Anda di halaman 1dari 20
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

PREDIKSI SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER V TAHUN 2017/2018

MATA KULIAH HUKUM PERUSAHAAN

Disusun oleh MUHAMMAD NUR JAMALUDDIN NPM. 151000126 KELAS D

UNIVERSITY
UNIVERSITY
muh.jamal08
muh.jamal08
Muh_Nur_Jamal
Muh_Nur_Jamal
NPM. 151000126 KELAS D UNIVERSITY muh.jamal08 Muh_Nur_Jamal KADER HmI KOMHUK UNPAS-BANDUNG KETUPLAK LK I/2016-II
KADER HmI KOMHUK UNPAS-BANDUNG KETUPLAK LK I/2016-II
KADER HmI KOMHUK
UNPAS-BANDUNG
KETUPLAK LK I/2016-II
D070AF70
D070AF70
081223956738
081223956738
16jamal
16jamal
muh.nurjamaluddin
muh.nurjamaluddin

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 1

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

Silakan follow ya   

muh.jamal85@yahoo.com
muh.jamal85@yahoo.com
muh.jamal1608@gmail.com
muh.jamal1608@gmail.com
muhnurjamaluddin.blogspot.co.id mnurjamaluddin.blogspot.co.id creativityjamal.blogspot.co.id
muhnurjamaluddin.blogspot.co.id
mnurjamaluddin.blogspot.co.id
creativityjamal.blogspot.co.id
Muhammad Nur Jamaluddin
Muhammad Nur Jamaluddin
ASAL Kampung Pasir Galuma, RT 02, RW 06, Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Provinsi
ASAL
Kampung Pasir Galuma, RT 02, RW 06, Desa Neglasari,
Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut,
Provinsi Jawa Barat, Indonesia
SAAT INI Jalan PH. Hasan Mustapa Nomor 28, Gang Senang Raharja, RT 02, RW 15,
SAAT INI
Jalan PH. Hasan Mustapa Nomor 28, Gang Senang Raharja,
RT 02, RW 15, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul,
Kode POS 40124, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 2

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
Renungan Ya Tuhan, saya lupa Saya benar-benat lupa, padahal sudah belajar dan menghafalnya Ingat: Ingatlah
Renungan
Ya Tuhan, saya lupa
Saya benar-benat lupa, padahal sudah belajar dan menghafalnya
Ingat:
Ingatlah Aku, maka akan Ku ingatkan pula semua yang kamu lupa?
Ya Tuhan, karena saya lupa
Izinkan saya untuk melihat pekerjaan temanku
Izinkan pula saya untuk menyontek melalui Hand Phone
Atau melalui buku yang sudah saya bawa ini
Atau melalui catatan kecil yang sudah saya siapkan ini
Ingat:
Bukankah Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui?
Bukankah Aku lebih dapat melihat apa yang kamu sembunyikan itu?
Ya Tuhan, karena saya ingin mendapat nilai terbaik
Supaya dapat membanggakan diriku, kelurgaku dan juga yang
lainnya
Izinkan saya mengahalalkan semua cara ini
Ingat:
Bukankah yang memberikan nilai terbaik itu Aku?
Dosen hanyalah sebagai perantara saja dariku?
Jikalau kamu ingin mendapatkan kebahagian di dunia
Dan juga kebahagiaan di akhirat
Jangan pernah menghalalkan semua yang telah Aku haramkan
Ingat:
Kebahagian di dunia itu hanya bersifat sementara bagimu
Aku akan siapkan 99% lagi kebahagiaan untukmu kelak di akhirat

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 3

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG FAKULTAS HUKUM Jalan Lengkong Besar Nomor 68

UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG FAKULTAS HUKUM Jalan Lengkong Besar Nomor 68 Bandung 40261 UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AKADEMIK 2017/2018

MATA KULIAH HARI, TANGGAL KELAS/SEMESTER WAKTU DOSEN SIFAT UJIAN

: HUKUM PERUSAHAAN : RABU, 1 NOVEMBER 2017 : A-B-C-D-E-F-G / V : 60 MENIT : TIM DOSEN : CLOSE BOOK

Soal:

1. Uraikan secera jelas dan singkat disertai 1 (satu) contoh masing-masing jenis usaha dan bentuk

usaha yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum. Dimulai dari pendirian, pelaksanaan dan berakhirnyanya! Jawaban:

2. Uraikan karakteristik dari badan usaha Perseroan Terbatas, Koperasi, Yayasan dan BUMN dilihat dari organ perusahaan dan tanggung jawab organ perusahaan, modal, dan tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan tersebut! Jawaban:

3. Agus, Budi, Tuti, Sari dan Dewi pada tanggal 17 Agustus Tahun 2005 sepakat mendirikan suatu perusahaan. Agus menanamkan modalnya berupa uang Rp10 juta, Budi kendadaraan, Tuti tenaga

kerja, Sari tempat untuk usaha, dam Dewi uang Rp1 juta. Sari dan Dewi tidak ikut serta dalam pengurusan perusahaan tersebut.

a. Apakah bentuk usaha akan mereka dirikan, uraikan jawaban saudara beserta dasar hukumnya! Jawaban:

b. Uraikan secara jelas kewajiban dan mekanisme pendirian perusahaan tersebut agar dapat melakukan kegiatan usahanya! Jawaban:

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 4

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

c. Apabila pada tanggal 17 Agustus Tahun 2008 Budi dan Sari mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, bagaimana konksekuensi terhadap perusahaan tersebut, uraikan dengan jelas beserta alasannya! Jawaban:

d. Apabila perusahaan tersebut mengalami kemajuan ingin meningkatkan status Badan Hukum Perusahaan, bagaimana mekanisme yang harus dilakukan perusahanaan tesebut. Uraikan secara jelas dan singkat! Jawaban:

4. Perseroan terbatas merupakan bentuk peranjian. Tahapan awal proses pendirian dimulai dengan perjanjian para pendiri. Segala perbuatan hukum dan hubungan hukum yang dibuat oleh pendiri akan memberikan konsekuensi hukum terhadap tanggung jawab bagi para pendirinya. Dalam undang-undang No. 40 Tahun 2007, dimungkinkan para pendiri mentransfer tanggungjawab dan akibat hukum dari perbuatan hukum dan hubungan hukum yang dibuat para pendiri kepada perseroan setelah menjadi badan hukum. Namun demikian, pengalihan tanggung jawab tersebut tidak serta merta terjadi. Harus dilakukan mekanisme tertentu.

a. Seandainya saudara menjadi direktur dari sebuah PT yang baru didirikan, tindakan apakah yang harus saudara dilakukan, agar perikatan dan perbuatan hukum yang dilakukan oleh pendiri sebelum menjadi badan hukum mengikat PT setelah sahkan! Jawaban:

b. Kapankah sebuah PT sebagai legal entity memiliki tanggung jawab pribadi, dan kapankah pendiri, pemegang saham, direksi dan komisaris sebagai organ perseroan bertanggungjawab sampai kekayaan pribadinya. Jelaskan! Jawaban:

c. Prinsip-prinsip apakah yang dapat saudara temukan dalam ketentuan UUPT No. 40 Tahun 2007, jelaskan! Jawaban:

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 5

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

5. Kedudukan perseroan terbatas dalam kebijakan ekonomi global maupun nasional memiliki peran strategis

a. Jelaskan apakah kelebihan dan kelemahan UUPT No. 40 Tahun 2007! Jawaban:

Kelebihan atau kebaikan UUPT No. 40 Tahun 2007, antara lain sebagai berikut:

1) Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang-utang

2)

perusahaan. Maksudnya adalah jika Anda termasuk pemegang saham dan kebetulan perusahaan punya utang, anda hanya bertanggung jawab sebesar modal yang Anda setorkan. Tidak lebih. Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin, sebab tidak tergantung pada beberapa pemilik. Pemilik dapat berganti-ganti.

3)

Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepada orang lain.

4) Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usahanya, misalnya dengan mengeluarkan saham baru. 5) Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber-sumber modal

untuk itu secara efisien. Jadi jika Anda mempunyai manajer tidak cakap, Anda bisa ganti dengan yang lebih cakap. Hukum yang terjamin menimbulkan dampak positif yakni kelangsungan perusahaan.

6)

7) Memudahkan kita dalam mengganti pekerja dalam perusahaan dengan memecatnya,

karena dibutuhkan manajemen dan pekerja dalam mengelola perusahaan. 8) Memiliki status sebagai badan hukum, sehingga PT merupakan subjek hukum dan mandiri, status sebagai badan hukum juga membuka kemungkinan usaha lebih luas (seluruh bidang usaha terbuka, termasuk bidang keuangan).

9)

10) Manajemen yang lebih kuat. 11) Lebih fleksibel, karena hampir semua bentuk kegiatan ekonomi terbuka bagi PT. 12) Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin; dan 13) Biasanya untuk Penanaman Modal Asing (PMA) ada fasilitas bebas pajak (tax holiday). Kelemahan atau kekurangan bentuk Perseroan Terbatas, antara lain sebagai berikut :

1) PT merupakan subjek pajak tersendiri. Jadi tidak hanya perusahaan yang terkena pajak. Dividen atau laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai pajak pendapatan. Tentunya dari pemegang saham yang bersangkutan.

Jangka waktu dapat tidak terbatas.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 6

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

2) Jika Anda akan mendirikan perseroan terbatas, pendiriannya jauh lebih sulit dari

3)

bentuk kepemilikan usaha lainnya. Dalam pendiriannya, PT memerlukan akta notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu. Biaya pembentukannya relatif tinggi.

