Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

KESEHATAN MENTAL I
Dosen Pengampu : Rahmat Permadi, S.Psi.,M.P.si.,Psikolog

REVIEW JURNAL
ON BEING SANE IN INSANE PLACES

Disusun Oleh :

MASHURI JUANDA

1871041031

KELAS D

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2019
REVIEW JURNAL
ON BEING SANE IN INSANE PLACES

Judul On Being Sane in Insane Places

Jurnal American Association for the Advancement of


ScienceStable

Volume & Halaman Vol. 179, No. 4070 (Jan. 19, 1973), pp. 250-258

Penulis D. L. Rosenhan

Tahun 1973

Sumber
https://www.oulu.fi/sites/default/files/content/AOH%
20Terveen%C3%A4%20ep%C3%A4terveiss%C3%
A4%20paikoissa.pdf

Reviewer Mashuri Juanda


1871041031

Tanggal Review 18 - Februari-2019 (16.31 Wita)

Tujuan Penelitian Dalam On Being Sane in Insane Places, D. L.


Rosenhan membahas serangkaian eksperimen yang ia
ikuti dengan melibatkan institusi psikiatris dan efek
kesalahan diagnosis gangguan psikologis pada pasien
yang dirawat di rumah sakit. Menguji apakah
psikiater dapat membedakan antara pasien yang
benar-benar menderita gangguan jiwa dengan yang
tidak. Penelitian Rosenhan ini juga bertujuan untuk
menunjukkan kepada kita bahwa label yang terkait
dengan penyakit mental ( Terutama skizofrenia)
memiliki dampak signifikan pada cara pasien
dirawat. Dan juga apakah psikiater dapat
membedakan antara pasien yang benar-benar
menderita gangguan jiwa dengan yang tidak.
Subjek Penelitian Delapan orang pasien palsu , perawat, dan anggota
staff di 12 Rumah Sakit berbeda yang terletak di
lima Negara bagian yang berada di pantai Timur dan
Barat.

Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode observasi oleh


delapan orang yang diberi misi untuk menjadi pasien
palsu dan meyakinkan para perawat serta staff
bahwa dia benar-benar gila. Lalu mencatat segala hal
yang mereka amati di rumah sakit, mulai dari cara ia
dirawat hingga bagaimana pasien-pasien tersebut
diperlakukan.

Alasan Penelitian Setelah saya amati mulai dari dasar proliferasi


mental komunitas, fasilitas kesehatan, intervensi
krisis pusat kemudian diangkat menjadi sebuah
penelitian oleh Rosenhan untuk membuktikan apakah
para psikiter betul-betul tahu cara membedakan
pasien waras dan tidak waras.

Definisi operasional Yang menjadi variabel dependent dalam penelitian


variabel Dependent ini adalah pasien palsu (pseudo) yang menyamar
sebagai pasien tidak waras untuk membuktikan
penelitian ini.

Definisi operasional Yang menjadi variabel independent dalam penelitian


variabel Independent ini adalah perawat, para staff serta pasien yang tidak
waras karena akan dipengaruhi oleh kedatangan
pasien pseudo tersebut.

Langkah-langkah Percobaan ini terdiri dari dua bagian. Pada bagian


penelitian pertama, delapan orang yang waras mencoba masuk
ke rumah sakit jiwa dengan berpura-pura mendengar
suara-suara asing. Para pasien palsu ini merupakan
orang biasa yang berprofesi antara lain sebagai
mahasiswa psikologi, psikolog, dokter anak,
psikiater, pelukis, dan ibu rumah tangga. Di
antarapara pasien palsu tersebut, tiga orang adalah
wanita dan lima orang adalah lelaki. Mereka
menggunakan nama samaran dan mengaku memiliki
profesi yang berbeda ketika berbicara dengan
perwakilan dari rumah sakit jiwa. Setelah berhasil
masuk ke rumah sakit tersebut, mereka berlaku
normal, melakukan observasi terhadap keadaan di
rumah sakit, dan menunggu dikeluarkan Namun,
yang terjadi adalah semua pasien palsu tersebut tidak
dianggap waras oleh para staff rumah sakit
sebaliknya mereka didiagnosa mengalami
schizophrenia. Para pasien palsu akhirnya harus
berada di rumah sakit selama 7 hingga 52 hari
sedangkan rata-rata mereka berada di sana selama 19
hari. Walaupun para staff tidak dapat membedakan
mereka, 35 dari 118 pasien sesungguhnya di rumah
sakit tersebut menyuarakan kecurigaan mereka
terhadap pasien palsu.

Pada bagian yang kedua, staff dari sebuah rumah


sakit yang mengetahui mengenai percobaan ini
diberitahu bahwa selama tiga bulan kedepan akan ada
pasien palsu yang berusaha masuk ke sana walaupun
sebenarnya tidak. Para staff diminta untuk menilai
kemungkinan seorang pasien yang datang adalah
pasien palsu. Hasilnya dari 193 pasien, 41 orang
dengan yakin dinyatakan sebagai pasien palsu oleh
setidaknya seorang staff. Secara rata-rata, sekitar 10
persen dari pasien yang datang tiap harinya dianggap
sebagai pasien palsu.

Hasil penelitian Penelitian ini membuktian bahwa beberapa orang gila


lebih dapat mengetahui yang mana sebenernya yang
benar benar gila dari pada staff rumah sakit. Rumah
sakit itu sendiri juga memaksakan lingkungan khusus
di mana artinya perilaku dapat dengan mudah
disalahpahami. Konsekuensi pada pasien dirawat di
lingkungan seperti itu ketidakberdayaan,
depersonalisasi, segregasi, penyiksaan, dan pelabelan
diri- nampaknya tidak diragukan lagi.

Kekuatan penelitian Kekuatan pada penelitian ini terletak pada hasilnya


yang membuktikan bahwa perawat dan staf rumah
sakit tidak benar-benar bisa membedakan pasien
waras dari yang gila, serta pelabelan yang diberikan
kepada pasien dari awal akan melekat terus menerus
meskipun pasien tersebut sudah menunjukkan tidak
adanya gejala ketidakwarasan yang ia alami. Dan
pada penelitian kedua membuat para perawat dan
staff rumah sakit lebih berhati-hati lagi dalam
menangani serta mendiagnosa pasien yang masuk ke
dalam rumah sakit jiwa tersebut.

Kelemahan Kelemahan pada penelitian ini terletak pada pasien


penelitian palsu yang mudah dikenali oleh beberapa Pasien
yang tidak waras

Anda mungkin juga menyukai