Anda di halaman 1dari 5

Maisulah (170332614559)

Offering I

Pertanyaan bab 7

1. Jelaskan prinsip utama kromatografi sebagai metode pemisahan


Prinsip dari metode kromatografi adalah distribusi komponen sampel antara dua fese,
yakni fase diam dan fase gerak. Fase diam dalam praktiknya adalah cairan yang
terikat pada permukaan padatan sehingga tidak dapat bergerak, atau padatan itu
sendiri. Sedangkan fase gerak adalah cairan atau pelarut atau gas pembawa yang tidak
bereaksi dengan senyawa-senyawa yang di pisahkan.
2. Sebutkan dan jelaskan beberapa tipe kromatografi yang terpenting: kromatografi
adsorpsi, kromatografi partisi, kromatografi gas, kromatografi lapis tipis dan
kromatografi penukar ion.
a. Kromatografi adsorpsi. Kromatografi model ini memiliki fasa diam padatan dan
fasa mobile berupa cairan atau gas. Setiap zat terlarut memiliki standard
equilibirium tertentu antara adsorpsi pada permukaan padatan dan larut dalam
pelarut. Zat terlarut yang sangat cepat teradsorpsi akan bergerak sangat lambat
dalam proses kromatografi
b. Kromatografi partisi. Pada kromatografi ini fasa diamnya merupakan cairan non
volatil yang akan digunakan sebagai lapis tipis pada permukaan padatan.
Campuran akan dibawa oleh suatu gas ataupun cairan yang merupakan fasa gerak.
Dengan cara ini larutan akan terdistribusi diantara fasa diam dan fasa geraknya.
Senyawa yang lebih larut dalam fasa gerak akan bergerak dengan cepat dan
mencapai ujung kolom kromatografi.
c. Kromatografi gas. Fasa geraknya merupakan gas pembawa sedangkan fasa diam
berupa lapisan cairan mikroskopik atau polimer diatas padatang pendukung fasa
diam, yang berasa di dalam tabung kaca atau logam yang disebut kolom.
(id.m.wikipedia.org/wiki/Kromatografi_gas)
d. Kromatografi lapis tipis. Pemisahan komponen sampel berdasarkan perbedaan
kepolaran. Prinsip kerjanya memisahkan sampel berdasarkan perbedaan kepolaran
anatar sampel dengan pelarut yang digunakan. Teknik yang biasa digunakan yanti
fase diamnya dari bentuk plat silika dan fase geraknya disesuaikan dengan jenis
sampel yang ingin dipisahkan. Semakin dekat kepolaran anatar sampel dengan
eluen maka sampel akan semakin terbawa oleh fasa gerak.
(id.m.wikipedia.org/wiki/Kromatografi_lapis_tipis)
e. Kromatografi pertukaran ion adalah bentuk kromatografi yang mendayagunakan
gaya-gaya ikatan kimia dalam proses pemisahannya. Fasa diamnya adalah padatan
yang memiliki lapisan. Yang mana lapisan ini memiliki ion. Ion pada resin atau
lapisan akan menyebabkan ikatan elektrostatik pada permukaan padatan yang
menarik ion lawannya. Ketika fasa geraknya di elusi dengan cairan tertentu makan
ion pada eluen akan berikatan dengan permukaan padatan yang di lapisin resin
dan melepas ion yang terikat sebelumnya.
mystupidtheory.com/kromatografi-pengertian-dan-prinsip/
3. Jelaskan cara kerja kromatografi secara umum
Kromatografi bekerja dengan prinsip dasar yaitu jumlah zat terlarut yang
berbedauntuk masing-masing komponen pada waktu tertentu saat kesetimbangan
terjadi antara fase diam dan fase geraknya. Pemisahan secara kromatografi, senyawa-
senyawa yang akan dipisahkan ditempatkan pada sistem tertentu dimana dalam sistem
tersebut terdapat bagian diam atau stasioner dan kemudian dibawa atau mengalir oleh
fase gerak, dimana selama proses pengaliran tersebut akan terjadi interkasi anatar
komponen senyawa dengan fase diamnya. Selama berintraksi akan terjadi proses
pelarutan, adsorpsi maupun penguapan dari komponen senyawa yang akan
dipisahkan.
4. Jelaskan hukum distribusi apa yang mendasari metode kromatografi
Harga kesetimbangan distribusi bukanlah menggambarkan suatukeadaan statis. Apa
yang terjadi dipermukaan adalah sebuah proses dinamis yang berlangsung sangat
cepat yakni bergeraknya analit dibawa oleh fase gerak dan setiap saat terserap
dipermukaan dan kemudian larut lagi di fase diam dan berimigrasi lagi dengan
keceparan yang sama dengan fase geraknya. Diasumsikan bahwa molekukl
beradadalam fase diam atau fase gerak secara bergantian dalam kesetimbangan.
Molekul bergerak bolak-balik sambil melaju turun karena dibawa aliran fase gerak.
Dengan demikian, fase gerak dapat disebut sebagai “pembawa” sedangkan fase diam
bertindak sebagai penahan. Distiribusi zat terlarut dalam kedua fase ini disebut
sebagai koefisien distribusi atau dalam kromatografi di sebut juga sebagai koefisien
partisi. Analog dengan proses ekstraksi, koefisien distribusi ini di gambarkan sebagai
𝐶𝑆
persamaan 𝐾 = . Dimana 𝐶𝑆 adalah konsentrasi rata-rata suatu senyawa analit
𝐶𝑀
difase diam dibandingkan dengan 𝐶𝑀 yang merupakan konsentrasi rata-rata
senyawadalam fase geraknya.
5. Jelaskan dinamika proses yang terjadi dalam kolom kromatografi
Pada kolom kromatografi, kolomakan terisi fase diam baik berupa fase diam padat
maupun fase diam cair dan kemudian dialiri oleh fase gerak, baik fase gerak cair
maupun fase gerak gas. Kolom harus dapat dilewati fase gerak karena itu kolom harus
berpori. Fase diam harus merupakan material berpori dan butiran fase diam harus
diatur sedemikian rupa sehingga fase gerak dapat melewatinya sambil membawa
komponen-komponen campuran yang hendak dipisahkan.
6. Bagaimana laju migrasi dalam kromatografi dijelaskan?
Laju migrasi (rate of travel) adalah besaran yang berhubungan dengan faktor
kapasitas masing-masing komponen analit dalam sampel. Laju migrasi rata-rata
1
komponen dalam kolom adalah 𝐿𝑎𝑗𝑢 = 𝜇 1+𝑘. Laju rata-rata molekul analit
tergantung pada beberapa hal, yaitu laju alir dari fase gerak yang diberikan dalam
sistem, perbandingan volume fase diam terhadap fase gerak dan juga harga koefisien
distribusi masing-masing komponen campuran. Kecepatan aliran dalam fase diam
serta perbandingan volume fase diam dan fase gerak mempunyai harga sama untuk
setiap komponen dalam campuran sampel, sedangkan harga koefisien distribusi dari
tiap molekul analit akan berbeda satu sama lain.
7. Mengapa tiap komponen yang dipisahkan mempunyai laju migrasi yang berbeda-
beda? Jelaskan secara mendasar.
Karena tiapkomponen yang dipisahkan mempunyai harga koefisien distribusi yang
berbeda-beda walaupun kecepatan alir fase diam serta perbandingan volume fase
diam dan fase geraknya memiliki harga yang sama.
8. Apa beda teknik “ jarak” dan teknik “waktu” dalam operasi kromatografi?
Teknik “jarak” adalah waktu yang ditempuh oleh komonen yang telah melalui jarak
sepanjang kolom. Denagn demikian, komponen sampel telah keluar dari kolom dalam
keadaan terpisahkan. Sedangkan teknik “waktu” sering dilakukan untuk sampel yang
tidak mudah terelusi. Setelah waktu yang ditentukan sejak diberikannya sampel pada
kolom, eksperimen dideskripsikan dengan jarak yang telah ditempuh ooleh tiap
senyawa didalam kolom.
9. Jelaskan terminologi “waktu retensi” dalam kromatografi. Apa bedanya dengan
volume retensi? Jelaskan.
Waktu retensi (retention time) adalah waktu yang diperlukan oleh analit untuk
bergerak sepanjang kolom. Waktu retensi menunjukkan lama dari sebuah komponen
berada dalam kesetimbangan fase diam dan fase gerak sepanjang kolom. Sedangkan
untuk volume retensi pada dasarnya sama dengan waktu retensi namun yang diukur
bukannya waktu sebuah komponen analit keluat kolom dan memberikan puncak
kromatogram namun volume eluen yang dihabiskan untuk mengeluarkan sebuah
komponen dari kolom dan tampak sebagai puncak kromatogram. Dengan demikian,
volume retensi adalah waktu retensi dikalikan dengan laju alir fase gerak baik gas
maupun larutan.
10. Mengapa waktu retensi dapat dijadikan karakter tiap senyawa yang dipisahkan?
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑙 𝐿
Karena dalam rumus waktu retensi sendiri yaitu 𝑡𝑅 = = 𝑢 (1 + 𝑘 ′ ) =
𝑙𝑎𝑗𝑢
𝑡𝑀 (1 + 𝑘 ′ ) dimana dalam rumus tersebut tergantung pada laju dan pada laju juga
dipengaruhi oleh harga koefisien distribusi yang berbeda dari satu komponen dengan
komponen lainnya. Sehingga waktu retensi dapat dijadikan karakter tiap senyawa
yang dipisahkan.
11. Apa akibatnya jika laju alir dari fase gerak tidak konstan? Jelaskan.
Jika laju alir dari fase gerak tidak lancar maka menyebabkan akan mempengaruhi
waktu retensi yang diperlukan analit untuk bergerak sepanjang kolom. Sehingga
puncak kromatogramnya akan sulit ditentukan bahkan kemungkinan satu jenis
senyawa yang akan ditentukan akana mempunyai puncak kromatogram yang berbeda.
12. Jelaskan terminologi “faktor kapasitas” dalam kromatografi.
Faktor kapasitas adalah perbandingan jumlah mol molekul analit di fase diam dibagi
dengan jumlah mol komponen tersebut di fase gerak. Besarnya faktor kapasitas
berhubungan erat dengan laju elusi komponen didalam kolom. Faktor kapasitas
𝐾𝑉𝑆
dirumuskan sebagai 𝑘 ′ = 𝑉𝑀
13. Bagaimanan kriteria sebuah kromatogram supaya bisa disebut “ideal”.
Kriteria sebuah kromatogram supaya bisa ideal yaitu jika volume eluen yang
dimasukkan sama dengan volume eluat yang di keluarkan (inlet=outlet). Tanda yang
lain yang sering digunakan untuk melihat apakah kromatografi ideal atau tidak adalah
dari puncak-puncak yang dihasilkan dalam kromatogram berupa sederetan puncak-
puncak yang tajam dan terpisah satu sama lain.
14. Apa saja penyebab ketidakidealan sistem kromatografi? Jelaskan dengan singkat.
Penyebab ketidakidealan sistem karena senyawa-senyawa komponen mengalami
interaksi yang berbeda-beda didalam kolom, atau mengalami interaksi yang tidak
seimbang dengan fase gerak atau fase diamnya. Penyebab lainnya juga karena terjadi
interaksi fisika didalam kolom antara senyawa komponen dengan fase gerak atau fase
diam.
15. Bagaimana efesiensi kolom didefinisikan? Bagaimana cara menaikkan efesiensi?
Efesiensi kolom dinyatakan sebagai tinggi plat teoritis (Height Equivalent to a
Theoritical Plate/HETP) dan diberi simbol H, dimana nilai H yang kecil
menunjukkan efesiensi kolom yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi
efesiensi kolom adalah difusi Eddy, difusi longitudinal dan perbedaan kecepatan
transfer massa yang terjadi didalam kolom kromatografi selama proses pemisahan
berlangsung. Cara menikkan efesiensi yaitu dengan cara mendapatkan nilai H
seminimal mungkin. Faktor Eddy dapat di minimalisir dengan memperhatikan butir-
butir fase diam yang mengisi kolom. Sedangkan untuk difusi longitudinal dan transfer
massa bisa diatasi dengan cara memperhatikan laju alirnya untuk tidak terlalu cepat
dan juga tidak terlalu lambat.
16. Apa yang dimaksud dengan optimasi kolom? Jelaskan.
Optimasi kolom adalah cara untuk memaksimalkan kinerja kolom melalui berbagai
cara yang dimodifikasi untuk meningkatkan efisiensi kolom.
17. Apa yang dijelaskan dengan persamaan maupun kurva Van Deemter?
Dari kurva dan perssmaan Van Deemter dapat di tarik kesimpulan bahwa harga H
akan menjadi minimum jika harga m maksimum, dan untik itu puncak kromatogram
harus tajam. Harga H tergantung pada laju alir fase gerak (flow rate), ukuran partikel
kolom, laju difusi, dan ketebalan fase diam. Persamaannya yaitu 𝐻 = 𝐴 + 𝐵⁄𝑢 + 𝐶𝑢.
Faktor A merupakan fungsi ukuran dan keteraturan butir partikel isi kolom yang
menjadi fase diam dalam sistem kromatografi. Komonen A sebenarnya dirumuskan
dari kerja Eddy yang memperhatikan butir-butir fase diam yang mengisi kolom.
Difusi Eddy akan terjadi jika molekul-molekul mempunyai lebih dari satu jalan dalam
kolom karena isi kolom terdiri dari butiran-butiran yang mempunyai beberapa ukuran.
Besaran A digambaran sebagai rumus 𝐴 = 2𝜆𝑑𝑅 . Difusi longitudinal yang diberi
lambang B merupakan kecenderungan molekul-molekul dalam kumpulannya untuk
pindah dari daerah konsentrasi pekat menuju ke daerah konsentrasi rendah dalam fase
diam maupun fase gerak. Jika laju alir rendah maka pelebaran pita makin besar karena
molekul tidak terelusi secara langsung namun berkesempatan menyebar secara
horizontal dahulu. faktor B digambarkan sebagai rumus 𝐵 = 2𝜓𝐷𝑀 . Faktor C adalah
faktor khusus untuk kromatografi cepat dan biasanya merupakan masalah bagi
kromatografi modern. Faktor transfer massa yang tidak seimbang ini di sebabkan oleh
alirandari fase gerak yang terlalu cepat, sehingga kesetimbangan antar fase sering
tidak terdeteksi. Di awal zona, fase gerak yang bertemu dengan fase diam baru
memerlukan waktu untuk mencapai kesetimbangan, padahal molekul sudah harus
berpindah karena di bawa oleh fase gerak yang mengalir.
18. Berikan sebuah peta konsep untuk metode pemisahan kromatografi dan berikan
penjelasan seperlunya

