y A

Jumlah Bruto Bunga Simpanan Tarif PPh yang Dipotong


(Rp) (%) (Rp)
(1) (2) (3)
6.000.000 10% 600.000

Terbilang : Enam Ratus Ribu Rupiah

Surabaya, 10 Maret 2016


Pemotong Pajak (5)

NPWP : 0 1 - 1 0 0 - 2 0 0 - 2 - 6 1 6 - 0 0 0

Nama : K o p e r a s i M a k m u r J a y a

Perhatian : Tanda Tangan, Nama dan Cap


1. Jumlah Pajak Penghasilan atas
Penghasilan dari Bunga Simpanan yang
dibayarkan oleh koperasi kepada anggota
koperasi Orang Pribadi bukan merupakan
MJ
kredit pajak dalam SPT Tahunan PPh.
2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah Akmal
............................
apabila diisi dengan lengkap dan benar.

F.1.1.33.19
Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak
Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak
Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KANTOR PELAYANAN PAJAK
KPP Pratama Surabaya

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23


Nomor : …10/PPh 23/10/2016

NPWP : 6 8 - 6 0 9 - 3 2 1 - 2 - 6 1 8 - 0 0 0

Nama : R I S K I Y O G A N A N T A

Alamat : J L W O N O K R O M O 7 0 S U R A B A Y A

Tarif Lebih
Jumlah Penghasilan Tarif PPh yang Dipotong
No. Jenis Penghasilan Tinggi 100%
Bruto (Rp) (Tdk ber-NPWP) (%) (Rp)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1. Dividen *) 15%
2. Bunga **) 15%
3. Royalti 28.000.000 15% 4.200.000
4. Hadiah dan penghargaan 15%
5. Sewa dan Penghasilan lain
sehubungan dengan
penggunaan harta ***) 2%
6. Jasa Teknik, Jasa Manajemen,
Jasa Konsultansi dan Jasa Lain
sesuai PMK-244/PMK.03/2008:
a. Jasa Teknik 2%
b. Jasa Manajemen 2%
c. Jasa Konsultan 2%
d. Jasa lain :
1) ………………………… 2%
2) ………………………… 2%
3) ………………………… 2%
4) ………………………… 2%
5) ………………………… 2%
6) ………………………… 2%
****)
JUMLAH 4.200.000
Terbilang : …EMPAT JUTA DUA RATUS RIBU RUPIAH………………

Perhatian :
1. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 Surabaya, 25 Oktober 2016
yang dipotong di atas merupakan
angsuran atas Pajak Penghasilan yang Pemotong Pajak (5)

terutang untuk tahun pajak yang


bersangkutan. Simpanlah bukti NPWP : 0 1 - 5 0 0 - 8 0 0 - 6 - 6 1 8 - 0 0 0
pemotongan ini baik-baik untuk
diperhitungkan sebagai kredit pajak Nama : P T . M A H A R D I K A
2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah
apabila diisi dengan lengkap dan
benar. Tanda Tangan, Nama dan Cap

*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi dalam negeri.


PT. MHDK
**) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi
kepada anggota WP Orang Pribadi. Herliana
***) Kecuali sewa tanah dan bangunan.
****) Apabila kurang harap diisi sendiri.

F.1.1.33.06
SPT TAHUNAN
1770 S 2 0 1 6

TAHUN PAJAK
FORMULIR
PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
MEMPUNYAI PENGHASILAN :
KEMENTERIAN KEUANGAN RI • DARI SATU ATAU LEBIH PEMBERI KERJA SPT PEMBETULAN KE - …
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK • DALAM NEGERI LAINNYA
• YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL
PERHATIAN • SEBELUM MENGISI BACA DAHULU BUKU PETUNJUK PENGISIAN • ISI DENGAN HURUF CETAK /DIKETIK DENGAN TINTA HITAM • BERI TANDA "X" PADA (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI

NPWP : 6 8 6 0 9 3 2 1 2 5 1 8 0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK : R I S K I Y O G A N A N T A


IDENTITAS

PEKERJAAN : P E G A W A I S W A S T A KLU :

NO. TELEPON : 0 3 1 - 5 8 6 7 1 3 1 NO. FAKS : -

PERUBAHAN DATA : LAMPIRAN TERSENDIRI TIDAK ADA

*) Pengisian kolom-kolom yang berisi nilai rupiah harus tanpa nilai desimal (contoh penulisan lihat buku petunjuk hal. 3) RUPIAH *)
1 PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN …….……………………………………………..
1
[Diisi akumulasi jumlah penghasilan neto pada setiap Formulir 1721-A1 dan/atau 1721-A2 angka 14 yang dilampirkan atau Bukti Potong Lain] 97.350.000
2 PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI LAINNYA ………………………………………………………………………………………………………………………….
A. PENGHASILAN NETO

2
[Diisi sesuai dengan Formulir 1770 S-I Jumlah Bagian A ] 33.000.000
3 PENGHASILAN NETO LUAR NEGERI ………………………………………………………………………………………………………………………….
3
[Apabila memiliki penghasilan dari luar negeri agar diisi dari Lampiran Tersendiri, lihat buku petunjuk] -
4 JUMLAH PENGHASILAN NETO (1+2+3) ……………………………………………………………………………………… 4
130.350.000
5 ZAKAT/SUMBANGAN KEAGAMAAN YANG SIFATNYA WAJIB ……………………………………………………………………………
5
## -
6 JUMLAH PENGHASILAN NETO SETELAH PENGURANGAN ZAKAT /SUMBANGAN KEAGAMAAN ………………………………………………………………………………………
6
YANG SIFATNYA WAJIB (4-5) 130.350.000
B.PENGHASILAN
KENA PAJAK

7 PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK TK/ K/ 1 K/I/ PH/ HB/ 7


63.000.000
8 PENGHASILAN KENA PAJAK (6-7) ……………………………………………………………………………………………. 8
67.350.000
C. PPh TERUTANG

9 PPh TERUTANG (TARIF PASAL 17 UU PPh x ANGKA 8) …………………………………………………………………… 9


5.102.500
10 PENGEMBALIAN / PENGURANGAN PPh PASAL 24 YANG TELAH DIKREDITKAN ………………………………………
10
-
11 JUMLAH PPh TERUTANG (9+10) …………………………………………………………………………………………… 11
5.102.500

12 PPh YANG DIPOTONG/DIPUNGUT PIHAK LAIN/DITANGGUNG PEMERINTAH DAN/ATAU KREDIT PAJAK LUAR 12
NEGERI DAN/ATAU TERUTANG DI LUAR NEGERI [Diisi dari Formulir 1770 S-I Jumlah Bagian C Kolom (7)] 6.167.500

13 a. PPh YANG HARUS DIBAYAR SENDIRI


(11-12) …………………………………………………….. 13
D. KREDIT PAJAK

b. PPh YANG LEBIH DIPOTONG/DIPUNGUT 1.065.000

14 PPh YANG DIBAYAR SENDIRI a. PPh PASAL 25 ……………………………………………………………………


………………………………………………………………………
14a
-
b. STP PPh Pasal 25 (Hanya Pokok Pajak) ………………………………………………………
14b
-

15 JUMLAH KREDIT PAJAK (14a + 14b ) …………………………………………………………………………………………


15
-
TGL LUNAS
E. PPh KURANG/LEBIH BAYAR

16 a. PPh YANG KURANG DIBAYAR (PPh PASAL 29)


(13-15) 16
b. PPh YANG LEBIH DIBAYAR (PPh PASAL 28 A) TGL BLN THN
X 1.065.000

17 PERMOHONAN : PPh Lebih Bayar pada 16b mohon :


a. DIRESTITUSIKAN c. DIKEMBALIKAN DENGAN SKPPKP PASAL 17 C (WP PATUH)

b. DIPERHITUNGKAN DENGAN d. DIKEMBALIKAN DENGAN SKKPP PASAL 17 D (WP TERTENTU)


UTANG PAJAK
PAJAK BERIKUTNYA
F. ANGSURAN PPh
PASAL 25 TAHUN

18 ANGSURAN PPh PASAL 25 TAHUN PAJAK BERIKUTNYA 18


……………………………………………………………………………………………………………………..
SEBESAR
DIHITUNG BERDASARKAN :
a. 1/12 x JUMLAH PADA ANGKA 13
b. PENGHITUNGAN DALAM LAMPIRAN TERSENDIRI
Perhitungan PPh Terutang Bagi Wajib Pajak Kawin Pisah Harta dan/atau
Fotokopi Formulir 1721-A1 atau 1721-A2 atau Bukti Potong PPh Pasal 21
G. LAMPIRAN

a. X
X d. Mempunyai NPWP Sendiri
b. X Surat Setoran Pajak Lembar Ke-3 PPh Pasal 29 e. …………………………………………………………..

c. Surat Kuasa Khusus (Bila dikuasakan)

PERNYATAAN
Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan TANDA TANGAN
perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa yang telah beritahukan diatas beserta lampiran-lampirannya
adalah benar, lengkap dan jelas.

WAJIB PAJAK KUASA TANGGAL

Riski Y
X 3 0 0 3 2 0 1 7
TGL BLN THN

NAMA LENGKAP : R I S K I Y O G A N A N T A

NPWP : 6 8 6 0 9 3 2 1 2 5 1 8 0 0 0
F.1.1.32.18
LAMPIRAN - I

TAHUN PAJAK
FORMULIR 1770 S - I •
SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI LAINNYA 2 0 1 6
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
• PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK
DAFTAR PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh OLEH PIHAK LAIN DAN PPh YANG DITANGGUNG
• PEMERINTAH

NPWP : 6 8 6 0 9 3 2 1 2 5 1 8 0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK : R I S K I Y O G A N A N T A

BAGIAN A : PENGHASILAN NETO DALAM NEGERI LAINNYA


(TIDAK TERMASUK PENGHASILAN DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL)

JUMLAH PENGHASILAN
NO. JENIS PENGHASILAN
(Rupiah)
(1) (2) (3)

1. BUNGA

2. ROYALTI 28.000.000

3. SEWA

4. PENGHARGAAN DAN HADIAH 5.000.000

5. KEUNTUNGAN DARI PENJUALAN/PENGALIHAN HARTA

6. PENGHASILAN LAINNYA

JUMLAH BAGIAN A JBA 33.000.000


Pindahkan Jumlah Bagian A ke Formulir Induk 1770 S Bagian A
angka (2)
BAGIAN B : PENGHASILAN YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

JUMLAH PENGHASILAN
NO. JENIS PENGHASILAN
(Rupiah)
(1) (2) (3)

1. BANTUAN/SUMBANGAN/HIBAH

2. WARISAN

3. BAGIAN LABA ANGGOTA PERSEROAN KOMANDITER TIDAK ATAS SAHAM,


PERSEKUTUAN, PERKUMPULAN, FIRMA, KONGSI

4. KLAIM ASURANSI KESEHATAN, KECELAKAAN, JIWA, DWIGUNA, BEASISWA

5. BEASISWA 72.000.000

6. PENGHASILAN LAINNYA YANG TIDAK TERMASUK OBJEK PAJAK

JUMLAH BAGIAN B JBB 72.000.000

BAGIAN C : DAFTAR PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN PPh OLEH PIHAK LAIN DAN PPh YANG DITANGGUNG PEMERINTAH

NAMA PEMOTONG/ NPWP PEMOTONG/ BUKTI PEMOTONGAN/ JENIS PAJAK : JUMLAH PPh YANG
NO PEMUNGUTAN PPh PASAL 21/
PEMUNGUT PAJAK PEMUNGUT PAJAK DIPOTONG / DIPUNGUT
NOMOR TANGGAL 22/23/24/26/DTP*
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. 1.1.12.16.000007
PT Hakim Perdana 01.229.109.2.618.000 5 10.01.2017 PPh PASAL 21 1.717.500

2.
PT Mahardika 01.500.800.6.618.000 10/Ps23/10/2016 25.10.2016 PPH PASAL 23 4.200.000

3. 1.3.07.16.000002
PT Maharata 58.555.111.7.618.000 3 25.07.2016 PPH PASAL 21 250.000

4.

5.
dst

JUMLAH BAGIAN C JBC


6.167.500
Pindahkan Jumlah Bagian C ke Formulir
Catatan : Induk 1770 S Bagian D angka 12
*) - DTP : Ditanggung Pemerintah
- Kolom (6) diisi dengan pilihan PPh Pasal 21/22/23/24/26/DTP (Contoh : ditulis 21, 22, 23, 24, 26, DTP)
- Jika terdapat kredit pajak PPh Pasal 24, maka jumlah yang diisi adalah maksimum yang dapat dikreditkan sesuai lampiran tersendiri
(lihat buku petunjuk tentang Lampiran I Bagian C dan Induk SPT angka 3)

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI Halaman ke- dari halaman Lampiran-I
LAMPIRAN - II

TAHUN PAJAK
1770 S - II

FORMULIR
SPT TAHUNAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
• PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL
2 0 1 6
KEMENTERIAN KEUANGAN RI • HARTA PADA AKHIR TAHUN
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK • KEWAJIBAN/UTANG PADA AKHIR TAHUN
• DAFTAR SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA

