Anda di halaman 1dari 24

FILUM COELENTERATA

LAPORAN PRAKTIKUM

disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Zoologi Invertebrata yang diampu
oleh:

Dr. Yayan Sanjaya, M.Si.


Rini Solihat, M.Si.
Dra. Ammi Syulasmi, M.Si.

oleh: Kelompok 5
Pendidikan Biologi B 2018

Anna Nurzahra (1804064)


Awalin Fauziah (1807423)
Muhammad Fakhri F (1807148)
Salma Fahira A (1807209)
Shavina Nabila (1804693)

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUANALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2019
A. Judul

Filum Coelenterata

B. Waktu dan Tempat


Hari, Tanggal : Selasa, 12 Maret 2019
Waktu : 9.40-12.00 WIB
Tempat : Laboratorium Struktur Hewan Departemen

Pendidikan Biologi UPI

C. Tujuan
1. Mengenal keanekaragaman hewan-hewan Coelenterata.

2. Observasi morfologi dan struktur-struktur tubuh hewan-hewan Coelenterata.

3. Mengelompokkan hewan-hewan Coelenterata ke dalam classis yang berbeda


berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.

4. Observasi dan identifikasi ciri-ciri setiap classis.

D. Landasan Teori
Istilah Coelenterata diambil dari bahasa Yunani coilos = rongga, enteron =
usus. Gabungan istilah tersebut tidak diartikan sebagai hewan yang ususnya
berongga, tetapi cukup disebut hewan berongga. Istilah tersebut juga
mengindikasikan bahwa hewan coelenterata tidak memiliki rongga tubuh
sebenarnya, melainkan hanya berupa rongga sentral yang disebut coelenterons
(Suwignyo, 2005 : 41).

Menurut Brotowidjojo (1989 : 74) coelenterata terdiri atas 3 kelas yaitu


sebagai berikut:

1. Hydrozoa, hewan yang lebih terkenal dari kelas ini adalah Hydra, di mana
bentuk silindris, hidup sebagai polip, dan tidak mempunyai bentuk medusa.
2. Scyphozoa, berasal dari bahasa Yunani, scypho= mangkok, zoa= binatang.
Jadi skyphozoa adalah hewan berbentuk mangkuk. Contoh: Aurellia aurita.
3. Anthozoa, bersal dari kata anthos= bunga, zoon= binatang. Jadi Anthozoa
adalah bunga karang. Contoh: anemon laut ( Metridium marginatum).
Coelenterata umumnya hidup di laut, hanya beberapa jenis yang hidup di air
tawar. Sebagian besar hidup berkoloni atau soliter. Dalam siklus hidupnya ia dapat
berbentuk polip yaitu hidup menempel pada suatu substrat atau berbentuk medusa
yang bebas berenang. Bentuk polip tubuhnya berbentuk silindris. Mulut bermuara
ke dalam rongga gastrovaskuler atau enteron yang berfungsi untuk mencerna
makanan dan mengedarkan sari-sari makanan. Medusa umumnya berbentuk seperti
paying atau lonceng, tentakel menggantung pada permukaan paying. Tentakel
berfungsi untuk menangkap makanan, alat gerak dan mempertahankan diri. Susunan
saraf berupa anyaman sel-sel saraf yang tersebar secara difusi. Coelenterata
merupakan hewan yang belum memiliki anus (Lahay, 2006 : 58).

Reproduksi Coelenterata ada 2 cara, yaitu secara aseksual dan seksual.


Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup tumbuh di
dekat kaki, semakin lama semakin besar, membentuk tentakel untuk menangkap
mangsanya. Tubuh anak ini akan melekat pada induknya, hingga induk membentuk
kuncup yang lain. Demikianlah lama-kelamaan akan terbentuk koloni. Reproduksi
seksual dilakukan dengan bertemunya sperma dan ovum. Sperma dihasilkan oleh
testis dan ovum oleh ovarium. Coelenterata meliputi berbagai macam hewan air,
misalnya hewan tumbuhan (hewan yang nampakanya seperti tumbuhan), ubur-ubur,
binatang karang, anemone laut, polip dan lain-lain (Hala, 2007 : 17)

E. Alat dan Bahan


Tabel E.1 Alat yang digunakan dalam praktikum Coelenterata

No. Nama Alat Jumlah


1. Mikroskop binokuler 1
2. Silet 1
3. Kaca objek 1
4. Kaca penutup 1
5. Pipet 1
6. Handphone 1
Tabel E.2 Bahan yang digunakan dalam praktikum filum porifera
No. Nama Bahan Jumlah
1. Awetan Basah 13
2. Spesimen Coelenterata 3
3. Aquades 5ml

F. Langkah Kerja

Awetan Awetan Spesimen diamati


Coelenterata diletakkan di morfologinya
berjumlah 3 buah tempat objek secara langsung
disiapkan. yang ada pada oleh mata.
mikroskop

Hasil pengamatan Informasi dicatat dan


disusun dalam mendokumentasikan
laporan spesimen.

Diagram F.1 Langkah kerja pengamatan kerangka tubuh Coelenterata

Spesimen diamati
Awetan basah morfologinya
disiapkan secara langsung
oleh mata

Hasil pengamatan Informasi dicatat dan


disusun dalam mendokumentasikan
laporan awetan basah

Diagram F.2 Langkah kerja pengamatan morfologi Coelenterata


G. Hasil Pengamatan

Tabel G.1 Hasil Pengamatan Terhadap Spesies Filum Coelenterata

No Nama Species Gambar Observasi Gambar Referensi


1. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Hydrozoa
Ordo : Anthoathecatae
Familia : Hydridae
Genus : Hydra
Species : Hydra Sp Gambar G 1.1 Gambar G 1.2
Hydra Sp Hydra sp
( Dok. Kelompok 4, 2019) ( Michael Richard, 2016)

2. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Hydrozoa
Ordo : Leptothecatae
Familia : Campanulariidae
Genus : Obelia
Species : Obelia Sp
Gambar G 2.1 Gambar G 2.2
Obelia sp Obelia sp
( Dok. Kelompok 4, 2019) ( Tanpa nama, 2015)
3. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Hydrozoa
Ordo : Cheilostomatida
Familia : Bugulidae
Genus : Bugula
Species : Bugula Sp Gambar G 3.1
Gambar G 3.2
Bugula sp
Bugula sp
( Dok. Kelompok 4, 2019)
( Denies riek, 2014)
4. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Seleractina
Familia : Meandrinidae
Genus : Meandrina Gambar G 4.1
Species : Meandrina Gambar G 4.2
Meandrina meandrites
meandrites Meandrina meandrites
( Dok. Kelompok 4, 2019)
( Tanpa nama, 2017)

5. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Seleractinia
Familia : Rhizangiidae
Genus : Astrangia
Species : Astrangia danae
Gambar G 5.1 Gambar G 5.2
Astrangia danae Astrangia danae
( Dok. Kelompok 4, 2019) ( Taxus, 2013)
6. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Alcyonacea
Familia : Alcyoniidae
Genus : Gorgonia
Species : Gorgonia sp Gambar G 6.1
Gambar G 6.2
Gorgonia sp
Gorgonia sp
( Dok. Kelompok 4, 2019)
( Tanpa nama, 2019)

7. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Antiphataria
Familia : Antiphatidae
Genus : Antipathes
Species : Antipathes
dichotoma Gambar G 7.1
Gambar G 7.2
Antipathes dichotoma
Antipathes dichotoma
( Dok. Kelompok 4, 2019)
( Reinhard discherl, 2010)
8. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Seleractinia
Familia : Meandrinidae
Genus : Meandrina
Species : Meandrina
Gambar G 8.1
sinosa Gambar G 8.2
Meandrina meandrites
Meandrina sinosa
( Dok. Kelompok 4, 2019)
( Vargas, 2016)
9. Regnum : Animalia
Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Familia : Acroporiidae
Genus : Acropora
Species : Acropora sp Gambar G 9.1
Gambar G 9.2
Acropora sp
Acropora sp
( Dok. Kelompok 4,2019)
(Tanpa nama, 2016)

