Anda di halaman 1dari 4

JURNAL BELAJAR

FARIDA NURUL ISTIQOMAH


160351606409
A

Tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan
rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses
terjadinya tanah longsor adalah sebuah peristiwa perpindahan material pembentuk lereng yang
berupa batuan atau tanah yang bergeser atau bergerak turun ke bawah yang terjadi karena kondisi
lahan yang tidak seimbang atau terkena tekanan dari atas seperti hujan deras. Jenis tanah longsor
terbagi menjadi 6, yaitu :

1. Longsor translasi yang merupakan bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang
gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.
2. Longsor rotasi merupakan bergerak-nya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir
berbentuk cekung.
3. Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk
rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.
4. Runtuhan Batu yang terjadi ketika sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke
bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga meng-
gantung terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuh dapat menyebabkan
kerusakan yang parah.
5. Rayapan tanah merupakan jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya
berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah
waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan tiang-tiang telepon,
pohon, atau rumah miring ke bawah.
6. Aliran bahan rombakan merupakan jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah
bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume
dan tekanan air, dan jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan
mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter
seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunung api. Aliran tanah ini dapat menelan korban
cukup banyak.
Penyebab terjadinya tanah longsor, yaitu :

1. Hujan ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November karena
meningkatnya intensitas curah hujan. Hal itu mengakibatkan munculnya pori-pori atau
rongga tanah hingga terjadi retakan dan merekahnya tanah permukaan.
2. Lereng terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena
pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang
menyebabkan longsor adalah 180.
3. Tanah yang kurang padat dan tebal Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung
atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220.
4. Batuan yang kurang kuat Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran
pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat.
5. Jenis tata lahan Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan,
perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal.
6. Getaran-getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran
mesin, dan getaran lalulintas kendaraan
7. Susut muka air danau atau bendungan, akibat susutnya muka air yang cepat di danau
maka gaya penahan lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah
terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.
8. Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan
memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada
daerah lembah.

Dampak dari bencana longsor juga dapat merugikan masyarakat yang tinggal di daerah
longsor tersebut. Kerugiannya dapat menimbulkan korbanjiwa, banyaknya infrastruktur yang
rusak, timbulnya berbagai macam bibit penyakit, mengganggu sumber mata pencaharian, dan
juga dapat merusak sanitasi ingkungan. Ada beberapa pencegahan yang harus di lakukan
sebelum terjadinya tanah longsor adalah membuat terasering, menutup retakan tanah, dan tidak
mendirikan pemukiman di tepi lereng yang terjal. Pada saat terjadi tanah longsor berlindunglah
di bawah meja atau di tempat lainnya yang cukup kuat untuk melindungi tubuh, menghindari
jaur yang berpotensi longsor, dan lari ke tempat yang tinggi di daerah yang berlawanan dari
daerah yang terkena longsor. Setelah terjadi longsor segera rehabilitasi daerah yang terkena
longosor, rehabiitasi korban yang terkena gangguan psikolog yang di sebabkan oleh tanah
longsor, dan merekontruksi bangunan yang telah hancur
PERTANYAAN
Proses evakuasi korban menggunakan alat berat apakah sudah sesuai?
YANG AKAN DILAKUKAN
Mencari referensi lebih banyak dan apabila kurang memahami, konsultasi dengan
dosen
YANG INGIN DIPELAJARI
Penyadaran masyarakat akan pentingnya mempelajari bencana alam
Tindakan cepat tepat dalam mengatasi kekeringan

TINDAK LANJUT
Ikut andil dalam sosialisasi berbagai bencana pada masyarakat