Anda di halaman 1dari 28

RENCANA STRATEGIS

BAPPEDA KOTA KUPANG

TUGAS

MANAJEMEN STRATEGIK ADMINISTRASI PUBLIK

(Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah)

TENTANG
RENCANA STRATEGIS
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
KOTA KUPANG

OLEH

N A M A : ERASMUS NAGI NOI


N I M : 1811020012

PRODI MAGISTER ILMU ADMINISTRASI


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2019
DAFTAR ISI

BAB Hal
I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................. 1

1
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

1.2. Maksud dan Tujuan ..................................................................................... 2


1.3. Landasan Hukum .......................................................................................... 3
1.4. Hubungan RENSTRA dengan dokumen perencanaan ................................ 4
II TUGAS dan FUNGSI BAPPEDA ........................................................................ 5
2.1. Struktur Organisasi ....................................................................................... 5
2.2. Susunan Kepegawaian .................................................................................. 6
2.3. Tugas Pokok dan Fungsi ............................................................................. 7
III ANALISIS INTERNAL dan EKSTERNAL ....................................................... 9
3.1. Analisis Lingkungan Internal ...................................................................... 9
3.2. Analisis Lingkungan Eksternal .................................................................... 10
3.3. Kondisi yang di inginkan dan Proyeksi ke depan ........................................ 11
3.4. Faktor - faktor Keberhasilan ......................................................................... 11
IV VISI, MISI, DAN SASARAN (GOALS) .............................................................. 13
4.1. Visi dan Misi ............................................................................................... 13
4.2. Tujuan ........................................................................................................... 14
4.3. Sasaran (Goals) ............................................................................................ 15
4.4. Kebijakan ..................................................................................................... 16
V PROGRAM ............................................................................................................ 18
5.1. Program Lokalitas Kewenangan SKPD ..............………........................... 18
5.2. Program Lokalitas Kewenangan SKPD ..............………........................... 20
5.3. Program Kewilayahan .......................................................................... 21

Bagan Organisasi ……………………………………………………………………….... 6

Gambar :
1.1.Komposisi Pegawai Menurut jelas Kelamin …………………………………………. 6
1.2. Komposisi Pegawai menurut tingkat Pendidikan dan Golongan ……………………. 7

2
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pengembangan Kota Kupang, sebagai salah satu kota bahari di Indonesia bagian selatan, yang
menyandang predikat sebagai ibu kota provinsi NTT, dimana seluruh aktifitas kepemerintahan
tingkat provinsi NTT berada di Kota Kupang, dengan dukungan infrastruktur perkotaan yang
cukup memadai. Sebagai Kota Bahari dengan dukungan sektor Jasa dan Perdagangan serta
transportasi yang ada, haruslah menampilkan sebuah perencanaan Kota yang berdimensi
global dengan pendekatan lokal serta memiliki berkarakter yang kuat sebagai sebuah Kota
“KASIH” yakni sebuah kota yang kehidupan masyarakatnya dilingkupi oleh semangat
kejuangan dan cinta damai dalam tata lingkungan perkotaan yang “Aman Sehat Indah dan
Harmonis “, yang ditunjang oleh kualitas SDM yang memadai, sistem perdagangan barang
dan jasa yang kompettitf, serta layanan kepemerintahan yang didorong oleh spirit “Layanilah
Aku dengan Hati yang Tulus” suatu filosofi daerah yang sarat mankna dalam rangka
mengaktualikan prinsip-prinsip good governance di Kota Kupang.
Hal tersebut merupakan sebuah pilihan yang telah menjadi komitmen bersama, sehingga dalam
pencapaiannya harus dilakukan secara bersama – sama antara berbagai pemangku kepentingan
(stakeholders) yaitu Pemerintah daerah, DPRD, Kelompok-kelompok masyarakat baik yang
bergerak dibidang sosial budaya, ekonomi, maupun politik dan keamanan. Untuk mencapai
harapan dimaksud, proses pembangunan daerah harus dilaksanakan secara sistematis mulai
dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, monitoring dan evaluasinya sampai dengan
tahap pemanfaatan dan pemeliharaan hasil-hasilnya. Berangkat dari pemikiran diatas,
perencanaan pembangunan, baik dilihat dari sisi proses menejemen maupun sebagai sebuah
kebijakan, adalah merupakan salah satu instrumen pembangunan yang sangat penting karena
didalamnya terkandung formulasi visi, misi, tujuan dan sasaran serta berbagai cara yang dipilih
untuk mencapai tujuan dan sasaran dimaksud. Dengan kata lain, melalui perencanaan
pembangunan yang baik akan dapat dihasilkan pelaksanaan pembangunan lebih baik yang
diharapkan dapat memberikan manfaat serta dampak yang jauh lebih besar pula.
Dalam kaitannya dengan itu, sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kota Kupang di bidang
perencanaan pembangunan daerah, maka dengan sendirinya Bappeda mengemban tugas dan
tanggung jawab agar proses perencanaan pembangunan di Kota Kupang dapat berjalan dengan
baik, tersusun secara sistematis, sinergis dan komprehensif sehingga sepenuhnya mengarah
kepada pencapaian visi dan misi Kota Kupang sebagaimana diharapkan semua pihak. Untuk

3
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

merealisasikan strategi pencapaian visi dan misi daerah tadi, secara fungsional Bappeda
dituntut untuk mampu menterjemahkannya kedalam berbagai bentuk kebijakan, program dan
kegiatan pembangunan daerah, baik dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah ( RPJPD ), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) yang berlaku
selama lima tahun maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) yang berlaku satu
tahunan. Dokumen-dokumen perencanaan inilah yang kemudian mengilhami penyusunan
Rencana Strategis dan Rencana Kerja Tahunan Bappeda Kota Kupang.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


