Anda di halaman 1dari 5

TUGAS KHUSUS

EVALUASI GAS H2S PADA AMINE CONTACTOR

5.2 Data Pengamatan dan Perhitungan


5.2.1 Data Pengamatan
Berdasarkan hasil pengamatan, data yang diperoleh adalah sebagai
berikut :
 Perhitungan Neraca Massa

 Perhitungan Neraca Massa Total Menggunakan Geankoplis


Data yang dibutuhkan :

Tabel 1. Parameter pada saat siang hari (12.00) tanggal 25/3/2016

Parameter Nilai Satuan


Suhu MDEA masuk 47.1 °C
H2S masuk 285 Ppm
H2S keluar 11.39 Ppm
Total Pressure 40.9 barg
Flowrate gas masuk 1800 m3/jam
Flowrate MDEA masuk 19 m3/jam
ρ udara 1.1763 kg/m3
ρ MDEA 1.038 kg/L
BM gas H2S 34 kg/kgmol
BM MDEA 119 kg/kgmol
BM udara 29 kg/kgmol

Tabel 2. Parameter pada saat siang hari (11.46) tanggal 26/3/2016

Parameter Nilai Satuan


Suhu MDEA masuk 40.0 °C
H2S masuk 285 Ppm
H2S keluar 1.19 Ppm
Total Pressure 40.7 Barg
Flowrate gas masuk 1800 m3/jam
Flowrate MDEA masuk 19.9 m3/jam
ρ udara 1.1763 kg/m3
ρ MDEA 1.038 kg/L
BM gas H2S 34 kg/kgmol
BM MDEA 119 kg/kgmol
BM udara 29 kg/kgmol
Langkah perhitungan :
A. Menggambar Diagram Blok Neraca Massa Total

L0 V1
X0 Y1

KOLOM
ABSORPSI

LN VN+1
XN YN+1

B. Menentukan Neraca Massa Total


 Konversi rata-rata kosentrasi H2S keluar dari ppm menjadi % mol
𝑘𝑜𝑠𝑒𝑛𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 H2S
Mol H2S =
𝐵𝑀 H2S

11.39
Mol H2S = = 0.335 mol
34

𝑘𝑜𝑠𝑒𝑛𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 Udara
Mol Udara =
𝐵𝑀 Udara

1000000−11.39
Mol Udara = = 34482.365 mol
29
mol H2S
%mol H2S = X 100%
𝑀𝑜𝑙 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎+𝑚𝑜𝑙 𝐻2𝑆

0.335
= X 100% = 0.000971 %
34482.365+0.335

 Konversi Laju alir umpan dari m3/jam menjadi kg/jam

Laju alir gas masuk = 1800


= 1800 m3/jam x 1.1763 kg/m3
= 2117.34 kg/jam

Laju alir MDEA masuk = 19 m3/jam


1000 L
= 19 m3/jam x
1 𝑚3
= 19000 L/jam = 19000 L/jam x 1.038 kg/L
= 19722 kg/jam
 Neraca Massa Absorpsi

𝑥𝑜 𝑦𝑁+1 𝑥𝑁 𝑦1
𝐿′ ( ) + 𝑉′ ( ) = 𝐿′ ( ) + 𝑉′ ( )
1 − 𝑥𝑜 1 − 𝑦𝑁+1 1 − 𝑥𝑁 1 − 𝑦1

19722 kg/jam
L’ = 119 𝑘𝑔/𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 = 165,73109 kgmol MDEA/ jam

2117.34 kg/jam
V’ = = 73.0117 kgmol MDEA/ jam
29 𝑘𝑔/𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙

0 0.000285 𝑋𝑛 1.1 𝑥 10−5


165,73109 + 73.0117 = 165,73109 + 73.0117
1−0 0.999715 1 − 𝑋𝑛 1 − 1.1 𝑥 10−5

𝑋𝑛 1.1 𝑥 10−5
165,73109(0) + 73.0117 𝑥 0.00028508 = 165,73109 + 73.0117
1 − 𝑋𝑛 0.99998864
𝑋𝑛
165,73109(0) + 73.0117𝑥 0.00028508 = 165,73109 + 73.0117 𝑥 1.13601𝑥10−5
1 − 𝑋𝑛

𝑋𝑛
0 + 0.02081427 = 165,73109 + 0,000829
1 − 𝑋𝑛

0.01998484 − 0.01998484 𝑋𝑛 = 165,73109 𝑋𝑛

𝑋𝑛 = 0.000120571

 Mol H2S dalam pelarut (mol H2S yang terserap)

𝑋𝑛
𝑚𝑜𝑙 𝐻2 𝑆 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑀𝐷𝐸𝐴 = 𝐿′ ( )
1 − 𝑥𝑛

0.000120571
165,73109 ( ) = 0,01998484 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻2 𝑆 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑀𝐷𝐸𝐴
1 − 0.000120571

A. Menghitung efisiensi H2S yang terabsorp :

𝑚𝑜𝑙 𝐻2 𝑆 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑝
𝑥100%
(𝑚𝑜𝑙 𝐻2 𝑆 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏 + 𝑚𝑜𝑙 𝐻2 𝑆 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟)

0,01998484
𝑥 100% = 96, 0170733%
0,01998484 + 0.000829

5.1 Pembahasan
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya
penyerapan H2S pada siang hari menjadi 12 ppm atau diatas standart. Tujuan dari
Penelitian ini adalah untuk mencari faktor-faktor yang paling berpengaruh
terhadap penyerapan yang terjadi pada Amine Contactor berdasarkan data record .
Pada data record didapatkan hasil yang berbeda pada saat siang hari pada
tanggal 25/3/2016 didapatkan hasil keluaran H2S 11.39 ppm dan pada tanggal
26/3/2016 didapatkan keluaran H2S sebesar 1.19 ppm menurut analisa dari data
tersebut penyebab terjadinya peningkatan gas H2S adalah perbedaan suhu di
masukan amine yang menunjukkan 47.1 berbanding 40 derajat celcius. Menurut
literaur atau teori semakin tinggi suhu yang digunakan maka H2S yang terabsorp
semakin sedikit, selain itu suhu lingkungan pada siang hari juga menyebabkan
suhu dalam proses meningkat.
Pada perhitungan Neraca Massa juga didapatkan hasil penyerapan H2S dengan
suhu yang tinggi dapat menyebabkan proses absorbsi tidak maksimal sehingga
didapat H2S yang terabsorp hanya 96% berbeda 3% dari data desain. Hasil dari
perhitungan yang kita dapatkan dapat disimpulkan bahwa suhu juga dapat
mempengaruhi proses absorpsi dengan suhu yang tidak terlalu tinggi proses
absorbsi akan berjalan maksimal (40-45°C).
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Dari hasil perhitungan dan analisa yang dilakukan dapat diratik kesimpulan sebagai berikut
:

1. Hasil dari perhitungan terjadi penurunan penyerapan H2S yang terabsorp sebesar 96%
dibandingkan dengan proses desain sebesar 99%.

2. Jika diliat dari hasil perhitungan, proses Absorpsi dengan suhu tinggi menyebabkan
penyerapan menjadi tidak maksimal.

3. Berdasarkan hasil analisa suhu dan laju alir dapat mempengaruhi proses penyerapan
H2S.

6.2 Saran

Dari kesimpulan yang didapat, saran yang diberikan antara lain :

1. Melakukan perhitungan ulang optimasi amine contactor dengan metode yang lain untuk
mendapatkan hasil yang optimum sebelum mengaplikasikannya pada plant.

2. Perlu adanya ketelitian dan kesabar saat mengaplikasin perubahan variabel suhu pada
plant.