4)

Bagi sebagian besar orang, PT dianggap kurang “secret” dalam hal dapur perusahaan. Hal

5)

ini disebabkan karena segala aktivitas perusahaan harus dilaporkan kepada pemegang saham. Apalagi yang menyangkut laba perusahaan. Pembentukan PT sangat sulit dikarenakan banyak yang harus kita lakukan seperti halnya

6)

kelengkapan administrasi perusahaan, akta notaris, dan izin dalam usaha yang digeluti. Banyaknya pajak yang harus dibayar mulai dari pajak perusahaan sampai kepada pajak

7)

untuk pemegang saham yang dikenal dengan pajak pendapatan. Misalnya Pengenaan pajak ganda, yaitu pengenaan PPh atas laba perusahaan, yang kemudian PPh dikenakan lagi atas bagian laba yang dibagikan pada pemegang saham dalam bentuk deviden. Ketentuan perundangan lebih ketat.

8)

Rahasia perusahaan relatif kurang terjamin.

9)

Biasanya untuk PMA, sedikit lebih rentan terhadap situasi dan kondisi sosial, politik, dan keamanan suatu negara.

b. Jelaskan apakah UUPT No. 40 Tahun 2007 telah mencerminkan asas “kekeluargaan” dan “ekonomi kerakyatan”! Jawaban:

Asas kekeluargaan dan asas ekonomi kerakyatan merupakan asas yang terkadung di dalam Undang-undang Dasar 1945 yang diimplementasikan melalui adanya Koperasi, sedangkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas jelas sangat berbeda karena tujuannya pun berbeda. Asas tersebut dapat diterapkan karena pasal 33 UUD 1945 telah mengangkat jati diri koperasi itu sebagai asas perekonomian nasional, maka badan usaha milik negara (BUMN) dan perusahaan swasta pun sesungguhnya memiliki kewajiban untuk mengamalkan asas tersebut. BUMN adalah perusahaan milik rakyat. Namun dalam kenyataannya, saat ini hampir seluruh BUMN diselenggarakan dengan badan hukum berbentuk perseroan terbatas (PT). Secara teoritik terdapat empat tindakan yang dapat dilakukan untuk mengamalkan asas kekeluargaan yang merupakan jati diri koperasi itu dalam lingkungan perseroan. Pertama, inisiatif pekerja, yaitu dengan meningkatkan partisipasi pekerja dalam pengambilan keputusan. Kedua, inisiatif Serikat Pekerja, yaitu melalui

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 7

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

penyusunan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) yang demokratis. Ketiga, inisiatif manajerial, yaitu melalui pelaksanaan program kepemilikan saham oleh pekerja. Keempat, inisiatif pemerintah, yaitu melalui penerbitan undang-undang.

6. Jelaskan perbedaan antara holding company, cabang perusahaan dan agen perusahaan dalam hal:

a. Kemandirian

Jawaban:

Konstruksi hukum antara Perusahaan induk dengan Anak Perusahaan dalam UUPT yang menggunakan prinsip hukum mengenai kemandirian badan hukum induk dan anak perusahaan untuk bertindak sebagai subjek hukum mandiri dan berhak melakukan perbuatan hukum sendiri.

b. Tanggung jawab perusahaan Jawaban:

Berdasarkan prinsip hukum tersebut maka berimplikasi:

Induk perusahaan tidak bertanggung jawab atas perbuatan hukum yang dilakukan

oleh anak perusahaan. 2) Berlakunya prinsip limited liability (prinsip keterbatasan tanggung jawab) yang

melindungi perusahaan induk sebagai pemegang saham anak perusahaan untuk tidak bertanggung jawab melebihi nilai investasi atas ketidakmampuan anak perusahaan menyelesaikan tanggung jawab hukum dengan pihak ketiga.

1)

c. Pemberlakuan ultra vires doctrine Jawaban:

Prinsip limited liability (prinsip keterbatasan tanggung jawab) kepada induk perusahaan sebagai pemegang saham anak perusahaan sesuai mengacu pada ketentuan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas bahwa pemegang saham perseroan tidak bertanggung jawab atas kerugian Perseroan melebihi saham yang dimilikinya. Namun, induk perusahaan akan bertanggung jawab terhadap permasalahan hukum anak perusahaan dalam hal-hal:

1) Induk Perusahaan turut menandatangani perjanjian yang dilakukan anak perusahaan dengan pihak ketiga anak perusahaan. 2) Induk Perusahaan bertindak sebagai corporate guarantee atas perjanjian anak perusahaan dengan kreditur.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 8

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

3) Induk perusahaan melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian bagi pihak ketiga dari anak perusahaan. Jadi jika terjadi ultra vires doctrine, maka harta kekayaan pribadi pemilik holding company dapat dijaminkan sebagai pelunasan hutang.

7. Jelaskan perbedaan antara sole proprietorship, firma, dan CV (Commanditer Vennotschaft) dalam hal:

a. Tanggung jawab Jawaban:

Sole proprietorship merupakan kewajiban untuk mengganti kerugian apabila perikatan yang sudah dijanjikan tidak dilaksanakan, sehingga jika perikatan itu benar-benar tidak dilaksanakan maka sekutu yang bertanggung jawab dapat diganggu gugat untuk memenuhi prestasinya sesuai pasal 1642-1645 KUHPerdata:

1) Sekutu melakukan hubungan hukum dengan pihak ketiga, maka sekutu tersebut harus bertanggung jawab penuh walaupun dengan alasan hubungan hukum tersebut dilakukan untuk kepentingan persekutuan. 2) Perbuatan hukum menjadi mengikat sekutu lain jika ada surat kuasa dari sekutu lain, keuntungan yang didapat nyata-nyata dinikmati oleh persekutuan. 3) Beberapa sekutu mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga, maka para sekutu bertanggung jawab secara tanggung renteng meskipun inbreng tidak sama kecuali telah diperjanjikan sebelumnya bahwa ada erimbangan inbreng dengan pertanggungjawaban. 4) Apabila seorang sekutu melakukan hubungan hukum dengan pihak ketiga atas nama persekutuan, maka persekutuan dapat langsung menggugat pihak ketiga itu. Firma:

Sekutu yang ditunjuk atau diberi kuasa untuk menjalankan tugas pengurus ditentukan dalam AD (akta pendirian) firma.

2) Jika belum ditentukan, pengurus harus ditentukan dalam akta tersendiri dan didaftarkan ke Kepaniteraan PN setempat dan diumumkan dalam BNRI supaya pihak ketiga mengetahui siapa saja yang menjadi pengurus yang berhubungan dengannya. 3) Semua anggota dianggap dapat dan dibolehkan bertindak keluar atas nama firma, seorang anggota dapat mengikat anggota lainnya. 4) Semua anggota dianggap berhak untuk menerima dan mengeluarkan uang atas nama dan untuk kepentingan firma.

1)

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 9

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

CV:

1)

Tanggung jawab intern:

a) Sekutu komanditer, tanggung jawab terbatas pada inbreng yang disetor.

b) Sekutu biasa, tanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan, meskipun

sekutu tersebut merupakan sekutu yang menurut AD tidak diperkenankan berhubungan dengan pihak ketiga. Tanggung jawab ekstern, sekutu komplementer yang bertanggung jawab atas hubungan dengan pihak ketiga.

2)

b. Tata kelola perusahaan

Jawaban:

1) Sole proprietorship, tata kelola perusahaan dilakukan dengan sistem mitra dengan beberapa sekutu. 2) Firma, tata kelola perusahaan dilakukan dengan sistem sekutu aktif dan sekutu yang dikecualikan.

3)

CV, tata kelola perusahaan dilakukan oleh sekutu kerja (complementer).

c. Modal

Jawaban:

1)

Sole proprietorship, modal berasal dari pemasukan atau imbreng berupa uang, barang

2)

dan tenaga. Firma, modal berasal dari pemasukan atau imbreng berupa uang, barang dan tenaga.

3)

CV, modal berasal dari pemasukan atau imbreng berupa uang, barang dan tenaga.

8. Di dalam era globalisasi ini, diperlukan suatu badan usaha yang menaungi kegiatan bisnisnya.

a. Jelaskan mengapa Perseroan Terbatas (PT) dianggap sebagai bentuk badan usaha yang paling aman dan menguntungkan dibandingkan dengan badan usaha lainnya! Jawaban:

Menurut Tuti Rastuti, S.H.,M.H. dalam bukunya yang berjudul Seluk Beluk Perusahaan dan Hukum Perusahaan bahwa Perseroan Terbatas (PT) dianggap sebagai bentuk badan usaha yang paling aman karena:

1) Bentuk badan usaha yang berbadan hukum, sebagaimana hal ini ditegaskan dalam pasal 1 angka 1 Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas bahwa Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 10

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

2)

berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya tebagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya. Tangung jawab terpisah dari harta kekayaan pribadi kecuali ultra vires dan piercing

3)

the corporateveil, sehingga dengan adanya pemisahan harta kekayaan badan hukum ini membawa konsekuensi hukum, bahwa kekayaan pribadi para pemegang saham tidak ikut dijadikan jaminan pelunasan utang perusahaan. Adanya kepastian hukum, tentu segala perbuatan hukum yang dilakukan dalam bentuk

usaha ini berdasar dan dilindungi oleh hukum positif yakni Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Presiden RI No. 39 Tahun 2014 Tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Kemudian Perseroan Terbatas (PT) dianggap sebagai bentuk badan usaha yang paling menguntungkan karena:

