Anda di halaman 1dari 9

5 TATA TERTIB - TAAT BERLALU LINTAS

Bagi kamu yang memiliki aktivitas berlalu lintas mungkin ada baiknya
memperhatikan aturan-aturan berikut ini. Jangan sampai kamu dihukum
karena melanggar aturan. Tak hanya itu saja, kamu juga mesti taat aturan
untuk keselamatan berlalu lintas.
Seperti dikutip darI akun instagram @kemenhub151, ada beberapa hal yang
mesti diperhatikan. Karena beberapa hal ini justru banyak pelanggarannya.
1. Kamu Perlu Punya SIM

Fungsi SIM (Foto:Instagram/@kemenhub151)


Setiap orang wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diterbitkan
Polri. Untuk dapat mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan. Prosedur
pembuatannya mudah dengan proses yang transparan. Setiap pemohonnya
harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti persyaratan usia,
administratif, kesehatan dan lulus ujian untuk dapat memperolehnya.
.Berikut ini adalah fungsi Surat Izin Mengemudi (SIM) berdasarkan Undang-
Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan,
Pasal 86.
.(1) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi.
(2) Surat Izin Mengemudi berfungsi sebagai registrasi Pengemudi Kendaraan
Bermotor yang memuat keterangan identitas lengkap Pengemudi.
(3) Data pada registrasi Pengemudi dapat digunakan untuk mendukung
kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.
2. Jangan Naikkan Motor Kamu ke Trotoar

Motor naik trotoar (Foto:Instagram/@kemenhub151)

Trotoar merupakan fasilitas dikhususkan bagi pejalan kaki, namun masih


sering didapati pengemudi sepeda motor yang nekad mengendarai motornya
menaiki trotoar sehingga membahayakan keselamatan para pejalan kaki.
.Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan, pasal 131 dengan jelas telah mengatur tentang hak pejalan kaki di jalan
raya:
.1. Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa
trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
2. Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di
tempat penyeberangan.
3. Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan
memperhatikan keselamatan dirinya.
.
3. Hormati Pesepeda dan Pejalan Kaki

Perjalan kaki dan pesepeda (Foto:Instagram/@kemenhub151)

Jalan raya bukan hanya untuk dilintasi oleh kendaraan bermotor saja. Pejalan
kaki dan pesepeda juga berhak menggunakannya. Hal ini sesuai dengan UU
No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 Ayat
(2) yang mengatur:
Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus
mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang
tidak mengindahkan aturan ini akan dipidana dengan pidana kurungan paling
lama dua bulan atau,denda paling banyak Rp 500.000.
4. Jangan Main HP saat Berkendara

Konsentrasi saat berkendara (Foto:Instagram/@kemenhub151)

Mengendarai sepeda motor sambil menelepon sangat dilarang. Selain


mengancam keselamatan diri sendiri juga membahayakan pengguna jalan
lainnya.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan, pasal 283 telah mengatur bahwa setiap orang yang mengemudikan
kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain
atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan
konsentrasi dalam mengemudi, akan dipidana dengan kurungan paling lama
tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000.
5. Kamu Perlu Tahu Hak Pejalan Kaki

Hak Pejalan Kaki (Foto:Inatagram/@kemenhub151)

Pejalan kaki berhak mendapatkan fasilitas-fasilitas yang mendukung


keselamatannya saat melintasi jalan raya. Antara lain, ketersediaan jembatan
penyeberangan dan trotoar. Selain itu, pejalan kaki juga berhak diprioritaskan
ketika menyeberang jalan di tempat penyeberangan.
Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 131 ayat 1, 2, 3.
.1. Pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa
trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
.2. Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang jalan di
tempat penyeberangan.
.3. Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan
memperhatikan keselamatan dirinya.
5 Pelanggaran Lalu Lintas yang Sering Dilakukan Pengendara

Lampu lalu lintas. (Foto:Aditia Noviansyah/kumparan)

Sudah seharusnya kita tertib berlalu lintas dan menaati peraturan yang ada saat
berkendara. Itu semua agar kita selamat sampai tujuan dan terhindar dari hal-hal yang
tidak diinginkan.
Namun, di jalan raya masih ada saja pengendara-pengendara yang melanggar aturan
berlalu lintas. Padahal, melanggar aturan dalam berlalu lintas dapat membahayakan
diri sendiri ataupun pengguna jalan lainnya. Berikut ini pelanggaran yang terjadi di
jalan raya:
1. Melawan Arus

Pengendara yang melawan arus ini tergolong nekat, karena selain membahayakan
dirinya juga membahayakan orang lain. Melawan arus tidak boleh dilakukan apapun
alasannya, karena dapat menyebabkan kecelakaan. Lebih baik mematuhi lalu lintas
daripada melawan arus yang membuat kita celaka.
2. Membawa Muatan Berlebih

Pengendara yang tidak memperhatikan barang bawaanya, seperti membawa muatan


yang berlebih atau (overload). Kendaraan roda dua tidak di desain membawa banyak
barang. Begitu juga dengan kendaraan roda empat, juga memiliki batasan-batasan
untuk membawa barang. Oleh karena itu kita harus menyesuaikan barang yang kita
bawa dengan kendaraan yang kita gunakan.
3. Menerobos Lampu Merah

Ilustrasi lampu merah di jalan. (Foto:Aditia


Noviansyah/kumparan)

Ketika lampu merah menyala kita seharusnya berhenti di belakang garis setop. Masih
saja banyak pengendara yang ngeyel dengan menerobos lampu merah. Biasanya para
pengendara yang menerobos lampu merah beralasan karena "terburu-buru" tetapi tetap
saja hal ini tidak dapat dibenarkan karena menerobos lampu merah merupakan
tindakan melanggar lalu lintas.
4. Masuk ke Jalur Transjakarta

Pengendara motor menggunakan jalur busway. (Foto:Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Jalur transjakarta diperuntukkan hanya untuk Transjakarta itu sendiri, seharusnya


tidak boleh ada kendaraan yang masuk ke jalur Transjakarta. Tetapi banyak pengendara
yang masuk jalur Transjakarta karena ikut-ikutan pengendara lain. Hal ini sangat
membahayakan bagi pengendara itu sendiri karena banyak Transjakarta yang akan dan
atau sedang melewati jalur tersebut.
5. Atribut Berkendara Tidak Lengkap

Polisi Bogor menilang pengemudi tak pakai helm (Foto:Instagram @tmcpolresbogor)

Atribut berkendara merupakan hal yang penting, karena dapat melindungi kita jika
terjadi kecelakaan. Akan tetapi, masih saja banyak pengendara yang tidak
memperhatikan atribut berkendara. Masih sering ditemukan pengendara yang tidak
menggunakan helm dalam hal ini khususnya pengendara motor. Kelengkapan surat-
surat kendaraan juga harus dilengkapi. Kita harus selalu mengecek kelengkapan
kendaraan sebelum memulai berpergian agar tercipta kondisi berlalu lintas yang aman
dan tertib.
Itulah beberapa pelanggaran lalu lintas yang masih terjadi di jalan raya. Sudah
seharusnya kita mematuhi lalu lintas agar terhindar dari segala bahaya yang ada di
jalan. Patuhilah semua rambu-rambu lalu lintas dan peraturan berlalu lintas.