Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah swt serta puji dan syukur saya panjatkan kepada
tuhan yang maha Esa, karena saya masih dapat membuat tugas Critical Book Report
(CBR) ini tepat pada waktunya. Adapun tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas CBR
mata kuliah Anatomi tubuh manusia. Saya berharap tugas ini menjadi salah satu
referensi bagi pembaca bila mana hendak membandingkan isi buku tentang materi
Anatomi tubuh. Ucapan terima kasih saya kepada dosen Anatomi tubuh dr. Jekson
Martiar Siahan, M. Biomed yang telah membantu dan membimbing saya dalam
pembuatan tugas ini.

Akhir kata saya mohon maaf jika ada kesalahan-kesalahan yang saya perbuat
pada tugas ini baik itu penulisan maupun rangkaian kata dan kalimat yang kurang padu.
Karena saya masih dalam tahap pembelajaran, Dan sebagai manusia saya juga tak luput
dari kesalahan dan kekhilafan. Karena itu saya mohon kepada pembaca agar dapat
memberi kan kritik dan saran agar saya bisa membuat tugas yang lebih baik lagi
kedepan nya. saya harap tugas ini dapat mempermudah para pembaca untuk dapat
mengambil sisi positif dari apa yang di bahas di dalam nya.

Medan, 8 November 2018

Eka Putri Mahara


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN ......................................................................................1
A. Informasi Bibliografi .................................................................................1
BAB II : PEMBAHASAN CRITICAL REPORT .....................................................2
A. Latar Belakang ..........................................................................................2
B. Tujuan Penulisan CBR ..............................................................................2
C. Manfaat Penulisan CBR ............................................................................2
BAB III : PEMBAHASAN SECARA UMUM .......................................................3
A. Ringkasan Buku Pertama ..........................................................................3
B. Ringkasan Buku Kedua .............................................................................6
BAB IV : KRITIK ...................................................................................................9
A. Kelebihan Dan Kekurangan Buku I .......................................................9
B. Kelebihan Dan Kekurangan Buku II ......................................................9
BAB V : PENUTUP ..............................................................................................10
A. Kesimpulan ..........................................................................................10
B. Saran .....................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... .11
BAB I

PENDAHULUAN

A. Informasi Bibliografi

a. Buku utama

Judul : Anatomi Dan Fisiologi


Penulis : Koes Irianto
ISBN : 978-602-9328-34-9
Penerbit : Alfa Beta
Tahun Terbit : 2017
Urutan Cetakan :5
Tebal Buku : xxii + 846 hlm

b. Buku kedua

Judul : Anatomi Extremitas


Penulis : Dr.dr.Satimin Hadiwidjaja, PAK.,MARS
ISBN : 979-498-209-1
Penerbit : Sebelas Maret University Press
Tahun Terbit : 2004
Urutan Cetakan :1
Tebal Buku : vii + 264 hlm
BAB II

PEMBAHASAN

A. Latar Belakang

Tubuh manusia terdiri atas 75 triliun sel-sel , 25 triliun di antara nya sel darah merah
(eritrosit) dan terdapat 100 miliar sel system saraf. Ukuran sel bervariasi mulai dari 5 (sel
jaringan penghubung tunggal) dan 150 (ovum). Setiap sel adalah suatu system lengkap (self-
contained) yang melaksanakan berbagai fungsi yaitu membentuk dan menggunakan energy,
melakukan respirasi, reproduksi, dan ekskresi.

Jumlah panjang jaringan pembuluh darah nya sampai 100.000 kilometer dan lebih dari
500 macam proses kimiawi terjadi di dalam hati. Tubuh manusia jauh lebih rumit dan lebih
menakjubkan daripada computer. Prestasi olahragawan sering kali memperlihatkan tenaga tubuh
yang bersifat melar. Sedangkan ketangguhan nya menunjukan stamina nya. Fungsi tubuh yang
tidak tampak, lebih mengesankan lagi. Tanda disadari tubuh ternyata mengatur suhu badan,
tekanan darah, penegak dan penggerak, transportasi, pernapasan, pencernaan, dan tugas-tugas
lain yang tidak terbilang banyak nya. Pusat pengatur tubuh yakni otak, memiliki kemampuan
merekan dan menyimpan lebih banyak informasi dibandingkan dengan computer atau pesawat
apa pun.

