Anda di halaman 1dari 37

TEKNIK PENGUKURAN & STUDI

KASUS KALIBRASI

TIMBANGAN
ELEKTRONIK

Oleh: Hilman Syaeful Alam


alam_hilman@yahoo.com
hilm003@lipi.go.id
Metode & Langkah Awal

Metode kalibrasi atau pengukuran timbangan elektronik menggunakan


metode perbandingan langsung terhadap anak timbangan standar.

•Menentukan tingkat ketelitian timbangan yang


akan dikalibrasi.
•Menentukan anak timbangan standar yang
digunakan, yang dipakai sebagai standar adalah
anak timbangan yang telah dikalibrasi.

Langkah
•Ketidakpastian anak timbangan standar ≤ 1/3
|e|. [e] Verification Scale Interval: adalah nilai
yang dinyatakan dalam satuan massa, yang

Awal
digunakan untuk klasifikasi dan verifikasi suatu
timbangan.
Pra-Kalibrasi-1
Periksa kondisi lingkungan:

Catat suhu, tekanan udara dan kelembaban relatif. Pastikan kondisi stabil.
Atur posisi level timbangan, pastikan gelembung pada spirit level berada
ditengah.

Pastikan timbangan tidak dalam keadaan”off”, kondisikan


timbangan pada posisi “standby”.

Pastikan timbangan dalam keadaan bersih

Lakukan kalibrasi internal sesuai prosedur dalam pedoman


pemakaian timbangan.
Pra-Kalibrasi-2

Hidupkan timbangan untuk pemanasan sesuai yang


disarankan oleh pabrik pembuatan timbangan,
apabila tidak diketahui “on” kan timbangan paling
sedikit 30 menit sebelum dilakukan kalibrasi.
Tempatkan anak timbangan diatas pan sampai
kapasitas maksimum timbangan

Kondisikan anak timbangan dekat timbangan untuk


kesamaan temperatur timbangan dan anak
timbangan.
Pengambilan Data Kalibrasi

• Daya ulang pembacaan


• Penyimpangan penunjukkan
• Efek pembebanan tidak di
pusat pan
Prosedur
• Histerisis
pengambilan • Limit of performance
data kalibrasi
Daya Ulang Pembacaan

Merupakan ukuran kemampuan timbangan untuk menunjukkan


nilai yang sama pada kondisi penimbangan yang sama dan
dinyatakan sebagai standar deviasi dari satu seri pengamatan

Daya ulang pembacaan diambil pada dua titik pengukuran yaitu


pada setengah kapasitas maksimum dan pada kapasitas
maksimum timbangan

Dalam hal ini diambil sepuluh kali pengambilan data untuk beban
yang sama

Standar deviasi dihitung dari perbedaan pembacaan timbangan (r)


, pada saat timbangan tidak diberi beban ( z ) dan pembacan pada
saat timbangan diberi beban ( m ) sehingga : ri = mi - zi
n

 (ri r)2


Stdevi
1
(n 1)
Histerisis

Apabila sebuah
Perbedaan
timbangan
penunjukkan Timbangan
menunjukkan
timbangan ketika berada dalam
histerisis yang
nilai besaran yang kondisi yang
lebih besar dari
sama diukur baik,apabila
nilai tersebut,
dengan histerisisnya tidak
maka timbangan
menambah atau lebih dari 1
tersebut perlu di “
mengurangi nilai resolusi
adjust “ atau
besaran tersebut
dibersihkan.
Pengambilan Data Histerisis
Hidupkan timbangan dan biarkan dengan waktu yang
direkomendasikan oleh manual untuk pemanasan

“Nol” kan timbangan catat penunjukkan, z1.

Tempatkan massa M, dengan massa setengah dari kapastias


maksimum timbangan, catat, r1.

Tambahkan massa tambahan sampai pembacaan mendekati full range.

Lepaskan massa tambahan dan catat pembacaan timbangan dengan M


tetap berada diatas pan, r2

Lepaskan M dan catat penunjukkan tanpa beban, z2.

Ulangi prosedur diatas sebanyak 3 kali dan hitung rata-rata perbedaan


antara (r1 – r2) dan (z1 – z2).

Hysteresis of the balance = rata – rata maksimum (r1 – r2) atau (z1 –
z2).
Penyimpangan Penunjukkan-1

Menunjukkan koreksi yang harus diberikan pada nilai yang


ditunjukkan oleh timbangan

Pembacaan timbangan harus diperiksa pada step-step


berjarak sama sepanjang range timbangan untuk menjamin
bahwa tidak ada kemungkinan terjadinya kesalahan
pembacaan pada titik - titik sepanjang range timbangan

Diambil sepuluh titik pengukuran pada jarak yang sama


sepanjang range timbangan dan timbangan tidak di zero-kan
selama pengambilan data
Penyimpangan Penunjukkan-2

• Dalam keadaan pan kosong, catat


zero reading, z1 (timbangan harus
di”tare” sebelum pembacaan).
• Tempatkan anak timbangan diatas
pan, catat pembacaan, m1
• Angkat kembali anak timbangan dari
Teknis pengambilan pan dan tempatkan kembali anak
data untuk timbangan tersebut diatas pan, catat
penyimpangan pembacaan m2.
penunjukkan pada • Angkat anak timbangan dari pan,
catat pembacaan z2.
satu titik ukur
Efek Pembebanan Tidak di Pusat Pan

Ketika pusat massa suatu benda yang ditimbang tidak berada


pada pusat pan, dapat terjadi kesalahan pengukuran

Pengukuran ini dilakukan agar operator dapat dengan tepat


meletakkan benda diatas pan untuk menghindari kesalahan
tersebut

Timbangan diberi beban sebesar setengah kapasitas maksimum


timbangan, diletakkan di tengah pan, kemudian secara
berurutan diletakkan di sebelah depan, kiri, belakang, dan
kanan pan dengan jarak sekitar ¼ jari-jari dari pusat pan
Limit of Performance

Limit of performance timbangan ( + F ) adalah rentang toleransi dimana


didalamnya terdapat kemungkinan semua pembacaan timbangan

Pembacaan timbangan akan memberikan nilai sebenarnya dari massa


benda yang ditimbang dalam range + F

Jika nilai massa sebenarnya dari suatu benda dinyatakan dengan m, dan
pembacaan timbangan dinyatakan dengan md, maka nilai m akan berada
pada range :

md – F < m < md + F
LOP

Limit of Performance timbangan F dapat


dihitung dengan rumus :

F  2.26.s(max)  C max  U (C max )


Dimana,
s(max) : Nilai standar deviasi maksimum pengukuran
timbangan
Cmax : Koreksi maksimum pembacaan timbangan
U(Cmax) : Nilai ketidakpastian pada titik ukur koreksi
maksimum
Contoh Kasus

Sebuah timbangan elektronik berkapasitas


210 g dengan resolusi 0.1 mg dikalibrasi
terhadap anak timbangan standar.

Anak Timbangan standar yang digunakan


adalah anak timbangan kelas F1
Data Pengukuran Daya Ulang
Pembacaan

Standar deviasi pada 200 g adalah : 0,00012293 g


Data Penyimpangan Penunjukkan

 Diambil 10 titik pengukuran, yaitu : 20g, 40g, 60g, 80g,


100g, 120g, 140g, 160g, 180g, 200g.
 Contoh data penyimpangan penunjukkan pada titik 200g

Titik Ukur z1 m1 m2 z2
g g g g g
200 0,0004 200,0027 200,0028 0,0004

 Perbedaan pembacaan ( r ) =
r1 = 200.0027 - 0.0004 = 200,0023 g
r2 = 200.0028 – 0.0004 = 200,0024 g
 Rata-rata perbedaan pembacaan = ( r1 + r2 ) / 2 =
200,0024 g
Model Matematis

Ci = mi – ri

Ci = koreksi penunjukkan pembacaan ke-i


mi = massa konvensional anak timbangan standar
ke-i
ri = penunjukkan pembacaan ke-i
Koreksi Penyimpangan Penunjukkan

 Dari sertifikat anak timbangan standar, diperoleh bahwa


massa konvensional untuk anak timbangan kelas F1
dengan nilai nominal 200g adalah 199,9998 g, dengan
ketidakpastian 0,07 mg pada tingkat kepercayaan 95%
, k = 2 dan  = 60
 Koreksi pada titik pengukuran 200g adalah :
Koreksi = massa konvensional – rata-rata
perbedaan pembacaan
= 199,9998 g – 200,0024
= - 0,0025 g
Ketidakpastian Penyimpangan
Penunjukkan

 uc2 ( Ci ) = u2( mi ) + u2 (repeat) + u2 (read) + u2(δi)


+ u2( bi ) + u2( reg. )

• Ketidakpastian anak timbangan standar


• Ketidakpastian daya ulang pembacaan
• Ketidakpastian kemampuan baca timbangan
• Ketidakpastian ketidakstabilan anak timbangan
Faktor dalam standar
perhitungan
ketidakpastian • Ketidakpastian buoyancy udara
penyimpangan • Ketidakpastian persamaan regresi
penunjukkan

Catatan: Ketidakpastian penyimpangan penunjukkan dihitung pada masing-


masing titik ukur, contoh berikut adalah perhitungan ketidakpastian pada
titik ukur 200g.
Ketidakpastian Anak Timbangan Standar u(mi)

 Berdasarkan sertifikat kalibrasi anak


timbangan, dapat dihitung ketidakpastian
baku anak timbangan standar yang
digunakan dengan rumus :
Ue
um 
sehingga : k
u(m) = 0,07 / 2 mg
= 0,035 mg
 Bila digunakan lebih dari satu anak
timbangan standar maka :

𝑈𝑒 = 𝑈1 + 𝑈2 + 𝑈3 … . 𝑈𝑛
Ketidakpastian Daya Ulang Pembacaan
u(repeat)

 Ketidakpastian daya ulang pembacaan dapat


dihitung dengan :

stdev timbangan
u (repeat) 
n
 n adalah banyaknya pengukuran, maka :

1,229 x10 4
u (repeat )  g  8,6924 x10 5 mg,   9
2
Ketidakpastian Kemampuan Baca Timbangan
u(read)

 Ketidakpastian kemampuan baca timbangan


diestimasi mempunyai semi range a = + 0,5 x
resolusi timbangan. Dari data timbangan yang
digunakan dalam pengukuran maka:
a = + 0,5 x 0,1 mg = + 0,05 mg

 Dengan asumsi mempunyai distribusi


rectangular maka ketidakpastian baku
kemampuan baca timbangan adalah sebesar:
0,05 mg
u (read )   0,029 mg,  
3
Ketidakpastian Ketidakstabilan Anak
Timbangan Standar u(δi)

 Ketidakstabilan anak timbangan standar dapat ditentukan


dari besarnya maximum permissible error (mpe) anak
timbangan standar x 8%. Pada tabel mpe untuk anak
timbangan standar kelas F1 dengan nilai nominal 200g,
maka mpe-nya adalah 1 mg, dengan faktor pembagi ki=1,
sehingga ketidakpastian ketidakstabilan anak timbangan
standar dapat ditentukan sebagai berikut:

8% *1
u5   0,08mg
1
dengan derajat kebebasan = 4
Ketidakpastian Buoyancy Udara u(b)

 Batas variasi buoyancy udara diestimasi


1ppm dari nilai nominal, maka batas variasi
buoyancy udara pada titik ukur 200g adalah
:1 ppm x 200g = 2.10-4 g
 Dengan asumsi memiliki distribusi
rectangular maka, ketidakpastian baku
buoyancy udara dihitung sebesar :

0,2 mg
u (b)   0,0115 mg,   
3
Ketidakpastian Persamaan Regressi
u(regression)-1

Pelaporan hasil kalibrasi timbangan pada titik


pengambilan data menyebabkan kinerjanya hanya
dapat dinilai pada titik-titik tersebut

Agar kinerja alat ukur dapat teramati sepanjang


rentang ukurnya maka dilakukan interpolasi data
Karakteristik timbangan diwakili oleh persamaan :

yi = a + bxi

dimana :
yi adalah besarnya massa suatu benda ke-i
xi adalah penunjukkan pembacaan timbangan ke -i
a , b adalah koefisien regresi linier
Rumus Koefisien Regresi

a  ybx b
(xx y
)(i y
) i

 (xx) i
2

 Koefisien regresi untuk contoh kasus ini masing-


masing diperoleh sebesar :
a = 0,000139932, b = 0,999987708

 Persamaan regresi dapat ditulis :


yi = 0,000139932+ 0,999987708 xi
xi adalah penunjukkan pembacaan timbangan ke-i
Ketidakpastian Persamaan Regressi
u(regression)-2

 Proses regresi linier akan memberikan kontribusi


ketidakpastian, dalam statistik disebut standard error
regresi ( s ) :

s = ( SSR / v ) 1/2
SSR = Sum squares of residuals, dapat dievaluasi :
SSR = Σ ( yi - a - bxi) 2

v adalah derajat kebebasan untuk garis lurus, dapat


dihitung :
v = jumlah titik pengamatan – 2

 ketidakpastian regresi adalah :


u(regresi ) =s
= 0,15 mg
=8
Regressi Menggunakan Excell
SUMMARY OUTPUT

Regression Statistics
Multiple R 1
R Square 1 s
Adjusted R Square 1
Standard Error 0.000218673
Observations 10

