Anda di halaman 1dari 5

Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis

Cell division by Mitosis and Meiosis

Windi Asnita Sari


windiasnitasari.bio16@fkip.unsyiah.ac.id

Abstrak
Mitosis adalah peristiwa pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel somatik, sangat aktif pada
jaringan meristem yang menghasilkan dua sel anak yang memiliki genotif sama dan identik dengan
sel induknya sedangkan pembelahan meiosis terjadi pada sel-sel gamet dengan hasil akhir empat
buah sel anak yang haploid dengan komposisi genotip yang mungkin berbeda dengan sel induknya.
Praktikum yang bejudul “Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis” yang bertujuan untuk
mengetahui setiap fase yang terjadi pada proses pembelahan mitosis dan meiosis. Praktikum ini
dilaksanakan pada tanggal 06 Maret 2019 di Laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Praktikum dilakukan dengan
metode pengamatan dengan bantuan mikroskop pada preparat yang disediakan yaitu akar bawang
bombai dan juga menggunakan alat peraga yaitu plastisin. Hasil dari pengamatan yang dilakukan
yaitu pembelahan mitosis dengan akar bawang bombai hanya terlihat fase telofase, namun fase
profase, metafase, dan anafase tidak terlihat pada preparat yang diamati.
Kata Kunci: Mitosis, Meiosis, Kromosom.

Abstract
Mitosis was a cell division event that occurs in somatic cells, is very active in meristem
tissue which produces two daughter cells that have the same genotype and are identical to their
stem cells while meiotic division occurs in gamete cells with the end result of four haploid daughter
cells with the composition of genotypes that may be different from the stem cells. Practicum entitled
"Cell Divisions by Mitosis and Meiosis" which aims to determine each phase that occurs in the
process of mitotic division and meiosis. This practicum was held on March 6, 2019 at the
Laboratory of Biology Education Teaching and Education Faculty Study Program, Syiah Kuala
University. Practicum is done by observation method with the aid of a microscope on the
preparations provided, namely the onion root and also using props namely plasticine. The results
of the observations carried out were mitotic division with the onion root only showing the
telophase phase, but the prophase, metaphase, and anaphase phases were not seen in the
preparations observed.
Keywords: Mitosis, Meiosis, Chromosomes.

