Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masuk dalam era globalisasi ini, keperawatan dituntut
untuk dapat menyesuaikan dengan tuntutan jaman. Asuhan
keperawatan merupakan suatu rangkaian proses keperawatan
dalam mengatasi masalah keperawatan pada pasien. Dewasa ini
seorang anak sangat rentan dengan berbagai penyakit yang dapat di
sebabkan oleh kuman, virus, dan lain – lain. Penyakt yang sering di
dapat pada seorang diantaranya bronkopneumonia.
WHO mencatat bahwa insiden pada tahun 2012 di Negara
maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Negara – Negara di
Eropa lainnya yang menderita penyakit bronkopneumonia sekitar
45.000 orang. Negara – Negara berkembang seperti di Afrika dan
Asia, India dan Indonesia sekitar 800.000 hingga 1 juta orang
meninggal dunia tiap tahun akibat pneumonia. Bahkan UNICEF
dan WHO menyebutkan bronkopneumonia sebagai penyebab
kematian anak balita tertinggi, melebihi penyakit – penyakit lain
seperti campak, malaria, serta AIDS. Kejadian bronchopneumonia
pada masa balita berdampak jangka panjang yang akan muncul
pada masa dewasa yaitu dengan penurunan fungsi ventilasi paru.
Sehingga sampai sekarang bronkopneumonia masih menjadi
masalah kesehatan di Indonesia.
Di Indonesia bronkopneumonia merupakan penyebab
kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan TBC. Factor social
ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. Kasus
bronkopneumonia ditemukan paling banyak menyerang balita.
Kejadian bronkopneumonia pada anak Indonesia berkisar antara
10% - 15%/tahun. Perkiraan angka kematian bronkopneumonia
secara nasional ialah 6 per 1.000 anak atau berkisar 150.000 balita
per tahun (Hidayat alimul, 2009).

1
2

Bronkopneumonia adalah penyakit infeksi saluran nafas


bagian bawah, penyakit ini sering menyerang anak – anak dan
balita hampir di seluruh dunia. Bila penyakit ini tidak segera di
tangani, maka akan menyebabkan beberapa komplikasi bahkan
kematian. Bronkopneumonia adalah suatu cadangan pada parenkim
paru yang meluas sampai bronkeoli atau dengan kata lain
peradangan yang terjadi pada jaringan paru melalui cara
penyebaran langsung melalui saluran pernapasan atau melalui
hematogen sampai ke bronkus ( Surjono Riyadi dan Sukarmin,
2009 ).
Jumlah semua pasien bronkopneumonia di RSUP Dr. Hasan
Sadikin Bandung pada tahun 2014 – 2015 sebanyak 347 pasien.
Pada bulan Oktober – November 2015 sebanyak 24 pasien
( Rekam Medis RSHS 2015). Demi mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal di perlukan upaya kesehatan untuk menangani
penyakit bronkopneumonia.
Bronkopneumonia dapat menyebabkan anak berada dalam
keadaan dispnea dan sianosis karena adanya radang paru dan
banyak lendir di dalam bronkus atau paru. Agar pasien dapat
bernafas secara lancar lendir yang berada di lobus tersebut harus di
keluarkan, serta untuk memenuhi kebutuhan oksigen 2 liter per
menit, yang secara langsung masuk ke dalam saluran nafas melalui
hirupan. Oksigenasi merupakan salah satu intervensi kolaboratif
yang di lakukan oleh perawat sebagai bagian dari tim kesehatan
dan upaya menyelesaikan masalah terutama yang berkaitan dengan
gangguan sistem pernafasan, (Rufaidah, 2007).
Menurut (Wong, 2008) bila terdapat obstruksi jalan napas,
dan lendir diberikan broncodilator pemberian oksigen umum tidak
di perlukan kecuali untuk kasus berat. Dengan memposisikan klien
dengan posisi semi fowler, dan pemberian oksigen sesuai indikasi.
Peran perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada
anak dengan bronkopneumonia meliputi usaha promotif yaitu
3

selalu menjaga kebersihan baik fisik maupun lingkungan seperti


tempat sampah, ventilsi, dan kebersihan lain. Preventif di lakukan
dengan cara memberikan obat yang sesuai indikasi yang dianjurkan
oleh dokter dan perawat memiliki peran dalam memberikan asuhan
keperawatan pada klien dengan bronkopneumonia secara optimal,
profesional dan komprehensif, sedangkan aspek kuratif perawat
berperan memulihakn kondisi klien dengan menganjurkan orang
tua klien membawa kontrol ke rumah sakit, data di atas
menunjukkan tingginya angka penderita penyakit
bronkopneumonia, dimana seorang tenaga perawatan sangat perlu
memberikan upaya untuk kesehatan yang meliputi promotif,
preventif, kuratif dan rehabiitatif guna menekan jumlah penderita
penyakit saluran pernafasan khususnya bronkopneumonia dan
meningkatkan derajat kesehatan (Wong, 2008).
Dalam hal ini sebagai petugas kesehatan di harapkan dapat
melakukan asuhan keperawatn sebaik – baiknya sebagai upaya
dalam memberikan kesejahteraan pada anak sakit, dan keluarga
bisa bertambah pengetahuannya pada penyakit bronkopneumonia.
Sehubungan dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk
menyusun dokumentasi keperawatan karya tulis ilmiah dengan
judul “Asuhan Keperawatan pada An. R dengan Gangguan Sistem
Pernafasan Bronkopneumonia di Ruang Kenanga I RSUP Dr.
Hasan Sadikin Bandung”.
B. Tujuan Penulis
1. Tujuan umum
Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dapat mendokumentasikan
asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien
bronkopneumonia.