1. MAKSUD
Maksud disusunnya Rencana Strategis Bappeda Kota Kupang adalah sebagai pedoman
umum (guide line) dan arahan bagi segenap pimpinan dan jajaran staf Bappeda didalam
melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya dalam menyusun berbagai kebijakan,
program dan kegiatan yang berhubungan dengan proses perencanaan pembangunan di
Kota Kupnag.
Sebagai pedoman umum yang berlaku secara internal, maka secara substansial rencana
strategis ini berisikan arahan makro tentang segala hal yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan dan sasaran internal dan eksternal organisasi Bappeda. Karena itu
agar dapat diimplementasikan secara nyata, selanjutnya harus diterjemahkan secara
lebih detail dalam bentuk Rencana Kegiatan Tahunan oleh masing-masing kepala bidang
dan sub bidang dilingkungan internal Bappeda.
2. TUJUAN
Sedangkan tujuan penyusunan Rencana strategis ini adalah untuk :
a. Mewujudkan kesamaan pandangan, sikap dan komitmen antara pimpinan dan staf
didalam memberikan yang terbaik bagi bappeda kota Kupnag agar dapat melaksanakan
tugas, fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik melalui perumusan bersama visi,
misi, tujuan, dan strategi yang akan dilaksanakan selama lima tahun kedepan.
b. Menyadari berbagai bentuk kekurangan dan potensi yang dimiliki sebagai kelemahan
dan kelebihan yang harus diperbaiki serta dikembangkan menjadi peluang untuk
mencapai tingkat kinerja yang telah disepakati bersama.
c. Memperbesar kontribusi Bappeda didalam meningkatkan kualitas perenca-naan
pembangunan di Kota Kupang agar pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan
lebih efektif, efisien, berkelanjutan dan berkeadilan.

4
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

C. LANDASAN HUKUM
Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Bappeda Kota Kupang tahun 2017 – 2022 berdasar
pada ketentuan – ketentuan sebagai berikut :
1. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 No. 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2005
tentang Penetapan Peraturan Pemerintah penganti Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005
tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
menjadi Undang-undang (Lembaran Negara republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548).
2. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 No. 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437);
3. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
4. Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 No. 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan
Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2005 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 No. 26, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4615);
8. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ Tahun 2005 tentang Tata Cara
Penyusunan RPJP dan RPJM Daerah.
9. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan
Perencanaan Pembangunan Dari Bawah (Partisipatif).
10. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang (RPJP) Daerah Tahun 2007 – 2025.

5
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

11. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah (RPJM) Daerah 2017 – 2022.
12. Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 07 Tahun 2008 tentang Orgnisasi dan Tata Kerja
Badan Perecanaan Pembangunan Daerah.

D. HUBUNGAN RENSTRA BAPPEDA DENGAN DOKUMEN PERENCA-NAAN


LAINNYA.
Renstra Bappeda pada hakekatnya adalah dokumen perencanaan lima tahunan yang berlaku
secara internal bagi segenap jajaran pimpinan dan staf Bappeda sendiri. Sustansinya
merupakan bentuk kongkrit dari apresiasi Bappeda terhadap apa yang harus dilakukan oleh
Bappeda agar proses perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan selalu
mengarah kepada pencapaian visi dan misi daerah.
Dalam konteks seperti itulah, secara substansial Renstra Bappeda dipandang sangat layak
untuk diposisikan sebagai gambaran kasar tentang proses perencanaan pembangunan daerah
untuk lima tahun mendatang sehingga wajar jika substansinya seringkali dijadikan rujukan oleh
SKPD lain. Hal demikian dilakukan semata-mata dengan tujuan agar terdapat sinkronisasi dan
harmonisasi didalam menterjemahkan RPJMD kedalam pelaksanaan tugas, fungsi dan
tanggung jawab unit kerja masing-masing. Jadi, Renstra Bappeda tidak lain adalah sama-sama
merupakan terjemahan RPJMD seperti halnya Renstra SKPD lainnya, sehingga antara
keduanya tidak terdapat hubungan hirarkies, tetapi satu sama lain saling mengisi dan
melengkapi sesuai denga tugas, fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

6
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

BAB II
TUGAS DAN FUNGSI BAPPEDA

A. STRUKTUR ORGANISASI
Susunan Organisasi dan Tata Kerja BAPPEDA Kota Kupang sebagaimana ditetapkan dalam
PERDA Nomor 07 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah, merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah di bidang
Perencanaan. Secara struktural susunan Organisasi BAPPEDA Kota Kupang adalah sebagai
berikut :
1. Kepala Badan
2. Sekretariat
Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi & Pelaporan
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan
3. Kepala Bidang Ekonomi (Bidang I)
Sub Bidang Pertanian, Pertambangan dan Energi
Sub Bidang Perekonomian dan Keuangan Daerah
4. Kepala Bidang Sosial Budaya (Bidang II)
Sub Bidang Sosial, Budaya dan Pariwisata
Sub Bidang Kependudukan dan Pemerintahan
5. Kepala Bidang Fisik, Sarana dan Prasarana (Bidang III)
Sub Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Penataan Ruang
Sub Bidang Prasarana dan Sarana Wilayah
6. Kepala Bidang Kerjasama Pembangunan (Bidang IV)
Sub Bidang Kerjasama Pembangunan
Sub Bidang Statistik, Data dan Informasi Pembangunan

7
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI


BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
(SESUAI PERDA NO. 07 TAHUN 2008)

