Anda di halaman 1dari 14

Environmental Performance

“ Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Akuntansi Keberlanjutan “

Oleh

Defina Darmon 1610533013

Woelan Aswin Kasoema 1610533027

Dosen Pembimbing: Dr. Elvira Luthan, SE. Akt. M.Si

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018/2019
PENDAHULUAN

Eksistensi perusahaan di tengah lingkungan dan masyarakat berdampak positif maupun


negatif. Dampak positif yang ditimbulkan antara lain keberadaan perusahaan ditengah
lingkungan dan masyarakat seperti, menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang yang
dibutuhkan masyarakat untuk dikonsumsi, meningkatkan pendapatan, menyumbang pendapatan
daerah dan negara, serta mendukung peningkatan ekonomi, dan lain-lain. Sementara, dampak
negatif (negative externalities) antara lain keberadaan perusahaan di tengah lingkungan
menimbulkan pencemaran baik tanah, air maupun udara.
Hal tersebut mengancam munculnya polusi udara dan air, kebisingan suara, kemacetan
lalu lintas, limbah kimia, hujan asam, radiasi, sampah nuklir, dan masih banyak lagi petaka lain
sehingga menyebabkan stres mental dan kerugian fisik dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kesalahan dalam alokasi sumber daya manusia dan alam yang dilakukan oleh perusahaan
sebagai penyebab utama.

a) Pengertian Kinerja Lingkungan

Dimensi Lingkungan dari keberlanjutan yang mempengaruhi dampak organisasi terhadap


sistem alami hidup dan tidak hidup, termasuk ekosistem, tanah,air dan udara. Indikator
Lingkungan meliputi kinerja yang berhubungan dengan input (misalnya material,energi, dan air)
dan output (misalnya emisi, air limbah,dan limbah). Sebagai tambahan, indikator ini melingkupi
kinerja yang berhubungan biodiversity (keanekaragaman hayati), kepatuhan lingkungan, dan
informasi relevan lainnya seperti pengeluaran lingkungan (environmental expenditure) dan
dampaknya terhadap produk dan jasa.

Kinerja lingkungan adalah hasil yang dapat diukur dari sistem manajemen lingkungan, yang
terkait dengan kontrol aspek-aspek lingkungannya, serta pengkajian kinerja lingkungan yang
didasarkan pada kebijakan lingkungan, sasaran lingkungan dan target lingkungan (ISO 14004,
dari ISO 14001).

b) Aspek Kinerja Lingkungan


1. Material (GRI 301)
Material tak terbarukan, seperti mineral, metal, minyak, gas, atau batu bara; atau material
terbarukan, seperti kayu atau air.

2. Energi (GRI 302)


Energi ada dalam berbagai bentuk, seperti bahan bakar, listrik, pemanasan, pendinginan,
atau uap. Energi dapat dihasilkan sendiri atau dibeli dari sumber eksternal dan dapat berasal dari
sumber daya terbarukan (seperti angin, air, atau solar) atau dari sumber daya tak terbarukan
(seperti batu bara, minyak bumi, atau gas alam).

3. Air (GRI 303)


Pengambilan dari sistem air dapat memengaruhi lingkungan dengan menurunkan
permukaan air, mengurangi volume air yang tersedia untuk digunakan, atau mengubah
kemampuan ekosistem untuk menjalankan fungsinya.

4. Biodiversitas (GRI 304)


Melindungi keanekaragaman hayati merupakan hal yang penting untuk memastikan
kemampuan spesies tanaman dan hewan, keanekaragaman genetik, dan ekosistem alami untuk
bertahan hidup. Sebagai tambahan, ekosistem alami menyediakan air dan udara bersih, dan
berkontribusi pada keamanan pangan dan kesehatan manusia. Keanekaragaman hayati juga
berkontribusi secara langsung pada penghidupan lokal, sehingga menjadikannya sangat penting
dalam mencapai pengurangan kemiskinan, serta pembangunan berkelanjutan.

5. Emisi (GRI 305)


Jenis emisi meliputi: gas rumah kaca (GRK), zat perusak ozon (ODS), dan nitrogen
oksida (NOX) serta sulfur oksida (SOX), di antara emisi udara yang signifikan.

6. Efluen dan Limbah (GRI 306)


Ini mencakup pelepasan air, penimbulan, pengolahan dan pembuangan limbah; dan
tumpahan bahan kimia, minyak, bahan bakar, dan zat-zat lain.
7. Kepatuhan (GRI 307)
Membahas topik kepatuhan lingkungan, yang mencakup kepatuhan organisasi terhadap
undang-undang dan/atau peraturan tentang lingkungan hidup. Ini termasuk kepatuhan terhadap
deklarasi, konvensi, dan traktat internasional, dan juga regulasi nasional, provinsi, regional, dan
lokal.

