Anda di halaman 1dari 20

Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Laporan Projek
MENINGKATKAN PERAN SISWA AKTIF
DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN
MODEL ANSWER AND FEEL IT
PADA SISWA KELAS III SDN. 017973 KISARAN

Oleh :

ADE PUTRI (1152111034)

DIANA ULFA (1152111007)

ELIZA SAROHA (1152111037)

GORETTY MUTIARA (1151111018)

NOVIA SIDABALOK (1152111020)

VINNY SIMANJORANG (1152111029)

YASINNIA MAGHFIRA (1151111070)

B REGULER 2015

PROGRAM STUDI PGSD


JURUSAN PPSD
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

1 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
nikmat yang diberikan-Nya, khususnya nikmat kesehatan dan kesempatan
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan projek ini dengan sebaik-baiknya.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan untuk orang
tua yang terus mendukung, juga kepada dosen pengampu mata kuliah Pendidian
IPS SD Kelas Rendah, Ibu Siti Maharani Simbolon, M.Pd yang telah memberikan
penulis bimbingan dan arahan serta seluruh orang yang ikut berjasa dalam
pembuatan laporan ini.
Laporan ini dibuat untuk melengkapi tugas mata kuliah Pendidian IPS SD
Kelas Rendah juga sebagai pegangan bagi penulis dalam pembuatan laporan
projek selanjutnya.
Harapan penulis, semoga laporan ini bermanfaat untuk dijadikan refrensi
maupun penambah wawasan bagi para pembacanya. Penulis memohon maaf
apabila terdapat penulisan kata yang kurang tepat di dalam laporan ini. Untuk itu,
penulis terus mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi
penyempurnaan laporan ini dan pembelajaran tersendiri bagi penulis.

Medan, 28 November 2016

Penulis

i | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN ..................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................... 1
1.2 Tujuan .................................................................................. 1
1.3 Alat dan Bahan yang Digunakan .......................................... 2
BAB II : KAJIAN PUSTAKA .................................................................. 3
2.1 Pembelajaran ....................................................................... 3
2.2 Strategi Pembelajaran .......................................................... 4
2.3 Metode Pembelajaran .......................................................... 5
2.4 Model Pembelajaran ............................................................ 5
BAB III : PROSEDUR KERJA ................................................................. 7
BAB IV : HASIL KEGIATAN ................................................................... 8
BAB V : PENUTUP .................................................................................. 10
Kesimpulan ................................................................................ 10
Saran .......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 11
LAMPIRAN .................................................................................................... 12
RUBRIK PENILAIAN .................................................................................... 16

ii | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembelajaran di dalam kelas banyak melibatkan interaksi antara pendidik
dengan peserta didik. Pendidik dapat melakukan berbagai aktifitas pembelajaran
yang menyenangkan bagi siswa. Ada kecenderungan dewasa ini, pembelajaran
khususnya pembelajaran IPS berlangsung monoton, sehingga terkesan
membosankan dan kurang menyenangkan. Terbukti banyak siswa yang kurang
mengerti terhadap materi yang diberikan guru. Guru lebih aktif dari pada siswa
saat pembelajaran IPS berlangsung. Itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita.
Agar pembelajaran IPS menjadi lebih baik dan bernilai bagi peserta didik,
maka perlu dilakukan berbagai inovasi dan kreativitas guna menunjang
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira, dan berbobot.
Sebagai guru, kita harus pandai dalam menentukan komponen-komponen
pembelajaran sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Pembelajaran yang
demikian dapat dilakukan dengan mempraktikkan berbagai model-model
pembelajaran yang mendukung agar pembelajaran IPS lebih terorientasi terhadap
penguasaan materi dan hasil yang maksimal yang diperoleh peserta didik.
Dengan adanya model-model pembelajaran tersebut diharapkan pendidik
dapat mengaktualisasikan dalam pembelajaran di kelas. Sehingga peserta didik
secara alamiah memiliki pengetahuan, konsep materi yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Dengan cara tersebut hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan menggugah
para pendidik untuk dapat merancang dan melaksanakan pendidikan yang lebih
terorientasi pada penguasaan konsep, yang dapat bermanfaat dalam kegiatan
sehari-hari di masyarakat. Sehingga nuansa sumber daya manusia dapat
bermanfaat baik dalam kehidupan masyarakat maupun berbangsa.
Berdasarkan data-data yang telah dipaparkan sebelumnya maka dalam
makalah ini akan membahas perancangan pembelajaran ips menggunakan model
pembelajaran "answer and feel it"dengan metode ceramah dan bermain.