B. SUSUNAN KEPEGAWAIAN
Susunan Kepegawaian BAPPEDA Kota Kupang terdiri dari sejumlah personil yang masing-
masing mengisi jabatan struktural dan staf fungsional umum sebagai pelaksana sesuai dengan
struktur yang telah ditetapkan. Secara terperinci, komposisi pegawai di Bappeda Kota
Kupang menunjukkan data sebagai berikut :
Tabel 1.1 Komposisi Pegawai Menurut Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah


1. Laki-laki 29 Org

2. Perempuan 18 Org
Jumlah 47 Org
Sumber : Data Kepegawaian BAPPEDA Per Desember 2017

8
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

Tabel 1.2 Komposisi Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan dan Golongan Ruang

No. Golongan/ruang Jumlah Pendidikan


1. Pembina Tk. I/IVb 1 Org S2
2. Pembina/IVa 1 Org S1
3. Penata Tk. I/IIId 4 Org S1
4. Penata/IIIc 6 Org S1
5. Penata Muda Tk. I/IIIb 8 Org S1
6. Penata Muda/IIIa 11 Org S1
7. Pengatur Tk. I/IId 2 Org D3
8. Pengatur/IIc 12 Org D3
9. Pengatur Muda Tk. I/IIb 1 Org SMA
10. Pengatur Muda/IIa 1 Org SMA
Jumlah 47 Org
Sumber : Data Kepegawaian BAPPEDA Per Desember 2017

C. TUGAS DAN FUNGSI BAPPEDA


1. TUGAS POKOK
Membantu Walikota Kupang dalam menentukan kebijaksanaan di bidang perencanaan
pembangunan daerah, dan pegembangan serta penilaian dan pengendalian atas
pelaksanaannya.
2. FUNGSI
a. Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis di bidang Perencanaan Pembangunan Daerah.
b. Pelaksanaan Pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah bidang
perencanaan Pembangunan Daerah.
c. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang
Perencanaan Pembangunan Daerah.
d. Pelaksanaan penyusunan kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam jangka
panjang (RPJPD) dan jangka menengah (RPJMD) serta perencanaan operasional tahunan
(RKPTD).

9
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

e. Pelaksanaan koordinasi Perencanaan Pembangunan Daerah di lingkungan Perangkat Daerah,


Instansi Vertikal, Lintas kabupaten/Kota dan aspirasi pelaku pembangunan
f. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan Pembangunan Daerah
g. Pelaksanaan fasilitas perencanaan dan pengendalian Pembangunan Regional secara makro
h. Pelaksanaan pengelolaan urusan Program, Kepegawaian, Keuangan, Hukum, Hubungan
masyarakat, Organisasi dan Tata laksana serta Umum dan Perlengkapan

10
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

BAB III
ANALISIS INTERNAL DAN EKSTERNAL
(KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG DAN TANTANGAN)

A. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL


1) Faktor Kekuatan (Strong)
Dengan ditetapkannya Perda Kota Kupang Nomor 07 Tahun 2008 tentang Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, memberikan
kejelasan mengenai kedudukan , tugas pokok, fungsi, dan wewenang yang menjadi
tanggung jawab seluruh komponen / aparat Bappeda Kota Kupang.
Struktur organisasi pada Bappeda Kota Kupang telah terisi oleh staf yang mendukung
pelaksanaan tugas – tugas dan fungsi Bappeda sebagai Badan Perencana Pembangunan di
Daerah dengan tingkat pendidikan yang cukup memadai.
Aparat Bappeda Kota Kupang bekerja secara profesional, memiliki integritas, dedikasi dan
komitmen yang tinggi.
Pola kerja di Bappeda yang sistematik dan terjadwal sehingga bisa memberikan hasil yang
optimal, efisien, dan efektif.
Hubungan kerja dan koordinasi yang baik antara pimpinan dan staf Bappeda sehingga
tercipta suasana kerja yang kondusif dan nyaman.
Tersedianya sarana / prasarana dan sumber pembiayaan yang cukup untuk kelancaran
pelaksanaan tugas – tugas Bappeda Kota Kupang.

2) Faktor Kelemahan (Weakness)


Belum memadainya jumlah tenaga teknis perencanaan, penelitian dan pengkajian.
Dalam pelaksanaannya, perencanaan pembangunan sering tidak tepat waktu/tidak sesuai
jadwal yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan proses dan mekanismenya yang
membutuhkan siklus waktu yang panjang dalam rangkaian kegiatan yang berurutan.
Belum tersedianya data – data pembangunan yang tersusun secara sistematis dan akurat
sehingga menimbulkan kendala dalam perencanaan pembangunan yang komprehensif dan
berkelanjutan.
Belum optimalnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi program – program pembangunan
yang dikaitkan dengan dokumen – dokumen perencanaan (RPJP – RPJM – RKPD dan
KUA).

11
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

B. Analisis Lingkungan Eksternal


1) Faktor Peluang (Opportunity)
Sistem dan birokrasi Pemerintah Kota Kupang yang sudah tertata dengan baik
Kepemimpinan kepala daerah yang visioner, berkomitmen dan berintegritas sehingga
menciptakan pembangunan yang berpatisipatif di Kota Kupang.
Penerapan otonomi daerah yang memberikan kesempatan berprakarsa seluas-luasnya bagi
daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Terjadinya hubungan yang harmonis dengan SKPD lain dan juga dengan para pemangku
kepentingan (stakeholders)
Ditetapkannya Perda tentang RPJPD Kota Kupang 2007-2025 dan RPJMD Kota Kupang
2017-2022 yang merupakan pedoman bagi perencanaan pembangunan di Kota Kupang
Ditetapkannya Keputusan Walikota tentang Model Dengar Pendapat Publik (Public
Hearing) sebagai sebuah solusi dalam mengembang-kan Sistem Manajemen Pembangunan
Parsitipatif yang makin membuka peluang peran serta masyarakat dalam proses
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Pemanfaatan sistem informasi manajemen yang cukup memadai sehingga dapat dihasilkan
data akurat dan akuntabel sebagai bahan dalam proses penetapan kebijakan pembangunan.