10 Regnum : Animalia
. Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Alcyonacea
Familia : Alcyoniidae
Genus : Polidacna
Species : Polidacna sp Gambar G 10.1 Gambar G 10.2
Polidacna sp Polidacna sp
( Dok. Kelompok 4, 2019) ( Dok. Kelompok 6, 2019)
11 Regnum : Animalia
. Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Alcyonacea
Familia : Tubiporidae
Genus : Tubiphora
Species : Tubiphora musica Gambar G11.1
Gambar G11.2
Tubiphora musica
Tubiphora musica
( Dok. Kelompok 4,2019)
( Tristan laugher, 2009)
12 Regnum : Animalia
. Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Actiniaria
Familia : Metridae
Genus : Metridium
Species : Metridium Gambar G12. 1 Gambar G12.2
dianthes Metridium dianthes Metridium dianthes
( Dok. Kelompok 4,2019) ( Tim sheerman, 2007)

13 Regnum : Animalia
. Phylum : Coelenterata
Classis : Scypozoa
Ordo : Semaeostomeae
Familia : Ulmariidae
Genus : Aurelia
Species : Aurelia aurita

Gambar G13. 1 Gambar G13.2

Aurelia aurita Aurelia aurita

( Dok. Kelompok 4,2019) ( Luc viatour, 2010)


14 Regnum : Animalia
. Phylum : Coelenterata
Classis : Scypozoa
Ordo : Pennatulacea
Familia : Renillidae
Genus : Renilla
Species : Renilla
Reniformis
Gambar G14. 1 Gambar G14.2

Renilla reniformis Renilla reniformis


( Dok. Kelompok 4,2019) ( L. Morton, 2007)

15 Regnum : Animalia
. Phylum : Coelenterata
Classis : Hydrozoa
Ordo : Siphonoporae
Familia : Physaliidae
Genus : Physalia
Species : Physalia pelagica

Gambar G15.2
Gambar G15. 1
Physalia pelagica
Physalia pelagica
( Toni cahyono, 2010)
( Dok. Kelompok 4,2019)
16 Regnum : Animalia
. Phylum : Coelenterata
Classis : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Familia : Fungidae
Genus : Fungia
Species : Fungia sp
Gambar G16. 1 Gambar G16.2
Fungia sp Fungia sp
( Dok. Kelompok 4,2019) ( Veron.J.E.N, 2009)

H. Pembahasan

1. Spesies-spesies awetan kering


a. Astrangia danae
Astrangia danae merupakan hewan yang termasuk ke dalam
classis anthozoa. ia biasa hidup di laut. Individu Asrrangia danae
biasa hidup berkoloni dan mengeluarkn sekret, untuk tempat
menempelkan tubuhnya. Ia memiliki simetri tubuh radial, siklus
hidupnya hanya melakukan fase polip, spesies ini memiliki mulut,
cakram basal, tentakel juga rongga gastrovaskukar.
b. Gorgonia sp
Gorgonia sp memiliki simetri tubuh radial, biasa hidup
berkoloni dan termasuk kedalam classis anthozoa. siklus hidupnya
hanya melakukan fase polip. Memiliki tentakel, mulut, rongga
gastrovaskular juga mulut. Bentuk sekretnya seperti ranting pohon.
c. Polidacna sp
Polidacna sp merupakan hewan yang memiliki simetri tubuh
radial, biasa hidup berkoloni dan membentuk sekret sebagai tempat
menempelkan tubuhnya. Termasuk kedalam classis anthozoa.
Memiliki tentakel, mulut, rongga gastrovaskular juga mulut. Spesies
ini memiliki fase hidup berbentuk polip saja.
d. Tubiphora musica

Tubifora musica termasuk ke dalam Classis Anthozoa.