1.2 Tujuan
 Untuk mengetahui langkah-langkah yang dilakukan pada saat tahap
perencanaan, pelaksanaan dan akhir.
 Untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Answer and
Feel it.
 Untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami dari tahap perencanaan,
pelaksanaan dan tahap akhir.
 Untuk mengetahui cara yang dilakukan saat mengatasi kendala-kendala
yang ada.

1 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

1.3 Alat dan Bahan yang Digunakan


Penyampaian materi:
 Sediakan sebuah video yang menggambarkan lingkungan alam sekitar
mencakup materi yang akan dibelajarkan.

Bola-bola kertas:
 Buatlah soal dikertas sebanyak jumlah siswa sesuai dengan materi yang
akan dibelajarkan, lalu remuk soal tersebut sehingga menyerupai bola.
 Tulislah jenis-jenis hukuman sebanyak jumlah siswa, lalu remuk soal
tersebut sehingga menyerupai bola.
Contoh hukuman: menyanyi, menari, memperagakan sesuatu atau
menirukan suara
 Tulislah jenis-jenis hadiah sebanyak jumlah siswa, lalu remuk soal tersebut
sehingga menyerupai bola.
Contoh hadiah: permen, jajanan, alat tulis seperti pensil, penghapus,
penggaris dan rautan.

Soal, hukuman dan hadiah:


 Sediakan tiga toples berukuran sedang.
 Tempelkan kertas bertuliskan “BOLA SOAL”, “BOLA HUKUMAN” dan
“BOLA HADIAH” pada masing-masing toples.
 Pada toples Bola Soal, isi dengan soal-soal yang telah dipersiapkan.
 Pada toples Bola Hukuman, isi dengan jenis-jenis hukuman yang akan
diterima bila siswa salah menjawab pertanyaan.
 Pada toples Bola Hadiah, isi dengan jenis-jenis hadiah yang akan diterima
bila siswa benar menjawab pertanyaan.

2 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pembelajaran
Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang
saling bertukar informasi. Menurut Wikipedia, pengertian pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan
ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap
dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pengertian pembelajaran
adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan


pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks
pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi
pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga
dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek
psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan
hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan
pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.

Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar
yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah
mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Hal ini didasarkan berbagai pendapat
tentang makna tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional.

Magner (1962) mendefinisikan tujuan pembelajaran sebagai tujuan perilaku


yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik
sesuaikompetensi. Sedangkan Dejnozka dan Kavel (1981) mendefinisikan tujuan
pembelajaran adalah suatu pernyataan spefisik yang dinyatakan dalam bentuk
perilaku yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yangmenggambarkan hasil
belajar yang diharapkan.

Pengertian lain menyebutkan bahwa, tujuan pembelajaran adalah pernyataan


mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta
didik pada akhir priode pembelajaran (Slavin, 1994). Tujuan pembelajaran
merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam
proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku

3 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

kompetensi spesifik, aktual, dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi, dimiliki,
atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.
Dalam proses pembelajaran agar dapat mencapai tujuan perlu menggunakan
strategi.

2.2 Strategi Pembelajaran


Definisi / pengertian strategi pembelajaran. Secara umum strategi dapat
diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha
mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar,
strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik
dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan.

Menurut Sanjaya, (2007 : 126). Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan


sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan Kemp (1995) menjelaskan
bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif
dan efisien. Dari pendapat tersebut, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan
bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur
pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil
belajar pada siswa (Sanjaya, 2007 : 126).

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi


pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang
termasuk juga penggunaan metide dan pemanfaatan berbagai sumber
daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu
strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada
tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa
arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan,
sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai
fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.
Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur
keberhasilannya.

Pada dasarnya strategi pembelajaran terdiri atas dua bagian, yaitu :


1. Strategi yang berpusat kepada aktivitas guru atau disebut guru aktif.
2. Strategi yang berpusat kepada aktivitad siswa atau disebut siswa aktif.

