Anda di halaman 1dari 29

RINGKASAN MATERI KESEHATAN

HIV / AIDS

I. RINGKASAN MATERI

A. Pengertian.

Penyakit AIDS tergolong penyakit menular yang lebih banyak ditularkan melalui
hubungan kelamin, berdasarkan penelitian para ahli penyakit ini bersal dari negara – negara
barat khusnya negara yang menganut sitem FREE SEX seperti eropa dan Amerika Serikat.
AIDS ( Acquired immume Deficiency Syndrome ) merupakan gejala kelainan yang
disebabkan oleh kelemahan system kekebalan tubuh. Penyakit ini pertama kali ditemukan
tahun 1979 di Amerika Serikat oleh Michael S Gottlied dan Frederick P Siegal. Dalam
perkembangannya diperoleh kesimpulan bahwa penyebab penyakit AIDS adalah virus HIV (
Human Immunodeficiency Virus ). Penyakit karena HIV / AIDS ditularkan melalui cairan
tubuh manusia misalnya : darah, air mani, dan cairan vagina. Seperti virus lainnya HIV
tidak dapat hidup di luar jaringan hidup dan sebagai sasaran HIV adalah sel darah putih.
Hal – hal yang menyebabkan penularan HIV sangat cepat antara lain :
 bandara internasional, pelabuhan laut dan jaringan jalan raya yang luas, sebagai pintu
masuk penyebaran penularan HIV.
 Mudahnya melintas batas ke negara – negara tetangga yang tingkat penyakit
HIV/AIDS yang tinggi.
 Banyaknya kelompok berisiko tinggi yang menularkan penyakit HIV/AIDS.
 Kecenderungan melakukan perilaku Seks bebas.

B. Penyakit HIV

Untuk dapat masuk ke tubuh manusia, HIV harus masuk langsung ke aliran darah orang
yang bersangkutan, di luar tubuh manusia HIV akan cepat mati misalnya kena air panas,
sabun, dan bahan pencuci hama lain.
HIV hanya dapat ditularkan melalui cairan tubuh dan bersarang pada sel darah putih
tertentu, yang disebut Sel T 4. Oleh karena itu, HIV dapat ditemukan terutama dalam cairan –
cairan tubuh , yaitu dalam darah, air mani dan cairan vagina. Penularan terjadi lewat salah
satu atau lebih cairan tubuh masuk ke aliran darah seseorang. Untuk mengetahui seseorang
tertular HIV harus dilakukan pemeriksaan Laboratorium dengan mengambil sample
darahnya. Seseorang bisa diketahui tertular HIV setelah masa kurang lebih 3 bulan dari hasil
pemeriksaan. Kemungkinan selama masa itu ia telah menularkan kepada orang lain.

C. Penyakit AIDS ( Acquired Immume Deficiency Syndrome )

Setelah 5 – 10 tahun tertular HIV, penderita mulai menunjukkan gejala bermacam


macam penyakit yang muncul karena rendahnya daya tahan tubuh. Syndrome adalah
kumpulan gejala, Immune berarti kekebalan, sedangkan Acquired berarti diperoleh atau
didapat. AIDS bukan penyakit keturunan, tetapi didapat karena terinfeksi virus HIV. Jadi
AIDS adalah penyakit yang disebabkan karena turunnya system kekebalan tubuh seseorang.
Virus HIV ini akan menyerang sel – sel darah putih sehingga system kekebalan tubuh kita
akan menurun. Tahap- tahap HIV menjadi AIDS adalah sebagai berikut :
 Tahap awal infeksi HIV
Gejalanya mirip influenza, tetapi gejala ini hanya berlangsung beberapa hari / minggu
kemudian hilang dengan sendirinya.
 Tahap tanpa gejala
Meskipun tidak menunjukkan gejala tetapi pada tes darah ditemukan anti bodi HIV, masa ini
berlangsung 5 – 7 tahun.
 Tahap ARC ( AIDS Related Complex )
Apabila didapati dua gejala atau lebih misalnya, demam disertai keringat dingin malam
selama lebih dari 3 bulan, berat badan mengalami penurunan lebih dari 10 %.
 Tahap AIDS
Muncul Infeksi lain yang berbahaya misalnya, ( TBC, Jamur dll ), karena kekebalan tubuh
telah demikian rusak, hal ini disebut infeksi Oportunistik, dan juga terjadi kanker kulit dan
getah bening.
 Tahap gangguan Otak / Susunan syaraf pusat
Hal ini mengakibatkan gangguan mental yang akan mengakibatkan kematian. Gangguan
mental yang terjadi adalah. Dimensia ( gangguan daya ingat ), penurunan kesadaran,
gangguan psikotik, depresi dan gangguan syaraf.

D. Cara penularan HIV / AIDS

HIV biasa ditularkan melalui hubungan seksualdengan lawan jenis atau sejenis , serta
lewat darah dan transplantasi organ tubuh yang terinfeksi HIV ( pemakaian jarum suntik,
tindik atau tato yang mengandung HIV ).
Orang yang memiliki resiko tinggi terinfeksi HIV adalah :
1. Hubungan seksual orang yang terinfeksi HIV.
2. Penggunaan jarum suntik, tindik tato tidak steril.
3. Tranfusi darah yang tercemar HIV.
4. Bayi yang dikandung, dilahirkan dan disusui ibu yang terinfeksi HIV.

E. Pencegahan HIV / AIDS

Ada beberapa macam cara pencegahan HIV / AIDS.

1. Pencegahan melalui kontak seksual.


2. Pencegahan melalui darah.
3. Pencegahan penularan ibu kepada anak.
4. Pencegahan melalui pendidikan gaya hidup.

Pengertian Dan Cara Penularan Hiv/Aids


HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan
AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak
sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan
penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.Virus HIV menyerang sel CD4 dan
merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya
sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem
kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita
tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
A. Penyakit AIDS

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan
dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV
membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat
berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan
tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh
Virus HIV. Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi
AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang
mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun
vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.

 Cara penularan :
1. Lewat cairan darah : Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIV
Lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian
tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna Narkotika
Suntikan
Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya :
peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat
tindik, tato, dan alat facial wajah
2. Lewat cairan sperma dan cairan vagina : Melalui hubungan seks penetratif (penis
masuk kedalam Vagina/Anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga
memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan
seks lewat vagina) ; atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin
terjadi dalam hubungan seks lewat anus.
3. Lewat Air Susu Ibu : Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV
positif, dan melahirkan lewat vagina; kemudian menyusui bayinya dengan ASI.
Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar
hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3
bayi yang lahir dengan HIV positif.
Secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang
tercemar HIV) l Lewat alat-alat (jarum suntik, peralatan dokter, jarum tato, tindik, dll) yang
telah tercemar HIV karena baru dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV dan tidak disterilisasi
terlebih dahulu. Karena HIV – dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi orang lain-
ditemukan dalam darah, air mani dan cairan vagina Odha. Melalui cairan-cairan tubuh yang
lain, tidak pernah dilaporkan kasus penularan HIV (misalnya melalui: air mata, keringat, air
liur/ludah, air kencing). Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV
tanpa memakai kondom l Melalui transfusi darah l Melalui alat-alat tajam yang telah
tercemar HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, dll) l Melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV
kepada janin yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya.
Dalam satu kali hubungan seks secara tidak aman dengan orang yang terinfeksi HIV
dapat terjadi penularan. Walaupun secara statistik kemungkinan ini antara 0,1% hingga 1%
(jauh dibawah risiko penularan HIV melalui transfusi darah) tetapi lebih dari 90% kasus
penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seks yang tidak aman.
karena kegiatan sehari-hari Odha tidak memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh
yang menularkan HIV. Kita tidak tertular HIV selama kita mencegah kontak darah dengan
Odha dan jika berhubungan seks, kita melakukannya secara aman dengan memakai kondom
Seorang Odha kelihatan biasa, seperti halnya orang lain karena tidak menunjukkan gejala
klinis. Kondisi ini disebut “asimptomatik” yaitu tanpa gejala. Pada orang dewasa sesudah 5-
10 tahun mulai tampak gejala-gejala AIDS.
Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV, karena epitel
mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina,
sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal,
perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh.
Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan
HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut,
juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.
 AIDS tidak ditularkan melalui:
 Makan dan minum bersama, atau pemakaian alat makan minum bersama.
 Pemakaian fasilitas umum bersama, seperti telepon umum, WC umum, dan kolam
renang.
 Ciuman, senggolan, pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya.
 Lewat keringat, atau gigitan nyamuk

B. CARA PENCEGAHAN:

 Gunakan selalu jarum suntik yang steril dan baru setiap kali akan melakukan
penyuntikan atau proses lain yang mengakibatkan terjadinya luka
 Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks aman (artinya : hubungan seks yang
tidak memungkinkan tercampurnya cairan kelamin, karena hal ini memungkinkan
penularan HIV)
 Bila ibu hamil dalam keadaan HIV positif sebaiknya diberitahu tentang semua resiko
dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya sendiri dan bayinya,
sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan.

 Ada tiga cara:


 Abstinensi (atau puasa, tidak melakukan hubungan seks)
 Melakukan prinsip monogami yaitu tidak berganti-ganti pasangan dan saling setia
kepada pasangannya
 Untuk yang melakukan hubungan seksual yang mengandung risiko, dianjurkan
melakukan seks aman termasuk menggunakan kondom

 Ada dua hal yang perlu diperhatikan:


 Semua alat yang menembus kulit dan darah (jarum suntik, jarum tato, atau pisau
cukur) harus disterilisasi dengan benar
 Jangan memakai jarum suntik atau alat yang menembus kulit bergantian dengan orang
lain

C. TANDA-TANDA SESEORANG TERTULAR HIV

Sebenarnya tidak ada tanda-tanda khusus yang bisa menandai apakah seseorang telah
tertular HIV, karena keberadaan virus HIV sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang
(5 sampai 10 tahun hingga mencapai masa yang disebut fullblown AIDS). Adanya HIV di
dalam darah bisa terjadi tanpa seseorang menunjukan gejala penyakit tertentu dan ini disebut
masa HIV positif. Bila seseorang terinfeksi HIV untuk pertama kali dan kemudian
memeriksakan diri dengan menjalani tes darah, maka dalam tes pertama tersebut belum tentu
dapat dideteksi adanya virus HIV di dalam darah. Hal ini disebabkan kaena tubuh kita
membutuhkan waktu sekitar 3 – 6 bulan untuk membentuk antibodi yang nantinya akan
dideteksi oleh tes darah tersebut. Masa ini disebut window period (periode jendela) . Dalam
masa ini , bila orang tersebut ternyata sudah mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya
(walaupun belum bisa di deteksi melalui tes darah), ia sudah bisa menularkan HIV melalui
perilaku yang disebutkan di atas tadi. Secara umum, tanda-tanda utama yang terlihat pada
seseorang yang sudah sampai pada tahapan AIDS adalah:
 Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat
 Demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
 Diare berkepanjangan (lebih dri satu bulan)
 Batuk berkepanjagan (lebih dari satu bulan)
 Kelainan kulit dan iritasi (gatal)
 Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
 Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher,
ketiak dan lipatan paha.
NARKOBA
I. RINGKASAN MATERI

A. Pengertian
Narkoba atau Napza adalah obat / bahan / zat, yang bukan tergolong makanan.
Apabila seseorang mengkosumsi Narkoba hal ini akan berpengaruh terutama pada kerja
susunan syaraf pusat ( otak ). Narkoba ( narkotika, psikotropika, dan obat terlarang )
merupakan istilah dari penegak hukum dan Masyarakat , karena zat ini sangat berbahaya
kalau dikosumsi secara illegal maka penggunaan, pembuatan dan peredarannya dii atur di
dalam undang – undang. Barang siapa menggunakan, mengedarkan di luar ketentuan
hokum, maka akan dikenai sangsi pidana penjara dan hukuman denda.
Napza ( narkotika, psikotropika, zat aditif lain ) merupakan istilah dalam dunia
kedokteran di sini penekannanya pada pengaruh keteergantungannya. Oleh karena itu selain
narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur
dalam undang – undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalah gunakan.
Sebagian jenis narkoba dapat digunakan pada pengobatan, tetapi karena menimbulkan
Ketergantungan, penggunaannya sangat terbatas sehingga harus berhati – hati dan harus
mengikuti petunjuk dari dokter.

B. Jenis – Jenis Narkoba

Karena bahaya yang ditimbulkannya akibat pemakaian narkoba/ penyalahgunan


narkoba maka penggunaan dan peredaran narkoba diatur dalam perundang – undangan yaitu
Undang – Undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika, Undang – undang Nomor
5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Berikut penggolongan narkoba menurut peraturan
Perundang – undangan yang berlaku :

1. Narkotika
Yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan, baik sintetis maupun
semi, yang dapat menurunkan kesadaran, menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri.
Menurut UU Nomor 22 tahun 1997 narkotika dibagi menurut potensi penyebab
ketergantungannya :
a. Narkotika golongan I . Contoh : heroin, kokain dan ganja, sedang putauw adalah
heroin tidak murni ( bubuk )
b. Narkotika golongan II . Contoh : morfin, petidin, dan metadon.
c. Narkotika golongan III . Contoh : kodein

2. Psikotropika
Yaitu zat atau obat baik alamiah maupun sintetis yang berkhasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas
perilaku dan mental, golongan ini dibagi menjadi :
a. Psikotropika golongan I . contoh : Ekstasi.
b. Psikotropika golongan II . contoh : amfetamin, metamfetamin ( sabu ) , fensiklidin
dan Ritalin.
c. Psikotropika golongan III . contoh : pentobarbital dan flunitrazepam.
d. Psikotropika golongan IV . contoh : diazepam, klobazam, fenobarbital, barbital,
nipam, pil BK/koplo dll.
3. Zat Psiko – Aktif lain.
a. Alkohol.
b. Inhalansia/ solven.
c. Nikotin
d. Kafein

Kegunaan dari zat – zat aditif di bawah ini menurut organisasai kesehatan Sedunia (
WHO )
a. Opioida : mengurangi rasa nyeri dan menyebabkan mengantuk atau turunnnya
kesadaran
b. Ganja : meningkatkan daya khayal / perasaan riang.
c. Kokain : meningkatkan aktifitas otak / organ tubuh lain.
d. Amfetamin : meningkatakan daya stimulant.
e. Alkohol : mempengaruhi kesadaran.
f. Sedativa : menimbulkan rasa mengantuk.

C. Dampak Penyalahgunaan Narkoba.


Semua jenis Narkoba akan mengubah perasaan dan cara berpikir seseorang, tergantung
pada jenisnya , narkoba napat menyebabkan :
1. Perubahan pada suasana hati ( menenagkan, rileks, gembira dan rasa bebas )
2. Perubahan pada pikiran ( stress hilang, dan meningkatkan daya khayal )
3. Perubahan pada perilaku ( meningkatkan keakraban, menghambat nilai dan lepas
kendali )

 Sedangkan akibat penyalah gunaan Narkoba adalah sebagai berkut :

1. Bagi diri sendiri


a. terganggu fungsi otak dan perkembangan normal remaja.
b. Intoksikasi ( keracunan )
c. Overdosis ( OD )
d. Gejala putus Zat.
e. Berulang kali kambuh.
f. Gangguan perilaku / mental – social.
g. Gangguan Kesehatan.
h. Kendornya nilai nilai social.
i. Keuangan dan hokum

2. Bagi Keluarga
Suasana hidup yang rukun dan damai terusik, karena banyak barang yang hilang, anak ber
berbohong, mencuri menipu, bersikap apatis terhadap keluaraga dan hidup semaunnya.
Sehingga hal ini akan menyebabkan kekurang harmonisan di dalam suatu keluarga.

3. Bagi Sekolah
Narkoba merusak disiplin, motivasi, dan semangat belajar, sehingga konsentrasi belajar
Menurun sehingga prestasi akademik menjadi turun drastis. Penyalah gunaan narkoba ini
Berkaitan dengan tindak kriminalitas sehingga akan mengganggu proses belajar mengajar di
lingkungan sekolah, karena siswa menjadi acuh dan tidak menghormati pihak lain.
4. Bagi Masyarakat Bangsa dan Negara.
Masyarakat yang rawan terhadap narkoba tidak memilki daya tahan sehingga kesinambungan
pembangunan akan terancam. Negara menderita kerugian karena masyarakatnya tidak
produktif dan tingkat kejahatan meningkat.

D. Perundang – Undangan Narkoba


Undang Undang mengenai Narkoba diataur dalam Undang Undang Nomor 22 tahun 1997
tentang NARKOTIKA dan Undang Undang Nomor 5 tahun 1997, tentang
PSIKOTROPIKA adapun isi dari Undang – undang tersebut anatara lain mengatur tentang :

1. Mabuk – mabukan / minum minuman keras.


a. Akibat mabuk dari minum minuman keras melanggar KUHP Pasal 300, dikenai
pidana penjara paling lama 1 tahun.
b. Mabuk di tempat umum dan mengganggu ketertiban, melanggar pasal 492 KUHP dan
dipidana kurungan 6 hari atau denda.

2. Menggunakan Narkoba bagi diri sendiri / orang lain.


a. Narkotika hanya digunakan untuk kepentingan pengobatan atau ilmu pengetahuan UU
Narkotika Pasal 4; UU Psikotropika Pasal 4 )
b. Menggunakan Narkotika golongan I bagi diri sendiri , dipidana penjara paling lama 4
thn, gol. II 2 th dan gol III th ( UU Narkotika pasal 85 )
c. menggunakan Narkotika bukan untuk tujuan ilmu pengetahuan Psikotropika Gol. I
diluar ketentuan hukum dapat dipidana 4 – 15 tahun penjara dan denda 15 juta
hingga 750 juta rupiah ( UU Psikotropika Pasal 59 )
d. Menggunakan narkotika untuk orang lain atau memberikan narkotika Gol I untuk di
gunakan orang lain , dipidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling
banyak 750 juta, Gol. II 10 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah, Gol. III 5 tahun
penjara dan denda 250 juta rupiah ( UU Narkotika Pasal 84 )
e. Pengguna psikotropika untuk pengobatan harus dengan bukti yang sah ( Pasal 36 )
f. Barang siapa tidak melapor adanya penyalah gunaan narkotika atau pemilikan
psikotro pika secara tidak sah piodana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling
banyak 20 juta rupiah ( Pasal 64 ).

3. Kewajiban Menjalani Pengobatan dan atau Perawatan bagi Pecandu Narkotika ( UU


No. 22 / 1997 tentang Narkotika. )
4. Memproduksi dan mengedarkan Narkoba.
a. Memproduksi, mengimpor, mengedarkan maupun menyimpan Psikotropika gol I
dapat dipidana penjara 4 – 15 tahun, dan denda 150 – 175 juta rupiah ( UU
Psikotropika Pasal 59 )
b. Barang siapa tanpa hak dan melawan hukum menanam, memelihara, memiliki,
menyimpan , menjadi perantara jual – beli, atau menukar narkotika gol I diancam
hukuman 4 th penjara – hukuman mati atau penjara seumur hidup, dan denda 100 juta
– 5 miliar rupiah ( UU Narkotika Pasal 78, 80, 81, 82 ).

E. Jenis – jenis Narkotika, Obat, dan Zat terlarang

a. Ganja ( Canabis Sativa, Mariyuana, Indian Hemp )


Bagian yang digunakan daun dan ujung tangkai dipotong – potong lalu dikeringkan., cara
pengeringannya sama dengan mengeringkan tembakau rakyat , penggunaannya biasanya
melalui rokok.
Macam – macam ganja antara lain :
1. Ganja tembakau.
2. Hasish ( getah ganja ) diperoleh dari penylingan tumbuh – tumbuhan ganja, daya
kekuatannya lebih dari ganja tembakau.
3. Tetrahydro (THC ), kadar tetrahydro yang tinggi terdapat pada bunga yang mulai
mekar. Tetrahydro mempunyai unsure aktif sebagai Hallucinogenit Subtance ( zat
atau factor yang menjadi penyebab (halusinasi / khayalan) pada seseorang.

b. Candu
Bagian yang digunakan adalah buah yang hamper masak disadap mulai pangkal hingga
ujung buah, setealah getahnya mongering lalu dikumpulkan kemudian diolah untuk
mendapatkan candu mentah.
Macam – macam Candu, antara lain :
1. Candu merah
2. Candu masak.

c. Morphine
Morphine adalah zat utama yang berkhasiat narkotika yang terdapat pada candu mentah,
diperoleh dengan cara pengolahan kimia. Daya kerja morphine adalah 5 sampai dengan 10
kali lebih kuat dari candu.

d. Heroin
Diperoleh dengan jalan mengolah morphine lebih lanjut secara kimia dan berbentuk
serbuk atau kristal atau mungkin juga batangan / padat.

e. Jenis – jenis narkotika lainnya

1. VSP
Fepper Upper Pep Fillis adalah istilah yang digunakan untuk menggunakan narkotika –
narkotika yang memberikan perasaan vitalitas yang sering digunakan remaja adalah
Amphetamine.
Obat – obatan yang mengandung Amphetamines antara lain :
a. Beusadrine.
b. Dexodrine.
c. Desbotol.
d. Dexamiyl.
e. Narkotika lain yang termasuk VPS, yang memiliki efek sampingan antara lain :
f. Cocain.
g. Preludine.
h. Retaline

f. Obat Penenang ( Pil BK )


Pil BK adalah singkatan dari Bhinneka Kimia Farma nama sebuah pabrik yang
memproduksi berbagai obat. Pada jaman penjajahan belanda, pabrik tersebut bernama
Bandungsche Kinine Fabrriek. Pil BK merupakan jenis obat penenang . Jenis jenis obat
penenang anatara lain :
a. Valium.
b. Lebrium.
c. Mentalium.
d. Kalman.
e. Pil Bk.

g. Obat Tidur
Jenis – jenis obat tidur antara lain :
1. Megadon.
2. Mandrax.
3. Rahipal.
4. Casadon.
5. Secanol.
PENYAKIT KELAMIN
I. Ringkasan Materi

A. Beberapa Penyakit yang Termasuk Penyakit Kelamin


Penyakit kelamin banyk terdapat di setiap Negara, baik Negara yang sedang berkembang
maupun yang sudah maju, dan tersebar luar pada semua lapisan masyarakat baik miskin
maupun kaya. Banyaknya penyakit kelamin pada masyarakat, mencerminkan keadaan social
penderita karena sebagian besar tergantung pada tingkah laku manusia, factor psikologis, dan
keadaan ekonominya. Pada dewasa ini, walaupun ada pengobatan yang efektif dan diagnosa
terpercaya, kenyataannya seluruh dunia ada dalam genggaman epedemi penyakit kelamin.
Beberapa alasan yang menyebabkan makin lama pegidap penyakit kelamin semakin banyak
dikarenakanbeberapa hal antara lain :
1. Kurangnya pengertia / kesadaran masayarakat terhadap bahaya – bahaya penyakit
kelamin baik bagi dirinya maupun keturunannya .
2. Meningkatnya kebebasan. Bergaul antara muda – mudi pada khususnya dan
masayarakat pada umumnya.
3. Keadaan social ekonomi masayarakat pada umumnya.
4. Kurang patuhnya terhadap norma – norma kesusilaan dan agama.

 Jenis – jenis penyakit kelamin yang terpenting adalah :


a. Gonorrhoea disebabkan oleh bakteri Neiseria Gonorrhoea.
b. Syphilis disebabkan oleh bakteri Treponema Pallida.
c. Ulcus Molle disebabkan oleh bakteri Haemophhilus Ducreyi.
d. Lymphogranuloma Venereum disebabkan oleh virus Lymphogranuloma Venereum.
e. Granuloma Inguinale disebabkan oleh Donovania Granulomatis.

1. Penyakit Syphilis

Penyebab penyakit Syphilis, Penyakit syphilis yang sering disebut pennyakit raja singa
disebabkan oleh bakteri yang disebut Spirochaeta Pallida. Bakteri jenis ini terdapat diseluruh
dunia, termasuk di Indonesia.

 Ada 4 macam gejala penyakit syphilis

 Tingkat 1

Setelah masa tunas yang waktunya 1-3 minggu di sekitar kemaluan terjadi suatu benjolan
kecil. Kulit di atas benjolan itu akan rusak kemudian menjadi luka yang bentuknya bulat atau
bulat telur ( oval ) . Tepi luka kemudian mengeras lalu meninggi , dan bila dipijat tidak terasa
sakit . Luka ini disebut ulcus durum.
Sekitar 3 minggu kemudian terjadilah pembengkakkan pada kelenjar lipat paha. Gejala ini
disebut primer affect. Penderita merasa sedikit sakit dan suhu badan meninggi, tetapi tidak
semua penderita mengalami sedikit sakit dan suhu badan tinggi. Ada pula penderita yang
tidak merasa sakit.

 Tingkat 2
Pada tingkat ini seluruh tubuh penderita timbul bercak – bercak kecil berwarna merah dan benjol –
benjol kecil bulat . Pada umumnya penderta tidak merasa nyeri atau gatal – gatal . Keadaan ini akan
berlangsung beberapa tahun tanpa ada kejadian apa – apa.

 Tingkat 3

Pada alat – alat tubuh timbul benjolan – benjolan yang disebut Gumma, mungkin gumma – gumma
ini terdapat di tulang – tulang, hati, jantung, otak, pembuluh darah, urat syaraf dan lain – lain, keadaan
ini berlangsung selama beberapa tahun.

 Tingkat 4

Tingkat 4 disebut Neurolues

2. Penyakit Gonorrhoe

 Penyebab Gonorrhoe
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut gonococ, penularannya hampir selalu
karena persetubuhan.

 Gejala - gejalannya
Setelah masa tunas yang lamanya 1 – 3 hari, penderita mengeluh dalam hal buang air kecil.
Mula – mula merasa panas dan nyeri sewaktu buang air kecil. Selanjutnya keluar nanah dari
saluran kencing. Seterusnya selalu ingin buang air kecil, tetapi yang keluar hanya sedikit
disertai rasa panas dan nyeri. Air seni yang keluar bercampur nanah. Gejala ini sebagai tanda
bahwa penyakit sudah menjalar ke saluran yang menuju ke kelenjar buah zakar, yaitu
kelenjar yang membuat sel – sel kelamin. Apabila terjadi penyumbatan, orang tersebut
mungkin mandul untuk selama – lamanya..
Pencegahannya melalui pelacuran.

3. Klamidia (Chlamydia)
a. Pengertia
Chlamydia tergolong salah satu penyakit menular seksual (sexual transmitted diseases),
seperti kencing nanah, sifilis, dan tentu HIV/AIDS. Bedanya dengan HIV, chlamydia masih
bisa disembuhkan.

b. Gejala
Gejala mula timbul dalam waktu 3-12 hari atau lebih setelah terinfeksi. Pada penis atau
vagina muncul lepuhan kecil berisi cairan yang tidak disertai nyeri. Lepuhan ini berubah
menjadi ulkus (luka terbuka) yang segera membaik sehingga seringkali tidak diperhatikan
oleh penderitanya. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada salah satu
atau kedua selangkangan.
Kulit diatasnya tampak merah dan teraba hangat, dan jika tidak diobati akan terbentuk lubang
(sinus) di kulit yang terletak diatas kelenjar getah bening tersebut.
Dari lubang ini akan keluar nanah atau cairan kemerahan, lalu akan membaik; tetapi
biasanya meninggalkan jaringan parut atau kambuh kembali. Gejala lainnya adalah demam,
tidak enak badan, sakit kepala, nyeri sendi, nafsu makan berkurang, muntah, sakit punggung
dan infeksi rektum yang menyebabkan keluarnya nanah bercampur darah. Akibat penyakit
yang berulang dan berlangsung lama, maka pembuluh getah bening bisa mengalami
penyumbatan, sehingga terjadi pembengkakan jaringan. Infeksi rektum bisa menyebabkan
pembentukan jaringan parut yang selanjutnya mengakibatkan penyempitan rektum. Kuman
chlamydia bisa juga menyerang selaput lendir bola mata yang dikenal sebagai penyakit
trachoma. Bila dibiarkan tanpa pengobatan, trachoma bisa berakhir dengan kebutaan. Pada
bayi, kuman chlamydia bisa menyerang paru-paru dan menimbulkan radang paru-paru
(pneumonia).

c. Penyebab dan Mekanisme Penularan


Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Selain menular pada
kelamin, chlamydia tak jarang pula bisa ditularkan lewat liang dubur jika melakukan sodomi.
Dapat pula melalui rongga mulut jika melakukan oral seks dengan pasangan seks yang positif
chlamydia. Selain itu chlamydia juga lebih gampang berjangkit pada mereka yang sudah
memiliki penyakit menular seksual lain sebelumnya, dan berisiko tinggi pula pada mereka
yang pasangan seksnya sudah positif mengidap salah satu penyakit STD. Bayi baru lahir
berisiko tertular chlamydia pada matanya jika tidak dicegah dengan salep mata begitu
dilahirkan.

d. Pencegahan dan Pengobatan


Cara yang paling baik untuk mencegah penularan penyakit ini adalah abstinensia
(tidak melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang diketahui menderita
penyakit ini). Untuk mengurangi resiko tertular oleh penyakit ini, sebaiknya menjalani
perilaku seksual yang aman (tidak berganti-ganti pasangan seksual atau menggunakan
kondom). Untuk pengobatan dapat diberikan Tetrasiklin, Azithromisin, Erythromycin,
Erythromycin base, Ofloxacin.

4. Herpes Genital
a. Pengertian
Herpes Genitali adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease), ditandai
dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter
kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada
permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang
berwarna kemerahan.
Saat ini dikenal dua macam herpes yakni herpes zoster dan herpes simpleks. Kedua
herpes ini berasal dari virus yang berbeda.

b. Gejala
Herpes genitalis primer memiliki masa inkubasi antara 3 - 7 hari. Gejala yang timbul
dapat bersifat berat tetapi bisa juga tidak tampak, terutama apabila lukanya berada di
daerah mulut rahim pada perempuan. Pada awalnya, gejala ini didahului oleh rasa
terbakar beberpa jam sebelumnya pada daerah dimana akan terjadi luka. Setelah luka
timbul, penderita akan merasakan gejala seperti tidak enak badan, demam, sakit
kepala, kelelahan, serta nyeri otot. Luka yang terjadi berbentuk vesikel atau
gelembung-gelembung. Kemudian kulit tampak kemerahan dan muncullah vesikel
yang bergerombol dengan ukuran sama besar. Vesikel yang berisi cairan ini mudah
pecah sehingga menimbulkan luka yang melebar. Bahkan ada kalanya kelenjar getah
bening di sekitarnya membesar dan terasa nyeri bila diraba.
Pada pria gejala akan tampak lebih jelas karena tumbuh pada kulit bagian luar
kelenjar penis, batang penis, buah zakar, atau daerah anus. Sebaliknya, pada wanita
gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. Herpes genitalis pada wanita
biasanya menyerang bagian labia majora, labia minora, klitoris, malah acap kali leher
rahim (serviks) tanpa gejala klinis. Gejala itu sering disertai rasa nyeri pada saluran
kencing. Pada orang dewasa, penyakit ini jarang menyebabkan kematian.
c. Penyebab dan Mekanisme Penularan
Penyakit ini disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex
Virus type II). Baik HSV-1 maupun HSV-2 menular melalui kontak kulit, ciuman,
hubungan seks dan oral seks. Herpes paling mudah ditularkan pada masa terjadinya
luka aktif. Akan tetapi virus juga dapat menyebar selama tidak ada gejala yang
tampak, dan ditularkan dari daerah yang kelihatannya tidak aktif. Sebagian besar
penularan herpes genitalis ini terjadi melalui kontak seksual. Sulitnya, kadang-kadang
penderita tidak sadar bahwa ia sedang kambuh, sehingga dengan melakukan
hubungan seks yang tidak terlindungi, ia menularkan virus ini ke pasangannya.
d. Pencegahan dan pengobatan
Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak kulit, ciuman, oral
sex, atau berhubungan seksual. Untuk penyembuhan, harus dilakukan penanganan
serius, karena belum ada vaksin ataupun obat yang efektif. Obat yang diberikan oleh
dokter semisal salep atau pun antivirus hanya dapat menyembuhkan luka herpes dan
mencegah menyebarnya virus, sehingga herpes dapat sembuh sewaktu-waktu.

5. Genital Wart
a. Pengertian
Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling
vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual.

b. Gejala
Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembap.
Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit
depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina,
leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di
daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang
melakukan hubungan seksual melalui dubur.
Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai
pembengkakan kecil yang lembut, lembap, berwarna merah atau pink. Mereka
tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai. Pada suatu daerah seringkali tumbuh
beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga
kol (blumkol).
Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau
pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang
kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat.

c. Penyebab dan Mekanisme Penularan


Genital Wart disebabkan oleh Virus papilloma. Pada wanita, virus papiloma tipe 16
dan 18, yang menyerang leher rahim tetapi tidak menyebabkan kutil pada alat kelamin
luar dan bisa menyebabkan kanker leher rahim. Virus tipe ini dan virus papiloma
lainnya bisa menyebabkan tumor intra-epitel pada leher rahim (ditunjukkan dengan
hasil Pap-smear yang abnormal) atau kanker pada vagina, vulva, dubur, penis,mulut,
tenggorokan atau kerongkongan.

d. Pencegahan dan pengobatan


Kutil pada alat kelamin luar bisa diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan) atau
pembedahan dengan bius lokal. Pengobatan kimiawi, seperti podofilum resin atau
racun yang dimurnikan atau asam trikloroasetat, bisa dioleskan langsung pada kutil.
Tetapi pengobatan ini memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan,
bisa melukai kulit di sekelilingnya dan sering gagal. Kutil di uretra bisa diobati
dengan obat anti kanker seperti tiotepa atau florourasil. Pilihan lainnya adalah
pengangkatan kutil dari uretra melalui pembedahan endoskopik. Kutil genitalis sering
kambuh dan memerlukan pengobatan ulang. Pada pria yang belum disunat,
kekambuhan bisa dicegah dengan menjalani penyunatan.

6. Hepatitis B
a. Pengertian
Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B"
(VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati
akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati
atau kanker hati. Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi
epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di
Tiongkok dan berbagai negara Asia.

b. Gejala
Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual
sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada
perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih
pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna
seperti teh.

c. Penyebab dan Mekanisme Penularan


Penyebab Hepatitis ternyata tak semata-mata virus. Keracunan obat, dan paparan
berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform,
arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern,
bisa juga menyebabkan Hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup
atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam
darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke
dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun
lain.
Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis
B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah
persalinan.
Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik
telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara
bersama-sama (Hanya jika penderita memiliki penyakit mulut (sariawan, gusi
berdarah,dll) atau luka yang mengeluarkan darah) serta hubungan seksual dengan
penderita.
d. Pencegahan dan pengobatan
Pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi, tidak menggunakan barang orang lain,
melakukan hubungan seks yang aman dan sehat, Jika terinfeksi hepatitis B jangan
mendonorkan darah, membersihkan ceceran darah, dan menjaga kebersihan.
Pengobatan dapat dilakukan dengan makan bergizi, istirahat total, pemberian obat
penurun panas dan anti mual. Jika, hepatitis B sudah kronis, maka dokter akan
memberikan suntikan interferon alfa dan interferon beta. Cara pengobatan lain adalah
dengan tablet yang diminum setiap hari, yaitu Lamivudin, Hepsera, Atikavir dan
Telbivudin. Waktu pengobatan dengan tablet membutuhkan waktu satu tahun penuh
dengan biaya yang lebih murah.
Setelah melalui tahapan pengobatan, penderita Hepatitis B tetap harus melakukan cek
kesehatan hati mereka setiap 6 bulan secara rutin.
Pengobatan dan pencegahan dapat dilakukan pula dengan mengkonsumsi tanaman-
tanaman herbal seperti kunyit, mengkudu, dsb.

B. Cara Penularannya

Penularan penyakit kelamin melalui kontak langsung dengan penderita ( hubungan


kelamin ) ataupun tak langsung melalui benda – benda terkontaminasi.Syphilis dapat pula
diturunkan dari seorang ibu kepada bayi yang sedang dikandungnya.

C. Usaha Pencegahan penyakit kelamin.

1) Pengobatan kepada penderita.


2) Pengawasan sumber penularan.
3) Tidak melakukan hubungan kelamin dengan penderita.
4) Memberikan pendidikan dan penerangan kepada masyarakat bahaya yang
ditimbulkannya dari penyakit kelamin.

D. PENGOBATAN TRADISIONAL

Meskipun sarana untuk meningkatkan kesehatan dengan obat – obatan modern semakin
dirasakan faedahnya, tetapi minat masyarakat terhadap obat – obatan tradisional tidak
menunjukkan gejala menurun, tetapi sebaliknya tampak menunjjukka gejala yang meningkat .
Pada uraian di bawah ini akan diberikan pengetahuan tentang tumbuh – tumbuhan yang dapat
dipergunakan sebagai ramuan obat – obatan tradisional dengan sebutan ” Apotik Hidup ”
Dengan tersediannya tanaman obat di sekitar kita, maka dengan mudah kita dapat
memperolhnya dan sewaktu – waktu membutuhkan tidak akan menemui kesulitan.
Tanaman – tanaman obat yang akan diuraikan pada buku ini dibagi menjadi 4 bagian :
1. Tanaman obat jenis umbi – umbian.
2. Tanaman obat jenis perdu / pohon kecil.
3. Tanaman obat jenis tanaman merambat.
4. Tanaman obat jenis pohon besar.

1) Tanaman obat jenis umbi - umbian


Tanaman obat jenis umbi – umbian antara lain bawang putih, bengle, bidara upas, dringo, gadung, jahe, kunci, kunyit,
lengkuas, lempuyang wangi, talas, temu giring, temu hitam dan temu lawak.
a. Bawang Putih, Mempunyai nama ilmiah Allium Sativum dan dapat digunakan
sebagai obat batuk.
b. Bengle, Nama latinnya Zingiber Cassumunar Roxb dapat digunakan untuk mengobati cacingan
c. Bidara upas, Nama lainnya Merrema Mammosa Hall dapat digunakan sebagai ramuan obat kencing manis.
d. Dringo, Nama latinnya Acorus calamus L yang berasal dari Laut Hitam Laut kaspia dan India. Dringo
digunakan sebagai campuran ramuan jamu bagi orang yang mengandung 3 bulan.
e. Jahe, Nama latinnya Zingiber Officinale Roxb , jahe dapat digunakan untuk
bermacam – macam ramuan obat anatara lain untuk ramuan obat batuk bronchitis.
f. Kencur, Nama ilmiahnya Kaempferia galanga L dapat digunakan sebagai obat batuk.

2) Tanaman Obat Jenis Perdu / Pohon Kecil


Tanaman obat jenis pohon perdu / pohon kecil anatara lain akar binasa, daun asam, daun
duduk, daun encok, daun wungu, delima, gandapura, jarak kosta, jeruk kingkit, legundi, lidah
ayam, pulutan, patah tulang, sambiloto, sari gading.

3) Tanaman obat Jenis Tumbuhan Merambat.

Tanaman jenis ini anatara lain cincau, daun kaki kuda, daun prasman, gambir hutan,
kecibeling, lada panjang, tali putri.
a. Cincau dapat digunakan sebagai obat sakit perut atau obat demam.
b. Daun kaki kuda dapat digunakan sebagai obat peluruh air seni.
c. Gambir hutan digunakan sebagai obat sakit kuning.
d. Kecibeling digunakan sebagai ramuan obat sakit batu ginjal
e. Lada panjang digunakan sebagai obat radang mulut.
f. Nanangkaan digunakan sebagai obat asma dan bronchitis.

4) Tanaman obat Jenis pohon Besar.

Tanaman obat jenis ini antara lain :


a. Belimbing wuluh digunakan sebagai obat sakit lambung dan buang air bercampur
lendir.
b. Dadap ayam digunakan sebagai obat tapel pada anak- anak.
c. Jambu biji digunakan sebagai obat mencret.
d. Jamblang digunakan sebagai obat kencing manis.
e. Jeruk nipis digunakan untuk ramuan obat batuk.
f. Daun pepaya digunakan sebagai ramuan untuk memperkuat pencernaan.
g. Kayu manis digunakan untuk obat sariawan pada anak- anak.
h. Kamboja digunakan sebagai obat sakit gigi.
i. Mengkudu digunakan sebagai obat peluruh air seni dan pencahar.
Budaya Hidup Sehat
I. Ringkasan Materi

A. Pengertian

Pola hidup sehat yaitu cara – cara bagaimana seseorang menjaga tubuhnya agar tetap fit
dan bugar tidak terserang suatu penyakit apapun. Agar didapat tubuh yang sehat dan tetap
bugar maka yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Pola makan teratur.
2. Olahraga teratur.
3. Istirahat cukup.
Kalau ketiga unsure tersebut dapat terpenuhi maka kesehatan tubuh maupun
kesehatan kita tetap akan terjamin. Apabila seseorang dalam kehidupannya mempunyai pola
hidup yang baik, maka kehidupannya itu akan terpelihara dengan baik pula sehingga segala
sesuatunya akan tertib dan seimbang.

B. Penerapan Pola hidup Sehat.

Pada saat ini khususnya orang – orang yang hidup di perkotaan banyak mengalami
modernisasi di segala bidang. Dengan adanya modernisasai tersebut orang dapat langsung
merasakan manfaatnya, misalnya dalam bidang teknologi, adanya alat – alat yang canggih
untuk dijadikan :

1. Pergaulan komunikasi lebih luas.


2. wawasan berpikir lebih maju.
3. kebiasan makan makanan yang bergizi tinggi.
4. hemat energi.
5. produktivitas meningkat.

Hal – hal tersebut akan membantu mempermudah kita dalam melakukan suatu pekerjaan
dengan hasil yang maksimal. Tetapi juga kita temui segi negartifnya yaitu :

a. penyalah gunaan fungsi dari alat komunikasi.


b. badan menjadi gemuk ( kolesterol yang tinggi )
c. kesehatan kadang kurang diperhatikan.
d. kegiatan fisik kurang karena mengandalkan tehnologi.
e. timbul penyakit – penyakit yang baru.

Untuk mengatasi hal tersebut agar badan kita tidak mudah terserang penyakit , maka perlu
adanya pencegahan, adapun cara pencegahnnya adalah sebagai berikut :

1) makan makananan yang teratur dan gizi yang seimbang.


2) Adanya keseimbangan antara kativitas dengan istirahat.
3) Mengadakan rekreasi.
4) Mengadakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala.
5) Melaksanakan kewajiban beragama.
6) Hindari rokok dan minuman keras.
C. Makanan dan Minuman sehat
Masalah gizi adalah sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari – hari, karena dengan
gizi yang baik pertumbuhan badan kita kan baik pula. Adapun makanan dan minuman yang
mengandung gizi yang baik untuk dikonsumsi tubuh kita dibagi dalam tiga golongan :

1. Unsur gizi pemberi tenaga.


2. Unsur gizi untuk membangun sel – sel jaringan tubuh.
3. Unsur gizi untuk mengatur pekerjaan jaringan – jaringan tubuh.

Ketiga unsur makanan tersebut harus terdapat dalam jumlah yang seimbang bila
dikonsumsi oleh tubuh kita. Ketiga unsur tersebut semuanya sangat penting bagi tubuh kita ,
karena masing – masing unsur mempunyai guna sendiri – sendiri, tidak bisa saling
menggantikannya :

1. Unsur Gizi pemberi tenaga.


a. Hidrat arang.
b. Putih telur.
c. Lemak.
Pada pembakaran dalam tubuh 1 gram hidrat arang menghasilkan 4,1 gram kalori.
* 1 gram protein = 4,1 gram kalori.
* 1 gram lemak = 9,3 gram kalori.

2. Unsur gizi pembangun sel – sel jaringan tubuh.


* Protein.
* Mineral.
* Air.

3. Unsur gizi mengatur pekerjaan jaringan tubuh.


* Vitamin.
* Mineral.

D. Zat – zat gizi yang mutlak diperlukan oleh tubuh

Adapun zat – zat gizi yang mutlak diperlukan oleh tubuh pada dasarnya ada 6 , yang mana
zat – zat tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk kegiatannya sehari – hari, adapun zat –
zat tersebut adalah sebagai berikut :
a) Hidrat arang.
b) Lemak.
c) Protein
d) Vitamin
e) Mineral
f) Air.

A) Hidrat arang ( Karbohidrat )

Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama bagi tubuh kita. Setiap gram karbohidrat yang
dibakar di dalam tubuh memberikan 4,1 kalori. Zat karbohidrat dibedakan menjadi 3
golongan yaitu :
1. Monosakarida
Yang termasuk pada golongan ini adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa, yang ketiganya
terdapat pada sari tumbuhan dan buah – buahan. Sifat monosakarida adalah larut dalam air
dan rasanya manis.

2. Disakarida
Yang termasuk dalam golongan ini adalah sukrosa, maltosa dan laktosa, supaya dapat
diserap oleh tubuh ketiga macam disakarida harus dipecah dahulu menjadi monosakarida dan
selanjutnya dirubah menjadi glukosa.

3. Polisakarida
Yang termasuk dalam golongan ini adalah, pati, dekstyrin, glikogen, selulosa atau serat
lain.

Bahan makanan sumber karbohidrat adalah :


a. Macam – macam padi – padian ( beras, jagung, gandum dll )
b. Mcam – macam tepung ( tepung beras, tepung terigu )
c. Macam – macam umbi ( ubi, singkong, kentang )
d. Mcam – macam gula ( gula pasir dan gula merah )

B) Lemak.

Lemak adalah bahan – bahan yang mengandung asam lemak baik yang berbentuk padat
maupun cair. Sebagai sumber lemak adalah sebagai berikut : lemak binatang, lemak ikan,
minyak kelapa, kemiri, minyak kacang, minyak sawit, minyak wijen dsb. Lemak tidak larut
dalam air tetapi larut dalam ether, chloroform dan cairan organic lainnya. Lemak dapat
membentuk emulsi dengan air, pembentukan emulsi daripada lemak merupakan persyaratan
supaya lemak dapat dicernakan, diserap dan diangkut. Pembentukan emulsi ini disebabkan
karena adanya empedu .

 Fungsi lemak :

Selain pemberi energi bagi tubuh lemak merupakan pelarut beberapa vitamin yaitu :
vitamin A, D , E, E dan K, disamping itu lemak jugaberfungsi melindungi berbagai alt tubuh
yang halus, mengatur panas badan, menghemat penggunaan protein tubuh.

C) Protein
Sumber protein ada dua macam yaitu :
1) Protein hewani, Jenis – jenis daging, ikan, telur.
2) Protein nabati, Protein yang berasal dari tumbuh – tumbuhan seperti kacang kedelai,
kacang merah, kacang ijo, kacang tanah.

