Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR

RW 03 KELURAHAN CISARANTEN BINA HARAPAN


UPT PUSKESMAS ARCAMANIK KOTA BANDUNG

Disusun oleh :

Kelompok 3

1. Amalia Aliati 4006180047


2. Cahya Fitri 4006180023
3. Eka Yuliana 4006180004
4. Dede Nurjamil 4006180013
5. Monica Hendrayanti 4006180008
6. Serly Dwi Irma 4006180055
7. Syamsul Arifin 4006180051
8. Wilda Marta Savitri 4006180033

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN DHARMA HUSADA
BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan rasa syukur mendalam penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,

karena berkat limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya maka skripsi ini dapat

diselesaikan dengan baik. Salam dan salawat semoga selalu tercurah pada baginda

Rasulullah Muhammad SAW.

Tugas akhir ini kami susun sebagai tugas akhir pada Program Profesi Ners

Program Studi Sarjana Keperawatan, STIKes Dharma Husada Bandung Stase

Keperawatan jiwa.

Penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua

bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama

penyusunan skripsi ini hingga selesai. Secara khusus rasa terimakasih tersebut

kami sampaikan kepada:

1. Ibu Dr. Hj. Suryani Soepardan, Dra., M.M. Selaku Ketua STIKes Dharma

Husada Bandung.

2. Ibu Irma Nur Amalia, S.Kep., Ners., M.Kep. Selaku Ketua Program Studi

Sarjana Keperawatan STIKes Dharma Husada Bandung.

3. Ibu Hj. Cucu Rokayah, M.Kep., Ns.Sp.Kep.J Selaku dosen pembimbing

Akademik.

4. Ibu Gita Selaku pembimbing Klinik di UPT Puskesmas Arcamanik.

ii
5. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes

Dharma Husada Bandung yang juga telah banyak membantu penulis.

Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini belum sempurna, baik dari segi

materi meupun penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat

diharapkan dalam penyempurnaan tugas akhir ini. Terakhir penulis berharap,

semoga hasil akhir dari tugas akhir ini dapat memberikan hal yang bermanfaat dan

menambah wawasan bagi pembaca dan khususnya bagi penulis juga.

Bandung, April 2019

Penulis,

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah............................................................................1

B. Perumusan Masalah...................................................................................3

C. Tujuan..........................................................................................................3

D. Manfaat........................................................................................................4

BAB PEMBAHASAN............................................................................................6

A. Data Geografis.............................................................................................6

B. Hasil Pendataan...........................................................................................9

C. Kegiatan Preventif Yang Dilakukan Kepada Masyarakat......................9

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................14

A. Kesimpulan................................................................................................14

B. Saran..........................................................................................................15

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keperawatan jiwa adalah area khusus dalam praktek keperawatan

yang menggunakan ilmu tingkah laku manusia sebagai dasar dan

menggunakan diri sendiri secara terapetik dalam meningkatkan,

mempertahankan, memulihkan kesehatan mental klien dan kesehatan

mental masyarakat dimana klien berada (American Nurse Associations).


Kesehatan jiwa bukan hanya suatu keadaan tidak gangguan jiwa,

melainkan mengandung berbagai karakteristik yang adalah perawatan

langsung, komunikasi dan management, bersifat positif yang

menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang

mencerminkan kedewasaan kepribadian yang bersangkutan.


Masalah kesehatan jiwa di masyarakat sedemikian luas dan

kompleks, saling berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia.

Mengacu pada UU no. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan Ilmu

Kedokteran Jiwa yang berkembang dengan pesat, secara garis besar

masalah kesehatan jiwa digolongkan menjadi : Masalah perkembangan

manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas hidup, masalah

gangguan jiwa, serta masalah psikososial. (Kuntjoro, 2002).


