Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

United Kingdom atau dikenal Britania Raya, atau Inggris Raya terdiri dari 4 negara
yaitu, Skotlandia, Inggris, Wales dan Irlandia Utara. Ibu Kota Inggris Raya terletak di Kota
London. Secara geografis terletak di antara 2 benua yaitu benua Eropa di bagian timur dan
benua Amerika di bagian Barat, juga Samudra Atlantik dengan Laut Utara, sehingga posisi
ini sangat menguntungkan baik secara ekonomi maupun politik. Secara Astronomis, wilayah
Inggris terletak antara 490 LU-610 LS dan 20 BT- 100 BB. Inggris dilewati oleh sebuah garis
bujur nol derajat yang melewati kota Greenwich yag dijadikan sebagai pedoman waktu
Internasional. Setelah revolusi industri yang terjadi di eropa dengan ditemukannya mesin uap,
Industri di Inggris berkembang dengan cepat. Hingga kini, Inggris merupakan negara yang
paling maju di Eropa setelah Jerman. Kota Birmigham dan Sheffield menjadi pusat industri di
Inggris. Industri yang terdapat dikawasan tersebut antara lain: industri kain wol, sutra, tekstil,
galangan kapal, kimia, dan juga peleburan alumunium, jenis industrinya antara lain
lokomotif, relkereta api, mesin-mesin mobil, pesawat terbang dan lain-lain

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara.
Melintang di khatulistiwa, dan diantara benua Asia dan Australia, serta Samudra Pasifik dan
Samudra Hindia. Indonesia memiliki 18.000 lebih pulau yang menyebar di Khatulistiwa. Ibu
kota negara Indonesia adalah Jakarta. Indonesia menjadi jalur lintas perdagangan potensial
dunia, hal tersebut didukung dengan terwujudnya kerjasama regional eperti ASEAN dan
APEC. Indonesia juga merupakan negara maritim dan agraris. Namun, hal tersebut ternyata
belum menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Hingga kini Indonesia masih menjadi
negara berkembang. Ada hal- hal yang menjadi alasan mengapaIndonesia masih menjadi
negara berkembang, seperti : tingkat pertumbuhan yang tinggi, tingginya angka
pengangguran, pembangunan infrastruktur yang bekum merata, tingginya angka kemiskinan,
pendidikan berkualitas yang belum merata, daln lain sebagainya

Kedua negara tersebut memiliki beberapa perbedaan diakibatkan telah mengalami


sejarah yang berbeda pula. Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang, hingga
memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.Sebagai negara yang terjajah,
Indonesia tidaklah sama dengan Inggris yang merupakan negara kolonial.

(lanjutan isi)
Indonesia dikenal sebagai negara dengan penganut Islam terbanyak di dunia. Sekitar 85%
penganut islam yang ada di Indonesia. Banyak teori yang menjelaskan tentang masuknya
Islam ke Indonesia. Ada yang berpendapat Islam masuk dari abad ke 7 M sampai abad ke 8
M, namun ada juga yang berpendapat bahwa Islam masuk pada abad ke 11 M sampai abad ke
12 M. Teori yang menjelaskan tentang awal masuk Islam pada abad ke 7 di katakan bahwa
Islam dibawa oleh para pedangang Arab yang datang ke Indonesia. Mereka datang ke
Indonesia melalui pantai Sumatra Utara atau wilayah Samudra Pasai. Tempat tersebut
dianggap menjadi tempat pertama masuknya pengaruh dari Islam, kemudian menyebar ke
Selat Malaka dan pulau Jawa.Kerajaan Islam lahir pada abad ke 13 yaitu kerajaan Samudra
Pasai setelah berakhirnya kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-
Saleh. Selanjutnya ada kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan pada tahun 1514. Kerajaan
tersebut berjaya pada kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Di pulau jawa, terdapat kerajaan
Demak yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Dikabarkan, dulu Demak
bernama Bintoro, yang merupakan daerah asal Majapahit yang telah diberikan raja Majapahit
kepada Raden Patah. Kemudian ada juga kerajaan lainnya, seperti kerajaan Islam Panjang,
Kerajaan Islam Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten dan yang lainnya. Pada tahun
1595 hingga 1597 Cornelis de Houtman dan Jan Huyghen van Linschoten telah menemukan
