Anda di halaman 1dari 12

Ifada Nur Rokhmaniah, S.Psi; M.

Psi;Psikolog APA SEMUA CAIRAN TUBUH BISA MENULARKAN


Materi Pokok HIV/ AIDS
• Trend Issue HIV & AIDS Cairan tubuh yang mengandung HIV pada
• Perilaku yang beresiko tertular/ menularkan penderita HIV positif:
HIV&AIDS  Air liur/ ludah/ saliva
• Kualitas Hidup ODHA  Feses/ kotoran BAB/ tinja
• Stigma & Diskriminasi  Air mata
 Air keringat
TREND ISSUE HIV & AIDS  Urine/ air seni/ air kencing/ air pipis
History HIV&AIDS
Untuk Anda Ketahui : HIV dapat ditularkan melalui jabat tangan ?
• Temuan kasus pertama HIV&AIDS pada FAKTA/ MITOS
Tahun 1987 di BALI HIV dapat ditularkan melalui jabat tangan ?Mitos
• Issue / Problem HIV&AIDS sudah 3 Dekade Fakta:
dengan berbagai Dinamikanya ( sasaran HIV tidak ditularkan oleh kontak sehari-hari
Target Group Kelompok Resiko Tinggi ) dalam kegiatan sosial, di sekolah ataupun di
• Program Penanggulangan HIV & AIDS di tempat kerja.
Tulungagung dimulai Th 2006 Anda tidak dapat terinfeksi hanya karena Anda
• Indonesia merupakan satu dari 9 negara di berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet
dunia dimana terjadi peningkatan jumlah bersama, minum dari gelas yang juga digunakan
infeksi HIV terutama di usia 15 – 24 tahun. oleh seseorang yang terkena HIV, atau berada
Hingga Juni 2017, P2PL Kemenkes RI berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi
mencatat jumlah pengidap HIV banyak yang sedang bersin atau batuk.
berkumpul di provinsi besar Indonesia.
Terbanyak adalah provinsi DKI Jakarta HIV hanya menjangkiti kelompok homoseksual
dengan 48.502 orang, disusul oleh Jawa Timur atau pengguna narkoba saja? FAKTA/ MITOS
35.168 orang, Papua 27.052 orang, Jawa Barat
26.066 orang, Jawa Tengah 19,272 orang, HIV hanya menjangkiti kelompok homoseksual
serta Bali 15.873 orang. atau pengguna narkoba saja ? FAKTA/ MITOS
Fakta:
Let’s Talk About HIV&AIDS Setiap orang yang melakukan hubungan seks
Berbincang tentang HIV&AIDS artinya yang tidak terlindungi, berbagi penggunaan alat
membicarakan tentang Realitas .. suntikan atau diberi transfusi dengan darah yang
(fakta bukan Mitos ) terkontaminasi HIV dapat tertular.
Mitos HIV&AIDS perlu dibongkar Bayi dapat terinfeksi HIV dari ibunya selama
HIV&AIDS bukan masalah medis semata..... masa kehamilan, selama proses persalinan atau
Permasalahan sosial semakin hari semakin setelah kelahiran melalui pemberian air susu ibu.
meningkat menjadi Salah satu permasalahan
kontemporer (eksis dan terjadi dan masih Kita dapat mengetahui bahwa seseorang terkena
berlangsung sampai sekarang) HIV hanya dengan melihat dari penampilannya.
yang menjadi masalah dunia (termasuk di FAKTA/ MITOS
Indonesia, lokalistik Tulungagung) dan Kita dapat mengetahui bahwa seseorang terkena
memerlukan penanganan serius adalah masalah HIV hanya dengan melihat dari penampilannya?
HIV&AIDS. Adalah MITOS
Fakta- nya :
HIV dapat menular melalui penggunaan alat Kita tidak dapat mengetahui bahwa seseorang
makan bersama ? FAKTA/ MITOS? HIV positif hanya dengan melihat penampilan
HIV dapat menular melalui penggunaan alat mereka. Seseorang yang sudah terinfeksi HIV bisa
makan bersama ? MITOS !! saja nampak sehat dan merasa baik-baik saja,
Makan selamataan / Kenduren yang meninggal namun mereka tetap dapat menularkan virusnya.
ODHA sekalipun tidak menularkan Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk
Fakta: Tidak terdapat bukti bahwa HIV dapat mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau
ditularkan melalui penggunaan alat makan secara tidak.
bersama.
Anda Tetap Bisa Punya Anak Jika Anda
HIV-positif !!
Ibu Hamil yang positif HIV , melahirkan
anak yang + HIV. mitos atau Fakta ???
• FAKTA. Ibu yang terinfeksi HIV memang bisa
menularkan HIV ke bayi mereka selama
kehamilan atau persalinan.
• Namun, Anda dapat menurunkan resiko
penularan ke bayi anda dengan secara teratur
mendapatkan perawatan dari Dokter. Wanita
hamil dengan HIV dapat mengkonsumsi obat
untuk mengobati infeksi mereka dan untuk
melindungi bayi mereka terhadap virus.