NPWP : 6 8 6 0 9 3 2 1 2 5 1 8 0 0 0

NAMA WAJIB PAJAK : R I S K I Y O G A N A N T A

BAGIAN A : PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN/ATAU BERSIFAT FINAL


DASAR PENGENAAN PAJAK/
NO. SUMBER/JENIS PENGHASILAN PPh TERUTANG
PENGHASILAN BRUTO
(Rupiah) (Rupiah)
(1) (2) (3) (4)

1. BUNGA DEPOSITO, TABUNGAN, DISKONTO SBI, SURAT


BERHARGA NEGARA
2. BUNGA/DISKONTO OBLIGASI

3. PENJUALAN SAHAM DI BURSA EFEK

4. HADIAH UNDIAN

5. PESANGON, TUNJANGAN HARI TUA DAN TEBUSAN PENSIUN


YANG DIBAYARKAN SEKALIGUS
6. HONORARIUM ATAS BEBAN APBN/APBD

7. PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN

8. SEWA ATAS TANAH DAN/ATAU BANGGUNAN

9.BANGUNAN YANG DITERIMA DALAM RANGKA BANGUN GUNA


SERAH
BUNGA SIMPANAN YANG DIBAYARKAN OLEH KOPERASI
10.
KEPADA ANGGOTA KOPERASI 6.000.000 600.000
11. PENGHASILAN DARI TRANSAKSI DERIVATIF

12. DIVIDEN
10.000.000 1.000.000
13. PENGHASILAN ISTRI DARI SATU PEMBERI KERJA

PENGHASILAN LAIN YANG DIKENAKAN PAJAK FINAL


14.
DAN/ATAU BERSIFAT FINAL
JUMLAH BAGIAN A JBA
1.600.000

BAGIAN B : HARTA PADA AKHIR TAHUN


TAHUN HARGA PEROLEHAN
NO. JENIS HARTA KETERANGAN
PEROLEHAN (Rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Tanah (Luas 500 M2) 250.000.000


2002 NPOP : 34.04.160.564.040-0368.0
2. Bangunan/Rumah (200 M2)
2014 210.000.000
3. Tabungan (Dikoperasi Bank)
2015 50.000.000
4. Kendaraan (Honda Jazz) 200.000.000
2015 NOPOL : AB 5171 RS
5.
dst

JUMLAH BAGIAN B JBB 710.000.000

BAGIAN C : KEWAJIBAN/UTANG PADA AKHIR TAHUN


NAMA ALAMAT TAHUN
NO. JUMLAH
PEMBERI PINJAMAN PEMBERI PINJAMAN PEMINJAMAN
(1) (2) (3) (4) (5)
1 BANK BPD JL DARMO, SURABAYA
2015 120.000.000
2

5
dst

JUMLAH BAGIAN C JBC


120.000.000

BAGIAN D : DAFTAR SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA


NO. NAMA NIK HUBUNGAN KELUARGA PEKERJAAN

(1) (2) (3) (4) (5)


1 IBU RUMAH TANGGA
AMALIA RISMA 34041246135600001 ISTRI
2 - ANAK KANDUNG PELAJAR
SASKIA YOGANANTA
3

JIKA FORMULIR INI TIDAK MENCUKUPI, DAPAT DIBUAT SENDIRI SESUAI DENGAN BENTUK INI Halaman ke- dari halaman Lampiran-II
Kasus 3. PENGISIAN SPT TAHUNAN PPh Wajib Pajak Orang Pribadi 1770SS

SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi (formulir 1770SS) digunakan oleh Wajib Pajak orang pribadi
yang mempunyai penghasilan selain dari usaha da/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto
kurang dari dari Rp60.000.000 (Enam Juta Rupiah) setahun. Penghasilan bruto yang dimaksud meliputi seluruh
penghasilan selain penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas. Penghasilan dari pekerjaan dapat
bersumber dari satu atau lebih pemberi kerja. Wajib Pajak menerima penghasilan lain di dalam negeri di luar
usaha selain dari pekerjaan bersifat final maupun tidak final.

Contoh:

Devina Dewantara adalah wajib pajak dalam negeri dengan NPWP:67.512.221.2.504.000, berlamat di Jl.
Pedurungan Baru Nomor 27 Semarang. Penghasilan, harta, dan kewajiban selama 2016 sebagai berikut.

