Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN KEUANGAN II

“PENILAIAN SAHAM DAN OBLIGASI”

OLEH

ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Saham dan obligasi adalah instrument keuangan yang dapat
digunakan sebagai sumber pendanaan perusahaan dalam
menjalankan operasi bisnis perusahaan. Pengguna saham dan
obligasi melakukan penilaian terhadap kedua instrument tersebut
dengan maksud untuk memperoleh gambaran atas estimasi nilai
saham atau obligasi yang akan digunakan sebagai rujukan
manajemen sebagai pertimbangan kebijakan atas saham dan obligasi
perusahaan bersangkutan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian saham dan obligasi?
2. Apa saja jenis-jenis saham dan obligasi?
3. Bagaimana karakteristik obligasi?
4. Bagimana konsep nilai?
5. Bagaimana penilaian saham?
6. Bagaimana penilaian obligasi?
7. Bagaimana hubungan penting dalam penilaian obligasi?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Saham dan Obligasi


Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal
seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau
perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak
tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset
perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS). Saham adalah surat-surat berharga yang diperdagangkan di
pasar modal atau sering disebut efek atau sekuritas. Saham juga dapat
didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan
dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah
selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah
pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Obligasi adalah suatu jenis hutang atau surat kesanggupan


membayar jangka panjang, dikeluarkan oleh peminjam yang berjanji akan
membayar pemegangnya sejumlah bunga tiap tahun yang sudah
ditentukan sebelumnya. Obligasi merupakan surat utang jangka
menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari
pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada
periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah
ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut

B. Jenis-Jenis Saham dan Obligasi


Jenis-Jenis Saham
1. Saham preferen.
Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan
(hybrid) antara obligasi (bond) dan saham biasa, seperti bond yang
membayarkan harga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan
hasil yang tetap berupa deviden preferen seperti saham biasa dalam hal
likuidasi klaim pemegang saham preferen dibawah klaim pemegang
obligasi (bond) dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen
mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas deviden tetap dan hak
pembayaran terlebih dahulu jika terjadi likuidasi Beberapa karakteristik
saham preferen yaitu:
a. Berbagai jenis golongan. Perusahaan dapat mengeluarkan lebih dari
satu seri atau golongan saham preferen, dan setiap golongan
memiliki perbedaan karakterisktik. Dalam kenyataan, perusahaan
biasanya menerbitkan saham preferen lebih dari satu seri.
b. Klaim terhadap aktiva dan penghasilan. Apabila dikaitkan dengan
risiko, saham preferen lebih aman dibanding saham biasa karena
klaimnya lebih dipriori atas aktiva dan penghasilan. Akan tetapi, lebih
berisiko dibandingkan hutang jangka panjang karena klaim atas
aktiva dan pendapatan dilakukan setelah obligasi.
c. Saham preferen kumulatif. Menuntut semua deviden saham preferen
yang belum dibayar sebelum deviden saham biasa diumumkan
d. Persyaratan perlindungan. Ketentuan untuk saham preferen yang
termasuk dalam syarat-syarat dari penerbitan untuk melindungi
kepentingan para investor.
e. Saham preferen yang dapat diubah. Saham preferen yang dapat
diubah memungkinkan pemegang saham preferen untuk mengubah
saham preferen ke sejumlah saham biasa jika pemegang
menghendaki.
f. Saham preferen yang dapat disesuaikan. Saham preferen yang
dimaksudkan untuk memberikan keamanan bagi investor bila terjadi
gejolak nilai saham akibat naik atau turunnya tingkat bunga. Tingkat
dividen berubah seiring dengan perubahan tingkat bunga.
g. Saham preferen dengan tingkat tarif yang ditentukan melalui lelang.
Tingkat variabel saham preferen di mana tingkat tarif deviden
ditetapkan melaluiproses lelang.
h. Saham preferen partisipasi. Memungkinkan pemegang saham
preferen untuk mengambil bagian dalam pembayaran di luar
pembayaran pada deviden yang ditetapka
i. Saham preferen payment in kind. Investor tidak menerima deviden di
muka; mereka mendapatkan lebih banyak saham preferen, yang
pada gilirannya membayarkan deviden yang lebih banyak lagi.
2. Saham biasa
Saham biasa mewakili kepemilikan dalam perusahaan. Saham biasa
tidak memiliki tanggal jatuh tempo, tetap ada selama perusahaan ada.
Juga tidak mempunyai batas terhadap pembayaran dividen.
Pembagian deviden untuk saham biasa dapat dilakukan jika
perusahaan sudah membayar deviden untuk saham preferen.
Beberapa sifat saham biasa yaitu:
a. Klaim pendapatan. Sebagai pemilik perusahaan, pemegang saham
biasa mempunyai hak laba setelah diperhitungkan pembayaran
hak kepada pemegang obligasi dan saham preferen.
b. Klaim terhadap aktiva. Dilakukan setelah kalim pemegang obligasi
dan saham preferen.
c. Hak suara. Pemegang saham biasa memilih dewan direksi dan
secara umum merupakan satu-satunya pemegang surat-surat yang
memiliki hak suara.
d. Hak didahulukan. Memberikan hak kepada pemegang saham biasa
mempertahankan presentase kepemilikan saham di perusahaan.
e. Tanggung jawab terbatas. Memiliki tanggung jawab terbatas pada
besarnya investasi mereka jika terjadi kebangkrutan.

