Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ALDEHIDA DAN KARBONIL

Disusun Oleh :
KELOMPOK 1

1. Nadya Nurfadillah 1804015041


2. Wulan Anggraeni 1804015229
3. Widya Prastika Sari 1804015160
4. Ismi Asrinanda 1804015217
5. Sri Wulandari Susanti 1804015077
6. Syifa Nur Alawiyah 1804015024
7. Ananda Ajeng Pramesty 1804015113
8. Fitriah 1704019026

Kelas : 2D
Dosen : Ibu Dra. Herlina B Setijanti , M.Si , Apt

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR. HAMKA
JAKARTA
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya


mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Di antara
beberapa golongan senyawa organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang
dapat diubah gugus fungsinya : Hidrokarbon aromatik, senyawa yang
mengandung paling tidak satu cincin benzene: senyawa heterosiklik yang
mencakup atom-atom non karbon dalam struktur cincinnya: dan polimer, molekul
rantai panjang gugus berulang (Cahyono dan Agung, 2012).

Salah satu gugus fungsi yaitu aldehid. Aldehid adalah suatu senyawa yang
mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom
hidrogen. Nama IUPEC dari aldehida diturunkan dari alkana dengan mengganti
akhiran “ana” dengan “al”. nama umumnya didasarkan nama asam karboksilat
ditambahkan dengan akhiran dehida. Salah satu reaksi utuk pembuatan aldehida
adalah oksidasidari alkohol primer. Kebanyakan oksidator tak dapat dipakai
karena akan mengoksidasi aldehidnya menjadi asam karboksilat. Oksidasi
khrompiridin komplek seperti piridinium khlor kromat adalah oksidator yang
dapat merubah alkohol primer menjadi aldehid tanpa merubahnya menjadi asam
karboksilat (Petrucci, 1987 : 145-146)
Aldehid dinamakan menurut nama asam yang mempunyai jumlah atom C
sama pada nama alkana yang mempunyai jumlah atom sama. Pembuatan aldehida
adalah sebagai berikut: oksidasi alkohol primer, reduksi klorida asam, dari glikol,
hidroformilasi alkana, reaksi Stephens dan untuk pembuatan aldehida aromatik
(Fessenden,1997:2). Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai
sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkil, dua gugus alkil, atau sebuah
alkil.
Keton juga dapat dikatakan senyawa organik yang karbon karbonilnya di
hubungkan kandungan dua karbon lainnya. Keton tidak mengandung atom
hidrogen yang terikat pada gugus karbonil. Reaksi-reaksi pada aldehida dan keton
adalah reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Reaksi oksidasi untuk membedakan
aldehida dan keton. Aldehid mudah sekali dioksidasi, sedangkan keton tahan
terhadap oksidator. Aldehida dapatdioksidasi dengan oksidator yang sangat
lemah. Sedangkan reaksi reduksi terbagi menjadi tiga bagian yaitu reduksi
menjadi alkohol, reduksi menjadi hidrokarbon, dan reduksi pinakol.
(Willbraham, 1992: 32-33)

Aldehid dan keton adalah contoh senyawa-senyawa karbonil yang banyak


ditemukan di alam bebas. Aldehid adalah senyawa organik yang karbon
karbonilnya selalu berikatan dengan paling sedikit satu atom hidrogen.
Sedangkan keton adalah senyawa organik yang karbon karbonilnya dihubungkan
dengan 2 karbon lain.

Aldehid dan keton memiliki banyak manfaat. Contoh senyawa aldehid


adalah formalin yang sering digunakan dalam pengawetan zat organik.
Sedangkan contoh senyawa keton adalah aseton yang dapat digunakan untuk
pembersih kuteks.