8. Pemasok (GRI 308)


Suatu organisasi mungkin terlibat dengan dampak baik melalui kegiatan mereka sendiri
atau sebagai akibat dari hubungan bisnis mereka dengan pihak lain. Uji tuntas diharapkan dari
sebuah organisasi untuk mencegah dan memitigasi dampak lingkungan negatif dalam rantai
pasokan.

c) Indikator Kinerja Lingkungan


1. Material
 Material yang digunakan berdasarkan berat atau volume (Pengungkapan 301-1)
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berat atau volume total material yang
digunakan untuk memproduksi dan mengemas produk dan jasa utama organisasi selama periode
pelaporan, berdasarkan:
i. material tak terbarukan yang digunakan;
ii. material terbarukan yang digunakan;
Ketika menyusun informasi yang dijelaskan dalam Pengungkapan 301-1, organisasi
pelapor sebaiknya:
a) menyertakan jenis material berikut dalam penghitungan material total yang digunakan:
b) melaporkan, untuk setiap jenis material, apakah material itu dibeli dari pemasok eksternal
atau dipasok sendiri (seperti produksi yang terikat (captive production) dan aktivitas
ekstraksi)
c) melaporkan apakah data ini adalah perkiraan atau diambil dari pengukuran langsung;
d) melaporkan metode yang digunakan, jika estimasi diwajibkan.

 Material input dari daur ulang yang digunakan


Organisasi pelapor harus melaporkan informasi persentase dari material input dari daur
ulang yang digunakan untuk memproduksi produk dan jasa utama organisasi.
Ketika menyusun informasi yang dijelaskan dalam Pengungkapan 301-2, organisasi pelapor
harus:
a) menggunakan berat atau volume total dari material yang digunakan seperti yang
dijelaskan pada Pengungkapan 301-1;
b) menghitung persentase material input dari daur ulang yang digunakan dengan
menggunakan formula berikut:
 Produk reclaimed dan material kemasannya
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi persentase produk reclaimed dan material
kemasannya untuk setiap kategori produk dan bagaimana data untuk pengungkapan ini
dikumpulkan.
Ketika menyusun informasi yang dijelaskan dalam Pengungkapan 301-3, organisasi
pelapor harus:
a) tidak memasukkan produk rusak dan yang ditarik kembali
b) menghitung persentase produk reclaimed dan material kemasannya untuk setiap kategori
produk dengan menggunakan formula berikut:

2. Energi
 Konsumsi energi dalam organisasi (Pengungkapan 302-1)
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi konsumsi bahan bakar total dalam
organisasi dari sumber daya tak terbarukan dan terbarukan, dalam joule atau kelipatannya, dan
termasuk jenis bahan bakar yang digunakan.

 Konsumsi energi di luar organisasi (Pengungkapan 302-2)


Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berupa konsumsi energi total di luar
organisasi. Organisasi pelapor dapat mengidentifikasi konsumsi energi di luar organisasi dengan
menilai apakah konsumsi energi suatu kegiatan:
a) berkontribusi signifikan terhadap total konsumsi energi yang diantisipasi di luar
organisasi;
b) menawarkan potensi pengurangan yang dapat dilakukan atau dipengaruhi organisasi;
c) berkontribusi terhadap risiko yang terkait perubahan iklim, seperti keuangan, regulasi,
rantai pasokan, produk dan pelanggan, litigasi, dan risiko reputasi;

 Intensitas energi (Pengungkapan 302-3)


Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berupa rasio intensitas energi untuk
organisasi. jenis-jenis energi yang termasuk dalam rasio intensitas; apakah bahan bakar, listrik,
pemanasan, pendinginan, uap, atau semuanya.
Ketika menyusun informasi yang dijelaskan dalam Pengungkapan 302-3, organisasi
pelapor harus:
a) menghitung rasio dengan membagi konsumsi energi mutlak (pembilang) dengan
metrik khusus organisasi (penyebut);
b) jika melaporkan rasio intensitas untuk energi yang dikonsumsi dalam organisasi
dan di luarnya, laporkan rasio intensitas ini secara terpisah.