Hubungan Seks tidak boleh dilakukan bila


sudah ter-infeksi HIV ? MITOS/ FAKTA?
Hubungan Seks tidak boleh dilakukan bila sudah
ter-infeksi HIV ?
BOLEH SAJA ODHA
berhubungan seksual asal ........memakai
kondom, baik salah satu ter-infeksi atau pun
keduanya telah ter-infeksi HIV. Dan minum ARV
tentunya

Tusuk Gigi Menularkan HIV? MITOS/ FAKTA?


HIV tidak menular melalui tusuk gigi

Yang Jelasss.........
Mitos atau Fakta HIV tidak menular melalui …
Terinfeksi HIV berarti vonis mati
MITOS: Terinfeksi HIV berarti vonis mati
Fakta:
Dengan perawatan dan pengobatan serta pola
hidup sehat, seseorang yang terinfeksi HIV
TETAP DAPAT SEHAT DAN BERUMUR PANJANG.
ARV (Antiretroviral) adalah kemajuan
penemuan pengobatan yang mampu menekan
perkembangan virus sehingga kekebalan tubuh
tetap pada posisi aman.
Bila ter-infeksi akan ada Pendampingan oleh
Budhis

Pesan untuk Tak PERLu RISAU TERTULAR


/menularkan
HIV & AIDS
TREND ISUE HIV&AIDS
Dibanding PSK, Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan
Tertular HIV
Kutipan Media Nasional
JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu rumah tangga
ternyata lebih rentan terjangkit HIV dibanding
pekerja seks komersial (PSK). Kasus yang
terjadi pada mereka adalah karena tertular HIV
dari suaminya.
Suami mereka yang lebih dulu terjangkit HIV
umumnya karena pengguna narkoba suntik dan
membeli jasa seks atau sering gonta ganti
pasangan. Para ibu rumah tangga ini kemudian
ikut tertular HIV ketika melakukan hubungan
Lalu, apa persyaratan penularan HIV?
seksual dengan suaminya tanpa alat pelindung.
Persyaratan Penularan HIV dikenal dengan
Program Manager Ikatan Perempuan Positif
prinsip ESSE atau exit, sufficient, survive dan
Indonesia, Melly Windi Lianti, pada Jumat
entry. Penularan HIV hanya terjadi ketika
(5/9/2014) lalu di Jakarta, mengatakan, para
keempat prinsip tersebut terpenuhi.
wanita PSK lebih menyadari akan bahaya
• Exit berarti ada cara atau jalan keluar media
tertular virus HIV. Mereka pun melakukan
penularan virus dari tubuh orang yang
pencegahan dengan menggunakan kondom saat
terinfeksi HIV.
berhubungan seks.
• Sufficient berarti jumlah virus yang ada pada
"Fenomenanya kini lebih banyak pada ibu
media penularan cukup untuk terjadinya
rumah tangga karena mereka merasa tidak
infeksi.
punya risiko HIV. Teman-teman penjaja seks
• Survive berarti virus bisa bertahan hidup
justru lebih aware," kata Melly.
selama media penularan keluar dari tubuh
Para ibu rumah tangga ini umumnya terlambat
orang yang terinfeksi HIV sampai masuk ke
mengetahui telah tertular HIV karena tidak
dalam aliran darah orang yang belum
melakukan pemeriksaan sebelumnya. Mereka
terinfeksi.
merasa tak berisiko terinfeksi HIV. Mirisnya,
• Entry berarti ada jalan atau cara masuk dari
HIV bisa ikut menular pada bayi yang mereka
media penularan virus ke dalam tubuh orang
kandung. HIV bisa menular saat ibu positif HIV
yang belum terinfeksi.
menyusui anaknya. Ketidaktahuan para ibu ini
menyebabkan kelahiran bayi positif HIV tidak
Beberapa situasi berikut ini merupakan contoh
sempat dicegah.
‘exit’ dan atau ‘entry’:
Data terakhir dari Kementerian Kesehatan
• Hubungan seks lewat vagina, anus atau mulut
(Kemenkes) menunjukkan, jumlah perempuan
yang tidak terlindungi (tidak menggunakan
positif HIV dari kalangan ibu rumah tangga
kondom) bersama orang yang terinfeksi HIV;
mencapai 6.230 orang. Jumlah ini lebih banyak
• Penggunaan jarum suntik yang tidak steril
dibandingkan dengan perempuan pekerja seks
bersama dengan orang yang sudah terinfeksi
yakni 2.021 orang. Data ini merupakan total
HIV;
• Melalui ibu yang hidup dengan HIV kepada
bayinya saat kehamilan, dalam proses
persalinan atau melalui ASI (menyusui);
Transfusi darah atau produk darah atau
transplantasi (cangkok) organ dari pendonor
yang terinfeksi HIV, dll.

