Anda di halaman 1dari 11

Prosedur Pemeriksaan Visus

By dokudok's team 19/07/2015 Sistem Indra

Ketajaman penglihatan/visual (atau sering disebut dengan visus) adalah kemampuan sistem
visual untuk membedakan lingkungan yang dapat diukur dengan rangsangan visual yang dicetak
maupun yang diproyeksikan. Ketajaman penglihatan yang sangat baik memberi input kepada
pemeriksa bahwa mata yang diperiksa mempunyai media yang bersih, gambar terfokus pada
retina, jalur visual aferen berfungsi, dan korteks visual mentafsirkan sinyal yang diterima dengan
baik. Pengukuran ketajaman visual adalah tes yang paling sensitif dari integritas sistem visual
dan memenuhi semua kriteria standar dari tes skrining yang baik.

Kriteria standar dari tes skining yang baik adalah:

1. Biaya atau risiko minimal bagi pasien;


2. Pengukuran dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, dengan pelatihan pemeriksa yang
sederhana
3. Mempunyai prevalensi tinggi untuk mendeteksi kelainan

Tujuan dari pengujian ketajaman penglihatan adalah untuk menentukan ketajaman visual terbaik
dari setiap mata. Untuk itu dapat digunakan grafik Snellen standar yang dicetak (digunakan
dengan jarak 20 kaki atau 6m). Pemeriksaan dilakukan pada satu mata pada satu waktu dan mata
yang satunya lagi ditutup. Jika pasien menggunakan kaca mata jauh, kaca mata tersebut harus
dipakai selama pengujian.

Pada pemeriksaan, jangan membuang waktu dengan meminta pasien membaca setiap huruf. Cara
yang mudah dan lebih cepat adalah dengan menginstruksikan pasien untuk membaca baris
terkecil yang dapat dilihatnya. Seringkali, pasien akan membaca pada baris 20/20.

Pada paragraf di atas, dokudok.com menggunakan istilah 20/20 yang sama artinya dengan 6/6
yang sering digunakan di Indonesia; 20/20 menggunakan satuan kaki sedang 6/6 menggunakan
meter; Jika pembaca ingin menggunakan satuan meter, dapat mengkalikan bilangan 20 dengan
30 dan membaginya 100 (1 kaki sama dengan 30cm )

Peralatan Pemeriksaan Visus

1. Grafik Snellen.
2. Grafik Snellen E atau C atau dengan ilustrasi untuk pasien yang tidak dapat membaca
atau berbicara.
3. Penutup mata (tidak terlalu penting).
4. Penutup lubang jarum (jika ada).
5. Senter.
6. Dokumentasi pasien.
Prosedur Pemeriksaan Visus

1. Pastikan ruangan cukup terang atau dapat menggunakan penerangan lampu pada grafik.
2. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien.
3. Cuci dan keringkan penutup mata. Jika tidak ada, minta pasien untuk mencuci tangan.
4. Posisikan pasien, boleh dalam keadaan duduk atau berdiri, pada jarak 6 meter dari grafik
5. Pengujian dilakukan pada setiap mata secara terpisah – mata ‘buruk’ yang pertama
diperiksa.
6. Minta pasien untuk memakai kacamatanya (jika pasien punya), tutup mata yang tidak
diperiksa (baik menggunakan penutup mata atau meminta pasien menutupnya dengan
menggunakan tangannya), dan mulai membaca grafik Snellen.
7. Baris terkecil yang bisa dibaca oleh pasien akan dinyatakan sebagai fraksi (bilangan per),
misalnya 6/18 atau 6/24. Angka di atas per merujuk pada jarak grafik dari pasien (6
meter) dan angka yang di bawah per adalah jarak dalam meter di mana seseorang tanpa
penurunan visus harus dapat melihat grafik dengan baik.
8. Dalam dokumentasi pasien, catat visus untuk setiap mata. Catat juga apakah pemeriksaan
dilakukan dengan atau tanpa koreksi (kacamata), misalnya:

Visus kanan = 6/18 (dengan koreksi) Visus kiri = 6/24 (dengan koreksi)