Masalah psikososial membutuhkan kemampuan penyesuaian dan

mengatasi masalah yang tinggi, disamping dukungan lingkungan yang

kondusif untuk berkembangnya nilai-nilai sosial dan budaya yang tanggap

1
terhadap berbagai perubahan. Kondisi demikian sangat rentan terhadap

stress, ansietas konflik, ketergantungan tehadap Narkotika, Psikotropika,

dan zat Adiktif (NAPZA), perilaku seksual yang menyimpang. Selain itu

faktor kontribusi keluarga yang meliputi keintiman hubungan remaja,

orang tua, pola asuh, kehidupan dan ketaatan beragama. Faktor

predisposisi meliputi: kecemasan, depresi, kecenderungan memiliki

kepribadian neurotic dan sosiopotik (anti sosial). Faktor pencetus yang

meliputi pengaruh lingkungan dan teman sekelompok. (Hawari, 2001).


Menurut Hawari (2001), dukungan keluarga menyokong rasa

percaya diri dan perasaan dapat menguasai lingkungan, ini dapat

mengembangkan kecenderungan pada hal-hal positif dan kemudian

mengurangi gangguan psikologis yang berpengaruh kuat terhadap stress

dan depresi. Dukungan keluarga dapat memberikan sumbangan terhadap

kestabilan psikologis, seperti halnya melindungi seseorang dari situasi-

situasi yang genting (Hasan, 1994).


Hal ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dapat di perlukan

bila keadaannya sesuai, untuk mencegah hal-hal yang bertentangan seperti

rasa takut, tertekan, cemas, depresi, stress, dan lain sebagainya. Dukungan

keluarga bermanfaat untuk perkembangan menuju kepribadian yang sehat

tanpa gangguan. Salah satu cara untuk mengatasi pasien gangguan jiwa

dengan hubungan terapeutik. Hubungan terapeutik perawat-pasien

merupakan pengalaman timbal balik dan pengalaman emosional bagi

pasien. Dalam hubungan ini perawat menggunakan diri dan teknik-

teknik klinis tertentu dalam menangani pasien untuk meningkatkan

2
pemahaman dan perubahan perilaku pasien. Untuk mencapai hubungan

terapeutik, berbagai aspek pengalaman hidup pasien dikaji selama

berlangsungnya hubungan. Perawat memberikan kesempatan kepada

pasien untuk mengekspresikan persepsi, pikiran dan perasaannya. Juga

penting bagi perawat untuk mengidentifikasi dan memaksimalkan

kekuatan ego pasien serta mendukung sosialisasi dan hubungan dengan

keluarga (Stuart, 2007).


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, penulis

ingin memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga dengan

gangguan psikososial dengan pelayanan kesehatan secara holistik dan

komunikasi terapeutik dalam meningkatkan kesejahteraan serta

mencapai tujuan yang diharapkan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka, dapat

diidentifikasikan masalah sebagai berikut: Bagaimana memberikan

asuhan keperawatan kepada keluarga dengan gangguan psikososial di RW

03 Bina Harapan wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik

C. Tujuan

1. Umum:

Mendapatkan gambaran, mengambil keputusan untuk menerapakan

asuhan keperawatan pada keluarga dengan gangguan psikososial di

RW 03 Bina Harapan wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

3
2. Khusus:

a. Melakukan pengkajian data pada keluarga dengan gangguan

psikososial di RW 03 Bina Harapan wilayah kerja UPT

Puskesmas Arcamanik.

b. Penulis mampu mempelajari cara menegakkan atau

merumuskan diagnosa atau masalah keluarga dengan gangguan

psikososial di RW 03 Bina Harapan wilayah kerja UPT

Puskesmas Arcamanik.

c. Penulis mampu mempelajari cara menyusun intervensi secara

menyeluruh pada keluarga dengan gangguan psikososial di RW

03 Bina harapan wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

d. Penulis mampu mempelajari tindakan keperawatan pada

keluarga dengan gangguan psikososial di RW 03 Bina harapan

wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik.

e. Penulis mampu mempelajari cara mengevaluasi keaktifan

asuhan keperawatan pada keluarga dengan gangguan psikososial

di RW 03 Bina Harapan wilayah kerja UPT Puskesmas

Arcamanik.

D. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

4
Hasil penulisan tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan

infomasi dan pemecahan masalah keperawatan jiwa tentang

asuhan keperawatan jiwa pada keluarga dengan gangguan psikososial.

2. Manfaat Praktis

a. Instansi Puskesmas

Sebagai bahan masukan yang diperlukan dalam pelaksanaan

praktik pelayanan keperawatan khususnya pada keperawatan

jiwa khususnya pada keluarga dengan gangguan psikososial.

b. Instansi Pendidikan

Sebagai bahan acuan dalam kegiatan proses belajar mengajar

tentang asuhan keperawatan jiwa khususnya pada keluarga dengan

gangguan psikososial.

c. Bagi Pembaca

Sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan tentang

perawatan gangguan jiwa khususnya pada keluarga dengan

gangguan psikososial.

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Data Geografis
Geografis UPT Puskesmas Arcamanik terletak di jalan Olah Raga No.

7 Bandung, RT.02 RW 09, Kelurahan Sukamiskin, Telepon (022) 85880329.

Wilayah kerja UPT Puskesmas Arcamanik terdiri dari 4 keluraharn dengan

batas wilayah:

1. Sebelah Utara : Kel. Karang Pamulang dan Kel Sindang Jaya

2. Sebelah Selatan: Kel. Cipamokolan dan Kel. Cisaranten Kidul

3. Sebelah timur : kel. Cisaranten wetan dan kel. Cisaranten bina harapan

4. Sebelah barat : kel. Antapani dan kel. Karang pamulang

2.1 Tabel Situasi Geografis Wilayah UPT Puskesmas Arcamanik 2017

No Kelurahan Luas Jumlah Jarak Kondisi Rata- rata ket


wilayah RT/RW terjauh ke keterjangkauan tempuh
puskesmas (menit)
(KM) Roda Roda Jalan Roda Roda
2 4 kaki 2 4
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Sukamiskin 196.162 92/17 2    15 20

2 Cisaranten 122.228 49/11 2    15 20


bina
harapan
3 Cisaranten 173.091 58/11 2    15 20
kulon

4 Cisaranten 154.098 69/12 2    20 20


endah

6
Jumlah 640.571.000 268/51 8 4 4 4 65 80

Wilayah UPT Puskesmas Arcamanik terdiri dari 268 RT dan 51 RW yang

berada di 4 Kelurahan.yaitu kelurahan arcamanik, kelurahan cisaranten kulon,

kelurahan cisaranten endah dan kelurahan cisaranten bina harapan. Kelurahan

cisaranten 03 bina harapan merupakan wilayah pemukiman penduduk yang

terletak di Jl. Bojong Awi Kaler, Dimana merupakan pemukiman padat di mana

bentuk bangunannya merupakan permanen dan semi permanen. 03 Bina harapan

merupakan daerah binaan kerja Puskesmas Arcamanik, dengan jarak jangkauan

RW 03 ke Puskesmas Arcamanik 2 KM, alat tranportasi yang digunakan oleh

masyarakat mayoritas menggunakan motor pribadi atau ojeg. Jumlah penduduk

di kelurahan Cisaranten Bina Harapan sebanyak 1117 orang dengan pembagian

sebagai berikut :

2.1 Bagan Jumlah penduduk kelurahan Cisaranten Bina harapan

berdasarkan jumlah kepala keluarga di RW 03 kelurahan Cisaranten

Binaharapan 2019

7
Jumlah penduduk di Rw 03 Bina Harapan sebanyak 1117, dengan jumlah laki-laki

sebanyak 471, perempuan 646, dan jumlah KK sebanyak 240 .

RW 03 kelurahan cisaranten Bina Harapa merupakan wilayah pemukiman

penduduk yang terletak di Jl. Bojong Awi Kaler, RW 03 merupakan daerah binaan

kerja Puskesmas Arcamanik, dengan jarak jangkauan RW 03 ke Puskesmas

Arcamanik 2 KM, alat tranportasi yang digunakan oleh masyarakat mayoritas

menggunakan motor pribadi atau ojeg. Di Rw 03 kelurahan cisaranten bina

harapan terdapa sarana olahraga yaitu aula untuk bermain tenis meja, bulu tangkis

serta volley. Rw 03 memiliki TPS (tempat pembuangan sampah) yg menjadi

tempat para warga untuk membuang sampah dan petugas kebesihan biasanya

mengambil sampah kesetiap rumah. Di RW 03 rata-rata warganya memiliki

kamar mandi dan yang tidak memiliki kamar mandi di dalam rumah biasanya

terdapat kamar mandi yang digunakan bersama di dekat rumah (MCK).

8
B. Hasil Pendataan
Hasil pendataan selama 2 hari didapatkan data sebanyak 50 orang dari RT 01

sampai RT 04 dimana pendataan tersebut dilakukan dengan mengkaji klien

yang memiliki penyakit kronik dimana kita membagikan kuesioner deteksi

dini SRQ20 kepada warga rw 03.

Dari 50 orang yang diberikan kuesieoner tentang instrumen deteksi

dini SRQ20 didapatkan 13 orang dengan skor lebih dari 8, dimana

menandakan 13 orang tersebut membutuhkan dukungan lebih lanjut baik dari

keluarga, lingkungan dan fasilitas kesehatan.

C. Kegiatan Preventif Yang Dilakukan Kepada Masyarakat


Kegiatan preventif yang dilakukan kelompok 3 di RW 03 yaitu

penyuluhan tentang kesehatan jiwa di masyarakat dan mendemonstrasikan

cara mengontrol kecemasan pada penderita penyakit Diabetes Milletus

dengan cara relaksasi nafas dalam yang diikuti oleh kurang lebih 15 orang

yang dilaksanakan pada tanggal 20 April 2019 yang bertempat di Aula

kelurahan cisaranten Bina Harapan Kota Bandung.

Selain kegiatan penyuluhan yang dilakukan kepada warga RW 03

Kelurahan Sukamiskin kelompok 3 memiliki keluarga binaan yang diambil

dari 50 warga hasil pengkajian satu orang satu keluarga dengan distribusi

kelolaan dengan spesipikasi yang mempunyai gangguan psikososial.

9
2.2 tabel distribusi klien kelolaan berdasarkan gangguan psikososial di RW

03 Kelurahan Sukamiskin

No Inisial Penyakit kronik Diagnosa Intervensi


Psikososial
1 Ny. M Diabetes Melitus kecemasaan - Mengenal
kecemasan
- Mengajarkan teknik
relaksasi
- Mengajarkan teknik
distraksi
- Mengidentifikasi
ketidakberdayaan
- Mengontrol situasi
ketidakberdayaan
- Diskusikan masalah
yang dihadapi
- Bantu pasien
meningkatkan
pemikiran yang
positif

2 Tn.K Diabetes Miletus Kecemasan - Mengenal


kecemasan
- Mengajarkan teknik
relaksasi
- Mengajarkan teknik
distraksi
-
3 Ny.E Diabetes Ketidakberdayaan - Mengenal
Milletus ketidakberdayaan
Hipertensi - Mengidentifikasi
harapan positif
- Bantu pasien
meningkatkan
pemikiran yang
positif
-
4 Tn.D ODGJ Harga Diri rendah - Membina hubungan
situasional saling percaya
- Membantu mengenal
harga diri rendah
- Mendiskusikan
aspek positif dan
kemampuan diri

10
sendiri, keluarga dan
lingkungan
- Melatih satu
kemampuan positif
yang dimiliki
-
5 Ny.E Stroke Ketidakberdayaan - Membina hubungan
saling percaya
- Membuat kontrak
(inform conssent)
dua kali pertemuan
latihan pengendalian
ketidakberdayaan
- Membantu pasien
mengenal
ketidakberdayaan
- Melatih
mengembangkan
harapan positif
(afirmasi positif)
- Mempertahankan
rasa percaya pasien
-
6 Ny T Gastritis Kronis Ketidakberdyaan - Membina Hubungan
saling percaya
- Membuat kontrak
(inform conssent)
dua kali pertemuan
latihan pengendalian
ketidakberdayaan
- Membantu pasien
mengenal
ketidakberdayaan
- Melatih
mengembangkan
harapan positif
(afirmasi positif)
- Mempertahankan
rasa percaya pasien
-
7 Tn.A Diabetes Kecemasaan - Mengenal
Milletus kecemasan
- Mengajarkan teknik
relaksasi
- Mengajarkan teknik
distraksi

11
- Diskusikan masalah
yang dihadapi
- Bantu pasien
meningkatkan
pemikiran yang
positif
-
8 Ny.J ODGJ Gangguan - Membina hubungan
Persepsi sensori saling percaya
Halusinasi - bantu pasien
mengena
halusinasinya
- Latih mengontrol
halusinasinya
dengan cara
meghardik
- Identifiasi masalah
kelarga dalam
merawat pasien
- Menjelaskan tentang
halusinasi
- sumber-sumber
pelayanan kesehatan
yang bisa dijangkau
- bermain peran cara
merawat
-

Dari kedelapan klien yang dikelola sebagai keluarga binaan didapatkan

klien dengan penyakit kronik diantaranya diabetes mellitus, hipertensi,stroke,

gastritis, 6 klien mengalami gangguan psikososial gangguan psikososial

ketidakberdayaan dan 2 klien mengalami gangguan jiwa. untuk klien dengan

kecemasan telah diberikan intervensi untuk mengetahui dan mengenal kecemasan

dan mengajarkan cara mengontrol kecemasan dengan cara relaksasi dan distraksi

seperti tarik nafas dalam. Untuk yang satu klien dengan gangguan psikososial

ketidakberdayaan diberikan intervensi mengenal ketidakberdayaannya, lalu

12
melatih klien dengan mengembangkan hal positif klien seperti beres beres rumah.

Dan orang dengan gangguan jiwa sudah diberikan intervensi yaitu dengan

mengajarkan mengenal halusinasi dan cara menghardik halusinasinya.

13
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
RW 03 Bina Harapan Kelurahan cisaranten bina harapan mengalami

berbagai macam penyakit kronik seperti diabetes mellitus, stroke,gastritis, dan

hipertensi. Penyakit tersebut mengakibatkan klien yang mengalaminya

mengalami gangguan psikososial. Rata-rata masalah psikososial yang terjadi

dari setiap keluarga yang didatangi adalah kecemasan dan ketidakberdayaan

akibat penyakit kronisnya yang diderita selama bertahun-tahun kebelakang, hal

tersebut diakibatkan kurangnya pengetahuan dari keluarga dan koping yang

kurang baik dari individu, keluarga dan masyarakat yang menyebabkan

masalah psikososial gampang terjadi.

B. Saran
1. Bagi Masyarakat

Diharapkan agar keluarga/masyarakat lebih sering berkomunikasi dirumah

atau lingkungan sekitar, dan jika terdapat “orang yang sakit” dirumah lebih

diperhatikan dan sering berkonsultasi kepada tenaga medis.

2. Bagi Puskesmas

Diharapkan tugas akhir ini menjadi data untuk membantu mendeteksi

kesehatan jiwa di masyarakat RW 03 Kelurahan Sukamiskin sehingga para

tenaga medis di puskesmas lebih lebih mudah mengintervensi lanjutan

14
untuk masyarakat dan lebih menggali masalah yang berada pada keluarga

tersebut terutama pada masalah psikososial yang dialami masyarakat

tersebut.

15