Jenis-jenis Obligasi

1. Surat hutang (debenture). Segala bentuk hutang jangka panjang tanpa


jaminan.
2. Surat hutang subordinat. Suatu surat hutang yang pembayarannya
menjadi subordinat atas surat hutang lain pada kasus
ketidakmampuan membayar hutang.
3. Obligasi hipotek. Suatu obligasi yang dijamin oleh hak gadai atas
properti riil
4. Obligasi Euro. Obligasi yang dikeluarkan oleh negara yang berbeda
mata uangnya yang digunakan untuk menyatakan nilai obligasi
tersebut.
5. Obligasi tanpa bunga dan nilai bunga yang rendah. Obligasi yang
diterbitkan dengan diskon substansial atas nilai nominal obligasi
$1.000 tanpa membayar bunga atau membayar bunga yang sangat
rendah.
6. Obligasi junk bond. Obligasi berperingkat BB ke bawah.

C. Karakteristik Obligasi
1. Klaim terhadap aset dan pendapatan perusahaan. Lebih cenderung
didahulukan daripada saham biasa dan saham preferen.
2. Nilai nominal obligasi. Nilai yang tertera pada lembar obligasi yang
akan dikembalikan ke pemegang obligasi pada saat jatuh tempo,
umumnya $1.000.
3. Suku Bunga. Kupon Suku bunga kupon pada obligasi menunjukkan
besarnya presentase bunga terhadap nilai nominal obligasi yang akan
dibayar setiap tahun.
4. Batas waktu (maturity). Lama waktu sampai penerbit obligasi
mengembalikan nilai nominal kepada pemegang obligasi dan
mengakhiri obligasi itu.
5. Indenture (surat perjanjian). Persetujuan legal atau kontrak antara
perusahaan dalam mengeluarkan obligasi dan badan perwalian
obligasi yang menghadirkan pemegang obligasi.
6. Tingkat Penghasilan lancar. Perbandingan pembayaran bunga
tahunan terhadap harga obligasi di pasar.
7. Peringkat obligasi. Menyediakan indikator risiko kesalahan yang pada
gilirannya memengaruhi tingkat pengembalian yang harus dibayar atas
dana pinjaman.

D. Konsep Nilai
Nilai didefinisikan dengan cara berbeda tergantung pada konteksnya.
Sebagaimana sebagai berikut:
1. Nilai buku (book value). Nilai aset seperti yang ditunjukkan pada
laporan neraca perusahaan. Hal ini menunjukkan biaya historis dari
aset bukan dari yang sedang berlangsung.
2. Nilai likuiditas. Jumlah yang bisa direalisasikan jika aset dijual secara
individu dan bukan sebagai bagian dari keseluruhan.
3. Harga pasar. Nilai yang teramati untuk aktiva di pasaran. Nilai ini
ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan yang bekerja
sama di pasaran.
4. Nilai instrinsik atau nilai ekonomi. Nilai sekarang arus kas masa depan
yang diharapkan dari aktiva. Ini merupakan jumlah yang dianggap
investor sebagai nilai yang wajar pada jumlah, waktu, dan risiko arus
kas mendatang.

