Anda di halaman 1dari 2

PEMBERIAN ANESTESI LOKAL DI

PUSKESMAS
No. Dokumen : /7.7.1.3/SOP/UKP-
AS/ /2017
SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
Heri Santosa
UPT PUSKESMAS
NIP. 19671226
ANJIR SERAPAT
199203 1 007
1. Pengertian Pemberian anestesi lokal adalah tindakan menghilangkan rasa sakit atau
nyeri secara lokal tanpa disertai hlangnya kesadaran.
Pemberian anestesi lokal dapat dengan tekhnik:
a. Anestesi permukaan adalah pengolesan atau penyemprotan
analgetik lokal diatas selaput mukosa seperti mata,hidung,faring.
b. Anestesi infiltrasi adalah penyuntikan larutan analgetik lokal
langsung diarahkan disekitar tempat lesi,luka atau insisi.cara
infiltrasi yang serng digunakan adalah blokade lingkar dan larutan
obat disuntikan intradermal atau subcutan.
c. Anestesi blok adalah penyuntikan analgetik lokal langsung ke saraf
utama atau pleksus saraf.
d. Anestesi regional intravena adalah penyuntikan larutan analgetik
lokal intravena.
Obat anestesi lokal/regional adalah obat yang menghambat hantaran saraf
bila dikenakan secara lokal.anestesi lokal idealnya adalah yang tidak
mengiritasi atau merusak jaringan secara permanen,batas keamanan
lebar,mula kerja singkat,masa kerja cukup lama,larut dalam air,stabil dalam
larutan,dapat disterilkan tanpa mengalami perubahan dan efeknya
reversibel.

Contoh obat anestesi lokal :

Lidokain (liqnikaon,xylocain) adalah anestesi lokal kuat yang digunakan


secara topikal dan suntikan.Efek anestesi lebih kuat,cepat,ekstensif
dibanding prokain
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah – langkah untuk menghilangkan
rasa sakit sementara ketika melakukan tindakan bedah minor dan berbagai
prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
3. Kebijakan
4. Referensi PMK Nomor 779 Tentang Standar Pelayanan Anestesiologi Dan Reanimasi
5. Prosedur 1. Petugas mengidentifikasi pasien , mencocokkan identitas pasien
dengan rekam medis.
2. Petugas memastikan pasien dalam kondisi fisik baik dan siap untuk
dilakukan anestesi (tensi normal, lambung tidak dalam kondisi
kosong).
3. Petugas menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan
kemungkinan resiko yang akan terjadi
4. Petugas mengisi dan mempersilahkan pasien menandatangani
lembar informed consent pelaksanaan anestesi
5. Petugas mempersiapkan alat dan bahan steril untuk melakukan
tindakan anestesi
6. Petugas mencuci tangan
7. Petugas menggunakan sarung tangan bersih
8. Petugas mengambil obat anestesi dengan menggunakan spuit
9. Petugas menyuntikkan obat anestesi lokal pada daerah yang akan
dilakukan tindakan secara intradermal atau subcutan
10. Petugas melakukan observasi kondisi pasien
6. Bagan Alir memastikan
mengidentifikas mengisi dan
pasien dalam menjelaskan tindakan
i pasien , mempersilahkan
kondisi fisik baik yang akan dilakukan pasien
mencocokkan dan kemungkinan
dan siap untuk menandatangani
identitas pasien resiko yang akan terjadi lembar informed
dilakukan anestesi
dengan rekam consent pelaksanaan
medis. anestesi
Petugas mengambil Petugas menggunakan mempersiapkan alat dan
obat anestesi dengan sarung tangan bersih bahan steril untuk
menggunakan spuit Petugas mencuci tangan
melakukan tindakan
Petugas menyuntikkan obat anestesi
anestesi lokal pada daerah
yang akan dilakukan
tindakan secara intradermal
atau subcutan
Petugas melakukan
observasi kondisi
pasien

7. Dokumen Terkait  Rekam medis


 Lembar informed consent

8. Riwayat Tanggal Mulai


No Yang Dirubah Isi Perubahan
Perubahan berlaku
Dokumen

Anda mungkin juga menyukai