Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN

PADA RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS I CIPINANG

Disusun Sebagai Prasyarat Memenuhi Kelulusan


Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan II
III
oleh:

NAMA : MUHAMMAD FAJAR WISNUAJI


NIP : 19921009 201712 1 0030203 201503 2 008
JABATAN : PENJAGA TAHANAN
UNIT KERJA : RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS I CIPINANG
MENTOR : SUT FAJRIE DWI CAHYA
COACH : WIHARYANI, S.P., M.Si
KELAS : III
NO. ABSEN :E 36

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA HUKUM DAN HAM


KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi yang
akan dilaksanakan di tempat penulis bertugas yaitu Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang.

Penulisan rancangan aktualisasi ini disusun sebagai syarat untuk melakukan aktualisasi
nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara pada Pelatihan Dasar CPNS golongan II Kantor Wilayah
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia DKI Jakarta.

Penulis menyadari dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini tidak akan selesai tanpa
bantuan dari berbagai pihak. Karena itu pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima
kasih kepada :

1. Bapak Oga Geoffani Darmawan, A.Md.IP, S.Sos, SH, M.Si selaku Kepala Rumah
Tahanan Klas 1 Cipinang
2. Bapak Wisnu Hani Putranto , A.Md.I.P.SH,M.Si selaku Kepala Pengamanan Rumah
Tahanan Klas I Cipinang
3. Kepada Kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan serta Doa yang tiada
henti
4. Ibu Wiharyani selaku Coach
5. Segenap Widyaiswara selaku Tenaga Pengajar
6. Seluruh rekan-rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS golongan II tahun 2018,
terutama pada rekan angkatan I atas kerjasamanya melalui kegiatan pelatihan

Penulis menyadari rancangan aktualisasi ini belumlah sempurna. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan dan perbaikan rancangan aktualisasi
ini sehingga nantinya dapat memberi manfaat bagi bidang pekerjaan dan penerapan di lapangan
serta bisa dikembangkan lebih lanjut. Amin.

Jakarta, 31 Mei 2018

Muhammad Fajar Wisnuaji


NIP.199210092017121003
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
C. Ruang Linngkup . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2

BAB II NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS (ANEKA). . . . . . . 3


A. Akuntabilitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
B. Nasionalisme . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
C. Etika Publik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
D. Komitmen Mutu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
E. Anti Korupsi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5


A. Sejarah Singkat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
B. Gambaran Umum Organisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
C. Visi dan Misi Organisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
D. Struktur Organisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
E. Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12-25

BAB IV KESIMPULAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26
SARAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur sipil negara yang diatur dalam
Undang-Undang No 5 tahun 2014 adalah sebuah profesi dalam instansi pemerintahan
yang mempunyai peranan penting dalam menyelenggarakan tugas-tugas umum
pemerintahan dan pembangunan. Untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan
pembangunan tersebut diperlukan PNS yang berprofesional yaitu PNS yang mampu
memenuhi standar kompetensi jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas
jabatannya secara efektif dan efisien. Untuk dapat membentuk sosok PNS profesional
seperti tersebut diatas perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur pelatihan. Selama ini
pelatihan pembentukan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilakukan melalui
pendidikan dan pelatihan Prajabatan (Diklat Prajanatan), dimana praktik penyelenggaraan
pelatihan dan pembelajarannya didominasi oleh ceramah sehingga dirasa sulit
membentuk PNS yang kuat dan profeisonal. Maka berdasarkan Undang-Undang No 5
Tahun 2014 pasal 63 ayat (3) dan (4), CPNS diharuskan melalui masa percobaan dan
diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal
dan non-klasikal di tempat Pelatihan dan di tempat kerja sehingga memungkinkan peserta
mampu menginternalisasi, menerapkan dan mengaktualisasikan, serta membuatnya
menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam
dirinya sebagai karakter PNS professional.
Berdasarkan hal di atas, penyempurnaan dan pengayaan konsep Diklat Prajabatan
berganti menjadi pelatihan dasar CPNS yang diatur pada Peraturan Kepala Lembaga
Administrasi Negara Nomor 21 Tahun 2016. Dengan mengikuti latihan dasar dengan
pola baru ini menuntut para calon PNS dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi
PNS yang bisa disingkat ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, Anti Korupsi) dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Setelah peserta menjalani
latihan dasar dapat menjadikan nilai nilai dasar ANEKA menjadi kebiasaan dalam
bekerja di masing masing organisasi pemerintahan.
1
B. Tujuan Aktualisasi

