Anda di halaman 1dari 14

REKAYASA IDE

PENGGUNAAN APLIKASI MICROSOFT MATHEMATICS


DALAM MENYELESAIKAN SOAL ELIMINASI GAUSS DAN
ELIMILASI GAUSS – JORDAN

TUGAS REKAYASA IDE


Disusun untuk Memenuhi salah satu tugas dalam
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu : Drs. Yasifati Hia., M.Si. dan Nurul Afni Sinaga, S.Pd., M.Si.

Disusun Oleh :
Nama : 1. Ardinsah (4171111010)
2. Ali Syahlan (4171111004)
3. Isna Zuhaira (4171111027)
4. Sekar Ayunda (4171111049)
Prodi/Kelas : Pendidikan Matematika / A
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan
hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah Rekayasa Ide yang berjudul “Penggunaan
Aplikasi Microsoft Mathematics Dalam Menyelesaikan Soal Eliminasi Gauss Dan Elimilasi
Gauss – Jordan” .

Makalah ini diselesaikan sesuai dengan mata kuliah Aljabar Linier Elementer. Kami
mengucapkan terima kasih kepada Drs. Yasifati Hia., M.Si. dan Nurul Afni Sinaga, S.Pd.,
M.Si. yang telah membimbing kami dalam mata kuliah Aljabar Linier Elementer dan kawan-
kawan yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini serta orang tua kami
yang mendoakan kami di rumah.

Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dengan apa yang dikatakan sempurna. Oleh
karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca demi tercapainya
kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, 10 April 2019

Kelompok 1

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... 2

DAFTAR ISI......................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 4

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 4


1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................... 4
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................................ 5

BAB II LANDASAN TEORITIS ......................................................................................... 5

2.1 Eliminasi Gaus ............................................................................................................ 5


2.2 Eliminasi Gaus – Jordan ............................................................................................ 7

BAB III REKAYASA IDE ................................................................................................... 10

BAB IV PENUTUP .............................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 14

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan dan kehadiran teknologi komputer dewasa ini telah memberikan


kemudahan berbagai pihak untuk menggunakannya dalam bidang kehidupan, termasuk
pendidikan, sebagai sarana penunjang pendidikan. Hal ini dikarenakan dengan
menggunakan komputer dapat mempertinggi efisiensi suatu pekerjaan yang disebabkan
adanya kelebihan/manfaat dari komputer. Kelebihan tersebut diantaranya adalah dapat
mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tepat, dapat menyimpan data maupun
memanggilnya kembali dan dapat memproses data/informasi dalam cakupan besar.
Bahkan dengan adanya perkembangan teknologi khususnya dalam program‐program
aplikasinya, saat ini komputer semakin memberikan manfaat yang besar di dunia
pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran.

Terdapat ratusan bahkan ribuan program aplikasi atau perangkat lunak yang dapat
dimanfaatkan untuk pembelajaran matematika, yang terpenting adalah bahwa pengajar
harus memiliki pengetahuan/wawasan dan keterampilan menggunakan berbagai perangkat
lunak tersebut serta mampu memilih perangkat lunak yang sesuai untuk mendukung
pembelajaran topik tertentu, dalam hal ini topik aljabar linier.

Salah satu perangkat lunak bantu yang dapat digunakan dalam pembelajaran
Aljabar linier yaitu Microsoft Math. Program ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
kecepatan, dan keakuratan dalam berbagai perhitungan dalam materi aljabar linier
sehingga waktu yang diperlukan untuk mengerjakan lebih efisien dan hasil yang diperoleh
lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan secara manual.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana cara cepat menyelesaikan soal eliminasi Gauss dan Gauss Jordan?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui cara cepat menyelesaikan soal eliminasi Gauss dan Gauss-Jordan.

2. Mengetahui cara kerja Microsoft Math dalam menyelesaikan soal eliminasi Gauss dan
Gauss-Jordan.

4
BAB II
LANDASAN TEORITIS

Di dalam matematika, system persamaan linier adalah kumpulan persamaan-persamaan


linier yang memiliki variabel-variabel yang sama. Bentuk umum dari system persamaan
linier dengan n peubah dinyatakan sebagai berikut:
𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1
𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2
. . . .
. . . .
𝑎𝑚1 𝑥1 + 𝑎𝑚2 𝑥2 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛
Dengan mengunakan perkalian matriks, kita dapat menulis persamaan di atas sebagai
persamaan matriks
𝐴𝑥 = 𝑏
Yang dalam hal ini,
𝐴 = [𝑎𝑖,𝑗 ]adalah matriks berukuran n x n
𝑥 = [𝑥𝑗 ]adalah matriks berukuran n x 1
𝑏 = [𝑏𝑗 ]adalah matriks berukuran n x 1 (disebut juga vector kolom)
Yaitu:
𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑥1 𝑏1
𝑎21 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑥2 𝑏2
𝑎31 𝑎32 𝑎33 … 𝑎3𝑛 𝑥3 = 𝑏3
… … …… … … …
[𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛3 … 𝑎𝑛𝑛 ] [𝑥𝑛 ] [𝑏𝑛 ]

