Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN KLIEN


DENGAN GANGGUAN JIWA

Oleh:
ANISYA DEWI JUWITA
16.11.4066.E.A.0074

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM KALIMANTAN TIMUR


AKADEMI KEPERAWATAN YARSI
SAMARINDA
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Keperawatan Jiwa


Sub Pokok Bahasan : Peran keluarga dalam mencegah kekambuhan
Hari / Tanggal : Jum'at, 11 Januari 2019
Waktu : 30 menit, pukul 10.00 WITA
Tempat : Rumah keluarga Tn.H
Sasaran : Pasien dan Keluarga
Penyuluh : Anisya Dewi Juwita

I. Tujuan Pembelajaran Umum


Setelah diberikan penyuluhan, pasien dan keluarga mampu memahami
tentang pentingnya peran keluarga dalam mencegah kekambuhan

II. Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, pasien dan keluarga mampu
mengetahui tentang :
a. Pengertian kesehatan jiwa
b. Pengertian gangguan jiwa
c. Penyebab kekambuhan gangguan jiwa
d. Fungsi keluarga dalam mencegah kekambuhan gangguan jiwa
e. Perawatan klien dengan gangguan jiwa dalam keluarga

III. Materi Penyuluhan


a. Pengertian kesehatan jiwa
b. Pengertian gangguan jiwa
c. Pengertian kekambuhan pada pasien gangguan jiwa
d. Fungsi keluarga dalam mencegah kekambuhan
e. Perawatan klien dengan gangguan jiwa dalam keluarga

IV. Sistem Belajar Mengajar


No Tahap Kegiatan Komunikator Kegiatan Waktu
Kegiatan Komunikan
1 Pendahuluan a. Memberi salam dan a. Menjawab 5 menit
memperkenalkan diri salam
b. Menjelaskan tujuan b. Mendengarkan
penyuluhan dan tema
penyuluhan
2 Penyajian a. Menjelaskan a. Mendengarkan 15 menit
b. Memperhatikan
mengenai pengertian
c. Bertanya
kesehatan
jiwa,pengertian
ganngguan
jiwa,pengertian
kekambuhan pada
pasien dengan
gangguan jiwa
pentingnya dukungan
keluarga bagi pasien,
dan pentingnya
program pengobatan
pada pasien
b. Memberikan
kesempatan kepada
keluarga dan pasien
untuk bertanya
3 Penutup a. Memberikan a. Menjawab dan 10 menit
pertanyaan sebagai mendengarkan
b.Mendengarkan
evaluasi
c. Menjawab dan
b. Menyimpulkan
salam
bersama-sama

V. Metode
a. Ceramah dan tanya jawab
b. Sumber
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Obat
2. http://syehaceh.wordpress.com
3. http://www.kuliah-keperawatan.co.cc
VI. Media
Leaflet

VII.Evaluasi
a. Prosedur : Validasi peserta dengan Pertanyaan
b. Jenis : Lisan
- Sebutkan pengertian kesehatan jiwa
- Sebutkan penyebab gangguan jiwa
- Jelaskan penyebab kekambuhan pada pasien gangguan jiwa
- Jelaskan perawatan klien dengan gangguan jiwa

