Anda di halaman 1dari 3

ِ ‫علَ ْي ُك ْم َو َرحْ َمةُ ه‬

ُ ‫ّللا َو بَ َركَاتُه‬ َ ‫سالَ ُم‬ َّ ‫اَل‬


ْ
ِ‫شك ًرا ِ هِل‬ُ ‫ّللا َح ْمدًا َو‬ِ ‫س ْو ِل ه‬
ُ ‫على َر‬ َ َ ‫سالَ ًما َدائِ َمي ِْن‬ َ ‫صالَة ً َو‬
َ
‫أ َ َّما َب ْعد‬

Bapak dan Ibu Dewan Juri yang saya hormati


Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati
Rekan-rekan peserta lomba pidato yang saya hormati
Hadirin yang berbahagia.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala yang
telah
menganugerahkan berbagai kenikmatan kepada kita semua, sehingga dengan perkenanNya
kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka lomba pidato ,

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW,
beserta para keluarganya, para sahabatnya, dan pengikut-pengikut Beliau sampai akhir jaman.
Bapak dan Ibu serta hadirin yang saya hormati.

Perkenalkan nama saya RAMADHAN utusan dari SDIT AL AZHAR 2

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah

Salah satu ibadah teragung di dalam Islam setelah mentauhidkan Allah adalah berbakti
kepada orang tua. Berbakti kepada siapa...? “orang-tua...”

saya teringat akan pesan lukmanul hakim

surat Luqman ayat 14, yang berbunyi :

‫صالُهُ فِي عَا َم ْي ِن أ َ ِن‬ َ ‫ان ِب َوا ِل َد ْي ِه َح َملَتْهُ أ ُ ُّمهُ َو ْهنًا‬


َ ِ‫علَ ٰى َو ْه ٍن َوف‬ َ ‫س‬َ ‫اْل ْن‬ِ ْ ‫ص ْينَا‬
َّ ‫َو َو‬
ُ ‫شك ُْر ِلي َو ِل َوا ِل َد ْيكَ إِلَ َّي ا ْل َم ِص‬
‫ير‬ ْ ‫ا‬
Artinya : “dan Kami perintahkan kepada manusia (berbakti) kepada dua orang ibu-bapaknya;
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang betambah-tambah, dan
menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurklah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu
bapakmu, hanya kepada-Ku lah tempat kembalimu.”

Dari ayat diatas surat Luqman ayat 14 , saya akan membawakan pidato dengan tema
“Berbakti kepada Kedua Orangtua”

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, sebagai seorang Muslim kita wajib berbakti kepada
ibu-bapak sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 36: yang
berbunyi :

Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.


dan berbuat baiklah kepada dua orangtua.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,


Ayat tadi memerintahkan kepada kita agar senantiasa menyembah Allah, Tuhan Yang Maha
Esa, dan berbuat baik kepada kedua orangtua kita. Cobalah kita hitung jasa kedua orangtua
kita, tentu tidak akan mampu menghitungnya, karena jasa mereka sangat besar tiada terkira.

Begitu besarnya jasa orang tua kepada anak anaknya sehingga setiap kita yang masih
memiliki orang tua diwajibkan untuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua.
Lantas apa yang bisa kita perbuat untuk membalas semua jasa orang tua? Bisakah kita
membalasnya? Mungkin orang tua tidak pernah mengharapkan balasan apa-apa dari anaknya.
Untuk itu setiap anak di wajibkan berbakti pada kedua orang tua. Dalam agama Islam ada
perintah untuk berbuat baik kepada Ibu dan Bapak :

َ ‫ض ٰى َربُّكَ أ َ ََّّل ت َ ْعبُدُوا إِ ََّّل إِيَّاهُ َوبِا ْل َوا ِل َد ْي ِن إِ ْح‬


َ‫سانًا ۚ إِ َّما يَ ْبلُغَ َّن ِع ْندَك‬ َ َ‫۞ َوق‬
‫ف َو ََّل ت َ ْن َه ْر ُه َما َوقُ ْل لَ ُه َما قَ ْو ًَّل ك َِري ًما‬ٍ ُ ‫ا ْل ِكبَ َر أ َ َح ُد ُه َما أ َ ْو ِك ََل ُه َما فَ ََل تَقُ ْل لَ ُه َما أ‬

"Dan Tuhanmu telah memerintahkanmu agar kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jangan sekali-kali
kamu mengatakan kepada keduanya 'ah', janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang mulia" (QS. Al-Isra' ayat 23)

Saat hamil, ibu selalu dalam kepayahan karena mengandung kita, sementara bapak bekerja
siang dan malam untuk kelahiran kita. Begitu pula saat lahir, mereka pun mencurahkan segala
perhatian dan kasih sayang kepada kita. Bahkan sampai sekarang kasih sayangnya tiada
terkira. Subhanallah, betapa mulia jasa kedua orang tua kita!

Suatu hari, ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW, “Siapakah yang patut
memperoleh penghormatan terbaik dariku, wahai Nabi?”
“Ibumu,” jawab Nabi singkat.
”Lalu siapa lagi?” sahabat kembali bertanya.
“Ibumu,” Nabi tetap memberi jawaban yang sama.
“Lalu siapa?” sahabat itu terus bertanya.
“Ibumu,” lagi-lagi Nabi memberi jawaban yang sama hingga tiga kali.
“Lalu siapa, wahai Nabi?”
“Ayahmu.”
Karena itulah, barangsiapa yang durhaka kepada kedua orangtua, niscaya Allah akan
menurunkan siksa dan neraka balasannya. Panasnya, duuuuh…. Minta ampun! Pokoknya
puanas banget, ratusan kali lipat panasnya dari api di bumi ini. Nah, sebagai generasi shalih
dan shalihah, marilah kita berbakti kepada kedua orangtua dan senantiasa berdoa untuk
mereka:

َ ‫ار َح ْم ُه َما َك َما َربَّيَانِ ْي‬


‫ص ِغ ْي ًرا‬ َّ ‫اَلل ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِل ْي َو ِل َوا ِلد‬
ْ ‫َي َو‬
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana
mereka telah menyayangiku di kala aku masih kecil.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Hanya itulah yang dapat saya sampaikan, lebih dan kurang saya mohon maaf. Sebagai
penutup saya menyampaikan beberapa pantun.

Dara manis sedang tertawa

Putri cantik pakai selendang

Jangan durhaka kepada orang

Nanti terkutuk seperti Malin Kundang

Jalan-jalan keMedan

Tidak lupa membeli teri

Mohon maaf atas kekhilafan

Lain waktu berjumpa lagi

Beli kain berwarna merah

Pohon durian berbuah tujuh

Wabilahitaufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh