Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam beberapa tahun terakhir ini profesi keperawatan mengalami


perkembangan yang sangat pesat. Hail ini dikarenakan adanya pengaruh
globalisasi dimana tuntutan masyarakat akan profesi keperawatan untuk
berbenah diri. Tuntutan yang paling mendasar dan paling menantang adalah
menyangkut layanan keperawatan yang professional, bermutu dan dapat
dijangkau oleh masyarakat.

Perawat semakin dituntut untuk professional dan mengedepankan


perkembangan tehnologi kesehatan, dimana pasien/klien yang membutuhkan
asuhan keperawatan dapat berasal dari berbagai kalangan dan dalam “dunia
maya” (cybernet), dimana semakin ditandai dengan tingginya pengguna
internet di Indonesia, dan semakin banyaknya website di bidang kesehatan
(Martono,http://www.innappni.or.id/index.php?
name=News&file=article&sid=71, diperoleh tanggal 06 oktober 2012).

Dengan semakin berkembangnya penggunaan internet diikuti pula


perkembangan. dalam dunia kesehatan dan keperawatan. Telemedicine,
telehealth dan telenursing menjadi alternative dalam memberikan pelayanan
kesehatan dan keperawatan.
Telenursing telah berhasil dinegara dengan laju pertumbuhan yang tinggi
karena beberapa factor yaitu penghematan dalam biaya kesehatan,
peningkatan angka penuaan dan penduduk dengan penyakit kronik serta
peningkatan cakupan kesehatan jarak jauh, pedesaan dan daerah
terpencil.Telenursing dapat membantu menyelesaikan kekurangan perawat,

1
menurunkan jarak, waktu kunjungan dan menjaga pasien yang sudah keluar
dari rumah sakit.

Layanan kesehatan khususnya keperawatan jarak jauh dengan


menggunakan media teknologi informatika (internet) memberikan kemudahan
bagi masyarakat. Masyarakat atau pasien tidak perlu datang ke rumah sakit,
dokter atau perawat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Waktu yang
diperlukan untuk layanan kesehatan juga semakin pendek. Pasien dapat
hanya dirumah dan melakukan kontak via internet atau melalui video
converence untuk mendapatkan informasi kesehatan, perawatan dan bahkan
sampai pengobatan (Muncul, http://www.akpermadiun.ac.id/index. php?link
=berita dtl.php&id=42, diperoleh tanggal 06 oktober 2012).

Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang


sangat besar dan wilayah yang tersebar merupakan potensi dalam
menerapkan telenursing dalam rangka meningkatkan pelayanan keperawatan
dan kesehatan masyarakat untuk menunjang tercapainya visi Indonesia
sehat.

Dengan uraian di atas penulis akan menyajikan dalam makalah ini tentang
telenursing dan aplikasinya.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberikan uraian tentang penerapan telenursing
2. Tujuan khusus
a. Menjelaskan definisi telenursing
b. Menjelaskan manfaat telenursing
c. Menjelaskan aplikasi telenursing
d. Menjelaskan riset tentang telenursing
e. Kelebihan dan kekurangan telenursing

2
C. Sistematika Penulisan

Metode penulisan dilakukan dengan menggunakan studi literature yang


diambil dari buku atau internet yang berkaitan dengan konsep telenursing.
Pada makalah ini penulis mencoba menjelaskan aplikasi telenursing.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi

Telenursing adalah pemberian servis dan perawatan oleh perawat dengan


menggunakan telekomunikasi, meningkatkan akses untuk tindakan
keperawatan kepada pasien pada lokasi yang jauh atau perpencil
(http://findarticles. com/ p/ articles/mi_m0FSW/is_4_18/ai_n18610226,
diperoleh tanggal 06 oktober 2012)

Telenursing adalah upaya penggunaan teknologi informasi dalam


memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan
dimana ada jarak secara fisik yang jauh antara perawat dan pasien, atau
antara beberapa perawat. Sebagai bagian dari telehealth dan beberapa
bagian terkait dengan aplikasi bidang medis dan non medis seperti
telediagnosis,telekonsultasidan,telemonitoring(http://en.wikipedia.org/wiki/tel
enursing, diperoleh tanggal 06 oktober 2012).

Telenursing menunjukkan penggunaan tehnologi komunikasi oleh perawat


untuk meningkatkan perawatan pasien.Telenursing menggunakan channel
elektromagnetik (wire, radio, optical) untuk mengirim suara, data dan sinyal
video komunikasi. Dapat juga didefinisikan sebagai komunikasi jarak jauh
menggunakan transmisi elektrik atau optic antara manusia dan atau computer
(http://www.icn.ch/matters_telenursing.htm, diperoleh tanggal 06 oktober
2012).