Penghasilan:

1. Penghasilan dari pekerjaan dilihat pada formulir 1721-A1 terlampir


2. Penghasilan berupa bunga deposito Rp500.000, dipotong pajak penghasilan dengan tariff 20%
3. Warisan berupa tanah senilai Rp200.000.000

Harta dan Kewajiban:

1. Tanah tempat tinggal senilai Rp200.000.000


2. Rumah tempat tinggal senilai Rp110.000.000
3. Tabungan di Bank Rp 10.000.000
4. Kendaraan roda empat (Toyota Avanza) senilai Rp 150.000.000
5. Pinjaman di Bank CBA sebesar Rp100.000.000

Penjelasan Pengisian 1770 SS

Bag. A no. 1 Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan Rp 60.000.000


Bag. A no. 2 Pengurangan (=form 1721-A1 no.11) Rp 3.500.500 (-)
Bag. A no. 3 PTKP (=form 1721-A1) Rp 54.000.000(-)
Bag. A no. 4 Penghasilan Kena Pajak (dibulatkan) Rp 2.499.000
Bag. A no. 5 PPh terutang (=tarif 5%xpenghasilan kena pajak) Rp 124.950
Bag. A no. 6 PPh telah dipotong Pihak Lain:
 Dari formulir 1721-A1 Rp 124.950
Bag. B no. 8 Penghasilan Bruto yang PPh-nya final:
 Bunga deposito Rp 500.000
Bag. B no. 9 PPh Final terutang:
 20% x Rp 500.000 Rp 100.000
Bag. B no. 10 Penghasilan dikecualikan dari objek pajak (warisan Rp200.000.000
tanah)
Bag. B no. 11 Keseluruhan Harta:
 Tanah Rp 200.000.000
 Tempat tinggal Rp 110.000.000
 Tabungan Rp 10.000.000
 Kendaraan Rp 150.000.000 Rp 470.000.000
Bag. C no. 12 Kewajiban
 Pinjaman Bank CBA Rp 100.000.000

Perpajakan II Page 13
area staples

BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN


PASAL 21 BAGI PEGAWAI TETAP ATAU
PENERIMA PENSIUN ATAU TUNJANGAN HARI FORMULIR 1721 - A1
TUA/JAMINAN HARI TUA BERKALA Lembar ke-1 : untuk Penerima Penghasilan
Lembar ke-2 : untuk Pemotong

MASA PEROLEHAN
KEMENTERIAN KEUANGAN RI PENGHASILAN [mm - mm]

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK NOMOR : H.01 1. 1 - 12 . 16 - 0000017 H.02 01 - 12

NPWP
PEMOTONG : H.03 02.555.222.5 - 504 . 000

NAMA
PEMOTONG : H.04 Universitas Semarang

A. IDENTITAS PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG

1. NPWP : - 504 . 000 6. STATUS /JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA UNTUK PTKP


A.01 67.512.221.2

2. NIK/NO. K/ TK / 0 HB /
PASPOR : A.02 - A.07 A.08 A.09

3. NAMA : A.03 Davina Dewantara 7. NAMA JABATAN : A.10 STAF MARKETING

4. ALAMAT : 8. KARYAWAN ASING : YA


A.04 Jl. Pedurungan Baru 27 A.11

Semarang 9. KODE NEGARA DOMISILI : A.12

5. JENIS KELAMIN : A.05 LAKI-LAKI A.06 x PEREMPUAN

B. RINCIAN PENGHASILAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21


URAIAN JUMLAH (Rp)

KODE OBJEK PAJAK : x 21-100-01 21-100-02

PENGHASILAN BRUTO :

1. GAJI/PENSIUN ATAU THT/JHT 46.000.000


2. TUNJANGAN PPh -

3. TUNJANGAN LAINNYA, UANG LEMBUR DAN SEBAGAINYA 10.200.000

4. HONORARIUM DAN IMBALAN LAIN SEJENISNYA -

5. PREMI ASURANSI YANG DIBAYAR PEMBERI KERJA 300.000

6. PENERIMAAN DALAM BENTUK NATURA DAN KENIKMATAN LAINNYA YANG DIKENAKAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 -

7. TANTIEM, BONUS, GRATIFIKASI, JASA PRODUKSI DAN THR 3.500.000

8. JUMLAH PENGHASILAN BRUTO (1 S.D.7) 60.000.000

PENGURANGAN :

