Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PEMBELAJARAN

A. Berikut Rumus menghitung GFR oleh Kockcroft-Gault, yaitu :


1. Pria
LFG (ml/mnt/1,73m2 (140 - umur) × berat badan

72 × kreatinin plasma (mg/dl)

2. Wanita pada wanita sedikit berbeda,


LFG (ml/mnt/1,73m2 (140 - umur) x berat badan x 0,85

72 × kreatinin plasma (mg/dl)

Contoh soal :
a. Ny. Lia, berusia 25 tahun, dengan berat badan 45 kg, dengan kadar
kreatinin plasma 0,98 mg/dl. Berapakah nilai laju filtrasi glomerulus
(LFG) Ny. Lia ?
Jawab :
LFG = (40-25) × 45 x 0,85
72 × 0,98
15 × 45 × 0,85
70.56
73,34 × 0,85 = 62,35
Jadi, LFG Ny. Lia = 62,35 ml/mnt/1,73m2
Namun demikian, perhitungan yang terbaik untuk LFG adalah dengan cara
menentukan bersihan kreatinin.
3. Nilai normal untuk bersihan kreatinin ialah:
a. Laki-laki = 97-137 mL/menit/1,73 m2 atau = 0,93-1,32 mL/detik/m2
b. Sedangkan pada wanita = 88-128 mL/menit/1,73 m2 atau = 0,85-1,23
mL/detik/m2
Data, pengumpulan urin yang kurang tepat maka akan
menghasilkan bersihan kreatinin yang kurang akurat. Untuk laki2
urinnya mengandung 15 sampai 20 mg kreatinin/KgBB/hari,
sedangkan pada wanita 10 sampai 15 mg kreatinin/KgBB/hari. Nilai
ini akan mrngalami penurunan dengan bertambahnya umur.
Bersihan kreatinin = kreatinin urin (mg/dl × volume urin (ml/24 jam)
kreatinin serum (mg/dl) × 1440 menit
Keterangan:

 GFR normal adalah jika nilai GFR berada diatas 60mL/min


selama 3 bulan, ini menandakan pasien tersebut sehat dan tidak
mempunyai masalah ginjal.

 Pada penyakit ginjal kronik stadium 5, yaitu nilai LFG kurang dari
15 ml/mnt/,73m2, terapi pengganti ginjal harus dilakukan berupa
hemodialisis / transplantasi ginjal.

Referensi:
Ketut Suwitra., dkk. (2006) Penyakit Ginjal kronik. Ed IV. Jil. I Hal 136-
570. Jakarta: BAIPD
B. Berikut Cara Menghitung Kebutuhan Cairan Pasien
1. Kebutuhan Cairan
Dewasa : 50cc/Kg BB/24 jam
Anak : 10Kg I --- 100cc/Kg BB/24 jam
10Kg II --- 50cc /Kg BB/24 jam
selebihnya --- 20cc /Kg BB/24 jam
2. Kebutuhan Natrium (Na+)

3-5mEq/Kg BB/24 jam


RL memiliki kandungan Na+ sebesar 130 meq/L (1 flash = 65
meq)
Ns memiliki kandungan Na+ sebesar 154 meq/L (1 flash = 77
meq)
1L(liter) = 1.000 cc, 1Flash = 500 cc
3. Tetes/Menit
faktor tetes Otsuka : 1cc = 15 tetes
faktor tetes Terumo : 1 cc = 20 tetes
(Kebutuhan cairan x faktor tetes) = Jumlah tetesan/menit
(jumlah jam x 60menit)
4. Contoh kasus
Berikan cairan maintenance pada klien laki-laki usia 25 tahun dengna
berat badan 50Kg ...?
Jawaban :
a. Kebutuhan cairan
= 50cc/Kg BB/24 Jam
= 50cc x 50 /24 jam
= 2.500 cc / 24 jam
(Jadi kebutuhan cairan klien adalah 2.500 cc dalam sehari/24 jam)
b. Kebutuhan Natrium (Na+)
= 3-5 mEq/Kg BB/24 jam
= 3-5 mEq x 50 / 24 jam
= 150-250 mEq / 24 jam
(Jadi kebutuhan Natrium klien berada antara rentang 150-250 mEq
dalam 24 jam)
c. Tetes/menit
(Kebutuhan cairan x Faktor tetes) = jumlah tetesan/menit
(Jumlah jam x 60 menit)
Infus set Otsuka (2.500 x 15) = 37.500 = 26 tetes/menit
(24 x 60) 1.440
Infus set Terumo (2.500 x 20) = 50.000 = 35 tetes/menit
(24 x 60) 1.440
5. Cara dan pilihan pemberian cairan
a. RL memiliki kandungan Na+ (65 meq)/flash
b. Jika kita berikan 3 flash RL maka kebutuhan Na+ klien terpenuhi
c. 3 x 65 = 195 meq (kebutuhan klien antara 150-250 meq)
d. jika kita memberikan 3 flash RL maka jumlah cairan yang kita berikan
hanya 1.500 cc
3 flash x 500 cc (jumlah cairan 1 flash) = 1.500cc
Padahal kebutuhan cairan klien adalah 2.500 cc, maka klien
membutuhkan 1.000 cc tambahan cairan
e. Kekurangan cairan kita tutupi dengan cairan non-elektrolit seperti
Dekstrosa (D5%) sebanyak 2 flash (1.000 cc)
Jadi, komposisi cairan maintenance yang kita berikan (sesuai
dengan kebutuhan klien) adalah 3 flash RL ditambah 2 flash D5%, dengan
tetesan 26 tpm (infus set otsuka), 35 tpm (Infus set terumo) InsyaAllah
semuanya akan habis dalam 24 jam.
C. Cara Menghitung Tetesan Infus Mikro Dan Makro
a. Istilah yang sering digunakan dalam pemasangan infus
gtt= makro tetes
mgtt= mikro tetes
jumlah tetesan = banyaknya tetesan dalam satu menit
b. Rumus Tetap Tetesan Infus
 1 gtt = 3 mgtt\
 1 cc = 20 gtt
 1 cc = 60 mgtt
 1 kolf = 1 labu = 500 cc
 1 cc = 1 mL
 mggt/menit = cc/jam
 konversi dari gtt ke mgtt kali (x) 3
 konversi dari mgtt ke gtt bagi (:) 3
 1 kolf atau 500 cc/ 24 jam = 7 gtt
 1 kolf atau 500 cc/24 jam = 21 mgtt
 volume tetesan infus yang masuk per jam infus set mikro ialah =
jumlah tetesan X 1
 volume tetesan infus yang masuk per jam infus set makro ialah =
jumlah tetesan X 3

c. Rumus :
Untuk lebih memahami, kita harus terlebih dahulu mengetahui rumus
untuk menghitung jumlah tetesan cairan dalam hitungan menit dan jam.

a. Rumus dasar dalam hitungan menit

b. Rumus dasar dalam jam


c. Faktor tetes rumus dewasa
Biasanya Untuk Faktor Tetes Dewasa : 20
Faktor Tetes anak : 60
Contoh soal
Seorang pasien datang ke rumah sakit dan membutuhkan 500 ml RL
cair. Bagaimana infus diperlukan jika kebutuhan cairan pasien harus
dicapai dalam 100 menit?
Mengingat:
Cairan = 500 ml (cc)
Waktu = 100 menit
Faktor tetes = 20 tetes
Jawaban:

Dengan demikian, pasien ini memerlukan infus untuk menghabiskan 100


hingga 500 ml cairan dalam 100 menit menggunakan infus set Terumo.
d. Anak-anak (drip mikro)
Seperti orang dewasa, anak dengan berat badan kurang dari 7 kg
membutuhkan infus set dengan tetes faktor yang berbeda.
Tetes mikro, faktor tetes: 1 ml (cc) = 60 tetes / cc
Penurunan rumus anak
Berikut adalah cepat kehilangan hasil formula dari rumus dasar (dalam
jam) untuk pasien anak:
Bagaimana mencari jumlah tetesan/ detik ? kita hanya tinggal merubah rumus
dan menggunakan angka angka yang ada.

Rumus :

Contoh Soal :
Jika soal diatas menyatakan bahwa tetesan per/ menit= 21 tetes/menit maka
tetesan per detiknya adalah ?
Jawaban :
1 menit= 60 detik, Jadi jika 21 tetes dalam waktu 60 detik maka hitungan
perdetiknya adalah : 60/21= 2,857 ( kalian bulatkan menjadi 3 ) jadi artinya dalam
waktu 3 detik itu ada 1 tetes.

Untuk lebih mudah nya saya membuatkan patokan yang sudah di hitung,
jadi rekan-rekan hanya tinggal mengingatnya saja,

Untuk yang makro


 20 tetes/menit=1cc = 60 cc/jam, Lamanya habis= 500 cc/60= 8,3 =8 jam
(bulatkan )
 15 tetes/menit= 11 jam
 10 tetes permenit=17 jam artinya dalam waktu 1 jam=30 cc
 5 tetes permenit= 33 jam
 60 tetes/menit= 3 jam
 40 tetes/menit= 4 jam
 30 tetes/ menit= 6 jam

Untuk yang mikro


Silahkan di hitung sendiri saja yah sesuai rumus.
Sedikit patokan tambahan mengenai pola pemberian tetesan infus yang harus
habis sebagai berikut :
 1 kolf = 500 cc = 7 tts/mnt, habis dalam 24 jam.
 2 kolf = 1000 cc = 14 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 12 jam, sehingga 24
jam habis 2 kolf.
 3 kolf = 1500 cc = 20 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 8 jam, sehingga 24
jam habis 3 kolf.
 4 kolf = 2000 cc = 28 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 6 jam, sehingga 24
jam habis 4 kolf.
 5 kolf = 2500 cc = 35 tts/mnt, 1 kolfnya habis dalam 4.5 jam, sehingga 24
jam habis 5 kolf.
D. Berikut ini rumus Baxter untuk menghitung total kebutuhan cairan pasien
luka bakar :

Kebutuhan cairan = 4 cc x BB (dalam Kg) x Luas luka bakar (%) cc

a. Tahapan pemberian cairan untuk pasien luka bakar :

 8 jam pertama diberikan setengah dari kebutuhan cairan


 16 jam berikutnya diberikan setengah sisa kebutuhan cairan
 Ada pun jika luas luka bakar lebih dari 50%, maka perhitungan
kebutuhan cairan dihitung dengan luas luka bakar 50%. Waktu
pemberian cairan terhitung sejak kejadian, bukan pada tahap hospital.
Jadi perkiraan sudah dihitung sejak pasien mengalami luka bakar dan
waktu yang terbuang selama pasien menuju rumah sakit.