Tubifora musica banyak ditemukan di pantai-pantai tropis. Spesies
ini memiliki simetri tubuh berbentuk radial dan juga memiliki mulut,
tentakel, cakram basal, dan gastrovaskuler. Spesies ini memuliki fase
hidup polip saja.

e. Fungi sp.

Fungia sp. salah satu spesies Coelenterata yang memiliki bentuk


tubuh polip dan bersimetri radial. Hewan ini memiliki tentakel
disekeliling mulutnya. Fungia sp. juga memiliki cakram basal dan
gastrovaskuler, dan ia biasa berkoloni serta mengeluarkan sekret untuk
tempat menempelkan tubuhnya. Oleh karena itu, Fungia sp. termasuk
ke dalam classis Anthozoa.

f. Acrophora sp.

Acrophora sp. salah satu jenis Coelenterata yang memiliki


bentuk tubuh polip dan bersimetri radial. Hewan ini memiliki tentakel
disekeliling mulutnya. Acrophora sp. juga memiliki cakram basal dan
gastrovaskuler. Biasa hidup berkoloni dan mengeluarkan sekret. Oleh
karena itu, Acrophora sp. termasuk ke dalam classis Anthozoa.

g. Meandrina meandrites

Menandrina meandrites termasuk ke dalam Classis


Anthozoa. Hal tersebut dikarenakan hewan tersebut menyerupai
bunga. Siklus hidupnya hanya melakukan fase polip. Spesies ini
memiliki banyak tentakel, dan juga memiliki mulut, cakram basal dan
gastrovaskuler. Biasa hidup berkoloni dan mengeluarkan sekret.

h. Meandrina sinosa

Menandrina sinosa termasuk ke dalam Classis Anthozoa. Hal


tersebut dikarenakan hewan tersebut menyerupai bunga. Siklus
hidupnya hanya melakukan fase polip. Spesies ini memiliki banyak
tentakel, dan juga memiliki mulut, cakram basal dan gastrovaskuler.
Biasa hidup berkoloni dan mengeluaran sekret.

i. Metridium dianthus
Metridium dianthus termasuk dalam classis Anthozoa
(berbentuk bunga). Memiliki bentuk tubuh simetris radial dan
cangkang yang berbentuk tabung (yang cangkangnya ini digunakan
untuk menempel pada dasar laut atau karang). Tentakelnya menjulur
keluar. Tentakel ini digunakan untuk menangkap mangsa atau
makanan. Spesies ini dapat tumbuh hingga 30 cm di habitat aslinya,
dengan rata-rata pertumbuhannya 9 cm/bulan. Cukup cepat bila
dibandingkan dengan Coelenterata lain. Persebaran species ini
tersebar hampir di seluruh perairan laut dunia, diantaranya Laut
Atlantik, Laut Artik, hingga Afrika Selatan.

j. Aurelia aurita

Aurelia aurita termasuk ke dalam Classis Scyphozoa. Aurelia


aurita hidup di laut. Memiliki simetri tubuh radial, memiliki fase
hidup dominan bentuk medusa, memiliki mulut, tentakel, cakram
basal, rongga gastrovaskuler. Memiliki tentakel yang mengelilingi
tubuhnya selain itu memiliki lengan oral yang terletak pada bagian
tengah/pusat.

k. Physalia pelagica

Physalia pelagica termasuk ke dalam Classis Hydrozoa.


Simetri tubuhnya berbentuk radial. Memiliki fase hidup bentuk polip.
Memiliki mulut, tentakel, cakram basal, rongga gastrovaskuler.
Tubuhnya dilengkapi alat pelampung yang bentuknya seperti balon
(pneumatophora). Di bagian bawah tubuhnya terdapat kuncup
coenosark yang terdiri atas polip tipe gastrozooid ( mengatur
pencernaan makanan), daktilozooid ( penangkapan mangsa),
gonozooid / gonophora ( pembentukan medusa).

l. Obelia sp

Pada tubuh Obelia sp terdapat dinding tubuh yang terdiri atas


dua jaringan epitel, epidermis di bagian luar dan gastrodermis pada
bagian dalam. Jaringan penghubung yang seperti agar-agar antara
kedua lapisan yaitu mesoglea. Mulut berada di ujung rongga
gastrovaskuler dan dikelilingi oleh tentakel. Tubuhnya simetris
radial. Nematokis pada tentakel digunakan untuk menangkap mangsa
atau melindungi diri dari predator. Struktur tubuh yang dijelaskan
diatas berlaku untuk kedua fase, medusa yang berenang-renang di air
atau polip yang menempel pada substrat. Pencernaan terjadi di
rongga gastrovaskuler yang bersilia untuk diedarkan ke seluruh
tubuh. Pernafasan masih melalui permukaan tubuh. Termasuk
kedalam classis Hydrozoa.

m. Renilla reniformis

Renilla reniformis termasuk ke dalam Classis Anthozoa.


Simetri tubuhnya berbentuk radial. Memiliki fase hidup dominan
bentuk polip. Memiliki mulut, tentakel, cakram basal, rongga
gastrovaskuler. Biasa hidup berkoloni dan mengeluarkan sekret
sebagai tempat menempelkan tubuhnya.

2. Spesimen-spesimen awetan basah

a. Hydra sp

Seperti kebanyakan Hydrozoa, Hydra sp. hidup dalam fase


polip. Panjangnya hanya beberapa milimeter. Tentakel dilengkapi
dengan sel knidosit yang mengandung nematoskist, yaitu racun
berbentuk sengat untuk memburu mangsa. Hydra dapat bereproduksi
secara generartif maupun vegetatif. Perkembangbiakan generatif
terjadi saat sel sperma jantan membuahi sel telur betina. Sedangkan
perkembangbiakan vegetatif terjadi dengan tunas (kuncup) yang
tumbuh di sisi tubuh hydra yang nantinya akan tumbuh menjadi
individu baru.

Di bawah mikroskop, dinding sel dan tentakel berongga,


tampak terdiri dari dua lapisan sel. Ektoderm merupakan lapisan luar
dan endoderm lapisan bagian dalam. Antara keduanya terdapat
lapisan tipis seperti jelly yang disebut mesoglea. Sebagian besar sel
lancip di salah satu ujung dan ruang di antaranya dipenuhi dengan sel
interstitial - sel terspesialisasi kecil yang membantu melukai hewan.
b. Bugula sp

Bugula sp. ini termasuk ke dalam Classis Hydrozoa. Bugula sp.


hidup di laut. Bentuk koloni berumbai-umbai. Spesies ini memiliki fase
hidup polip saja. Memiliki mulut, tentakel, cakram basal, dan
gastrovaskuler. Memiliki simetri tubuh radial.

c. Anthipates dichotoma

Antiphates dichotoma merupakan salah satu jenis Coelenterata


yang memiliki bentuk tubuh polip dan bersimetri radial. Hewan ini
memiliki tentakel disekeliling mulutnya. Antiphates dichotoma juga
memiliki cakram basal dan gastrovaskuler. Oleh karena itu, Antiphates
dichotoma termasuk ke dalam classis Anthozoa.
I. Hasil Diskusi
Tabel H.1 Hasil pengamatan awetan kering,basah dan preparat filum coelemterata

Bentuk

No Nama species Simetri tubuh Mulut Tentakel Cakram Basal gastrovaskuler Classis

Polyp Medusa

    