Telenursing diartikan sebagai pemakaian telekomunikasi untuk


memberikan informasi dan pelayanan keperawatan jarak-jauh. Aplikasinya
saat ini, menggunakan teknologi satelit untuk menyiarkan konsultasi antara
fasilitas-fasilitas kesehatan di dua negara dan memakai peralatan video

4
conference. Telenursing bagian integral dari telemedicine atau telehealth
(http://www.inna-ppni.or.id/ index.php?name =News &file=article&sid=71,
diperoleh tanggal 06 oktober 2012)

B. Manfaat

Menurut Britton et all (1999), ada beberapa keuntungan telenursing


yaitu :
1. Efektif dan efisien dari sisi biaya kesehatan, pasien dan keluarga dapat
mengurangi kunjungan ke pelayanan kesehatan ( dokter praktek,ruang
gawat darurat, rumah sakit dan nursing home)
2. Dengan sumber daya yang minimal dapat meningkatkan cakupan dan
jangkauan pelayanan keperawatan tanpa batas geografis
3. Telenursing dapat menurunkan kebutuhan atau menurunkan waktu
tinggal di rumah sakit
4. Pasien dewasa dengan kondisi penyakit kronis memerlukan pengkajian
dan monitoring yang sering sehingga membutuhkan biaya yang banyak.
Telenursing dapat meningkatkan pelayanan untuk pasien kronis tanpa
memerlukan biaya dan meningkatkan pemanfaatan teknologi
5. berhasil dalam menurunkan total biaya perawatan kesehatan dan
meningkatkan akses untuk perawatan kesehatan tanpa banyak
memerlukan sumber

Selain manfaat di atas telenursing dapat dimanfaatkan dalam bidang


pendidikan keperawatan ( model distance learning) dan perkembangan riset
keperawatan berbasis informatika kesehatan. Telenursing dapat juga
digunakan dikampus dengan video conference, pembelajaran on line dan
Multimedia Distance Learning

C. Aplikasi Telenursing

5
Aplikasi telenursing dapat diterapkan di rumah, rumah sakit melalui pusat
telenursing dan melalui unit mobil. Telepon triase dan home care berkembang
sangat pesat dalam aplikasi telenursing. Di dalam home care perawat
menggunakan system memonitor parameter fisiologi seperti tekanan darah,
glukosa darah, respirasi dan berat badan melalui internet. Melalui system
interaktif video, pasien contact on-call perawat setiap waktu untuk menyusun
video konsultasi ke alamat sesuai dengan masalah, sebagai contoh
bagaimana mengganti baju, memberikan injeksi insulin atau diskusi tentang
sesak nafas. Secara khusus sangat membantu untuk anak kecil dan dewasa
dengan penyakit kronik dan kelemahan khususnya dengan penyakit
kardiopulmoner. Telenursing membantu pasien dan keluarga untuk
berpartisipasi aktif di dalam perawatan, khususnya dalam management
penyakit kronis. Hal ini juga mendorong perawat menyiapkan informasi yang
akurat dan memberikan dukungan secara online. Kontinuitas perawatan dapat
ditingkatkan dengan menganjurkan sering kontak antara pemberi pelayanan
kesehatan maupun keperawatan dengan individu pasien dan keluarganya.

Telenursing dan home care


1. Di USA yang berhubungan dengan home health care diharapkan
meningkat 36 % atau lebih baik dalam 7 tahun ke depan.
2. Di USA hampir 46 % yang menggunakan kunjungan rumah diganti
menjadi telenursing
3. Di United Kingdom 15 % pasien home care melaporkan memerlukan
tehnologi komunikasi
4. Di USA merubad 50 % atau lebih dari kunjungan tradisional menjadi
telehomecare visit, dan biaya dapat diturunkan 50 %
5. Studi di Eropa menyatakan lebih banyak pasien mengatakan lebih
menguntungkan dengan servis telekomunikasi

6
Gambar 1.1 Alur telenursing
(Sumber : http://www.telehealth.ca/imgs/works.gif, diperoleh tanggal 06
oktober 2012)

Di dalam pelaksanaan telenursing perlu menjaga privasi pasien.