2.1 Metode Eliminasi Gauss


Metode Eliminasi Gauss merupakan metode yang dikembangkan dari metode
eliminasi, yaitu menghilangkan atau mengurangi jumlah variable sehingga dapat
diperoleh nilai dari suatu variable bebas. Cara eliminasi ini sudah banyak dikenal.
Eliminasi Gauss adalah suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks
sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana. Caranya adalah dengan melakukan
operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang eselon-baris .Ini dapat
digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan
menggunakan matriks. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut kedalam

5
matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya. Setelah menjadi matriks Eselon-baris,
lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut.
Matriks dapat dinyatakan eselon baris apabila memenuhi persyaratan berikut :
1. Jika suatu baris tidak seluruhnya dari nol, maka bilangan tak nol pertama pada baris
itu adalah 1. Bilangan ini disebut 1 utama (leading 1).
2. Jika terdapat baris yang seluruhnya terdiri dari nol, maka baris-baris ini akan
dikelompokkan bersama pada bagian paling bawah dari matriks.
3. Jika terdapat dua baris berurutan yang tidak seluruhnya dari nol, maka 1 utama
padabaris yang lebihrendahterdapatpadakolom yang lebihkanandari 1 utamapadabaris
yang lebihtinggi.
Metode ini berangkat dari kenyataan bahwa bila matriks A berbentuk segitiga atas
(menggunakan Operasi Baris Elementer) seperti system persamaan berikut ini:
𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑥1 𝑏1
0 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑥2 𝑏2
0 0 𝑎33 … 𝑎3𝑛 𝑥3 = 𝑏3
… … …… … … …
[ 0 0 0 … 𝑎𝑛𝑛 ] [𝑥𝑛 ] [𝑏𝑛 ]
Maka solusinya dapat dihitung dengan teknik penyulingan mundur (backward
substitution):
𝑏𝑛
𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 ⇒ 𝑥𝑛 =
𝑎𝑛𝑛
(𝑏𝑛−1 −𝑎𝑛−1,𝑛 𝑥𝑛 )
𝑎𝑛−1,𝑛−1 𝑥𝑛−1 + 𝑎𝑛−1,𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛−1 ⇒ 𝑥𝑛−1 =
𝑎𝑛−1,𝑛−1
… … … … … … … … … … … … … … … ….
𝑑𝑠𝑡.
Sekali𝑥𝑛 , 𝑥𝑛−1 , 𝑥𝑛−2 , . . , 𝑥𝑘+1 diketahui, maka nilai 𝑥𝑘 dapat dihitung dengan:
𝑏𝑘 − ∑𝑛𝑗=𝑘+1 𝑎𝑘𝑗 𝑥𝑗
𝑥𝑘 = , 𝑘 = 𝑛 − 1, 𝑛 − 2, … ,1 dan 𝑎𝑘𝑘 ≠ 0.
𝑎𝑘𝑘
Kondisi𝑎𝑘𝑘 ≠ 0 sangat penting. Sebab bila 𝑎𝑘𝑘 ≠ 0, persamaan diatas menjerjakan
pembagian dengan nol. Apabila kondisi tersebut tidakdipenuhi, maka SPL
tidakmempunyaijawaban.

Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut.
𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 9

6
2𝑥 + 4𝑦 − 3𝑧 = 1
3𝑥 + 6𝑦 − 5𝑧 = 0
1 1 2 9 … (i)
[2 4 −31] … (ii)
3 6 −50 … (iii)

1 1 2 9
[0 2 −7−17]kalikanbaris (i) dengan (-2), lalutambahkankebaris (ii)
3 6 −5 0

1 1 2 9
[0 2 −7 −17]kalikanbaris (i) dengan (-3), lalutambahkankebaris (iii)
0 3 −11−27

1 1 2 9
7 17
[0 1 − 2 − ]kalikanbaris (ii) dengan (1/2)
2
0 3 −11−27

1 1 2 9
7 17
[0 1 − 2− 2 ]kalikanbaris (ii) dengan (-3), lalutambahkankebaris (iii)
1 3
0 0 − −
2 2

1 1 2 9
7 17
[0 1 − 2− ]kalikanbaris (iii) dengan (-2)
2
0 0 1 3
Solusi system diperoleh dengan teknik penyulihan mundur sebagai berikut:
𝑥3 = 3
7 17
𝑥2 − 𝑥3 = − ⇒ 𝑥2 = 2
2 2
𝑥1 + 𝑥2 + 2𝑥3 = 9 ⇒ 𝑥1 = 1
Diperoleh penyelesaian x = 1, y = 2, z = 3.

