Anda di halaman 1dari 9

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis

Penggunaan ECG Penggunaan ECG


1. Pasang elektroda ECG / penghubung alat ke pasien.
1. Pasang elektroda ECG / penghubung alat ke pasien.
2. Hidupkan alat, pilih :
2. Hidupkan alat, pilih :
a. Hubungkan power ke steker, jika menggunakan jala-jala PLN.
a. Hubungkan power ke steker, jika menggunakan jala-jala PLN.
b. Menggunakan baterai charge, jika tanpa jala-jala PLN.
b. Menggunakan baterai charge, jika tanpa jala-jala PLN.
3. Tekan saklar on/off.
3. Tekan saklar on/off.
4. Tekan auto atau manual untuk memilih cara pengoperasian alat, jika
4. Tekan auto atau manual untuk memilih cara pengoperasian alat, jika
menekan manual maka atur lead yang diinginkan.
menekan manual maka atur lead yang diinginkan.
5. Tekan run untuk memulai pengukuran.
5. Tekan run untuk memulai pengukuran.
6. Tekan stop untuk menghentikan pengukuran.
6. Tekan stop untuk menghentikan pengukuran.
PERHATIAN !!!
PERHATIAN !!!
 Setelah menggunakan alat bersihkan elektroda mangkok & jepitnya
 Setelah menggunakan alat bersihkan elektroda mangkok & jepitnya
dengan tissue. Jika elektroda masih ada jellynya yang keras, rendam
dengan tissue. Jika elektroda masih ada jellynya yang keras, rendam
elektroda dengan air hangat-hangat kuku.
elektroda dengan air hangat-hangat kuku.
 Usahakan kabel elektrodanya dalam posisi lurus jangan sampai
 Usahakan kabel elektrodanya dalam posisi lurus jangan sampai
melengkung.
melengkung.
 Jangan lupa alat harus dicharge selama  4 jam dalam posisi alat off.
 Jangan lupa alat harus dicharge selama  4 jam dalam posisi alat off.
 Saat ECG difungsikan jauhkan dengan alat yang berfrekwensi tinggi ( HP,
 Saat ECG difungsikan jauhkan dengan alat yang berfrekwensi tinggi ( HP,
Defibrilator /DC shock )
Defibrilator /DC shock )
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat segera hubungi petugas
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat segera hubungi petugas
IPSRS.
IPSRS.

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


Penggunaan ECG Penggunaan ECG
1. Pasang elektroda ECG / penghubung alat ke pasien. 2. Pasang elektroda ECG / penghubung alat ke pasien.
2. Hidupkan alat, pilih : 3. Hidupkan alat, pilih :
a. Hubungkan power ke steker, jika menggunakan jala-jala PLN. a. Hubungkan power ke steker, jika menggunakan jala-jala PLN.
b. Menggunakan baterai charge, jika tanpa jala-jala PLN. b. Menggunakan baterai charge, jika tanpa jala-jala PLN.
3. Tekan saklar on/off. 4. Tekan saklar on/off.
4. Tekan auto atau manual untuk memilih cara pengoperasian alat, jika 5. Tekan auto atau manual untuk memilih cara pengoperasian alat, jika
menekan manual maka atur lead yang diinginkan. menekan manual maka atur lead yang diinginkan.
5. Tekan run untuk memulai pengukuran. 6. Tekan run untuk memulai pengukuran.
6. Tekan stop untuk menghentikan pengukuran. 7. Tekan stop untuk menghentikan pengukuran.

PERHATIAN !!! PERHATIAN !!!


 Setelah menggunakan alat bersihkan elektroda mangkok & jepitnya  Setelah menggunakan alat bersihkan elektroda mangkok & jepitnya
dengan tissue. Jika elektroda masih ada jellynya yang keras, rendam dengan tissue. Jika elektroda masih ada jellynya yang keras, rendam
elektroda dengan air hangat-hangat kuku. elektroda dengan air hangat-hangat kuku.
 Usahakan kabel elektrodanya dalam posisi lurus jangan sampai  Usahakan kabel elektrodanya dalam posisi lurus jangan sampai
melengkung. melengkung.
 Jangan lupa alat harus dicharge selama  4 jam dalam posisi alat off.  Jangan lupa alat harus dicharge selama  4 jam dalam posisi alat off.
 Saat ECG difungsikan jauhkan dengan alat yang berfrekwensi tinggi ( HP,  Saat ECG difungsikan jauhkan dengan alat yang berfrekwensi tinggi ( HP,
Defibrilator /DC shock ) Defibrilator /DC shock )
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat segera hubungi petugas  Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat segera hubungi petugas
IPSRS. IPSRS.

