Anda di halaman 1dari 7

BAB V

PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil penelitian dengan uji T Test pada Pengaruh Terapi

Relaksas Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesaria Di Ruang

Dahlia RSD. dr. Soebandi Jember. Membahas tentang perbandingan teori yang ada di

dalam tinjauan pustaka dengan fakta dan opini dari peneliti. Sedangkan keterbatasan

penelitian membahas alasan-alasan rasional yang bersifat metodologik, implikasi

keperawatan menyampaikan tentang kaitan hasil penelitian dengan keperawatan.

A. Pembahasan Hasil

1. Teknik Terapi Relaksasi Benson Terhadap Nyeri Post Sectio Caesaria

Pada Kelompok Kontrol

Persalinan normal merupakan proses dari mulai mulesnya ibu sampai

padakeluarnya bayi dengan kondisi kepala dahulu melalui vagina, dengan

lama persalinan kurang dari 24 jam (Whalley, 2008). Proses ini kadang

tidak berjalan semestinya dan janin tidak dapat lahir secara normal karena

beberapa faktor, yaitu komplikasi kehamilan, disproporsi sefalo-pelvik,

partus lama, ruptur uteri, cairan ketuban yang tidak normal, panggul sempit.

Keadaan tersebut perlu dilakukan tindakan medis yaitu berupa operasi

sectio caesarea (Padilla, et al.,2008). Sectio caesarea adalah melahirkan

janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparotomi) dan dinding uterus

(histerotomi) (Cunningham, 2006).Tindakan operasi sectio caesarea

menyebabkan nyeri dan mengakibatkan terjadinya perubahan kontinuitas

jaringan karena adanya sayatan pembedahan.

41
42

Pada masa lalu melahirkan dengan cara operasi merupakan hal yang

menakutkan karena dapat menyebabkan kematian. Namun dengan

berkembangnya kecanggihan bidang ilmu kedokteran, kebidanan dan

keperawatan pandangan tersebut mulai bergeser. Kini Sectio Caesarea

kadang menjadi alternative pilihan persalinan. Hasil laporan Departemen

Kesehatan Amerika, sebanyak 25% angka kelahiran yang tercatat pada

tahun itu di seluruh Amerika merupakan permintaan SectioCaesarea yang

dilakukan oleh ibu-ibu yang tidak memiliki resiko tinggi maupun

komplikasi persalinan lain (Kasdu, 2003).

Berdasarkan hasil penelitian pada kelompok kontrol yang berjumlah

8 responden didapatkan bahwa ibupost partum SC yang belum dilakukan

intervensi memiliki nilai penurunannyeri 1-5 sebanyak 0 orang (0%)

sedangkan ibu post partum SC yang memiliki nilai penurunan nyeri 6-10

sebanyak 8 orang (100%). Hasil analisis pada penelitian ini membuktikan

bahwa seseorang dalam melakukan adaptasi penurunan nyeri tanpa

dilakukan intervensi apapun dengan skala 1-5 mempunyai nilai penurunan

nyeri lebih kecil daripada adaptasi penurunan nyeri dengan skala 6-10,

sedangkan pada kelompok konttrol yang dilakukan intervensi didapatkan

ibupost partum SC memiliki nilai penurunan nyeri 1-5 sebanyak 1 orang

(12,5%), ibu post partum SC memiliki nilai penurunan nyeri 6-10 sebanyak

7 orang (87,5%).
43

2. Teknik Terapi Relaksasi Benson Terhadap Nyeri Post Sectio Caesaria

Pada Kelompok Perlakuan

Luka Insisi pada Sectio caesaria dapat menyebabkan nyeri yang

hebat, sehingga perlu dilakukan intervensi yang dapat menurunkan nyeri

tersebut. Beberapa penelitian yang berhubungan dalam menurunkan nyeri

pada post sectio adalah penelitian dengan judul Benson Relaxation

Technique in Reducing Pain Intensity in Women After Cesarean Section

dimana nyeri post operasi dapat dikurangi dengan terapi relaksasi benson

sebagai pendukung manajemen nyeri post operasi.

Terapi relaksasi benson merupakan suatu jenis terapi distraksi nyeri

yang simpel, tergoloong mudah dan hemat biaya. Teknik relaksasi ini

mengkombinasikan antara teknik relaksasi napas dalam yang digabungkan

dengan sistem kepercayaan individu atau ketenangan atas kepercayaan

spiritual seseorang (fokus kepada kalimat yang menyebutkan Tuhan), yang

dilakukan secara berulang dengan irama yang teratur (Rambod M et al,

2014 dalam SolehatiT et al, 2015). Dari hasil penelitian ini peneliti

berpendapat bahwa teknik relaksasi benson sangat efektif untuk mengatasi

nyeri post secio caesarea yang berdampak terhadap mobilisasi dini pada ibu

post caesarea, dengan terapi relaksasi benson dapat membuat pikiran

menjadi rileks, memperlancar peredarah darah serta menimbulkan efek

relaksasi yang menstimulus dalam pengeluaran hormone endorphin

enkafalain yang mengurangi nyeri dan pasien lebih aktif untuk melakukan
44

aktifitas sebagai upaya mobilisasi dini. Sehingga penyembuhan pada luka

operasi caesar dapat segera membaik.

