Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN REKAYASA IDE PENGANTAR MANAJEMEN

(KEWIRAUSAHAAN DAN MANAJEMEN)

Dosen Pengampu:

(Lokot Muda Harahap, M.Si.)

DISUSUN OLEH:

Siska magdalena (7183540018)

Efli putri dakhi (7182240014)

Josef gunawan (7183240016)

Ilham fauzi harahap (7182240003)

PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN T.A 2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha ESA, karena berkat dan karunia-
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Rekaya ide ini dengan keadaan baik. Walaupun
terkadang banyak halangan dan benturan yang dialami oleh penulis pada saat proses pembuatan.
Makalah ini merupakan bentuk tugas Rekayasa Ide Mata Kuliah Pengantar Manajemen.
Kelompok kami dalam hal ini membahas tentang Kewirausahaan dan Manajemen. Berusaha
menjelaskan secara gamblang topik yang dibahas. Dengan harapan akan memperoleh penilaian
yang baik nantinya
Makalah ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh karena
itu kelompok kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kelancaran
penulisan laporan ini.
Meski dalam penyusunan makalah ini, penulis telah berusaha dengan maksimal, namun
mungkin saja terdapat kesalah-kesalahan baik dari segi penulisan, kepadatan materi maupun
penggunaan kata yang mungkin tidak sesuai, maka dari itu penulis meminta kritik dan saran
pembaca makalah kami ini. Kami berharap nantinya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
berbagai pihak. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI ........................................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................... 3

A. Latar Belakang............................................................................................................................. 3

B. Rumusan Masalah ........................................................................................................................ 4

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 4

A. Sikap Kewirausahaan .................................................................................................................. 5

B. Modal Kewirausahaan ................................................................................................................. 5

C. Karakter Kewirausahaan .............................................................................................................. 6

D. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha .................................................... 7

E. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha .................................................................................... 8

F. Berpikir Kreatif Dalam Berwirausaha ......................................................................................... 9

G. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan .................................................................................... 9

H. Imbalan Dalam Wirausaha ........................................................................................................ 10

BAB III PENUTUP ........................................................................................................................... 11

A. Kesimpulan ................................................................................................................................ 11

B. Saran .......................................................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................ 12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah perencanaan, pengorganisasian,


pengoperasian, dan pengambilan risiko dari suatu usaha bisnis. Seorang wirausahawan adalh
seseorang yang terlibat dalam kewirausahaan.

Apa yang membedakan seorang wirausahawan dengan yang lain? Yang membedakan
adalah kemampuannya mengambil factor-faktor produksi seperti lahan, tenaga kerja, dan
modal, dan menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Wirausahawan
menyadari peluang yang tidak dilihat atau tidak dipedulikan oleh eksekutif bisnis lainnya.

Wirausahawan berbeda dengan manajer. Seorang manajer bisa menjalankan usah


milik orang lain dan mengolah sumber daya orang lain. Namun seorang wirausaha
mempertaruhkan sumber dayanya sendiri dan mengambil risiko pribadi demi keberhasilan
atau bahkan kegagalan dari usaha yang dijalaninya. Manajer juga mengurusi koordinasi
proses produksi yang sudah berjalan. Sementar menurut Paul H. wilken, kewirausahaan
adalah “Fenomena yang terputus-putus, muncul untuk mengawali perubahan dalam proses
produksi dan kemudian hilang sampai muncul lagi untuk mengawali perubahan yang lain.

Salah satu perbedaan mencolok antara para wirausahawan dengan para pekerja
adalah wirausahawan selalu berpikir untuk menciptakan bisnis (business cretion) sementara
para pekerja berpikir mencari pekerjaan. Para wirausahawan ini sangat bersemangat bila
diajak berbicara tentang penciptaan bisnis dan gagasan bisnis baru.

3
B. Rumusan Masalah

1. Faktor-faktor seperti apakah yang memicu seseorang untuk mulai untuk


berwirausaha?

2. Apa saja yang dapat membuat suatu usaha menjadi gagal ataupun berhasil ?

3. Keuntungan dan kerugian seperti apa yang didapat dari seseorang yang berwirausaha?

4. Kenapa berfikir kreatif sangat diperlukan bagi seorang berwirausaha ?

5. Manajemen dan strategi seperti apakah yang dipakai oleh wirausahawan ?

6. Imbalan seperti apakah yang diterima oleh seorang wirausaha ?

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sikap Kewirausahaan

1. Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.

2. Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan
ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki
inisiatif.

3. Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.

4. Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka
terhadap saran dan kritik yang membangun.

5. Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan
bisnis yang luas.

6. Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.

7. Memiliki keyakinan bahwa hidup. itu sama dengan kerja keras.

B. Modal Kewirausahaan

1. Modal Intelektual dapat diwujudkan dalam bentuk ide-ide sebagai modal utama yang
disertai pengetahuan, kemampuan, keterampilan, komitmen, dan tanggung jawab
sebagai modal tambahan.

2. Modal Sosial dan Moral diwujudkan dalam bentuk kejujuran dan kepercayaan,
sehingga dapat terbentuk citra.

3. Modal Mental aadalah kesiapan mental berdasarkan landasan agama, diwujudkan


dalam bentuk keberanian untuk menghadapi resiko dan tantangan.

4. Modal Material adalah modal dalam bentuk uang atau barang. Modal ini terbentuk
apabila seseorang memiliki jenis-jenis modal diatas.

5
C. Karakter Kewirausahaan

Para ahli mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-


beda. Geoffrey G. Meredith (1996: 5-6), misalnya, mengemukakan ciri-ciri dan watak
kewirausahaan sebagai berikut :

KARAKTERISTIK WATAK

Percaya diri dan Memiliki kepercayaan diri yang kuat, tidak tergantung pada
Optimis orang lain, dan individualisme.

Berorientasi pada tugas Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, mempunyai


dan hasil dorongan kuat, energik, tekun dan tabah, tekad kerja keras,
serta inisiatif.

Berani mengambil Mampu mengambil resiko yang wajar


resiko dan menyukai tantangan

Kepemimpinan Berjiwa kepemimpinan, mudah beradaptasi dengan orang


lain, dan terbuka terhadap saran serta kritik.

Keorisinalan Inovatif , kreatif, dan fleksibal.

Berorientasi masa Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan


depan

CIRI-CIRI UMUM KEWIRAUSAHAAN

 Memiliki motif berprestasi tinggi


 Memiliki perspektif ke depan
 Memiliki kreatifitas tinggi
 Memiliki sifat inovasi tinggi
 Memiliki komitmen terhadap pekerjaan
 Memiliki tanggung jawab
 Memiliki kemandirian atau ketidaktergantungan terhadap orang lain
 Memiliki keberanian menghadapi resiko
 Selalu mencari peluang
 Memiliki jiwa kepemimpinan
 Memiliki kemampuan personal

6
D. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

 Penyebab Keberhasilan Berwirausaha :

1. Kemampuan dan kemauan

2. Tekad yang kuat dan kerja keras

3. Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan

 Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang
menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:

1. Tidak kompeten dalam manajerial.

2. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola


usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang
berhasil.

3. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan,


keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan
mengintegrasikan operasi perusahaan.

4. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil


dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara
aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan
memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan
mengakibatkan perusahaan tidak lancar.

5. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu


kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan
dalam pelaksanaan.

6. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan


faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat
mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.

7. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat berhubungan dengan


efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat
tidak efisien dan tidak efektif.

7
8. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-
setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi
labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi
besar.

9. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.


Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak
akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha
hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu
membuat peralihan setiap waktu.

 Beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan menurut


Zimmerer (1996-7):

1. Pendapatan yang tidak menentu


2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama
4. Kualitas hidup yang tetap rendah meskipaun usahanya telah berhasil

E. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha

 Keuntungan Berwirausaha

1. Otonomi yaitu pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha
menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan

2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Tangtangan awal atau


perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan.
Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan
keuntungan sangat memotivasi wirausaha.

3. Kontrol finansial. Wirausaha memiliki kebebasan untuk mengelola keuangan


dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri.

 Kerugian Berwirausaha

1. Pengorbanan persoanal. Pada awalnya, wirausaha harus bekerja dengan


waktu yang lama dan sibuk. Sedikit sekali waktu yang tersedia

8
2. Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis,
baik pemasaran, keuangan, personal, maupun pengadaan dan pelatihan.

3. Kecilnya margin keuntungan dan besarnya kemungkinan gagal. Karena


wirausaha menggunakan sumber daya miliknya sendiri, maka margin
laba/keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil.

F. Berpikir Kreatif Dalam Berwirausaha

Menurut Zimmererr (1996) untuk mengembangkan keteramplan berfikir, seseorang


menggunakan otak sebelah kanan. Sedangkan untuk belajar mengembangkan ketrampilan
berpikir digunakan otak sebelah kiri, ciri-cirinya :

1. Selalu bertanya : Apa ada cara yang lebih baik?

2. Selalu menantang kebiasaan, tradisi dan kebiasaan rutin

3. Mencoba untuk melihat masalah dari perspektif yang berbeda

4. Menyadari kemungkinan banyak jawaban ketimbang satu jawaban yang benar

5. Melihat kegagalan dan kesalahan sebagai jalan untuk mencapai sukses

6. Mengkorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan


pemecahan inovasi

7. Memiliki ketrampilan helicopter yaitu kemampuan untuk bangkit di atas kebiasaan


rutin dan melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas kemudian
memfokuskannnya pada kebutuhan untuk berubah.

G. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan

Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang


menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis. Bila bahasa baru ingin berhasil , maka
wirausaha harus memiliki empat kompetensi, diantaranya :

1. Fokus pada pasar, bukan pada teknologi

2. Buat ramalan pendanaan untuk menghindari tidak terbiayainya perusahaan

9
3. Bangun tim managemen, bukan menonjolkan perorangan

4. Beri peran tertentu, khusus bagi wirausaha penemu

H. Imbalan Dalam Wirausaha

Tiap orang tertarik kepada kewirausahaan karena berbagai imablan yang dapat
dikellompokkan dalam tiga kategori dasar : Laba, kebebasan, dan kepuasan dalam menjalani
hidup.

 Imbalan Berupa Laba, Wirausaha mengharapkan hasil yang tidak hanya mengganti
kerugian waktu dan uang yang diinvestasikan tetapi juga memberikan imbalan yang
pantas bagi resiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis
mereka sendiri. Dengan demikian imbalan berupa laba merupakan motofasi yang kuat
bagi wirausaha tertentu. Laba adalah salah satu cara dalam mempertahankan nilai
perusahaan. Beberapa wirausaha mungkin mengambil laba bagi dirinya sendiri atau
membagikan laba tersebut, tetapi kebanyakan wirausaha puas dengan laba yang
pantas.

 Imbalan Berupa Kebebasan, Kebebasan untuk menjalankan perusahaannya


merupakan imbalan lain bagi seorang wirausaha. Hasil survey dalam bisnis berskala
kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan
pekerjaan nya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan
sendiri. Beberapa wirasuaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan
dan perilaku kerja pribadnya secara fleksibel. Kenyataannya banyak wirausaha tidak
mengutamakan fleksibiltas disatu sisi saja. Akan tetapi wirausaha menghargai
kebebasan dalam karir kewirausahaan, seperti mengerjakan urusan mereka dengan
cara sendiri, memungut laba sendiri dan mengatur jadwal sendiri.

 Imbalan Berupa Kepuasan Dalam Menjalani Hidup, Wirausaha sering


menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri.
Pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kenikmatan yang berasal dari kebebasan
dan kenikmatan ini merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan
jasa perusahaan. Banyak perusahaan yang dikelolah oleh wirausaha tumbuh menjadai
besar akan tetapi ada juga yang relative tetap berskala kecil.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadian
seseorang. The officer of Advocacy of Small Business Administration. bahwa kewirausahaan
yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau
individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi
sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat.

. Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena


adanya suatu motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi
ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna
menca.pai kepuasan secara pribadi.

B. Saran

Disarankan bagi mahasiswa yang nantinya akan memulai berwirausaha untuk


meneladani dan dapat mencontoh sikap, karakteristik, dan sebagainya dari apa yang tertulis di
Bab Pembahasan di atas. Seorang wirausaha memang perlu untuk menghadapi sebuah risiko,
karena dari proses risiko itu sendiri nantinya akan membawa sesuatu yang besar. Dan juga
semangat, kerja keras, ulet, serta tidak putus asa sikap yang sangat dibutuhkan oleh seorang
wirausaha agar terus berkarya dengan usaha yang di jalankannya.

11
DAFTAR PUSTAKA

Dr.Suryana, M.Si.2006.Kewirausahaan.Jakarta:Salemba Empat.

Adji Wahyu, Suwerli, & Suratno. Editor : Setiawan Yusuf. S, Utami Diyah .P.
2007.Kewirausahaan, Jakarta:Penerbit Erlangga.

12

Anda mungkin juga menyukai