2) Faktor Ancaman ( Threat )


Tuntutan dan aspirasi masyarakat yang semakin beragam dengan berbagai kepentingan
yang semuanya harus ditampung dan diperhatikan.
Semakin meningkatnya pengawasan / kontrol dari berbagai elemen masyarakat /
pemangku kepentingan dan juga DPRD terhadap berbagai kebijakan pembangunan.
Masih terdapat aparat pemerintahan dan juga kelompok masyarakat yang belum
memahami arti penting dari proses perencanaan pembangunan parsitipatif.
Bervariasinya tingkat pendidikan, sosial ekonomi masyarakat yang berpengaruh pada
pola piker dan pola tindak dari masyarakat Kota Kupang.
Masih adanya kebijakan yang kadang – kadang tidak berpihak pada masyarakat.

12
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

C. Kondisi Yang Diinginkan dan Proyeksi ke Depan


Setelah melaksanakan analisis kondisi lingkungan Bappeda saat ini, maka langkah selanjutnya
adalah menetukan kondisi yang diinginkan dan proyeksi kedepan Bappeda Kota Kupang.
1. Kondisi Yang diinginkan
a. Proses dan mekanisme perencanaan pembangunan berjalan tepat waktu sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan.
b. Jumlah tenaga teknis perencanaan dan peneltian / pengkajian sesuai dengan kebutuhan.
c. Data – data pembangunan tersusun secara sistemik dan akurat yang digunakan dalam
perencanaan pembangunan secara komprehensif dan berkelanjutan (sustainable).
d. Terwujudnya perencanaan pembangunan partisipatif kepada seluruh pemangku
kepentingan (stakeholders)
e. Kebijakan – kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah adalah kebijakan
yang berpihak pada masyarakat.
f. Komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan
perencanaan pembangunan partisipatif.

2. Proyeksi Kedepan Bappeda Kota Kupang


a. Makin besarnya tantangan berkaitan dengan tinggi dan beragamnya tuntutan serta
aspirasi masyarakat yang harus ditampung dan ditindak lanjuti.
b. Makin besarnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
c. Pemantapan sistem informasi manajemen dalam pengelolaan data – data pembangunan
dan penyebarluasan informasi pembangunan.

D. Faktor – Faktor Kunci Keberhasilan


Berdasar analisa lingkungan organisasi, maka asumsi / kesimpulan yang dapat diambil sebagai
faktor penentu kunci keberhasilan pelaksanaan kebijakan dan program yang telah ditetapkan
Bappeda Kota Kupangadalah sebagai berikut :
1. Kelembagaan dengan susunan organisasi, tata laksana dan kedudukan yang mengatur tugas
pokok dan fungsi Bappeda secara tegas dan jelas.
2. Profesionalisme dan kreatifitas SDM yang ada pada Bappeda Kota Kupang dalam
menjalankan fungsinya sebagai pelaksana dan pengontrol proses perencanaan
pembangunan daerah yang telah ditetapkan.
3. Formulasi sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah dan terjadwal secara
teratur.

13
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

4. Motivasi kerja aparat Bappeda sebagai implementasi dari dukungan dan kepercyaan yang
telah diberikan oleh pimpinan.
5. Kecukupan dana, sarana dan prasarana dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas –
tugas kedinasan.
6. Pemanfaatan sistem informasi manajemen dalam meningkatkan akurasi dan validasi data
yang diperlukan dalam proses penetapan kebijakan terhadap perencanaan pembangunan
daerah.
7. Keleluasaan menyusun kebijakan perencanaan pembangunan daerah dengan ditunjang
adanya sistem penerapan otonomi daerah.
8. Situasi dan kondisi sosial, ekonomi dan politik masyarakat yang kondusif sehingga
mendukung peran aktifnya dalam proses perencanaan pembangunan.
9. Kualitas sistem monitoring dan evaluasi program pembangunan yang dilaksanakan secara
periodik dan terukur serta pemanfaatannya untuk perencanaan pembangunan tahap
berikutnya.
10. Efektifitas dan efisiensi koordinasi dalam proses penyusunan dan penetapan perencanaan
pembangunan daerah.
11. Sistem birokrasi Pemerintah Kota Kupang yang tertata dengan baik.

