Anda di halaman 1dari 9

PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES

(Telaah dari Sudut Pandang Pendidikan Islam)

TESIS
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Memperoleh
Gelar Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I)
Bidang Konsentrasi Pendidikan Islam

Oleh:
BAIRUS SALIM
NIM. FO340603

PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
KONSENTRASI PENDIDIKAN ISLAM
TAHUN 2008
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan

Berdasarakan paparan dan analisis terhadap metode pembelajaran berbasis

Multiple Intelligences dalam perspektif pendidikan Islam, peneliti menyimpulkan

bahwa:

1. Kecerdasan menurut Teori Multiple Intelligences tidak saja dapat diukur oleh

kemampuan matematika, logika dan bahasa sebagaimana konsep kecerdasan

klasik, melainkan setidaknya ada delapan kecerdasan manusia yang dapat

dikembangkan. Kedelapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan

linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan

kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan

intrapersonal dan kecerdasan naturalis.

2. Teori Multiple Intelligences pada perkembangannya tidak saja merubah

paradigma berfikir tentang kecerdasan tetapi juga menjelma menjadi metode

pebelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga proses pembelajaran dapat

menyenangkan dan tidak monoton.

3. Metode pembelajaran Multiple Intelligences memiliki relevansi yang erat

dengan metode pendidikan Islam, hanya saja konsep dasar teori Multiple

Intelligences tidak seutuh pendidikan Islam. Kendati demikian, metode

Multiple Intelligences berkembang pesat sehingg tampak lebih inovatif dan


kreatif, tidak seperti metode pendidikan Islam yang terkesan lambat dan

konservatif. 1

B. Saran

Oleh karena itu, perpijak pada kesimpulan di atas dan didorong oleh rasa

pengabdian yang tinggi terutama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam

terutama di Negara tercinta ini, ada beberapa hal yang menjadi saran peneliti:

1. Teori Multiple Intelligences sejatinya menjadi bahan renungan bagi para

pendidik untuk kemudian dapat mencerahkan paradigma berfikir tentang

kecerdasan. Kecerdasan selama ini diartikan terlalu sempit sehingga sangat

sulit memproduksi orang-orang cerdas, belum lagi kecerdasan dijadikan tolak

ukur keberhasilan seseorang.

2. Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif, kreatif dan

menyenangkan, tidak ada salahnya para pendidik muslim menggunakan

metode pembelajaran Multiple Intelligences sejauh metode tersebut tidak

melangkahi norma-norma pembelajaran dalam Islam.

3. Perkembangan metode pembelajaran yang begitu pesat, yang di antaranya

adalah metode pembelajaran Multiple Intelligences, diharapkan mampu

membangunkan pendidik-pendidik muslim yang terlelap dalam tidur panjang

mereka sehingga lambat “kalau tidak dikatakan tidak mampu” dalam

1
Dalam hal ini peneliti tidak mengkritisi al-Qur’a>n dan al-Sunnah karena keduanya adalah konsep
yang selalu “uptodate“ melainkan para pemikir atau praktisi pendidikan Islam yang enggan untuk
mengembangkan metode pembelajaran.
mengembangkan metode pembelajaran. Padahal konsep-konsep dasar metode

pembelajaran telah ditawarkan oleh al-Qur’a>n dan al-Sunnah sebagai

pedoman yang akan menyelamatkan umat Islam baik di dunia maupun di

akhirat.

4. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pencerahan terhadap

pendidikan Islam yang pada satu sisi antipati terhadap teori-teori Barat dan

pada sisi yang lain menelan mentah-mentah tanpa ada upaya filter dan kritik.

5. Peneliti mengajak kepada segenap pemikir dan praktisi pendidikan untuk

melakukan penelitian lanjutan terhadap teori Multiple Intelligences sehingga

konsep-konsep dasar yang telah dianalisis dalam tesis ini dapat memberikan

manfaat yang lebih nyata terutama bagi perbaikan metode pembelajaran yang

pada gilirinnya akan berimplikasi pada perbaikan mutu pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Abdurrahman Saleh. Teori-teori Pendidikan Berdasarkan al-Qur’an, terj.


Jakarta: Rineka Cipta, 1990.

Abdurrahman, Jamal. Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah saw., terj.


Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2005.

Afandi, A. Khazin. Hermeneutika dan Fenomenologi dari Teori ke Praktek.


Surabaya: Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel, 2007.

al-Abra>shi>, Muhammad Atiyah., al-Tarbiyah al-Isla>miyah wa Fala>sifatuha>. Beirut:


Da>r al-Fikr, tt.

Agustian, Ary Ginanjar. ESQ Berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam. Jakarta:
Penerbit Arga, 2005.

al-Ahwa>ni>, Ahmad Fua>d. al-Tarbiyah fi> al-Isla>m. Kairo: Da>r al-Ma’arif, tt.

Ali, Muh. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo,
1996.

Amstrong, Thomas. Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan Sekolah


Para Juara. Bandung: Kaifa, 2004.

________. You’re Smarter than You Think, Panduan Menuju Multipel Intelijensi bagi
nak-Ana. Batam: Interaksara, 2004.

________. Membangkitkan Kejeniusan di dalam Kelas Awakening Genius in The


Classroom, terj. Batam: Inter Aksara, 2004.

Ansari, Endang Saifuddin Anshari. Pokok-pokok pikiran tertang Islam. Jakarta:


Usaha Interprise, 1976.

Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 1997.

al-Asqala>ni>, Ahmad Ibn Aly> Ibn Hajar. Fath al-Ba>ri> Sharah Sahi>h al-Bukhari>, Kita>b
al-Raqaq, Bab fi Amal wa Tu>luh, no. 6417, Jilid 13. Beirut: Da>r al-Fikr,
1996.

Baharuddin. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Group,


2007.
al-Bayhaqi>, Abu> Bakar Ahmad Ibn Hasan. al-Adab. Beirut: Da>r al-Kutub al-Ilmiyah,
1986.

Boeree, George. Metode Pembelajaran dan Pengajaran, terj. Jogjakarta: Ar-Ruzz


Media, 2008.

Ba’labaki>, Muni>r. al-Maurid al-Asa>sy> Qa>mu>s Inkli>zi>-Arabi>. Libanon: Beiru>t 2002.

B. Uno, Hamzah. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi


Aksara, 2006.

Darajat, Zakiyah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2000.

Departemen Agama RI. Mus}haf al-Qur’a>n Terjemah. Jakarata: Pena Pundi Aksara,
2006

Departemen Pendidikan RI. Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003


tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Bandung: Citra Umbara,
2003.

Gardner, Howard. Multiple Intelligences Teori dan Praktek, terj. Batam: Inter
Aksara, 2004.

Hidayat, Komaruddin. Memahami Bahasa Agama Sebuah Kajian Hermeneutik.


Jakarta: Paramadina, 1996.

Echols, John M. dan Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta: Gramedia.

E. Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Rosda, 2006.

English, Evelyn William. Gift of Literacy for the Multiple Intelligences Classroom,
terj. “Mengajar dengan Empati, Panduan Belajar Mengajar Tepat dan
Menyeluruh untuk Ruang Kelas dengan Kecerdasan Beragam.” Bandung:
Nuansa, 2005.

Faurah, Hilmi> Muhammad. Al-Murshid fi> Kita>bat al-Abha>th. Beirut: Da>r al-Fikr,
1992.

Ghofir, Abdul. Pengenalan Kurikulum Madrasah. Solo: Ramadhani, 1993.

al-Ghaza>li, Muhammad bin Muhammad Abu> H{a>mid, Mukhtasar Ihya>’ Ulu>m al-Di>n,
Jilid 1. Beirut: Da>r al-Fikr, 1993.
Gustian, Edy. Menangani Anak Under achiever: Anak Cerdas dengan Prestasi
Rendah. Jakarta: Puspa Swara, 2002.

Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, 2007.

Hergenhanhn. An Intoduction to Theory or Learning. New Jersey: Prentica-Hall,


1997.

Hernandes, Hilda. Multicultural Education, A Teacher Guide to Linking Context,


Process, and Content. Ohio: Merrill Prentice Hall, 2001.

Hernowo. Menjadi Guru Yang Mau dan mampu Mengajar. Bandung: Penerbit MLC,
2006.

Hilgard, E.R.. Theories of Learning. New York: Appleton Century, 1956.