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


Penggunaan ECG Penggunaan ECG
1. Pasang elektroda ECG / penghubung alat ke pasien. 1. Pasang elektroda ECG / penghubung alat ke pasien.
2. Hidupkan alat, pilih : 2. Hidupkan alat, pilih :
a. Hubungkan power ke steker, jika menggunakan jala-jala PLN. a. Hubungkan power ke steker, jika menggunakan jala-jala PLN.
b. Menggunakan baterai charge, jika tanpa jala-jala PLN. b. Menggunakan baterai charge, jika tanpa jala-jala PLN.
3. Tekan saklar on/off. 3. Tekan saklar on/off.
4. Tekan auto atau manual untuk memilih cara pengoperasian alat, jika 4. Tekan auto atau manual untuk memilih cara pengoperasian alat, jika
menekan manual maka atur lead yang diinginkan. menekan manual maka atur lead yang diinginkan.
5. Tekan run untuk memulai pengukuran. 5. Tekan run untuk memulai pengukuran.
6. Tekan stop untuk menghentikan pengukuran. 6. Tekan stop untuk menghentikan pengukuran.

PERHATIAN !!! PERHATIAN !!!


 Setelah menggunakan alat bersihkan elektroda mangkok & jepitnya  Setelah menggunakan alat bersihkan elektroda mangkok & jepitnya
dengan tissue. Jika elektroda masih ada jellynya yang keras, rendam dengan tissue. Jika elektroda masih ada jellynya yang keras, rendam
elektroda dengan air hangat-hangat kuku. elektroda dengan air hangat-hangat kuku.
 Usahakan kabel elektrodanya dalam posisi lurus jangan sampai  Usahakan kabel elektrodanya dalam posisi lurus jangan sampai
melengkung. melengkung.
 Jangan lupa alat harus dicharge selama  4 jam dalam posisi alat off.  Jangan lupa alat harus dicharge selama  4 jam dalam posisi alat off.
 Saat ECG difungsikan jauhkan dengan alat yang berfrekwensi tinggi ( HP,  Saat ECG difungsikan jauhkan dengan alat yang berfrekwensi tinggi ( HP,
Defibrilator /DC shock ) Defibrilator /DC shock )
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat segera hubungi petugas  Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat segera hubungi petugas
IPSRS. IPSRS.
Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis
Penggunaan Syiringe Pump Penggunaan Syiringe Pump
 Persiapan :  Persiapan :
Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand. Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand.
 Nyalakan power on :  Nyalakan power on :
1. Tekan tombol keposisi ON 1. Tekan tombol keposisi ON
2. Indikator AC/DC nyala 2. Indikator AC/DC nyala
 Pasang Spuit :  Pasang Spuit :
1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan. 1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan.
2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri. 2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri.
3. Pastikan flange tepat di slit. 3. Pastikan flange tepat di slit.
4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit. 4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit.
5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan 5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan
6. Pastikan indicator rate nyala 6. Pastikan indicator rate nyala
7. Putar dial 7. Putar dial
8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara ) 8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara )
9. Hubungkan ke pasien 9. Hubungkan ke pasien
10. Tekan start 10. Tekan start
11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya 11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya
12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF 12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF
13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan 13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


Penggunaan Syiringe Pump Penggunaan Syiringe Pump

 Persiapan :  Persiapan :
Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand. Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand.
 Nyalakan power on :  Nyalakan power on :
1. Tekan tombol keposisi ON 1. Tekan tombol keposisi ON
2. Indikator AC/DC nyala 2. Indikator AC/DC nyala
 Pasang Spuit :  Pasang Spuit :
1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan. 1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan.
2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri. 2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri.
3. Pastikan flange tepat di slit. 3. Pastikan flange tepat di slit.
4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit. 4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit.
5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan 5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan
6. Pastikan indicator rate nyala 6. Pastikan indicator rate nyala
7. Putar dial 7. Putar dial
8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara ) 8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara )
9. Hubungkan ke pasien 9. Hubungkan ke pasien
10. Tekan start 10. Tekan start
11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya 11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya
12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF 12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF
13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan 13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


Penggunaan Syiringe Pump Penggunaan Syiringe Pump

 Persiapan :  Persiapan :
Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand. Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand.
 Nyalakan power on :  Nyalakan power on :
1. Tekan tombol keposisi ON 1. Tekan tombol keposisi ON
2. Indikator AC/DC nyala 2. Indikator AC/DC nyala
 Pasang Spuit :  Pasang Spuit :
1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan. 1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan.
2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri. 2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri.
3. Pastikan flange tepat di slit. 3. Pastikan flange tepat di slit.
4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit. 4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit.
5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan 5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan
6. Pastikan indicator rate nyala 6. Pastikan indicator rate nyala
7. Putar dial 7. Putar dial
8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara ) 8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara )
9. Hubungkan ke pasien 9. Hubungkan ke pasien
10. Tekan start 10. Tekan start
11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya 11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya
12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF 12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF
13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan 13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


