Anda di halaman 1dari 1

Rifyal Lamani Kelainan otot jantung

NIM.G3A018023
PROFESI NERS-UNIMUS Aterosklerosis koroner

Etiologi: Hipertensi sistemik atau


pulmonal
Congestive Heart Failure (CHF) adalah
suatu kondisi dimana jantung mengalami
Peningkatan volume intravaskular
kegagalan dalam memompa darah guna Peradangan dan penyakit
mencukupi kebutuhan sel-sel akan miokardium degeneratif
nutrien dan oksigen secara adekat
Kongesti jaringan (Udjianti, 2010). Faktor sistemik : Meningkatnya laju
metabolisme (demam, tirotoksikosis)
hipoksia dan anemi juga dapat
Edema pulmonal Manifestasi klinis : menurunkan suplai oksigen.

Kelas 1 : Melakukan
Edema perifer aktifitas berat tanpa
keluhan

Pusing, kekacauan mental Klasifikasi Kelas 2 : Melakukan


(confusion), keletihan, intoleransi (New York aktifitas lebih berat
jantung terhadap latihan dan suhu Heart dari aktifitas sehari-
panas, ekstermitas dingin dan Association) hari tanpa keluhan
oliguria
:
Kelas 3 : Tidak dapat
Kerusakan atau melakukan aktifitas
Komplikasi : Kelas 4 : Tidak
kegagalan ginjal sehari-hari tanpa
dapat
keluhan
melakukan
Kerusakan pada MIND MAP aktifitas apapun
Efusi pleura
katup jantung CHF dan harus tirah
baring

Kerusakan hati Serangan jantung


dan stroke

Pemeriksaan Penunjang: Diagnosa Keperawatan :

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan volume sekuncup (00029)


AGD 2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi (00032)
3. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolar-kapiler (00030)
EKG Lab
Foto 4. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi (00026)
torax 5. Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan (00146)
6. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang pajanan (00126)

Dx.Kep Tujuan dan kriteria hasil Intervensi


Penurunan Kriteria hasil
curah jantung  TTV dalam batas  Auskultasi nadi apical & kaji
berhubungan normal frekuensi dan irama jantung
dengan  Catat bunyi jantung
perubahan  Palpasi nadi perifer
volume  Pantau TTV
sekuncup  Kaji kulit terhadap pucat dan
sianosis
 Berikan O2 sesuai indikasi

Ketidakefektifa kriteria hasil :  Monitor kedalaman


n pola nafas pernafasan, dan frekuensi
berhubungan  Tidak ada bunyi serta ekspansi dada
dengan nafas tambahan  Monitor respirasi dan status
hiperventilasi  RR dalam rentang O2
(00032) normal (16-24 x /  Monitor TD, nadi, suhu, dan
menit ) pernafasan
 Posisikan pasien untuk
memaksimalkan ventilasi
 Auskultasi suara nafas, catat
adanya suara tambahan
 Kolaborasi pemberian
Daftar pustaka : oksigen dan pemeriksaan
GDA
Mansjoer, A dkk. 2007. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1 edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius

Udjianti, Wajan J. 2010. Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba medikadengan Usia Dewasa Di Rumah Sakit Dr.
Kariadi Januari – Desember 2006. Semarang: UNDIP

Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih
bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC,