Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian
Pap smear adalah suatu tes sederhana untuk memeriksa kesehatan
leher rahim (cervix). Tes tersebut hanya memerlukan waktu beberapa menit
saja dan tidak sakit. Tes tersebut adalah cara terbaik untuk mendeteksi dan mencegah
kanker leher rahim. 3)
Pap smear dapat memperlihatkan tanda-tanda peringatan dini adanya
kanker di leher rahim. Leher rahim terdapat di dalam vagina, yang merupakan
pintu masuk ke dalam uterus. Kadang-kadang sel-sel kecil leher rahim yang
sehat dapat berubah menjadi abnormal. Hal ini terjadi tanpa disadari. Sel-sel
yang abnormal. tersebut dapat ditangani oleh seorang dokter, jauh sebelum
menjadi kanker. 3)
Pap smear adalah screening untuk mendeteksi perubahan sel sel yang
terjadi di dalam serviks uterus. Perubahan sel rahim yang terdeteksi secara
dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-
sel tersebut berkembang menjadi sel kanker. Artinya, semakin dini penyakit
kanker diketahui maka semakin mudah menanganinya. Dari keadaan normal
ke prakanker memerlukan waktu 5 tahun, sedangkan dari prakanker ke kanker
ringan memakan waktu 5 tahun dan dari ringan ke sedang memakan waktu 3
tahun.4)

2.2 Risiko 4)
1. Wanita yang telah melakukan hubungan seksual diusia muda
2. Wanita yang melakukan kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan
3. Wanita Perokok
4. Wanita yang Kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan.

2.3 Indikasi 4)
1. Usia di atas 18-70 tahun.
2. Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun).
3. Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun.
4. Pernah melahirkan lebih dari 3 kali.
5. Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau
kontrsepsi hormonal.
6. Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual.
7. Mengalami keputihan atau gatal pada vagina.
8. Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina.
9. Berganti pasangan dalam senggama.

1
4)
2.4 Persiapan Sebelum Pap Smear
1. Pada saat pengambilan lendir, usahakan otot-otot vagina rileks
Tidak melakukan hubungan suami-istri 48 jam sebelum pengambilan lendir
mulut rahim.
2. Waktu yang paling baik untuk pengambilan lendir adalah 2 minggu setelah
selesai haid.
3. Jangan menggunakan pembasuh antiseptic atau sabun antiseptic di sekitar
vagina selama 72 jam sebelum pengambilan lendir.
Jika sudah menopause, papsmear dapat dilakukan kapan saja, tetapi
jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy)
atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim tidak perlu lagi
melakukan papsmear karena sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim.

2.5 Cara Pemeriksaan


Jika Anda sudah pernah melakukan hubungan seks, Anda harus
memeriksakan diri untuk Pap smear setiap 2 tahun. Para wanita harus
memeriksakan diri secara teratur sampai dengan usia 70 tahun. 3)
Pelaksanaan pemeriksaan pap smear, Pertama-tama dokter akan
meminta membuka pakaian dari pinggang ke bawah dan berbaring telentang
untuk pemeriksaan tersebut. Kemudian dokter akan mempergunakan sebuah
spekulum untuk membuka vagina. Dengan hati-hati dokter akan mengambil beberapa
sel dari leher rahim Anda dengan mengusapkan sebuah sikat kecil atau spatula
(semacam sendok plastik atau kayu). Sel-sel kemudian dioleskan pada kaca preparat
dan dikirim ke laboratorium di mana sel-sel tersebut akan diperiksa di bawah
3)
mikroskop.
Ketika melakukan Pap smear, Hasilnya kebanyakan normal. Jika hasilnya
ternyata tidak normal, hal ini tidak selalu berarti terkena kanker. Ini mungkin
menandakan bahwa pasien menderita sakit ringan yang dapat ditangani oleh
dokter. Yang penting bahwa dibicarakan dengan dokter tentang hasil tes dan
perawatan yang sebaiknya dilakukan. Kadang-kadang ada wanita yang
memerlukan lebih sering Pap smear dan ada juga yang memerlukan seorang dokter
spesialis. Karena jika ada sel-sel yang tidak sehat, sel-sel tersebut dapat diobati. 3)
2)
Cara pengambilan sediaan :
1. Isi formulir dengan lengkap dan sesuaikan dengan nomor urut pengambilan.
2. Pasang spekulum cocor bebek untuk menampilkan serviks.
3. Cytobrush dimasukkan ke dalam kanalis servikalis dan diputar 180º searah
jarum jam.
4. Spatula dengan ujung pendek diusapkan 360º pada permukaan serviks.
5. Cytobrush diusapkan pada kaca benda berlawanan arah jarum jam dan
spatula juga digeserkan pada kaca benda yang sama dan telah diberi label
(dengan pensil gelas) di sisi kirinya. Penggeseran meliputi seluruh panjang
gelas sediaan dan hendaknya digeserkan sekali saja.
6. Kaca benda segera dimasukkan dalam larutan fiksasi alkohol 96%. Sediaan
difiksasi minimal selama 30 menit.