9. Jika pasien tidak dapat membaca huruf terbesar (paling atas) pada jarak 6 meter, majukan
pasien lebih dekat, satu meter pada satu waktu, sampai huruf paling atas dapat dilihat –
Visus kemudian akan dicatat dengan angka 5/60 atau 4/60, dan lain-lain.
10. Jika huruf paling atas tidak dapat dibaca pada jarak 1 meter (1/60), gunakan jari Anda
pada berbagai jarak kurang dari 1 meter dan minta apakah pasien dapat menghitungnya.
Ini dicatat sebagai penghitungan jari (CF). Catat sebagai: Visus = Penghitungan jari.
11. Jika pasien tidak bisa menghitung jari, lambaikan tangan Anda dan minta apakah pasien
dapat melihatnya. Ini dicatat sebagai gerakan tangan. Catat sebagai: Visus = Lambaian
tangan.
12. Jika pasien tidak bisa melihat gerakan tangan, beri sinar senter ke arah matanya dari arah
empat kuadran. Dokumentasikan pada kuadran yang relevan, dapat menggunakan kode
seperti Persepsi Cahaya (PC atau √), atau Persepsi Cahaya Negatif (PCN atau X). Catat
seperti contoh pada gambar di bawah ini:

Selanjutnya Ulangi Seluruh Prosedur untuk Mata Kedua

Jika 6/6 (penglihatan normal) tidak tercapai, uji satu mata pada satu waktu dengan penutup mata
lubang jarum (pinhole) ditambah kacamata saat ini dan ulangi prosedur di atas pada jarak 6
meter saja. Penggunaan lubang jarum ini memungkinkan penilaian penglihatan sentral. Jika
penglihatan membaik, itu menunjukkan gangguan disebabkan kesalahan refraksi, yang
diperbaiki dengan kacamata atau resep baru.
Penutup mata lubang jarum digunakan bertujuan untuk meminimalisir kesalahan refraksi dari cahaya yang mengakibatkan gangguan
penglihatan, dan hanya memperbolehkan cahaya pada sentral saja yang masuk; Cahaya ini tidak direfraksikan dan akan mencapai makula

Jika menggunakan Grafik E atau C

Arahkan pasien untuk melihat ke setiap huruf pada setiap baris dan meminta pasien untuk
menunjukan arah yang terbuka dari setiap huruf. Selanjutnya ikuti prosedur dan metode
pencatatan yang sama seperti di atas.

Signifikansi Klinis Pemeriksaan Visus

Biologi

Ketajaman penglihatan dapat dianggap sebagai “tanda vital” dari fungsi mata. Seperti yang
dinyatakan sebelumnya, ketika ketajaman visual ditemukan menjadi 6/6 (20/20 jika dalam kaki),
maka informasi yang diperoleh:

 Mata telah benar dibiaskan.


 Media okular jelas.
 Wilayah foveal retina berfungsi.
 Saraf optik dan visual yang korteks umumnya utuh.

Pemeriksaan ini secara bersama-sama dengan konfrontasi uji lapangan pandang dan fungsi pupil,
dapat menjawab keluhan pasien dalam hal penurunan ketajaman penglihatan.

Fungsional

Ketajaman penglihatan yang lebih buruk daripada 6/12 terkait dengan kesulitan dalam melihat
huruf-huruf kecil. Di negara dengan penegakan hukum yang ketat, hasil tersebut berhubungan
dengan boleh tidaknya seseorang mendapat SIM. Diperlukan ketajaman penglihatan dari 6/12 ke
6/24 atau lebih baik setidaknya pada satu mata untuk boleh mengendarai sebuah mobil.
Ketajaman penglihatan dari 6/60 atau lebih buruk pada mata yang lebih baik (better seeing eye)
merupakan parameter yang sering digunakan dalam menentukan kebutaan secara hukum.

Hukum

Dalam memeriksa tiap pasien dengan keluhan pada mata, terutama dalam keadaan darurat,
pengujian dan pencatatan ketajaman penglihatan sebelum pemeriksaan mata ataupun pengobatan
sangat penting untuk dilakukan. Hal ini berguna untuk mencegah salah paham di masa depan
tentang waktu dan penyebab kehilangan penglihatan.