Gugus karbonil adalah gugus yang dimiliki oleh golongan senyawa


aldehida, keton, asam karboksilat, ester dan turunan lainnya. Aldehida
mempunyai paling sedikit satu atom hydrogen melekat pada gugus karbonil.
Gugus lainnya dapat berupa gugus hidrogen, alkil atau aril. Pada keton, atom
karbon karbonil dihubungkan dengan dua atom karbon lain. Dalam system
IUPAC, aldehida diberi akhiran -Al. karena aldehida telah lama dikenal, nama-
nama umum masih sering digunakan. Nama-nama tersebut dicantumkan dibawah
nama IUPAC-nya. Bentuk aldehida siklik, digunakan awalan karbaldehida.
Aldehida aromat sering mempunyai nama umum. Dalam sistem IUPAC, keton
diberi akhiran-on. Penomoran dilakukan sehingga gugus karbonil mendapat
nomor kecil. Biasanya keton diberi nama dengan menambahkan kata keton
setelah nama-nama alkil atau aril yang melekat pada gugus karbonil (Hart,1990).

1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui isomer dari senyawa aldehida dan keton


2. Untuk mengetahui kegunaan aldehida dan keton dalam kehidupan sehari-
hari
3. Mengetahui sifat senyawa karbonil
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Keton (Alkanon)

Keton atau alkanon adalah suatu senyawa turunan alkana dengan gugus
fungsi –C=O- yang terikat pada dua gugus alkil R dan R’. Rumus struktur keton

a. Rumus Umum Keton


Contoh senyawa keton pada tabel

Dari contoh – contoh di atas, maka dapat disimpulkan rumus umum


keton / alkanon adalah CnH2nO.

b. Tata nama Keton


- Sistem IUPAC
Nama keton diturunkan dari alkana induknya, huruf akhir –a diubah
menjadi –on. Bila perlu digunakan nomor. Penomoran dilakukan
sehingga gugus karbonil mendapat nomor kecil.
Contoh :

Propanon Butanon
- Sistem Trivial
Gugus alkil atau aril yang terikat pada karbonil dinamai, kemudian
ditambah kataketon. Kecuali: aseton
Rumus
No Rumus Struktur Nama Trivial
Molekul

1 C3H6O Aseton (dimetil keton)

2 C4H8O Etil metil keton

3 C5H10O Dietil keton

c. Sifat-sifatketon
- Sifat fisisketon
Keton mengandung gugus karbonil Cδ=Cδ yang sangat polar seperti hal
nya aldehida. Dengan demikian, jenis gaya antar molekul keton juga
sama dengan aldehida, yakni gaya tarik menarik dipol-dipol disamping
gaya London. Tidak mengherankan apabila sifat fisis keton, seperti titik
didihnya mirip dengan aldehida. Juga, bahwa titik didih keton lebih
tinggi dari alkana, tetapi masih lebih rendah dari alkohol.
Dengan pertambahan panjang rantai karbon, gaya antarmolekul
yang lebih berperan adalah gaya London. Hal ini ditunjukkan oleh
kenaikan titik didih dari propanon ke 2-pentanon pada tabel berikut ini :
Disamping itu, untuk menunjukkan isomer-isomer keton, sifat fisis seperti
titik didih dari isomer rantai lurus lebih tinggi dibanding isomer rantai bercabang.
Untuk jelasnya, bandingkan titik didih 2-pentanon dan 3-metil2-butanon, seperti
tampak pada tabel

2.2 Kelarutan keton

Keton memiliki gugus karbonil –CO- yang bersifat polar dan rantai alkyl
(R-) yang bersifat non polar. Jadi, keton dapat bercampur dengan senyawa ion,
senyawa kovalen polar, dan non polar. Kelarutan keton dalam pelarut polar seperti
air akan berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena keton
semakin bersifat non-polar.

- Sifat kimia keton


Beberapa reaksi dari keton dapat disimak berikut ini.
Pembuatan keton

Keton dapat dibuat dari reaksi oksidasi alcohol skunder dengan suatu
oksidator. Simak contoh berikut.

Seperti halnya aldehida, pembuatan keton di laboratorium menggunakan


oksidator K2Cr2O7 dalam suasana asam. Sedangkan di industri, digunakan
oksidator O2 dari udara dengan katalis seperti Cu dan Ag.

2.3 Isomer

1. Isomer Struktur pada aldehid

Aldehida tidak mempunyai isomer posisi karena gugus fungsi dari


aldehida terletak di ujung rantai C. Isomer pada aldehida terjadi karena
adanya cabang dan letak cabang, jadi aldehida memiliki isomer struktur.

Keisomeran alkanal mulai terdapat pada butanal yang mempunyai dua


isomer, yaitu butanal dan 2–metil–propanal (isobutanal).

Butanal 2–metil–propanal (isobutanal)


2. Isomer posisi pada keton
Isomer posisi yang terjadi pada keton disebabkan oleh adanya
perubahan dalam kedudukan gugus karbonil dalam rantai
Contoh :
3. Isomer Fungsi
Keisomeran fungsi, yaitu keisomeran yang terjadi karena
perbedaan gugus fungsi di antara dua senyawa yang mempunyai rumus
molekul sama. Aldehida dengan rumus struktur R-CHO berisomer fungsi
dengan keton yang memiliki rumus struktur R-O-R`.
Contoh :

2.4 Kegunaan

a. Aldehid

1. Larutan formaldehida atau metanal 40% dikenal sebagai formalin


yang digunakan untuk antiseptik dan pengawet mayat.
2. Formaldehida juga dimanfaat sebagai bahan baku untuk industri
plastik melamin dan bakelit.
3. Asetaldehida atau etanal merupakan bahan baku untuk bahan
industri, misalnya polivinilasetat (P VA) yang digunakan sebagai
bahan lem dan paraldehida (Obat penenang).
4. Beberapa jenis aldehida lain, misalnya sinamaldehida merupakan
zat yang memberi aroma khas pada kayu manis, dan vanilin
merupakan senyawa aldehida yang memberi aroma khas pada buah
vanili.

b. Keton

1. Senyawa keton yang paling banyak dikenal adalah propanon atau


aseton. Aseton banyak dimanfaatkan sebagai pelarut (misalnya
pelarut cat kuku) dan pembersih kaca. Aseton juga merupakan
bahan baku untuk membuat senyawa bahan industri, misalnya
perspex (sejenis plastik) dan bispenol (plastik).
2. Hormon dalam tubuh manusia, misalnya testosteron, progesteron,
kortikosteron, dan sejenisnya merupakan senyawa keton.
3. Bahan baku pembuatan zat organic lain seperti chlaroform yang
digunakan sebagai obat bius.
4. Selain aseton beberapa senyawa keton banyak yang berbau harum
sehingga digunakan sebagai campuran parfum dan kosmetika
lainnya.

Aldehid dan keton sebagai senyawa karbonil

Aldehid dan keton adalah senyawa-senyawa sederhana yang mengandung


sebuah gugus karbonil - sebuah ikatan rangkap C=O. Aldehid dan keton termasuk
senyawa yang sederhana jika ditinjau berdasarkan tidak adanya gugus-gugus
reaktif yang lain seperti -OH atau -Cl yang terikat langsung pada atom karbon di
gugus karbonil, seperti yang bisa ditemukan misalnya pada asam-asam karboksilat
yang mengandung gugus -COOH.

Penamaan aldehid didasarkan pada jumlah total atom karbon yang terdapat
dalam rantai terpanjang - termasuk atom karbon yang terdapat pada gugus
karbonil. Jika ada gugus samping yang terikat pada rantai terpanjang tersebut,
maka atom karbon pada gugus karbonil harus selalu dianggap sebagai atom
karbon nomor 1.

Ikatan pada gugus karbonil

Atom oksigen jauh lebih elektronegatif dibanding karbon sehingga


memiliki kecenderungan kuat untuk menarik elektron-elektron yang terdapat
dalam ikatan C=O kearahnya sendiri. Salah satu dari dua pasang elektron yang
membentuk ikatan rangkap C=O bahkan lebih mudah tertarik ke arah oksigen. Ini
menyebabkan ikatan rangkap C=O sangat polar.