4 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Dalam menentukan strategi pemebelajaran kita perlu memepertimbangkan


metode dan model apa yang tepat, bagaimana pengelolaan kelasnya dan
bagaimana materi dan tujuan yang hendak dicapai.

2.3 Metode Pembelajaran


Metode menurut Djamaluddin dan Abdullah Aly dalam Kapita Selekta
Pendidikan Islam, (1999:114) berasal dari kata meta berarti melalui, dan hodos
jalan. Jadi metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan menurut Depag RI dalam buku Metodologi Pendidikan Agama Islam
(2001:19) Metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Menurut
WJS. Poerwadarminta dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, (1999:767) Metode
adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu
maksud.
Berdasarkan definisi di atas, Metode pembelajaran di sini dapat diartikan
sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah
disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan
untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2)
demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan;
(7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

2.4 Model Pembelajaran


Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga
diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Memilih Model Pembelajaran Yang Baik


Sebagai seorang guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat
bagi peserta didik. Karena itu dalam memilih model pembelajaran, guru harus
memperhatikan keadaan atau kondisi siswa, bahan pelajaran serta sumber-sumber
belajar yang ada agar penggunaan model pembelajara dapat diterapkan secara
efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa.
Seorang guru diharapkan memiliki motivasi dan semangat pembaharuan
dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Menurut Sardiman A. M. (2004 :
165), guru yang kompeten adalah guru yang mampu mengelola program belajar-
mengajar. Mengelola di sini memiliki arti yang luas yang menyangkut bagaimana
seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar, seperti membuka
dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi media, bertanya, memberi
penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru menerapkan strategi, teori
belajar dan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.

5 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Pendapat serupa dikemukakan oleh Colin Marsh (1996 : 10) yang


menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar, memotivasi
peserta didik, membuat model instruksional, mengelola kelas, berkomunikasi,
merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Semua kompetensi tersebut
mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.
Setiap guru harus memiliki kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan
ilmu pengetahuan dan kemajuan di bidang pendidikan, baik yang menyangkut
perbaikan kualitas pembelajaran maupun segala hal yang berkaitan dengan
peningkatan prestasi belajar peserta didiknya.

6 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

BAB III
PROSEDUR KERJA

3.1 Tahap Persiapan


Pada tahap ini, guru harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.
Mulai dari alat dan bahan sampai mempersiapkan mental untuk mengajar di depan
kelas. Guru juga harus membekali diri dengan sejumlah pengetahuan yang
berkaitan dengan materi pembelajaran. Alat dan bahan yang dibutuhkan sudah
dijelaskan pada bab I.

3.2 Tahap Pelaksanaan


Pada tahap ini, guru melaksanakan segala perencanaan yang telah dibuat.
Langkah-langkah pelaksanaannya yaitu:
 Guru memaparkan video yang telah dipersiapkan.
 Sambil memaparkan video, guru menjelaskan dan memancing siswa untuk
aktif bertanya serta memberikan pendapat.
 Guru menjelaskan prosedur permainan yang akan dilakukan siswa. Mulai
dari pengambilan soal, serta hukuman/hadiah yang akan mereka terima.
 Guru memanggil siswa satu persatu secara acak.
 Siswa yang dipanggil harus mengambil satu bola kertas dari toples bola-
bola soal dan menjawabnya dalam waktu kurang dari 10 detik.
 Apabila siswa menjawab dengan benar, maka siswa berhak mengambil
satu bola kertas pada toples bola-bola hadiah. Hadiah yang diberikan pada
siswa sesuai dengan tulisan yang tertera pada bola kertas yang diambil.
 Apabila siswa menjawab dengan salah, maka siswa harus mengambil satu
bola kertas pada toples bola-bola hukuman. Hukuman yang diberikan pada
siswa sesuai dengan tulisan yang tertera pada bola kertas yang diambil.
 Apabila siswa kehabisan waktu ketika menjawab soal, maka siswa tersebut
dinyatakan gagal dan harus mengambil satu bola kertas dari toples bola-
bola hukuman.
 Lakukan langkah 4 sampai 8 sehingga seluruh bola-bola kertas pada toples
bola soal habis.

