Anda di halaman 1dari 10

Laporan praktikum pengelolaan gulma

PENANAMAN GULMA

Oleh :
Nama : Saidatul Asyura Hasibuan
NIM : 1705101050043
Kelas : 03
Kelompok : 04

LABORATORIUM ILMU GULMA


PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2018
BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Gulma ialah tanaman yang tumbuhnya tidak diinginkan. Gulma di suatu tempat
mungkin berguna sebagai bahan pangan, makanan ternak atau sebagai bahan obat-obatan.
Dengan demikian, suatu spesies tumbuhan tidak dapat diklasifikasikan sebagai gulma pada
semua kondisi. Namun demikian, banyak juga tumbuhan diklasifikasikan sebagai gulma
dimanapun gulma itu berada karena gulma tersebut umum tumbuh secara teratur pada lahan
tanaman budidaya.
Gulma mempengaruhi banyak fase pengusahaan tanaman dan menyebabkan
kerugian-kerugian yang serius dalam hasil dan kualitas dan meningkatkan biaya
produksinya.Kerusakan yang langsung disebabkan karena adanya gulma di dalam dan dekat
lahan yang ditanamai berupa gulma dalam lahan tanaman yang mengurangi hasil dan
kualitas oleh persaingan kebutuhan tumbuh, seperti hara, air, dan cahaya. Gulma mengurangi
efisiensi panen dan mesin-mesin, karena gulma yang membentang di tanah, membelit ke
dalam mesin dan yang berdiri tegak menumpang pada panen.
Gulma merupakan tumbuhan yang tidak dikehendaki keberadaannya pada lahan
budidaya pertanian dan dapat berkompetisi dengan tanaman budidaya sehingga berpotensi
untuk menurunkan hasil tanaman budidaya tersebut. Tanaman budidaya yang tumbuh secara
liar di lahan produksi yang diperuntukkan untuk jenis tanaman lainnya juga digolongkan
sebagai gulma. Kompetisi antara gulma dan tanaman dapat berupa kompetisi antara tajuk
dalam memanfaatkan cahaya matahari dan/atau kompetisi antara sistem perakarannya
dalam memanfaatkan air dan unsur hara.

1.2. Tujuan Praktikum


Adapun tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui jenis gulma serta
pertumbuhan gulma tersebut.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Teki mempunyai batang berbentuk segitiga, kadang-kadang bulat dantidak berongga,


daun berasal dari nodia dan warna ungu tua. Gulma ini mempunyai sistem rhizoma dan umbi
sangat luas. Sifat yang menonjol adalah cepatnya membentuk umbi baru yang dapat bersifat
dorman pada lingkungan tertentu (Sukman dan Yakup, 2002).
Konsepsi dan metode analisis vegetasi sesungguhnya sangat bervariasi, tergantung
keadaan vegetasi itu sendiri dan tujuannya. Misalnya apakah ditujukan untuk mempelajari
tingkat suksesi, apakah untuk evaluasi hasil suatu pengendalian gulma. Metode yang
digunakan harus disesuaikan dengan struktur dan komposisi vegetasi. Untuk areal yang luas
dengan vegetasi semak rendah misalnya, digunakan metode garis (line intersept), untuk
pengamatan sebuah contoh petak dengan vegetai “tumbuh menjalar” (cpeeping) digunakan
metode titik (point intercept) dan untuk suatu survei daerah yang luas dan tidak tersedia
cukup waktu, estimasi visual (visual estimation) mungkin dapat digunakan oleh peneliti
yang sudah berpengalaman. Juga harus diperhatikan keadaan geologi, tanah, topografi, dan
data vegetasi yang mungkin telah ada sebelumnya, serta fasilitas kerja/keadaan, seperti peta
lokasi yang bisa dicapai, waktu yang tersedia, dan lain sebagainya; semuanya untuk
memperoleh efisiensi (Tjitrosoedirdjo, dkk., 1984).
Daun-daun gulma berdaun lebar dibentuk pada meristem apikal dan sangat sensitif
terhadap bahan kimia. Permukaan daun terutama permukaan bawah terdapat stomata yang
memungkinkan cairan masuk. Gulma ini mempunyai tunas-tunas pada nodus atau titik
memencarnya daun. Tunas-tunas ini juga sensitif terhadap herbisida. Meristem apikal dari
gulma berdaun lebar adalah bagian batang yang berbentuk sebagai bagian terbuka yang
sensitif terhadap perlakuan kimia. Oleh karena itu herbisida pengendali daun lebar lebih
banyak daripada pengendali rumput (Sukman dan Yakub, 1995).
Dalam dunia pertanian, tanah mempunyai peranan sebagai tempat tumbuh dan
berkembangnya akar tanaman, tempat persediaan udara bagi pernapasan akar, tempat
persediaan unsur-unsur makanan bagi tumbuhan, tempat persediaan air bagi tumbuh-
tumbuhan dan tempat berkembangnya mikro dan makroorganisme yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Tanah yang subur akan memberikan
pengaruh yang baik pada tumbuhan yang tumbuh di atasnya, baik itu tanaman yang di
budidayakan maupun tanaman yang tidak di budidayakan misalnya gulma. Kesuburan
gulma dipengaruhi oleh jenis tanah dimana gulma tersebut tumbuh karena jenis tanah yang
berbeda maka kesuburan gulma akan berbeda pula (Husnalita, dkk. 1996).
Penggunaan pupuk kandang selain dapat menyuburkan tanah juga dapat
menyuburkan gulma, karena gulma akan mudah tumbuh pada kondisi tanah yang subur.
Penggunaan pupuk kandang mendorong pertumbuhan gulma melalui biji atau bagian gulma
yang tetap dapat tumbuh meskipun sudah melaui proses pencernaan (Chaeruddin, 1996).
BAB III. METODE PRAKTIKUM

3.1 Tempat dan Waktu


Praktikum dilakukan di Laboratorium Ilmu Gulma , Fakultas Pertanian Universitas
Syiah Kuala, yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Oktober 2018. Pukul 16.00 WIB.

3.2. Alat dan Bahan


3.2.1. Alat
1. Cup aqua gelas 15 buah.
2. Kertas label.
3. Tempat pembibitan.
4. Wadah pencampuran.
3.2.2. Bahan
1. Benih gulma Amaranthus spinosus, Cyperus rotundus, dan Chloris barbata.
2. Tanah, pasir, dan kompos (1:1:1)
3.3. Cara kerja
1. Dipersiapkan media : tanah, pasir, dan kompos dicampur dengan
perbandingan 1:1:1
2. Dilakukan penanaman pada tempat pembibitan yang ada, dengan disusun
benih gulma di bak pembibitan secara teratur.
3. Setelah daun gulma tumbuh sebanyak 5 daun gulma dipindah tanamkan
didalam cup yang telah diberikan tanah, pasir dan kompos.
4. Dihitung parameter berupa : tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah
daun dan dihitung pada minggu kedua setelah pindah tanam.
BAB IV. HASIL PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.1. Pengukuran Tinggi Gulma
Tabel 1. Pengukuran Tinggi Gulma
Tinggi Tanaman (Cm)

I II III
No. Hari Jumlah Rerata
Teki Berdaun Kembang
Lebar Goyang

1. Rabu 9,3 1,2 1,7 12,2 4,06


2. Kamis 10,5 1,8 2,3 14,6 4,86
3. Jum’at 12,1 2,6 2,8 17,5 5,83
4. Sabtu 18,2 2,9 3,4 24,5 8,16
5. Minggu 25,4 3,3 4,2 32,9 10,96
6. Senin 31,9 4,1 4,9 40,9 13,63
7. Selasa 38,6 4,7 5,6 48,9
Jumlah 146 20,6 24,9
Rerata 20,85 2,94 3,55

4.1.2. Pengamatan Jumlah Daun


Tabel 2. Pengamatan Jumlah Daun
Tinggi Tanaman (Cm)

I II III
No. Hari Jumlah Rerata
Teki Berdaun Kembang
Lebar Goyang

1. Rabu 2,4 2 2 6,4 2,13


2. Kamis 2,6 2 2 6,6 2,2
3. Jum’at 3 2 2,2 7,2 2,4
4. Sabtu 3 2 2,8 7,8 2,6
5. Minggu 4 2 3 9 3
6. Senin 5 2 3 10 3,33
7. Selasa 5 2 3 10 3,33
Jumlah 25 14 18
Rerata 3,57 2 2,57

4.1.3. Pengukuran Diameter Batang


Tabel 3. Pengukuran Diameter Batang
Diamater batang (mm)