E. Penilaian Saham
1. Penilaian saham preferen.
Untuk sekurias dengan arus kas yang konstan setiap tahun tetapi tidak
memiliki tunggal jatuh tempo yang spesifik, seperti saham preferen,
nilai sekarang sama dengan jumlah uang dari deviden tahunan dibagi
tingkat pengembalian yang diinginkan investor, ditunjukkan sbagai
berikut:
𝑑𝑒𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛 =
𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛𝑘𝑎𝑛
Ringkasnya, nilai dari saham preferen sebesar nilai sekarang dari
semua deviden di masa mendatang.
2. Penilaian saham biasa
 Periode pemegang tunggal
Bagi investor yang memegang saham biasa hanya untuk satu
tahun, nilai saham harus sama dengan nilai sekarang dari
deviden yang diharapkan akan diterima selama satu tahun, 𝐷1 ,
dan harga pasar saham yang diantisipasi pada akhir tahun, 𝑃1 .
Jika 𝑘𝑐𝑠 mewakili tingkat pengembalian yang diinginkan
pemegang saham biasa, nilai saham, 𝑉𝑐𝑠 , akan menjadi:
𝐷1 𝑃1
𝑉𝑐𝑠 = +
(1 + 𝑘𝑐𝑠 ) (1 + 𝑘𝑐𝑠 )
 Periode kepemilikan berganda (Multiple Holding Period)
Model ini merupakan persamaan yang digunakan untuk nilai
saham yang tidak memiliki tanggal jatuh tempo, tetapi berlanjut
pada anuitas abadi (atau selama perusahaan masih berdiri).
Persamaan penilaian saham biasa yang pertumbuhannya
konstan dapat ditunjukkan sebagai berikut:
𝐷1
𝑉𝑐𝑠 =
𝑘𝑐𝑠 − 𝑔
F. Penilaian Obligasi
Nilai dari suatu obligasi merupakan nilai sekarang dari bunga masa
depan yang akan diterima dan nilai persamaan atau nilai jatuh tempo
obligasi. Proses untuk menilai obligasi, seperti membutuhkan
pengetahuan akan tiga elemen penting yaitu:

1. Jumlah dan pemilihan waktu dari arus kas yang diterima oleh investor,
2. Tanggal jatuh tempo obligasi, dan
3. Tingkat pengembalian yang diinginkan investor.

Dengan menggunakan 𝐼𝑡 , untuk mewakili pembayaran bunga pada


tahun 𝑡, 𝑀 untuk mewakili nilai jatuh tempo obligasi (atau nilai nominal),
dan 𝑘𝑏 , untuk kesamaan tingkat pengembalian yang diinginkan investor,
kita dapat menyatakan nilai obligasi jatuh tempo di tahun 𝑛 adalah
sebagai berikut:
𝑛
$It $M
𝑉𝑏 = ∑ +
(1 + 𝑘𝑏 ) (1 + 𝑘𝑏 )𝑛
𝑡=1

Konsep penilaian obligasi diantaranya meliputi:

1. Time value of money/nilai waktu mata uang. Yaitu perhitungan


pendapatan atas nilai uang tertentu, dimana investor akan menghitung
nilai investasinya sampai periode jatuhtemponya yang akan
bertambah dari pendapatan suku bunga. Tingkat suku bunga
didapatkan dari perhitungan rasio antara tingkat pendapatan yang
akan diterima ddengan nilai pokok investasi pada periode tertentu.
Perhitungannya adalah jika R (return) merupakan tingkat suku bunga
dan Po merupakan nilai pokok dari investasi (principal)
2. Future value/ nilai yang akan datang. Mempunyai pengertian bahwa
nilai yang akan diterima dari investasi serta hasil pendapatan suku
bunga tersebut diinvestasikan kembali dengan tingkat suku bunga
yang sama dalam periode waktu tertentu. Atau dengan kata lain
merupakan nilai yang diterima dari hasil pendapatan interest dan
pokok investasi yang diterima. Metode perhitungan yang digunakan
dapat dilakukan dengan dua cara yaitu simple interest dan compaund
interest
3. Present value/ nilai sekarang. Yaitu jumlah uang yang harus di
investasikansekarang untuk mendapatkan sejumlah uang tertentu
pada suatu periode nanti. Metode ini jugadisebut metode arus kas
diskonto.