B. Tujuan penulisan CBR

a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Anatomi Tubuh Manusia


b. Untuk mengembangkan budaya membaca
c. Melatih diri agar mampu menulis karya ilmiah
d. Agar mampu berpikir sistematis dan kritis

C. Manfaat Penulisan CBR


a. Dapat melatih mahasiswa dalam mengkritis sebuah buku
b. Untuk membiasakan diri saat menyusun skripsi
c. Untuk mengetahui metode yang terkandung dalam Anatomi
BAB III

PEMBAHASAN SECARA UMUM

A. Ringkasan Buku Utama

Satuan dasar kehidupan tubuh adalah sel dan setiap organ merupakan kesatuan
dari berbagai sel yang berbeda-beda dihubungkan satu sama lain oleh stuktur penunjang.
Setiap sel secara khusus melakukan fungsi khusus. Misalnya sel darah merah (eritrosit)
dalam darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke semua jaringan tubuh. Semua jenis
sel mempunyai karakteristik yang sama meskipun berbeda dalam fungsi maupun
bentuknya. Misalnya di dalam seluruh sel oksigen bereaksi dengan hasil pemecahan zat-
zat makanan untuk menghasilkan energy yang dibutuhkan untuk kelangsungan fungsi
maupunhidup sel. Teori sel yaitu:

a. Sel sebagai kesatuan structural


b. Sel sebagai kesatuan fungsional
c. Sel sebagai kegiatan reproduksi
d. Sel sebagai kesatuan pertumbuhan
e. Sel sebagai kesatuan hereditas

Sistem gerak, Antropologi-antropologi telah lama tertarik pada tulang-tulang.


Tulang dapat bertahan berabad-abad dan dalam beberapa kasus selama berjuta-juta
tahun. Tulang digunakan manusia sebagai alat-alat yang beragam, senjata, dan objek
seni. Tulang memudahkan antropolog menjajaki perkembangan manusia baik fisik
maupun kebudayaan. Tulang memiliki Sembilan fungsi dalam tubuh:

a. Formasi bentuk tubuh


b. Formasi sendi-sendi
c. Pelekatan otot-otot
d. Bekerja sebagai pengungkit
e. Penyokong dan penyebaran berat badan serta daya tahan untuk menghadapi
pengaruh tekanan dan pengaruh meknis
f. Proteksi
g. Hemopoesis
h. Fungsi imunologis
i. Penyimpan kalsium

Sebagian besar persendian rangka tubuh manusia adalah diartosis. Persendian


diartosis dibedakan menjadi enam macam yaitu sendi luncur, sendi engsel, sendi putar,
sendi plana, sendi peluru, dan sendi ellipsoidal.
Alat pencernaan adalah bagian-bagian tubuh yang mengambil bagian dalam
mencernakan makanan yang kita makan dan mengubahnya dari bentuk kasar menjadi
bentuk lembut, sehingga makanan itu dapat diserap oleh usus. Alat-alat pencernaan kita
terdiri atas saluran pencernan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari
mulut, tekak, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan berakhir pada anus.
Fungsi sekresi dan pencernaan:

a. Mencernakan protein oleh pepsin dan HCl


b. Sintesis dan pengeluaran gastrin
c. Sekresi faktor intrinsic
d. Sekresi mucus

Respirasi atau pernafasan merupakan pertukaran oksigen (O2) dan


karbondioksida (CO2) antara sel-sel tubuh serta lingkungan. Semua sel mengambil
oksigen yang akan di gunakan dalam bereaksi dengan senyawa-senyawa sederhana
dalam mitokondria sel untuk menghasilkan senyawa-senyawa kaya energy, air dan
karbondioksida. Pernapasan di bagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Pernapasan eksternal (luar)
b. Pernapasan internal (dalam)
Naras anterior adalah saluran-saluran dalam hidung . Saluran-saluran itu
bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai rongga hidung (vestibulum).
Vestibulum ini di lapisi dengan epithelium bergaris yang bersambung dengan kulit.

Lapisan nares anterior memuat sejumlah kelenjar sebesar yang di tutupi oleh buluh
kasar. Kelenjar itu bermuarra ke dalam rongga hidung.
Pernapasan eksternal adalah pertukaran gas oksigen dan karbondioksida. Pada
pernapasan melalui paru-paru pernapasan eksternal, oksigen di dapatkan melalui hidung
dan mulut, pada waktu bernapas oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronchial ke
alveoli dan berhubungan erat dengan darah di kapiler pulmonalis. Hanya satu lapisan
membrane, yaitu membrane alvoli-kapiler, memisahkan oksigen dan darah oksigen
menembus membrane ini dan di pungut oleh hemoglobin sel darah merah di bawa ke
jantung.
Pernapasan internal yaitu pernapasan yang telah di jernihkan hemoglobinya
dengan oksigen, mengitari seluruh tubuh dan akhirnya mencapai kapiler, dimana darah
mengalir sangat lambat. Sel jaringan memungut oksigen dari hemoglobin untuk
memungkinkan sel melakukan oksidasi pernapasan, sebagai gantinya hasil dari oksigen
yaitu karbondioksida.
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam
organism yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada suatu
organism berbeda antara jantan dan betina. Sisem reproduksi pada wanita berpusat di
ovarium. Alat reproduksi pada pria sepasang testis yang terbungkus dalam kantong
skrotum, testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormone teosteron, sepasang
epididimis saluran panjang berkelok-kelok terdapat di dalam skrotum. Pada wanita
ovarium berfungsi menghasilkan ovum dan hormone jika sel telur pada ovarium telah
masak, akan di lepas dari ovarium, pelepasan telur dari ovarium disebut ovulasi.
B. Ringkasan Buku Kedua