I II III
No. Hari Jumlah Rerata
Teki Berdaun Kembang
Lebar Goyang

1. Rabu 1,77 0,39 0,25 2,41 0,80

4.2. Pembahasan
Dalam praktikum ini dilakukan penanaman gulma, jenis daun lebar bayam duri (
Amaranthus spinosus), rumput- rumputan kembang goyang, dan teki-tekian umbi teki
(Cyperus rotundus) dengan media tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.
Dalam cup air mineral.
Dari tabel diatas diperoleh perbedaan pertumbuhan tertinggi dari hari ke-1 hingga
hari ke-7. Pengamatan ukuran tinggi gulma dilakukan selama 1 minggu. Pada hari terakhir
pengukuran didapati bahwa gulma yang paling subur atau mengalami pertumbuhan yang
sangat cepat adalah tanaman teki. Pada teki yaitu pada hari minggu dengan tinggi mencapai
25,4 cm hingga dihari selasa mencapai 38,6 cm. Sehingga diperoleh jumlah tinggi teki
adalah 146 dan reratanya adalah 20,85. Pada gulma berdaun lebar dari hari ke-1 hingga ke-
7, mengalami pertumbuhan yang sangat konstan dengan penambahan tinggi di setiap harinya
berkisar 2-3 cm. Sehingga didapat jumlah tinggi gulma berdaun lebar selama 1 minggu
adalah 20,6 dan rerata adalah 2,94.Pada gulma rumput-rumputan juga menglami hal yang
sama dengan gulma berdaun lebar pertumbuhan nya konstan dari hari ke-1 hingga hari ke-
7. Sehingga didapat jumlah tinggi gulma rumput-rumputan selama 1 minggu adalah 24,9
dan rerata adalah 3,55.
Pada pengamatan jumlah daun tidak terjadi perubahan yang signifikan, akan tetapi
terjadi perbedaan lebar daun yang tidak jadi bagian pengamatan pada praktikum kali ini.
Jumlah daun yang mengalami pertumbuhan yang sangat banyak adalah teki dengan jumlah
daun selama 1 minggu adalah 25 daun sehingga didapatkan rerata adalah 3,57. Pada gulma
berdaun lebar dan rumput-rumputan jumlah daun tidak mengalami penambahan yang
signifikat pada gulma berdaun lebar jumlah daun pada hari ke-1 hingga ke-7 berjumlah sama
begitu pun dengan gulma rumput-rumputan jumlah daun yang tumbuh cenderung stabil dari
hari ke-1 hingga ke-7 dengan jumlah 18 dan rerata 2,57.
Pada pengamatan pengukuran diamater batang dapat dilihat bahwa diameter batang gulma
yang paling besar adalah diamater batang teki yaitu 1,77 mm. Sedangkan pada gulma
berdaun lebar adalah 0,39 dan pada gulma rumput-rumputan adalah 0,25 mm.
Dari hasil pengamatan di atas didapatkan bahwasanya Gulma memiliki sifat-sifat,
antara lain pertumbuhannya cepat, mempunyai daya saing yang kuat dalam memperebutkan
faktor-faktor kebutuhan hidupnya, mempunyai toleransi yang besar terhadap kondisi
lingkungan yang ekstrem, mempunyai daya berkembang biak yang besar secara vegetatif
dan atau generatif,
Dengan sifat-sifat tersebut, gulma dapat dengan mudah tumbuh serta berkembang
dengan pesat di area tanaman budidaya. Pada umumnya, gulma dibagi menjadi 3 golongan
berdasarkan ciri morfologinya, yaitu teki-tekian, berdaun lebar, dan rumput-rumputan.
Pada umumnya persaingan gulma terhadap pertanaman terjadi dan terparah pada saat
25 – 33 % pertama pada siklus hidupnya atau ¼ - 1/3 pertama dari umur pertanaman.
Persaingan gulma pada awal pertumbuhan tanaman akan mengurangi kuantitas hasil
panenan, sedangkan gangguan persaingan gulma menjelang panen berpengaruh lebih besar
terhadap kualitas hasil panenan. Waktu pemunculan (emergence) gulma terhadap
pertanaman merupakan faktor penting di dalam persaingan.
Dari pengamatan diatas gulma yang sangat cepat mengalami pertumbuhan adalah
gulma teki hal ini dikarenakan gulma teki memiliki daya saing yang kuat, mampu bertahan
hidup ditempat yang merugikan, dan banyak faktor lainnya yang menyebabkan gulma teki
tersebut sangat mudah tumbuh.
BAB V. KESIMPULAN

Dari praktikum penanaman gulma yang telah di lakukan maka di dapat di tarik
kesimpulan bahwa :
1. Pemberian kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan gulma. Selain dengan
pemberian pupuk kandang, pertumbuhan gulma juga di sebabkan karena adanya factor
internal dan factor eksternal.
2. Gulma yang paling cepat mengalami pertumbuhan adalah gulma teki-tekian
3. Gulma berdaun lebar dan rumput-rumputan cenderung memiliki persamaan saat
mengalami pertumbuhan
DAFTAR PUSTAKA

Chaeruddin. 1996. Gulma. http://dennisruswanda.blogspot.com/2012/04/gulma.html


Di akses pada tanggal 20 november 2018
Husnalita, dkk. 1996. Aplikasi Pupuk Kandang dan Tanaman Sela Pada Gulma.
http://pustakapertanianub.staff.ub.ac.id/files/2012/05/jurnal-tari.pdf. Di
akses pada tanggal 20 november 2018
Sukman, Y. dan Yakub. 2002. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Rajawali Perss,
Jakarta.

Sukman, Y. dan Yakup. 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Rajawali Press,
Jakarta.

Tjitrosoedirdjo, S., H. Utomo, dan J. Wiroatmodjo., 1984. Pengelolaan Gulma di


Perkebunan. PT Gramedia, Jakarta