MATERI PENYULUHAN

I. Pengertian gangguan jiwa


a. Gangguan jiwa adalah gangguan dalam : cara berpikir (cognitive),
kemauan, emosi (affective), tindakan (psychomotor).
b. Gangguan jiwa adalah kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak
normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental.
(Depkes, 2002)
II. Faktor penyebab gangguan jiwa
a. Faktor Organobiologis
Tingkat kematangan dan perkembangan pikiran tiap individu berbeda
b. Faktor Psikoedukatif
1) Interaksi ibu/ayah-anak: kehilangan ibu karena bekerja, terpaksa
meeninggalkan anak (perasaan tidak percaya dan kebimbangan)
2) Persaingan antar saudara kandung
Setiap anak saling mencari perhatian kepada orangtua (si sulung
lebih agresif daripada si bungsu)
3) Tingkat perkembangan emosi tiap individu yang berbeda
c. Faktor Sosiokultural
1) Pola mengasuh anak
Melindungi anak secara berlebihan, disiplon terlalu terlalu keras,
menjadikan salah satu anak sebagai anak emas (kesayangan)
2) Tingkat Ekonomi
3) Kemisknan dapat meningkatkan angka kriminalitas sehingga
individu tersebut mudah marah dan tersinggung
III. Ciri-ciri gangguan jiwa
a. Perubahan yang berulang dalam pikiran : daya ingat persepsi, dan daya
tilik
b. Perubahan perilaku
c. Marah tanpa sebab / Mengurung diri
d. Tidak mengenali orang
e. Bicara kacau
f. Bicara sendini
IV. Peran Keluarga Dalam Perawatan Gangguan Jiwa
1. Keluarga merupakan lingkup yang paling banyak berhubungan dengan
pasien
2. Pasien yang mengalami gangguan jiwa nantinya akan kembali kedalam
masyarakat; khususnya dalam lingkungan keluarga
3. Keluarga merupakan pemberi perawatan utama dalam mencapai
pemenuhan kebutuhan dasar dan mengoptimalkan ketenangan jiwa bagi
pasien.
4. Gangguan jiwa mungkin memerlukan terapi yang cukup lama, sehingga
pengertian dan kerjasama keluarga sangat penting artinya dalam
pengobatan
5. Pasien yang mengalami gangguan jiwa adalah manusia yang sama
dengan orang lainnya; mempunyai martabat dan memerlukan perlakuan
manusiawi
6. Pasien yang mengalami gangguan jiwa mungkin dapat kembali ke
masyarakat dan berperan dengan optimal apabila mendapatkan dukungan
yang memadai dari seluruh unsur masyarakat.
7. Pasien gangguan jiwa bukan berarti tidak dapat “sembuh”
8. Pasien dengan gangguan jiwa tidak dapat dikatakan “sembuh” secara
utuh, tetapi memerlukan bimbingan dan dukungan penuh dari orang lain
(dan keluarga)
V. Upaya perawatan keluarga klien dengan gangguan jiwa
1. Mengenal adanya gangguan kesehatan sedini mungkin
2. Mengambil keputusan dalam mencari pertolongan atau bantuan
kesehatan
3. Memberikan pengobatan kepada anggota keluarga yang sakit
4. Menangulangi keadaan darurat kesehatan
5. Menciptakan lingkungan keluarga yang sehat

VI. Peran keluarga dalam mencegah kekambuhan klien dengan gangguan


jiwa
Salah satu factor yang menyebabkan kekambuhan klien dengan
gangguan jiwa diantaranya adalah keluarga. Ekspresi emosi yang tinggi
dalam keluarga seperti bermusuhan, mengkrtik, tidak ramah, banyak
menekan dan menyalahkan dapat menimbulkan kekambuhan pada klien
tersebut mendukung bagi perbaikan atau peningkatan kesehatan jiwa klien
melainkan menjadi stressor bagi klien yang merupakan stimulus munculnya
kekambuhan klien
VII. Beberapa gejala kekambuhan yang perlu di identifikasi oleh klien dan
keluarga
1. Menjadi ragu-ragu dan serba takut
2. Tidak napsu makan
3. Sukar konsentrasi
4. Sulit tidur
5. Depresi
6. Tidak ada minat
7. Menarik diri
VIII. Hal yang harus dilakukan keluarga dalam perawatan pasien dengan
gangguan jiwa
1. Memenuhi kebutuhan sehari-hari, yaitu:
Bantu & perhatikan pemenuhan kebutuhan makan dan minum,
kebersihan diri & penampilan
2. Latih kegiatan sehari-hari, misalnya makan sendiri, cuci pakaian sendiri,
membersihkan rumah.
3. Bantu komuniksai yang teratur
a) Bicara yang jelas & singkat.
b) Kontak/bicara yang teratur.
c) Pertahankan tatap mata saat bicara.
d) Sabar, lembut dan tidak terburu-buru.
e) Lakukan sentuhan & belaian yang akrab.
f) Berikan pujian bila melakukan hal yang benar atau baik.
4. Libatkan dalam kelompok
a) Beri kesempatan nonton TV, baca koran, dengar musik.
b) Sediakan peralatan pribadi, misalnya tempat tidur, lemari pakaian
c) Ikut sertakan dalam pertemuan keluarga secara teratur.
d) Ikut sertakan dalam kegiatan pengobatan kelompok, misalnya
permainan.