Anda di halaman 1dari 5

BAB II

PERMASALAHAN FILTRASI DALAM INDUSTRI KIMIA

A. Pemilihan Jenis Alat Filrasi


Di dunia ini, ada berbagai macam alat filtrasi. Alat filtrasi tersebut diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan masing masing pabrik dalam industry kimia. Kesalahan pemilihan
alat filtrasi akan mengakibatkan membeludaknya biaya produksi serta produk yang
dihasilkan berkurang kualitasnya.

B. Debit filtrasi
Saat proses Filtrasi, debit yang terlalu besar akan menyebabkan tidak berfungsinya
filter secara efisien. Selain itu, pada unit filtrasi yang menggunakan bakteri untuk
memisahkan patogen, debit air yang cepat menyebabkan lapisan bakteri yang berguna
untuk menghilangkan patogen terrsebut tidak akan terbentuk sebaik apa yang terjadi saat
debitnya lambat. sehingga membutuhkan proses desinfeksi yang lebih intensif.
Sementara itu, jika debit filtrasi yang digunakan terlalu lambat, maka diperlukan ruang
/ wadah penampung yang cukup luas dan proses yang diperlukan menjadi lebih lama.

C. Proses perawatan dan Pembuangan Limbah hasil filtrasi


Perawatan filtrasi harus dirawat secara kontinu agar umur pakai peralatan menjadi
lebih panjang. Selain itu, unit filtrasi yang tidak dibersihkan akan menyumbat pori pori
media sehingga proses filtrasi menjadi tidak berjalan secara lancar. Namun, perawatan
yang terlalu sering mengakibatkan biaya yang dikeluarkan akan semakin besar.
Dalam proses filtrasi, perawatan yang dilakukan tidak boleh secara sembarangan.
Karena hal hal tersebut akan mengakibatkan alat filtrasi menjadi rusak atau kehilangan
performa nya.
Pembuangan limbah yang tersaring pada proses filtrasi pun tidak boleh
sembarangan. Pembuangan tersebut diperhatikan berdasarkan jenis limbah yang ada di
alat filtrasi.
BAB III
SOLUSI TERHADAP PERMASALAHAN YANG ADA

A. Jenis Alat Filtrasi sesuai kebutuhan


Berdasarkan gaya pendorong aliran, penyaringan dapat di klasifikasikan sebagai
berikut:

1. Penyaring gaya berat (gravity filters)

gravitasi adalah sistem pengaliran air dari sumber ke tempat reservoir dengan cara
memanfaatkan energi potensial gravitasi yang dimiliki air akibat perbedaan
ketinggian lokasi sumber dengan lokasi reservoir.

Gambar 3.1 Penyaring Gaya Berat

2. Penyaring tekanan (Pressure filters)

Suatu mesin pres bersaringan berisi satu set plat yang didesain untuk menyediakan
serangkaian ruang atau kompartemen yang didalamnya padatan dikumpulkan.
Plat-plat tersebut dilingkupi medium penyaring seperti kanvas. Lumpur dapat
mencapai tiap-tiap kompartemen dengan tekanan tertentu; cairan melalui kanvas
dan keluar ke pipa pembuangan, meninggalkan padatan kue basah dibelakangnya.
Gambar 3.2 Penyaring Tekanan

3. Penyaring vakum (Vacuum filters)

Filtrasi Vakum dilakukan dengan cara campuran padat-cair dilewatkan melalui


sebuah filter. Sementara itu, cairan ditarik menggunakan sebuah vakum melalui
sebuah saluran.