1) Jangkauannya luas, artinya bentuk usaha yang dipilih dapat menentukan bagian arah usaha yang dilakukan perusahaan sesuai bidang yang dipilihnya untuk skala nasional bahkan internasional. 2) Hanya PT yang dapat menjual saham di bursa efek, karena PT melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya tebagi dalam saham. 3) Perkembangan usaha cepat, bentuk bidang usaha yang dipilih secara tepat dapat lebih mudah berkembang dalam melakukan proses perusahaannya. 4) Adanya kepercayaan dari konsumen, bentuk perwujudan respek yang semakin tinggi dari konsumen dilihat dari keefektifan dan keamanan dalam proses melakukan usaha melalui Perseroan Terbatas.

b. Sebutkan dan jelaskan bentuk badan usaha lain tersebut disertai dengan kelebihan dan kekurangan dari setiap badan usaha tersebut? Jawaban:

Secara umum bahwa bentuk usaha terdiri atas badan usaha yang berbadan hukum diantaranya Koperasi, Perseoran Terbatas, Badan Usaha Milik Negara (Perjan, Perum dan Persero), dan Yayasan serta yang tidak berbadan hukum seperti persekutuan perdata, Firma dan Persekutuan Komanditer (CV). Adapaun kelebihan dan kekurangan badan usaha tidak berbadan hukum, yaitu:

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 11

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
 

Kelebihan

Kekurangan

Pendiriannya cepat dan mudah

Jangkauannya tidak luas/terbatas

Biaya murah

Tidak ada perlindungan hukum

Mudah balik modal

Tanggung jawab tidak terbatas

Bebas dan teratur

Sulit untuk berkembang

9. Dalam ketentuan Umum Undang-undang No. 40 Tahun 2007 dapat ditemukan pengertian

Perseroan Terbatas. Dari pengertian tersebut dapat ditarik unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Kemudian dapat ditemukan makna dan hakikatnya.

a. Jelaskan secara gamlang makna dan hakikatnya dari Perseroan Terbatas berdasarkan aspek pengertian PT yang terkandung dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 dan jelaskan hakikat berdasarkan terminologi “Naamloze venotschaft” dan “Company Limited (Co.Ltd)”. Jawaban:

Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas bahwa Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya. Adapun unsur-unsurnya, yaitu:

1)

berbentuk badan hukum;

2)

persekutuan modal;

3)

didirikan atas dasar perjanjian;

4)

melakukan kegiatan usaha;

5)

modalnya terbagi saham-saham; dan

6)

memenuhi persyaratan yang ditetapkan UUPT serta peraturan perundang-udangan

yang berlaku. Dengan demikian, untuk mendirikan suatu perusahaan harus memenuhi persyaratan materiil

antara lain:

1)

perjanjian antara dua orang atau lebih;

2)

dibuat dengan akta autentik; dan

3)

ada modal dasar perusahaan yang terbentuk dan bersumber dari saham.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 12

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

Berdasarkan pengertian dan unsur-unsur PT serta persyaratan materilnya, maka hakikat Perseroan Terbatas dapat ditinjau dari termonologi nama, yaitu Perseroan Terbatas. Terbatas di sini dimaksudkan pada tanggung jawabnya. Perseroan Terbatas sebagai subjek hukum selain manusia, yaitu bada hukum (recht person), dan Perseroan Terbatas hakikatnya sebagai perjanjian, serta hakikat Perseroan Terbatas sebagai akumulasi modal. Kemudian hakikat PT berdasarkan kata Naamloze venotschaft” diartikan sebagai persekutuan atau perusahaan tanpa nama atau perusahaan yang tidak memakai nama sekutunya pada nama perusahaannya dan “Company Llimited (Co.Ltd) yaitu suatu badan hukum yang memiliki saham yang dapat dialihkan secara langsung tanpa perusahaan tersebut harus meleburkan diri terlebih dahulu.

b. Jelaskan bagaimana akibat hukum jika setelah PT didirikan dan disahkan sebagai badan hukum kemudian pemegang sahamnya menjadi kurang dari 2 orang!

Jawaban:

Akibat hukum jika pemegang saham kurang dari 2 orang sesuai dengan pasal 7 ayat (5), (6), dan (7) Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, yaitu:

Pasal 7 ayat (5), setelah perseroan memperoleh status badan hukum dan pemegang saham menjadi kurang dari 2 (dua) orang, dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak keadaan tersebut pemegang saham yang bersangkutan wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada orang lain atau perseroan mengeluarkan saham baru kepada orang lain.