jalur rahasia dalam pelayaran Portugis, ini menjadi perjalanan pertama Cornelis de houtman
melakukan pelayaran ke Banten yang merupakan pelabuhan utama Pulau Jawa. Pejalanan itu
diawali menggunakan 4 kapal ekspedisi dengan dipimpin Cornelis De Houtman yang tiba di
pelabuhan Banten. Banten saat itu menjadi pelabuhan untuk perdagangan lada. Selanjutnya
Pada 31 Desember tahu 1600 Inggris mulai mendirikan perusahaan dagang di kawasan Asia
pusatnya berada di Klakuta, Perusahan dagang inggris ini memiliki nama The British East
India Company. Selang 2 tahun kemudian Belanda mendirikan VOC pada tahun 1602 serta
Perancis mendirikan French East India Company tahun 1604 setelahnya. Pada tahun 1602
Belanda mendirikan VOC atau Verenigde Oost-Indische Compagnie, markasnya berada di
Batavia yang kini menjadi Jakarta. Tujuan utama VOC adalah memonopoli perdagangan
rempah-rempah di Nusantara. Hal tersebut dilakukan dengan melalui ancaman kekerasan
terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, juga terhadap orang-
orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk. Setelah VOC jatuh
bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah
Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun
1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada
tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa atau cultuurstelsel dalam bahasa
Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, penduduk dipaksa menanam hasil-hasil
perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman
itu diekspor ke mancanegara. Sistem ini mampu membawa kekayaan kepada para
pelaksananya. Sistem tanam paksa ini kemudian dihapus setelah 1870. Ratu Belanda
Wilhelmina membuat pengumuman pada pidato tahunannya di 1901 tentang kebijakan baru,
Politik Etis, yang hendak diterapkan di Hindia Belanda. Politik Etis ini ( merupakan sebuah
pengakuan bahwa belanda memiliki hutang budi kepada nusantara ) bertujuan untuk
meningkatkan standar kehidupan para penduduk asli. Politik Etis ini tehalmemberikan
kesempatan untuk sebagian kecil kaum elit Indonesia, untuk memahami ide-ide politik barat
mengenai kebebasan dan demokrasi. Hal ini menimbulkan kesadaran nasional sebagai “orang
Indonesia” yang mulai dikembangkan oleh orang-orang pribumi. Pada tahun 1908, para
mahasiswa di Batavia mendirikan asosiasi Budi Utomo. Peristiwa ini dianggap sebagai
kelahiran nasionalisme Indonesia. Pada Maret 1942 tentara Jepang, dibakar semangatnya
akan keinginan dengan minyak, dan menyediakan bantuan tersebut dengan menduduki
Hindia Belanda. Pada awalnya kedatangan mereka disambut oleh penduduk pribumi. Namun,
mereka membawa kesengsaraan kemudian kepada penduduk pribumi seperti, kekurangan
makanan, pakaian, dan obat beserta kerja paksa di bawah kondisi yang menyiksa.
Berakhirnya kependudukan Jepang ditandai dengan dibomnya 2 kota besar di Jepang yaitu,
iroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 8 Agustus 1945. Tanggal 11 Agustus 1945, Ir.
Soekarno, Moh. Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat pergi menemui panglima tertinggi
Terauchi untuk membicarakan kemerdekaan yang sudah dijanjikan dari pihakJepang kepada
Indonesia. Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu yang
menyebabkan kekosongan pemerintah di Indonesia. Setelah melewati perbedaan pendapat
antara golongan muda dan golongan tua, tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 teks
proklamasi dibacakan dan menjadi tanda bahwa Indonesia Merdeka.
Inggris
Berbeda dengan Indonesia sebagai negara yang terjajah oleh negara barat, Inggris
mempunyai sejarah sendiri yang berbeda dengan Indonesia
Nama "Inggris" (England) berasal dari kata Englaland dalam bahasa Inggris kuno, yang
berarti "tanah Angles". Angles ini merupakan salah satu dari suku-suku Jermanik yang
menetap di Britania Raya selama Abad Pertengahan Awal. Menurut Oxford English
Dictionary, penggunaan pertama yang diketahui dari kata "England" untuk merujuk pada
bagian selatan dari Pulau Britania Raya terjadi pada tahun 897.