• Karena penularan HIV hanya terjadi ketika


keempat prinsip diatas terpenuhi,
• Tak Ada Alasan harus takut untuk
berinteraksi sosial dengan orang yang hidup
dengan HIV & AIDS
REALITAS

Don’t Judge your Self


Just Want to Know
• Saat ini, Homoseksualitas tidak lagi
dianggap sebagai bentuk abnormalitas
mupun sebagai suatu bentuk gangguan
kejiwaan. Hal ini Dapat dilihat dalam buku
PPDGJ III (Pendoman Penggolongan
Diangnostik Gangguan Jiwa) dan DSM IV
yang telah menghapus kategori
homoseksual sebagai bentuk gangguan
kejiwaan.
• Penerimaan Diri berdampak pada
Kenyamanan Diri
• Penerimaan Diri dalam memahami Kondisi
diri akan lebih bisa men- STRATEGI kan diri
• Meskipun hal ini sudah jelas akan tetapi
masyarakat dan para anggota keluarga yang
memiliki anggota keluarga seorang gay
masih saja melihat hal ini sebagai kelainan
jiwa. Keluarga pada umumnya belum dapat
menerima ( bahwa orientasi seksual itu
berkaitan dengan proses kehidupan, jadi
tidak bisa disalahkan begitu saja )

Asumsi Masyarakat.........
• Pada dasarnya masyarakat umum berasumsi
sama bahwa homoseksual merupakan
individu dengan orientasi seks yang tidak
wajar.
• Sikap yang ditunjukan terhadap para • Trauma di masa kecil, termasuk karena
homoseksual berbeda-beda, ada yang kekerasan seksual atau fisik juga bisa
cenderung terbuka dan bisa menerima memengaruhi pembentukan karakter remaja.
keberadaannya,
• ada pula yang kurang bisa menerima
keberadaannya bahkan ada yang sama sekali
tidak bisa menerima keberadaanya sehingga
para homoseksual kerap mendapatkan cibiran
dari sebagian masyarakat.

Orientasi Seksual
• Orientasi seksual lebih besar dipengaruhi
lingkungan, meskipun setiap orang memiliki
gen feminin dan maskulin dalam dirinya.
• Dengan kata lain, pengaruh lingkungan lebih
hebat dari gen, termasuk mengenai
kecenderungan orientasi seksualnya.
• Heteroseksual bisa berubah menjadi
homoseksual, atau sebaliknya. Dan, setiap
orang memiliki potensi menyukai sesama
jenis, lesbi atau gay.
• Meskipun pola asuh dan lingkungan
mendorong heteroseksual, namun perubahan
yang terus berjalan sampai dewasa bisa
mengubah orientasi seksual seseorang.
Apalagi mereka yang tidak dibekali
pembentukan diri, karakter, pendidikan
agama, dan moralitas dari orangtuanya,"