 Jenis – jenis protein


1. Protein sempurna, Yaitu protein yang mengandung asam – asam amino esensiel yang
lengkap macam dan jumlahnya.
2. Protein tidak sempurna, Yaitu protein tang tidak atau sangat sedikit mengandung salah
satu atau lebih sama – asam amino esensieel . Protein golongan ini tidak menjamin
pertumbuhan dan tidak dapat digunakan untuk pertumbuhan jaringan.
3. Protein kurang sempurna, Protein ini tidak dapat menjamin pertumbuhan, akan tetapi
cukup untuk mempertahankan jaringan yang ada.
Setiap jenis protein terdiri atas serangkaian molekul – molekul asam amino yang berikatan
menjadi satu , pada proses pencernaan makanan protein akan dipecah menjadi bentuk
dasarnya yaitu asam amino, yang kemudian baru dapat diserap oleh dinding usus.
Kebutuhan protein setiap harinya untuk anak – anak berkisar 3 gram per kilogram berat
badan, dan sepertiganya harus berupa protein hewani, sedangkan untuk orang dewasa
dibutuhkan sekitar 1 gram per kilogram berat badan, dan jumlahnya sekurang – kurangnya
seperlimanya harus terdiri dari protein hewani. Kekurangan protein menyebabkan
pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun psikis pada anak terganggu. Sedangkan
kekurangan protein pada orang dewasa akan menyebabkan busung lapar ( Hongeroedeem )

D) Vitamin

Vitamin adalah suatu zat organic yang tidak dapat dibuat oleh tubuh yang selalu harus
terdapat dalam makanan, yang sangat diperlukan pada reaksi kimia di dalam makhluk hidup.
Jika seseorang kekurangan vitamin tetapi belum memperlihatkan tanda – tanda penyakit yang
nyata maka orang tersebut dikatakan menderita hipovitaminosis , tetapi apabila telah
kelihatan tanda – tanda yang nyata disebut avitaminosis, sedangkan apabila terlalu banyak
mengkosumsi vitamin yang berlebihan dan menimbulkan hal yang kurang baik bagi tubuh
kita dinamakan hipervitaminosis .Vitamin dibagi menjadi dua golongan :
1. Vitamin yang larut dalam lemak

a. Vitamin A
Vitamin A adalah suatu alcohol yang larut dalam minyak, Vitamin A berasal hewan ( hati,
ikan, susu dan telur ), sedangkan yang berasal dari tumbuhan tidak terdapat vitamin A, tetapi
provitamin A atau karotin yang oleh tubuh diubah menjadi vitamin A.
 Fungsi Vitamin A :
1) Untuk pertumbuhan.
2) Untuk perawatan mata.
3) Proses reproduksi dan menyusui.
4) Memelihara jaringan epitel yang sempurna.

b. Vitamin D
Vitamin D adalah campuran dari berbagai ikatan kimia yang tergolong sterol dan memiliki
daya anurachitis. Fungsi vitamin D adalah mengatur penyerapan garam kalsium dan garam
fosfor. Sumber vitamin D yang terbaik adalah minyak ikan, vitamin D dapat juga dibuat oleh
tubuh.

c. Vitamin E
Vitamin E termasuk ikatan kimia yang disebut tocopherol, dari hasil penyelidikan diketahui
bahwa fungsi vitamin E dalam tubuh manusia sebagai Oxidant. Vitamin E dipergunakan juga
pada manusia untuk mencegah kemadulan dan keguguran. Vitamin E terdapat pada minyak
biji kapas, gandum , sayuran berdaun hijau dan sedikit pada telur dan daging.

d. Vitamin K penting dalam proses pembekuan darah, kkekurangan vitamin K akan


menyebabkan prses pembekuan darah kurang sempurna bila terjadi luka. Adapun
sumber vitamin K adalah, sauran berdaun hijau, kembang kol serta hati.

2. Vitamin yang larut dalam air


a. Vitamin B
Vitamin B komplek adalah kumpulan dari 11 jenis vitamin yang larut dalam air, pada
umumnya semua jenis vitamin komplek terdapat bersama – sama dalam satu bahan
makanan. Adapun yang termasuk dalam kelompok vitamin B komplek adalah :
1) Vitamin B 1 ( thiamine )
2) Vitamin B2 ( Riboflavin )
3) Niacin.
4) Vitamin B6 ( Pyridoxine)
5) Vitamin B 12 ( Cyanocobalamin )
6) Asam Pantotenas.
7) Asam Folat.
8) Asam para aminobenzoat.
9) Biotin.
10) Inositol.
11) Choline.

b. Vitamin C
Vitamin C penting untuk menjaga keutuhan zat perekat anatar sel, apabila kekuarangan
viatamin C akan mudah sekali menderita pendarahan karena dinding kapiler yang rapuh.
Penyakit akibat kekurangan vitamin C disebut scorbut dengan gejala yang paling sering
dialami adalah gusi sering berdarah. Vitamin ini banyak terdapat dalam buah – buahan yang
segar.
e. Mineral
Yang termasuk dalam kategori mineral, adalah garam – garaman yang terdiri dari :

1. Garam kapur (Ca)


Garam kalsium merupakan garam yang paling banyak terdapat dalam tubuh kita, kurang
lebih 99 % gram kalsium terdapat dalam tulang dan gigi, sisanya terdapat dalam darah, cairan
tubuh dan jaringan – jaringan lunak. Garam kalsium berguna untuk pembentukan tulang dan
gigi serta proses pembekuan darah. Garam kalsium terdapat pada pada ; susu, keju, udang,
telur wortel, sawi kacang – kacangan dll.

2. Garam phosphor
Kurang lebih 80 % garam fosfor terdapat dalam tulang, sisanya terdapat pada cairan tubuh
serta jaringan lunak. Garam fosfor berguna untuk membantu metabolisme lemak dan karobo
hidrat ( tenaga ). Garam fosfor terdapat pada susu, keju, kuning telur, daging, ikan dll.

3. Garam besi
Garam besi terdapat pada manusia dewasa kira – kira 3 – 5 gram, dari jumlah tersebut lebih
dari setengahnya berada dalam peredaran Hemoglobin, sedangkan sisanya disimpan dalam
hati, sumsum tulang, limpa dan ginjal. Garam besi berguna dalam pembentukan
haemoglobin, kekurangan garam besi dapat mengakibatkan penyakit Anemia ( kekurangan
darah ). Garam besi ini terdapat pada hati, kuning telur, kerang, sayuran hijau, kacang –
kacangan.

4. Garam Yodium
Kadar garam Yodium yang terdapat pada tubuh orang dewasa diperkirakan mencapai 25
sampai 50 mg, dari jumlah tersebut kurang lebih 5 – 20 mg terdapat di dalam kelenjar tiroid,
selain itu garam yodium terdapat pada kulit, otot, tulang, hati, darah dan jaringan yang lain.
Garam yodium berguna untuk mencegah pembengkakan kelenjar gondok. Garam yodium
terdapat pada ; ikan laut, udang, kerang, susu, sayuran berdaun, buah – buahan.