2
7. Sediaan kemudian dikeringkan dengan menggunakan pengering udara. Bila
fasilitas pewarnaan jauh dari tempat praktek, sediaan dapat dimasukkan
dalam amplop/pembungkus yang dapat menjamin kaca sediaan tidak pecah.
8. Pewarnaan sediaan dikerjakan di laboratorium sitologi. Pewarnaan sediaan
sitologi yang dipakai adalah pewarnaan Papanicolaou yang terdiri dari
pewarnaan inti dengan Hematoxylin dan sitoplasma dengan orange G dan EA.
Prinsip pewarnaan Papanicolaou adalah melakukan pewarnaan, hidrasi dan
dehidrasi sel.
Pengambilan sediaan yang baik, fiksasi dan pewarnaan sediaan yang
baik serta pengamatan mikroskopik yang cermat, merupakan langkah yang
memadai dalam menegakkan diagnosis. 2)
Untuk mengatasi jebakan-jebakan dalam pemeriksaan Pap smear,
maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 2)
1. Fiksasi segera, bila diperlukan dapat menggunakan dua kaca benda
2. Bersihkan mukus sebelum pengambilan Pap smear
3. Hindari membersihkan dengan NaCl 0,9% karena akan membuat sediaan
hiposeluler
4. Gunakan spatula terlebih dahulu sebelum cytobrush untuk menghindari darah
5. Pap smear rutin tidak diambil saat haid
6. Rotasi spatula tidak melebihi 360º untuk menghindari trauma pada sel normal
sehingga menyerupai sel atipik
7. Pulaskan material dari spatula dengan gerakan yang halus, tekanan kontinyu
untuk menghindari penumpukan material
8. Ketika menggunakan brush, masukkan ke dalam ostium dengan tekanan yang
lunak (gentle) dan putar sampai 90-180º. Putarkan brush sepanjang kaca
benda dengan memutar pegangan.
9. Isi informasi klinis pasien dengan lengkap, yaitu antara lain: umur, haid
terakhir, status kehamilan, riwayat hasil Pap smear sebelumnya
10. Sebaiknya biopsi dari Pap Smear abnormal diperiksa secara simultan oleh ahli
patologi yang sama. Korelasi sitopatologi adalah kunci dari patologi serviks,
terutama pada kasus-kasus sangat sulit. Cara yang paling mudah adalah
mengirim biopsi ke laboratorium yang sama dengan laboratorium yang
memeriksa Pap smear, atau bila terpaksa mengirim ke dua laboratorium yang
berbeda, maka sertakan hasil Pap smearnya. Sebagai pengambil Pap smear,
sebaiknya selalu mengacu pada korelasi dengan hasil biopsi.

2.4 Metode Pap Smear Terbaru


1. Thin Prep Pap Test 5)
Thin Prep Pap Test adalah peningkatan kemampuan yang ampuh
terhadap Pap Smear cara biasa yang pertama kali dilakukan sejak
diperkenalkan 50 tahun yang lalu.
Thin Prep Pap Test adalah Pap smear cara baru, dimana getah leher
rahim diambil seperti biasa dengan cytobrush, tetapi tidak langsung dibuat
sediaan apus diatas kaca objek, melainkan dicelupkan atau direndam dalam
botol kecil berisi cairan fiksasi atau pengawet.Cara ini memastikan sel-sel

3
yang terkumpul pada cytobrush lebih mudah dilepaskan ke dalam cairan
pengawet dan dapat tertampung seluruhnya sehingga tidak ada sel yang hilang.
Pembuatan sediaan apus/slide diatas kaca objek dilakukan oleh mesin
Thin Prep Proccessor di Laboratorium Sitologi.
Dari hasil penelitian dari berbagai sumber diselurh dunia membuktikan bahwa
hasil Thin Prep Pap Test lebih akurat (tepat) hasil PAP SMEAR cara biasa. Thin Prap
Pap Test memang dikembangkan untuk mengatasi kendala dan hasil negatif palsu yang
sering ditemukan pada hasil Pap Smear cara biasa/konvensional.
Thin Prep Pap Test mampu meningkatkan ketelitian dan menghasilkan
diagnosa yang akurat melebihi Pap Smear cara biasa dan dapat menghindari
hasil negatif palsu yang sering ditemukan pada hasil Pap Smear cara biasa.
Dengan demikian dapat menghindari diri dari menderita kanker leher rahim.
Keunggulan teknologi baru mutakhir ini ternyata dapat meningkatkan
ketelitian dan ketepatan diagnosa dalam mendeteksi sel prakanker dan sel
kanker leher rahim sehingga dapat menghindari hasil negatif palsu yang sering
terjadi pada hasil pemeriksaan Pap Smear cara konvensional. Dengan demikian hasil
Thin Prep Pap Test sangat dapat dipercaya.
Pengambil apusan getah leher rahim oleh dokter atau bida dengan
lembut akan mengapus sekret atau getah dari leher rahim anda tanpa rasa
nyeri dengan alat cytobrush. Sekret yang didapat segera direndam atau
dicelupkan kedalam botol berisi cairan pengawet dan kemudian sampel dalam
botol itu dikirim ke Laboratorium Sitologi.
2. Pap Net dan IVA 4)
Saat ini ada cara pemeriksaan yang lebih baru, yaitu PAP NET.
Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan lendir leher rahim sama seperti
papsmear konvensional, tetapi dengan memanfaatkan teknologi computer
dalam menganalisanya. Pap Net dapat menyempurnakan hasil papsmear
konvensional sampai 30% lebih peka.
Saat ini biaya untuk melakukan Pap smear maupun Pap Net memang
tergolong mahal, beberapa RS mematok harga sekitar Rp 250.000 sampai Rp
400.000, tetapi ada juga suatu cara pemeriksaan untuk mengetahui keadaan
sel serviks dengan cara IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) cara ini
tergolong lebih murah. Media Asam Asetat disemprotkan ke bagian leher rahim
(epitel). Jika bagian leher rahim yang tadinya berwarna merah muda berubah
menjadi putih, maka dalam waktu 5-10 tahun kemungkinan akan menjadi
prakanker. Dokter akan melakukan pembekuan terhadap kulit tersebut sehingga tidak
menjadi kanker, dan biasanya 90 % tidak menjadi kanker.