Gambar 1.2 Tiga level keamanan untuk proteksi data pasien

7
Gambar 1.3. Tehnologi teleheath pada daerah pedesaan
(Sumber : http://ijahsp.nova.edu/articles/1vol2/telehealth.jpg, diperoleh
tanggal 15 Maret 2008)

D. Riset Tentang Telenursing

Penelitian dari Susan Kay Bohnenkamp, RN, MS, CCM dengan judul
Traditional Versus Telenursing Outpatient Management of Patients With
Cancer With New Ostomi.
Hasil : Telenursing meningkatkan kepuasan pada pasien. Pasien percaya
bahwa telenursing membuat perawatan lebih accessible, dia suka dengan
telemedicine dari pada face to face, tetapi menganggap face to face adalah
yang terbaik (http://ons.metapress.com/content/f662854712557057/,
diperoleh tanggal 06 oktober 2012).

8
Penelitian dari Anthony F. Jerant, MD dengan judul A Randomized Trial of
Telenursing to Reduce Hospitalization for Heart Failure: Patient-Centered
Outcomes and Nursing Indicators.
Hasil : Penelitian ini membandingkan 3 perawatan modalitas untuk
menurunkan kekambuhan CHF selama 180 hari follow up. Subyek menerima
kunjungan dasar selama 60 hari dan mendapat satu dari 3 terapi modalitas :
(a) video-based home telecare; (b) telephone calls; and (c) usual care
Kekambuhan pada CHF menurun lebih dari 80% dengan telenursing
dibandingan dengan perawatan biasa. Dari penelitian ini juga menurunkan
kunjungan emergensi pada CHF. Pada perawatan diri kedua group tidak ada
perbedaan secara signifikan tentang kepatuhan, pengobatan, status
kesehatan dan kepuasan. Telenursing dapat menurunkan hospitalisasi pada
CHF dan meningkatkan frekuensi komunikasi dengan pasien.
(http://www.haworthpress.com/store/toc/J027v22n01_TOC.pdf?
sid=F92MP1MXXT1X8JN4VFE1BXJ22VPX12U5&, diperoleh tanggal 06 oktober
2012).

Penelitian dari L. Schlachta-Fairchild dengan judul Findings Of The 2004


Nternational Telenursing Survey.
Hasil : Mayoritas perawat yang melakukan tidak tersertifikasi dalam
telemedicine, telenursing, atau nursing informatics dan percaya bahwa
sertifikasi pada telenursing adalah penting dan interes untuk dilakukan
sertifikasi dan merupakan indikasi telenursing seharusnya merupakan bagian
dasar dari pendidikan keperawatan dan pengalaman klinik
(http://www.mrc.co.za/conference/satelemedicine/Castelli.pdf,
diperolehtanggal 06 oktober 2012).

9
E. Kelebihan dan kekurangan telenursing

a. Kelebihan telenursing

 Mengurangi waktu tunggu dan mengurangi kunjungan yang tidak perlu.


 Mempersingkat hari rawatan dan biaya perawatan
 Membantu memenuhi kebutuhan kesehatan
 Memudahkan akses petugas kesehatan yang berada di daerah yang
terisolasi
 Berguna dalam kasus-kasus kronis dan kasus geriatik yang perlu
perawatan di rumah dengan jarak yang jauh dari pelayanan kesehatan
 Mendorong tenaga kesehatan atau daerah yang kurang terlayani untuk
mengakses penyedia layanan melalui mekanisme seperti:konferensi
video dan internet (America nurse assosiation,1999)

b. Kekurangan telenursing

Kekhawatiran dengan adanya telenursing ini adalah tidak adanya interaksi


langsung perawat dengan klien yang akan mengurangi kualitas pelayanan
kesehatan.Kekhawatiran ini muncul karena beranggapan kontak langsung
dengan pasien sangat penting terutama dukungan emosional dan sentuhan
terapeutik.Dan kekurangan lain dari telenursing ini adalah kemungkinan
kegagalan teknologi,meningkatkan resiko keamanan,dan kerahasiaan dokumen
klien.

10
BAB III
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

A. Pembahasan

Dengan penerapan telenursing dalam memberikan pelayanan


keperawatan akan meningkatkan kepuasan klien dan peningkatan parstisipasi
aktif keluarga. Dalam memberikan asuhan keperawatan secara jarak jauh
maka diperlukan kebijakan umum dari pemerintah untuk mengatur praktek,
SOP/standar operasional prosedur, etik dan profesionalisme, keamanan,
kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan.
Kegiatan telenursing membutuhkan integrasi antara startegi dan kebijakan
untuk mengembangkan praktek keperawatan, penyediaan pelayanan asuhan
keperawatan, dan sistem pendidikan serta pelatihan keperawatan.
Untuk dapat diaplikasikan maka ada beberapa hal yang perlu menjadi
perhatian :
1. Faktor legalitas
Dapat didefinisikan sebagai otononi profesi keperawatan atau institusi
keperawatan yang mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan
telenursing.
2. Faktor financial
Pelaksanaan telenursing membutuhkan biaya yang cukup besar karena
sarana dan prasaranya sangat banyak. Perlu dukungan dari pemerintah
dan organisasi profesi dalam penyediaan aspek financial dalam
pelaksanaan telenursing
3. Faktor Skill
Ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu pengetahuan dan skill
tentang telenursing. Perawat dan pasien perlu dilakukan pelatihan tentang
aplikasi telenursing. Terlaksananya telenursing sangat tergantung dari