Romawi menginvasi Britania pada tahun 43 M pada masa pemerintahan Kaisar Claudius, dan
wilayah itu dimasukkan ke dalam Kekaisaran Romawi dengan nama Provinsi Britania.
Selama periode ini, terjadi dominasi dari kebudayaan Yunani-Romawi dengan
diperkenalkannya hukum Romawi, arsitektur Romawi, sistem pembuangan, alat-alat
pertanian, dan sutra. Pada abad ke-3, Kaisar Septimius Severus meninggal dunia di
Eboracum, dan Konstantinus kemudian memproklamasikan kekaisarannya atas wilayah
Britania. Pada tahun 410, kekuasaan Romawi di Britania mulai menurun, tentara Romawi
yang ada di Britania ditarik kembali untuk mempertahankan perbatasan di benua Eropa dan
ikut serta dalam perang sipil. Penarikan tentara Romawi membuat Inggris terbuka atas
serangan dari suku-suku pagan dan tentara pelaut yang berasal dari barat daya Eropa,
terutama suku Angles, Saxon, dan Jute, yang sudah lama menduduki pesisir timur Britania
dan selanjutnya mulai membangun pemukiman. Pada tahun 1042, Edward berhasil merebut
tanah Inggris. Setelah pemerintahan Edward, pasukan Normandia, di bawah pimpinan
William , berhasil menaklukkan Inggris pada tahun 1066. Penaklukan ini menyebabkan
jatuhnya periode budaya berbahasa Inggris dan digantikan oleh aristokrasi baru yang
berbahasa Prancis. Perubahan ini pada akhirnya memiliki efek yang mendalam dan permanen
terhadap perkembangan bahasa Inggris kedepannya.
Wangsa Plantagenet dari Anjou mewarisi takhta Inggris, dengan Henry II yang menjabat
sebagai Raja Inggris. Pada periode ini, Inggris berhasil memperluas kerajaannya hingga ke
wilayah Prancis dan juga mewarisi takhta dari Kerajaan Prancis, termasuk Aquitaine. Inggris
memerintah Prancis selama tiga abad lamanya, di bawah pemerintahan raja-raja seperti:
Richard I, Edward I, Edward III dan Henry V. Pada periode ini juga terjadi perubahan besar
dalam bidang perdagangan dan undang-undang, termasuk pengesahan Magna Carta, yang
merupakan piagam hukum Inggris yang digunakan untuk membatasi kekuasaan raja
berdasarkan hukum dan juga melindungi hak-hak penduduk merdeka. Monastisisme Katolik
juga berkembang pada periode ini, yang menghasilkan filsuf-filsuf serta dibangunnya
universitas-universitas seperti Universitas Oxford dan Cambridge oleh patronase kerajaan.
Kerajaan Wales diambil alih oleh Plantagenet pada abad ke-13, sedangkan Ketuanan Irlandia
dihadiahkan kepada monarki Inggris oleh Paus.
Selama abad ke-14, Plantagenet dan Wangsa Valois dari Prancis sama-sama mengklaim
sebagai pewaris sah atas Wangsa Kapet, yang menyebabkan kedua negara tersebut terlibat
konflik yang berkelanjutan dalam Perang Seratus Tahun. Musibah Kematian Hitam yang
melanda Inggris pada tahun 1348 menewaskan kurang lebih setengah dari total populasi
Inggris pada saat itu. Dari tahun 1453-1487, perang saudara antara dua wangsa keluarga
kerajaan terjadi (Wangsa York dan Wangsa Lancaster). Perang ini dikenal dengan sebutan
Perang Mawar, yang berakhir dengan kekalahan York dan harus merelakan takhta jatuh ke
tangan Wangsa Tudor dari Wales, yaitu penerus Lancaster. Tudor, yang dipimpin oleh Henry
Tudor, menginvasi Inggris bersama dengan tentara-tentara Breton dan Wales. Tentara ini
berhasil memperoleh kemenangan dalam Pertempuran Bosworth dengan tewasnya raja York
terakhir; Richard III. Selama periode Tudor, Renaisans mencapai Inggris melalui budaya
Italia, yang memperkenalkan kembali seni serta debat pendidikan dan ilmiah dari zaman
klasik. Selama periode ini, Inggris mulai mengembangkan keterampilan angkatan laut, dan
penjelajahan lautan untuk membangun koloni. Pada tahun 1707 Kerajaan Britania Raya lahir.