 Pengurangan konsumsi energi (Pengungkapan 302-4)


Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berupa jumlah pengurangan konsumsi
energi yang dicapai sebagai akibat langsung dari inisiatif konservasi dan efisiensi, dalam joule
atau kelipatanya, jenis-jenis energi yang termasuk dalam pengurangan; apakah bahan bakar,
listrik, pemanasan, pendinginan, uap, atau semuanya.
Ketika menyusun informasi yang dijelaskan dalam Pengungkapan 302-4, organisasi
pelapor harus:
a) tidak memasukkan pengurangan yang disebabkan menurunnya kapasitas produksi
atau pengalihdayaan;
b) menjelaskan apakah pengurangan energi diperkirakan, bermodelkan atau
bersumber dari pengukuran langsung. Jika menggunakan perkiraan atau
pemodelan, organisasi harus mengungkapkan metode yang digunakan.

 Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa (Pengungkapan 302-5)
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berupa pengurangan pada energi yang
dibutuhkan produk dan jasa terjual yang dicapai selama periode pelaporan, dalam joule atau
kelipatannya.
Ketika menyusun informasi yang dijelaskan dalam Pengungkapan 302-5, organisasi
pelapor sebaiknya:
a) jika tunduk pada standar dan metodologi yang berbeda, jelaskan pendekatan
untuk memilih mereka
b) merujuk pada standar yang digunakan industri untuk memperoleh informasi.

3. Air
 Pengambilan air berdasarkan sumber (Pengungkapan 303-1)
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berupa volume total air yang diambil,
dengan disebutkan di mana sumber air itu diambil seperti contoh: air permukaan, termasuk air
dari lahan basah, sungai, danau, dan laut.

 Sumber air yang secara signifikan dipengaruhi oleh pengambilan air (Pengungkapan 303-
2)
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berupa jumlah total sumber air yang
secara signifikan dipengaruhi oleh pengambilan berdasarkan jenis: ukuran sumber air, apakah
sumber ditetapkan sebagai kawasan lindung secara nasional atau internasional, nilai atau
pentingnya sumber air bagi masyarakat lokal dan masyarakat adat.

 Daur ulang dan penggunaan air kembali (Pengungkapan 303-3)


Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berupa total volume daur ulang dan
penggunaan air kembali oleh organisasi, total volume daur ulang dan penggunaan air kembali
sebagai persentase dari total pengambilan air sebagaimana dijelaskan dalam Pengungkapan 303-
1.
Ketika menyusun informasi yang dijelaskan dalam Pengungkapan 303-3, organisasi
pelapor harus menyertakan air kelabu (grey water), yaitu tampungan air hujan dan air limbah
dari proses rumah tangga, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, dan mandi.

4. Biodiversitas
 Lokasi operasi yang dimiliki, disewa, dikelola, atau berdekatan dengan, kawasan lindung
dan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan lindung
 Dampak signifikan dari kegiatan, produk, dan jasa pada keanekaragaman hayati
Konstruksi atau penggunaan pabrik produksi, tambang, dan infrastruktur transportasi,
polusi (masuknya zat-zat yang tidak terjadi secara alami di habitat tersebut baik yang berasal dari
satu sumber tunggal polusi maupun dari berbagai sumber polusi)
 Habitat yang dilindungi atau direstorasi
Ukuran dan lokasi dari seluruh habitat kawasan yang dilindungi atau yang direstorasi,
dan apakah keberhasilan langkah-langkah restorasi telah disetujui atau disetujui oleh
para profesional independen eksternal.
 Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies daftar konservasi nasional dengan habitat dalam
wilayah yang terkena efek operasi
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi: Jumlah total dari spesies Daftar Merah
IUCN dan spesies daftar konservasi nasional dengan habitat dalam wilayah yang terkena efek
operasi organisasi, berdasarkan tingkat risiko kepunahani.
5. Emisi
 Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) (Cakupan 1) langsung
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Emisi GRK langsung kotor dalam metrik ton setara CO2
b. Gas-gas yang termasuk dalam penghitungan; apakah berupa CO2, CH4, N2O, HFC,
PFC, SF6, NF3, atau semuanya
c. Emisi CO2 biogenik dalam metrik ton setara CO2.