14
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN DAN KEBIJAKAN

A. VISI DAN MISI


1. VISI
Langkah penting dalam proses perencanaan strategi adalah mengembangkan rumusan yang
jelas dan ringkas tentang visi dan misi. Visi adalah kondisi ideal yang diinginkan pada akhir
periode perencanaan. Suatu visi adalah merupakan kondisi yang inspirasional sehingga
mendorong harapan dan impian, memfokuskan kepada masa depan lebih baik serta
menyatakan hasil – hasil yang positif. Suatu visi haruslah menekankan tujuan, kriteria
kinerja, perilaku, aturan, keputusan dan standart yang merupakan pelayanan publik serta
harus menjadi kesepakatan seluruh pemangku kepentingan. Nilai– nilai yang tertuang di
dalam visi memiliki konsekuen untuk diterapkan dalam proses implementasinya, karena itu
harus realistis dan tidak muluk – muluk dengan mempertimbangkan kemampuan yang ada
dan waktu yang tersedia.
Sebagai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, visi Bappeda Kota Kupang harus tetap
konsisten dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Kupang
tahun 2017 – 2022. Adapaun visi yang ditetapkan adalah sebagai berikut :
Menjadikan Bappeda Kota Kupang sebagai Badan Perencana yang profesional dan
memiliki integritas, dedikasi serta komitmen yang tinggi untuk mewujudkan visi Kota
Kupang melalui perencanaan pembangunan yang partisipatif.
Visi ditetapkan sebagai panduan untuk mengimplementasikan strategi serta menetapkan
arah dan kebijakan pembangunan. Visi juga diharapkan bisa menyediakan nilia- nilai
penting, memberi inspirasi dan menumbuhkan kreatifitas bagi aparat Bappeda. Dengan
demikian, aparat Bappeda harus mampu mengembangkan kreatifitas dan inovasi bagi
dirinya sendiri, Bappeda dan tentu saja Kota Kupang secara keseluruhan. Untuk itu aparat
Bappeda harus disiplin untuk menegaskan visinya dan bekerja keras agar visi tersebut
menjadi kenyataan.

2. MISI
Misi merupakan identifikasi tujuan, sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh
Bappeda sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Misi juga merupakan unsur yang paling
fundamental dari sebuah visi, karena fungsi dari misi tersebut adalah menjembatani kondisi
saat ini menuju masa depan sesuai dengan harapan yang ingin dicapai melalui suatu
tindakan tertentu. Jadi, misi adalah rumusan umum mengenai upaya – upaya yang akan

15
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Adapun misi yang dirumuskan Bappeda Kota
Kupang adalah sebagai berikut :
a. Menyusun perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang secara
partisipatif.
b. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antara SKPD dan antar daerah guna
meningkatkan kualitas pembangunan di Kota Kupang.
c. Melakukan validasi dan visualisasi data pembangunan dengan cepat dan akurat.
d. Memberikan arah pada seluruh elemen pembangunan dalam menterjemahkan program /
kegiatan yang akan dilaksanakan.
e. Melaksanakan pengkajian dan pengembangan bagi peningkatan kualitas di segala bidang
pembangunan.

B. TUJUAN
Tujuan merupakan penjabaran / implementasi dari pernyataan misi dengan didasarkan pada isu
– isu dan analisisis strategik dan juga merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasikan
pada jangka waktu 1 s/d 5 tahunan. Tujuan ini tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif,
akan tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang.
1. Misi Pertama :
Menyusun perencanaan pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang secara
partisipatif.
Tujuan :
Mewujudkan perencanaan pembangunan secara bertahap dan berkelanjutan (suiBstainable)
berdasarkan prioritas dan tahapan pembangunan yaitu jangka pendek, jangka menengah
dan jangka panjang.
2. Misi Kedua
Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar SKPD dan antar daerah guna
meningkatkan kualitas pembangunan di Kota Kupang.
Tujuan :
Terlaksananya program pembangunan di Kota Kupng dan daerah sekitar secara sinergi,
sistemik dan terpadu.
3. Misi Ketiga :
Melakukan Validasi dan Visualisasi data pembangunan secara cepat dan akurat.
Tujuan :
Meningkatkan peran Bappeda dalam mengakses serta menyajikan data dan informasi
secara lengkap dan up to date.

16
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

4. Misi Keempat :
Menetapkan sistem pegelolaan data-data pembangunan yang efisien dan efektif untuk
menghasilkan data yang akurat dan akuntabel.
Tujuan :
Agar dalam pelaksanaan program/ kegiatan pembangunan sesuai dengan apa yang
diharapkan dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan (dokumen-dokumen perencanaan).
5. Misi Kelima :
Menyusun standart dan panduan pelaksanaan HDI (Human Development Indeks) di Kota
Kupang secara komprehensif dan berkesinambungan.
Tujuan :
Agar terjadi sinergi dan keterpaduan dalam pelaksanaan HDI di Kota Kupang.
6. Misi Keenam :
Melaksanakan pengkajian dan pengembangan bagi peningkatan kualitas pembangunan di
segala bidang.
Tujuan :
Meningkatkan kualitas bahan perencanaan pembangunan dan bahan perumusan kebijakan.

C. SASARAN
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yaitu sesuatu yang ingin dicapai /
dihasilkan secara nyata oleh Bappeda dengan kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.
Dalam sasaran dirancang indikator sasaran yaitu, ukuran tingkat keberhasilan pencapaian
sasaran untuk diwujudkan pada implementasi program / kegiatan yang disertai dengan rencana
tingkat capaian (target masing – masing indikator dari program dan kegiatan).
1. Tujuan :
Mewujudkan perencanaan pembangunan secara bertahap dan berkelanjutan (suistainable)
berdasarkan prioritas dan tahapan pembangunan mulai dari jangka pendek, jangka
menengah dan jangka panjang.
Sasaran :
Terwujudnya dokumen-dokumen perencanaan berdasarkan sistem dan pola pembangunan
berjangka.
2. Tujuan :
Terlaksananya program pembangunan di Kota Kupang dan daerah sekitar secara sinergi,
sistemik dan terpadu.