2) Pasal 7 ayat (6), dalam hal jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (5) telah dilampaui, pemegang saham tetap kurang dari 2 (dua) orang, pemegang saham bertanggung jawab secara pribadi atas segala perikatan dan kerugian perseroan, dan atas permohonan pihak yang berkepentingan, pengadilan negeri dapat membubarkan

Perseroan tersebut. Pasal 7 ayat (7), ketentuan yang mewajibkan perseroan didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dan ketentuan pada ayat (5), serta ayat (6) tidak berlaku bagi:

1)

3)

a) Perseroan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara; atau

b) Perseroan yang mengelola bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, dan lembaga lain sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang Pasar Modal.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 13

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

c. Sebutkan dan jelaskan proses pendirian PT sesuai dengan ketentuan undang-undang? Jawaban:

Menurut Tuti Rastuti, S.H.,M.H. dalam bukunya yang berjudul Seluk Beluk Perusahaan dan Hukum Perusahaan bahwa proses pendirian PT sesuai dengan ketentuan undang- undang, yaitu:

1) Tahap pengajuan nama PT, pengajuan nama perusahaan ini didaftarkan oleh Sistem Administrasi Badan Hukum ke Kementerian Hukum dan HAM. Proses ini bertujuan untuk melakukan pengecekan nama PT tersebut sudah digunakan atau tidak. Nama PT disesuaikan dengan kegiatan usaha. Pendaftaran PT ini bertujuan juga untuk mendapatkan persetujuan dari Kemenkumham sesuai dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perusahaan Terbatas. 2) Tahap Pembuatan Akta Pendirian PT, pembuatan akta pendirian dibuatkan oleh notaris yang berwenang di seluruh wilayah Indonesia untuk selanjutnya dilakukan proses pengajuan mendapatkan persetujuan dari Menteri Kemenkumham. 3) Tahap pembuatan surat keterangan domisili perusahaan (SKDP), permohonan SKDP diajukan kepada kantor kelurahan setempat sesuai dengan alamat kantor kedudukan yang terdapat dalam akta pendirian, yang mana sebagai bukti keterangan/keberadaan alamat perusahaan (domisi gedung, jika di gedung). 4) Tahap pernomoran nomor wajib pajak (NPWP), permohonan pendaftaran NPWP diajukan kepada Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan keberadaan domisili PT. 5) Tahap pengesahan anggaran dasar perusahaan oleh Menteri Kemenkumham, permohonan ini diajukan kepada Menteri Kemenkumham untuk mendapatkan pengesahan anggaran dasar perusahaan (akta pendirian) sebagai badan hukum PT sesuai dengan UUPT. 6) Mengajukan surat izin usaha perdagangan (SIUP), SIUP ini berguna agar PT dapat menjalankan kegiatan usahanya. Selama menjalankan kegiatan usaha, SIUP ini patut ada dan berlaku efektif. Keberadaan SIUP ini termasuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLUI) sebagaimana Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 57 Tahun 2009 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. 7) Mengajukan tanda daftar perusahaan (TDP), permohonan pendaftaran diajukan kepada Kepala Suku Dinas Perindukan dan Perdagangan dan atau Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Kota atau Kabupaten terkait sesuai dengan domisili perusahaan.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 14

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

8) Tahap berita acara negara Republik Indonesia (BNRI), setalah perusahaan melakukan wajib daftar perusahaan dan mendapatkan pengesahan dari Menteri Kemenkumham, maka harus diumumkan dalam Berita Negara RI, maka PT telah sempurna statusnya sebagai badan hukum.

10. Pengelolaan perusahaan pada dasarnya dilakukan oleh organ perusahaan, yang mana tugas dan kewenangan telah diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundng-undangan yang berlaku

a. Jelaskan apa sajakah yang harus diatur dalam Anggaran Dasar (AD) jika saudara membentuk suatu PT? Jawaban:

Berdasarkan pasal 29 Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas bahwa yang diatur dalam Anggaran Dasar (AD), yaitu:

(1) Daftar Perseroan diselenggarakan oleh Menteri. (2) Daftar Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat data tentang Perseroan yang meliputi:

a. nama dan tempat kedudukan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, jangka waktu pendirian, dan permodalan;

b. alamat lengkap Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5;

c. nomor dan tanggal akta pendirian dan Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4);

d. nomor dan tanggal akta perubahan anggaran dasar dan persetujuan Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1);

e. nomor dan tanggal akta perubahan anggaran dasar dan tanggal penerimaan pemberitahuan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2);

f. nama dan tempat kedudukan notaris yang membuat akta pendirian dan akta perubahan anggaran dasar;

g. nama lengkap dan alamat pemegang saham, anggota Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Perseroan;

h. nomor dan tanggal akta pembubaran atau nomor dan tanggal penetapan pengadilan tentang pembubaran Perseroan yang telah diberitahukan kepada Menteri;

i. berakhirnya status badan hukum Perseroan;

j. neraca dan laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan bagi Perseroan yang wajib diaudit.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 15

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

(3) Data Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dimasukkan dalam daftar Perseroan pada tanggal yang bersamaan dengan tanggal:

a. Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum Perseroan, persetujuan atas perubahan anggaran dasar yang memerlukan persetujuan;

b. penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar yang tidak memerlukan

persetujuan; atau

c. penerimaan pemberitahuan perubahan data Perseroan yang bukan merupakan perubahan anggaran dasar. (4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf g mengenai nama lengkap dan alamat pemegang saham Perseroan Terbuka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. (5) Daftar Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terbuka untuk umum. (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai daftar Perseroan diatur dengan Peraturan Menteri.