2.2 Eliminasi Gauss-Jordan


Dalam aljabar linear, eliminasi Gauss-Jordan adalah verse dari eliminasi Gauss.
Pada metode eliminasi Gauss-Jordan kita membuat nol elemen-elemen di bawah maupun
di atas diagonal utama suatu matriks. Hasilnya adalahmatriks yang eselon-baris tereduksi

7
berupa matriks diagonal satuan (semua elemen pada diagonal utama bernilai 1, elemen-
elemen lainnya nol).
Pada penyelesaian sistem persamaan linier, Metoda eliminasi gauss Jordan
digunakan untuk membentuk matrik baru dengan elemen-elemen di bawah dan diatas
elemen diagonal utama bernilai 0 dari sebuah matrik*.
Eliminasi Gauss Jordan untuk mencari invers dari matrik dilakukan dengan
menambahkan matrik identitas disebelah kanan matrik A dengan dimensi yang sama dan
dilakukan operasi-operasi matrik sebagai berikut:
[AI] → A-1 [AI]→ [IA-1 ]
Sehingga pada akhir operasi didapatkan pasangan matrik identitas disebelah kiri dan
matrik invers A disebelah kanan.
Dalambentukmatriks, eliminasi Gauss-Jordan ditulissebagaiberikut.
,
𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑏1 1 0 0 … 0 𝑏1
,
𝑎21 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑏2 0 1 0 … 0 𝑏2
𝑎31 𝑎32 𝑎33 … 𝑎3𝑛 𝑏3 0 0 1 … 0 𝑏3,
… … …… … … … … …… … …
[𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛3 … 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 ] [0 0 0 … 1 𝑏𝑛, ]
Solusinya: 𝑥1 = 𝑏1,
𝑥2 = 𝑏2,
…………
𝑥𝑛 = 𝑏𝑛,

Seperti pada metode eliminasi gauss, metode eliminasi Gauss-Jordan tidak


menerapkan tata-ancang pivoting dalam proses eliminasinya.
Matriks dapat dinyatakan eselon baris apabila memenuhi persyaratan berikut :
1. Jika suatu baris tidak seluruhnya dari nol, maka bilangan tak nol pertama pada baris
itu adalah 1. Bilangan ini disebut 1 utama (leading 1).
2. Jika terdapat baris yang seluruhnya terdiri dari nol, maka baris-baris ini akan
dikelompokkan bersama pada bagian paling bawah dari matriks.
3. Jika terdapat dua baris berurutan yang tidak seluruhnya dari nol, maka 1 utama pada
baris yang lebih rendah terdapat pada kolom yang lebih kanan dari 1 utama pada baris
yang lebih tinggi.
4. Setiap kolom memiliki 1 utama memiliki nol ada tempat lain.

8
Contoh:
Tentukan solusi dari persamaan dibawah ini.
𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 9
2𝑥 + 4𝑦 − 3𝑧 = 1
3𝑥 + 6𝑦 − 5𝑧 = 0
Penyelesaian:
1 1 2 9 … (i)
[2 4 −3 1 ] … (ii)
3 6 −5 0 … (iii)
1 1 2 9
[0 2 −7−17]kalikan baris (i) dengan (-2), lalutambahkankebaris (ii)
3 6 −5 0

1 1 2 9
[0 2 −7 −17]kalikan baris (i) dengan (-3), lalu tambahkan kebaris (iii)
0 3 −11−27

1 1 2 9
7 17
[0 1 − 2 − ]kalikan baris (ii) dengan (1/2)
2
0 3 −11−27

1 1 2 9
7 17
[0 1 − 2− 2 ]kalikan baris (ii) dengan (-3), lalu tambahkan kebaris (iii)
1 3
0 0 −2−
2

1 1 2 9
7 17
[0 1 − 2− ]kalikan baris (iii) dengan (-2)
2
0 0 1 3

11
1 0 9
217
[0 1 − 2− 2 ]kalikan baris (ii) dengan(-1), lalu tambahkan kebaris (i)
7

0 0 1 3

1 0 0 1 kalikan baris (iii)dengan (− 1 ) , lalu tambahkan ke baris (i),


12
[0 1 0 2] 7
0 0 1 3 dan kalikan baris (iii)dengan (2) , lalu tambahkan ke baris (ii)
Diperoleh penyelesaian x = 1, y = 2, z = 3.