17
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

Sasaran :
Terwujudnya program-program pembangunan lintas sektoral/ SKPD dan lintas daerah
secara sinergi, sistemik dan terpadu.
3. Tujuan:
Meningkatkan peran Bappeda dalam mengakses serta menyajikan data dan informasi
secara lengkap dan up to date.
Sasaran :
Terwujudnya dokumen berisi data-data / segala informasi yang dibutuhkan dalam proses
perencanaan pembangunan secara lengkap dan akurat.
4. Tujuan :
Agar dalam pelaksanaan program/ kegiatan pembangunan sesuai dengan apa yang
diharapkan dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan (dokumen-dokumen perencanaan).
Sasaran :
Terwujudnya program pembangunan yang terarah dan terpadu berdasarkan pada sistem
dan mekanisme pembangunan partisipatif serta berkelanjutan.
5. Tujuan:
Agar terjadi sinergi dan keterpaduan dalam pelaksanaan HDI di Kota Kupang.
Sasaran :
Terwujudnya peran aktif Bappeda dalam perencanaan guna meningkatkan kualitas
pembangunan kepada manusia/ masyarakat.
6. Tujuan:
Meningkatkan kualitas bahan perencanaan pembangunan dan bahan perumusan
kebijakan.
Sasaran :
Terwujudnya perencanaan pembangunan dan kebijakan yang lebih cepat, tepat, akuntabel,
transparan, adaptif dan responsif.

D. KEBIJAKAN
Kebijakan merupakan ketentuan yang telah ditetapkan untuk dijadikan pedoman / petunjuk
dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program / kegiatan guna terciptanya kelancaran
dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan serta pencapaian visi dan misi instansi
pemerintah. Kebijakan dilakukan setiap tahun dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.
1. Sasaran
Terwujudnya dokumen perencanaan berdasarkan sistem dan pola pembangunan berjangka.
Kebijakan :

18
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

Menyusun perencanaan pembangunan secara komprehensif pada tiap tahapan dan jangka
pembangunan sesuai dengan prioritas.
2. Sasaran :
Terwujudnya program-program pembangunan lintas sektoral/ SKPD dan lintas daerah
secara sinergi, sistemik dan terpadu.
Kebijakan :
Mengoptimalkan dan mengintensifkan pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi antar
SKPD dan kerjasama dengan daerah lain dalam pelaksanaan pembangunan.
3. Sasaran :
Terwujudnya dokumen berisi data-data / segala informasi yang dibutuhkan dalam proses
perencanaan pembangunan secara lengkap dan akurat.
Kebijakan :
Mengoptimalkan pelaksanaan pengolahan dan penyediaan data / informasi yang
dibutuhkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kota Kupang.
4. Sasaran :
Terwujudnya program pembangunan yang terarah dan terpadu berdasarkan pada sistem
dan mekanisme pembangunan partisipatif serta berkelanjutan.
Kebijakan :
Memberikan pedoman, acuan dan monitoring bagi SKPD dalam melaksanakan program/
kegiatan pembangunan.
5. Sasaran :
Terwujudnya peran aktif Bappeda dalam perencanaan guna meningkatkan kualitas
pembangunan kepada manusia/ masyarakat.
Kebijakan :
Mengukur Indeks Pembangunan Manusia di Kota Kupang.
6. Sasaran :
Terwujudnya perencanaan pembangunan dan kebijakan yang lebih cepat, tepat,
akuntabel, transparan, adaptif dan responsif.
Kebijakan :
Melakukan pengkajian dan pengembangan terhadap aspek bidang pembangunan atau
program pembangunan.

19
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

BAB V
PROGRAM DAN KEGIATAN.

A. Program dan Kegiatan Lokalitas Kewenangan SKPD


Otonomi daerah memberikan kewenangan yang lebih luas kepada pemerintah daerah dalam
mengelola sumber daya daerah baik yang menyangkut aspek administrasi, institusi maupun
keuangan. Untuk mewujudkan hal tersebut disusun suatu bentuk perencanaan program dan
kegiatan antar fungsi yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui penyusunan program dan
kegiatan yang bersifat indikatif. Hal tersebut dikarenakan banyaknya variabel dan indikator
yang tidak mampu diprediksikan sebelumnya mengingat begitu cepatnya perubahan
lingkungan internal maupun eksternal yang terjadi.
Untuk mewujudkan visi Kota Kupang dalam upaya dan usaha TERWUJUDNYA
MASYARAKAT KOTA YANG CERDAS, BERADAB, BERBUDAYA, SEJAHTERA
DAN BERDAYA SAING. Untuk mewujudkan Visi tersebut maka terdapat delapan
prioritas pembangunan yang merupakan penjabaran secara berlanjut atas Misi yang telah
ditetapkan ke dalam bentuk Program dan kegiatan indikatif berdasarkan fungsi dan sub fungsi
dalam urusan wajib dan pilihan, dalam kewenangan pemerintah Kota Kupang sebagai
berikut:
“Peningkatan kinerja pelaksanaan otonomi daerah menuju tata kelola pemerintahan
yang baik melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan
profesionalisme aparatur yang didukung oleh infrastruktur kepemerintahan yang
berbasis pada teknologi informasi”
a. Sub Fungsi Perencanaan Pembangunan
Era reformasi telah membawa perubahan sistem pemerintahan di daerah sebagaimana
diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah, dimana daerah diberi wewenang yang lebih luas untuk mengatur dan mengurus
rumah tangga daerahnya sendiri. Seirama dengan itu, terjadi pula perubahan paradigma
pembangunan dari “Membangun Daerah” menjadi “Daerah Membangun”. Perubahan-
perubahan tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi daerah untuk berbenah
diri. Dengan demikian dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka
perubahan paradigma tersebut dipahami sebagai suatu mandat dari pemerintah Pusat
kepada Pemerintah Daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan daerah, melaksanakan
pembangunan daerah dan melakukan pembinaan kehidupan masyarakat di daerah sesuai
sumberdaya dan potensi serta permasalahan aktual yang ada di daerah.