Konsep penilaian obligasi yang bentuk pendapatannya dikenal dengan


istilah yield, Yield yaitu Pendapatan atau imbal hasil atau return yang
akan diperoleh dari investasi obligasi. Ada 2 (dua) istilah dalam
penentuan yield yaitu current yield dan yield to maturity.

1. Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasarkan jumlah kupon


yang diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut.
𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛𝑎𝑛
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑦𝑖𝑒𝑙𝑑 =
ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑜𝑏𝑙𝑖𝑔𝑎𝑠𝑖
2. Yiled to Maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian atau
pendapatan yang akan diperoleh investor apabila memiliki obligasi
sampai jatuh tempo. Formula YTM yang seringkali digunakan oleh
para pelaku adalah YTM approximation atau pendekatan nilai YTM,
sebagai berikut:
𝑅−𝑃
𝐶+ 𝑛
𝑌𝑇𝑀 𝑎𝑝𝑝𝑟𝑜𝑥𝑖𝑚𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 = × 100%
𝑅+𝑃
2

Keterangan:
C = kupon
n = periode waktu yang tersisa (tahun)
R = redemption value
P = harga pemeblian (purchase value)

G. Lima Hubungan Penting dalam Penilaian Obligasi


1. Penurunan tingkat bunga (tingkat pengembalian yang dinginkan) akan
menyebabkan nilai obligasi meningkat; suatu peningkatan tingkat
bunga akan menyebabkan penurunan nila.Perubahan dalam nilai
disebabkan oleh perubahan tingkat bunga yang disebut dengan risiko
tingkat bunga.
2. Jika tingkat pengembalian yang dinginkan pemegang obligasi (tingkat
bunga sekarang) :
a. Sama dengan suku bunga kupon, maka obligasi akan dijual
pada nilai nominal atau nilai jatuh tempo.
b. Bila melebihi kupon obligasi, obligasi akan dijual di bawah nilai
nominal, atau pada obligasi diskonto.
c. Jika kurang dari tingkat kupon obligasi, maka obligasi akan
dijual di atas nilai nominal, atau pada obligasi premium.
3. Ketika obligasi mendekati jatuh tempo, harga pasar obligasi akan
mendekati nilai nominalnya.
4. Pemegang obligasi yang memiliki obligasi jangka panjang akan
menghadapi risiko tingkat bunga lebih besar dibanding seseorang
yang memiliki obligasi jangka pendek.
5. Sensitivitas nilai obligasi terhadap perubahan tingkat bunga tidak
hanya dipengaruhi oleh jangka waktu jatuh tempo, tetapi juga oleh
waktu penerimaan arus kas sementar atau jangka waktunya.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang


atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Obligasi
adalah suatu jenis hutang atau surat kesanggupan membayar jangka
panjang, dikeluarkan oleh peminjam yang berjanji akan membayar
pemegangnya sejumlah bunga tiap tahun yang sudah ditentukan
sebelumnya. Penilaian saham dibedakan berdasarkan jenis sahamnya
yaitu penilaian saham preferen dan penilaian saham biasa. Sedangkan
penilaian obligasi disebutkan bahwa nilai dari suatu obligasi merupakan
nilai sekarang dari bunga masa depan yang akan diterima dan nilai
persamaan atau nilai jatuh tempo obligasi.

DAFTAR PUSTAKA
Keown, Arthur J, dkk. 2018. Manajemen Keuangan.jld 1. ed 10. PT.

Indeks: Jakarta Barat

https://id.scribd.com/doc/212853625/Penilaian-Saham-Dan-Obligasi