Gambar 3.3 Penyaring Vakum

4. Penyaring sentrifugal ( Centrifugal filters)


Gambar 3.4 Penyaring Sentrifugal

Padatan yang membentuk kue berpori dapat dipisahkan dari cairan dengan
penyaringan yang berputar. Umpan dimasukkan ke dalam keranjang berputar yang
memiliki dinding bercelah atau berlubang yang disampuli suatu medium penyaring
seperti kanvas atau kain logam. Tekanan yang dihasilkan dari gaya sentrifugal
memaksa cairan melewati medium penyaring, meninggalkan padatannya. Jika
umpan yang masuk keranjang dihentikan dan padatan kue diputar untuk waktu
yang singkat, kebanyakan cairan residu di dalam kue mengalirkan partikel
sehingga padatan lebih kering daripada hal yang sama untuk mesin pres
bersaringan (filter press) atau penyaring vakum (vacuum filter).

B. Debit filtrasi

Untuk mengatasi masalah debit filtrasi, industri biasanya menggunakan unit filtrasi sesuai
dengan kebutuhan masing masing. Ada 2 jenis alat filtrasi berdasarkan cepat lambatnya
proses filtrasi bekerja.
1. Filter Pasir Cepat
Filter Pasir Cepat memiliki kecepatan filtrasi antara 4 sampai 21 m/jam. Metode
filtrasi dengan filter air cepat harus didahului dengan pengolahan pendahuluan berupa
koagulasi-flokulasi untuk menurunkan tingkat kekeruhan. Efisiensi pada filtrasi ini
mecapai 90-98%. Media pasir yang digunakan berukuran >0,55 mm, dengan ketebalan
lapisan pasir 60-70 cm. Ukuran bed filter (wadah media filter) kecil sekitar 40-400
m2 .
Metoda pemberihan filter ini dengan cara backwash yaitu dengan mengalirkan air
bersih (yang sudah tersaring) secara berbalik dari arah produksinya. Sedimentasi yang
terjadi akan menutupi pori media sehingga menimbukkan kondisi clogging atau
tersumbat. Dengan backwash, sedimentasi akan terangkat ke permukaan filter dan
terbuang.
Berdasarkan alirannya, filter dibedakan menjadi:
a. aliran downflow (ke bawah),
b. aliran upflow (ke atas),
c. aliran horizontal.
Berdasarkan sistem pengalirannya, dibedakan menjadi:
a. Pengaliran dengan gravitasi (gravity filter)
b. Pengaliran dengan tekanan (pressure filter)

2. Filter Pasir Lambat


yaitu filter pasir yang mempunyai kecepatan lambat sekitar 0,1-0,4 m/jam karena
kerapatan pori media yang lebih rapat. Ukuran media yang digunakan adalah 0,15-
0,35 mm dengan ketebalan media pasir 90-110 cm. Ukuran bed besar sekitar 2000 m2.
Tidak memerlukan pengolahan pendahuluan untuk jenis filter ini.
Pencucian dilakukan dengan cara mengambil lapisan teratas filter dan dilakukan
pencucian. Filter run-nya adalah 20-60 hari. Metode pasir lambat adalah metode yang
efektif untuk mengurangi kekeruhan dibawah 50 NTU, bahan organik dan organisme
patogen.
Pemilihan kedua filtrasi diatas berdasarkan kebutuhan masing masing. Apalah filtrasi yang
diinginkan tersebut.

C. Perawatan Alat Filtasi


Perawatan filtrasi harus dirawat secara kontinu agar umur pakai peralatan menjadi
lebih panjang. Langkah-langkah perawatan sebagai berikut :
1. Media penyaring dibersihkan dengan diblower menggunakan udara sehingga
partikel-partikel yang ada di pori-pori penyaring tidak menempel lagi.
2. Kantong penyaring untuk pembersih gas juga dibersihkan dari media padatan atau
partikel.
3. Penyaring bercangkang dan berdaun juga dibersihkan dari debu dan karat
sehingga media penyaringan tersebut akan bekerja secara optimum.

Pada proses filtrasi yang memisahkan padatan, Padatan dalam suspensi akan berakumulasi
dalam filter. Setelah beberapa waktu, padatan tersebut harus dicuci dan dibuang agar tidak
menutup pori pori filter. Waktu pencucian dan metode pencucian disesuaikan dengan jenis
filter yang digunakan. Saat proses pencucian, umpan harus dimatikan sementara.