3.2 Tahap Akhir


Pada tahap ini, guru harus melakukan:
 Evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran yang telah dilakukan.
 Refleksi, yaitu mengidentifikasi hasil belajar siswa terhadap tujuan
pembelajaran yang telah tercapai.
 Lalu memberikan umpan balik kepada siswa berupa tugas.

7 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

BAB IV
HASIL KEGIATAN

Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 26 November 2016 di


Sekolah Dasar Negeri 017973 Kisaran kelas III dengan jumlah siswa 20 orang.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh 3 orang perwakilan tim,
kami mendapatkan hasil dan manfaat sebagai berikut:
Guru:
 Guru lebih mudah dalam menyampaikan materi karena dibantu dengan media
video pembelajaran.
 Penyampaian materi tidak banyak menghabiskan waktu. Waktu lebih banyak
digunakan untuk kegiatan belajar sambil bermain.
 Guru lebih mudah dalam mencapai tujuan pembelajaran karena siswa terlihat
lebih aktif menggunakan model pembelajaran ini.

Siswa:
 Siswa lebih mudah memahami materi Lingkungan Alam Sekitar karena guru
memperlihatkan video dan gambar secara langsung.
 Siswa diberi kesempatan untuk mengulang pemahamannya kembali melalui
soal-soal yang diterimanya.
 Siswa diberi kesempatan untuk berbicara di depan kelas. Kegiatan ini
sekaligus memancing percaya diri siswa.
 Siswa berambisi untuk menjawab soal dengan benar demi mendapatkan
hadiah.
 Peran siswa akan lebih banyak daripada guru.
 Siswa lebih aktif saat guru menggunakan model pembelajaran ini.

Sedangkan kendala-kendala yang dialami saat tahap perencanaan maupun


tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut:
Guru:
o Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh guru.
o Guru mengeluarkan uang untuk membeli hadiah.
o Waktu yang dibutuhkan akan lebih banyak.

Siswa:
o Siswa aktif hanya pada saat namanya dipanggil. Sedangkan siswa yang lain
hanya menjadi penonton.
o Siswa mendapatkan konsep baru bahwa jika mereka belajar maka mereka
bisa mendapatkan hadiah. Padahal belajar sebenarnya bermanfaat untuk
kehidupan mereka di masa yang akan datang.

8 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Untuk mengatasi kendala-kendala di atas, maka guru harus melakukan hal-hal


seperti berikut:
 Mempersiapkan alat dan bahan jauh-jauh hari.
 Bahan-bahan yang digunakan harus disimpan dengan rapi agar dapat
digunakan untuk pembelajaran tahun berikutnya.
 Guru menyisihkan uang untuk membeli hadiah-hadiah.
 Guru harus menanamkan konsep kepada siswa bahwa belajar bermanfaat
untuk masa depan mereka, bukan hanya sebagai ajang mendapatkan hadiah.
 Guru tidak boleh menggunakan model pembelajaran ini terlalu sering agar
siswa tidak bosan.

9 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

BAB V
PENUTUP

Simpulan
Model pembelajaran ini sesuai untuk materi pelajaran Lingkungan Alam
Sekitar di kelas III Sekolah Dasar. Karena isi materi tersebut memang harus
dihapal dan dimengerti terutama secara lisan. Dengan dilakukannya model ini,
maka sisiwa secara tidak langsung terbantu untuk mengahapal jenis-jenis
kenampakan alam seperti gunung, sungai, laut, danau dan lain-lain. Namun model
ini tidak cocok digunakan terlalu sering, karena dapat menanamkan konsep baru
pada siswa bahwa jika mereka belajar maka mereka bisa mendapatkan hadiah,
padahal belajar sebenarnya adalah untuk kehidupan mereka di masa yang akan
datang.

Saran
Sebagai seorang guru, kita harus dapat memilah model pembelajaran yang
sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Khusus untuk
model pembelajaran ini, maka guru harus mempersiapkan segala hal yang
menjadi pendukung terlaksananya model ini, serta dapat menyisihkan waktu,
tenaga dan uang yang lebih karena model ini membutuhkan persiapan yang cukup
matang.