Penggunaan Syiringe Pump Penggunaan Syiringe Pump

 Persiapan :  Persiapan :
Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand. Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand.
 Nyalakan power on :  Nyalakan power on :
1. Tekan tombol keposisi ON 1. Tekan tombol keposisi ON
2. Indikator AC/DC nyala 2. Indikator AC/DC nyala
 Pasang Spuit :  Pasang Spuit :
1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan. 1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan.
2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri. 2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri.
3. Pastikan flange tepat di slit. 3. Pastikan flange tepat di slit.
4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit. 4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit.
5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan 5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan
6. Pastikan indicator rate nyala 6. Pastikan indicator rate nyala
7. Putar dial 7. Putar dial
8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara ) 8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara )
9. Hubungkan ke pasien 9. Hubungkan ke pasien
10. Tekan start 10. Tekan start
11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya 11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya
12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF 12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF
13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan 13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


Penggunaan Syiringe Pump Penggunaan Syiringe Pump

 Persiapan :  Persiapan :
Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand. Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand.
 Nyalakan power on :  Nyalakan power on :
1. Tekan tombol keposisi ON 1. Tekan tombol keposisi ON
2. Indikator AC/DC nyala 2. Indikator AC/DC nyala
 Pasang Spuit :  Pasang Spuit :
1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan. 1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan.
2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri. 2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri.
3. Pastikan flange tepat di slit. 3. Pastikan flange tepat di slit.
4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit. 4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit.
5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan 5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan
6. Pastikan indicator rate nyala 6. Pastikan indicator rate nyala
7. Putar dial 7. Putar dial
8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara ) 8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara )
9. Hubungkan ke pasien 9. Hubungkan ke pasien
10. Tekan start 10. Tekan start
11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya 11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya
12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF 12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF
13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan 13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


Penggunaan Syiringe Pump Penggunaan Syiringe Pump

 Persiapan :  Persiapan :
Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand. Pastikan posisi syringe pump pada infusion stand.
 Nyalakan power on :  Nyalakan power on :
1. Tekan tombol keposisi ON 1. Tekan tombol keposisi ON
2. Indikator AC/DC nyala 2. Indikator AC/DC nyala
 Pasang Spuit :  Pasang Spuit :
1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan. 1. Tekan clutch slider tarik pelan-pelan sampai maximal kea rah kanan.
2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri. 2. Angkat clamp ke atas, putar kea rah kiri.
3. Pastikan flange tepat di slit. 3. Pastikan flange tepat di slit.
4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit. 4. Tekan clutch slider kea rah kiri sesuai panjang spuit.
5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan 5. Setting alat untuk memasukkan cairan yang akan diberikan kepasien sesuai dengan dosis yang diperlukan
6. Pastikan indicator rate nyala 6. Pastikan indicator rate nyala
7. Putar dial 7. Putar dial
8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara ) 8. Pastikan selang infuse tidak ada udara ( tekan purge untuk menghilangkan udara )
9. Hubungkan ke pasien 9. Hubungkan ke pasien
10. Tekan start 10. Tekan start
11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya 11. Tekan stop, jika sudah tercapai cairannya
12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF 12. Ambil spuit yg sudah kosong dan matikan alat dengan menekan tombol on/off keposisi OFF
13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan 13. Bersihkan alat, bila Selesai digunakan
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS
Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis
Penggunaan Theraphy Sinar Penggunaan ANESTHESIA APPARATUS

1. Tutup mata bayi dengan karbon yang dilapisi dengan kain/pelindung 1. Pastikan mesin anestesi terhubung dengan sumber
mata yang gelap. gas (O2, N2O).
2. hubungkan alat dengan PLN dan tekan tombol ON
2. Atur jarak lampu dengan badan bayi sekitar 40-60 cm.
untuk menghidupkan alat.
3. Usahakan agar kulit bayi sebanyak mungkin terkena sinar langsung, 3. Naikan flowmeter O2 sesuai dengan kebutuhan dan
tidak terhalang pakaian, selimut dan lain-lain. cek ada kebocoran/tidak sebelum digunakan. Bila
ada kebocoran cari dan benahi, sampai tidak ada
4. Alat foto theraphy dihubungkan dengan sumber jala-jala PLN. Tekan
kebocoran.
tombol ON untuk menyalakan lampu dan catat penunjukan jam kerja 4. Buka vaporizer sesuai dengan kebutuhan dengan
alat (agar diketahui kapan ganti lampu, usia lampu 500 jam). agent pilihan.
5. Matikan saklar dengan menekan tombol OFF. 5. Berikan dengan sungkup muka atau sambungkan
dengan konektor endotracheal tube ke pasien.
6. Amati kadar bilirubin dalam darah bayi setelah proses dilakukan. 6. Atur APL/valve sesuian dengan kebutuhan.
7. Cabut stop kontak dari sumber jala-jala PLN. 7. Setelah penggunaan agent/vaporizer, dialnya
Alat dirapikan kembali. diturunkan sampai nol.
8. Matikan alat dengan menekan tombol pada posisi
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat segera hubungi
OFF dan cabut steker dari stop kantak yang
petugas IPSRS. terhubung dengan jala-jala PLN.
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat
segera hubungi petugas IPSRS.
Petunjuk Teknis
Penggunaan ANESTHESIA APPARATUS
Petunjuk Teknis
9. Pastikan mesin anestesi terhubung dengan sumber Penggunaan ANESTHESIA APPARATUS
gas (O2, N2O).
10. hubungkan alat dengan PLN dan tekan tombol ON 17. Pastikan mesin anestesi terhubung dengan sumber
untuk menghidupkan alat. gas (O2, N2O).
11. Naikan flowmeter O2 sesuai dengan kebutuhan dan 18. hubungkan alat dengan PLN dan tekan tombol ON
cek ada kebocoran/tidak sebelum digunakan. Bila untuk menghidupkan alat.
ada kebocoran cari dan benahi, sampai tidak ada 19. Naikan flowmeter O2 sesuai dengan kebutuhan dan
kebocoran. cek ada kebocoran/tidak sebelum digunakan. Bila
12. Buka vaporizer sesuai dengan kebutuhan dengan ada kebocoran cari dan benahi, sampai tidak ada
agent pilihan. kebocoran.
13. Berikan dengan sungkup muka atau sambungkan 20. Buka vaporizer sesuai dengan kebutuhan dengan
dengan konektor endotracheal tube ke pasien. agent pilihan.
14. Atur APL/valve sesuian dengan kebutuhan. 21. Berikan dengan sungkup muka atau sambungkan
15. Setelah penggunaan agent/vaporizer, dialnya dengan konektor endotracheal tube ke pasien.
diturunkan sampai nol. 22. Atur APL/valve sesuian dengan kebutuhan.
16. Matikan alat dengan menekan tombol pada posisi 23. Setelah penggunaan agent/vaporizer, dialnya
OFF dan cabut steker dari stop kantak yang diturunkan sampai nol.
terhubung dengan jala-jala PLN. 24. Matikan alat dengan menekan tombol pada posisi
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat OFF dan cabut steker dari stop kantak yang
segera hubungi petugas IPSRS. terhubung dengan jala-jala PLN.
 Bila terjadi kerusakan atau troubel pada alat
segera hubungi petugas IPSRS.

Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN PATIENT MONITOR Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN PATIENT MONITOR
 Sambungkan Power kabel ke listrik PLN
 Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off
 Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk  Sambungkan Power kabel ke listrik PLN
NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal  Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off
atau skin temperature  Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk
 Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal
 Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp, atau skin temperature
kemudian setting batas low dan high masing-masing  Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient
menu tersebut sesuai dengan kondisi patient  Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp,
 Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph kemudian setting batas low dan high masing-masing
go/stop menu tersebut sesuai dengan kondisi patient
 Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu  Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph
admint menu pilih discharge patient kemudian pilih go/stop
discharge dan tombol on/off.  Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi admint menu pilih discharge patient kemudian pilih
petugas IPSRS discharge dan tombol on/off.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi
petugas IPSRS
Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN PATIENT MONITOR PENGGUNAAN PATIENT MONITOR

 Sambungkan Power kabel ke listrik PLN  Sambungkan Power kabel ke listrik PLN
 Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off  Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off
 Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk  Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk
NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal
atau skin temperature atau skin temperature
 Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient  Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient
 Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp,  Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp,
kemudian setting batas low dan high masing-masing kemudian setting batas low dan high masing-masing
menu tersebut sesuai dengan kondisi patient menu tersebut sesuai dengan kondisi patient
 Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph  Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph
go/stop go/stop
 Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu  Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu
admint menu pilih discharge patient kemudian pilih admint menu pilih discharge patient kemudian pilih
discharge dan tombol on/off. discharge dan tombol on/off.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi
petugas IPSRS petugas IPSRS

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


PENGGUNAAN PATIENT MONITOR PENGGUNAAN PATIENT MONITOR

 Sambungkan Power kabel ke listrik PLN  Sambungkan Power kabel ke listrik PLN
 Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off  Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off
 Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk  Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk
NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal
atau skin temperature atau skin temperature
 Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient  Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient
 Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp,  Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp,
kemudian setting batas low dan high masing-masing kemudian setting batas low dan high masing-masing
menu tersebut sesuai dengan kondisi patient menu tersebut sesuai dengan kondisi patient
 Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph  Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph
go/stop go/stop
 Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu  Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu
admint menu pilih discharge patient kemudian pilih admint menu pilih discharge patient kemudian pilih .
discharge dan tombol on/off. discharge dan tombol on/off.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi
petugas IPSRS petugas IPSRS

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


PENGGUNAAN PATIENT MONITOR PENGGUNAAN PATIENT MONITOR

 Sambungkan Power kabel ke listrik PLN  Sambungkan Power kabel ke listrik PLN
 Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off  Nyalakan unit dengan menekan tombol on/off
 Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk  Pasang elektroda untuk pengukuran ECG, cuff untuk
NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal NBP, finger sensor untuk SpO2 dan temp di rectal
atau skin temperature atau skin temperature
 Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient  Pilih menu admint menu dan klik pada admint patient
 Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp,  Pilih menu ECG, NBP, SpO2, RR dan temp,
kemudian setting batas low dan high masing-masing kemudian setting batas low dan high masing-masing
menu tersebut sesuai dengan kondisi patient menu tersebut sesuai dengan kondisi patient
 Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph  Untuk melakukan pengepritnan tekan tombol graph
go/stop go/stop
 Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu  Jika unit tidak dipakai atau dimatikan pilih menu
admint menu pilih discharge patient kemudian pilih admint menu pilih discharge patient kemudian pilih
discharge dan tombol on/off. discharge dan tombol on/off.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi
petugas IPSRS petugas IPSRS
Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN AUTOCLAVE PENGGUNAAN AUTOCLAVE