1
Windi Asnita Sari: Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis

Pendahuluan sel, bukan satu kali, disebut meiosis I dan


Pembelahan mitosis adalah proses meiosis II. Kedua pembelahan ini
pembelahan inti sel menjadi dua inti sel baru menghasilkan empat sel anakan (bukan dua
seperti mitosis), dan masing-masing hanya
melalui tahap-tahap tertentu dan
dengan setengah dari kromosom sel induk
menghasilkan sel anak dengan jumlah dan (Campbell, 2008, p. 272).
jenis kromosom yang sama dengan sel Tanaman bawang merah (Allium
induknya. Dari satu sel lalu menjadi dua sel ascalonicum. L) merupakan sayuran umbi
anak identik, masing-masing sel anak yang serbaguna yang dapat digunakan sebagai
mewarisi kromosom yang sama banyak penyedap aneka masakan atau sebagai obat
dengan kromosom induknya. Jika sel induk tradisional. Tanaman in sering digunakan
pada pengamatan mitosis karena memiliki
memiliki 2n kromosom, setiap sel anak juga
pertumbuhan yang cepat, mudah didapat dan
memiliki 2n kromosom Pembelahan mitosis harganya terjangkau. Pada pengamatan
terjadi melalui beberapa tahapan. Mula-mulai mitosis menggunakan akar bawang merah
bagian inti sel membelah, setelah diikuti akan memudahkan pengamatan karena
pembelahan sitoplasma. Tahap-tahap memiliki jumlah kromosom yang sedikit dan
pembelahan mitosis terdiri dari profase, berukuran besar (Abdullah, 2017, p. 87).
metafese, anafase, telofase dan Interfase Metode/Cara Kerja
(Masruroh, 2016, p. 178). Waktu dan Tempat
Fase mitosis merupakan fase Praktikum ini berlangsung pada tanggal
pembelahan sel secara tidak langsung atau 06 Maret 2019 di Laboratorium Program Studi
sitokinesis. Disebut tidak langsung karena Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan
sebelum terjadi pembelahan inti seltelah
Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.
didahului dengan terjadinya beberapa
perubahan yang sangat penting yaitu Target/Subjek/Populasi/Sampel
terbentuknya kromosom dalam inti sel selama Target dari praktikum ini adalah
pembelahan. Untuk mengamati fase mitosis
mengetahui setiap fase yang terjadi pada
secara jelas hal yang umum dilakukan
pewarnaan. Pewarnaan yang sering digunakan proses pembelahan mitosis dan meiosis.
untuk mewarnai kromosom adalah dengan Subjek pengamatan berupa akar bawang
menggunakan pewarnaan safranin (Wahyuni, bombai yang telah di tetesi safranin.
2010, p. 2).
Studi pembelahan sel mitosis dapat Prosedur
menggunakan ujung akar, ujung batang, Pada pembelahan mitosis dengan
promiordia daun, petala muda, ovulum muda menggunakan alat peraga dibentuk dengan
dan kalus. Namun biasanya digunakan ujung plastisin kemudian dijelaskan setiap tahap
akar karena mudah tumbuh dan seragam, pembelahannya. Sedangkan pembelahan
sedang untuk studi meiosis sering digunakan mitosis dengan akar bawang bombai diambil
anthera dan jaringan sporogen. Pembelahan akar bawang kemudian dimasukkan kedalam
meiosis biasanya digunakan untuk HCl selama 5 menit. Setelah itu diangkat akar
menghitung jumlah kromosom sedang bawang dari HCl dan diletakkan di atas kaca
pembelahan mitosis digunakan untuk benda yang telah ditetesi safranin, kemudian
membuat peta karyotipe. Sifat kromosom sel ditutup dengan kaca benda. Setelah itu diamati
mitosis lebih stabil (Etikawati, 2010, p. 9). sayatan akar bawang dengan mikroskop pada
Banyak tahapan-tahapan meiosis yang pembesaran lemah sampai kuat.
sangat menyerupai tahapan-tahapan mitosis.
Meiosis, seperti mitosis didahului oleh Teknik Analisis Data
replikasi kromosom. Akan tetapi, replikasi Teknik analisis data pada pengamatan
tunggal ini diikuti oleh dua kali pembelahan adalah teknik analisis deskriptif yaitu berupa

2
Windi Asnita Sari: Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis

gambar yang dilengkapi dengan penjelasan


berkaitan dengan gambar tersebut. Subjek-
subjek yang diamati awetan preparat yang
telah disediakan.
Hasil dan Pembahasan
Fase mitosis merupakan proses
pembagian genom yang telah digandakan oleh
ke dua sel yang identik yang dihasilkan oleh
pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti
oleh sitokinesis yang membagi sitoplasma dan
membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel
anak yang identik, yang memiliki distribusi Gambar.1 Pembelahan Mitosis dengan
organel dan komponen sel yang sama, serta Menggunakan Alat Peraga (Plastisin)
bertujuan untuk mempertahankan pasangan
kromosom yang sama melalui proses Fase mitosis memiliki beberapa tahap
pembelahan inti secara berturut-turut. Prsoses yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase.
mitosis terjadi didalam sel somatik yang Dari beberapa tahap ini memiliki waktu
bersifat maristematik. pembelahan yang berbeda-beda tergantung
Menurut Abidin, (2014) menggunakan
jenis sel yang membelah. Pada fase profase
tanaman dari genus Allium sangat bagus untuk
merupakan tahapan pembelahan sel yang
mempelajari proses mitosis karena memiliki
paling lama dan membutuhkan energi yang
jumlah kromosom 16 dan memiliki kromosom
besar, fase ini membutuhkan waktu sekitar
yang sangat besar, sehingga membantu dalam
30-60 menit. Fase metafase membutuhkan
mempelajari fase mitosis.
waktu sekitar 2-6 menit, pada fase ini
Setiap sel berasal dari sel hidup lainnya.
kromosom menyusun diri secara acak pada
Siklus sel merupakan tahapan dimana
satu bidang ekuator atau tengah-tengah sel.
terjadinya proses pembelahan dan
Fase anafase membutuhkan waktu sekitar 3-5
penduplikasian berbagai materi yang ada
menit, pada fase ini komosom yang
didalam sel, pembelahan dan penduplikasian
mengumpul ditengah sel terpisah dan
merupakan konsep terpenting yang dapat
mengumpul pada masing-masing kutub
mendasari proses reproduksi pada berbagai
sehingga terlihat ada dua kumpulan
organisme. Pada setiap organisme multiseluler
kromosom, dan fase telofase membutuhkan
dibutuhkan pembelahan sel yang panjang dan
waktu sekitar 30-60 menit, pada telofase
rumit untuk memproduksi organisme yang
terjadi peristiwa kariokinesis (pembagian inti
baru, berbeda dengan organisme uniseluler
menjadi dua bagian) dan sitokinesis
dalam setiap pembelahan selnya
(pembagian sitoplasma menjadi dua bagian),
menghasilkan organisme fungsional yang baru
pada fase ini pembelahan telah selesai. Sel
(Nurfathurohmi dkk, 2014, p. 25).
telah terbagi menjadi dua sel anakan, masing
– masing memiliki inti yang mengandung 4
kromosom dengan bahan genetik yang sama
dengan induknya.

3
Windi Asnita Sari: Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis

Hasil pengamatan pembelahan mitosis antara komponen kimia serat kain yaitu
yang dilakukan pada akar bawang bombai selulosa dengan zat pewarna yang memiliki
hanya terdapat fase telofase. Seperti yang berbagai komponen pewarna (Sa’diyah, 2015,
p. 765).
terlihat pada gambar hasil pengamatan di
Setelah mengetahui waktu pembelahan
bawah ini kromatid tunggal sampai di kutub mitosis pada tanaman hal yang harus
kembali menjadi benang kromatin, dan diperhatikan selanjutnya adalah waktu
membentuk inti kembali. pemotongan akar. Waktu pemotongan akar
berkaitan dengan durasi mitosis dan indeks
mitosis. Durasi mitosis setiap spesies tanaman
bergantung pada kondis lingkungan, faktor
utama dari durasi mitosis yaitu temperatur dan
nutrisi. Beberapa spesies tanaman
memerlukan suhu tertentu dan lama
penyinaran yang berbeda, sehingga untuk
mendapatkan waktu potong yang tepat
diperlukan pengamatan yang berulang-ulang
pada waktu yang berbeda (Abidin, 2014, p.
14).
Setiap kromosom dalam genom
biasanya dapat dibedakan satu dengan yang
lainnya oleh beberapa kriteria, termasuk
panjang relatif kromosom, posisi suatu
struktur yang disebut sentromer yang
Gambar.1 Pembelahan Mitosis dengan memberi kromosom dalam dua tangan yang
Menggunakan Akar Bawang Bombai panjangnya berbeda-beda, kehadiran dan
posisi bidang (area) yang membesar yang
disebut knot (tombol) atau kromomer. Selain
Genus Allium umumnya merupakan
herba biennial, memiliki batang semu yang itu, adanya perpanjangan arus pada terminal
tersusun dari pelepah-pelepah daun. Daun dan material kromatin yang disebut satelit,
tersusun berseling, tumbuh dari batang sejati dan sebagainya (Supriharti, 2017, p. 7).
berbentuk pipih atau seperti cawan. Daun
yang lebih tua terletak disebelah luar dan Simpulan dan Saran
membungkus daun yang lebih muda. Helai Simpulan
berwarna hijau untuk fotosintesis. Sedangkan Pada pengamatan mikroskopis
pelepah berwarna merah, kuning, putih serta pembelahan mitosis dengan akar bawang
menebal membentuk umbi lapis untuk bombai hanya terlihat fase telofase, namun
menyimpan cadangan makanan fase profase, metafase, dan anafase tidak
(Anggarwulan, 2009, p. 35).
terlihat pada preparat yang diamati.
Preparat Allium cepa yang
menggunakan pewarna safranin warnanya
terlihat sangat kontras sehingga dapat Saran
dikelompokkan dalam suatu fase tertentu. Jika masih ada yang kurang dalam
Menurut Budiono dalam Sa’diyah (2015), laporan ini, mohon diberi petunjuk agar pada
bahwa sel-sel yang mengalami penebalan praktikum selanjutnya bisa lebih baik.
sekunder (lignifikasi) memiliki kemampuan Selanjutnya, untuk mencapai praktikum yang
penyerapan pewarnaan yang baik terhadap
lebih baik, waktu harus dipergunakan sebaik-
safranin. Penyerapan warna terhadap selulosa
dapat dianalogikan dengan keterserapan zat baiknya, serta keaktifan para praktikan dalam
pewarna yang terserap ke dalam serap kain melakukan praktek harus diperhatikan.
yang mengandung selulosa. Kain akan
menjadi berwarna karena adanya interaksi