9
BAB III
REKAYASA IDE

Perangkat lunak Microsoft Math ini dapat digunakan sebagai alat bantu dalam
pembelajaran Aljabar Linier, disamping sebagai alat bantu sejenis kalkulator, juga bisa
juga digunakan untuk memperjelas dan mempermudah pemahaman mahasiswa terhadap
teori‐teori dan konsep‐konsep yang diberikan dalam mata kuliah Aljabar Linier, katena
dalam beberapa kasus penyelesaian dengan perangkat lunak ini, disertai penjelasan tahap
demi tahap. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan perangkat lunak ini
adalah :
1. Perhitungan dalam penyelesaian permasalahan dalam Aljabar linier menjadi
lebih cepat.
2. Keakuratan hasil yang diperoleh dari perhitungan.
3. Dapat dimanfaatkan sebagai evaluasi bahwa hasil perhitungan yang dilakukan
telah benar.
4. Dapat memvisualisasikan grafik (misalnya dalam sistem Persamaan Linier)
dengan mudah dan skala yang tepat.
Beberapa fitur yang tersedia dalam perangkat lunak Microsoft Math untuk
pembelajaran Aljabar Linier meliputi matriks transpose, determinant, inverse, trace, size,
inner product, cross product, juga mengenai penyelesaian sistem persamaan linier,
persamaan tak linier (equation solver) beserta grafik 2 dimensi ataupun grafik 3 dimensi.
Operasi Matriks
Tampilan dalamenentukan determinan, inverse, reduce(untuk penyelesaian SPL dengan
eliminasi Gauss), trace dalam Microsoft Math seperti dalam gambar berikut :

10
Perintah/operasi matriks dimasukkan dalam kolom input, masukkan ukuran dan
elemen‐elemen matriksnya, kemudian tekan enter, maka akan muncul hasilnya pada
kolom hasil.
Penyelesaian persamaan
Langkah yang harus dilakukan adalah memasukkan persamaan dalam kolom equation
kemudian solve.

Jika ingin diubah ke dalam bentuk grafik dapat dilihat seperti berikut :

Grafik 3D yang dihasilkan dapat diputar dan dilihat dari sudut pandang yang
berbedabeda. Masih banyak permasalahan lain yang dapat diselesaikan dengan perangkat
lunak Microsoft Math ini yang dapat dieksplorasi lebih jauh misalnya masalah statistika,
kalkulus, trigonometri dan sebagainya,

11
Dalam pembelajaran Aljabar linier dengan perangkat lunak bantu Microsoft Math,
perlu dipilih topik‐topik mana saja yang memungkinkan dapat diajarkan atau dibantu
pembelajarannya dengan perangkat lunak ini. Pengajar dapat menggunakan perangkat
lunak ini untuk demonstrasi di depan kelas,atau mahasiswa menggunakannya secara
individual yaitu satu mahasiswa mengoperasikan satu komputer atau memakaiprogram
pembelajaran tersebut sebagai pelengkap materi yang telah disampaikan oleh pengajar,
sedangkan pelaksanaanya dapat dilakukan diluar jam pelajaran dengan atau tanpa bantuan
pengajar. Jika memungkinkan program pembelajaran tersebut dapat pula dibuka di rumah
bagi mahasiswa yang telah memiliki komputer.

12
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Microsoft Mathematics sangat
berguna dalam matakuliah aljabar linier terutama matriks. Untuk menyelesaikan soal
Eliminasi Gauss Dan Eliminasi Gauss – Jordan dapat menggunakan aplikasi ini baik
menggunakan operasi matriks maupun dengan menggunakan sistem persamaan.
Aplikasi ini juga dapat menampilkan grafik dua dimensi dan tiga dimensi dari
persamaan yang telah dibuat. Selain banyak kegunaannya Microsoft Mathematics
sangat mudah digunakan sehingga pengguna tidak merasa kesulitan memakainya.

4.2 Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dengan apa yang dikatakan sempurna.
Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca demi
tercapainya kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat
bagi para pembaca

13
DAFTAR PUSTAKA

Anton, Howard & Chris Rorres. (2005). Aljabar Linier Elementer edisi 8. (Alih bahasa :
Irzam Harmein, Julian Gressando, editor : Amalia Safitri). Jakarta: Erlangga.
Firdaus. 2019. Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Aljabar Linier
Pada Materi Matriks. Jurna In Tent. Vol. 2, no. 1, hal : 45 – 51
Hadley, G. (1992). Aljabar Linear. Jakarta : Erlangga,
Microsoft Math, http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Math

14

Anda mungkin juga menyukai