Anda di halaman 1dari 5

Nama : ……………………………………………………… NIM : …………………………………

Kelompok : …………………

Kegiatan ke VI: Tahap Perkembangan Embrio Ayam

Amati dan gambar tahap-tahap perkembangan embrio ayam pada spesimen yang anda hadapi.
Beri keterangan secukupnya !

Hewan : Gallus gallus sp.


Tipe telur : Megalesital
Tipe Pembelahan : Meroblastik

Tahap
Perkembangan Gambar / Foto Hasil Amatan Keterangan
(jam inkubasi)
18 jam
1. ………………………..

2. ………………………..

3. ………………………..

4. ………………………..

5. ………………………..

24 jam
1. ………………………..

2. ………………………..

3. ………………………..

4. ………………………..

5. ………………………..

Lembar ini sebagai lembar laporan mahasiswa peserta praktikum #1


Reproduksi dan Embriologi, Bagian Embriologi Hewan, Jurdik Biologi FMIPA UNY - 2017.
Nama : ……………………………………………………… NIM : …………………………………
Kelompok : …………………

33 jam
1. ………………………..

2. ………………………..

3. ………………………..

4. ………………………..

5. ………………………..

*digabung wae soale gambare pisah


48 jam
1. ………………………..

2. ………………………..

3. ………………………..

4. ………………………..

5. ………………………..

Lembar ini sebagai lembar laporan mahasiswa peserta praktikum #2


Reproduksi dan Embriologi, Bagian Embriologi Hewan, Jurdik Biologi FMIPA UNY - 2017.
Nama : ……………………………………………………… NIM : …………………………………
Kelompok : …………………

72 jam
1. ………………………..

2. ………………………..

3. ………………………..

4. ………………………..

5. ………………………..

96 jam
1. ………………………..

2. ………………………..

3. ………………………..

4. ………………………..

5. ………………………..

Lembar ini sebagai lembar laporan mahasiswa peserta praktikum #3


Reproduksi dan Embriologi, Bagian Embriologi Hewan, Jurdik Biologi FMIPA UNY - 2017.
Nama : ……………………………………………………… NIM : …………………………………
Kelompok : …………………

Pembahasan:
Perkembangan awal embrio dimulai dari proses blastulasi dimana pada masa akhir
proses pembelahan massa balstomer akan membentuk dasar calon tubuh yang disebut
blastula. Proses blastulasi terus terjadi sepanjang telur melewati saluran reproduksi induk,
kemudian akan diikuti proses gastrulasi dimana mulai terjadi pembenttukan stria primitif
(Nelsen, 1953 dalam Asmarani, dkk, 2016). Menurut Bellair dan Osmond (2005 dalam
Asmarani, dkk, 2016) perkembangan stria primitif mulai dapat diamati pada umur 10 jam
inkubasi, Stria primitirif mulai telihat memanjang dari bagian posterior dan mulai terbentuk
cekungan primitif.