2. Tujuan khusus
Tujuan khusus dari penulisan karya tulis ilmiah adalah
a. Mampu melakukan pengkajian pada pasien
bronkopneumonia.
4

b. Mampu membuat diagnosa keperawatan pada pasien


dengan bronkopneumonia.
c. Mampu menetapkan rencana asuhan keperawatan pada
pasien dengan bronkopneumonia.
d. Mampu memberikan tindakan keperawatan yang efektif
untuk pasien bronkopneumonia.
e. Mampu melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada klien
dengan bronkopneumonia.
C. Metode pengumpulan data
Metode dan teknik pengumpulan data yang di gunakan oleh
penulis adalah metode analisa diskriptif yaitu menggambarkan obyek
peristiwa yang sedang berlangsung, pelaksanaan kegiatan,
pengumpulan data, dan menarik kesimpulan dari data – data tersebut
(Rahmi, 2011).
1. Observasi
Penulis pengamatan secara langsung terhadap pasien dan ikut
memberikan asuhan keperawatan sehingga memperoleh gambaran yang
nyata tentang masalah yang di alami.
2. Wawancara
Penulis melakukan tanya jawab langsung dengan keluarga pasien,
tenaga kesehatan lain yang dapat membantu memberikan informasi, data
dengan lengkap dan jelas mengenai penyakit bronkopneumonia.
3. Studi dokumentasi
Penulis menggunakan catatan medik pasien untuk mendapatkan
data pemeriksaan laboratorium, progam pengobatan dan data – data lain
yang mendukung dalam penyusunan KTI ini.

4. Studi kepustakaan
Penulis menggunakan literatur yang berhubungan dengan ilmu
kedokteran dan buku lain mengenai penyakit yang berhubungan dengan
penyakit bronkopneumonia yang di gunakan dalam penyusunan evaluasi
diagnosa keperawatan ini.
5

D. Sistematika penulisan
BAB I Latar belakang masalah, Tujuan penulisan, Metode dan
tehnik pengumpulan data, Sistematika penulisan, Manfaat
penulisan.
BAB II TINJAUAN TEORI
Pengertian, Etiologi, Patofisiologi, Pathway, Gambaran
klinis,Diagnosa keperawatan, Interveni, penatalaksanaan
medis.
BAB III TINJAUAN KASUS
Pengkajian, Analisa masalah, Rencana keperawatan,
Implementasi keperawatan, Evaluasi.
BAB VI PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
Kesimpulan dan saran.
E. Manfaat penulisan
1. Bagi peneliti
Karya Tulis Ilmiah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
peneliti tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan
sistem pernafasan, khususnya pada basien bronkopneumonia : definisi
bronkopneumonia dalam meningkatkan pengetahuan asuhan
keperawatan dan tentunya dalam mempraktekannya juga supaya
menjadikan perawat yang profesional dalam menangani setiap kasus
yang di alami pasien dan tentunya dalam pemberian asuhan
keperawatan dan pendokumentasian yang tepat dan akurat.

2. Bagi pendidikan keperawatan


Karya Tulis Ilmiah ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan
dalam pemberian asuhan kepeawatan selanjutnya yang berhubungan
dengan gangguan sistem pernafasan : definisi bronkopneumonia dapat
menambah informasi dan referensi tentang keilmuan keperawatan
anak, kegawatdaruratan maupun keperawatan khusus, khususnya pada
pasien dengan gangguan sistem pernafasan bronkopneumonia
sehingga perawat di harapkan mampu meningkatkan kualitas
keperawatan khususnya keperawatan anak, kegawatdaruratan maupun
keperawatan khusus.
6

3. Bagi praktik keperawatan


Di harapkan Karya Tulis Ilmiah ini memberikan masuan bagi profesi
keperawatan tentang asuhan keperawatan, baik pada ranah
keperawatan anak, keperawatan kegawatdaruratan maupun pada ranah
keperawatan keluarga dalam mengembangkan perencanaan dan
penatalaksaan keperawatan secara tepat dan efisien.
4. Bagi keluarga dan masyarakat
Hasil pembahasan dari Karya Tulis Ilmiah ini di harapkan dapat di
gunakan sebagai tambahan pengetahuan masyarakat terkait dengan
pengertian bronkopneumonia secara umum dan secara khusus, apa saja
penyebabnya, bagaimana tanda dan gejalanya, bagaimana perjalanan
penyakitnya, bagaimana penatalaksanaannya, bagaimana
pengkajiaannya, dan bagaimana cara mengantisipasinya bila di dalam
lingkungan keluarga sehingga keluarga mampu memberikan
penanganan yang tepat ketika berada di rumah dan mengantisipasi
timbulnya gejala yang berkelanjutan pada pasien.