20
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

Untuk memanfaatkan potensi daerah secara berdayaguna dan berhasil guna serta mampu
memecahkan masalah secara cepat dan tepat diperlukan rumusan-rumusan kebijakan yang
sesuai dengan kondisi daerah serta penetapan program/kegiatan yang realistis dan
strategis. Ini berarti setiap program dan kegiatan yang ditetapkan harus mempunyai efek
sebar yang luas dengan daya ungkit yang besar terhadap pertumbuhan sektor yang lain.
Oleh karena itu, pemahaman perencanaan pembangunan daerah dalam daerah otonom
tidak saja dilihat secara sempit tetapi harus terintegrasi dengan mempertimbangkan
keterkaitan dalam lingkup regional, nasional bahkan internasional.
Permasalahan :
1) Perencanaan pembangunan daerah belum memperhatikan konsistensi antar dokumen
perencanaan;
2) Sistem dan mekanisme perencanaan belum taat azas;
3) Ketentuan Perundangan di bidang perencanaan seringkali berubah-ubah;
4) Sumberdaya aparatur perencana belum memadai.
Sasaran :
1) Terwujudnya keterpaduan dokumen perencanaan pembangunan daerah;
2) Terwujudnya mekanisme perencanaan yang baik;
3) Meningkatnya sumberdaya aparatur perencana.
Arah Kebijakan diarahkan untuk peningkatan kualitas perencanaan pembangunan.
Program Indikatif sub fungsi Perencanaan Pembangunan :
1) Pengembangan Data/Informasi
2) Kerjasama Pembangunan
3) Pengembangan Wilayah Perbatasan
4) Pengembangan Kota-kota Besar dan Menengah
5) Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah
6) Perencanaan Pembangunan Daerah
b. Sub Fungsi Pemberdayaan Masyarakat
Program Indikatif sub fungsi pemberdayaan masyarakat :
1) Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan
2) Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
3) Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa

21
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

B. Program dan Kegiatan Lintas SKPD


FUNGSI PELAYANAN UMUM
Tugas dan fungsi utama pemerintah adalah stabilisator, dinamisator, faslitator dan penjaga
kepentingan umum dalam upaya memberikan pelayanan yang bermartabat dan berkualitas
kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas dan fungsi tersebut, untuk pemernitaha Kota
Kupang, di dukungan oleh sumber daya aparatur sebanyak 5.385 orang, untuik melayani
kebutuhan masyarakat dari aspek ekonomi, sosial, budaya, politik, dan ketertiban dan
keamanan. Untuk memaksimalkan pelayanan publik yang berkualitas maka target dan
sasaran pengembangan yang diletakan pada tahun 2017-2022 yaitu (1). Peningkatan kapasitas
Sumber Daya Aparatur, (2). peningkatan sarana dan prasarana kepemerintahan.
Target dan sarana capaian sebagimana tersebut di atas, akan diintervensi melalui program-
program prioritas sebagai berikut :
a) Sub Fungsi Pemerintahan Umum
Kinerja pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat dapat diukur dari kinerja
pelayanan publik.
Kondisi masa lalu masih menunjukkan adanya banyak kelemahan dalam penyelenggaraan
pelayanan publik, seperti diskriminasi pelayanan, tumpang tindih perijinan, prosedur yang
berbelit maupun keterbatasan cakupan layanan. Setelah era reformasi, penyelenggaraan
pelayanan umum semakin mendapat perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.
Permasalahan mendasar dalam pelaksanaan otonomi daerah di Kota Kupang terutama
pada pemerintahan umum adalah :
1) Diskriminasi pelayanan;
2) Tumpang tindih perizinan;
3) Prosedur yang berbelit;
4) Keterbatasan cakupan layanan.
Sasaran yang ingin dicapai dalam pembangunan subfungsi pemerintahan umum adalah :
1) Terwujudnya pelayanan publik yang prima dalam one stop services kepada masyarakat
sesuai dengan SPM;
2) Meningkatnya kualitas pelaksanaan pemerintahan umum di semua jenjang sampai di
tingkat kelurahan, meningkatnya efektivitas, efisiensi dan tertib administrasi
penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan umum dan pembangunan di tingkat
kelurahan.
3) Meningkatnya partisipasi Masyarakat dalam pembangunan.

22
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

Arah Kebijakan pembangunan sub fungsi pemerintahan umum diarahkan pada


peningkatan kapasitas lembaga/institusi pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan
sesuai dengan Standard Pelayanan Minimal (SPM) dengan didukung kelembagaan yang
efisien dan efektif serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Program Indikatif sub fungsi pemerintahan umum mencakup:
1) Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah.

C. Program Kewilayahan.
Merupakan program SKPD yang dalam proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasinya melibatkan daerah sekitarnya atau daerah dalam propinsi ataupun yang
menangani kawasan tertentu dalam daerah. Adapun yang termasuk dalam program dimaksud
adalah :
1. Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (P2MK).
2. Peningkatan Hubungan Kerjasama Antar Daerah.