b. Sebutkan dan jelaskan tugas dan kewenangan organ perusahaan dalam PT! Jawaban:

Tugas dan wewenang organ perusahan, yaitu;

1)

RUPS Tugas RUPS yaitu menyelanggaran RUPS seuai kuorum. Berdasarkan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas bahwa kewenangan RUPS, yaitu:

a) Penetapan perubahan anggaran dasar sebagaimana tercantum dalam pasal 19 ayat

(1).

b) Menentukan pembelian kembali saham sebagaimana tercantum dalam pasa 38 ayat

(1).

c) Penetapan penambahan modal perseroan sebagaimana tercantum dalam pasal 41.

d) Penetapan pengurangan modal perseroan sebagaimana tercantum dalam pasal 44 ayat (1).

e) Persetujuan laporan tahunan dan pengesahan perhitungan tahunan sebagaimana tercantum dalam pasal 71 ayat (1).

f) Penentuan penggunaan laba sebagaimana tercantum dalam pasal 71 ayat (1) jo. Pasal 61 ayat (1).

g) Pengangkatan/pemberhentian/pembagian tugas Direksi dan Komisaris sebagaimana tercantum dalam pasal 94 ayat (1).

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 16

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

h) Persetujuan pengalihan/peminjaman kekayaan perseroan sebagaimana tercantum dalam pasal 102 ayat (1).

i) Persetujuan atau restrukturasi perusahaan: penggabungan, peleburan dan pengambilalihan sebagaimana tercantum dalam pasal 122 ayat (3).

j) Pembubaran perseroan sebagaimana tercantum dalam pasal 142.

2)

Direksi

3)

Tugas dan tanggung jawab yaitu bertanggung jawab penuh (full responsibility) atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan. Kemudian wewenangnya, yaitu bertindak mewakili perseroan (persona standi in judicio) baik di dalam maupun di luar pengadilan. Dewan Komisaris

Berdasarkan pasal 1 angka 6 jo pasal 108 Undang-undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas bahwa tugas Komisaris adalah melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus sesuai dengan anggara dasar serta memberi nasihat kepada Direksi dan jajaran manajemen perusahaan. Kemudian kewenangan Dewan Komisaris yaitu melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, memberikan nasihat dan masukan terhadap Direksi dan jajaran, memberikan persetujuan atau bantuan kepada Direksi dalam melakukan perbuatan hukum tertentu, melakukan tindakan pengurusan untuk periode tertentu, mengajukan gugatan atas nama Perseroan bersama pemagang saham, mewakili Perseroan menggantikan kedudukan Direksi, apabila Direksi yang seharusnya mewakili tersangkut perkara pidana, dan memberhentikan Direksi untuk sementara waktu dengan menyebutkan alasannya.

c. Namun demikian terdapat pembatasan kewenangan yang jika dilanggar oleh organ perusahaan akan menimbulkan konsekuensi hukum. Jelaskan bagaimana akibat hukum dari dierektur dan komisaris yang bertindak di luar kewenangannya (ultra vires)? Bagaimana perbedaanya dengan akibat hukum dari berlakunya prinsip “piercing the corporate viel”? Jawaban:

Akibat Direktur dan Komisaris bertindak ultra vires adalah harta kekayaan pribadi jadi jaminan kerugian perusahaan dalam pelunasan hutang perusahaan yang bertindak melebihi wewenangnya, sedangkan piercing the corporate viel adalah Direksi atau Komisaris melakukan perbuatan melawan hukum misalnya korupsi, menjual perusahaan dan lain-lain.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 17

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

11. Corporate restructuring diartikan sebagai upaya melakukan pembenahan agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

a. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis Corporate Restructuring! Jawaban:

Restrukturisasi Perusahaan (Corporate Restructuring) diartikan sebagai upaya melakukan pembenahan (strukturisasi) kembali perusahaan agar bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis yang tengah berlangsung, dapat berbentuk:

1) Penggabungan usaha (merger) adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum. 2) Konsolidasi adalah situasi di mana perusahaan yang terpisah menjadi satu. Kadang- kadang digambarkan sebagai merger, meskipun secara teknis ini adalah dua situasi yang berbeda. Dalam merger, bisnis baru terbentuk ketika satu perusahaan menyerap yang lain, dalam konsolidasi, perusahaan bergabung pada istilah yang relatif sama untuk membentuk satu perusahaan baru. Namun, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Konsolidasi dapat juga dikatakan menyatukan seluruh sumber daya, peluang dan

kekuatan untuk memenangkan persaingan jangka panjang, memenangkan persaingan berarti menjadi yang terbaik dalam melayani kebutuhan konsumen/klien saat ini dan dimasa datang. Konsolidasi dilakukan dengan mengevaluasi kondisi usaha saat ini, diteruskan dengan pengembangan strategi usaha jangka panjang, strategi tersebut dibuat lebih terperinci dalam bentuk perencanaan dengan sasaran bergerak ke jangka menengah dan panjang yang meliputi pengembangan sistem manajemen agar perencanaan dan implementasi bisa sejalan. Pengambil alihan (akuisisi), merupakan cara pengalihan saham dengan cata procedural melalui Direksi perusahaan atau pengambilahihan langsung (membeli) dari pemegang saham.