ANOVA
df SS MS F Significance F
Regression 1 16022.40574 16022.40574 3.35073E+11 8.88507E-44
Residual 8 3.82541E-07 4.78177E-08
Total 9 16022.40574

Coefficients Standard Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95% Lower 95.0% Upper 95.0%
Intercept -0.000335092 0.000153767 -2.17922534 0.060935995 -0.000689678 1.94943E-05 -0.000689678 1.94943E-05
X Variable 1 0.999889615 1.72736E-06 578854.7726 8.88507E-44 0.999885632 0.999893599 0.999885632 0.999893599

a b
Budget Ketidakpastian

Komponen Distribusi Ui ki vi ui ci uici (uici)^2 (uici)^4/vi Satuan


Standar normal 0,0700000 2 60 0,035 1 0,0350000 0,0012250 2,50104E-08 mg
Daya Ulang normal 0,0001229 1,414213562 9 8,6923E-05 1 0,0000869 0,0000000 6,34294E-18 mg
Daya baca rectangular 0,0500000 1,732050808 1,00E+10 0,02886751 1 0,0288675 0,0008333 6,94444E-17 mg
Buoyancy rectangular 0,2000000 1,732050808 1,00E+10 0,11547005 1 0,1154701 0,0133333 1,77778E-14 mg
Drift 200g normal 0,0800000 1 4,00E+00 0,08 1 0,0800000 0,0064000 0,00001024 mg
Regresi normal 0,1500919 1 8 0,15009185 1 0,1500919 0,0225276 6,34364E-05 mg
Jumlah 0,0443192 7,37014E-05 mg
Ketidakpastian baku gabungan, uc 0,210521349
effective degree of freedom,veff 26,65071203
Faktor Cakupan,k 2,053128445
Ketidakpastian bentangan Ue 0,4322 mg
Efek Pembebanan Tidak di Pusat Pan -1

 Berikut ini adalah data hasil pengukuran


terhadap efek pembebanan tidak dipusat pan

Posisi Tengah Depan Kiri Belakang Kanan

Penunjukkan 100,001 100,001


100,0013 100,0014 100,0013
3 3
Efek Pembebanan Tidak di Pusat Pan -2

 Hasil

Pembacaan Perbedaan Maksimum


Posisi
(g) (g)

Tengah 100,0013
Depan 100,0014

Kiri 100,0013 0,0001


Belakang 100,0013

Kanan 100,0013
Histerisis
Beban Penunjukkan (g)
1 2 3
z1 0.0000 0.0001 0.000
r1 (M) 100.0013 100.0012 100.0013
M’ - - -
r2 (M) 100.0013 100.0013 100.0013
z2 0.0000 0.0000 0.0000
r1-r2 0.0000 -0.0001 0.0000
z1-z2 0.0000 0.0001 0.0000

Max. rata-rata (r1-r2) = 0.00005 g


Max. rata-rata(z2-z1) = 0.00005 g
Verifikasi:Hysterisis < 1 𝑟𝑒𝑠𝑜𝑙𝑢𝑠𝑖
HASIL KALIBRASI-1
I. Daya Ulang Pembacaan Timbangan
Beban Simpangan Baku
100g 0.00009
200g 0.00012

II. Penyimpangan Penunjukan

Pembacaan Koreksi Ketidakpastian


g g ±g
20,00020 -0,00022
40,00040 -0,00038
60,00040 -0,00069
80,00050 -0,00082
100,00075 -0,00097
0,00043
120,00100 -0,00124
140,00115 -0,00135
160,00120 -0,00171
180,00165 -0,00219
200,00235 -0,00255
HASIL KALIBRASI-2

 Persamaan regresi
mi ( g ) = a + bxi
dengan:
mi ( g ) = besarnya masa suatu benda ke- i
xi ( g ) = penunjukan pembacaan
timbangan ke- i
a = 0,00013993
b = 0,99998771

III. Pembebanan Tidak di Pusat Pan


Sebuah massa standar dengan nilai nominal 100 g
diletakkan di tengah pan, kemudian secara berurutan
diletakkan di sebelah depan, kiri, belakang, dan
kanan pan dengan jarak sekitar ¼ jari-jari dari
pusat pan.
HASIL KALIBRASI-3
HASIL KALIBRASI-4

 IV. Histerisis

Beban Histerisis
(g) (g)

100 <0.0001

 V. Limit of Performance : ± 0,44 mg


©UPT Balai Pengembangan Instrumentasi-LIPI
v. 1.0