Tujuan Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi pegawai negeri sipil ini adalah untuk:
1. Mengerti dan memahami lebih dalam tentang nilai-nilai profesi pegawai negeri sipil yang
mencangkup Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi
(ANEKA).
2. Memperoleh pengalaman nyata tentang penerapan nilai dasar ANEKA dalam bentuk Sikap
dan Perilaku dan Disiplin, dalam Kedudukan dan perannya sebagai anggota ASN yang akan
diterapkan di instansi tempat bekerja.
3. Penerapan aktualisasi kelima nilai dasar yang diperoleh dari Pelatihan Dasar CPNS golongan
II angkatan I.

C. Ruang Lingkup

Berdasarkan SK Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, penulis ditugaskan


di Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang. Dalam Kegiatan aktualisasi nanti penulis
berpedoman pada 3 sumber, yaitu SKP, tugas dari atasan, serta inisiatif sendiri dengan
persetujuan dari atasan dalam melaksanakan tugas sebagai anggota pengamanan di Rumah
Tahanan Negara Klas I Cipinang.
2
BAB II

NILAI-NILAI DASAR ANEKA

A. Landasan Teori

Aparatur Sipil Negara (ASN) pada saati ini dituntut untuk mampu bekerja secara
profesional, yaitu mampu memenuhi standar kompetensi jabatannya sehingga dalam
melaksanakan tugas jabatannya mampu bertindak secara efektif dan efisien. Standar kompetensi
yang harus dipenuhi meliputi aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN itu sendiri, yakni
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.

1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya, yaitu menjamin terwujudnya nilai-
nilai publik. Nilai-nilai publik tersebut adalah ;
a) Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan
b) Memiliki pemahaman dan kesadaran tentang netralitas PNS
c) Memperlakukan warga Negara secara sama dan adil
d) Menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan.

2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah semangat kebangsaan, dimana ASN dituntut untuk dapat
mementingkan kepentingan Negara dan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan
golongan. Pemerintah juga berperan untuk memperoleh masukan dari masyarakat atas
pelayanan yang dilaksanakan. Empat unsur yang mengaspirasi pembentukan nasionalisme
adalah :
a) Pencapaian persatuan nasional
b) Pencapaian kemerdekaan
c) Mandiri
d) Menjaga kekhasan nasional
3. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar/ norma yang menentukan baik/ buruk, benar/
salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Pelayan publik yang professional membutuhkan tidak hanya kompetensi teknis dan
leadership, namun juga kompetensi etika. Oleh karena itu perlu dipahami etika dan kode
etik pejabat publik. Dengan diterapkannya kode etik ASN, perilaku pejabat publik harus
berubah yaitu ;
a) Berubah dari dilayani menjadi melayani
b) Berubah dari wewenang menjadi peranan
c) Menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan
bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat.

4. Komitmen Mutu
Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil
kerja. Mutu dapat dijadikan sebagai alat pembeda atau pembanding dengan produk/jasa
sejenis lainnya yang dihasilkan/dilakukan oleh lembaga lain sebagai pesaing. Manajemen
mutu harus dilaksanakan secara terintegrasi, dengan melibatkan seluruh komponen
organisasi, untuk senantiasa melakukan perbaikan mutu agar dapat memuaskan
pelanggan/ masyarakat.