3)

4) Spin off, pemisahaan tidak murni (spin off) Pemisahan tidak murni adalah pemisahan perusahaan yang mengakibatkan sebagian aktiva dan pasiva pereroan beralih karena hukum kepada satu perseroan lain atau lebih yang menerima peralihan dan perseroan yang melakukan pemisahan tersebut tetap ada.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 18

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

b. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur merger serta alasan suatu perusahaan melakukan merger! Jawaban:

Unsur-unsur merger, yaitu:

1)

adanya perbuatan hukum;

2)

adanya 2 (dua) perseroan atau lebih;

3) adanya tujuan yang sama, yaitu salah satu perseroan menggabungkan diri ke dalam perseroan yang lain; dan

4)

Alasan suatu perusahaan merger, diantaranya:

1) Pertimbangan pasar, dengan melaksanakan merger antara dua atau lebih perusahaan, maka mata rantai produksi, distribusi, hingga sampai ke konsumen dikuasai oleh perusahaan hasil merger. 2) Penghematan distribusi, sistem distribusi tunggal seringkali dapat menangani dua produk yang mempunyai metode distribusi atau market yang serupa, dengan menghemat biaya daripada sistem distribusi yang hanya menangani produk tunggal.

3) Diversifikasi/spin off, hal ini dimaksudkan untuk menghindari risiko terhadap pasar tertentu dan/ atau untuk dapat berpartisipasi pada bidang-bidang yang baru tumbuh. 4) Keuntungan manufaktur, banyak keuntungan dapat dipetik dengan menggabungkan 2 (dua) unit manufaktur atau lebih. Biasanya segi-segi kelemahan dapat diperkuat, overcapacity dapat dihilangkan, dan overhead dapat dikurangi. 5) Research and Development (R & D), biaya-biaya R & D dapat dikurangi dengan terbukanya kesempatan untuk menggunakan fasilitas secara bersama oleh dua perusahaan yang melakukan merger. 6) Pertimbangan finansial, dalam hal ini untuk meningkatkan earning per share dan memperbaiki image di pasar dan mencapai stabilitas dan sekuriti finansial. Merger diyakini dapat menekan biaya produksi, juga dapat meningkatkan harga jual produk menjadi lebih tinggi. 7) Pemanfaatan excess capital, kelebihan modal masing-masing perusahaan dapat saling dimanfaatkan. 8) Pertimbangan sumber daya manusia, bagi perusahaan yang kekurangan/ mempunyai kelemahan di bidang SDM dapat dibantu oleh perusahaan lain yang SDM-nya lebih baik.

9)

Kecanggihan dan otomatisasi, perkembangan bisnis menuju kepada penggunaan sarana yang semakin canggih dan otomatis. Perusahaan-perusahaan kecil akan sulit mengikuti perkembangan ini kecuali dengan membesarkan diri, antara lain melalui merger.

adanya keputusan yang sama, yaitu perseroan yang menggabungkan diri akan bubar.

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 19

Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ) www.mnj.my.id
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id

c. Sasaran dan target apakah yang ingin dicapai dari strukturisasi melalui merger serta berikan contoh merger secara vertikal dan horizontal? Jawab:

Sasaran dan target strukturisasi melalui merger, yaitu:

1)

peningkatan konsentrasi pasar;

2)

peningkatan efisiensi;

3)

pengembangan inovasi baru;

4)

alat investasi;

5)

sarana alih teknologi;

6)

mendapatkan akses internasional;

7)

peningkatan daya saing;

8)

memaksimalkan sumber daya;

9)

menjamin pasokan bahan baku.

Merger horizontal (horizontal merger), terjadi apabila dua perusahaan yang memiliki lini usaha yang sama bergabung atau apabila perusahaan-perusahaan yang bersaing di industri yang sama melakukan merger. Contohnya PT Sekar Farma dengan Jaya Farma melakukan merger di bidang yang sama yakni bidang kesehatan. Kemudian merger vertikal (vertical merger), terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan penyalurnya atau pelanggannya, seperti merger antara penjual (seller) dengan pembeli (buyer), atau merger antara klien (client) dengan penyalur (supplier), atau merger antara grosir (wholesaler) dengan perusahaan pengecer (retailer).

Prediksi Soal Ujian Tengah Semester V Tahun 2017/2018 Mata Kuliah Hukum Perusahaan Halaman 20