tentang Orientasi Seksual


• Proses orientasi seksual dipengaruhi banyak
faktor.
• Gen porsinya sangat kecil,
• Lingkungan internal dan eksternal lebih
dominan, termasuk pola asuh, trauma,
pencarian figur ayah atau ibu saat kecil hingga
remaja, dan perhatian orangtua pada fase
pertumbuhan dari anak hingga remaja.
• Kemampuan dan perhatian orangtua dalam
memberikan arahan dan bimbingan
fungsional perbedaan jenis kelamin juga
menjadi faktor lain yang memengaruhi.
• Karenanya remaja harus terus-menerus
didampingi orangtuanya. Berikan kebebasan,
namun tetap dampingi.
• Orangtua harus memposisikan diri sebagai Realita Laki-laki & Seksualitas
teman, harus tahu perkembangan jaman  Fantasi Seks yang menghinggapi Pria dalam
sekarang dan jangan merasa paling benar sehari ada sekitar 30-40 kali
• Dalam memberikan pola asuh hindari Penetrasi wahana internet di Indonesia mencapai
menggunakan kata-kata negatif “ nakal, 12,5 persen atau sekitar 30 juta orang bagi
kelainan dst............ khalayak laki-laki.
• Pola asuh yang tepat akan membantu remaja  Trend Kasus Ibu Rumah Tangga (murni
mengindentifikasi dirinya. dirumah/ bekerja dalam lembah domestik)
• Sementara pola asuh yang keliru membuat terus naik tajam
remaja mencari pengakuan diri di luar rumah,  Relasi Seksual terjadi pada laki-laki berdasar
di lingkungan yang membuatnya nyaman. pada kebutuhan
 “sesaat”-”kesenangan” tanpa relasi ikatan
terlebih dahulu, kemudian pulang kerumah
 Budaya Patriarkhi , Laki – laki dianggap “
Gagah, wajar, Gentle / Lanang tenan Ketika
meiliki Relasi Seksual di LUAR PASANGAN
RESMINYA , berselingkuh, Nikah Siri, kawin
kontrak dsb
Rendahnya Kesadaran Komunitas LSL meng-
akses Layanan (VCT,IMS)
PERILAKU YANG BERESIKO TERTULAR/
MENULARKAN HIV&AIDS
HIV tidak pandang bulu !!
Sejak epidemi HIV dimulai 30 tahun lalu,
stereotipe yang beredar di masyarakat tentang
penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba SIAPA SAJA YANG RAWAN TERTULAR HIV &
dan para pekerja seks komersial lah yang AIDS?
mendapat label tersebut. ---Mitos  Remaja risiko tinggi
Faktanya, semua orang bisa terkena HIV, dari usia  Pelanggan pekerja seks
tua, muda , kaya, miskin, wanita, pria, maupun  Pasangan pelanggan pekerja seks
anak – anak dan dari berbagai macam profesi.
 Pengguna narkoba suntik (Penasun)
 Pasangan pengguna narkoba suntik
(Penasun)
 Wanita pekerja seks (WPS)
 Waria
 Pelanggan waria dan pasangannya
 Gay
 Laki-laki seks dan laki-laki (LSL)
 Warga binaan permasyarakatan
 ODHA & OHIDHA
RISIKO PENULARAN HIV LEWAT SEKS ANAL RENTAN & PERLU TAHU INFO
Seks anal menjadi pilihan yang umum bagi Pasien Hemofilia adalah penyakit yang
pasangan gay, meskipun banyak juga pasangan disebabkan oleh gangguan pembekuan darah
beda jenis yang mempraktikkan seks anal. sehingga darah tidak dapat berhenti ketika
Sebuah penelitian yang dimuat dalam mengalami pendarahan. Hal ini mengharuskan
International Journal of Epidemiology pasien menjalani transfusi darah. Semakin
mengungkapkan bahwa tingkat risiko penularan seringnya transfusi darah yang dilakukan, maka
HIV lewat seks anal lebih besar 18% dari pengecekan alat transfusi darah yang digunakan
penetrasi vagina. harus sering dilakukan untuk mencegah
Pasalnya, jaringan dan lubrikan alamiah pada kontaminasi.
anus dan vagina sangat berbeda.
Vagina memiliki banyak lapisan yang bisa Kelompok orang yang menjalani banyak transfusi
menahan infeksi virus, sementara anus hanya darah
memiliki satu lapisan tipis saja. Penyakit seperti thalasemia dan anemia kronis
Selain itu, anus juga tidak memproduksi lubrikan mengharuskan pasien untuk menjalani transfusi
alami seperti vagina sehingga kemungkinan darah. Beberapa transfusi darah yang dijalani
terjadinya luka atau lecet ketika penetrasi anal akan meningkatkan risiko penyebaran
dilakukan pun lebih tinggi. Luka inilah yang bisa virus/bakteri baik dari alat transfusi ataupun
menyebarkan infeksi HIV. dari darah yang digunakan
Infeksi HIV juga bisa terjadi jika ada kontak
dengan cairan rektal pada anus. KUALITAS HIDUP ODHA
Cairan rektal sangat kaya akan sel imun,
sehingga virus HIV mudah melakukan replikasi
atau penggandaan diri. Cairan rektal pun
menjadi sarang bagi HIV.
Maka, jika Pasangan yang melakukan penetrasi
telah positif mengidap HIV, virus ini akan
dengan cepat berpindah pada pasangannya
lewat cairan rektal pada anus.
Tak seperti vagina, anus tidak memiliki sistem
pembersih alami sehingga pencegahan infeksi
virus lebih sulit dilakukan oleh tubuh.