Cingulum membri inferiosis atau cinglum extremitas inferior atau pelvic girdle
dibentuk oleh sepasang os coxae, yang di ventral saling berhubungan selalui symphysys
oseum pubis, sementara di bagian dorsal tidak berhubungan langsung. Tempat di dorsal
tersebut diisi oleh os sacrum, yang berhubungan dengan os coxae melalui articulation
sacroiliaca. Bangunan bersama yang di bentuk oleh cingulum membri inferioris dan os
sacrum disebut pelvis.
Perbedaan pelvis laki-laki dan wanita yaitu pelvis wanita sangat berbeda dengan
pelvis laki-laki. Semua pelvis wanita kurang massif dan gambaran musculusnya kurang
tegas. Os ilium lebih berkembang ke lateral dan spina iliaca anterior lebih lebar jaraknya
shingga menyebabkan penambahan rongga panggul ke lateral. Apertura pelvis minoris
superior lebih lebar di banding laki-laki, lebih mendekati bulat dan kemiringan nya lebih
besar. Cavitas lebih luas dan secrum lebih pendek, lebar dan kurang melengkung.
Os femur sebagai os longum, merupakan tulang terpanjang dan terkuat di
skelotan, berbentuk silindris. Femur berhubungan dengan pelvis melalui articulation
coxae, yang merupakan articulation globoida. Seperti os longum pada umumnya, os
femur terbagi ke dalam corpus dan dua extremitas.
SISTEM ALAT GERAK ANGGOTA BADAN BAWAHDIBEDAKAN
MENJADI 2 BAGIAN :
a. Ossa cinguli Extremitas inferior ( tulang-tulang gelang panggul) os. Illium, os.
Pubis, dan Mis: os. Coxae os.ischium
b. Ossa extremitas inferior liberae ( tulang-tulang anggota badan bawah bebas) Mis:
os. Femur, os. Tibiae, os. Fibulae, os. Patella, ossa. Tarsalia, ossa. Metatarsalia,
ossa. Digitorum pedis.

SENDI ANGGOTA BADAN BAWAH YAITU:


a. Hubungan kuat dengan batang badan.
b. Sendi dibentuk oleh os. Sacrum dan os. Coxae “amphiarthrosis”
c. Kemungkinan geraknya sedikit
d. Termukaan tulang yang bersendi tidak rata
e. Adanya ligamentum disekitar art. sacroilliaca

LIGAMENTUM-LIGAMENTUM

a. Ligamentum sacroilliaca anterior ( menghubungkan os. Sacrum dengan os.illium


dan menutup rongga sendi bagian depan)
b. Ligamentum sacroilliaca interossea ( terbentang dari tuberositas ossis sacri ke
tuberositas ossis illium)
c. Ligamentum illiolumbale (terbentang dari crista illiaca ke processus transversus
lumbalis V)
d. Ligamentum sacroilliaca posterior longgum dan breve ( menghubungkan crista
sacralis lateralis sacral I dan II (breve) dan sacral III dan IV (longum) dengan
SIPS.
e. Ligamentum sacrotuberosum terbentang dari pinggir belakang os. Coxae, os.
Sacrum, dan os. Coccygis ke tuber ischiadicum.
f. Ligamentum sacrospinosum terbentang dari os.sacrum depan terhadap lig
Tuberosum dan berakhir pada spina ischiadica

ARTICULATIO GENUS (SENDI LUTUT)

Merupakan articulatio composita (femur, tibia, patella) Pada permukaan sendi


terdapat menisci meniscus medialis & lateralis, fungsi menyesuaikan bentuk
permukaan sendi diskongruensi menerima tumbukan sebagai penyangga fleksi-
ekstensi Mempunyai 2 aksis transversal  endo-eksorotasi longitudinal

HUBUNGAN ANTARA TIBIA DAN FIBULA Terdapat dalam 2 bentuk

a. Diarthrosis diperkuat oleh lig Capituli fibulae anterius & posterius (serabut dari
medial atas ke lateral bawah)
b. Syndesmosis Synarthrosis tibiofibularis & (2b) membrana interossea cruris
c. sendi di sebelah distal, diperkuat lig. Tibiofibulare anterior & posterior (arah
serabut dari medial atas ke lateral bawah)
d. besar otot yg melekat menimbulkan fibula tidak tergeser ke distal gaya kearah
distal

