Anda di halaman 1dari 11

“TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI

FETOGRAFI”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Teknik Radiografi IV

Dosen Pengampu : Annisa, S. Tr. Rad

Disusun Oleh :
Latifah Chairunnisa 17002009
Lili Wahyuni 17002010
Yoga Saputra 17002016

PROGRAM STUDI DIII RADIOLOGI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
AWAL BROS PEKANBARU
Tahun Ajaran 2019/2020
KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penulis dapat selesai
menyusun makalah ini yang berjudul “Fetografi”. Pada kesempatan ini tidak lupa
penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Miss Annisa Sos selaku Dosen
Teknik Radiografi dan rekan-rekan yang turut membantu.
Penulis juga menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih
banyak terdapat kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan yang ada pada
penulis. Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan guna
perbaikan penyusunan laporan kasus lain dikemudian kesempatan.
Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam menambah
pengetahuan serta dapat menjadi arahan dalam melakukan teknik radiografi
Fetografi.

Pekanbaru 19 Februari 2019


Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
C. Tujuan ....................................................................................................... 2
D. Manfaat ..................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian ................................................................................................. 3
B. Kegunaan .................................................................................................. 3
C. Persiapan Alat ........................................................................................... 4
D. Persiapan Pasien ........................................................................................ 4
E. Proteksi Radiasi ........................................................................................ 4
F. Perawatan Post Pemeriksaan ..................................................................... 4
G. Proyeksi Pemeriksaan ............................................................................... 5

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ............................................................................................... 7
B. Saran ......................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Karena ultrasonografi menyediakan visualisasi janin dan plasenta tanpa
risiko bagi pasien atau janin, yang dimilikinya menjadi alat diagnostik pilihan untuk
pemeriksaan wanita hamil. Di beberapa situasi, bagaimanapun, radiologis tertentu
ujian masih ditunjukkan.
Fetografi adalah demonstrasi janin dalam rahim. Jika memungkinkan,
pemeriksaan ini dihindari sampai setelah kedelapan belas minggu kehamilan karena
bahaya malformasi janin akibat radiasi.
Fetografi digunakan untuk mendeteksi diduga kelainan perkembangan,
untuk mengkonfirmasi dugaan kematian janin, untuk menentukan presentasi dan
posisi janin, dan untuk menentukan apakah kehamilan tunggal atau ganda.
Pelvimetri radiografi dan janin sefalometri dilakukan untuk menunjukkan
arsitektur keibuan panggul dan untuk membandingkan ukuran janin kepala dengan
ukuran tulang ibu yaitu untuk menentukan apakah diameter panggul cukup untuk
partus normal atau apakah operasi caesar adalah diperlukan.
Plasentografi adalah pemeriksaan radiografi di mana dinding Rahim
diselidiki untuk menemukan plasenta di kasus yang diduga plasenta previa. Pada
satu radiografi waktu adalah satu-satunya cara tersedia untuk mendeteksi kondisi
seperti itu. Dengan kemajuan teknologi dan kepedulian lebih dari dosis radiasi yang
diterima oleh janin, ultrasonografi diagnostik telah menjadi alat diagnostik yang
berharga untuk lokalisasi plasenta.
B. Rumusan
1. Apa Pengertian Fetografi?
2. Apa Guna Pemeriksaan Fetografi?
3. Bagaimana Teknik Pemeriksaan Fetografi?
4. Bagaimana Hasil Gambaran Fetografi?
C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Fetografi.
2. Untuk Mengetahui Kegunaan Fetografi.

1
3. Untuk Mrngetahui Teknik Pemeriksaan Fetografi.
4. Untuk Mengetahui Hasil Gambaran Fetografi.
D. Manfaat
1. Bagi Pembaca
Agar mengetahui dan memahami apa yang di maksud dengan Fetografi,
mengetahui kegunaan fetografi, mengetahui teknik pemeriksaan Fetografi, dan
menegetahui hasil gambaran Fetografi.
2. Bagi Institusi
Agar menambah pengetahuan mahasiswa STIKes Awal Bros Pekanbaru yang
memerlukan referensi tentang Teknik Pemeriksaan Fetografi.
3. Bagi Penulis
Di dalam penulisan ini di harapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan
serta keterampilan bagia kita serta memperluas wawasan bagi penulis terhadap
Teknik Pemeriksaan Fetografi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Fetografi adalah suatu pemeriksaan radiografi pada ibu hamil dengan
menggunakan sinar-x dan untuk melihat kondisi janin. Namun sekarang lebih
sering digunakan USG. Pemeriksaan ini hanya dilakukan setelah trimester ke 3 dan
dilakukan pada indikasi tertentu dan keadaan tertentu. Pemeriksaan ini sering
dikenal Foto Polos Abdomen (FPA) Gravid Reproduction.
B. Kegunaan
a. Menentukan umur kehamilan (trimester III)
a. Ephifise distal femur yang menunjukkan umur kehamilan 36 minggu.
b. Ephifise proksimal femur yang menunjukkan umur kehamilan 38 minggu.
b. Menentukan letak janin
c. Menentukan jumlah janin (tunggal, gemelli, multiple)
d. Menentukan letak kepala janin
a. Preskep : Diameter kepala di bawah.
b. Presbo : Posisi pantat/glutea.
c. Posisi Lintang : Diameter kepala berada di diameter samping.
e. Menentukan tanda janin mati (pengganti USG)
a. Ada pertumbuhan atau tidak
b. Adanya Robert Sign’s
Ciri Robert Sign’s
1) Ada udara di sistem sirkulasi.
2) Adanya maserasi jaringan & elemen darah yang mati.
3) Timbul gas CO2 , sebagian O2 dan N2.
4) Gas masuk ke dalam jaringan , gambar radiolusent bulat.
5) Lobulated di daerah jantung.
6) Atau gambaran pohon bercabang dari hepar disebabkan masuknya gas
ke hepar.
7) Tanda tersebut terlihat setelah 12 jam – 1 minggu janin meninggal.