\
SUPPORT GROUP -
PENGUATAN
PSIKOLOGIS

Meski sebagian
anggotanya adalah
pengidap HIV, tim
street soccer
punya segudang
prestasi tingkat
dunia melalui
Homeless World
Cup (HWC) atau piala dunianya kaum
gelandangan dan anak jalanan.
Pada HWC 2011 di Prancis, tim ini menempati
peringkat ke-6 sedangkan pada HWC 2012 di
Meksiko berhasil masuk semifinal.
Indonesia Peringkat Lima Dunia di HWC 2017
Tuntas sudah
gelaran
Homeless
World Cup
2017 di
Norwegia. Indonesia memastikan finis posisi
lima dunia usai mengalahkan Portugal 6-5.
Fakta ODHA
masih Kuat
dan Bisa
Bertahan
Hidup Sehat

SUPPORT GROUP FOR PEOPLE LIVING WITH HIV


Kelompok Dukungan Sebaya untuk Odha di
Indonesia, di Tulungagung telah terbentuk
“Biasanya HIV dan AIDS menimbulkan masalah
SUPPORT GROUP FOR yang sulit dan pribadi, misalnya seputar
PEOPLE LIVING kesehatan, hubungan dengan orang lain,
WITH HIV keuangang, kematian atau perasaan mengenai
seksualitas.
Prasangka dan diskriminasi (perlakuan tidak KONDOM LAKI-LAKI
adil) dari orang lain
serta masalah sosial
dan ekonomis yang
lebih luas juga
menyebabkan
banyak persoalan
untuk Odha.”
“Banyak di antara kita
– baik yang HIV-
positif maupun yang
terpengaruh
(keluarga, teman,
pasangan atau
pendamping lain) –
merasa bahwa
kelompok dukungan sebaya dapat mengurangi
ketagangan ini. Bekerja sama dan membagi ide
dan masalah dapat banyak menolong orang
dengan cara emosional dan praktis.”

Greater Involvement of People Living with HIV


and AIDS ( GIPA )
Pelatihan Keterlibatan ODHA, OHIDA secara aktif
dalam menanggulangi HIV& AIDS

ABOUT CONDOM
KONDOM PEREMPUAN

Melihat dari SISI LAIN , Terkait KAMPANYE


Condom use
• KASUS ter- Dampak Virus HIV ( bukan darI
perilakunya langsung ) seperti
• IBU RUMAH TANGGA
• BALITA
????? MEMPRIHATINKAN

POSITIVE MINDSET
 Meskipun kondom sendiri tidak menjamin
100% menghindarkan dari HIV& AIDS,
banyak penelitian ilmiah menunjukkan
kondom 80% efektif dalam mencegah
penyakit menular seksual, termasuk transmisi
seksual HIV.
 Terkait dengan seks bebas, apakah dengan
tidak ada kampanye penggunaan kondom
akan membuat seks bebas tidak ada?
 Kondom hanyalah salah satu upaya
pencegahan terhadap penularan penyakit
menular seksual. Artinya, kondom bukanlah
solusi untuk permasalahan tingginya tingkat
HIV& AIDS.
 Fakta tingginya jumlah orang dengan HIV &
AIDS, tentu saja bukanlah hal yang harus
ditutupi realitasnya atau harus dipandang
sebelah mata. HIV & AIDS bukanlah semata-
mata persoalan moral, namun juga persoalan
kemanusiaan. HIV/ AIDS juga bukan semata-
mata persoalan kesehatan tetapi juga
permasalahan sosial.