Articulatio talocruralis yaitu, Sendi antara tulang tungkai bawah dengan talus (tulang
pergelangan kaki) Gerakan dorsofleksi – plantofleksi kaki sedangkan Articulatio
talotarsalis yaitu Gerakan supinasi (inversio), pronasi (eversio)

Muscle of the Thigh (lateral view) :

a. M.gluteus maximus o: l glutea sup, dataran dorsal sacrum, lig sacrotuberosum i :


tuberositas glutea, fasciae latae f: dorsofl, exorot, abd paha
b. M. tensor fascia latae
c. M. vastus lateralis
d. M.biceps femoris o: tuber ischiadicum (capt longum) l aspera lab laterale (capt
breve) i
e. Caput fibulae
f. dorsofl, add exorot paha (capt longum) fleks, exorot tungkai bawah

Muscle of Region of the Knee and Crus

a. Poroneus longgus
b. Gastronemeus: (caput laterale) o: condylus med femoris (capt mediale)
Condylus lat femoris (capt laterale) i : + tendo m soleus membentuk tendo
calcaneus—tuber calcanei
c. Flex plantar kaki, supinasi, flex tungkai bwh, exor tungkai bwh (capt med),
endorts tungkai bwh (capt lat)
d. Extensor hallucis longus
e. Soleus o: cap fibulae & corp fibulae bag prox, l poplitea tibiae, arcus tendineus
antara origo di tibia & fibula i dengan tendo calcaneus ke tuber calcanei f : fleks
plantar kaki
BAB IV

KRITIK

A. Kelebihan dan kekurangan buku 1

-Kelebihan

Pada buku utama terdapat banyak materi tentang Anatomi tubuh yang lengkap,
Buku ini juga keluaran tahun yang baru, Buku ini membuat pembaca tertarik untuk
membaca nya karena cover buku ini menarik dan bagus. Buku ini juga memiliki
pengertian serta penjelasan yang lengkap tentang anatomi tubuh.

-Kekurangan

Buku anatomi dan fisiologi tidak memiliki banyak kekurangan hanya paa ukuran
gambar dalam buku terlalu kecil dan sangat sedikit.

B. Kelebihan dan kekurangan buku 2

-Kelebihan

Pada buku kedua hampir keseluruhan penjelasan nya menggunakan gambar


sehingga memudahkan pembaca untuk mengetahui nama-nama yang ada pada system
tubuh

-Kekurangan

Pada buku kedua banyak menggunakan bahasa kedokteran atau bahasa inggris
sehingga sulit bagi pembaca untuk mengerti apa yang di tulis
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah
yang mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda.
Dari sudut medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak,
ukuran, dan hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering
disebut sebagai anatomi deskriptif atau topografis. Kerumitan tubuh manusia
menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi manusia profesional yang benar-benar
menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar memiliki spesialisasi di bagian tertentu
seperti otak atau bagian dalam.

Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan


berulang kali pada tubuh manusia yang telah meninggal (kadaver) Anatomi bukan
sekadar ilmu biasa, namun harus benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena
dapat digunakan dalam situasi yang darurat. Patologi anatomi adalah ilmu mengenai
organ yang memiliki kelainan dan dalam keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk
berbagai tujuan seperti bedah dan ginekologi.

B. Saran

untuk kedepan nya kedua buku ini bisa lebih di percantik dalam artian mengubah
cover membuat gambar dan memberi warna yang menarik pada buku ini karena akan
lebih banyak pembaca yang tertarik karna buku ini terlihat bagus. Dalam penulisan dan
isi buku ini sudah sangat lengkap karna banyak materi Anatomi di dalam nya yang
memang di pelajari oleh mahasiswa mulai dari mengetahui system tubuh
DAFTAR PUSTAKA

Becker, FB.,Wilson, JW., Gehweiler, JA., 1971. The Anatomicalm Basis of


Medical Pracitice. The Williams & Wilkins Company Baltimore, USA.

Sobota,1989. Atlas Anatomi Manusia. Bagian I dan II. Edisi 19. Penerbit Buku
Kedokteran EGC.

Evelyn C.Pearce. 2008. Anatomi dan fisiologi untuk para medis. Jakarta: PT
Gramedia. Fukuda,Y.T. 2011.

Pulsed Shortwave Treatment In Women With Knee Osteoarthritis. Journal of the


American Physical Therapy Association and de Fysiotherapeut, 91: 1009-1017.

Helmi, Zairin Noor. 2012. Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika.


Jagmohan. Singh 2005.

Textbook of electrotherapy. New Delhi: Jaype brothers medical publisher.


Konin, Jeff G. 2006. Special Tests for Orthopedic Examination.

Kisner, Corolyn and Lynn Aleen Colby. 2007. Therapeutic Exercise Foundation
and Techinquens. 5th ed philadelphia:F.A Davis Copny. Kuntono, Heru P. 2005.
Propioceptive Neuromuscular Facilitatio