9. BIAYA JABATAN/ BIAYA PENSIUN 3.000.000

10. IURAN PENSIUN ATAU IURAN THT/JHT 500.500

11. JUMLAH PENGURANGAN (9 S.D 10)


3.500.500
PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 :

12. JUMLAH PENGHASILAN NETO (8-11) 56.499.500

13. PENGHASILAN NETO MASA SEBELUMNYA -

14. JUMLAH PENGHASILAN NETO UNTUK PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 (SETAHUN/DISETAHUNKAN) 56.499.500

15. PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) 54.000.000

16. PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN (14 - 15) 2.499.500

17. PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN KENA PAJAK SETAHUN/DISETAHUNKAN 124.950

18. PPh PASAL 21 YANG TELAH DIPOTONG MASA SEBELUMNYA -

19. PPh PASAL 21 TERUTANG 124.950

20. PPh PASAL 21 DAN PPh PASAL 26 YANG TELAH DIPOTONG DAN DILUNASI 124.950

C. IDENTITAS PEMOTONG

1. NPWP :
- 505 . 000 3. TANGGAL & TANDA TANGAN
C.01 68.111.444.6

2. USM
NAMA : C.03 31 - 12 - 2016
C.02 Faisal
[dd - mm - yyyy]
STAPLES HANYA PADA BAGIAN INI

1770 SS
KEMENTERIAN KEUANGAN RI TAHUN PAJAK
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK H.03 2 0 1 6
PERHATIAN :
SPT TAHUNAN
PAJAK PENGHASILAN DIISI OLEH PETUGAS KPP
▪ SEBELUM MENGISI BACA DAHULU PETUNJUK PENGISIAN
WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI BARCODE DITEMPEL DISINI
▪ ISI DENGAN HURUF CETAK/DIKETIK DENGAN TINTA HITAM

▪ BERI TANDA 'X' PADA (KOTAK PILIHAN) YANG SESUAI H.01 SPT PEMBETULAN KE H.02 - ….
WAJIB PAJAK
IDENTITAS

NPWP I.01 : 67.512.221.2 - 504 - 0


DAVINA DEWANTARA
NAMA WAJIB PAJAK I.02 :

Pengisian kolom-kolom yang berisi nilai rupiah harus tanpa nilai desimal
A. PAJAK PENGHASILAN

1 Penghasilan Bruto dalam Negeri Sehubungan dengan Pekerjaan dan Penghasilan Netto dalam Negeri Lainnya 1 A.01 60.000.000

2 Pengurangan
(Diisi jumlah pengurangan dari Formulir 1721-A1 angka 13 atau 1721-A2 angka 13)
2 A.02 3.500.500

3 Penghasilan Tidak Kena Pajak TK/ 0 K/ K/I/


A.03 A.04 A.05 3 A.06 54.000.000
(Diisi jumlah PTKP dari Formulir 1721-A1 angka 17 atau 1721-A2 angka 16)
#
4 Penghasilan Kena Pajak ( 1 - 2 - 3 ) 4 A.07 2.499.500

5 Pajak Penghasilan Terutang 5 A.08 124.950

6 Pajak Penghasilan yang telah Dipotong oleh Pihak Lain 6 A.09 124.950

7 a. A.10 Pajak Penghasilan yang harus Dibayar Sendiri *


(5-6) 7 A.12 NIHIL
b. A.11 Pajak Penghasilan yang Lebih Dipotong

B PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL DAN YANG DIKECUALIKAN DARI OBJEK PAJAK

8 Dasar Pengenaan Pajak/Penghasilan Bruto Pajak Penghasilan Final 8 B.01 500.000

9 Pajak Penghasilan Final Terutang 9 B.02 100.000

10 Penghasilan yang Dikecualikan dari Objek Pajak 10 B.03 200.000.000

C DAFTAR HARTA DAN KEWAJIBAN

11 Jumlah Keseluruhan Harta yang Dimiliki pada Akhir Tahun Pajak 11 C.01 470.000.000

12 Jumlah Keseluruhan Kewajiban/Utang pada Akhir Tahun Pajak 12 C.02 100.000.000

PERNYATAAN

Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
Saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar, lengkap, jelas.

P.01 25 - 03 - 2017
dd mm yyyy DEVINA DEWANTARA
TANDA TANGAN

* Apabila terdapat Pajak Penghasilan yang harus dibayar sendiri, Wajib Pajak harus melampirkan asli SSP lembar ke-3