1. Tambahkan air sampai batas yang ditentukan. 1. Tambahkan air sampai batas yang ditentukan.
2. Masukkan peralatan dan bahan. 2. Masukkan peralatan dan bahan.
3. Tutup autoclave dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman 3. Tutup autoclave dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman
agar tidak ada uap yang keluar dari bibir autoclave. agar tidak ada uap yang keluar dari bibir autoclave.
4. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu. 4. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu.
5. Nyalakan autoclave, 5. Nyalakan autoclave,
6. Atur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121oC. 6. Atur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121oC.
7. Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi 7. Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi
kompartemen autoclave dan terdesak keluar dari klep kompartemen autoclave dan terdesak keluar dari klep
pengaman. pengaman.
8. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu 8. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu
sampai selesai. sampai selesai.
9. Penghitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm. 9. Penghitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
10. Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam 10. Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam
kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di
lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol). lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol).
11. Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi 11. Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi
autoclave dengan hati-hati. autoclave dengan hati-hati.
12. Matikan mesin setelah digunakan. 12. Matikan mesin setelah digunakan.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS

Petunjuk teknis
PENGGUNAAN ELECTROSURGERY

1. Hubungkan alat dengan terminal pembumian.


2. Hubungkan alat dengan catu daya.
3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
4. Lakukan pemanasan secukupnya minimal: 5 – 15 menit.
5. Cek fungsi-fungsi selector pemilihan cutting, coagulating, dan bipolar
6. Periksa sistem alarm.
7. Pasang elektrode (loop elektrode, ball electrode, atau bipolar electrode) sesuai
keperluan pelayanan.
8. Atur selektor pemilihan (cutting, coagilating atau bipolar) sesuai keperluan.
9. Atur intensitas output sesuai keperluan.
10. Lakukan tindakan pembedahan.
11. Setelah selesai digunakan, matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF dan pastikan output selector keposisi minimum / nol.
12. Lepaskan kabel elektroda (active dan neutral) serta foot switch dari alat.
13. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya.
14. Bersihkan alat. Pastikan alat dalam kondisi baik dan siap difungsikan pada
pemakaian berikutnya.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.

Petunjuk teknis
PENGGUNAAN ELECTROSURGERY

1. Hubungkan alat dengan terminal pembumian.


2. Hubungkan alat dengan catu daya.
3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
4. Lakukan pemanasan secukupnya minimal: 5 – 15 menit.
5. Cek fungsi-fungsi selector pemilihan cutting, coagulating, dan bipolar
6. Periksa sistem alarm.
7. Pasang elektrode (loop elektrode, ball electrode, atau bipolar electrode) sesuai
keperluan pelayanan.
8. Atur selektor pemilihan (cutting, coagilating atau bipolar) sesuai keperluan.
9. Atur intensitas output sesuai keperluan.
10. Lakukan tindakan pembedahan.
11. Setelah selesai digunakan, matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF dan pastikan output selector keposisi minimum / nol.
12. Lepaskan kabel elektroda (active dan neutral) serta foot switch dari alat.
13. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya.
14. Bersihkan alat. Pastikan alat dalam kondisi baik dan siap difungsikan pada
pemakaian berikutnya.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.
Petunjuk teknis
PENGGUNAAN ELECTROSURGERY

1. Hubungkan alat dengan terminal pembumian.


2. Hubungkan alat dengan catu daya.
3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
4. Lakukan pemanasan secukupnya minimal: 5 – 15 menit.
5. Cek fungsi-fungsi selector pemilihan cutting, coagulating, dan bipolar
6. Periksa sistem alarm.
7. Pasang elektrode (loop elektrode, ball electrode, atau bipolar electrode) sesuai
keperluan pelayanan.
8. Atur selektor pemilihan (cutting, coagilating atau bipolar) sesuai keperluan.
9. Atur intensitas output sesuai keperluan.
10. Lakukan tindakan pembedahan.
11. Setelah selesai digunakan, matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF dan pastikan output selector keposisi minimum / nol.
12. Lepaskan kabel elektroda (active dan neutral) serta foot switch dari alat.
13. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya.
14. Bersihkan alat. Pastikan alat dalam kondisi baik dan siap difungsikan pada
pemakaian berikutnya.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.