Kromatografi adsorpsi
Kromatografi partisi
Kromatografi HPLC
Kromatografi gel
Kromatografi pertukaran ion
Kromatografi gas Prinsip dari metode kromatografi adalah
Kromatografi fluida superkritik distribusi komponen sampel antara dua fese,
yakni fase diam dan fase gerak. Fase diam
dalam praktiknya adalah cairan yang terikat
Kromatografi pada permukaan padatan sehingga tidak
Kromatografi
bidang dapat bergerak, atau padatan itu sendiri.
kolom Sedangkan fase gerak adalah cairan atau
pelarut atau gas pembawa yang tidak bereaksi
dengan senyawa-senyawa yang di pisahkan.

Klasifikasi:
Prinsip

KROMATOGRAFI

Efesiensi Metode analisis


kolom

Efesiensi kolom dinyatakan sebagai tinggi


plat teoritis (Height Equivalent to a Analisis Analisis
Theoritical Plate/HETP) dan diberi simbol
H, dimana nilai H yang kecil menunjukkan
kualitatif kuantitatif
efesiensi kolom yang tinggi. Faktor-faktor
yang mempengaruhi efesiensi kolom
adalah difusi Eddy, difusi longitudinal dan
perbedaan kecepatan transfer massa yang
terjadi didalam kolom kromatografi
selama proses pemisahan berlangsung