1 Astrangia danae Radial - Anthozoa

2 Gorgonia sp Radial      Anthozoa

3 Polidackna Radial  -     Anthozoa

4 Tubifora Musica Radial  -     Anthozoa

5 Fungia sp Radial  -     Anthozoa

6 Akropora sp Radial  -     Anthozoa


Meandrina     
meandrites
7 Radial - Anthozoa

8 Meandrina Radial  -     Anthozoa


sinosa

9 Metridium Radial  -     Anthozoa


dianthus

10 Aurelia aurita Radial -      Scyphozoa

11 Physalia Radial  -     Hydrozoa


pelagica

12 Obelia sp Radial  -     Hydrozoa

13 Renilla sp Radial  -     Anthozoa

14 Hydra sp Radial  -     Hyydro-zoa

15 Bugula Radial  -     Hydrozoa


16 Anthipa-tes Radial  -     Anthozoa
dichoto-ma
Pertanyaan dan Jawaban

1. Dapatkah anda menemukan persamaan yang dimiliki oleh setiap spesies yang anda
temukan? Tuliskan persamaan-persamaan tersebut!
Jawab: - Diploblastik

- Pencernaan secara intraseluler & ekstraseluler

- Sudah memiliki system syaraf

- mengalami Metagenesis (Polip & Medusa)

2. Dapatkah anda menemukan perbedan yang dimiliki oleh setiap species tersebut
sehingga dimasukkan pada Classis yang berbeda? Tuliskan perbedaan-
perbedaannya!
Jawab : - siklus hidup yang dominan

- bentuk

- ukuran

3. Tuliskan ciri khas dari tiap-tiap classis!


Jawaban :

- hewan air

- melalui kedua fase medusa dan polip

Hydrozoa - menggunakan kombinasi reproduksi seksual dan


aseksual untuk memastikan sejumlah besar keturunan

- hewan berbentuk cangkir

Scyohozoa - melalui fase dominan medusa

- secara ketat polip yang menempel pada permukaan


padat seperti batu, kerang dan terkadang
Anthozoa
- hewan seperti bunga
4. Tuliskan kegunaan dan manfaat dari species-species Porifera yang anda temukan :

Jawaban :

Hydra sp keberadaanya dapat dijadikan tempat hidup dan berkembang biak


berbagai jenis hewan laut, Aurelia aurita dijadikan sebagai Pupuk,mendeteksi
penyakit,membuat mata tidak kering,menjadikan lingkungan lebih terjaga.

5. Dari teori perkuliahan atau buku sumber yang anda peroleh mengenai Phylum
Porifera, lengkapilah table berikut ini :

Jawaban :

Phylum Pencernaan Eksresi Pernapasan Sistem Reproduksi


Makanan syaraf

Secara Dilakukan Melakukan Sudah Reproduksi


Ekstraseluler secara proses mempu- aseksual
Coelenterata
dan Intraseluler difusi difusi nyai saraf (vegetatif)
melalui melalui berupa dan Reproduksi
sel-sel permukaan gangllion seksual (generatif)
epitel pada tubuh sudah dapat
gastrovask dibedakan jantan
ular dan dan betina
dikeluarka
n melalui
mulut
J. Kesimpulan

1. Setelah diamati terdapat berbagai macam species dari filum


Coelenterata yang dibedakan berdasarkan fase dominan (siklus
hidupnya) dan ukuran tubuhnya, yang menunjukan
keanekaragaman dalam filum Coelenterata.

2. Menurut hasil pengamatan semua species termasuk kedalam


classis Anthozoa karena hanya memiliki fase polip, kecuali
Physalia pelagica, Obelia sp., Hydra sp., dan Bugula yang
dimasukkan ke dalam classis Hydrozoa karena memiliki fase polip
sebagai fase yang dominan.

3. Ciri khas yang terlihat dari semua species adalah adanya tentakel

dan rongga gastrovaskuler.

