Anda di halaman 1dari 6

7.1.

Hidrolika Filtrasi

Pada prinsipnya aliran pada media berbutir (filter pasir) dianggap sebagai aliran dalam
pipa berjumlah banyak. Kehilangan tekanan dalam pipa akibat gesekan aliran mengikuti
persamaan Darcy – Weisbach berikut:
2
LV
hL  f (7.5)
Dc 2g

dengan:
hL = kehilangan tekanan akibat gesekan, m
f = koefisien kekasaran
L = panjang pipa, m
V = kecepatan aliran, m/detik
Dc = diameter pipa, m

1
Bila persamaan Darcy – Weisbach diterapkan pada aliran di media berbutir, maka perlu ada
penyesuaian. Ketebalan atau tinggi media sama dengan panjang pipa dan diameter pori di antara
butiran pasir dianggap identik dengan diameter pipa. Pada pipa, luas penampang saluran adalah ¼ x
π x Dc2. Jari–jari hidrolis (r) pada pipa adalah luas penampang dibagi dengan keliling basah:

D 2
D
r c  c (7.6)
4Dc 4

Jari-jari hidrolis pada media berbutir dapat ditentukan dengan volume rongga dibagi dengan luas
permukaan butiran (Ap):

Vv
r (7.7)
Ap

Volume rongga bergantung pada besarnya porositas media. Porositas media  dapat dinyatakan
sebagai berikut:

Volume rongga media Vv


  (7.8)
Volume rongga media  Volume butiran media Vv  Vp

Persamaan (7.8) ditulis kembali sebagai berikut:

   p
Vv   1  .V
 (7.9)
 

Dengan substitusi, persamaan (7.7) menjadi:

V
r   1   pA (7.10a)
 p
Bila Vp/Ap = (1/3. π.d3)/ (3. π.d2) = d/6, maka:

  d
r  1  6 (7.10b)
 

Substitusi persamaan (7.6) dan persamaan (7.10b) diperoleh:

2    
 D c  3d 1  
 
(7.11)

 

Kecepatan aliran pada pipa (V) identik dengan pendekatan laju aliran (flow rate, Va =
debit/luas permukaan bak) dibagi dengan porositasnya, maka:

Va 
V (7.12)

Untuk jenis media yang tidak bulat digunakan faktor bentuk (kebulatan) , sehingga perlu
dikoreksi:

2
Vp d
 (7.13)
Ap 6

Dari rumus Darcy – Weisbach untuk f’ = ¾ f, diperoleh persamaan Carman – Kozeny:


L  1   aV
2

hL  f '   (7.14)
d    g
3

Nilai f’ merupakan fungsi NRe:


 1  
f '  150   1,75 (7.15)
 NRe 

Bilangan Reynold, NRe merupakan fungsi diameter dan kecepatan aliran yang diturunkan
dengan rumus:

.d.Va ..d.Va 
NRe   (7.16)
 
dimana:  = berat jenis
 = viskositas dinamis
 = viskositas kinematis

Selain persamaan Carman – Kozeny di atas, terdapat persamaan empiris untuk menghitung
kehilangan tekanan saat filter bersih, yaitu Persamaan Rose sebagai berikut:
2
C .L.V
h
L
 1,067 D a
(7.17)
 .d. g
4

CD adalah koefisien drag yang besarnya tergantung bilangan Reynolds (Persamaan 7.16). Nilai CD
dihitung sebagai berikut:

24
 untuk NRe < 1: CD = (7.18a)
NRe
24  3
 Untuk 1< NRe< 104: CD=   0,34 (7.18b)
NRe NRe
 Untuk NRe > 104: CD = 0,4 (7.18c)

Persamaan (7.14) dan persamaan (7.17) digunakan untuk menghitung kehilangan tekanan
akibat aliran pada media berbutir yang seragam. Untuk media terstratifikasi dengan porositas
tidak sama, maka setiap lapisan media dihitung tersendiri sebagai media seragam. Demikian juga
untuk jumlah media lebih dari satu macam media. Untuk media tidak seragam tetapi porositas
seragam, maka persamaan tersebut berubah menjadi:

 Persamaan Carman – Kozeny:


L  1   V
2
f 'x
hL  
  a 
 d (7.19)
   g
  

3
 Persamaan Rose:
2
L.Va C x
hL  1,067  D
(7.20)
 .4 g d
dengan x adalah fraksi berat butiran media dengan ukuran di dan L adalah tebal media total.

Besarnya kehilangan tekanan pada media filter dapat ditentukan dengan menggunakan
percobaan piezometrik dalam skala laboratorium seperti terlihat pada Gambar 7.6. Gambar 7.6(a)
memperlihatkan rangkaian alat yang digunakan untuk mengukur tinggi tekanan air (head) pada
piezometer selama percobaan filtrasi berlangsung. Makin ke bawah lokasi titik sampling, maka
head makin menurun (karena kehilangan tekanan atau headloss bertambah). Selama proses filtrasi
berlangsung, head di setiap piezometer dicatat seperti digambarkan pada Gambar 7.6(b). Dengan
bertambahnya waktu filtrasi, head makin menurun (karena terjadi clogging yang menyebabkan
headloss meningkat), bahkan bisa mencapai head negatif, artinya tinggi muka air di piezometer
berada di bawah dasar media filter.

(a) (b)

Gambar 7.6 Kehilangan tekanan pada filter, (a) percobaan piezemetrik (b) profil kehilangan
tekanan selama proses filtrasi.

Headloss pada proses filtrasi akan selalu meningkat sejalan dengan waktu operasi filtrasi.
Naiknya headloss ini dapat digunakan untuk menentukan filter run atau siklus filtrasi, yaitu
periode waktu operasi filtrasi di antara dua pencucian media. Filter run ditentukan dengan
melakukan pencatatan kekeruhan pada efluen filter dan headloss yang terjadi selama filter
beroperasi. Gambar 7.7 memperlihatkan hubungan antara headloss dan kekeruhan dengan waktu.
Dengan mengacu pada besarnya kekeruhan maksimum pada efluen, waktu backwash dapat
ditentukan. Waktu backwash juga dapat ditentukan dengan memberi batasan pada nilai headloss
maksimum.

4
Gambar 7.7 Hubungan antara headloss dan kekeruhan dengan waktu operasi filter

Contoh Soal 7.2:

Sebuah bak filter single media dengan data sebagai berikut:


Tebal media pasir, L = 60 cm
Specific gravity pasir, Sg = 2,65
Diameter pasir rata-rata, d = 0,45 mm
Faktor bentuk pasir,  = 0,82
Porositas media pasir,  = 0,42
Rate filtrasi, Va = 10 m/jam
Temperatur air = 28oC

Hitunglah headloss yang terjadi akibat aliran melewati media pasir tersebut:
dengan persamaan Carman-Kozeny
dengan persamaan Rose

Penyelesaian:
1. Perhitungan headloss menggunakan persamaan Carman-Kozeny
Persamaan Carman-Kozeny:

L  1   V
2


d 3

 1  
f '  150   1,75 NRe= ( d V ) / 

Pada T = 28oC, diperoleh  = 0,8363. 10-2 gram/cm-detik dan  = 0,9963 gram/cm3
NRe = (0,82 x 0,9963 x 0,045 x 1000 / 3600) / 0,008363 = 1,220
f' = 150 x [(1- 0,42) / 1,140] +1,75 = 72,997
2
 1 0,42  (1000/3600 )
 
 

2. Perhitungan headloss menggunakan persamaan Rose


24
CD =   0,34  22,71
1,220

Anda mungkin juga menyukai