Kemudian terjadilah era Pencerahan di Inggris dan Skotlandia yang menghasilkan inovasi
yang berkembang pesat dalam bidang sains dan teknologi. Perkembangan ini selanjutnya
membuka jalan bagi terbentuknya Imperium Britania. Sedangkan di dalam negeri, hal
tersebut memicu munculnya Revolusi Industri, yaitu suatu periode terjadinya perubahan
besar dalam bidang sosial ekonomi dan kebudayaan di Inggris, menghasilkan sistem
pertanian, manufaktur, teknik, dan pertambangan yang terindustrialisasi serta memelopori
pembangunan jalan-jalan baru dan jaringan kereta api untuk memfasilitasi revolusi ini. Pada
masa Revolusi Industri, banyak penduduk pedesaan di Inggris yang pindah ke wilayah
perkotaan untuk bekerja di pabrik-pabrik seperti London, Manchester, dan Birmingham.
Sejak abad ke-20, terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran ke Inggris, sebagian
besar berasal dari bagian lain Kepulauan Britania, tetapi juga ada yang berasal dari negara-
negara Persemakmuran, terutama dari Asia Selatan.Sejak tahun 1970 juga terjadi perubahan
besar dalam sektor manufaktur dan pertumbuhan sektor industri jasa.Sebagai bagian dari
Britania Raya, Inggris bergabung dengan organisasi Masyarakat Ekonomi Eropa, yang
selanjutnya menjadi Uni Eropa. Pada akhir abad ke-20, pemerintahan daerah di Britania Raya
mengalami perubahan dengan diberikannya devolusi pada Skotlandia, Wales, dan Irlandia
Utara.Namun, Inggris tetap menjadi bagian dari yurisdiksi Britania Raya.

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa 90 persen negara di dunia ternyata pernah dijajah
oleh Inggris. Dari sekitar 200 negara di dunia saat ini, hanya 22 negara yang tak pernah di
jajah oleh Inggris, antara lain Guatemala, Tajikistan dan Kepulauan Marshal termasuk satu
negara Eropa, Luksemburg. Indonesia sendiri pernah dijajah Inggris namun hanya berkisar
antara 1811-1816. Di sejarah Indonesia sendiri, kerajaan Majapahit menjadi hal yang sangat
patut di banggakan, dikarenakan merupakan kerajaan yang sangat jaya pada masanya dengan
menguasai wilayah yang sangat luas di Nusantara. Berbeda dengan Inggris, Indonesia
merupakan negara yang pernah dijajah oleh bangsa lain, diantaranya: Portugis ( 1509-
1595M), Spanyol (1521-1692 M), (Belanda 1602-1942 M), Perancis ( 1806-1811 M), Inggris
( 1811- 1816M), dan juga jepang ( 1942-1945 M). Ada yang menerka, andai kapal Portugis
tidak pernah sampai ke Malaka pada 1511, atau Belanda yang tidak menyusul dan membuat
Indonesia menjadi negara jajahannya, mungkin Indonesia tidak akan ada seperti sekarang.
Wilayah nusantara akan menjadi negara masing-masing sesuai daerahnya, dan akan
berkonflik satu sama lain layaknya negara-negara kontinental. Namun, Jika Indonesia tidak
pernah dijajah, Industrialisasi akan lebih maju dari sekarang. Indonesia akan lebih maju pesat
akibat perdagangannya, jika dulu VOC ataupun belanda tidak menguasai perekonomian di
Indonesia. Sedangkan Inggris sendiri, sebagai negara penjajah, telah menjadikan daerah
koloninya sebagai pasar. Inggris mempunyai misi menumbuhkan kelas menengahnya agar
memiliki daya beli, dan salah satu caranya ialah dengan meningkatkan sumber daya
manusianya.