Senyawa aldehid dan keton yaitu atom karbon yang dihubungkan dengan
atom oksigen oleh ikatan ganda dua (gugus karbonil), atau dengan kata lain
aldehid dan keton merupakan senyawa-senyawa yang mengandung salah satu dari
gugus penting di dalam kimia organik, yaitu gugus karbonil, C=O. Gugus karbonil
adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehid dan keton. Oleh karena
itu, tidak lah mengherankan jika terdapat kemiripan sifat-sifat dari senyawa
golongan aldehid dan keton.

Gugus Karbonil

Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehid
dan keton. Oleh karena itu tidak mengherankan jika sifat kimia keduanya hampir
sama (Antony, 1992). Aldehid dan keton merupakan senyawa yang sangat
penting. Beberapa daripadanya seperti aseton (CH3COCH3) dan metil etil keton
(CH3COCH2CH3) dipakai dalam jumlah besar sebagai pelarut. Larutan pekat
foraldehid (CH20) dalam air dipakai untuk mengawetkan jaringan hewan dalam
penelitian biologi. Bahan rumit seperti karbohidrat dan hormon
steroidmengandung struktur karbonilaldehid dan keton bersama-sama gugus
fungsi lain (Fessenden, 1994).
BAB III

PENUTUP

3.2 Kesimpulan

Aldehid dan keton merupakan senyawa turunan alkana yang memiliki


rumus umum CnH2nO

1. Gugus karbonil aldehid terikat pada hidrogen dari satu ujung, tetapi dalam
keton, gugus karbonil terikat pada atom karbon dari kedua belah pihak.

2. Oleh karena itu, gugus fungsional keton selalu terlihat di tengah molekul,
dan gugus aldehid selalu di ujung.

3. Dalam nomenklatur tersebut, aldehid memiliki akhiran -al dan keton akhiran
adalah -on.

4. Dalam molekul dimana aldehid adalah gugus fungsional, karbon karbonil


diberikan nomor satu pada nomenklatur. Dalam keton, rantai diberi nomor
dengan cara memberikan nomor serendah mungkin pada karbon karbonil
(tidak akan mendapatkan nomor satu di setiap kesempatan).

5. Aldehid dapat dengan mudah teroksidasi dibandingkan dengan keton.

3.2 Saran

Gugus aldehid dan keton memiliki berbagai macam kegunaan baik


kegunaan positif maupun negatif bagi manusia. Seperti formalin yang
dipergunakan dalam pengawetan mayat. Penggunaan senyawa ini mestinya lebih
diawasi dalam kehidupan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Anthony, Wilbraham, C., dan Michael, B, Matta. (1992). Pengantar Kimia


Organik dan Hayati. Bandung; penerbit ITB.

Bredy, E James.2010.Kimia Universitas Asas dan Struktur.Jakarta:Binarupa


Aksara.

Cahyono, Ari Dwi dan Tuhu Agung R. 2012. Journal Of Chemical Education.
Eugenia.Vol. 10(3). Unsrat: Manado.

Fessenden. 1994. Kimia organik jilid i. Jakarta: Erlangga.

Fessenden. 1994. Kimia organik jilid ii. Jakarta: Erlangga.

Fessenden, R. J. Dan Joan, S. Fassenden, 1990, Kimia Organik, Jilid 2, Erlangga.


Jakarta.

Fessenden, Ralph.j. and Joan S. Fessenden. (1990). Dasar-dasar Kimoa Organik


Jakarta: Binarupa aksara.

Hart. 1990. Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat. Edisi Keenam. Erlangga.
Jakarta.

Petrucci, Ralph H. 1985. Kimia Dasar Prinsip Terapan Modern Jilid I Edisi
Keempat. Jakarta : Erlangga.

Respah. Ir, 1986. Pengantar Kimia Organik. Aksara Baru ; Jakarta.

Siswoyo, riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Erlangga. Jakarta.

Tobing, Ringke L, 1989, Kimia Organik Fisik, LPTK, Jakarta.

Wilbraham and Matta. 1992. Kimia Organik Dan Hayati. Bandung : ITB