11
aspek pengetahuan dan skill antara pasien dan perawat. Pengetahuan
tentang telenursing harus didasari oleh pengetahuan tehnologi informasi.
4. Faktor Motivasi
Motivasi perawat dan pasien menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan
telenursing. Tanpa ada motivasi dari perawat dan pasien, telenursing tidak
akan bisa berjalan dengan baik.

Pelaksanaan telenursing di Indonesia masih belum berjalan dengan baik


disebabkan oleh karena keterbatasan sumberdaya manusia, keterbatasan
sarana dan prasarana serta kurangnya dukungan pelaksanaan telenursing
dari pemerintah. Untuk mensiasati keterbatasan pelaksanaan telenursing bisa
dimulai dengan peralatan yang sederhana seperti pesawat telepon yang
sudah banyak dimiliki oleh masyarakat tetapi masih belum banyak
dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau pelayanan
keperawatan. Telenursing menggunakan telepon ini dapat diaplikasikan di
unit gawat darurat dan home care.

B. Kesimpulan
Telenursing adalah bagian integral dari telehealth.Telenursing dapat
digunakan untuk memberikan pelayanan keperawatan professional Telenursing
dapat meningkatkan kemandirian dan kepuasan pasien serta partisipasi aktif
keluarga Telenursing efektif digunakan dalam seting perawatan pasien yang
mengalami penyakit kronis dan penyakit yang menyebabkan ketergantungan,dan
telenursing juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

12
C. Saran

Pemerintah atau lembaga kesehatan hendaknya mendukung peningkatkan


standar dan mutu sistem kesehtan di Indonesia, terutama yang berhubungan
dengan teknologi karena bila di bandingkan dengan negara lain ini masih
sangat tertinggal.Untuk membenahi hal tersebut maka harus di butuhkan solusi
cerdas dan segera sahkan RUU keperawatan agar perawat sebagai tenaga
kesehatan memiliki payung hukum yang melindunginya apabila dalam sistem
telenursing terjadi hal-hal yang diluar kendali.

Mengatasi masalah keterbatasan sumberdaya manusia, keterbatasan


sarana dan prasarana. Untuk mensiasati keterbatasan pelaksanaan telenursing
bisa dimulai dengan peralatan yang sederhana seperti pesawat telepon yang
sudah banyak dimiliki oleh masyarakat tetapi masih belum banyak dimanfaatkan
untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau pelayanan keperawatan.
Telenursing menggunakan telepon ini dapat diaplikasikan di unit gawat darurat
dan home care.

13
DAFTAR PUSTAKA

Anthony F. Jerant, A Randomized Trial of Telenursing to Reduce Hospitalization


for Heart Failure: Patient-Centered Outcomes and Nursing Indicators ,
dalam
http://www.haworthpress.com/store/toc/J027v22n01_TOC.pdf?
sid=F92MP1MXXT1X8JN4VFE1BXJ22VPX12U5&, diperoleh tanggal 15
Maret 2008

Martono.(2006). Telenursing (Pelayanan Asuhan Keperawatan Jarak Jauh)


"Alternatif Asuhan Keperawatan Indonesia Menjelang Indonesia Sehat
2010" dalam http://www.inna-ppni.or.id/ index.php?
name=News&file=article&sid=71, diperoleh tanggal 15 Maret 2008

Susan Kay Bohnenkamp, Traditional Versus Telenursing Outpatient Management


of Patients With Cancer With New Ostomi dalam
http://ons.metapress.com/ content/ f662854712557057/, diperoleh
tanggal 15 Maret 2008

Wikipedia.(2007). Telenursing, dalam http://en.wikipedia.org/wiki/telenursing,


diperoleh tanggal 15 Maret 2008

http://www.telehealth.ca/imgs/works.gif, diperoleh tanggal 15 Maret 2008

http://ijahsp.nova.edu/articles/1vol2/telehealth.jpg, diperoleh tanggal 15 Maret


2008

14
15