Memasuki umur 18 jam inkubasi stria primitif telah mencapai panjang maksimal(terjadi
invaginasi yang disebut fovea primitiva (primitive pit) bagian anterior primitive pit ini terdapat
suatu sentrum yang tediri dari massa mesodermal. Bagian ini sangat aktif berproliferasi
sehingga membentuk suatu peninggian yang disebut nodus Hensen (Suhandoyo dan Ciptono,
2009), area pelucida membentuk oval, cekungan primitif, notochord, nodus Hensen dan
lipatan kepala mulai terlihat jelas. Embrio telah mulai memasuki tahapan transisi pada umur
24 jam, ketika lipatan kepala di anterior dan somite mulai terlihat dengan jelas(Asmarani, dkk,
2016).
Sinus romboorbitalis mulai muncul dan stria primitive semakin ke arah posterior pada
umur inkubasi 30 – 33 jam. Memasuki umur 48 jam embrio mulai memperlihatkan perbedaan
spesifik dibanding umur sebelumnya karena bagian anterior memutar ke arah kanan, lubang
auditorius mulai terbuka, jantung membentuk S, lekukan kepala amnion menutupi seluruh
region telenchepalon, dienchepalon, dan mesenchepalon, serta plat oral, batang mata, dan
tuba neural yang sudah mulai terbentuk(Asmarani, dkk, 2016) atau bagian kepala embrio
ayam telah tampak jelas, secara cepat bagian depan kepala yang merupakan lipatan
blastoderm berbentuk bulkan sabit membentuk amniotic head fold. Lipatan ini berkembang
terus ke arah belakang dan melingkupi bagian kepala (Suhandoyo dan Ciptono, 2009). Somites
bertambah banyak seiring pertambahan waktu.
Memasuki umur embrio di atas 50 jam jumlah somite sudah tidak akurat digunakan
sebagai penentu umur embrio karena adanya pelebaran mesoderm di anterior somite
(Hamburger dan hamilton, 1951 dalam Asmarani, dkk, 2016). Embrio Umur 72 jam Kuntum
sayap dan kuntum kaki mulai terbentuk dan semakin besar ukurannya seiring dengan
pertambahan waktu. Kuntum kaki ukurannya akan lebih besar ukurannya dibandingkan pada
Lembar ini sebagai lembar laporan mahasiswa peserta praktikum #4
Reproduksi dan Embriologi, Bagian Embriologi Hewan, Jurdik Biologi FMIPA UNY - 2017.
Nama : ……………………………………………………… NIM : …………………………………
Kelompok : …………………

kuntum sayap. Tuba neural semakin berkembang menjadi corda neural. Pembagian otak
semakin berkembang. Mata akan mulai mengalami pigmentasi pada umur 70 jam. Kuntum
ekor akan mulai menekuk ke arah depan tubuh(Asmarani, dkk, 2016). Selaput ekstra
embrional keempat yang disebu allantois mulai tumbuh pada saat rongga amnion telah
lengkap terbentuk. Setelah umur inkubasi 72 jam, allantois merupakan bangunan perluasan
serupa kantung dari bagian posterior hind gut ini mulai tampak (Suhandoyo dan Ciptono,
2009).
Umur 4 hari atau 96 jam Plat jari pada kuntum sayap belum terpisah sedangkan plat
jari pada kuntum kaki belum terpisah dan celah pada protuberensia prosesus mandibularis
mulai membentuk garis(Asmarani, dkk, 2016). Somit sudah tidak dapat dihitung jumlahnya,
ada lipatan ekor dan allantois membesar.

Simpulan dan Saran :

Perkembangan embrio mulai dari pemanjangan anterior lalu posterior selain itu pertambahan
jumlah somites mulai dari yang dapat dihitung dan kemudian semakin bertambah jam semakin
tidak bisa dihitung. Pada usia sekitar lebih dari 20 jam lipatan kepala sudah terbentuk, lekukan
tubuh serta organ-organ tubuh mulai berkembang sampai sekitar umur 96 jam yaitu masa
perkembangan kuntum sayap, jari-jari dan proseus mandibularis mulai tampak

Dari hasil pengamatan diharapkan nantinya mampu menambah pengetahuan akan


perkembangan embrio ayam, juga semoga nantinya dapat diamati lebih lanjut perkembangan
embrio setelah 96 jam.

Sumber Pustaka :
Asmarani, dkk. 2016. Perkembangan Embrio dan Penentuan Jenis Kelamin DOC (Day-Old
Chicken) Ayam Jawa Super. Yogyakarta: Departemen Reproduksi dan Kebidanan Fakultas
Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada.
Suhandoyo dan Ciptono. 2009. Petunjuk Praktikum Reproduksi dan Embriologi Hewan.
Yogyakarta: Pend. Biologi FMIPA UNY.

Lembar ini sebagai lembar laporan mahasiswa peserta praktikum #5


Reproduksi dan Embriologi, Bagian Embriologi Hewan, Jurdik Biologi FMIPA UNY - 2017.