5. Trace Mineral.
Yang dimaksud dengan garam mineral trace adalah mineral – mineral yang diperlukan oleh
tubuh , tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit. Yang termasuk trace mineral adalah :
tembaga, mangaan, seng, cobalt, fluor.

f. Air Minum

Kegunaan air sangat besar sekali bagi kepentingan tubuh manusia, hampir dua pertiga
tubuh kita terdiri dari air dalam berbagai bentuk. Sebagian cairan ini masuk kembali ke
dalam darah dan sebagian kecil dibuang berujud air seni yang berisi kotoran – kotoran yang
tidak berguna bagi tubuh. Setiap hari tubuh kita memerlukan air yang cukup, baik yang
berasal air minum maupun air makanan, air dari buah – buahan. Akibat kekurangan air dapat
menyebabkan sembelit pada perut, penderitaan lain pada pencernaan dan timbulnya “ butir
batu “ yang dapat menyebabkan infeksi pada ginjal dan kandung kemih. Air minum yang kita
konsumsi harus memenuhi syarat – syarat :

1. Kwantitas, Banyaknya air yang diogunakan masing – masing orang jumlahnya tidak
sama.
2. Syarat Kwalitas, Air yang kita konsumsi untuk air minum harus memenuhi syarat –
syarat fisis, khemis dan syarat bakteriologis.
a. Syarat Fisis
Air dikatakan memenuhi syarat fisis apabila air minum itu jernih, tidak berwarna, tidak
berasa dan tidak berbau.
b. Syarat kemis
Air dikatakan memenuhi syarat kemis apabila air minum tidak mengandung zat – zat yang
membahayakan kesehatan, misalnya zat racun, dan tidak mengandung mineral serta zat – zat
organic lebih tinggi dari jumlah yang telah ditentukan :
1. Zn tidak boleh lebih dari 0,05 mg / liter.
2. Pb tidak boleh lebih dari 0.05 mg / liter.
3. Cu tidak boleh lebih dari 0,05 mg / liter.
4. Fe tidak boleh lebih dari 0,10 mg / liter

Adapun air yang kita gunakan sehari – hari bersumber pada :


a. Air dalam tanah
Yaitu air yang kita peroleh dari pengumpulan air pada lapisan tanah yang dalam. Air ini
sangat bersih karena bebas dari pengotoran, tetapi sering mengandung mineral yang kadarnya
tinggi.
b. Air Permukaan.
Yaitu air yang terdapat pada permukaan tanah misalnya : air sungai, air rawa atau danau yang
harus diolah terlebih dahulu sebelum dipergunakan karena umumnya telah mengalami
pengotoran. Untuk dapat digunakan sebagai air minum harus dimurnikan terlebih dahulu
supaya memenuhi memenuhi persyaratan kesehatan. Air permukaan ini biasanya digunakan
sebagai bahan baku perusahaan air minum setelah mengalami berbgai proses pengolahan
sehingga memenuhi standar kesehatan yang ada.
c. Air Hujan.
Air hujan diperoleh dengan cara menampung langsung dari crah hujan yang turun langsung
dari langit. Sufat air hujan lunak dan lebih baik dari air sungai, setelah dimasak air hujan
yang bersih dapat digunakan untuk air minum.

g. Daftar Kegunaan Unsur Bahan Makanan

No Unsur Fungsi / Kegunaan Bahan Makanan

1 Calsium ( Ca ) * Bahan pembentuk tulang dan gigi Susu, sayuran, ikan


kecil.
* Proses pembentukan darah

* Kontraksi : pelemasan otot


Susu, daging, ikan,
2 Pospor ( P ) * Pembentukan tulang dan gigi kacang, padi –
* Proses oksidasi padian

* Mengatur keseimbangan asam

dan basa dalam darah Hati, daging, kacang


– kacangan, padi –
3 Besi ( Fe ) * Penting dalam pembentukan sel – padian, sayuran

sel jaringan Hb darah sebagai Hati, daging, kacang


– kacangan, padi –
pengangkut O2
padian, sayuran
4 Tembaga ( Cu ) * Dalam peristiwa oksidasi
Garam dapur, bahan
* Dalam pembuatan Hb makanan dari laut,
bahan makanan dari
hewan.
5 Natrium ( Na ) * Mengatur osmosis Sayuran, padi –
padian, kacang –
* Keseimbangan cairan tubuh
kacangan
* Pengaturan otot jantung
Garam dapur, bahan
makanan dari laut,
bahan makanan dari
6 Kalium ( K ) * Diperlukan oleh semu sel hewan.
* Mengatur keseimbangan cairan Dalam semua
Tubuh makanan, garam
dapur, air minum.
7 Chlor ( Cl ) * Pembentukan HCL
Bahan makanan
* Keseimbangan elektrolit yang banyak
protein.
Bahan makanan
yang berasal dari
laut .
8 Fluor ( F ) Mencegah kerusakan gigi Tersebar dalam
berbagai makanan

9 Belerang ( S ) Diperlukan oleh semua Sel

10 Yodium ( Y ) Pembuatan hormone thyroxin

11 Mineral – mineral Belum banyak diketahui


lain seperti Mg,
Mn, Zn
II. RANGKUMAN MATERI

1. Pola hidup sehat yaitu cara – cara bagaimana seseorang menjaga tubuhnya agar tetap
fit dan bugar tidak terserang suatu penyakit apapun
2. Agar tubuh tetap sehat diperlukan
a. Pola makan teratur.
b. Olahraga teratur.
c. Istirahat cukup.
3. Makanan yang diperlukan oleh tubuh adalah
a. Unsur gizi pemberi tenaga.
b. Unsur gizi untuk membangun sel – sel jaringan tubuh.
c. Unsur gizi untuk mengatur pekerjaan jaringan – jaringan tubuh.
4. Zat gizi yang mutlak diperlukan oleh tubuh kita
a. Hidrat arang.
b. Lemak.
c. Protein
d. Vitamin
e. Mineral
f. Air.

5. Hidrat arang terdiri dari tiga unsure


a. Monosakarida.
b. Disakarida.
c. Polisakarida

6. Protein terdiri dari


a. Protein hewani.
b. protein nabati.

7. Vitamin terdiri dari 2 macam


a. Vitamin yang larut dalam lemak Vit A, Vit D, Vit.E dan Vit. K.
b. Vitamin yang larut dalam air Vit. B dan Vit C.

8. Garam yang dibutuhkan oleh tubuh kita


a. garam kapur
b. garam phosphor.
c. garam besi.
d. garam yodium.
e. trace mineral.

9. Air yang kita gunakan sehari – hari berasal dari


a. air dalam tanah.
b. air permukaan.
c. air hujan.
Tugas Penjas

NARKOBA, PENYAKIT KELAMIN, &

BUDAYA HIDUP SEHAT

DI SUSUN

OLEH

Nama : Mega Edvriyanti Ningrum

Kelas : XII-IPA4

Tugas : Penjas

SMA N 4 KOTA TERNATE

TAHUN AJARAN 2014 / 2015


KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Wr.Wb
Puji syukur penulis aturkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, nikmat, taufik,
serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. ucapan
terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses
pengerjaan makalah ini. Diantaranya kami tujukan kepada :

 Bapak dan Ibu guru yang telah membimbing sehingga terselesaikan makalah ini
terus membagi ilmunya kepada kami.
 Teman - teman seangkatan yang telah banyak membantun dalam proses
penyelesaian makalah ini.
 Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah dengan iklas
membantu penulis

Adapun makalah ini penulis beri judul ‘ Narkoba, Penyakit Kelamin, & Budaya Hidup
Sehat”, disusun untuk memenuhi tugas dari mata pelajaran olah raga
Seperti halnya kata pepatah,“ Tak Ada Gading Yang Tak Retak ”. Meskipun dalam
penulisan makalah ini penulis telah mengoptimalkan kemampuan yang penulis miliki,
tentunya masih banyak kekurangan-kekurangan didalamnya. Untuk itu penulis mohon maaf.
Akhir kata, semoga penyusunan dan penulisan makalah ini memberikan manfaat bagi
penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Ternate, 24-Februari-2015
Penyusun

Mega E. Ningrum

!
DAFTAR PUSTAKA

http://primayakuza.blogspot.com/2011/08/budaya-hidup-sehat.html
http://belajar-penjaskes.blogspot.com/2010/08/pola-hidup-sehat_6371.html
http://fajarsragi.blogspot.com/2012/12/penjas-semester-2.html
http://informasitips.com/tips-menjaga-daya-tahan-tubuh-tetap-prima#ixzz116hFOcAe
http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS
http://pola-hidup-sehat.indonesia
http://mima7.wordpress.com/2012/04/11/pola-hidup-sehat/
http://srisyafitri.blogspot.com/2012/09/penjaskes-pola-hidup-sehat.html
http://diriaku-diria.blogspot.com/2012/05/makalah-lengkap-hiv-aids.html