Ibn Hambal, Ima>m Ahmad. al-Musnad, Kita>b Musnad al-Fa>dil Ibn Abba>s, no. 1828.
Beirut: Da>r al-Fikr, 1991.

Ibn Khali>fah, Ima>m Muhammad. Sharah Sahi>h Muslim Ikma>l Ikma>l al-Mu’alim Juz
VI. Beirut: Da>r al-Kutub al-Ilmiyah, 1994), 120.

Ilahi, Fadhl. Muhammad Sang Guru Yang Hebat, terj. Surabaya: Elba, 2006.

Illich, Ivan. Deschooling Society. New York: Perennial Library, 1972.

Kha>lid, Naji>b. Min Asa>li>b al-Rasu>l fi> al-Tarbiyah, tej. Mendidik Cara Nabi Saw.,
Bandung: Pustaka Hidayah, 2002.

Mahmu>d, Ibra>him Wajiyah. al-Mura>haqah Khasa>isuha> wa Mushkila>tuha> . tt. Dar al-


Ma>’arif, 1981.

Makanisy,Uthman Qadry. al-Tarbiyah al-Nabawiyah. beirut: Dar Ibn Hazm, 1997.

Mc Graw-Hill. Webster’s College Dictionary. New York: Random House, 1991.

M. Noor HS. Himpunan Istilah Psikologi. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1997.

Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Rosda, 2007.

Munawwir, A.W. Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progresif.


Cet. Ke25, 2002.
Mursi>, Muhammad Sai>d. Fan al-Tarbiyah fi> al-Isla>m, terj. ”Seni Mendidik Anak”
Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2003.

al-Nahlawy, Abd al-Rahman. Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan Islam dalam


Keluaga, di Sekolah dan di Masyarakat, terj. Bandung: Diponegoro, 1992.

al- Nawawy. Riyad al-Salihin, terj. Bandung: PT. al-Ma’rif, 1986.

Poerwadarinta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia Cet 12. Jakarta: Balai
Pustaka, 1991.

_______. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 2005.

al-Qazwani>, Abdulla>h Muhammad bin Yazi>d. Sunan Ibn Ma>jah, Kita>b al-
Mukaddimah, Bab Dzikrul Khawa>rij . Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, tt.

Qutub, Muhammad. Manhaj al-Tarbiyah al-Isla>miyah. Kairo: Da>r al-Shuru>q, Cet.14,


1993.

R. Hoerr, Thomas. Buku Kerja Multiple Intelligences, terj. Bandung: Kaifa, 2007.

Riyanto, Yatim. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Penerbit SIC, 2001.

Rose, Colin. Accelereted Learning for The 21st Century. Bandung: Penerbit Nuansa,
2006.

al-Sajastani>, Abu> Da>ud Sulaima>n Ibn al-Ash’ath. Sunan Abu> Da>ud, Kita>b al-Jiha>d,
Ba>b al-Du’a> Inda al-Liqa>. Beirut: Da>r al-Fikr, 1994.

al-Shaibany, Omar Muhammad al-Toumy. Falsafah Pendidikan Islam, terj. Jakarta:


Bulan Bintang, 1979.

Silberman, Melvin L. Active Learning 101 Strategies to Teach Any Subject. tt, tp,
1996.

Soeito, Samuel. Psikologi Pendidikan untuk Para Pendidik dan Calon Pendidik.
Jakarta: Lembaga Penerbit Fak. Ekonomi, 1982.

Soemarto, Wasty. Psikologi Pendidikan Landasan Karya Pimpinan Pendidikan.


Jakarta: Bina Aksara, 1987.

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda, 2005.
al-Tami>mi>, Izz al-Di>n. Nadzara>t fi al-Tarbiyah al-Isla>miyah. Amma>n: Dar al-Bashi>r,
1985.

Tirtonegoro, Stratinah. Anak Super Normal dan Program Pendidikannya. Jakarta:


Bina Aksara, 1984.

Wahyudi, Ari. Pengantar Metodologi Penelitian. Surabaya: Unesa University Press,


2005.

Wehr, Hans. a Dictionary of Modern Writing Arabic. Weisbaden: Otto Harrassowitz,


1979.