Anda di halaman 1dari 10

REKAYASA IDE

“ PENTINGNYA MENGETAHUI PENGARUH GAYA BELAJAR


TERHADAP PRESTASI SISWA ”

NAMA : ELLY NAFSIAH


NIM : 4183111091
KELAS : DIK A MATEMATIKA 2018
DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. ANITA YUS, M.Pd.
MATA KULIAH : PSIKOLOGI PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Rekayasa Ide ini tepat pada
waktunya dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam
mata kuliah Psikologi Pendidikan.
Penulis berterima kasih kepada ibu Prof. Dr. Anita Yus, M.Pd. selaku Dosen mata
kuliah Profesi Kependidikan Universitas Negeri Medan yang telah memberikan tugas ini
kepada kami. Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan, baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu saya
sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.
Akhirnya, hanya kepada Allah bersyukur atas selesainya makalah ini, semoga
Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita semua.Akhir kata saya berharap semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Medan, 15 April 2019

Penulis
DAFTAR ISI
RINGKASAN

Gaya belajar adalah sesuatu yang mengacu ke cara siswa dalam belajar. Cara
konsisten yang dilakukan oleh seseorang mencakup informasi, cara mengingat, berfikir,
mengelola informasi dan memecahkan persoalan nya. Siswa cenderung mempunyai gaya
belajar yang berbeda-beda yang berguna untuk pembelajaran dan komunikasi. Jika anak
akrab dengan gaya belajarnya sendiri, maka mereka dapat mengambil langkah-langkah
penting untuk membantu dirinya agar belajar lebih cepat dan lebih mudah.
Siswa di sekolah tentu memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lain. Seorang
siswa bisa saja cenderung pada gaya belajar visual, ada yang memilih auditori, dan ada
pula yang lebih senang dengan gaya belajar kinestetik. Adanya perbedaan ini tergantung
dari setiap individu. Seorang siswa bisa lebih memaksimalkan kemampuannya dalam
belajar guna meningkatkan prestasinya. Sementara bagi guru, dengan adanya pengetahuan
tersebut akan membantu seorang guru dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai
dengan minat siswa.
Gaya belajar termasuk salah satu faktor yang turut menentukan tingkat efisiensi dan
keberhasilan belajar siswa. Pada umumnya, ada tiga tipe belajar siswa (1) visual, di mana
dalam belajar, siswa tipe ini lebih mudah belajar dengan cara melihat atau mengamati, (2)
auditori, di mana siswa lebih mudah belajar dengan mendengarkan dan, (3) kinestetik, di
mana dalam pembalajaran siswa lebih mudah belajar dengan melakukan. Tidak setiap
murid menginginkan metode yang sama.
Dengan mengetahui gaya belajar siswa guru dapat menyesuaikan gaya mengajarnya
dengan kebutuhan siswa, misalnya dengan menggunakan berbagai gaya mengajar sehingga
murid-murid semuanya dapat memperoleh cara yang efektif baginya. Agar dapat
memperhatikan gaya belajar siswa, guru harus menguasai keterampilan dalam berbagai
gaya mengajar dan harus sanggup menjalankan berbagai peranan, misalnya sebagai ahli
bahan pelajaran, sumber informasi, instruktur, pengatur pelajaran, evaluator. Ia harus
sanggup menentukan metode mengajar belajar yang paling serasi, bahan yang sebaiknya
dipelajari secara individual menurut gaya belajar masing-masing, serta bahan untuk
seluruh kelas.
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap manusia merupakan individu yang berbeda antara yang satu dengan yang
lainnya baik cara mereka berbicara, berfikir, maupun dalam belajar. Begitu pula dengan
siswa di sekolah, tentu memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lain. Gaya belajar
adalah sesuatu yang mengacu ke cara siswa dalam belajar, seperti cara siswa dalam
mengelola informasi, mengingat, berfikir, dan memecahkan berbagai persoalan atau
masalah. Seorang siswa bisa saja cenderung pada gaya belajar visual, ada yang memilih
auditori, dan ada pula yang lebih senang dengan gaya belajar kinestetik. Namun, ada juga
siswa yang tidak hanya cenderung pada satu gaya belajar, mereka juga terkadang
menggunakan gaya belajar yag lainnya untuk lebih memaksimalkan hasil belajarnya.
Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru dapat menyesuaikan gaya mengajarnya
dengan kebutuhan siswa, misalnya dengan menggunakan berbagai gaya mengajar sehingga
murid-murid semuanya dapat memperoleh cara yang efektif. Jika guru mengajar sesuai
dengan gaya belajar siswa, maka semua pelajaran akan terasa lebih mudah dan
menyenangkan.

1.2 Tujuan Penelitian


1. Mengetahui pentingnya gaya belajar dalam meningkatkan prestasi siswa.
2. Mengetahui pengaruh gaya belajar terhadap prestasi siswa.