Apa Penyebab Mata Bintitan, dan


Bagaimana Cara Mengobatinya?
Oleh Thendy Foraldy Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

 24Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)24


 Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)

Mata bintitan dalam bahasa medis dikenal sebagai hordeolum atau stye. Gangguan mata yang
katanya bisa muncul kalau hobi mengintip orang ini sebenarnya disebabkan oleh infeksi
bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang kelenjar dalam mata. Akibatnya, timbul benjolan
di kelopak mata. Meskipun tidak berbahaya, bintitan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari
Anda karena rasa nyerinya, serta merusak keindahan mata Anda.

Macam-macam jenis mata bintitan

Ada 3 kelenjar kelopak mata yang sering terinfeksi, yaitu kelenjar Zeis, Moll, dan Meibom.
Berdasarkan kelenjar yang terinfeksi, mata bintitan bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu
hordeolum interna dan hordeolum eksterna. Pada hordeolum interna, yang terinfeksi adalah
kelenjar Meibom, sedangkan infeksi pada kelenjar Zeis atau Moll akan menyebabkan hordeolum
eksterna.

Hordeolum eksterna akan muncul pada pangkal bulu mata karena lokasi kelenjar Zeis dan Moll
berada pada pangkal bulu mata, baik pada kelopak mata atas maupun bawah. Sedangkan
hordeolum interna biasanya akan muncul pada kelopak mata atas. Selain itu, pada hordeolum
eksterna biasanya benjolan akan mengarah ke sisi luar, sedangkan hordeolum interna benjolan
mengarah ke sisi dalam sehingga kelopak mata perlu dibuka untuk dapat melihat benjolan
dengan lebih jelas.

Tanda dan gejala mata bintitan

Infeksi pada kelenjar kelopak mata ini akan menyebabkan timbulnya benjolan kecil baik pada
kelopak mata atas maupun bawah. Benjolan ini biasanya akan terasa nyeri, berwarna merah, dan
terasa hangat. Jika dibiarkan terlalu lama benjolan ini dapat mengeluarkan nanah. Terkadang
benjolan yang cukup besar dapat mengganggu ketajaman penglihatan mata Anda sehingga
penglihatan Anda menjadi buram. Selain muncul benjolan, mata Anda akan terasa kering seperti
berpasir, yang menyebabkan gatal.

Biasanya penderita mata bintitan sebelumnya juga pernah mengalami masalah infeksi lain pada
matanya. Mereka yang menderita diabetes tipe 2 atau penyakit kulit seperti dermatitis seboroik
berisiko lebih tinggi mengalami bintitan.

Meskipun hordeolum tidak berbahaya, namun jika tidak diobati dapat menyebabkan infeksi yang
meluas hingga ke kelopak mata sehingga timbul yang disebut sebagai selulitis periorbital.

Bagaimana cara mengobati mata bintitan?

Bintitan merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam waktu 1-2 minggu, namun proses
penyembuhan bisa dipercepat dengan beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di
rumah. Anda dapat melakukan kompres hangat dan pijat secara perlahan pada mata Anda yang
mengalami hordeolum sebanyak 4 kali sehari, masing-masing selama 10 menit.

Bila dengan cara ini masih belum ada perbaikan, maka Anda dapat pergi berobat ke dokter untuk
mendapatkan obat antibiotik yang dapat membantu mempercepat penyembuhan infeksi. Jika
benjolan cukup besar dan nanahnya cukup banyak, dokter dapat menyarankan Anda untuk
menjalankan terapi tindakan berupa insisi drainase. Benjolan akan dibuka dan isi
nanah dikeluarkan lewat sebuah operasi kecil tanpa jahitan.

Satu hal yang perlu Anda ingat, jangan mencoba untuk memencet atau memecahkan benjolan
untuk mengeluarkan nanah. Tindakan sembrono ini justru bisa menyebabkan infeksi semakin
meluas sehingga seluruh kelopak mata dapat menjadi terinfeksi.
Chalazion, penyebab mata bintitan yang bukan karena bakteri

Ternyata mata bintitan tidak selalu disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada kondisi tertentu, mata
bintitan dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada kelenjar kelopak mata tanpa adanya
infeksi bakteri. Sumbatan tersebut menyebabkan isi kelenjar menumpuk dan memicu terjadinya
reaksi inflamasi pada kelopak mata yang akhirnya menyebabkan benjolan yang mirip dengan
hordeolum. Benjolan yang tidak terasa nyeri ini disebut sebagai chalazion.