4
Windi Asnita Sari: Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis

Daftar Pustaka dan Ilmu Pengetahuan ALam, Vol. 4


Abdullah, Fas Nurussalami. (2017). (2): 173-184.
Penentuan Waktu Perendaman Sel ( Nurfathurohmi, Ajie., dkk. (2014). Mitosis Sel
Fase Mitosis) Akar Bawang Merah Akar Bawang Dan Efek Sitogenetik Ion
(Allium ascalonicum. L) Menggunakan Logan Cu Terhadap Indeks Mitosis.
Safranin Untuk Mendukung Praktikum Jurnal Penelitian ITB, Vol. 1 (1): 23-
Biologi. Jurnal Bioleuser, Vol.1 (3):86- 30.
91. Sa'diyah, R. A. (2015). Penggunaan Filtrat
Abidin, A.Z. (2014). Studi Indeks Mitosis Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Bawang Untuk Pembuatan Media Sebagai Pewarna Alternatif Jaringan
Pembelajaran Preparat Mitosis. Jurnal Tumbuhan Pada Tanaman Melinjo
Penelitian Unesa, Vol. 1 (1): 12-17. (Gnetum gnemon). E-Jurnal BioEdu,
Anggarwulan, Etikawati, Setyawan. (2009). Vol. 4 (1) : 765-768.
Karyotipe Kromosom Pada Tanaman Supriharti, Deny., dkk. (2017). Identifikasi
Bawang Budidaya (Genus Allium : Karyotipe Terung Belanda (Solanum
Familia Amaryllidacea). Jurnal betaceum Cav.) Kultivar Berastagi
Penelitian Biologi FMIPA UNS, Vol. 1 Sumatera Utara. Jurnal Biologi
(2): 34-51. Sumatera, Vol. 2 (1): 7 – 11.
Campbell. (2008). Biologi Edisi Kedelapan Wahyuni, Ika. (2010). Pengamatan Inti Sel
Jilid I. Jakarta: Erlangga. Ujung Akar Allium cepa Menggunakan
Etikawati, Nita. (2010).Studi Sitotaksonomi Pewarna alternatif Daun Jati Muda
pada Genus Zingiber. Jurnal (Tectona grandis) dan Daun Jambu
Biodiversitas, Vol. 1 (1): 8-13 Monyet (Annacardiuam occidantele).
Masruroh, Faridatul., & Nurhatiningrum, ES. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
(2016). Peran Algoritma Julia Set Pendidikan Universitas
Dalam Mengkonstruksi Pembelahan Sel Muhammadiyah Surakarta: 1-6.
Mitosis. Jurnal Pendidikan Matematika