Emisi GRK (Cakupan 1) langsung dapat berasal dari sumber-sumber berikut yang dimiliki atau
dikendalikan oleh sebuah organisasi:

1. Pembangkitan listrik, pemanasan, pendinginan dan uap: emisi-emisi ini dihasilkan dari
pembakaran bahan bakar dalam sumber-sumber tidak bergerak, seperti boiler, tungku, dan turbin
- dan dari proses pembakaran lain seperti flaring;

2. Pengolahan fisik atau kimia: sebagian besar emisi ini hasil dari produksi atau pengolahan
bahan kimia serta material-material, seperti semen, baja, aluminium, amonia, dan pengolahan
limbah;

 Emisi energi Gas Rumah Kaca (GRK) (Cakupan 2) tidak langsung


Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Emisi energi GRK tidak langsung kotor berdasarkan lokasi dalam metrik ton setara
CO2;
b. Jika ada, emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung kotor berdasarkan pasar dalam
metrik ton setara CO2;
c. Jika ada, gas-gas yang termasuk dalam penghitungan apakah berupa CO2, CH4, N2O,
HFCs, PFCs, SF6, NF3, atau semuanya.
 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Emisi GRK tidak langsung lainnya kotor dalam metrik ton setara CO2;
b. Jika ada, gas-gas yang termasuk dalam penghitungan; apakah berupa CO2, CH4, N2O,
HFCs, PFCs, SF6, NF3, atau semuanya;
c. Emisi CO2 biogenik dalam metrik ton setara CO2
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya adalah konsekuensi dari kegiatan
organisasi, tetapi muncul dari sumber yang tidak dimiliki atau dikendalikan oleh organisasi.
Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya termasuk emisi hulu dan hilir. Beberapa contoh
kegiatan Cakupan 3 termasuk mengekstraksi dan memproduksi material yang dibeli;
mengangkut bahan bakar yang dibeli pada kendaraan yang tidak dimiliki atau dikendalikan oleh
organisasi; dan penggunaan akhir produk dan jasa.

6. Air Limbah dan Limbah


 Pelepasan air berdasarkan mutu dan tujuan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut: Volume total pelepasan air yang
direncanakan dan tidak direncanakan berdasarkan: tujuan, mutu air, termasuk metode
pengolahan, apakah air digunakan kembali oleh organisasi lain.
 Limbah berdasarkan jenis dan metode pembuangan
Berat total limbah berbahaya, dengan uraian berdasarkan metode pembuangan berikut
jika berlaku: Penggunaan kembali, Daur ulang, Pengolahan menjadi kompos, Perolehan kembali
(recovery), perolehan kembali energy
 Tumpahan yang signifikan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut: Jumlah dan volume total
tumpahan signifikan yang tercatat; Informasi tambahan berikut untuk setiap tumpahan yang
dilaporkan dalam laporan keuangan organisasi:
i. Lokasi tumpahan;
ii. Volume tumpahan

7. Kepatuhan
 Ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan tentang lingkungan hidup
Denda yang signifikan dan sanksi non-moneter karena ketidakpatuhan terhadap undang-
undang dan/atau peraturan tentang lingkungan hidup dalam hal:
i. nilai moneter total dari denda yang signifikan;
ii. jumlah total sanksi non-moneter;
iii. kasus yang diajukan ke mekanisme penyelesaian sengketa.

8. Penilaian Lingkungan Pemasok


 Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria lingkungan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Persentase pemasok baru yang diseleksi dengan menggunakan kriteria lingkungan.
 Dampak lingkungan negatif dalam rantai pasokan dan tindakan yang telah diambil
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah pemasok yang dinilai untuk dampak lingkungan.
b. Jumlah pemasok yang diidentifikasi memiliki dampak lingkungan negatif aktual dan potensial
yang signifikan

d) Pengukuran Kinerja Lingkungan


Kinerja lingkungan dapat diukur dengan dua cara, yaitu:
1. Kinerja lingkungan kualitatif, hasil dapat diukur dari hal-hal yang terkait dengan ukuran
aset non fisik, seperti prosedur, proses inovasi, motivasi, dan semangat kerja yang
dialami manusia pelaku kegiatan, dalam mewujudkan kebijakan lingkungan organisasi,
sasaran dan tergetnya
2. Kinerja lingkungan kuantitatif, hasil dapat yang diukur dari sistem manajemen
lingkungan yang terkait kontrol aspek lingkungan fisiknya.