10 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

DAFTAR PUSTAKA

Manalu, Efendi. 2016. Strategi Belajar Mengajar dari Didaktik Metodik Modern
dengan Menumbuhkembangkan Kognitif Tingkat Tinggi, Sikap dan
Keterampilan Kreatif. Medan: Universitas Negeri Medan.

Tim pengajar. 2016. Bahan Perkuliahan Pendidikan IPS SD Kelas Rendah.


Medan: Universitas Negeri Medan.

Manik, Chandra. 2016. Perencanaan Pembelajaran Inofatif. Medan: Unimed


Press.

Gulo, W. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Gramedia.

11 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

LAMPIRAN

Keterangan: Proses hukuman berlangsung. Siswa bernyanyi bersama.

12 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Keterangan: Siswa membacakan peraturan permainan.

Keterangan: Guru memberikan relaksasi kepada siswa (ice breaking).

13 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Keterangan: Siswa yang mendapatkan hukuman untuk memperagakan penunggang kuda

Keterangan: Siswa yang mendapatkan hukuman untuk memperagakan gorila

14 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

Keterangan: Siswa mencatat tugas yang diberikan oleh guru

Keterangan: Siswa sedang berdoa

15 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

RUBRIK PENILAIAN

1. Penilaian Rencana dan Pelaksanaan Proyek


Penilaian
Tahap Deskripsi/Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5
Perencanaan/Persiapan
Rumusan topik proyek
Rumusan tujuan yang akan dicapai
Rencana penggunaan bahan/alat
Rencana langkah-langkah kerja
Rencana jadwal dan waktu pelaksanaan
Usulan Proyek
Perkiraan data yang akan diperoleh
Tempat pelaksanaan proyek
Daftar pertanyaan yang akan dijawab
sesuai dengan tujuan.
Rencana target capaian yang akan
dihasilkan.
Pelaksanaan/Monitoring
a. Data/informasi tercatat dengan rapi,
Pengumpulan jelas dan lengkap
data/informasi
b. Ketepatan menggunakan alat/bahan
a. Ada pengklasifikasian data
Pengolahan b. Penafsiran data sesuai dengan tujuan
data/Pelaksanaan pelaksanaan pekerjaan.
pekerjaan c. Ada uraian tentang pelaksanaan
pekerjaan.
Merumuskan judul
Merumuskan tujuan
Menuliskan alat dan bahan yang
digunakan
Penyajian Menguraikan prosedur/cara kerja
data/laporan (langkah-langkah kagiatan)
Penulisan laporan sistematis
Menggunakan bahasa yang komunikatif
Penyajian data lengkap
Memuat simpulan dan saran
Total Skor

16 | Laporan Projek
Mata Kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Rendah

2. Penilaian Hasil dan Produk


Penilaian
Aspek yang dinilai Kriteria/Indikator
1 2 3 4 5
Hasil produk merupakan karya asli
yang diperoleh mahasiswa
Hasil produk memiliki kualitas
Hasil Produk yang baik (berhasil baik dan
Kualitas teknis beroperasi)
maupun estetika hasil Hasil produk memiliki estetika dan
karya/kerja fungsi yang sesuai dengan
rancangan
Hasil karya (produk) rapi

Waktu Waktu pelaksanaan hasil karya dan


Penggunaan untuk pengujian sesuai dengan yang
menghasilkan produk direncanakan
Laporan Latar belakang penemuan ide atau
Pelaksanaan gagasan
a. Tahap Perencanaan Perencanaan langkah kerja
Perencanaan penggunaan alat dan
bahan untuk menghasilkan produk
Pengembangan langkah kerja atau
suatu ide/inovasi lain yang berbeda
untuk mengashilkan produk
b. Tahap Konstruksi Ketepatan dalam memilih dan
menggunakan bahan
Ketepatan dalam memilih dan
menggunakan peralatan
Ketepatan untuk mengembangkan
cara kerja
Ketepatan penggunaan data hasil
evaluasi karya (produk) mahasiswa
Simpulan dan rekomendasi
c. Tahap Akhir penggunaan produk yang
dihasilkan
Kesesuaian spesifikasi produk yang
dihasilkan berdasarkan fungsi dan
estetika
Total Skor

17 | Laporan Projek