Petunjuk teknis
PENGGUNAAN ELECTROSURGERY

1. Hubungkan alat dengan terminal pembumian.


2. Hubungkan alat dengan catu daya.
3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
4. Lakukan pemanasan secukupnya minimal: 5 – 15 menit.
5. Cek fungsi-fungsi selector pemilihan cutting, coagulating, dan bipolar
6. Periksa sistem alarm.
7. Pasang elektrode (loop elektrode, ball electrode, atau bipolar electrode) sesuai
keperluan pelayanan.
8. Atur selektor pemilihan (cutting, coagilating atau bipolar) sesuai keperluan.
9. Atur intensitas output sesuai keperluan.
10. Lakukan tindakan pembedahan.
11. Setelah selesai digunakan, matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF dan pastikan output selector keposisi minimum / nol.
12. Lepaskan kabel elektroda (active dan neutral) serta foot switch dari alat.
13. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya.
14. Bersihkan alat. Pastikan alat dalam kondisi baik dan siap difungsikan pada
pemakaian berikutnya.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.

Petunjuk teknis
PENGGUNAAN ELECTROSURGERY

1. Hubungkan alat dengan terminal pembumian.


2. Hubungkan alat dengan catu daya.
3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
4. Lakukan pemanasan secukupnya minimal: 5 – 15 menit.
5. Cek fungsi-fungsi selector pemilihan cutting, coagulating, dan bipolar
6. Periksa sistem alarm.
7. Pasang elektrode (loop elektrode, ball electrode, atau bipolar electrode) sesuai
keperluan pelayanan.
8. Atur selektor pemilihan (cutting, coagilating atau bipolar) sesuai keperluan.
9. Atur intensitas output sesuai keperluan.
10. Lakukan tindakan pembedahan.
11. Setelah selesai digunakan, matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke
posisi OFF dan pastikan output selector keposisi minimum / nol.
12. Lepaskan kabel elektroda (active dan neutral) serta foot switch dari alat.
13. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya.
14. Bersihkan alat. Pastikan alat dalam kondisi baik dan siap difungsikan pada
pemakaian berikutnya.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.
Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN VENTILATOR PENGGUNAAN VENTILATOR

1. Set ventilator sesuai dengan kebutuhan, sambungkan sirkuit 1. Set ventilator sesuai dengan kebutuhan, sambungkan
dengan test lung sirkuit dengan test lung
2. Sambungkan kabel power ke sumber listrik 2. Sambungkan kabel power ke sumber listrik
3. Tekan tombol power 3. Tekan tombol power
4. Nilai keadekuatan ventilator 4. Nilai keadekuatan ventilator
5. Hubungkan tubing ke konektor ETT 5. Hubungkan tubing ke konektor ETT

 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


PENGGUNAAN MESIN DIATHERMI PENGGUNAAN MESIN DIATHERMI

1. Lepaskan penutup debu 1. Lepaskan penutup debu


2. Siapkan Accessories 2. Siapkan Accessories
3. Hubungkan alat ke terminal pembumian 3. Hubungkan alat ke terminal pembumian
4. Perhatikan protap pelayanan 4. Perhatikan protap pelayanan
5. Tentukan intensitas pemanasan yang dibutuhkan 5. Tentukan intensitas pemanasan yang dibutuhkan
6. Setting waktu yang dikehendaki 6. Setting waktu yang dikehendaki
7. Lakukan tindakapn terapy 7. Lakukan tindakapn terapy
8. Setelah digunakan, kembalikan tombol keposisi minimum/nol 8. Setelah digunakan, kembalikan tombol keposisi minimum/nol
9. Matikan alat dengan menekan tombol On/OFF ke posisi OFF 9. Matikan alat dengan menekan tombol On/OFF ke posisi OFF
10. Lepaskan hubungan alat dari catu daya 10. Lepaskan hubungan alat dari catu daya
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas
IPSRS. IPSRS.

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


PENGGUNAAN MESIN DIATHERMI PENGGUNAAN MESIN DIATHERMI

1. Lepaskan penutup debu 1. Lepaskan penutup debu


2. Siapkan Accessories 2. Siapkan Accessories
3. Hubungkan alat ke terminal pembumian 3. Hubungkan alat ke terminal pembumian
4. Perhatikan protap pelayanan 4. Perhatikan protap pelayanan
5. Tentukan intensitas pemanasan yang dibutuhkan 5. Tentukan intensitas pemanasan yang dibutuhkan
6. Setting waktu yang dikehendaki 6. Setting waktu yang dikehendaki
7. Lakukan tindakapn terapy 7. Lakukan tindakapn terapy
8. Setelah digunakan, kembalikan tombol keposisi minimum/nol 8. Setelah digunakan, kembalikan tombol keposisi minimum/nol
9. Matikan alat dengan menekan tombol On/OFF ke posisi OFF 9. Matikan alat dengan menekan tombol On/OFF ke posisi OFF
10. Lepaskan hubungan alat dari catu daya 10. Lepaskan hubungan alat dari catu daya
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas
IPSRS. IPSRS.

Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis


PENGGUNAAN DENTAL UNIT PENGGUNAAN DENTAL UNIT

1. Tutup kran kompresor yang masih terbuka 1. Tutup kran kompresor yang masih terbuka
2. Colokan kabel kompresor pada stop kontak 2. Colokan kabel kompresor pada stop kontak
1 1
3. Periksa volume air pada water tank, jika air tinggal botol tambahkan 3. Periksa volume air pada water tank, jika air tinggal botol tambahkan
4 4

dengan aquadest dengan aquadest


4. Cek Air yang keluar pada cuspidor 4. Cek Air yang keluar pada cuspidor
5. Cek switch lampu 5. Cek switch lampu
6. Cek handpiece dan contra pada tempatnya, putaran serta airnya 6. Cek handpiece dan contra pada tempatnya, putaran serta airnya
7. Setelah selesai cabut stop kontak dank ran kompresor dibuka, biarkan 7. Setelah selesai cabut stop kontak dank ran kompresor dibuka, biarkan
angin keluar sampai habis (kosong) angin keluar sampai habis (kosong)
8. Lepas bur dari handpiecebersihkan dengan sikat dan sterilkan 8. Lepas bur dari handpiecebersihkan dengan sikat dan sterilkan
9. Bersihkan glass spittoon dengan sikat dan cairan desinfektan 9. Bersihkan glass spittoon dengan sikat dan cairan desinfektan
10. Bersihkan semua bagian dental unit dengan lap bersih dan kering 10. Bersihkan semua bagian dental unit dengan lap bersih dan kering
11. Matikan (off) pada saklar power pada dental unit 11. Matikan (off) pada saklar power pada dental unit
12. Amankan foot switch pada tempatnya 12. Amankan foot switch pada tempatnya
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.
Petunjuk Teknis Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN SLEET LAMP BIO MIKROSKOP PENGGUNAAN SWD (Short Wave Diathermy)

1. Tekan tombol on/off pada alat slit lamp untuk menghidupkan dan 1. Lepaskan penutup debu.
mematikan alat . 2. Siapkan aksesoris (electrode).
2. Kemudia tekan tombol HAAG STREST untuk memposisikan 3. Hubungkan alat dengan terminal pembumian.
meja slit lamp . 4. Hubungkan alat dengan catudaya.

3. Posisikan tiang besi slit lamp dan tempelkan ke wajah pasien. 5. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF keposisi ON.
6. Lakukkan pemanasan secukupnya.
4. Kemudian gerakkan joystik untuk memajukan/memundurkan alat
7. Aturtombol sesuai kebutuhan pelayanan.
slit lamp.
8. Lakukan test fungsi tombol emergenci stop.
5. Kemudian atur tombol sensor kecahayaan untuk memposisikan 9. Jelaskan fungsi dan cara penggunaan tombol emergenci stop
cahaya ke mata pasien sesuai dengan standarnya penggunaan. pada pasien.
6. Setelah selesai matikan alat dengan menekan tombol on/off 10. Perhatikan protap pelayanan.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas 11. Beritahukan kepada pasien, mengenai tindakan yang akan di

IPSRS. lakukan.
12. Tentukan electrode yang akan di gunakan dan pasang pada alat.
13. Atur intensitas energy sesuai yang di perlukan.
Petunjuk Teknis
14. Tempatkan electrode pada obyek.
PENGGUNAAN US (Ultrasound) 15. Atur waktu penyinaran.
16. Lakukan penyinaran. Perhatikan kondisi pasien.
1. Sebelum Terapi : 17. Setelah terapi selesai, kembalikan tombol intensitas energy
a) Memberikan penjelasan kepada pasien keposisi minimum/nol.
b) Menentukan daerah yang akan diterapi 18. Matikan alat dengan menekan atau memutar tombol ON/OFF
c) Tes sensibilitas keposisi OFF.
d) Bersihkan dengan alkohol atau sabun 19. Lepaskan hubungan alat dengan catu daya.
e) Terapi memutuskan metode yang akan digunakan 20. Lepaskan kebel pembumian.
f) Mengatur posisi senyaman mungkin 21. Lepaskan electrode dan bersihkan.
g) Rambut yang terlalu lebat sebaiknya dicukur 22. Bersihkan alat. Pastikan alat short wave diathermy dalam keadaan
baik dan siap di fungsikan pada pemakaian berikutnya.
2. Selama Terapi : 23. Simpan alat dan aksesoris ketempat semula dan Pasang penutup
a) Terapis menyetel alat yang akan digunakan debu.
b) Alat didekatkan ke daerah yang akan diterapi 24. Catat beban kerja alat – dalam jumlah pasien.
c) Tentukan lama terapi, frekuensi dan intensitas  Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas
d) Treatment harus selalu dinamis dan ritmis
IPSRS.

3. Sesudah Terapi :
a) Terhadap alat : Mesin dimatikan dan semua tombol dalam posisi nol,
bersihkan transduser dengan alkohol 70 % dan dilap sampai kering.
b) Terhadap Pasien : Treatment harus subjektif atau objektif.
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas
IPSRS.

Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN USG
1. Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu untuk ‘boot up’.
2. Untuk memulai penamaan data, tekan tombol ‘Pasien’, gunakan track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.
3. Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan baik, pastikan knob tidak kendor.
4. Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih
‘Probe Menu’
- Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yangtinggi.
- Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebihdalam.
5. Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gelpada pasien dan gunakan probe yang telah dipilih.
6. Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D,begitu pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D.
7. Pada awal pemeriksaan setting ‘depth’ dan ‘zoom’, denganmenggunakan tombol ‘depth &zoom’.
8. Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yangteratas (kurang dalam) semakin ke
bawah, semakin dalam.
9. Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yangdiinginkan kita dapat menekan tombol Freeze. Gunakantombol Store jika ingin menimpan gambar.
10. Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberilabel pada hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC button), lalu beri penamaan
dengan keyboard.
11. Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan, gunakan tombol ‘Measure’, gunakan Track Ball & tombol ‘Set’ untuk menentukan mark (titik/tanda)
agar dapat dilakukan pengukuran, panjang atau lebar objek.
12. Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya) lakukan pengukuran seperti diatas, hanya sajadiperlukan 3 tipe pengukuran, yaitu, panjang, lebar,
dantinggi (kedalaman)
13. Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alatdengan menekan OFF tombol Power
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.
Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN USG
1. Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu untuk ‘boot up’.
2. Untuk memulai penamaan data, tekan tombol ‘Pasien’, gunakan track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.
3. Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan baik, pastikan knob tidak kendor.
4. Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih
‘Probe Menu’
- Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yangtinggi.
- Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebihdalam.
5. Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gelpada pasien dan gunakan probe yang telah dipilih.
6. Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D,begitu pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D.
7. Pada awal pemeriksaan setting ‘depth’ dan ‘zoom’, denganmenggunakan tombol ‘depth &zoom’.
8. Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yangteratas (kurang dalam) semakin ke
bawah, semakin dalam.
9. Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yangdiinginkan kita dapat menekan tombol Freeze. Gunakantombol Store jika ingin menimpan gambar.
10. Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberilabel pada hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC button), lalu beri penamaan
dengan keyboard.
11. Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan, gunakan tombol ‘Measure’, gunakan Track Ball & tombol ‘Set’ untuk menentukan mark (titik/tanda)
agar dapat dilakukan pengukuran, panjang atau lebar objek.
12. Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya) lakukan pengukuran seperti diatas, hanya sajadiperlukan 3 tipe pengukuran, yaitu, panjang, lebar,
dantinggi (kedalaman)
13. Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alatdengan menekan OFF tombol Power
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.

Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN USG
1. Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu untuk ‘boot up’.
2. Untuk memulai penamaan data, tekan tombol ‘Pasien’, gunakan track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.
3. Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan baik, pastikan knob tidak kendor.
4. Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih
‘Probe Menu’
- Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yangtinggi.
- Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebihdalam.
5. Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gelpada pasien dan gunakan probe yang telah dipilih.
6. Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D,begitu pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D.
7. Pada awal pemeriksaan setting ‘depth’ dan ‘zoom’, denganmenggunakan tombol ‘depth &zoom’.
8. Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yangteratas (kurang dalam) semakin ke
bawah, semakin dalam.
9. Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yangdiinginkan kita dapat menekan tombol Freeze. Gunakantombol Store jika ingin menimpan gambar.
10. Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberilabel pada hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC button), lalu beri penamaan
dengan keyboard.
11. Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan, gunakan tombol ‘Measure’, gunakan Track Ball & tombol ‘Set’ untuk menentukan mark (titik/tanda)
agar dapat dilakukan pengukuran, panjang atau lebar objek.
12. Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya) lakukan pengukuran seperti diatas, hanya sajadiperlukan 3 tipe pengukuran, yaitu, panjang, lebar,
dantinggi (kedalaman)
13. Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alatdengan menekan OFF tombol Power
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.

Petunjuk Teknis
PENGGUNAAN USG
1. Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu untuk ‘boot up’.
2. Untuk memulai penamaan data, tekan tombol ‘Pasien’, gunakan track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.
3. Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan baik, pastikan knob tidak kendor.
4. Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih
‘Probe Menu’
- Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yangtinggi.
- Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebihdalam.
5. Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gelpada pasien dan gunakan probe yang telah dipilih.
6. Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D,begitu pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D.
7. Pada awal pemeriksaan setting ‘depth’ dan ‘zoom’, denganmenggunakan tombol ‘depth &zoom’.
8. Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yangteratas (kurang dalam) semakin ke
bawah, semakin dalam.
9. Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yangdiinginkan kita dapat menekan tombol Freeze. Gunakantombol Store jika ingin menimpan gambar.
10. Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberilabel pada hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC button), lalu beri penamaan
dengan keyboard.
11. Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan, gunakan tombol ‘Measure’, gunakan Track Ball & tombol ‘Set’ untuk menentukan mark (titik/tanda)
agar dapat dilakukan pengukuran, panjang atau lebar objek.
12. Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya) lakukan pengukuran seperti diatas, hanya sajadiperlukan 3 tipe pengukuran, yaitu, panjang, lebar,
dantinggi (kedalaman)
13. Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alatdengan menekan OFF tombol Power
 Bila terjadi troubel pada alat, segera hubungi petugas IPSRS.