Selain itu, Kementrian Lingkungan Hidup melakukan Program Penilaian Peringkat


Kinerja Perusahaan (PROPER) untuk mengukur kinerja lingkungan pada perusahaan. Sistem
peringkat kinerja PROPER mencakup pemeringkatan perusahaan dalam lima warna yang akan
diberi skor secara berturut-turut dengan nilai tertinggi 5 untuk warna emas, 4 untuk warna hijau,
3 untuk warna biru, 2 untuk warna merah, dan nilai terendah 1 untuk warna hitam.

e) Implementasi Kinerja Lingkungan


Diambil pada Laporan Berkelanjutan BRI tahun 2017
Daftar Pustaka

GRI 300 tentang Topik Lingkungan

https://www.scribd.com/document/46019719/Pedoman-Laporan-Keberlanjutan

1. Aspek kinerja sosial :


1. Kepegawaian (GRI 401)
Perekrutan karyawan baru & pergantian karyawan, Tunjangan Yang Diberikan
Kepada Karyawan Purnawaktu, Cuti Melahirkan.
2. Hubungan Tenaga Kerja/ Manajemen (GRI 402)
Periode Pemberitahuan Minimum Terkait Perubahan Operasional
3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (GRI 403)
Perwakilan Pekerja Dalam Komite Resmi Gabungan Manajemen Pekerja Untuk
Kesehatan & Keselamatan, Jenis Kecelakaan Kerja & Tingkat Kecelakaan Kerja,
Penyakit Akibat Kerja, Hari Kerja Yang Hilang, & Ketidakhadiran, Serta Jumlah
Kematian Terkait Pekerjaan, Para Pekerja Dengan Risiko Kecelakaan Atau Penyakit
Berbahaya Tinggi Terkait Dengan Pekerjaan Mereka, Topik Kesehatan &
Keselamatan Yang Tercakup Dalam Perjanjian Resmi Dengan Serikat Buruh.
4. Pelatihan dan Pendidikan (GRI 404)
Rata-Rata Jam Pelatihan Pertahun Perkaryawan, Program untuk meningkatkan
keterampilan karyawan dan program bantuan peralihan, Persentase Karyawan Yang
Menerima Tinjauan Rutin Terhadap Kinerja & Pengembangan Karier.
5. Keanekaragaman dan kesempatan setara (GRI 405)
Keanekaragaman Badan Tata Kelola & Karyawan, Rasio Gaji Pokok & Remunerasi
Perempuan Dibandingkan Laki-Laki.
6. Non Diskriminasi (GRI 406)
Insiden Diskriminasi & Tindakan Perbaikan Yang Dilakukan.
7. Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif (GRI 407)
Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat dan perundingan kolektif
mungkin berisiko.
8. Pekerja Anak (GRI 408)
Operasi & Pemasok Yang Berisiko Signifikan Terhadap Insiden Pekerja Anak.
9. Kerja Paksa atau Wajib Kerja (GRI 409)
Operasi & Pemasok Yang Berisiko Signifikan Terhadap Insiden Kerja Paksa Atau
Wajib Kerja,
10. Praktik Keamanan (GRI 410)
Petugas Keamanan Yang Dilatih Mengenai Kebijakan Atau Prosedur Hak Asasi
Manusia
11. Hak-Hak Masyarakat (GRI 411)
Insiden pelanggaran yang melibatkan hak-hak masyarakat adat.
12. Penilaian Hak Asasi Manusia (GRI 412)
Operasi-operasi yang telah melewati tinjauan hak asasi manusia atau penilaian
dampak, Pelatihan karyawan mengenai kebijakan atau prosedur hak asasi manusia,
Perjanjian dan kontrak investasi signifikan yang memasukkan klausul-klausul hak
asasi manusia atau yang telah melalui penyaringan hak asasi manusia.
13. Masyarakat Lokal (GRI 413)
Operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal, penilaian dampak, dan program
pengembangan, Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki dampak
negatif signifikan terhadap masyarakat lokal.
14. Penilaian Sosial Pemasok (GRI 414)
Seleksi pemasok baru dengan menggunakan kriteria sosial, Dampak sosial negatif
dalam rantai pasokan dan tindakan yang telah diambil.
15. Kebijakan Publik (GRI 415)
Kontribusi politik.
16. Kesehatan dan Keselamatan (GRI 416)
Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari berbagai kategori produk dan jasa,
Insiden ketidakpatuhan sehubungan dengan dampak kesehatan dan keselamatan dari
produk dan jasa.
17. Pemasaran dan Pelabelan (GRI 417)
Persyaratan untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa, Insiden ketidakpatuhan
terkait informasi dan pelabelan produk dan jasa,
18. Privasi Pelanggan (GRI 418)
Pengaduan yang berdasarkan mengenai pelanggaran terhadap privasi pelanggan dan
hilangnya data pelanggan.
19. Kepatuhan Sosial Ekonomi (GRI 419)
Ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan di bidang sosial dan ekonomi

Anda mungkin juga menyukai