1.3 Manfaat Penelitian


Mengetahui gaya belajar siswa, akan mempermudah guru untuk menyediakan
lingkungan yang mendukung dan mempermudah siswa menyerap informasi secara
maksimal. Ada baiknya, selain mengetahui gaya belajar siswa, guru pun harus tahu gaya
belajar dirinya sendiri agar tidak salah paham menanggapi cara belajar siswa.
2 BAB II
KERANGKA PEMIKIRAN / GAMBARAN UMUM

2.1 Uraian Permasalahan


Setiap lembaga pendidikan pada setiap jenjang memiliki tujuan yang sama dalam
proses pembelajaran yaitu meningkatkan prestasi belajar siswa, begitu juga dengan di SMP
Negeri 45 Medan. Namun pada kenyataannya prestasi belajar siswa di SMP Negeri 45
Medan khususnya Kelas VII tahun ajaran 2018/2019 masih tergolong rendah. Pada
dasarnya prestasi belajar seorang siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Salah satu faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah gaya belajar.
Gaya belajar merupakan cara yang cenderung dipilih seseorang untuk menerima informasi
dari lingkungan dan memproses informasi dari lingkungan tersebut. Setiap individu
menggunakan semua indera dalam menyerap informasi. Tetapi secara umum individu
mempunyai kecenderungan lebih kuat atau dominan pada salah satu gaya belajar. Sebagian
individu mudah menangkap informasi dalam bentuk visual, sebagian yang lain menyukai
belajar dengan cara mendengarkan/gaya belajar auditorial dan sebagian yang lain lebih
nyaman dengan cara aktif dan interaktif/gaya belajar kinestetik. Rendahnya prestasi belajar
dan adanya perbedaan gaya belajar tersebut menarik perhatian dan menjadi dasar
pemikiran penulis untuk mengadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan
antara gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik dengan prestasi belajar geografi siswa
kelas VII SMP Negeri 45 Medan.

2.2 Langkah Yang di Tempuh


Tujuan dari pembelajaran adalah agar dapat memperoleh hasil belajar yang dianggap
baik yaitu yang telah memenuhi standar hasil belajar yang telah ditetapkan atau
melebihinya, sehingga dapat digolongkan menjadi hasil belajar yang baik.Menurut
Hamalik (2002: 155) hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada
diri siswa, yang dapat diamatin dan diukur dalam 44 perubahan pengetahuan sikap dan
keterampilan.Perubahan dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang
lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Mengikuti proses pembelajaran di sekolah
sudah pasti setiap siswa mengharapkan mendapat hasil belajar yang baik, sebab hasil
belajar yang baik dapat membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Hasil belajar yang
baik hanya dicapai melalui proses belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal
sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang baik.
Pendidikan memegang peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka
membantu meningkatkan keberhasilan pserta didik dipengaruhi oleh kualitas pengajaran
dan faktor intern dari siswa itu sendiri.Bersangkutan dengan faktor internal dari diri siswa,
maka salah satu faktor yang mendukung agar hasil belajar baik adalah adanya kemandirian
belajar dari diri siswa itu sendiri.Menurut Mujiman (2006) belajar mandiri adalah kegiatan
belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai suatu kompetensi guna
mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang
dimiliki.Dengan belajar mandiri, siswa dapat mentransfer hasil belajarnya yang berupa
pengetahuan dan keterampilan.Apabila sifat ini terus terjadi, maka siswa dapat
mengembangkan dirinya dengan baik. Selain kemandirian belajar yang mempengaruhi
hasil belajar banyak faktor lain yang menyebabkan hasil belajar menjadi lebih baik.
Salah satunya dengan mengatahui gara belajar siswa ,menurut Djamarah ( 2011 ),
gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam
belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar
yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.
Gaya belajar dapat di bedakan menjadi 3 yaitu audiotori, visual dan kinestetik.
3 BAB III
METODE PELAKSANAAN

Untuk mengatahui bagaimana cara guru menghadapi siswa dengan gaya belajar yang
berbeda-beda, maka kelompok saya menggunakan metode wawancara kepada salah satu
guru dan kami mewawancarai seorang guru dengan 3 pertanyaan yaitu :
1. Apa yang ibu lakukan agar pembelajaran di kelas tetap efektif walaupun dengan gaya
belajar siswa yang berbeda ?
2. Bagaimana cara ibu mengatasi perbedaan karakteristik belajar atau gaya belajar siswa
yang berbeda-beda ?
3. Bagaimana cara ibu membangun motivasi, intelegensi dan minat siswa agar hasil
belajar mereka meningkat ?
Jawaban guru yang kami wawancara dari pertanyaan yang di ajukan yaitu :.
1. Dengan mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing
siswa agar kita dapat menyesuaikan cara mengajar kita terhadap gaya belajar mereka.
Di setiap pertemuan selalu menggunakan berbagai metode pembelajaran yang berbeda
agar siswa tidak bosan dengan pembelajaran yang dijelaskan.
2. Upaya mengatasi perbedaan karateristik belajar atau gaya belajar siswa yang berbeda
adalah dengan melakukan pendekatan yang intensif kepada siswa di dalam kelas
maupun diluar kelas untuk mengetahui karakteristik dan gaya belajar siswa.
3. Dengan memberikan sebuah stimulus seperti pujian atau hadiah kepada siswa yang
mampu mengikuti materi yang disampaikan dan membantu siswa yang kurang mengerti
dengan cara memberi soal kembali agar siswa dapat mengulang pembelajaran itu.
4 BAB IV
PEMBAHASAN
5 BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA