Anda di halaman 1dari 6

TUGAS AKHIR MODUL 2

NAMA : PUTU CHRISTINA DHARMA ASTUTI PUCANGAN


NO PESERTA : 19220118010419

Soal
1. a. Menggunakan algoritma pembagian, tentukan FPB (1488,868).
b. Tentukan nilai m dan n sehingga FPB (1488,868)= 1488 x m + 868 x n .
c. Tentukan KPK [1488,868].
𝑎x − 2y = 0
2. Diketahui SPL
3x + y = 0
a. Tunjukkan bahwa untuk setiap nilai a, maka SPL tersebut selalu konsisten.
b. Tentukan nilai a agar SPL tersebut hanya mempunyai solusi trivial.
c. Tentukan nilai a agar SPL tersebut mempunyai tak hingga banyak solusi.
3. Buktikan bahwa semua basis dari suatu ruang vektor berdimensi hingga mempunyai
banyak vektor yang sama.
4. Buktikan bahwa masalah program linear berikut ini merupakan kasus penyelesaian tidak
terbatas.
𝑀𝑎𝑘𝑠:𝑍 = 3𝑥 − 4𝑦 + 3𝑧
−𝑥 + 𝑦 + 𝑧 ≤ −3
h.m −2𝑥 − 3𝑦 + 4𝑧 ≤ −5
−3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 ≤ −3
𝑥,y,𝑧 ≥ 0
5. Buktikan bahwa jika G grup komutatif dengan elemen identitas e, maka
H = {x ∈ G | x2 = e} merupakan subgrup G.

Tugas Akhir Modul 2-Profesional 1


Penyelesaian
1. a. Berdasarkan Teorema 2.1.6 (Algoritma Pembagian Bilangan Bulat)
1488 = 868.1 + 620
868 = 620.1 + 248
620 = 248.2 + 124
248 = 124.2 + 0
Sehingga didapat FPB (1488,868) adalah 124

b. Berdasarkan Teorema 2.1.9


124 = 620 – 248.2
124 = 620 – (868 – 620). 2
124 = 620. 3– 868. 2
124 = (1488 – 868.1).3 – 868.2
124 = 1488.3 – 868.5
Sehingga berdasarkan teorema diatas,
FPB (1488,868) = 124 >>>> 124 = 1488.3 – 868.5
Didapat m = 3 dan n = –5

c. Berdasarkan Teorema 2.1.14


1488 x 868
KPK [1488,868] =
FPB (1488,868)
1488 x 868
KPK [1488,868] =
124
KPK [1488,868] = 10416

2. a. Akan ditunjukkan bahwa untuk setiap nilai a, maka SPL tersebut selalu konsisten.
 Untuk a = 0
𝑎𝑥 − 2𝑦 = 0
SPL {
3𝑥 + 𝑦 = 0
(0)x – 2y = 0 , sehingga y = 0
3x + 0 = 0 ,, sehingga x = 0
Ini berarti SPL diatas memiliki solusi x = 0 dan y = 0
 Untuk 𝑎 ≠ 0
𝑎𝑥 − 2𝑦 = 0
SPL {
3𝑥 + 𝑦 = 0

Tugas Akhir Modul 2-Profesional 2


2𝑦
𝑎𝑥 − 2𝑦 = 0 ⇔ 𝑥 = 𝑎

substitusi ke persamaan ke 2:
3𝑥 + 𝑦 = 0
2𝑦
3( ) + 𝑦 = 0
𝑎
6𝑦 𝑎𝑦
+ =0
𝑎 𝑎
𝑦(6 + 𝑎)
=0
𝑎
𝑦=0
Ini berarti SPL diatas memiliki solusi x = 0 dan y = 0
Karena untuk kedua kondisi, yaitu untuk a = 0 dan a ≠ 0 SPL tersebut memiliki solusi,
maka SPL tersebut selalu konsisten.

b. Suatu SPL mempunyai solusi trivial apabila minimal mempunyai penyelesaian nol.
𝑎𝑥 − 2𝑦 = 0
Pada bagian a telah diperlihatkan untuk 𝑎 ≠ 0, SPL { memiliki solusi x = 0
3𝑥 + 𝑦 = 0
dan y = 0

𝑎𝑥 − 2𝑦 = 0
Jadi SPL { memiliki solusi trivial jika 𝑎 ≠ 0
3𝑥 + 𝑦 = 0

c. Suatu SPL mempunyai tak berhingga banyak solusi apabila determinan matriks
koefisiennya adalah 0.
𝑎 −2
Det A = | |
3 1
0 = 𝑎 − (−6)
𝑎 = −6
𝑎𝑥 − 2𝑦 = 0
Jadi SPL { akan mempunyai tak berhingga banyak solusi jika a = −6
3𝑥 + 𝑦 = 0

3. Akan dibuktikan bahwa semua basis dari suatu ruang vektor berdimensi hingga
mempunyai banyak vektor yang sama.
Ambil sembarang vektor X, Y ∈ 𝑉𝑛 sedemikian sehingga X dan Y merupakan basis dari
𝑉𝑛
𝑋 = {𝑥1 , 𝑥2 , 𝑥3 … 𝑥𝑚 } dan 𝑌 = {𝑦1 , 𝑦2 , 𝑦3 … 𝑦𝑛 } dengan X dan Y merupakan basis dari 𝑉𝑛

Tugas Akhir Modul 2-Profesional 3


X basis maka X bebas linear dan Y basis maka Y bebas linear
X basis dan Y bebas linear maka m  n......(i)
Y basis dan X bebas linear maka n  m.....(ii)
Dari (i) dan (ii) maka m = n.
Karena banyak vector X = m sama dengan banyak vector Y = n, maka terbukti bahwa
semua basis dari suatu ruang vector berdimensi hingga mempunyai banyak vector yang
sama.

4. Akan dibuktikan bahwa masalah program linear berikut ini merupakan kasus
penyelesaian tidak terbatas.
𝑀𝑎𝑘𝑠:𝑍 = 3𝑥 − 4𝑦 + 3𝑧
−𝑥 + 𝑦 + 𝑧 ≤ −3
h.m −2𝑥 − 3𝑦 + 4𝑧 ≤ −5
−3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 ≤ −3
𝑥,y,𝑧 ≥ 0
 Masukkan variable slack
Z – 3x + 4y – 3z + 0S1 + 0S2 + 0S3 = 0
–x + y + z + S1 + 0S2 + 0S3 = –3
–2x – 3y + 4z + 0S1 + S2 + 0S3 = –5
–3x + 2y – z + 0S1 + 0S2 + S3 = –3
 Membuat tabel simplex
Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
dasar
Z -3 4 -3 0 0 0 0
S1 -1 1 1 1 0 0 -3
S2 -2 -3 4 0 1 0 -5
S3 -3 2 -1 0 0 1 -3

 Menentukan kolom kunci. Kolom kunci adalah kolom yang mempunyai koefisien
fungsi tujuan bernilai negatif terbesar
Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
dasar
Z -3 4 -3 0 0 0 0

Tugas Akhir Modul 2-Profesional 4


S1 -1 1 1 1 0 0 -3
S2 -2 -3 4 0 1 0 -5
S3 -3 2 -1 0 0 1 -3

 Menentukan baris kunci. Baris kunci adalah nilai indeks yang terkecil.
𝑁𝐾 𝑓𝑢𝑛𝑔𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠
𝑖𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 =
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑓𝑢𝑛𝑔𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑡𝑎𝑠
Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK Indeks
dasar
Z -3 4 -3 0 0 0 0 -
S1 -1 1 1 1 0 0 -3 3
S2 -2 -3 4 0 1 0 -5 5/2
S3 -3 2 -1 0 0 1 -3 1

Angka Kunci

 Nilai baris kunci baru didapat dengan membagi nilai baris kunci lama dengan angka
kunci. Sementara nilai baris yang lain = nilai baris lama – (koefisien pada kolom
kunci x nilai baris baru kolom kunci)

Variabel X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
dasar
Z 0 2 0 0 0 -1 -1
S1 0 1/3 4/3 1 0 -1/3 8/3
S2 0 -13/3 14/3 0 1 -2/3 11/6
X3 1 -2/3 1/3 0 0 -1/3 1

 Karena koefisien fungsi tujuan sudah tidak ada yang negatif. Sehingga proses
dihentikan.
Terlihat program linear berikut ini merupakan kasus penyelesaian tidak terbatas
karena untuk X1 dan X2 belum dilakukan proses iterasi.

Tugas Akhir Modul 2-Profesional 5


5. Akan dibuktikan bahwa jika G grup komutatif dengan elemen identitas e, maka
H = {x ∈ G | x2 = e} merupakan subgrup G.
Karena e ∈ 𝐺 berarti e2 = e . e = e ∈ 𝐻 jadi H tak kosong.
Ambil sembarang p, q ∈ 𝐻
Maka 𝑝2 = 𝑒 dan 𝑞 2 = 𝑒
Akan ditunjukkan bahwa 𝑝𝑞 −1 ∈ 𝐻
Maka
(𝑝𝑞 −1 )2 = (𝑝𝑞 −1 )(𝑝𝑞 −1 ) = 𝑝2 (𝑞 −1 )2 = 𝑝2 (𝑞 2 )−1 = 𝑒. 𝑒 −1 = 𝑒
Sehingga 𝑝𝑞 −1 = 𝑒
terlihat 𝑒 ∈ 𝐻
maka terbukti bahwa p𝑞 −1 ∈ 𝐻 sehingga dapat disimpulkan bahwa H subgraf G.

Tugas Akhir Modul 2-Profesional 6