4. Setelah melakukan pengamatan, kami dapat mengenal keankeragaman


filum Coelenterata, diantaranya ada Obelia sp., Renilla sp., dan Physalia
pelagica.
DAFTAR GAMBAR

Gambar G1.2. Hydra sp.. Michael Graham Richard (2016). Hydra. [Online]. Diakses dari
https://www.mnn.com/earth-matters/animals/stories/hydra
Gambar G2.2. Obelia sp.. Anonim (2015). [Online]. Diakses dari
https://www.sciencephoto.com/media/727181/view/obelia-hydrozoans-light-micrograph
Gambar G3.2. Bugula sp.. denies Riek. (2014). Bugula. [Online]. Diakses dari
http://www.roboastra.com/Bryozoa/brby15.html
Gambar G4.2. Meandrina meandrites. Anonim. (2017). Meandrina. [Online]. Diakses dari
https://reefguide.org/pixhtml/mazecoral4.html
Gambar G5.2. Astrangina danae. Lord Taxus. (2013). Astrangina. [Online]. Diakses dari
https://www.deviantart.com/thelordtaxus/art/Astrangia-danae-405883010
Gambar G6.2. Gorgonia sp.. Anonim. (2019). Gorgonia.[Online]. Diakses dari
http://wikieducator.org/Department_of_Zoology_at_ANDC/Zoology_Museum/Museum_s
pecimens/Cnidaria/Gorgonia
Gambar G7.2. Antiphates dichotoma. Reinhard dicherl. (201o). A .dichotoma. [Online].
Diakses dari https://www.naturepl.com/stock-photo-black-coral-antipathes-dichotoma--
west-papua-indonesia-image01573922.html
Gambar G8.2. Meandrina sinosa. Vargas. (2016).Sinosa. [Online]. Diakses dari
https://coralpedia.bio.warwick.ac.uk/en/corals/colpophyllia_natans
Gambar G9.2. Acropora sp.. Anonim. (2016). Acropora. [Online]. Diakses dari
https://vi.orphek.com/acropora-aculeus/
Gambar G11.2. Tubiphora musica. Tristan launger. Musica. [Online]. Diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Organ_pipe_coral
Gambar G12.2. Metridium dianthes. Tim shermaan. (2007). Metridium dianthes. [Online].
Diakses dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Metridium_dianthus.jpg
Gambar G13.2. Aurelia aurita. Luc. (2010). Aurelia aurita. [Online]. Diakses dari
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aurelia_aurita_(Cnidaria)_Luc_Viatour.jpg
Gambar G14.2. Renilla reniformis. L. Morton. (2007). Renilla. [Online]. Diakses dari
http://www.dnr.sc.gov/marine/sertc/octocoral%20guide/Renilla%20_reniformis.htm
Gambar G15.2. Physalia pelagica. Toni Cahyono. (2010). Physalia pelagica. [Online].
Diakses dari https://www.re-tawon.com/2012/04/kapal-perang-portugis-kapal-mini-
yang.html
Gambar G16.2. Fungia sp..Veron. (2009). Fungia sp.. [Online]. Diakses dari
http://atj.net.au/marineaquaria/Fungia_sp_.html
DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjojo, Mukayat Djarubito. (1989). Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga.


Hala,Yusminah. (2007). Dasar Biologi Umum II. Makassar: Alauddin Press.
Hisam. (2016). Pengertian Coelenterata. [online]. Diakses dari :
www.dosenpendidikan.com/pengertian-coelenterata/ pada tanggal 15 maret 2019
Jutje S, Lahay. (2006) . Zoologi Invetebrata. Makassar: Universitas Negeri Makassar.
Kastawi, H, Yusuf. Dkk. (2005). Zoologi Avertebrata. Malang: FMIPA IKIP Malang.
Rusyana, Adun. (2013). Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktek). Bandung
:Alfabeta.
Rusyana, Adun. (2016). Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Bandung: Alfabeta
Suhardi. 2007. Evolusi Avertebrata. Jakarta : Universitas Indonesia.

Suwignyo,Sugiarto. (2005) . Avetebrata Air Jilid I1. Jakarta: Penebar Swadaya.