Pemeriksaan Visual Acuity

1. Pasien diberi jarak dari Snellen Chart sejauh 5 meter atau 6 meter atau 20 kaki
(denominatornya akan berbeda untuk setiap jarak yang digunakan. Seringkali digunakan
jarak 5 meter.)
2. Tingkat mata pasien dengan Snellen Chart harus sejajar dan lurus.
3. Pasien diminta untuk menutup satu mata dengan okluder, atau bila tidak ada, dengan
telapak tangan, bukan dengan jari karena dapat menekan mata. Biasanya yang ditutupi
mata kiri dahulu, atau mata yang bermasalah dahulu, agar pasien tidak menghafal huruf
yang ada di chart.
4. Pasien diminta untuk membaca huruf yang ditunjuk oleh dokter. Catat denominator pada
baris terakhir yang masih bisa dibaca oleh pasien. Bila pasien bisa membaca semua huruf
sampai denominator 20, berarti ketajaman matanya normal (5/5 atau 6/6 atau 20/20).
5. Bila mata pasien masih kabur saat membaca Snellen Chart, gunakan pinhole untuk
mengetahui apakah matanya kabur karena kelainan refraksi atau kelainan lain (contoh:
katarak). Pasien yang memiliki kelainan refraksi akan lebih jelas membaca chart saat
menggunakan pinhole.
6. Bila Pasien sama sekali tidak bisa melihat huruf di chartnya dari atas, akan dilakukan
pemeriksaan lanjutan, yaitu hitung jari hingga lambaian tangan.
7. Pemeriksaan hitung jari dimulai dari jarak 5 meter terlebih dahulu. Dokter mengacungkan
jari diposisikan lurus dari pandangan pasien, kemudian pasien diminta untuk
memberitahu dokter berapa jumlah jari yang diacungkan. Bila pasien dapat menyebutkan
jumlah jari dengan benar, skornya adalah 5/60.
8. Bila pasien masih tidak bisa melihat, maju 1 meter. Bila masih tidak bisa, maju 1 meter
lagi, dan begitu seterusnya hingga jarak antara dokter dan pasien hanya 1 meter. Skornya
secara berurutan menjadi 4/60, 3/60, 2/60 dan 1/60.
9. Bila setelah pemeriksaan hitung jari dari jarak 1 meter pasien masih tidak bisa menyebut
dengan benar, dilakukan pemeriksaan lambaian tangan.
10. Pemeriksaan lambaian tangan dilakukan dari jarak 1 meter dan dilakukan dengan cara
dokter melambaikan tangannya dari kea rah tertentu kemudian meminta pasien untuk
memberitahu ke arah mana gerakan tangannya. Bila pasien bisa menyebut dengan benar,
skornya menjadi 1/300.
11. Pemeriksaan selanjutnya yang biasa dilakukan adalah persepsi cahaya.
12. Dokter memakai senter yang dinyala-matikan secara acak kemudian meminta pasien
untuk memberitahu apakan senternya menyala atau tidak.
13. Bila pasien dapat membedakan nyala dan matinya senter, dilanjutkan dengan meminta
pasien untuk menentukan sumber cahaya.
14. Dokter mengarahkan sinar senter dari arah tertentu dekat mata pasien, kemudian pasien
diminta untuk memberitahu dari arah mana cahayanya datang.

img-20140205-wa00051.jpg800x362 70.7 KB

Pinhole
Black-occluder-short.jpg800x640 15.5 KB

Okluder
Snellen Chart

Sumber:
Kuliah, Praktik Skill,
https://meded.ucsd.edu/clinicalmed/eyes.htm31

Sumber Gambar:
www.imedicalapps.com13
optometrynotebook.files.wordpress.com4

Gulden Ophthalmics1

Home | Gulden Ophthalmics

Nearly 75 years of experience have earned Gulden Ophthalmics a place as an undisputed thought
leader and respected industry expert in ophthalmic instruments and devices.

1 bulan kemudian

Jauhar_Nisa

Des '17

Lalu gmn cara tau kita minus berapa, berdasarkan denominator dari snellen chart sendiri? Misal
denominator nya 20/50, berarti kita minus brp? Makasih