23
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

MATRIK PROGRAM INDIKATIF LIMA TAHUNAN


ISU INDIKASI
STRATEGI SASARA ARAH PROGR SUMBER
NO S N KEBIJAKAN AM KEGIATAN POKOK PEMBIAYAA DANA
N

1 2 3 4 5 6 7 8
Belum Terwujudnya Menyusun Perencan Pengembangan partisipasi dalam
1 optimalnya dokumen- perencanaan aan perumusan program dan APBD II
pelaksanaan dokumen pembangunan Pembang
monitoring dan perencanaan secara unan kebijakan layanan publik
evaluasi
program – berdasarkan komprehensif
program sistem pada tiap Daerah
pembangunan tahapan dan Penyusunan Rancangan RPJMD 200.000.000 APBD II
yang dan pola jangka
dikaitkan
dengan pembangunan
dokumen pembangunan sesuai Penyelenggaraan MUSRENBANG
– dokumen RPJMD 50.000.000 APBD II
perencanaan berjangka. dengan prioritas.
(RPJP – RPJM –
RKPD dan Penetapan RPJMD 50.000.000 APBD II
KUA).
Penyusunan Rancangan RKPD 240.000.000 APBD II
Terwujudnya Memberikan Penyelenggaraan MUSRENBANG
program pedoman, RKPD 270.000.000 APBD II
pembangunan acuan dan
yang monitoring bagi
terarah dan SKPD dalam
terpadu melaksanakan Penetapan RKPD 120.000.000 APBD II
berdasarkan program/ Monitoring, Evaluasi, Pengendalian
pada kegiatan dan Pelaporan 200.000.000 APBD II

24
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

sistem dan
mekanisme pembangunan. Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah
pembangunan
partisipatif
serta Penyusunan KU APBD 1.800.000.000 APBD II
berkelanjutan.

Koordinasi dan Terwujudnya Mengoptimalkan Kerjasam Koordinasi Kerjasama


2 sinkronisasi program- dan a Pembangunan antar daerah 300.000.000 APBD II
antara SKPD Pembang
dan antar program mengintensifkan unan
daerah guna pembangunan pelaksanaan
meningkatkan lintas koordinasi dan Fasilitasi Kerjasama dengan dunia
kualitas sektoral/ sinkronisasi usaha/lembaga 300.000.000 APBD II
pembangunan di SKPD dan antar SKPD dan
lintas daerah kerjasama
Kota Kupang. secara dengan daerah
sinergi, lain dalam
sistemik dan pelaksanaan Koordinasi dalam Pemecahan
Masalah-masalah daerah 300.000.000 APBD II
terpadu. pembangunan.

Monitoring, evaluasi dan pelaporan 300.000.000 APBD II


Perencan Penyusunan Master Plan
aan Pembangunan ekonomi daerah 250.000.000 APBD II
Pembang
unan
Ekonomi

25
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

ARAH KEGIATAN INDIKASI


NO ISU STRATEGIS SASARAN KEBIJAKAN PROGRAM POKOK SUMBER DANA
PEMBIAYAAN
1 2 3 4 5 6 7 8
Penyusunan Indikator Ekonomi
Daerah 100.000.000 APBD II
Penyusunan Perencanaan
Pengembangan Ekonomi 120.000.000 APBD II
Masyarakat
Koordinasi Perencanaan
Pembangunan Bidang Ekonomi 540.000.000 APBD II
Penyusunan tabel input output
daerah 240.000.000 APBD II
Penyusunan masterplan
penanggulangan kemiskinan 100.000.000 APBD II
Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan 210.000.000 APBD II
Koordinasi Perencanaan
Perencanaan Pembangunan bidang Sosial 25.000.000 APBD II
Pembangunan Budaya
Sosial Budaya Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan 150.000.000 APBD II
Koordinasi Perencanaan
Perencanaan Pembangunan bidang prasarana APBD II
Pembangunan dan sarana
Prasarana Monitoring, Evaluasi dan
Wilayah dan Pelaporan 180.000.000 APBD II
Sumber Daya
Alam
DAU dan Sharing
Perlindungan Pantai dan laut lestari 204.504.000 dana loan
dan konservasi
sumber daya
alam

26
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

ISU ARAH PROGR INDIKASI SUMBER


NO STRATEGIS SASARAN KEBIJAKAN AM KEGIATAN POKOK DANA
PEMBIAYAAN

1 2 3 4 5 6 7 8
Belum Terwujudnya Pengemba Pengumpulan data dan analisis data
3 tersedianya data – dokumen Mengoptimalkan ngan Informasi capaian 300.000.000 APBD II
data
pembangunan berisi data-data pelaksanaan
yang / pengolahan Data dan target kinerja program dan Kegiatan
tersusun secara segala dan penyediaan
sistematis informasi yang data / Informasi
dan akurat dibutuhkan informasi yang
sehingga dalam dibutuhkan
menimbulkan proses dalam proses
kendala perencanaan perencanaan Penyusunan dan Pengumpulan
dalam pembangunan data/informasi kebutuhan 300.000.000 APBD II
perencanaan secara dan pelaksanaan
pembangunan lengkap dan pembangunan di penyusunan dokumen perencanaan
yang akurat. Kota
komprehensif dan Kupang.
Penyusunan dan analisis data/informasi
berkelanjutan. perencanaan 75.000.000 APBD II
pembangunan kawasan rawan bencana
Penyusunan dan Analisis
data/informasi perencanaan 75.000.000 APBD II
pembangunan ekonomi
Belum Melakukan Peningkata Peningkatan Kemampuan Teknis
4 terlaksananya Terwujudnya pengkajian dan n Aparatur Perencanaan 425.000.000 APBD II
pengembangan
pengkajian dan perencanaan terhadap Kapasitas
pengembangan pembangunan aspek bidang Kelembag
Bagi dan pembangunan aan
peningkatan kebijakan yang Perencana Sosialisasi Kebijakan Perencanaan
kualitas lebih atau program an Pembangunan Daerah 240.000.000 APBD II

27
RENCANA STRATEGIS
BAPPEDA KOTA KUPANG

Pembangu
disegala bidang cepat, tepat, pembangunan. nan
akuntabel,trans
pembangunan. paran, Daerah
adaptif dan
responsif. Bimbingan Teknis tentang
Perencanaan Pembangunan 450.000.000 APBD II
Daerah

28