Pada kelompok perlakuan yang belum dilakukan intervensi

didapatkan hasil bahwa ibupost partum SC memiliki nilai penurunan nyeri

1-5 sebanyak 0 orang (0%), ibupost partum SC memiliki nilai penurunan

nyeri 6-10 sebanyak 8 orang (100%), Sedangkan setelah dilakukan

interevensi dapat disimpulkan bahwa ibupost partum SC memiliki nilai

penurunan nyeri 1-5 sebanyak 7 orang (87,5%), ibu post partum SC

memiliki nilai penurunan nyeri 6-10 sebanyak 1 orang (12,5%). Ini

membuktikan bahwa intervensi teknik relaksasi benson dalam menurunkan

nyeri perlu dilakukan untuk membantu adaptasi penurunan nyeri terhadap

pasien.

3. Analisis Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Nyeri Post Pada

Ibu Post Sectio Caesaria Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok

Perlakuan

Sectio caesaria adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan

di mana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerotomi)

untuk mengeluarkan bayi. Salah satu masalah yang harus diantisipasi dan

dipertimbangkan setelah tindakan sectio sesar adalah masalah luka. Insisi

sendiri artinya adalah suatu tindakan yang disengaja dengan membuat luka

karena adanya indikasi, luka pada dasarnya akan menyebabkan nyeri dan

Menurut The International Association for The Study of Pain (IASP), nyeri
45

digambarkan sebagai suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak

menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau

potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Hartwig dan Wilson,

2002:1063).

Masalah yang bisa timbul karena tindakan sectio caesarea adalah

nyeri luka bekas jahitan (Nakita, 2012). Secara signifikan, nyeri dapat

memperlambat pemulihan, pasien menjadi ragu–ragu untuk melakukan

batuk, napas dalam, mengganti posisi, ambulasi, atau melakukan latihan–

latihan yang diperlukan. Penanganan pada pasien post sectio caesarea salah

satunya adalah dengan strategi penatalaksanaan nyeri, mencakup baik

pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Panatalaksanaan nyeri non

farmakologis salah satunya dengan teknik relaksasi benson. Teknik

relaksasi benson sangat berdampak terhadap pelaksanaan mobilisasi dini

karena informasi yang tepat memunculkan rasa percaya dan teknik relaksasi

benson dapat mengurangi nyeri untuk dapat melaksanakan mobilisasi dini

sehingga mempercepat penyembuhan luka insisi pasien dan memperpendek

hari rawat di rumah sakit.

Hasil penelitian ini mendukung dari hasil penelitian sebelumnya oleh

Rambod et al (2014) dengan laporan hasil penelitian intensitas nyeri yang

dirasakan oleh pasien dengan hemodialisa dapat berkurang setelah

dilakukan teknik relaksasi benson dan Menurut temuan ini, teknik relaksasi

benson dapat dianggap sebagai metode pelengkap yang juga dapat

diterapkan untuk mengurangi rasa sakit dari tindakan operasi caesar secara
46

efektif dan untuk mengurangi jumlah obat dan efek sampingnya. Penelitian

yang dilakukan Rambod et al (2014) juga melaporkan teknik relaksasi

benson dapat dilakukan dengan efektif, murah, strategi yang berisiko

rendah, fleksibel, dan mudah diterapkan untuk manajemen nyeri.

Berdasarkan hasil Uji T sampel independent dengan menggunakan

metode pengolahan data SPSS versi 16 diperoleh pre kontrolnilai p value =

0,01 post kontrolnilai p value = 0,01. Pre intervensinilai p value = 0,04 post

intervensinilai p value = 0,05 pada derajat kemaknaan α = 0,05. Hal tersebut

menunjukkan bahwa nilai p value lebih kecil dari α = 0,05 yang artinya H1

diterima, ada Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan

Nyeri Pada Ibu Post SC di Ruang Dahlia RSD Dr. Soebandi Jember
47

B. Keterbatasan Penelitian

Peneliti menyadari adanya keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian ini.

Keterbatasan penelitian antara lain:

1. Faktor keluarga

Pada keluarga yang kurang berperan aktif dalam pemberian Teknik

Terapi Relaksasi Benson Terhadap Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesaria.

2. Jumlah sampel

Jumlah sampel pada penelitian ini 16 orang. Akan lebih baik jika jumlah

sampel lebih banyak agar di dapatkan data yang lebih baik dan valid.