Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PESTISIDA DAN TEKNIK APLIKASI

Membuat Pestisida Nabati

Dosen :

Dr. Ir. M, Syarief, MP

Iqbal Erdiansyah, SP. MP

Oleh :

Kelompok 3

Fatma Zuraida A42171780

Faizah A42171800

Kholidiyah Eka A A42171872

Irfan Maulana A42172135

Ahmad Fauzi A42172093

Alga Tri Mardhani A42172238

PRODUKSI PERTANIAN

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN PANGAN

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

2019

Telah diterima dan diperiksa oleh :

Kaidi, SP Yeni Suprapti, Amd


1. Judul
Membuat Pestisida Nabati

2. Tujuan

Mahasiswa diharapkan mampu :

1. Mengetahui cara pembuatan pestisida nabati

3. Waktu dan Tempat


Praktikum dilaksanaan pada hari Senin tanggal 15 April 2019 di
laboratorium perlindungan tanaman I Produksi Pertanian Politeknik
Negeri Jember.
4. Prosedur kerja
5. Hasil

Bahan Daun sirsak Proses penghancuran daun sirsak

Hasil penghancuran lalu Proses penyaringan


difermermentasi satu malam
Hasil pestisida

6. Pembahasan

Pestisida Nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya diambil atau


didapatkan dari bagian tanaman seperti daun,akar,biji dan buah tanaman
yang menghasilkan suatu senyawa tertentu yang dapat mengahalau
serangga untuk memakan atau bahkan mematikan serangga tersebut.
Pestisida nabati merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
mengendalikan hama tanpa bahan kimia. Penggunaan pestisida nabati juga
digunakan untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia yang dapat
merusak lingkungan.

Pada praktikum pembuatan pestisida nabati kelompok kami mendapatkan


daun sirsak sebagai bahan dasar pembuatan pestisida nabati. Cara
pembuatan pestisida nabati dari bahan dasar daun sirsak adalah pertama
dengan memblender 150gr daun sisrsak, kemudian ditambahkan air
sebanyak 500 ml. Setelah halus,daun sirsak dituang ke wadah plastik,
kemudian ditambahkan setengah sendok deterjen lalu diaduk, kemudian
disimpan selama kurang lebih 24 jam, setelah itu dilakukan penyaringan.
Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, antara lain asimisin,
bulatacin dan squamosin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin
memiliki keistimewaan sebagai anti feedent. Dalam hal ini, serangga hama
tidak lagi bergairah untuk melahap bagian tanaman yang disukainya.
Sedangkan pada konsentrasi rendah, bersifat racun perut yang bisa
mengakibatkan serangga hama mati.

Daun sirsak memang dapat digunakan untuk membasmi hama, akan tetapi
hanya pada hama tertentu saja seperti pada aphis/belalang, Wereng coklat
(Nilaparvata),Wereng(Nephotettix virescenns),Wereng punggung putih
(Sogatella furcifera) dan pada macam-macam ulat yaitu Ulat Grayak
(Spodoptera litura F ),Ulat tritip (Plutella xylostella), Lalat buah (Ceratitis
capitata).

Pestisisda nabati yang dibuat dari bahan dasar sirsak memiliki kelebihan
dan kekurangan. Kelebihannya antara lain yaitu Dapat mengurangi hama
belalang yang menjadi hama bagi tanaman budidaya tanpa merusak
ekosistem atau rantai makanannya,Mengurangi penggunaan bahan kimia
dalam budidaya tanaman, Lingkungan lebih terjaga karena tidak ada residu
bahan kimia. Sedangkan kekurangannya yaitu yang pertama kurang
praktis dalam hal pengaplikasiannya. Yang kedua bahan nabati alami juga
terkandung dalam kadar rendah, sehingga untuk mencapai efektivitas yang
memadai diperlukan jumlah bahan tumbuhan yang banyak.

7. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bah-
wa :
1. Pestisida Nabati merupakan pestisida yang bahan dasarnya diambil
atau didapatkan dari bagian tanaman
2. Pestisida nabati dari daun sirsak tidak bisa digunakan secara langsung,
namun harus melewati tahap penyimpanan dan fermentasi. Yaitu
pertama dengan cara memblender atu menghaluskan daun sisrsak dan
ditambahkan air, daun sirsak yang sudah halus dituang ke wadah dan
ditambahkan setengah sendok deterjen lalu diaduk, simpan selama 24
jam setelah itu dilakukan penyaringan.
3. Kelebihannya pestisida nabati daun sirsak yaitu dapat mengurangi
hama belalang. kekurangannya yaitu kurang praktis dalam hal
pengaplikasiannya dan bahan nabati alami juga terkandung dalam
kadar rendah sehingga dibutuhkan dalam jumlah banyak.