5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala
tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh
keuntungan pribadi, merugikan Negara atau masyarakat baik secara langsung maupun
tidak langsung. KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai
dasar anti korupsi, dan dihasilkan sebanyak Sembilan nilai anti korupsi yaitu ; jujur,
peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil.
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. SEJARAH SINGKAT
Sejarah Rutan Klas 1 Cipinang
Sejarah Rutan Klas 1 cipinang sebagai salah satu Unit Pelaksanaan Teknis Pemasyarakatan
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta dibentuk
berdasarkan xmenimbang bahwa dalam rangka peningkatan pelaksanaan tugas
pemasyarakatan dibidang perawatan tahanan dan untuk mengatasi peningkatan kapasitas
hunian maka perlu dibentuk Rutan yang tertib, aman, lancar dan terkendali. Rutan Klas 1
Cipinang mulai beroperasi pada tanggal 14 April 2008 sesuai SK. Kanwil Kemenkumham
DKI Jakarta Nomor : W7.PK.01-1437 tanggal 08 April 2008, dan diresmikan oleh Bp.
Patrialis Akbar selaku Menteri Kemenkumham RI pada tanggal 27 April 2010. Secara
filosofis Pemasyarakatan adalah sistem pemidanaan yang sudah jauh bergerak meninggalkan
filosofi Retributif (pembalasan), Deterrence (penjeraan), dan Resosialisasi. Sehingga
pemidanaan ditujukan untuk memulihkan atau menyatukan kembali terpidana dengan
masyarakatnya(reintegrasi) sesuai dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 Pasal
2. Rumah Tahanan Negara atau lebih sering disebut Rutan didirikan pada setiap ibukota
kabupaten atau kota. Dan apabila perlu, dapat dibentuk pula Cabang Rutan. Di dalam
lingkungan Rutan, ditempatkan para tahanan yang statusnya masih dalam proses penyidikan,
penuntutan, dan masa pemeriksaan atau banding di tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan
tinggi ataupun Mahkamah Agung. Dalam Sistem Pemasyarakatan, Rutan merupakan instansi
yang terlibat dalam penegakan hukum tahap pre-adjudikasi. Pada tahap inilah Sistem
Pemasyarakatan berperan dalam memberikan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi
setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

B. GAMBARAN UMUM ORGANISASI


Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang mempunyai tugas pokok melaksanakan
pemasyarakatan terhadap tahanan/narapidana. Di samping itu juga memiliki fungsi
melaksanakan pembinaan tahanan/narapidana, memberikan bimbingan, terapi dan rehabilitasi
tahanan/narapidanan kasus narkotika, melakukan bimbingan sosial/kerohanian, melakukan
pemeliharaan keamanan dan tata tertib Lapas serta melakukan urusan tata usaha dan rumah
tangga.
D. STRUKTUR ORGANISASI

Bagan Struktur Organisasi Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang


PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem pembelajaran pada pendidikan dan pelatihan Prajabatan Pola Baru, menuntut
setiap peserta Diklat Prajabatan untuk mengaktualisasikan nilai – nilai dasar profesi PNS
yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang
diakronimkan menjadi ANEKA. Melalui proses pembelajaran berdasarkan ANEKA tersebut
diharapkan dalam pelaksanaan tugas nantinya dapat di aktualisasikan berdasarkan apa yang
telah didapatkan selama pendidikan dan pelatihan. Setelah menyelesaikan Laporan
Aktualisasi , penulis menyimpulkan sebagai berikut :
1. Laporan Aktualisasi dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang
2. Implementasi dari nilai – nilai ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) sangatlah mutlak di laksanakan ke dalam lingkungan
kerja. Di karenakan saat ini, bangsa kita sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang berkualitas, guna memperbaiki kinerja ASN yang kini dipandang sebelah
mata oleh masyarakat.
3. Penulis saat ini bertugas di Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang
, diharapkan mampu menjalankan nilai – nilai dasar ANEKA yang menjadi pondasi utama
ASN yang berkualitas,. Warga binaan tersebut hanyalah sekumpulan orang – orang yang
tersesat dan sangat membutuhkan pelayanan maksimal dan bermanfaat bagi kehidupan
mereka, baik berupa pendidikan maupun pelayanan kesehatan.
4. Dalam pembuatan Rancangan Aktualisasi, diharapkan kegiatan ini dapat mewujudkan
Rutan yang aman dan tertib serta jauh dari gangguan KAMTIB

B. Saran
Adapun saran – saran dalam pelaksanaan Aktualisasi di tempat tugas adalah:
1. Agar pelaksanaan kegiatan aktualisasi berjalan lancar, penulis mengharapkan saran dan
masukan yang berasal dari penguji, coach, mentor, setelah dilaksanakannya laporan
Aktualisasi ini. Saran dan masukan tersebut diharapkan membantu penulis dan
memaksimalkan nilai – nilai dasar ANEKA ditempat kerjanya nanti.
2. Prajabatan pola baru ini sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi ditempat
kerja penulis, untuk itu penulis berharap program ini tetap untuk dilaksanakan dan
dilanjutkan kedepannya.