3
C. Persiapan Alat
1. Pesawat kemampuan cukup (80 – 90 kV)
2. Kaset dan film 30 x 40
3. Grid/lysolm
4. Marker
5. Gonad shield
D. Persiapan Pasien
1. Informasi dan komunikasi yang baik dan jelas tentang pelaksanaan
pemeriksaan fetografi.
2. Melepas benda-benda logam yang dapat mengganggu gambaran pemeriksaan.
3. Pengosongan daerah blass
E. Proteksi Radiasi
1. Faktor ekspose yang cukup
2. Hindari pengulangan foto, lakukan prosedur dengan tepat.
3. Luas penyinaran seminimal mungkin.
F. Perawatan Post Pemeriksaan
1. Apabila ada perdarahan (dari placenta previa), pasien perlu istirahat atau
lakukan tindakan emergensi.
2. Lakukan observasi pasien.
3. Siapkan peralatan resusitasi/respirasi O2 bila pasien sesak nafas.

4
G. Proyeksi Pemeriksaan
1. Proyeksi AP/PA
a) Posisi Pasien : Supine/prone
b) Posisi Obyek :
1) MSP tubuh di pertengahan kaset.
2) Rongga abdomen di pertengahan kaset.
3) Batas atas kaset diafragma dan batas bawah kaset simphisis pubis.
4) Posisikan knee joint sejajar.
c) Central Ray : Vertikal/tegak lurus
d) Central Point : Pertengahan kedua SIAS setinggi Lumbal ke-3
e) FFD : 90-100 cm
f) Ekspose : Saat pasien ekspirasi dan tahan nafas.

Gambar 2.1. Fetografi AP (Ballinger. 2003)

g) Kriteria Gambar
1) Tampak gambaran tulang fetus.
2) Densitas dan kontras dapat memperlihatkan persendiaan & tulang
fetus.
3) Tidak tampak rotasi abdomen.

5
2. Proyeksi Lateral
a. Posisi Pasien : Miring salah satu sisi tubuh
b. Posisi Obyek
1) Daerah abdomen pada pertengahan film.
2) Kedua lengan di atas sebagai ganjalan kepala.
3) Kedua tungkai fleksi maksimal.
4) Axilare plane tegak lurus meja pemeriksaan.
c. Central Ray : Vertikal tegak lurus
d. Central Point : Pada axilare plane setinggi Lumbal ke-3
e. FFD : 90-100 cm
f. Ekspose : Saat pasien ekspirasi dan tahan nafas.

Gambar 2.2. Fetografi proyeksi Lateral (Ballinger. 2003)

g. Kriteria Gambar
1) Hip joint & femur superposisi
2) Densitas dan kontras dapat memperlihatkan persendian fetus dan
tulang
3) Gambaran fetus terkover dengan jelas

6
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Fetografi adalah suatu pemeriksaan radiografi pada ibu hamil dengan
menggunakan sinar-x dan untuk melihat kondisi janin. Pemeriksaan ini sering
dikenal Foto Polos Abdomen (FPA) Gravid Reproduction.
2. Kegunaan
a. Menentukan umur kehamilan (trimester III)
b. Menentukan letak janin
c. Menentukan jumlah janin (tunggal, gemelli, multiple)
d. Menentukan letak kepala janin
e. Menentukan tanda janin mati (pengganti USG)
B. Saran
Fetografi adalah demonstrasi janin dalam rahim. Jika memungkinkan,
pemeriksaan ini dihindari sampai setelah kedelapan belas minggu kehamilan
karena bahaya malformasi janin akibat radiasi.

7
DAFTAR PUSTAKA

Minato, Ismaya. 2010. teknik pemeriksaan fetografi di


http://siavent.blogspot.com/2010/05/teknik-radiografi-fetografi.html
(diakses 19 Februari 2019)

Frank, D. Eugene & Ballinger, W. Philip. 2003. Merril’s Atlas of Radiographic


Position & Radiologic Procedures. Service Manager: Patricia Tannian.