Yang Dibutuhkan Saat Ini BERPIKIR SECARA


KOMPREHENSIF ++ positif
• Bila berpikir realistis dengan melihat realitas
yang ada di lapangan tentang HIV & AIDS,
haruskah kondom masih menjadi
kontroversi?
• Bila kemudian kondom ini dikaitkan dengan
persoalan moralitas terkait dengan seks bebas,
ada atau tidak ada kondom, seks bebas akan
tetap ada dan yang lebih penting adalah
bagaimana merubah situasi menjadi lebih baik STIGMA & DISKRIMINASI bisa diminimalisir jika :
tanpa menafikkan realitas yang ada. • Informasi HIV&AIDS Dasar dimiliki oleh
Warga secara Umum, bahwa HIV tidak
STIGMA & DISKRIMINASI menakutkan seperti yang dibayangkan
• Memanusiakan Manusia – Mengasah sisi
Humanis , bahwa ODHA juga Manusia yang
memiliki Hak yang sama
• Jauhi Virusnya Bukan Orangnya
• Berbagai elemen masyarakat dapat
berperan dalam meminialisir STIGMA &
DISKRIMINASI
• ODHA IKUT BERPERAN DAN BERJUANG

ODHA berhak atas Hidupnya


• Akan melanjutkan Hidupnya, Status HIV
positif bukan berarti Dunia telah Runtuh..
• ODHA akan mengalami Proses terhadap
internal atau dalam diri (penerimaan diri
• STIGMA DAN DISKRIMINASI terhadap statusnya dan pemberdayaan diri
• PR BESAR YANG BUTUH KETERLIBATAN untuk bertanggung jawab STOP HIV&AIDS
• LINTAS SEKTOR, Layanan Kesehatan, sampai disini)
PROFESI, MASYARAKAT , LSM , ODHA & • Proses Internal ODHA tidak bisa terlepas dari
OHIDA faktor Eksternal/faktor lingkungan
STIGMA & DISKRIMINASI Pemahaman PSIKOSOSIAL terhadap ODHA SBG
 STIGMA UPAYA PEMBERDAYAAN :
merupakan pandangan negatif yang diberikan • ODHA Tidak minta di kasihani namun
kepada seseorang atau sekelopok orang. Ada DIPAHAMI bahwa Ia merupakan Orang yang
Stigma di masyarakat bahwa ODHA adalah ter-dampak,artinya…
Orang yang tidak bermoral, dan menjadi • kena dampak dari virus yang menyerang
penyebab bencana di Masyarakat. kekebalan tubuhnya
 DISKRIMINASI • Kena dampak secara langsung dari
adalah tindakan untuk tidak menerima atau perilakunya yang beresiko,bukan karena
menolak seseorang/ sekelompok orang profesinya
karena ia atau mereka dianggap tidak • Kena dampak tak langsung dari pasangan
mempunyai nilai-nilai, norma, kepercayaan, atau faktor resiko lain
perilaku yang sama dengan masyarakat pada • Pemahaman terhadap ODHA akan
umumnya sehingga mereka dikucilkan dan meminimalisir dari Stigma dan Diskriminasi
disingkirkan dari masyarakaT.
TES TULIS
FAKTOR- FAKTOR ADANYA STIGMA & 1. Sebutkan Kegiatan yang dapat menularkan
DISKRIMINASI HIV?
1. Kurangnya informasi yang benar tentang 2. Sebutkan 3 Tindakan yang dibutuhkan untuk
bagaimana cara penularan HIV dan apa saja mendukung ODHA ?
yang tidak menularkan 3. Siapa yang beresiko tertular virus HIV ?
2. Ketakutan terhadap HIV&AIDS sebagai
penyakit yang mematikan sehingga HIV&AIDS tak lagi mematikan Bila tahu cara
masyarakat belum percaya sepenuhnya
Penangannya !!
terhadap informasi yang diberikan
RangkuL ODHA untuk teratur minum Obat
3. Sulitnya orang membedakan antara apa
yang benar dan apa yang salah tentang bagaimanapun dia juga manusia.
HIV&AIDS
4. Adanya kesamaan Syndrom penyakit
dengan gejala yang muncul pada aids
sehingga apabila seseorang muncul dengan
gejala tertentu dianggap HIV & AIDS